<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Reka Ulang &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/reka-ulang/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 04 Oct 2019 11:55:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Reka Ulang &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pencurian Motor Kedungjajang Direka Ulang</title>
		<link>https://memontum.com/pencurian-motor-kedungjajang-direka-ulang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Mar 2019 14:47:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Curanmor]]></category>
		<category><![CDATA[pasal 363]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Reka Ulang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/80408-pencurian-motor-kedungjajang-direka-ulang</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Disaksikan warga setempat Polres Lumajang menggelar reka ulang aksi pencurian sepeda motor yang dilakukan oleh dua bersaudara Rusan dan Rusen, beberapa waktu lalu. Pada reka ulang ini kedua pelaku hanya membutuhkan waktu kurang dari satu menit untuk bisa membawa kabur sepeda motor korbannya. Beruntung pada waktu itu pemilik motor berteriak minta tolong [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lumajang </strong>&#8211; Disaksikan warga setempat Polres Lumajang menggelar reka ulang aksi pencurian sepeda motor yang dilakukan oleh dua bersaudara Rusan dan Rusen, beberapa waktu lalu. Pada reka ulang ini kedua pelaku hanya membutuhkan waktu kurang dari satu menit untuk bisa membawa kabur sepeda motor korbannya.</p>
<p>Beruntung pada waktu itu pemilik motor berteriak minta tolong sehingga warga secara beramai-ramai menghakimi kedua pelaku, hingga babak belur.</p>
<p>&#8220;Ya beruntung, polisi segera datang kelokasi, sehingga kedua kakak beradik ini berhasil diselamatkan dari amuk massa,&#8221; kata Kapolres Lumajang AKBP DR. Muhammad Arsal Sahban, Senin (4/3/2019).</p>
<p>Rekonstruksi dilakukan di TKP Kejadian pencurian motor Desa Curah Petung Kecamatan Kedungjajang Kabupaten Lumajang, Saat itu Ketika berhasil ditangkap oleh warga, keduanya tak berkutik, karena disamping motor yang dicuri masih ditangan dan sebuah kunci T serta celurit masih ada pada kedua tersangka.</p>
<p>Dari hasil penyidikan polisi, Rusan (31) tahun, telah beberapa kali melakukan tindak kejahatan bahkan sudah pernah masuk penjara. Sedangkan Rusen (33) kakaknya, catatan kriminalnya lebih kecil dibandingkan dengan adiknya Rusan.</p>
<p>&#8220;Rusan, yang lebih muda sudah beberapa kali masuk penjara karena kasus pencurian ayam dan sapi. Termasuk diantaranya juga pernah masuk penjara karena pernah tertangkap membawa senjata tajam,&#8221; ujar Kapolres.</p>
<p>Akibat tindak kejahatan yang dilakukannya, dua kakak beradik asal desa Sumberwringin Kecamatan Klakah ini harus kembali mendekam di balik jeruji besi dengan dikenakan Pasal 363 ayat (1) ke-4, pencurian dengan pemberatan yang ancaman hukumanya maksimum 7 tahun.</p>
<p>“Diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun, pencurian yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan bersekutu.” pungkasnya.<strong>(adi/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">80408</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pembunuh Modus &#8220;Racun Biji Jarak&#8221;  Direkontruksi, 23 Adegan Diperagakan</title>
		<link>https://memontum.com/pembunuh-modus-racun-biji-jarak-direkontruksi-23-adegan-diperagakan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Jun 2018 14:00:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pasal 306]]></category>
		<category><![CDATA[Pasal 340]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[polres malang kota]]></category>
		<category><![CDATA[Reka Ulang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/43855-pembunuh-modus-racun-biji-jarak-direkontruksi-23-adegan-diperagakan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Masih ingat dengan si pembunuh berantai berdarah dingin , Teguh Susatyo (49) kuli bangunan, warga Jl Sarangan, Desa Karangpandan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang,? Pada Selasa (5/6/2018) siang, dilakukan rekontruksi bagaimana Teguh membunuh sahabatnya sendiri Donny Suprayitno (59) warga Jl Simpang Raya Langsep VI, Kota Malang. Rekontruksi yang diadakan oleh petugas Polsekta [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8211; Masih ingat dengan si pembunuh berantai berdarah dingin , Teguh Susatyo (49) kuli bangunan, warga Jl Sarangan, Desa Karangpandan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang,? Pada Selasa (5/6/2018) siang, dilakukan rekontruksi bagaimana Teguh membunuh sahabatnya sendiri Donny Suprayitno (59) warga Jl Simpang Raya Langsep VI, Kota Malang. </p>
<p>Rekontruksi yang diadakan oleh petugas Polsekta Sukun dan Polres Malang Kota ini untuk.melengkapi berkas pemwriksaan terhadap Teguh. </p>
<p>Tak tanggung-tanggung ada 23 adegan mulai di depan RS Soepraoen. Dimana saat korban bertemu dengan Teguh dan menagih hutangnya sebesar Rp 200 ribu. Selanjutnya rekontruksi dilanjutkan ke sekitaran Pasar Besar hingga sampai di sekitaran Comboran. Tegih kemudian membeli ramuan biji jarak. Mereka kemudian duduk hingga Donny diminta untuk menum ramuan biji jarak tersebut.</p>
<p>Usai minum tamuan biji jarak  dan ketan hitam itu, Donny merasa pen9ng namun terus dicekoki. Rekontruksi kemudian dilanjutkan saat Teguh membonceng Donny hingga tiba di pemakaman Janti. Setelah tubuh korban lemas sempat disandarkan ke tembok. Kondisi Donny sempat terlentang hingga kemudian dibalik hingga tertelungkup. Setelah memastikan Dinny tak bernyata Teguh kemudian pergi mengendarai motor.  </p>
<p>Rekontruksi 23 adegan itu sempat menyedot perhatian masyarakat. </p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">43855</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
