<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>rekonstruksi &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/rekonstruksi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 24 Jul 2025 11:13:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>rekonstruksi &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Polisi Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Wanita di Losmen Windu Kentjono Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/polisi-rekonstruksi-kasus-pembunuhan-wanita-di-losmen-windu-kentjono-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2025 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[kentjono]]></category>
		<category><![CDATA[losmen]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[polisi]]></category>
		<category><![CDATA[rekonstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224295</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Tersangka dugaan kasus pembunuhan, Achmad Khomarudin (26) asal Desa Patokpicis, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, dibawa petugas Reskrim Polresta Malang Kota ke Losmen Windu Kentjono, yang terletak di Jalan Kolonel Sugiono, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Kamis (24/07/2025) tadi. Khomarudin dibawa petugas, untuk menjalani rekonstruksi atau reka ulang aksinya saat membunuh EMS, teman [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Tersangka dugaan kasus pembunuhan, Achmad Khomarudin (26) asal Desa Patokpicis, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, dibawa petugas Reskrim Polresta Malang Kota ke Losmen Windu Kentjono, yang terletak di Jalan Kolonel Sugiono, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Kamis (24/07/2025) tadi. Khomarudin dibawa petugas, untuk menjalani rekonstruksi atau reka ulang aksinya saat membunuh EMS, teman wanitanya.</p>



<p>Khomaridn tampak memakai baju tahanan berwarna oranye, dengan tangan diborgol. Di losmen inilah, Khomarudin satu persatu memperagakan adegan aksi sadisnya. Dari mulai datang ke losmen, kemudian membunuh EMS dan pergi meninggalkan korban yang sudah tidak bernyawa di losmen.</p>



<p>Kapolsek Sukun, Kompol Riyan Wahyuningtiyas, melalui Kanit Reskrim Polsek Sukun, AKP Wardi Waluyo, mengatakan rekonstruksi berjalan dengan lancar dan tidak menemui kendala. Rekonstruksi ini berjalan sekitar 1 jam. Tampak pihak Jaksa Penuntut Imum (JPU) Kejari Kota Malang, juga hadir ke lokasi.</p>



<p>&#8220;Ada sebanyak 35 adegan dalam rekonstruksi tersebut. Dari tiap adegan, diketahui bahwa yang datang pertama kali ke losmen adalah korban lalu tak berselang lama tersangka datang. Setelah itu, keduanya bersama-sama masuk ke losmen dan memesan kamar ke resepsionis,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kemudian adegan di dalam kamar. Di kamar itulah tersangka Khomarudin tega menghabisi EMS. &#8220;Usai membunuh korban, tersangka keluar sendiri meninggalkan losmen secara tergesa-gesa. Rekonstruksi diakhiri dengan adegan tersangka membuang HP korban. Diketahui, HP korban dibuang di dekat tempat kerja tersangka yang berada di wilayah Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Setiap adegan degan telah sesuai dengan kesaksian para saksi serta Berita Acara Pemeriksaan (BAP),&#8221; urainya.</p>



<p>Sementara itu, JPU Kejari Kota Malang, Su&#8217;udi menerangkan, tidak ada fakta baru dalam rekonstruksi dan semuanya sesuai dengan BAP. Untuk unsur tindak pidana yang dilakukan oleh tersangka ini, memenuhi Pasal 338 atau Pasal 351 ayat (3) KUHP.</p>



<p>&#8220;Kami yakin ini sudah terpenuhi dan ini dikuatkan oleh keterangan saksi, yang melihat tidak ada satupun orang masuk dan keluar selain tersangka sendiri. Selanjutnya korban ditemukan dalam kamar dengan kondisi meninggal,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Dalam rekontruksi ini ada penambahan 2 adegan. Kalau yang awalnya 33 adegan menjadi 35 adegan. Yakni adegan saat tersangka didorong oleh korban hingga terjatuh kemudian adegan memakai baju, itu tadi dipisah. &#8220;Jadi, tersangka ini didorong korban hingga terjatuh. Hal ini membuat tersangka kesal lalu mencekik korban sampai tidak bergerak. Kemudian wajah korban ditutup pakai bantal,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Seperti diberitakan sebelumnya, seorang perempuan ditemukan tewas di salah satu kamar Losmen Windu Kentjono yang terletak di Jalan Kolonel Sugiono Kecamatan Sukun Kota Malang, Senin (16/06/2025) dinihari. Korban berinisial EMF (29) asal Desa Sutojayan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang ditemukan tewas di atas kasur dalam kondisi tertutup bantal dan bagian mulutnya ditutup kain. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224295</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gubernur Jatim bersama Bupati Lumajang Tinjau Dampak Bencana dan Pastikan Rekonstruksi Segera</title>
		<link>https://memontum.com/gubernur-jatim-bersama-bupati-lumajang-tinjau-dampak-bencana-dan-pastikan-rekonstruksi-segera</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Jul 2023 10:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[dampak]]></category>
		<category><![CDATA[gubernur]]></category>
		<category><![CDATA[Jatim]]></category>
		<category><![CDATA[pastikan]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[rekonstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[segera]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192816</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meninjau langsung beberapa titik kerusakan pasca cuaca ekstrem yang mengakibatkan bencana banjir lahar dingin hingga tanah longsor di wilayah Kabupaten Lumajang, Minggu (09/07/2023) tadi. Turut menyertai dalam peninjauan itu, Bupati Lumajang, Thoriqul Haq dan Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati bersama Forkopimda Kabupaten Lumajang. Dalam peninjauan itu, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meninjau langsung beberapa titik kerusakan pasca cuaca ekstrem yang mengakibatkan bencana banjir lahar dingin hingga tanah longsor di wilayah Kabupaten Lumajang, Minggu (09/07/2023) tadi. Turut menyertai dalam peninjauan itu, Bupati Lumajang, Thoriqul Haq dan Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati bersama Forkopimda Kabupaten Lumajang.</p>



<p>Dalam peninjauan itu, Gubernur bersama Bupati dan rombongan bergerak meninjau posko pengungsian di Kantor Desa Jarit, Kecamatan Candipuro. Berikutnya, melakukan pengecekan dapur umum, jembatan penghubung Desa Kloposawit dengan Tumpeng, jembatan gantung Kaliregoyo penghubung Desa Jugosari dengan Dusun Kebondeli Selatan.</p>



<p>Gubernur Khofifah mengatakan, bahwa fasilitas umum (Fasum) dan infrastruktur memiliki dampak pada mobilitas masyarakat. Karenanya, harus segera dilakukan rekonstruksi.</p>



<p>&#8220;Insyaallah, kita tidak menunggu masa tanggap darurat. Karena hal-hal yang terkait dengan koneksitas dan mobilitas penduduk, harus segera dilakukan rekonstruksi. Tidak perlu menunggu proses masa tanggap darurat selesai,&#8221; kata Gubernur Khofifah disela kunjungannya, Minggu (09/07/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Gubernur Khofifah juga mengungkapkan, bahwa Jembatan Kaliglidik II diperkirakan besok sudah akan dimulai pengerjaannya oleh tim PUPR dengan anggaran PUPR. Kemudian, untuk Jembatan Kaliregoyo dan Kloposawit, akan kerjakan oleh Pemprov Jatim. Untuk selebihnya, dari BNPB akan dikerjakan oleh Pemkab Lumajang. Ada beberapa titik termasuk jembatan skala kecil juga akan dikerjakan oleh pemprov.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Khofifah berpesan agar logistik terus dikomunikasikan antara pemerintah kabupaten dengan pemerintah desa. Sehingga, semua titik bisa terpenuhi.</p>



<p>Dirinya juga menambahkan, bahwa terkait banyaknya relawan yang bisa membantu mendistribusikan logistik, itu dinilainya juga penting. Karena, bisa dapat memberikan percepatan layanan kepada masyarakat.</p>



<p>&#8220;Ada beberapa kebutuhan logistik harus terpenuhi. Jadi, dibutuhkan sama-sama proaktif dan kegotongroyongan semua pihak, karena pada dasarnya logistik, layanan kesehatan kita cukup dan dapur umum ada,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyerahkan santunan kepada ahli waris korban bencana tanah longsor di Kecamatan Pronojiwo serta menyerahkan 80 paket sembako bagi keluarga terdampak. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192816</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Masifkan Pembangunan Jamula, Bupati Yuhronur Lihat Rekonstruksi Jalan Sukorame &#8211; Slaji</title>
		<link>https://memontum.com/masifkan-pembangunan-jamula-bupati-yuhronur-lihat-rekonstruksi-jalan-sukorame-slaji</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Jul 2023 13:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[jalan]]></category>
		<category><![CDATA[jamula,]]></category>
		<category><![CDATA[lihat]]></category>
		<category><![CDATA[masifkan]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[rekonstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[slaji]]></category>
		<category><![CDATA[sukorame]]></category>
		<category><![CDATA[yuhronur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192549</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, bersama unsur perangkat daerah meninjau rencana proyek pembangunan Jalan Sukorame-Slaji, Rabu (05/07/2023) tadi. Jalan sepanjang 4.470 meter tersebut, akan dianggarkan di tahun 2024. Pembangunan infrastruktur fisik ini, rencananya akan terus dimasifkan Pemerintah Kabupaten Lamongan. Meskipun, sebelumnya sudah sukses menyelesaikan 41 ruas jalan dan 21 jembatan program prioritas Jalan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, bersama unsur perangkat daerah meninjau rencana proyek pembangunan Jalan Sukorame-Slaji, Rabu (05/07/2023) tadi. Jalan sepanjang 4.470 meter tersebut, akan dianggarkan di tahun 2024.</p>



<p>Pembangunan infrastruktur fisik ini, rencananya akan terus dimasifkan Pemerintah Kabupaten Lamongan. Meskipun, sebelumnya sudah sukses menyelesaikan 41 ruas jalan dan 21 jembatan program prioritas Jalan Mantap dan Alus Lamongan (Jamula) tahun 2022.</p>



<p>“Saya berada di ruas Jalan Sukorame-Slaji yang memiliki panjang total 7.190 meter dan yang mengalami rusak berat sepanjang 4.470 meter, karena arus lalu lintas yang sangat padat. Untuk itu, kami berupaya pada perubahan anggaran dan kita prioritaskan agar Jalan Sukorame-Slaji ini segera tuntas. Sehingga, arus lalu lintas semakin lancar. Nantinya, di sepanjang jalan ini juga terdapat tiga jembatan yang juga rusak yakni Jembatan Sukorame 1, Jembatan Turi dan Jembatan Kedungmentawar. Doakan mudah-mudahan segera tuntas,” kata Bupati Yuhronur.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Selain meninjau rekonstruksi jalan dan jembatan rusak di ruas Jalan Sukorame-Slaji, dirinya juga meninjau rekonstruksi Jalan Sukorame-Sembung sepanjang 4.990 meter dengan kondisi rusak berat sepanjang 1.180 meter dan Jalan Bluluk-Sukorame sepanjang 4.490 meter, dengan kondisi rusak berat sepanjang 4.080 meter. Termasuk, juga kunjungi pembangunan Jembatan Talunrejo Bluluk.</p>



<p>Tidak hanya itu, dalam lawatannya ke Lamongan Selatan, Bupati Yuhronur juga meninjau rencana proyek nasional pembangunan Waduk Pejok di Desa Talun, Kecamatan Bluluk. Dimana, Waduk Pejok ini akan berdiri di dua Kabupaten yakni Lamongan dan Bojonegoro di atas lahan seluas 231.20 Ha. Dengan rincian, 85,69 Ha di wilayah Kecamatan Kepohbaru dan Kedungadem, Bojonegoro dan 145,51 Ha di wilayah Kecamatan Bluluk, Lamongan.</p>



<p>“Saya berada di Desa Talun, Kecamatan Bluluk yang ada rencana membangun waduk, ini perbatasan antara Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Bojonegoro, sehingga kita terus berkoordinasi terkait tindak lanjut karena ada beberapa rumah atau dusun yang harus dilakukan relokasi,” jelasnya.<strong> (zen/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192549</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tersangka Pembunuhan Ibu Angkat di Kota Malang Peragakan 23 Adegan dalam Rekonstruksi</title>
		<link>https://memontum.com/tersangka-pembunuhan-ibu-angkat-di-kota-malang-peragakan-23-adegan-dalam-rekonstruksi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Dec 2022 12:43:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Sukun]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pelaku Pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[rekonstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[tersangka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=179902</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kasus pembunuhan terhadap Nanik Suyatni (85), warga Jalan Manyar, No 36 RT16 RW08 Kelurahan Sukun, Kecamatan Sukun, Kota Malang, direkontruksi, Selasa (13/12/2022) tadi. Dalam gelaran itu, petugas Reskrim Polres Malang Kota menghadirkan Rahmat Irwanto alias Iwan (40), anak angkat korban, yang juga diduga sebagai tersangka pembunuhan. Dalam rekontruksi ini, tersangka memperagakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kasus pembunuhan terhadap Nanik Suyatni (85), warga Jalan Manyar, No 36 RT16 RW08 Kelurahan Sukun, Kecamatan Sukun, Kota Malang, direkontruksi, Selasa (13/12/2022) tadi. Dalam gelaran itu, petugas Reskrim Polres Malang Kota menghadirkan Rahmat Irwanto alias Iwan (40), anak angkat korban, yang juga diduga sebagai tersangka pembunuhan.</p>



<p>Dalam rekontruksi ini, tersangka memperagakan 23 adegan. Dalam reka ulang tersebut, tersangka melakukan pembunuhan menggunakan tangan kosong. Yakni, dengan cara mencekik dan memukul ke bagian kepada korban hingga beberapa kali.</p>



<p>Wakasat Reskrim Polresta Malang Kota, Iptu Nurwasis, di sela-sela rekonstruksi mengatakan bahwa rekontruksi ini memberikan gambaran untuk melihat peristiwa sebenarnya. Tersangka, memperagakan mulai dari awal prosesi pembunuhan.</p>



<p>&#8220;Reka ulang itu, untuk mengetahui perbuatan tersangka secara langsung. Adakah persesuaian antara keterangan saksi termasuk hasil otopsi dengan yang dilakukan tersangka. Dalam pengakuannya, tersangka melakukan pemukulan tidak lebih dari 6 kali,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pimpin-musrenbang-rkpd-2027-bupati-malang-ingatkan-sinkronisasi-hingga-sinergi">Pimpin Musrenbang RKPD 2027, Bupati Malang Ingatkan Sinkronisasi hingga Sinergi</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/lapas-kelas-1-malang-gelar-buka-bersama-libatkan-keluarga-wbp">Lapas Kelas 1 Malang Gelar Buka Bersama Libatkan Keluarga WBP</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkab-jember-terbitkan-surat-edaran-larangan-penggunaan-fasilitas-dinas-selama-libur-lebaran">Pemkab Jember Terbitkan Surat Edaran Larangan Penggunaan Fasilitas Dinas Selama Libur Lebaran</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/libur-idul-fitri-disdikbud-malang-minta-orang-tua-awasi-aktivitas-anak">Libur Idul Fitri, Disdikbud Malang Minta Orang Tua Awasi Aktivitas Anak</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/revitalisasi-pasar-besar-via-kpbu-masuk-tahap-lanjutan-pemkot-malang-segera-bersurat-ke-kemenkeu">Revitalisasi Pasar Besar Via KPBU Masuk Tahap Lanjutan, Pemkot Malang segera Bersurat ke Kemenkeu</a></li>
</ul>


<p>Terkait motif, Wakasat menyampaikan adalah masalah kebutuhan. Sebelum peristiwa terjadi, tersangka sempat minta uang untuk kebutuhan. Misalnya untuk pembayaran air, listrik dan lainya. Namun, korban tidak merespon. &#8220;Karena tidak ada respon dari korban, tersangka emosi dan melakukan kekerasan berakibat korban meninggal di lokasi kejadian,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Seperti diberitakan sebelumnya, Nanik ditemukan tewas bersimbah darah hingga diduga menjadi korban pembunuhan pada Kamis (24/11/2022) sore. Tubuh Nanik ditemukan oleh keluarga anak angkatnya saat berkunjung ke rumah. Dari informasi yang dihimpun, saat ditemukan, pada bagian wajah korban dipenuhi darah segar. Selain itu, juga didapati beberapa luka di bagian kepalanya.</p>



<p>Tersangka Iwan, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka karena telah membunuh ibu angkatnya tersebut. Tersangka sendiri, saat dilakukan pemeriksaan oleh penyidik, mengatakan sehat jasmani dan rohani. Bahkan, bisa menjawab pemeriksaan petugas.</p>



<p>Atas perbuatannya itu, tersangka dikenakan Pasal 338 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">179902</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pembunuhan Hj Rowaini Direkonstruksi, si Anak Tiri Peragakan 23 Adegan</title>
		<link>https://memontum.com/pembunuhan-hj-rowaini-direkonstruksi-si-anak-tiri-peragakan-23-adegan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Feb 2020 11:33:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[polres lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[rekonstruksi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/106195-pembunuhan-hj-rowaini-direkonstruksi-si-anak-tiri-peragakan-23-adegan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Polres Lamongan menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan Hj Rowaini di tempat kejadian perkara (TKP) lokasi kejadian, Desa Sumberwudi, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan. Oleh Tim Jaka Tingkir Satreskrim, Rekonstruksi dilakukan di dua lokasi sesuai dengan kejadian perkara yatu di warung milik tersangka Imam Winarto selaku eksekutor dan di rumah korban (Hj Rowaini.red). &#8220;Totalnya ada 23 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Polres Lamongan menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan Hj Rowaini di tempat kejadian perkara (TKP) lokasi kejadian, Desa Sumberwudi, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan. Oleh Tim Jaka Tingkir Satreskrim, Rekonstruksi dilakukan di dua lokasi sesuai dengan kejadian perkara yatu di warung milik tersangka Imam Winarto selaku eksekutor dan di rumah korban (Hj Rowaini.red).</p>
<p>&#8220;Totalnya ada 23 adegan sesuai dengan pengakuan dan yang diperagakan oleh tersangka,&#8221; kata Kapolres Lamongan, AKBP Harun, Rabu (12/2/2020).</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-106197" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/20200212_180104-copy.jpg?resize=740%2C416&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="416" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/20200212_180104-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/20200212_180104-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/20200212_180104-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/20200212_180104-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Lebih lanjut dijelaskan AKBP Harun ketika menyaksikan adegan pertama yang dilakukan di warung milik tersangka Imam Winarto, saat itu tersangka Sunarto selaku otak pembunuhan datang ke warung milik Imam Winarto untuk meminta bantuan untuk melakukan pembunuhan terhadap korban.</p>
<p>&#8220;Bermula dari obrolan serius oleh kedua tersangka di warungnya Imam Winarto, kemudian menuai kesepakatan jika Imam Winarto bersedia melakukan pembunuhan terhadap korban,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Tak hanya itu, dibeberkan AKBP Harun, pasca rekonstruksi pertama yang dilakukan di warung milik Imam Winarto kemudian dilanjutkan ke rumah korban yang berada di sebelah selatan warungnya yang berkisaran 150 Meter.</p>
<p>&#8220;Tepat di lokasi (rumah korban.red), tersangka Imam Winarto kemudian memperagakan berbagai adegan, berawal dari cara tersangka Imam Winarto masuk ke rumah korban melalui pintu belakang, selanjutnya berpura-pura menyerahkan uang kepada korban Nahasnya, tepat reka adegan yang ke enam dan ke tujuh, Imam Winarto langsung menghabisi nyawa korban yang diperagakan oleh salah satu anggota Polwan,&#8221; bebernya menjelaskan.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-106196" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/20200212_180127-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/20200212_180127-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/20200212_180127-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/20200212_180127-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/20200212_180127-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Tepat berada di adegan yang ke enam, AKBP Harun menambahkan, Imam Winarto langsung menusukkan pisau ke leher korban sebelah kiri sebanyak dua kali.</p>
<p>&#8220;Sedangkan pada adegan ketujuh, Imam Winarto juga menusukkan pisau ke leher korban sebelah kanan sebanyak satu kali. Mengetahui korban sudah meninggal dunia, kemudian tersangka mengambil Hanphone merk Samsung milik korban kemudian untuk Handphone jenis Nokia dibuang ke selokan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Lebih lanjut AKBP Harun menegaskan, saat gelar rekonstruksi penyidik sudah tidak menemukan fakta baru dalam kasus pembunuhan berencana yang didalangi oleh anak tiri korban.</p>
<p>&#8220;Semantara ini terkait penemuan hasil pengembangan yang baru masih belum ada namun kasus ini masih kami dalami lagi. Sampai saat ini motifnya masih sama. Yang jelas untuk eksekutor menurut pengakuanya karena terlilit hutang, sedangkan untuk otaknya itu didasari sakit hati, alasanya, khawatir dengan kondisi keluarganya,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Lebih jauh dikatakan AKBP Harun, nanti pasca proses rekonstruksi dilakukan, berkas perkara pembunuhan terhadap korban akan segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan.</p>
<p>&#8220;Yang jelas secepatnya segera akan kami limpahkan ke Kejaksaan kalau dirasa berkasnya sudah cukup dan tidak ada lagi tambahan dan keterangan lain yang perlu kembangkan,&#8221; Pungkasnya.<strong> (Aju/zen/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">106195</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Warga Belanda Jalani Rekonstruksi Pembunuhan, Bukan Karena Dengkuran</title>
		<link>https://memontum.com/warga-belanda-jalani-rekonstruksi-pembunuhan-bukan-karena-dengkuran</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Jan 2020 07:03:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Polresta Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[rekonstruksi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/103655-warga-belanda-jalani-rekonstruksi-pembunuhan-bukan-karena-dengkuran</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Ratusan warga Kecamatan Kalipuro melihat rekonstruksi kasus pembuhan Nur Khofiani (42) warga jalan Ciliwung, Kelurahan Panderejo, Kecamatan Banyuwangi dengan tersangka Hendrik Tibboel alias Abdullah (56) warga negara Belanda, bertempat di rumah tersangka Hendrik Tibboel, lingkungan Gombeng, Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, Rabu (08/01/2020) siang. Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin mengatakan, rekonstruksi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Banyuwangi </strong>&#8211; Ratusan warga Kecamatan Kalipuro melihat rekonstruksi kasus pembuhan Nur Khofiani (42) warga jalan Ciliwung, Kelurahan Panderejo, Kecamatan Banyuwangi dengan tersangka Hendrik Tibboel alias Abdullah (56) warga negara Belanda, bertempat di rumah tersangka Hendrik Tibboel, lingkungan Gombeng, Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, Rabu (08/01/2020) siang.</p>
<p>Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin mengatakan, rekonstruksi ini bertujuan memperjelas terjadinya suatu tindak pidana yang dilakukan tersangka.</p>
<p><div id="attachment_103656" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-103656" decoding="async" class="size-full wp-image-103656" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200108-WA0051-copy.jpg?resize=740%2C416&#038;ssl=1" alt="Adegan rekonstruksi tindak pidana pembuhan yang dilakukan oleh Hendrik Tibboel alias Abdullah warga negara Belanda, bertempat di lingkungan Gombeng, Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, Rabu (08/01/2020) siang. (ras) " width="740" height="416" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200108-WA0051-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200108-WA0051-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200108-WA0051-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200108-WA0051-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-103656" class="wp-caption-text">Adegan rekonstruksi tindak pidana pembuhan yang dilakukan oleh Hendrik Tibboel alias Abdullah warga negara Belanda, bertempat di lingkungan Gombeng, Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, Rabu (08/01/2020) siang. (ras)</p></div></p>
<p>&#8220;Rekontruksi ini adalah salah satu teknis agar memperjelas terjadinya suatu tindak pidana yang dilakukan pelaku terhadap korbannya,&#8221; kata Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin.</p>
<p>Menurut Kombes Arman, dalam rekonstruksi ini tersangka atau pelaku akan memperagakan terjadinya tindak pidana sesuai Berita Acara Perkara (BAP) sesuai dengan hasil penyidikan. Jika terjadi adegan yang terlewatkan, penyidik bisa menambahkan kedalam BAP.</p>
<p>&#8220;Jika melihat BAP, ada 15 reka adegan yang harus diperagakan pelaku dalam melakukan tindak pidana,&#8221; terang Kapolresta Banyuwangi.</p>
<p>Kapolresta Banyuwangi mengungkapkan, terjadinya tindak pidana pembunuhan yang dilakukan tersangka Hendrik Tibboel berawal pelaku menelpon korban agar datang ke rumahnya.</p>
<p><strong>BACA :</strong> <a href="https://banyuwangi.memontum.com/1101-gara-gara-tidur-mendengkur-warga-belanda-habisi-nur-khofifah" rel="noopener noreferrer" target="_blank">Gara-gara Tidur Mendengkur, Warga Belanda Habisi Nur Khofifah</a></p>
<p>Setelah itu korban datang ke rumah pelaku dengan mengendarai sepeda motor. Selanjutnya korban bertemu dan berbicara dengan pelaku. Usai berbicara dengan pelaku, korban menuju kamar dan tidur di sebelah pelaku yang sedang menonton TV.</p>
<p>&#8220;Ketika di dalam kamar tersebut, korban menanyakan uang yang dipinjam pelaku. Mendengar pertanyaan itu, pelaku langsung naik pitam lantas mengambil kabel dan menjerat leher korban. Dan hasil dari otopsi, korban meninggal dunia akibat terjerat kabel,&#8221; tandasnya. <strong>(ras/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">103655</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tersangka Pembunuh Mahasiswi Akper Dipicu Sakit Hati, Peragakan 25 Adegan</title>
		<link>https://memontum.com/tersangka-pembunuh-mahasiswi-akper-dipicu-sakit-hati-peragakan-25-adegan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Jan 2020 14:38:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[pasal 338]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Polresta Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[rekonstruksi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/103625-tersangka-pembunuh-mahasiswi-akper-dipicu-sakit-hati-peragakan-25-adegan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Kasus pembunuhan terhadap mahasiswi Akademi Keperawatan (Akper), Lina Indriana Losepta di kawasan pergudangan Safe N Lock, JL Lingkar Timur Desa Rangkahkidul, Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo semakin terang. Ini menyusul, tersangka, Marna J Emanratu memeragakan 25 adegan di lokasi penemuan jenazah korban 28 Desember 2019 lalu. Tidak hanya itu, usai rekonstruksi ini diketahui secara pasti [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8211; Kasus pembunuhan terhadap mahasiswi Akademi Keperawatan (Akper), Lina Indriana Losepta di kawasan pergudangan Safe N Lock, JL Lingkar Timur Desa Rangkahkidul, Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo semakin terang. Ini menyusul, tersangka, Marna J Emanratu memeragakan 25 adegan di lokasi penemuan jenazah korban 28 Desember 2019 lalu.</p>
<p>Tidak hanya itu, usai rekonstruksi ini diketahui secara pasti motif pembunuhan yang dilakukan tersangka terhadap korban yang tak lain teman kuliahnya itu. Yakni karena tersangka sakit hati atas cemoohan yang dilakukan korban dan orangtuanya.</p>
<p><div id="attachment_103627" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-103627" decoding="async" class="size-full wp-image-103627" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200107-WA0193-copy.jpg?resize=740%2C333&#038;ssl=1" alt="REKONSTRUKSI - Tersangka, Marna J Emanratu memeragakan rekonstruksi pembunuhan terhadap korban, Lina Indriana Losepta di kawasan pergudangan Safe n Lock, Desa Rangkahkidul, Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo, Selasa (7/1/2020)" width="740" height="333" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200107-WA0193-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200107-WA0193-copy.jpg?resize=300%2C135&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200107-WA0193-copy.jpg?resize=600%2C270&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200107-WA0193-copy.jpg?resize=200%2C90&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-103627" class="wp-caption-text">REKONSTRUKSI &#8211; Tersangka, Marna J Emanratu memeragakan rekonstruksi pembunuhan terhadap korban, Lina Indriana Losepta di kawasan pergudangan Safe n Lock, Desa Rangkahkidul, Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo, Selasa (7/1/2020)</p></div></p>
<p>&#8220;Ada sebanyak 25 adegan yang diperagakan. Motif dari tersangka membunuh korban karena sakit hati. Motif tersangka tega menghabisi nyawa korban lantaran sakit hati dibilang sebagai pencuri (pembohong) oleh korban dan orangtua korban,&#8221; terang Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho, Selasa (7/1/2020) di sela-sela rekonstruksi.</p>
<p>Lebih jauh, Zain memaparkan pihaknya masih terus melakukan pendalaman terhadap kasus pembunuhan itu. Karena itu, pihaknya bakal melakukan rekonstruksi lanjutan pada lokasi yang berbeda dari rekonstruksi di lokasi penemuan jenazah itu.</p>
<p>&#8220;Rencananya rekonstruksi akan digelar di lokasi lain, saat tersangka mencekik leher korban di kawasan Kahuripan Nirwana Village (KNV) Sidoarjo,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Tidak hanya itu, lanjut mantan Sekpri Kapolri ini saat ini penyidik Satuan Reskrim, Polresta Sidoarjo juga masih melakukan pendalaman. Terutama soal pelaku membunuh korban secara terencana atau tidak.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-103626" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200107-WA0190-copy.jpg?resize=740%2C333&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="333" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200107-WA0190-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200107-WA0190-copy.jpg?resize=300%2C135&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200107-WA0190-copy.jpg?resize=600%2C270&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200107-WA0190-copy.jpg?resize=200%2C90&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Karena tersangka sempat menyewa mobil rental untuk mengajak korban jalan-jalan ke wilayah Bangil, Pasuruan sebelum membunuh korban,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Kendati belum bisa memastikan pembunuhan dilakukan secara berencana oleh tersangka atau tidak, pihaknya tetap menjerat tersangka dengan pasal 338 dan atau pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan.</p>
<p>&#8220;Ancaman hukumannya 20 tahun penjara,&#8221; tandasnya.</p>
<p><strong>BACA :</strong> <a href="https://sidoarjo.memontum.com/1674-polisi-bekuk-pembunuh-mahasiswi-akper-yang-tewas-telanjang-di-semak-semak-pergudangan-lingkar-timur" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Polisi Bekuk Pembunuh Mahasiswi Akper yang Tewas Telanjang di Semak-Semak Pergudangan Lingkar Timur</a></p>
<p>Diberitakan sebelumnya, warga di sekitar semak-semak di kawasan Pergudangan Safe n Lock, JL Lingkar Timur, Desa Rangkahkidul, Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo digegerkan penemuan mayat perempuan muda telanjang, Selasa (31/12/2019). Diduga, mayat itu merupakan salah satu mahasiswa Akademi Keperawatan (Akper) yang diketahui tak pulang beberapa hari terakhir.</p>
<p>Korban diduga dicekik pelaku sebelum nyawanya dihabisi di semak-semak di kawasan pergudangan itu. Diduga setelah korban tak bernyawa, tubuh korban ditutupi rumput dan ilalang kering. Mayat korban kali pertama ditemukan salah satu pekerja di kawasan pergudangan itu.<strong> Wan/yan</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">103625</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Rekonstruksi Pembunuhan Anak Tiri, Keluarga Korban Berharap Tersangka Dihukum Mati</title>
		<link>https://memontum.com/rekonstruksi-pembunuhan-anak-tiri-keluarga-korban-berharap-tersangka-dihukum-mati</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Nov 2019 11:12:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[polres malang kota]]></category>
		<category><![CDATA[rekonstruksi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/99356-rekonstruksi-pembunuhan-anak-tiri-keluarga-korban-berharap-tersangka-dihukum-mati</guid>

					<description><![CDATA[Memontum, Kota Malang &#8211; Suasana rekontruksi cukup memanas. Tentunya warga dan juga pihak keluarga korban yang merasa geram menunggu kedatangan Ery Age Anwar (36) warga Sukoharjo, Jawa Tengah. Namun saat Ery tiba di tempat rekontruksi pada Kamis (7/11/2019) pukul 14.00, warga tidak bisa berbuat banyak dikarenakan Ery dijaga ketat oleh petugas kepolisian. Selain itu warga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum, Kota Malang</strong> &#8211; Suasana rekontruksi cukup memanas. Tentunya warga dan juga pihak keluarga korban yang merasa geram menunggu kedatangan Ery Age Anwar (36) warga Sukoharjo, Jawa Tengah.</p>
<p>Namun saat Ery tiba di tempat rekontruksi pada Kamis (7/11/2019) pukul 14.00, warga tidak bisa berbuat banyak dikarenakan Ery dijaga ketat oleh petugas kepolisian.</p>
<p><div id="attachment_99358" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-99358" decoding="async" class="size-full wp-image-99358" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191107-WA0110-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="BUNGA : Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander SIK MH saat melihat karangan bunga warga di pagar kontrakan tempat kejadian perkara. Dengan terdapat tulisan &quot;Surga tempatmu adek Agnes Arnelita&quot;. (gie)" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191107-WA0110-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191107-WA0110-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191107-WA0110-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191107-WA0110-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-99358" class="wp-caption-text">BUNGA : Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander SIK MH saat melihat karangan bunga warga di pagar kontrakan tempat kejadian perkara. Dengan terdapat tulisan &#8220;Surga tempatmu adek Agnes Arnelita&#8221;. (gie)</p></div></p>
<p>Selain itu warga tidak boleh melintasi garis polisi. Oleh karena itu untuk melampiaskan kemarahannya, warga yang mayoritas ibu-ibu hanya bisa mengimpat dan meneriaki Ery saat turun dari mobil tahanan.</p>
<p>Rekonstruksi dilakukan di 2 lokasi yakni rumah kontrakan di Perum Tlogowaru Indah, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang dan RS Refa Husada. Warga sendiri tidak bisa melihat berjalannya rekonstruksi dikarenakan hampir 80 % dari 20 adegan dilakukan di dalam rumah.</p>
<p>Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander SIK MH mengatakan bahwa rekonstruksi ini untuk melengkapi syarat formil dari proses penyidikan. Mensinkronkan ketwrangan tersangka dengan kejadian yang terjadi di tempat kejadian perkara.</p>
<p>Saat adegan keempat, tersangka mengendong korban membawanya ke kamar mandi. Keterangan tersangka sebelumnya bahwa saat terjatuh korban dalam kondisi tengkurap.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-99357" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191107-WA0100-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191107-WA0100-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191107-WA0100-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191107-WA0100-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191107-WA0100-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Namun dalam rekontruksi tadi, diperagakan korban terjatuh dalam kondisi terlentang. Kemudian diinjak di perut. Setelah itu korban miring ke kiri hingga punggungnya diinjak sekeras-kerasnya oleh tersangka sebanyak 2 kali,&#8221; ujar AKBP Dony.</p>
<p>Injakkan keras tersebut kemungkinan besar mengakibatkan terjadinya robek pada bagian usus besar hingga terjadilah pendarahan.</p>
<p>&#8220;Korban menggigil dan menangis. Kemudian dibawa ke dalam kamar dilumuri minyak telon. Saat itu kondisinya masih menggigil hingga diberi teh hangat. Kondisi korban sudah mulai ngorok. Barulah setelah itu kaki korban di panggang di atas kompor hingga mengalami luka bakar, &#8221; urai AKBP Dony.</p>
<p><strong>BACA :</strong> <a href="https://kotamalang.memontum.com/1967-ayah-tiri-kejam-pembunuh-agnes-arlita-punggung-dan-perut-diinjak-kaki-dibakar" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Ayah Tiri Kejam Pembunuh Agnes Arlita, Punggung dan Perut Diinjak, Kaki Dibakar</a></p>
<p>&#8220;Korban kemudian dipakaikan baju dan dibawa ke RS Refa Husada. Saat tiba di rumah sakit, kondisi korban sudah meninggal. Dari adegan-adegan itu tidak ada keterlibatan ibu kandungnya. Total semuanya 20 adegan,&#8221; ujar AKBP Dony.</p>
<p>Sementara itu, Rendra, paman korban mewakili pihak keluarga berharap Eri Age dihukum seberat beratnya.</p>
<p>&#8220;Keluarga ingin tersangka dihukum mati. Kalau Hermin, ibu kandung korban sejak kejadian tidak pulang ke rumah. Entah saat ini dia berada dimana, tidak bisa dihubungi. Di makam anaknya juga tidak pernah datang,&#8221; ujar Rendra. <strong>(gie/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">99356</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Rekonstruksi Pembunuh Balita, Ery &#8216;Ngguya-Ngguyu&#8217;, Warga Berteriak Iblis</title>
		<link>https://memontum.com/rekonstruksi-pembunuh-balita-ery-ngguya-ngguyu-warga-berteriak-iblis</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Nov 2019 07:33:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[polres malang kota]]></category>
		<category><![CDATA[rekonstruksi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/99424-rekonstruksi-pembunuh-balita-ery-ngguya-ngguyu-warga-berteriak-iblis</guid>

					<description><![CDATA[Memontum, Kota Malang &#8211; Rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap Agnes Arlita (3) di Perum Tlogowaru Indah, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Kamis (7/11/2019) pukul 14.00, mengundang perhatian warga sekitat. Ratusan warga berdatangan untuk melihat wajah si pembunuh kejam, Ery Age Anwar (36) warga asal Sukoharjo, Jawa Tengah yang tak lain adalah bapak tiri Agnes. Saat Ery datang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum, Kota Malang</strong> &#8211; Rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap Agnes Arlita (3) di Perum Tlogowaru Indah, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Kamis (7/11/2019) pukul 14.00, mengundang perhatian warga sekitat. Ratusan warga berdatangan untuk melihat wajah si pembunuh kejam, Ery Age Anwar (36) warga asal Sukoharjo, Jawa Tengah yang tak lain adalah bapak tiri Agnes.</p>
<p>Saat Ery datang dengan dikawal petugas kepolisian, warga spontan langsung histeris berteriak memaki dan mengumpat.</p>
<p>&#8220;Hukum mati saja, iblis itu..iblis&#8230;iblis, setan dihukum mati,&#8221; ujar warga beramai-ramai.</p>
<p>&#8220;Wanine karo arek cilik,&#8221; ujar warga setelah melihat ekspresi Ery yang terlihat tertawa.</p>
<p>Bahkan terlihat seorang wanita berjilbab terus -terusan meminta ijin petugas kepolisian untuk masuk ke police line.</p>
<p>&#8220;Saya hanya ingin mukul tersangkanya. Orang kok kejam sekali,&#8221; ujarnya sambil meminta polisi tidak menghalanginya. Namun usahanya sia-sia dikarenakan petugas kepolisian Polres Malang Kota telah berjaga ketat.</p>
<p>Warga sangat jengkel terhadap Ery Ega, dikarenakan dia tampak tidak ada penyesalannya. Bahkan saat adegan di halaman depan rumah, dia tetlihat tersenyum dan tertawa layaknya tidak merasa bersalah.</p>
<p>Seperti halnya Komariah (33) warga sekitar, dia sampai rela bolos kerja sebagai pembuat roti. Dia datang ke tempat rekontruksi hanya ingin merempal batu ke arah tersangka. Beruntung petugas kepolian mencoba menenangkannya hingga memnuat Komariah mengurungkan niatnya.</p>
<p>&#8220;Kalau tadi boleh mbalang (melempar batu) ya tak balang. Tapi sama pak polisinya dicegah. Saya kesini tadi sampai bolos kerja. Miris hati saya lihat tersangkanya ini. Kejam sekali, balita kok diinjak-injak sampai meninggal. Orang kok kelakuannya kayak iblis,&#8221; ujar Komariah.</p>
<p><div id="attachment_99425" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-99425" decoding="async" class="size-full wp-image-99425" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191107-WA0099-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="Warga yang melihat rekonstruksi. (gie)" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191107-WA0099-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191107-WA0099-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191107-WA0099-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191107-WA0099-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-99425" class="wp-caption-text">Warga yang melihat rekonstruksi. (gie)</p></div></p>
<p>Seperti yang diberitakan sebelumnya, meninggalnya Agnes Arnelita (3) dengan kondisi beberapa luka lebam dibagian tubuh dan kepala serta luka bakar pada bagian kaki, akhirnya menyisakan tanda tanya besar hingga timbul dugaan tewas akibat pembunuhan, pada Rabu (30/10/2019) siang. Bahkan dibagian punggung terdapat luka lebam yang cukup besar.</p>
<p>Oleh karena itu Finarti (36), tantenya, warga Dusu Tubo RT.10 / RW.02, Desa Purwosekar, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, memilih melaporkan kejadian ini ke Polsek Tajinan, sekitar pukul 18.30. Namun karena meninggalnya Agnes di rumah kontrakan orang tuanya di Perum Tlogowaru Indah D-4 Kelurahan Tlogowaru Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, maka kasus ini akhirnya ditangani petugas Polres Malang Kota.</p>
<p>Bahkan pada Kamis (31/10/2019) pagi, Rekrim Polres Malang Kota, Tim Identifikasi dan Polsekta Kedungkandang, mendatangi oleh rumah kontrakan tersebut untuk olah TKP. Ibunya yakni Hermin Susanti (22) ibu kandungnya serta Ery Age Anwar (36) ayah tirinya, dioeriksa secara intensif di Mapolres Malang Kota. Jenazah Agnes hingga Kamis siang, masih di kamar mayat RSSA Malang untuk dilakukan otopsi.</p>
<p>Informasi Memontum bahwa sejak 2 bulan lalu, Agnes bersama Hermin, ibunya dan Ery, ayah tirinya tinggal mengontrak di Perum Tlogowaru Indah. Perlu diketahui bahwa informasinya hasil pernikahan Hermin dan Ery lahir bayi perempuan yang kini berisia 2 bulan.</p>
<p>Namun pada Rabu (30/10/2019) pukul 14.00, Ery menitipkan bayinya kepada Siti Asminah (69) tetangganya. &#8221; Bayinya dititipkan ke rumah saya. Kemungkinan bapaknya ke rumah sakit membawa anaknya yang balita ke rumah sakit. Saya hanya tahu ada mobil hitam membawanya pergi,&#8221; ujar Siti Asminah.</p>
<p>Saat di rumah sakit Reva Husada Tlogowaru, dipastikan Agnes sudah meninggal hingga jenazahnya dibawa Tajinan. Namun saat dimandikan, pihak keluarga curiga karena banyak luka lebam di tubuh Agnes. Kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke Polsek Tajinan hingga akhirnya ditangani Polres Malang Kota karena kejadiannya masuk ke ranah hukum Polres Malang Kota.</p>
<p>Kepada petugas, Ery sempat mengatakan bahwa Agnes meninggal karena tenggelam di bak mandi. Saat kejadian dia sedang menjaga si bayi sedangkan agnes mandi. Untuk Hermin, ibunya saat kejadian tidak ada di lokasi karena sedang kerja.</p>
<p>Setelah sempat beralibi dengan mengatakan kalau Agnes Arlita (3) anak tirinya tewas karena tenggelam, Ery Age Anwar (36) warga asal Sukoharjo, Jawa Tengah, akhirnya mengakui perbuatannya pada Kamis (31/10/2019) malam. Dia mengaku bahwa bermula saat Agnes buang air di celana. Ery kemudian memasukan Agnes ke kamar mandi dan mengguyurnya dengan air sambil marah-marah.</p>
<p>Tidak hanya itu, saat si kecil ketakutan sambil bilang iya ayah-iya ayah, tidak menbuat Ery berbelas kasihan. Bahkan saat Agnes terjatuh tertelungkup, dia menginjak 2 kali dibagian perut. Saat Agnes merintih kesakitan sambil membalikan badan, giliran perutnya yang diinjak oleh ayah tirinya tersebut hingga membuat nafasnya tersengal-sengal.</p>
<p><strong>BACA :</strong> <a href="https://kotamalang.memontum.com/2058-rekonstruksi-pembunuhan-anak-tiri-keluarga-korban-berharap-tersangka-dihukum-mati" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Rekonstruksi Pembunuhan Anak Tiri, Keluarga Korban Berharap Tersangka Dihukum Mati</a></p>
<p>Penderitaaan Agnes tidak selesai disitu. Ery yang sudah kalut membakar kaki Agnes di atas kompor gas hingga mengalami luka bakar.</p>
<p>Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander SIK MH saat rilis pada Jumat (1/11/2019) pukul.09.00, mengatakan bahwa tersangka akhirnya mengakui telah melakukan penganiayaan kepada korban hingga mengakibatkan meninggal dunia. &#8221; Terjadi pendarahan pada perut korban, usus besarnya terjadi robekan hingga mengakibatkan meninggal dunia,&#8221; ujar AKBP Dony. <strong>(gie/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">99424</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
