<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Remaja &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/remaja/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 19 May 2026 14:23:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Remaja &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Remaja Putri Jember Sukses Tembus Level Nasional dalam Pesona Batik Nusantara 2026</title>
		<link>https://memontum.com/remaja-putri-jember-sukses-tembus-level-nasional-dalam-pesona-batik-nusantara-2026</link>
					<comments>https://memontum.com/remaja-putri-jember-sukses-tembus-level-nasional-dalam-pesona-batik-nusantara-2026#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 May 2026 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[pesona]]></category>
		<category><![CDATA[Remaja]]></category>
		<category><![CDATA[sukses,]]></category>
		<category><![CDATA[tembus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232506</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Seorang remaja putri asal Kabupaten Jember, Sireen Janitra Raisya Pramono (14), warga Kelurahan Kaliwates, Kecamatan Kaliwates, memiliki talenta di panggung nasional. Siswi yang saat ini duduk di bangku Kelas VIII SMP Negeri 3 Jember itu, baru saja menorehkan tinta emas dalam ajang pemilihan bergengsi berskala nasional, Pesona Batik Nusantara 2026, yang diselenggarakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Seorang remaja putri asal Kabupaten Jember, Sireen Janitra Raisya Pramono (14), warga Kelurahan Kaliwates, Kecamatan Kaliwates, memiliki talenta di panggung nasional. Siswi yang saat ini duduk di bangku Kelas VIII SMP Negeri 3 Jember itu, baru saja menorehkan tinta emas dalam ajang pemilihan bergengsi berskala nasional, Pesona Batik Nusantara 2026, yang diselenggarakan di Jakarta.</p>



<p>Ajang Pesona Batik Nusantara sendiri, merupakan sebuah kompetisi tahunan tingkat nasional yang diinisiasi oleh Plor Management. Gelaran ini bukan kompetisi modeling biasa, karena mendapatkan dukungan serta fasilitasi resmi dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.</p>



<p>Dalam kompetisi yang diikuti ratusan perwakilan dari berbagai provinsi di Indonesia itu, Sireen Janitra sukses membuat dewan juri terpukau. Dirinya berhasil menembus jajaran 10 besar terfavorit, sekaligus menyabet gelar tertinggi sebagai The Winner (Juara Pertama) untuk kategori yang diikutinya. Keberhasilan itu, langsung menjadi buah bibir yang positif di lingkungan pendidikan dan Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Jember.</p>



<p>Bila menilik ke belakang, perjalanan karier Sireen di dunia modeling sebenarnya terhitung masih seumur jagung. Langkah pertamanya, baru dimulai pada September 2025. Guna mengasah bakat terpendamnya, Sireen bergabung dan menimba ilmu di dua lembaga pelatihan lokal, yaitu Jawin Academy dan Syam Modeling School Jember.</p>



<p>Di bawah bimbingan para mentor profesional lokal, Sireen diajarkan teknik berjalan (catwalk), pembawaan diri (attitude), hingga pemahaman mendalam tentang filosofi Wastra Nusantara, khususnya kain batik. Kerja keras dalam sesi latihan intensif selama beberapa bulan itu, akhirnya terbayar lunas di panggung ibu kota.</p>



<p>Ditemui dalam sebuah kesempatan santai, Sireen Janitra Raisya Pramono membagikan cerita perjuangannya kepada media. Dengan senyum ramah khas remaja, dirinya mengisahkan bagaimana harus pintar-pintar mengelola waktu sehari-hari agar kegiatan pemodelan tidak sampai mengganggu kewajiban utamanya sebagai seorang pelajar aktif di sekolah menengah pertama.</p>



<p>&#8220;Dunia modeling ini memang hal yang baru buat saya, baru mulai belajar serius sekitar September tahun lalu. Tantangan terbesarnya sebenarnya adalah masalah pembagian waktu. Di sekolah, jadwal belajar kelas VIII sudah mulai padat, ditambah lagi saya juga aktif di kepengurusan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), ikut kegiatan ekstrakurikuler dan malamnya masih harus ikut bimbingan belajar atau Bimbel untuk persiapan ujian,&#8221; jelasnya, Selasa (19/05/2026) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Untuk latihan modeling, biasanya diambil di akhir pekan atau sepulang sekolah jika tugas-tugas rumah sudah selesai. &#8220;Kuncinya memang harus disiplin dan tidak boleh menunda pekerjaan sekolah,&#8221; ujar Sireen Janitra.</p>



<p>Salah satu fakta menarik dari keberangkatan Sireen ke ajang nasional, adalah minimnya fasilitas akomodasi kelompok besar. Tidak seperti kontestan dari kota-kota besar lain yang umumnya didampingi oleh tim manajemen khusus, penata rias profesional, hingga pemandu sorak, Sireen berangkat ke Jakarta dengan sistem mandiri.</p>



<p>Sireen hanya ditemani oleh keluarga kecilnya, ayah, ibu dan saudaranya yang bertindak ganda sebagai manajer, penata busana, sekaligus pemberi dukungan moral terbesar di belakang panggung. Keterbatasan tim ini, justru memicu mental bertanding Sireen menjadi jauh lebih kuat dan mandiri di hadapan para kompetitor lainnya.</p>



<p>&#8220;Saat berkompetisi di Jakarta kemarin, suasananya sangat kompetitif dan sempat membuat saya grogi karena peserta dari daerah lain bagus-bagus dan tim pendukungnya besar. Tapi saya selalu diingatkan oleh orang tua untuk fokus saja memberikan yang terbaik di atas panggung,&#8221; urainya.</p>



<p>Keberhasilan Sireen ini, juga mendapat perhatian dan apresiasi dari pihak sekolah serta komunitas model di Jember. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jember melalui perwakilannya, menyatakan bahwa kisah Sireen merupakan potret nyata dari anak muda Jember yang memiliki mental petarung. Kemampuannya membawa batik bermotif khas daerah ke panggung nasional, menjadi salah satu bentuk diplomasi budaya yang efektif untuk mengenalkan potensi industri kreatif Kabupaten Jember kepada khalayak luas di tingkat nasional.</p>



<p>Sementara itu, orang tua Sireen, yang selalu setia mendampingi di setiap langkah kompetisi, mengaku sangat terharu dengan pencapaian putri mereka. Sejak awal, pihak keluarga tidak pernah memaksakan Sireen untuk menjadi juara, melainkan hanya ingin memberikan ruang bagi sang anak untuk menyalurkan minat dan bakat positifnya secara terarah.</p>



<p>&#8220;Sebagai orang tua, kami hanya bisa memfasilitasi dan mendoakan apa yang menjadi minat positif anak. Melihat dia bisa membagi waktu antara OSIS, Bimbel dan modeling saja kami sudah bangga, apalagi sekarang bisa membawa pulang piala The Winner dari Kementerian Pariwisata. Ini murni hasil kerja keras dan ketekunananya sendiri yang mau mendengarkan arahan dari para mentor di Jawin Academy dan Syam Modeling,&#8221; urainya. <strong>(rio/gie/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/remaja-putri-jember-sukses-tembus-level-nasional-dalam-pesona-batik-nusantara-2026/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232506</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gantikan Almarhum Ayah, Remaja 16 Tahun Jadi CJH Termuda Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/gantikan-almarhum-ayah-remaja-16-tahun-jadi-cjh-termuda-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Apr 2026 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[almarhum]]></category>
		<category><![CDATA[gantikan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Remaja]]></category>
		<category><![CDATA[termuda,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231872</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Di tengah ribuan Calon Jamaah Haji (CJH) yang mayoritas berusia dewasa dan lanjut usia, seorang remaja 16 tahun asal Kota Malang justru menjadi perhatian. Adalah Haidar Fata Rizki Santoso, yang berangkat ke Tanah Suci di tahun 2026, karena menggantikan ayahnya yang meninggal dunia. Kabar keberangkatan itu, tentunya datang pada momen yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Di tengah ribuan Calon Jamaah Haji (CJH) yang mayoritas berusia dewasa dan lanjut usia, seorang remaja 16 tahun asal Kota Malang justru menjadi perhatian. Adalah Haidar Fata Rizki Santoso, yang berangkat ke Tanah Suci di tahun 2026, karena menggantikan ayahnya yang meninggal dunia.</p>



<p>Kabar keberangkatan itu, tentunya datang pada momen yang tidak pernah dirinya duga. Beberapa hari setelah sang ayah wafat, surat panggilan haji tiba di rumahnya.</p>



<p>“Beberapa hari setelah Ayah meninggal, ada yang mengantar surat keberangkatan. Setelah itu, Bunda langsung mengurus pelimpahan ke Kemenag,” ujar Atta-sapaannya, saat ditemui di rumahnya Jalan Kertasari, Kebonsari, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Rabu (22/04/2026) tadi.</p>



<p>Awalnya, pihak keluarganya mengira usia minimal pelimpahan porsi haji adalah 17 tahun. Namun dalam aturan baru, memperbolehkan pelimpahan mulai usia 13 tahun. Sehingga, kesempatan itu terbuka bagi Atta yang saat ini masih duduk di bangku pendidikan pesantren.</p>



<p>Bagi Atta, perjalanan haji ini bukan sekadar ibadah pertama ke Tanah Suci. Melainkan, amanah terakhir dari ayahnya. Dirinya masih mengingat pesan sang ayah, saat semasa hidup. Karena itu, Atta mantap menerima pelimpahan porsi haji tersebut.</p>



<p>“Ayah selalu bilang, kalau Ayah sudah tidak ada, Mas Atta harus bisa mengurus semuanya di rumah dan saya senang sekali bisa berangkat haji ini. Karena, belum tentu ada kesempatan lagi. Niat saya memang untuk menggantikan Ayah,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Remaja yang merupakan anak kedua dari tiga bersaudara itu, bahkan telah menyiapkan doa khusus untuk seluruh keluarganya. &#8220;Selain menghajikan Ayah, nanti saat umrah ingin saya niatkan juga untuk Bunda, kakak, adik dan keluarga,” ucapnya.</p>



<p>Meski menjadi CJH termuda, Atta menunjukkan kesiapan matang. Pihak pondok pesantren memberikan dukungan penuh, termasuk izin mengikuti manasik dan mengurus administrasi keberangkatan. Dirinya bahkan mempercepat setoran hafalan Al-Quran, agar tidak tertinggal selama menjalankan ibadah haji.</p>



<p>Untuk persiapan fisik, Haidar rutin berlari setiap sore sesuai anjuran Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH). “Koper sudah siap, paspor sudah, tinggal berangkat saja,” tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Ibunda Atta, May Syaroh Buchori, mengaku proses pelimpahan berlangsung sangat cepat, bahkan mendekati batas akhir pelunasan tahap kedua. Setelah proses foto pelimpahan dilakukan, nama keberangkatan langsung berubah dari almarhum suami kepada putranya.</p>



<p>“Malam itu statusnya sudah berubah. Langsung cek kesehatan, upload data, siangnya istitaah keluar, langsung saya lunasi. Rasanya seperti dibukakan jalan,” ungkapnya.</p>



<p>Diketahui, almarhum ayah Haidar telah mendaftar haji sejak tahun 2011 dan sempat tertunda akibat pandemi Covid-19. Atta dijadwalkan berangkat bersama dengan Ibundanya pada kloter 11, Kamis (23/04/2026) besok, dari Lapangan Ki Angmor, Ksatrian, Kota Malang. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231872</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Program Penguatan Kepemimpinan, Wabup Malang Dorong Remaja Perempuan Jadi Agen Perubahan</title>
		<link>https://memontum.com/program-penguatan-kepemimpinan-wabup-malang-dorong-remaja-perempuan-jadi-agen-perubahan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[Kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[penguatan]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan,]]></category>
		<category><![CDATA[Perubahan]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[Remaja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231466</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Wakil Bupati Malang, Hj Lathifah Shohib, memberikan apresiasi positif terhadap pelaksanaan Program Penguatan Kepemimpinan Remaja Perempuan dan Advokasi, untuk penguatan kesehatan mental dalam kontek pendidikan. Bahkan, Wabup Lathifah terus mendorong pembangunan generasi muda yang tangguh, berdaya dan peduli. “Pemerintah Kabupaten Malang berkomitmen untuk terus mendorong program-program yang mendukung kesehatan mental dan pemberdayaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Wakil Bupati Malang, Hj Lathifah Shohib, memberikan apresiasi positif terhadap pelaksanaan Program Penguatan Kepemimpinan Remaja Perempuan dan Advokasi, untuk penguatan kesehatan mental dalam kontek pendidikan. Bahkan, Wabup Lathifah terus mendorong pembangunan generasi muda yang tangguh, berdaya dan peduli.</p>



<p>“Pemerintah Kabupaten Malang berkomitmen untuk terus mendorong program-program yang mendukung kesehatan mental dan pemberdayaan remaja, khususnya remaja perempuan. Tujuannya, tentu agar mereka dapat menjadi agen perubahan di lingkungannya,” kata Wabup Lathifah, saat hadir dan menutup pelaksanaan kegiatan yang berlangsung di Gedung Lantai 5 Malang Creative Center (MCC) Kota Malang, Sabtu (04/04/2026) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Gelaran pelaksanaan sendiri, dalam kesempatan itu dihadiri Duta Besar Irlandia untuk Indonesia, Direktur Pelaksana Ruang Mitra Perempuan (Rumpun), camat hingga kepala desa lokasi program, kepala sekolah mitra program, Ketua dan Tim Indonesia Sehat Jiwa, serta pengurus dan anggota Serumpun. “Saya mengapresiasi setinggi-tingginya dukungan dari Kedutaan Irlandia untuk Indonesia serta seluruh pihak, yang telah berkolaborasi. Ini adalah bukti bahwa ketika kita bekerja bersama, kita mampu menciptakan perubahan yang nyata,” tambah Wabup Malang.</p>



<p>Lebih lanjut disampaikan, bahwa para peserta telah belajar bahwa kepemimpinan bukan hanya tentang berbicara di depan, tetapi juga tentang mendengar, memahami dan hadir untuk sesama. &#8220;Dalam konteks kesehatan mental, empati menjadi kekuatan utama. Kemampuan untuk menjadi kawan sebaya yang peduli merupakan bekal penting di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks,&#8221; imbuh Wabup Lathifah.</p>



<p>Wakil Bupati Malang juga kembali menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya, kepada Rumpun sebagai lembaga swadaya masyarakat yang berfokus pada pemberdayaan perempuan dan remaja perempuan di Kabupaten Malang, serta Kedutaan Irlandia untuk Indonesia yang telah memberikan dukungan penuh kegiatan ini. <strong>(pro/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231466</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Diduga Hendak Lakukan Provokasi dengan Molotov, Seorang Remaja Diamankan dari Balai Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/diduga-hendak-lakukan-provokasi-dengan-molotov-seorang-remaja-diamankan-dari-balai-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Sep 2025 15:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[diamankan]]></category>
		<category><![CDATA[diduga]]></category>
		<category><![CDATA[hendak]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[molotov,]]></category>
		<category><![CDATA[provokasi]]></category>
		<category><![CDATA[Remaja]]></category>
		<category><![CDATA[seorang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225655</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Seorang Remaja berusia sekitar 21 tahun dan mengaku warga Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, harus diamankan petugas Polresta Malang Kota, Senin (01/09/2025) tadi. Remaja ini harus berurusan dengan petugas, setelah sempat kepergok hendak menghidupkan Molotov yang dikemas dalam kemasan air mineral diisi bensin (Pertalite, red). Akibat kejadian yang diduga hendak membuat provokasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Seorang Remaja berusia sekitar 21 tahun dan mengaku warga Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, harus diamankan petugas Polresta Malang Kota, Senin (01/09/2025) tadi. Remaja ini harus berurusan dengan petugas, setelah sempat kepergok hendak menghidupkan Molotov yang dikemas dalam kemasan air mineral diisi bensin (Pertalite, red).</p>



<p>Akibat kejadian yang diduga hendak membuat provokasi itu, remaja inipun harus menjadi sasaran aksi pemukulan. Sebelum akhirnya, remaja tersebut diamankan di Pos Satpol PP Balai Kota Malang dan dibawa petugas.</p>



<p>Anggota DPRD Kota Malang, Harvard Kurniawan, saat dikonfirmasi di lokasi mengatakan bahwa peristiwa itu terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. Dari informasi di lapangan, pemuda tersebut bersama rekannya sempat mondar-mandir di sekitar lokasi.</p>



<p>“Awalnya ada tiga orang. Ketika botol berisi bensin itu jatuh, dua orang langsung melarikan diri dan satu orang berhasil diamankan. Karena di sini ada masyarakat yang menjaga, remaja itu sempat dipukul massa,” kata Harvard.</p>



<p>Dalam penangkapan itu, tambahnya, ditemukan barang bukti berupa botol (kemasan air mineral, red) berisi pertalite. Meski belum sempat dilemparkan, botol tersebut sempat mengeluarkan letupan kecil akibat terguncang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Ketika ditanya, yang bersangkutan tidak bisa memberikan jawaban jelas. Kalau mahasiswa atau bukan, kami belum tahu. Bahkan, dari kelompok mana juga belum tahu, tapi yang jelas masih muda. Mudah-mudahan dari kepolisian bisa identifikasi jaringan ini, sehingga bisa dicegah mitigasi dan diamankan,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Harvard juga mengimbau masyarakat, agar untuk tetap tenang dan tidak main hakim sendiri apabila menemukan hal serupa. “Saya berharap masyarakat Kota Malang tidak terprovokasi dan tetap menyampaikan aspirasi secara damai, bukan dengan tindakan anarkis,” lanjutnya.</p>



<p>Sementara itu, Kasatpol PP Kota Malang, Heru Mulyono, membenarkan mengenai kejadian tersebut. Dirinya menyebut, terduga pelaku sempat menyalakan molotov sebelum akhirnya digagalkan petugas dan warga yang berjaga.</p>



<p>“Itu percobaan pelemparan. Sumbunya sudah dinyalakan, tapi belum sempat dilempar karena langsung diteriaki masyarakat. Satu orang tertangkap,” ujar Heru.</p>



<p>Dirinya juga menambahkan, sejak beberapa hari terakhir pihaknya bersama masyarakat telah melakukan penjagaan di sekitar Balai Kota dan DPRD Kota Malang. Setiap malam, ada sekitar 10 petugas Satpol PP bersama warga berjaga 24 jam. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225655</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Boncengan Motor Sambil Tenteng Senjata Laras Panjang, Dua Remaja Diamankan Polresta Malang</title>
		<link>https://memontum.com/boncengan-motor-sambil-tenteng-senjata-laras-panjang-dua-remaja-diamankan-polresta-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Feb 2025 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[boncengan]]></category>
		<category><![CDATA[diamankan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[panjang]]></category>
		<category><![CDATA[polresta]]></category>
		<category><![CDATA[Remaja]]></category>
		<category><![CDATA[sambil]]></category>
		<category><![CDATA[senjata]]></category>
		<category><![CDATA[tenteng]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218982</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sempat viral, video aksi pengendara motor Beat berboncengan tiga sambil menenteng senapan laras panjang di Jalan Mayjen Panjaitan, Kelurahan Betek, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Senin (03/02/2025) kemarin. Dalam video tersebut, nampak pria yang di posisi dibonceng, menenteng senjata hingga membuat warga merasa resah. Dari video viral itu, petugas Polresta Malang Kota [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sempat viral, video aksi pengendara motor Beat berboncengan tiga sambil menenteng senapan laras panjang di Jalan Mayjen Panjaitan, Kelurahan Betek, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Senin (03/02/2025) kemarin. Dalam video tersebut, nampak pria yang di posisi dibonceng, menenteng senjata hingga membuat warga merasa resah.</p>



<p>Dari video viral itu, petugas Polresta Malang Kota kemudian bergerak cepat hingga berhasil mengamankan Syahputra Dwiyanto (20), asal Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang dan C (16), warga Kota Malang. Keduanya, kemudian diamankan polisi saat berada di salah satu rumah di Kelurahan Mbetek.</p>



<p>Diketahui, Syahputra adalah sosok pria yang menenteng senapan. Sedangkan C adalah pemilik senapan.</p>



<p>&#8220;Mereka membawa senjata dengan cara menentengnya di jalan. Mereka tidak berniat melakukan kejahatan, namun hanya untuk action. Senjata yang dibawa, itu senjata laras panjang dan adalah plastik mainan,&#8221; kata Kasatreskrim Polresta Malang Kota, Kompol M Soleh, Selasa (04/02/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Meskipun hanya senjata mainan, ujarnya, namun karena aksinya ini sangat meresahkan masyarakat. &#8220;Mereka menenteng senjatanya seolah-olah mau melakukan perang di jalanan hingga menimbulkan ketakutan. Kita lakukan pembinaan dan wajib lapor,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Syahputra sendiri meminta maaf karena aksinya itu telah membuat resah masyarakat. &#8220;Kami meminta maaf sebesar-besarnya, karena membuat kegaduhan di masyarakat. Senapan mainan itu kami bawa dari Jalan Borobudur Kota Malang. Senapan itu senapan mainan yang terbuat dari plastik. Rencananya, mainan itu akan diberikan kepada adiknya teman X,&#8221; ujar Syahputro.</p>



<p>Diakuinya, bahwa dirinya tidak pernah menodongkan senapan mainan itu kepada masyarakat. &#8220;Saat membawa senapan plastik itu, saya tidak pernah menodongkannya kepada warga. Saya hanya membawanya saja dan sama sekali tidak ada unsur untuk menakuti warga,&#8221; jelasnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218982</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Disdik Lamongan Gandeng USAID Gelar Uji Publik Panduan Insersi Pendidikan Kespro Remaja</title>
		<link>https://memontum.com/disdik-lamongan-gandeng-usaid-gelar-uji-publik-panduan-insersi-pendidikan-kespro-remaja</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Mar 2024 08:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Disdik]]></category>
		<category><![CDATA[gandeng]]></category>
		<category><![CDATA[insersi]]></category>
		<category><![CDATA[kespro]]></category>
		<category><![CDATA[panduan]]></category>
		<category><![CDATA[publik]]></category>
		<category><![CDATA[Remaja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=207433</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Pemkab Lamongan melalui Dinas Pendidikan (Disdik) menggandeng The United States Agency for International Development &#8211; Efektif, Efisien dan Kuat (USAID-Erat), menggelar kegiatan &#8216;Uji Publik Panduan Insersi Pendidikan Kesehatan Reproduksi (Kespro) Remaja untuk SD dan SMP atau sederajat di Kabupaten Lamongan. Kegiatan yang dibuka sejak Rabu (06/03/2024) dan bakal berlangsung selama dua hari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Pemkab Lamongan melalui Dinas Pendidikan (Disdik) menggandeng The United States Agency for International Development &#8211; Efektif, Efisien dan Kuat (USAID-Erat), menggelar kegiatan &#8216;Uji Publik Panduan Insersi Pendidikan Kesehatan Reproduksi (Kespro) Remaja untuk SD dan SMP atau sederajat di Kabupaten Lamongan. Kegiatan yang dibuka sejak Rabu (06/03/2024) dan bakal berlangsung selama dua hari itu, juga diikuti Dinas PPPA, Dinas PPKB, Dinas Kesehatan, Tim Penggerak PPK Kabupaten Lamongan, Kantor Kemenag Lamongan, Unila dan guru hingga IDI Lamongan dan IBI Kabupaten Lamongan.</p>



<p>Sementara untuk peserta sendiri, merupakan guru pengampu Mapel IPA di jenjang SMP dari 48 SMP Negeri dan 6 Guru Mapel IPA dari SMP Swasta. Untuk di jenjang SD, terdapat 54 orang Guru yang mana ada 2 orang Guru mewakili tiap kecamatan.</p>



<p>Kepala Bidang Sekolah Menengah Pertama (SMP) Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, Nunggal Isbandi, mengatakan bahwa kegiatan ini untuk menindaklanjuti hasil Lokakarya, yang telah dilaksanakan FGD draft Panduan Insersi Pendidikan Kespro untuk SMP atau sederajat. &#8220;Di mana, tim penyusunan dari KKG dan MGMP IPA telah menyelesaikan draft Panduan Insersi Pendidikan Kespro untuk SMP dan SD Sederajat. Dalam draft awal ini, tentu membutuhkan uji kelayakan dan ketepat sasaran agar insersi pendidikan Kespro remaja pada modul mampu menjadi sarana literasi atas implikasi perkawinan anak, stunting dan kemiskinan sesuai jenjang kelas SD dan SMP atau sederajat,&#8221; kata Nunggal Isbandi, Kamis (07/03/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Kegiatan ini, tambahnya, juga dalam rangka memastikan efektifitas Panduan Insersi Pendidikan Kespro untuk SMP/Sederajat dalam analisis kebijakan lintas sektor pendidikan, kesehatan, KB, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Karenanya, Disdik bekerjasama dengan USAID-Erat melaksanakan uji publik.</p>



<p>&#8220;Tujuan kegiatan ini agar mendapatkan penilaian, saran dan masukan dari guru SD dan SMP atau sederajat dan multi stakeholder, terutama berkenaan dengan tujuan pembelajaran, materi atau substansi belajar dan evaluasi yang ada dalam draft. Serta, mendapatkan gambaran kekuatan dan kelemahan,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, Munif Syarif, menambahkan bahwa pelayanan publik dalam penyelenggaraan pendidikan di Lamongan, menjadi salah satu jalur strategis dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). &#8220;Berkenaan dengan isu multi dimensi seperti stunting, perkawinan anak di Kabupaten Lamongan, rupanya kelembagaan sekolah memegang peran strategis, khususnya dalam pendidikan kesehatan reproduksi,&#8221; kata Munif.<strong> (kom/son/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">207433</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Remaja Putri Meninggal Jadi Korban Tabrak Lari di Jalan Raya Paiton Probolinggo</title>
		<link>https://memontum.com/remaja-putri-meninggal-jadi-korban-tabrak-lari-di-jalan-raya-paiton-probolinggo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Feb 2024 03:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[paiton,]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Remaja]]></category>
		<category><![CDATA[tabrak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=206573</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Nasib tragis dialami MRS, warga Kelurahan Semampir, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Rabu (21/02/2024) malam. Itu karena, remaja putri berusia 17 tahun ini, meninggal dunia setelah diduga menjadi korban tabrak lari. Peristiwa sendiri, berlangsung di Jembatan Randumerak Jalan Raya Pantura Desa Randumerak, Kecamatan Paiton. Kanit Laka Satlantas Polres Probolinggo, Ipda Aditya Wikrama, mengatakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Nasib tragis dialami MRS, warga Kelurahan Semampir, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Rabu (21/02/2024) malam. Itu karena, remaja putri berusia 17 tahun ini, meninggal dunia setelah diduga menjadi korban tabrak lari. Peristiwa sendiri, berlangsung di Jembatan Randumerak Jalan Raya Pantura Desa Randumerak, Kecamatan Paiton.</p>



<p>Kanit Laka Satlantas Polres Probolinggo, Ipda Aditya Wikrama, mengatakan bahwa berdasarkan keterangan yang diperoleh, peristiwa bermula ketika korban yang mengendarai motor Honda Beat Nopol N 6335 MX, melaju dari arah Barat ke Timur. Setiba di lokasi, korban yang saat itu berboncengan dengan temannya, RR (17), warga Desa Sukodadi, Kecamatan Paiton, dikagetkan dengan datangnya truck tidak dikenal dari arah belakang.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>&#8220;Diduga karena kurang konsentrasi, truk tersebut langsung menabrak korban dari belakang,&#8221; terangnya, Kamis (22/02/2024) tadi.</p>



<p>Dari peristiwa itu, lanjutnya, keduanya pun terjatuh bersama motornya. Hanya saja, korban terjatuh di badan jalan hingga terlindas truk. Akibatnya, korban MRS meninggal dunia di Tempat Kejadian Perkara (TKP).</p>



<p>&#8220;Sedangkan yang dibonceng mengalami luka dan dirawat di RSUD Waluyo Jati Kraksaan,&#8221; katanya.</p>



<p>Saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyidikan untuk mencari truk yang telah melarikan diri itu.<strong> (nun/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">206573</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Terpengaruh Miras, Dua Remaja Probolinggo Ditangkap Akibat Dugaan Penganiayaan</title>
		<link>https://memontum.com/terpengaruh-miras-dua-remaja-probolinggo-ditangkap-akibat-dugaan-penganiayaan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Dec 2023 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[akibat]]></category>
		<category><![CDATA[Ditangkap]]></category>
		<category><![CDATA[dugaan]]></category>
		<category><![CDATA[Miras]]></category>
		<category><![CDATA[penganiayaan]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Remaja]]></category>
		<category><![CDATA[terpengaruh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=203326</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Dua pria berinisial MA (27), warga Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo dan AFR (24), warga Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, harus berurusan dengan pihak kepolisian. Itu karena, ulahnya yang diduga menganiaya IDP (17), yang sedang bersantai di Pelabuhan Perikanan Kota Probolingg, Minggu (10/12/2023) sore. Kapolres Kota Probolinggo, AKBP Wadi Sa&#8217;bani melalui Kasi Humas Iptu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Dua pria berinisial MA (27), warga Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo dan AFR (24), warga Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, harus berurusan dengan pihak kepolisian. Itu karena, ulahnya yang diduga menganiaya IDP (17), yang sedang bersantai di Pelabuhan Perikanan Kota Probolingg, Minggu (10/12/2023) sore.</p>



<p>Kapolres Kota Probolinggo, AKBP Wadi Sa&#8217;bani melalui Kasi Humas Iptu Zainullah, mengatakan bahwa penangkapan terhadap para pelaku tersebut dilakukan setelah adanya laporan korban. Atas laporan itu, petugas kemudian melakukan penyelidikan. &#8220;Akibat penganiayaan itu, korban yang masih dibawah umur mengalami luka luka,&#8221; katanya, Kamis (14/12/2023) tadi.</p>



<p>Iptu Zainullah menjelaskan, bahwa saat itu korban bersama dengan dua orang temannya sedang bersantai sembari berfoto-foto. Kemudian, korban bersama temannya tersebut dihampiri pelaku dan melakukan kekerasan terhadap korban.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>&#8220;Jadi saat itu, korban IDP bersama dengan dua orang temannya sedang duduk bersantai sambil foto-foto di Pantai Pelabuhan Mayangan. Tidak lama kemudian, korban didatangi oleh para pelaku yang sebelumnya diketahui sedang bergerombol. Tiba-tiba salah satu orang memukul kepala IDP berkali-kali dari arah belakang,” ceritanya.</p>



<p>Korban kemudian berusaha melarikan diri bersama dengan temannya. Namun, dirinya terjatuh dan mendapatkan serangan dari pelaku MA dan AFR beserta gerombolannya. Sehingga, warga yang berada di sekitar lokasi melerai aksi penganiayaan itu. &#8220;Sebelumnya, mereka memang diketahui sedang minum-minuman keras di sana. Untuk dua tersangka lainnya, masih dalam pengejaran kami,&#8221; katanya.</p>



<p>Sedangkan untuk barang bukti yang berhasil diamankan petugas, diantaranya berupa satu unit sepeda motor Yamaha Vixion, satu unit sepeda motor Honda Scoopy, satu kaos oblong warna biru dan satu buah kaos oblong warna merah. Akibat perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 170 KUHPidana, atau Pasal 80 Ayat 3 UURI No 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan anak. <strong>(nun/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">203326</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cegah Remaja Jember Terlibat Napza, Bupati Hendy Minta Jajaran Turun Lapangan</title>
		<link>https://memontum.com/cegah-remaja-jember-terlibat-napza-bupati-hendy-minta-jajaran-turun-lapangan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Nov 2023 16:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[jajaran]]></category>
		<category><![CDATA[Lapangan]]></category>
		<category><![CDATA[NAPZA]]></category>
		<category><![CDATA[Remaja]]></category>
		<category><![CDATA[terlibat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=201775</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Sadar akan dampak pengaruh buruk dari narkotika, Pemkab Jember melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) menggelar Sosialisasi PIK-R Bahaya Napza (Narkotika, Psikotropika dan Bahan Zat Adiktif), Sex Bebas dan Pernikahan Dini di SMAN Arjasa Jember, Kamis (16.11/2023) tadi. Kegiatan sosialisasi ini, dihadiri langsung Bupati Jember, Hendy Siswanto bersama [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Jember</strong> &#8211; Sadar akan dampak pengaruh buruk dari narkotika, Pemkab Jember melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) menggelar Sosialisasi PIK-R Bahaya Napza (Narkotika, Psikotropika dan Bahan Zat Adiktif), Sex Bebas dan Pernikahan Dini di SMAN Arjasa Jember, Kamis (16.11/2023) tadi. Kegiatan sosialisasi ini, dihadiri langsung Bupati Jember, Hendy Siswanto bersama Forkopimda.</p>



<p>&#8220;Sosialisasi ini merupakan kewajiban bagi Pemkab Jember dan menjadi tanggung jawab bersama. Karena potensinya, ada kasus sex bebas, penggunaan NAPZA dan pernikahan dini, yang banyak terjadi pada murid-murid SMA. Dan pada jenjang SMA, ini sangat mudah dipengaruhi tiga hal tersebut,&#8221; kata Bupati Hendy.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkannya, bahwa Pemkab Jember juga akan terus melakukan sosialisasi ini. Tujuannya, tentu guna mencegah terjadinya sex bebas, penggunaaan NAPZA dan pernikahan dini. Sehingga, dapat terus menekan angka tiga kasus tersebut. Dan juga, membantu dalam mengurangi adanya stunting, AKI dan AKB di Kabupaten Jember.</p>



<p>Tidak hanya itu, Bupati Jember juga menginstruksikan jajaran untuk langsung terjun ke lapangan dalam memantau kemungkinan adanya peredaran Napza pada tingkatan remaja atau pelajar. Karena, Napza ini adalah mesin penghancur masa depan. Jika sudah menggunakan Napza, maka akan rusak semua organ yang kita miliki termasuk juga pikiran. Sehingga, akan sangat menggangu dalam segala hal apapun.</p>



<p>Dalam kesempatan ini, peserta juga diadakan perekaman dan Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang berjumlah 44 perekaman dan 11 IKD. Tujuan dari kegiatan ini, agar siswa-siswi yang berumur 17 tahun dapat memiliki identitas yang sah yaitu Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan bisa menjadi pemilih pemula untuk Pemilu 2024 mendatang. <strong>(kom/rio/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">201775</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
