<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>renang &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/renang/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 09 Oct 2023 10:21:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>renang &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Torehkan Prestasi Gemilang, Atlet Renang Kota Malang Sumbang 4 Emas dan 2 Perunggu</title>
		<link>https://memontum.com/torehkan-prestasi-gemilang-atlet-renang-kota-malang-sumbang-4-emas-dan-2-perunggu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Oct 2023 04:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Gemilang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[perunggu]]></category>
		<category><![CDATA[Prestasi]]></category>
		<category><![CDATA[renang]]></category>
		<category><![CDATA[sumbang]]></category>
		<category><![CDATA[torehkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=199464</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Menjadi salah satu atlet Kota Malang, Makayla Najwa Maulidiva, berhasil menorehkan sebuah prestasi gemilangnya. Dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur (Porprov Jatim) ke VIII Tahun 2023, dia meraih 4 emas dan 2 perunggu dalan cabang olah raga renang. Perempuan yang kerap disapa Kayla, menyampaikan dalam memperoleh medali tersebut tentunya tidak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Menjadi salah satu atlet Kota Malang, Makayla Najwa Maulidiva, berhasil menorehkan sebuah prestasi gemilangnya. Dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur (Porprov Jatim) ke VIII Tahun 2023, dia meraih 4 emas dan 2 perunggu dalan cabang olah raga renang.</p>



<p>Perempuan yang kerap disapa Kayla, menyampaikan dalam memperoleh medali tersebut tentunya tidak lah mudah. Dalam persiapannya sendiri pun telah membutuhkan waktu yang cukup lama dan rutin dilakukan selama tiga bulan.</p>



<p>“Persiapannya berlangsung cukup lama dan dalam perolehan medali itu juga tidak selalu bisa diprediksi. Di tahun sebelumnya, saya hanya memperoleh 5 medali emas, kemudian di tahun ini dapat 4 medali emas dan 2 medali perunggu,” ucap Makayla, usai menerima bonus, Senin (09/10/2023) tadi.</p>



<p>Prestasi medali yang telah diraih oleh Makayla tersebut, pada tahun ini diantaranya mencakup 2 emas perorangan, satu di antaranya dari renang perairan terbuka dan satu dari nomor kolam. Kemudian, 2 medali emas dalam nomor estafet, 1 medali perunggu dalam nomor estafet dan 1 medali perunggu perorangan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kalau yang di Porprov tahun sebelumnya itu kan dapat 5 emas, diantaranya 2 emas didapatkan dari renang perorangan dan 3 emas dari nomor estafet,” tambah Kayla, yang masih duduk dibangku kelas X SMA ini.</p>



<p>Dari perolehan penghargaan tersebut, Kayla memperoleh bonus sebesar Rp 32,5 juta dari Pemerintah Kota Malang. Tentu, dirinya merasa bersyukur dan senang dengan perolehan tersebut.</p>



<p>“Tentu bersyukur dengan perolehan medali dan bonus yang telah diberikan tersebut. Rencananya mungkin nanti bonusnya mau ditabung dahulu,” katanya.</p>



<p>Ditambahkannya, jika salah satu tantangan yang dihadapi Makayla dalam ajang Porprov tersebut, yakni persaingan yang begitu ketat. Terlebih, banyak atlet yang sebelumnya berada di posisi lebih rendah berhasil naik ke peringkat atas. Hal tersebut menurutnya membuat kompetisi semakin berat.</p>



<p>“Namun berkat usaha dan doa maka saya bisa memperoleh penghargaan tersebut. Dalam persiapan selain latihan rutin, saya juga mengonsumsi vitamin dan juga suplemen,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">199464</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hearing Musibah Kolam Renang Tirta Jwalita, FMPA Trenggalek Minta Satgas PPA Buat Laporan Polisi</title>
		<link>https://memontum.com/hearing-musibah-kolam-renang-tirta-jwalita-fmpa-trenggalek-minta-satgas-ppa-buat-laporan-polisi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Jul 2023 07:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[buat]]></category>
		<category><![CDATA[fmpa]]></category>
		<category><![CDATA[hearing]]></category>
		<category><![CDATA[jwalita]]></category>
		<category><![CDATA[kolam]]></category>
		<category><![CDATA[laporan]]></category>
		<category><![CDATA[minta]]></category>
		<category><![CDATA[musibah]]></category>
		<category><![CDATA[polisi]]></category>
		<category><![CDATA[renang]]></category>
		<category><![CDATA[Satgas]]></category>
		<category><![CDATA[tirta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193847</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Hearing lanjutan terkait musibah di Kolam Renang Tirta Jwalita, yang mengakibatkan tiga bocah SD meninggal, kembali digelar di DPRD Trenggalek. Dalam hearing yang juga dihadiri Kasatreskrim Polres Trenggalek, Iptu Agus Salim, Forum Masyarakat Peduli Anak (FMPA) meminta Satuan Tugas (Satgas) segera membuat Laporan Polisi (LP). Ketua Forum Masyarakat Peduli Anak (FMPA), Imam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Hearing lanjutan terkait musibah di Kolam Renang Tirta Jwalita, yang mengakibatkan tiga bocah SD meninggal, kembali digelar di DPRD Trenggalek. Dalam hearing yang juga dihadiri Kasatreskrim Polres Trenggalek, Iptu Agus Salim, Forum Masyarakat Peduli Anak (FMPA) meminta Satuan Tugas (Satgas) segera membuat Laporan Polisi (LP).</p>



<p>Ketua Forum Masyarakat Peduli Anak (FMPA), Imam Bahrudin, mengatakan bahwa permintaannya itu sebagai tindak lanjut peristiwa yang terjadi pada Minggu (04/06/2023) lalu. Karena, dari kejadian itu, perlu ditindaklanjuti agar tidak terulang kembali.</p>



<p>&#8220;Intinya, kami mendesak Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Trenggalek untuk melaporkan kasus itu ke polisi,&#8221; katanya, Jumat (21/07/2023) siang.</p>



<p>Menurutnya, peristiwa yang terjadi di kolam renang milik Pemerintah Daerah, itu sudah ditangani pihak kepolisian dan bisa ditingkatkan ke tahap selanjutnya atau penyelidikan. &#8220;Sebenarnya, tidak harus masyarakat yang melaporkan. Tetapi Pemkab Trenggalek punya Satgas PPA, yang dilantik pada tahun 2022. Dan, kami meminta agar Satgas PPA melaporkan kasus ini. Bahkan, kebetulan Ketua Harian Satgas PPA adalah Kasatreskrim Polres Trenggalek,&#8221; terang Imam.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Satgas PPA, sambungnya, adalah pihak yang paling layak untuk melaporkan kasus tersebut ke kepolisian dan bukan masyarakat yang tidak atau kurang memahami perkara perlindungan anak. &#8220;Kalau modal berani saja, saya ya berani. Tetapi yang lebih tahu kan Satgas PPA,&#8221; terangnya.</p>



<p>Terkait kesiapan Satgas PPA sendiri, ujarnya, menurut masih 50 persen. Walaupun, sudah ada kesiapan untuk bertemu dan akan berkomunikasi dengan Satreskrim. Dirinya berharap, kasus ini bisa segera ditindaklanjuti. Sehingga, bisa menjadi bahan evaluasi agar ke depan tidak terjadi kembali.</p>



<p>Kasatreskrim Polres Trenggalek, Iptu Agus Salim, mengatakan bahwa dalam hearing kali ini pihaknya hanya menyampaikan hasil penyelidikan atas kasus di Kolam Renang Tirta Jwalita. &#8220;Jadi dalam hearing kali ini, kami sampaikan jika hasil penyelidikan mengatakan peristiwa tersebut merupakan tindak pidana dan berlanjut pada proses penyidikan. Namun, penyidikan baru bisa dilakukan jika ada Laporan Polisi (LP) sebagai pijakan,&#8221; ujar Agus Salim.</p>



<p>Dalam kasus ini, Satreskrim Polres Trenggalek hanya menggunakan asas manfaat dan tidak menggunakan kewenangan LP model A. Karena, dari pihak keluarga korban tidak ingin membawa permasalahan ini ke ranah hukum.</p>



<p>Sehingga dalam forum tersebut, Satreskrim menyampaikan sesuai Pasal nomor 108 KUHAP menyebutkan bahwa setiap orang yang melihat, menyaksikan atau mengalami bisa melaporkan kejadian tersebut dengan menerbitkan LP. &#8220;Kalau nanti ada yang melaporkan kejadian ini, mekanismenya penerimaan Laporan yang akan masuk ke SPKT terlebih dahulu. Selanjutnya dasar LP tersebut akan dilakukan pemeriksaan pihak pelapor, kemudian baru masuk ke tahap penyidikan,&#8221; paparnya.<strong> (mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193847</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Komisi I dan IV DPRD Trenggalek Hearing Terkait Matinya Tiga Bocah SD di Kolam Renang Tirta Jwalita</title>
		<link>https://memontum.com/komisi-i-dan-iv-dprd-trenggalek-hearing-terkait-matinya-tiga-bocah-sd-di-kolam-renang-tirta-jwalita</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Jul 2023 11:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[bocah]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD]]></category>
		<category><![CDATA[hearing]]></category>
		<category><![CDATA[jwalita]]></category>
		<category><![CDATA[kolam]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi]]></category>
		<category><![CDATA[matinya]]></category>
		<category><![CDATA[renang]]></category>
		<category><![CDATA[terkait]]></category>
		<category><![CDATA[tiga]]></category>
		<category><![CDATA[tirta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193808</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Forum Masyarakat Peduli Anak (FMPA) mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Trenggalek. Kedatangan FMPA yang ditemui Komisi I dan Komisi IV DPRD itu, salah satunya membahas terkait kejadian di Kolam Renang Tirta Jwalita, yang merenggut nyawa tiga bocah Sekolah Dasar (SD), Minggu (04/06/2023) lalu. Ketua Komisi I DPRD Trenggalek, Alwi Burhanuddin, mengatakan bahwa maksud [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Trenggalek</strong> &#8211; Forum Masyarakat Peduli Anak (FMPA) mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Trenggalek. Kedatangan FMPA yang ditemui Komisi I dan Komisi IV DPRD itu, salah satunya membahas terkait kejadian di Kolam Renang Tirta Jwalita, yang merenggut nyawa tiga bocah Sekolah Dasar (SD), Minggu (04/06/2023) lalu.</p>



<p>Ketua Komisi I DPRD Trenggalek, Alwi Burhanuddin, mengatakan bahwa maksud kedatangan FMPA di Kantor DPRD adalah untuk memberikan perhatian yang salah satunya musibah meninggalnya tiga anak di kolam renang. &#8220;Jadi, hari ini kita menerima aspirasi dari Forum Masyarakat Peduli Anak, yang menyoroti berbagai peristiwa yang menyangkut anak. Salah satunya, peristiwa meninggalnya tiga anak di kolam renang Tirta Jwalita,&#8221; katanya saat dikonfirmasi, Kamis (20/07/2023) sore.</p>



<p>Hasil rapat dengar pendapat kali ini, paparnya, FMPA berharap jika kasus tersebut tidak hanya berhenti sampai di sini. Sesuai laporan dari kepolisian, kasus kolam renang milik Pemerintah Daerah ini sudah pada tahap penyelidikan.</p>



<p>&#8220;Kalau mau dilanjutkan ke tahap penyidikan, harus ada Laporan Polisi (LP). Dan, tadi FMPA meminta agar Satuan Tugas (Satgas) Perlindungan Perempuan dan anak yang membuat Laporan Polisi,&#8221; terang Alwi.</p>



<p>Selanjutnya, kata Alwi, Satgas masih akan mempelajari Tugas Pokok Fungsi (Tupoksi) sesuai yang tertulis di Surat Keputusan (SK).</p>



<p>Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek, Sukarudin, menambahkan bahwa terkait dengan Perda tentang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) saat ini sudah selesai pembahasannya. &#8220;Untuk Perda Perlindungan Perempuan dan Anak, saat ini pembahasannya sudah selesai. Dan, sekarang masih di provinsi. Nantinya, kita akan diundang ke provinsi untuk melakukan evaluasi jika ada perubahan atau yang lainnya. Selanjutnya, baru bisa dilakukan finalisasi,&#8221; jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sukarudin menjelaskan, jika Pemkab Trenggalek memiliki Perda Nomor 10 tahun 2012 Tentang Pengarusutamaan Gender, Perlindungan Perempuan dan Anak. Namun di tahun 2023, Perda tersebut dipecah menjadi dua. Yakni, Perda Tentang Pengarus Utamaan Gender (PUG) dan Perda tentang Kabupaten Layak Anak atau PPA.</p>



<p>Disinggung terkait Perda yang digunakan untuk penanganan anak, dirinya menyebut pada Perda Pengarus Utamaan Gender, pedomannya masih tetap mengacu pada aturan yang lebih tinggi. &#8220;Kan aturannya tidak hanya pada Perda saja. Kan ada undang-undang perempuan dan anak. Posisinya sekarang, karena Perda Nomor 10 tahun 2012 dihapus oleh Perda Nomor 2 tahun 2023 Tentang Perda PGU, maka berarti sudah tidak bisa dipakai sebagai dasar kebijakan anak. Sehingga, kita mengambil pada aturan yang lebih tinggi, kan disana juga sudah diatur lebih spesifik,&#8221; tutur Sukarudin.</p>



<p>Menanggapi peristiwa yang terjadi di kolam renang Tirta Jwalita, Politisi PKB ini mengaku jika hal itu adalah sesuatu yang memprihatinkan. &#8220;Wajibnya, peristiwa itu tidak boleh terulang kembali. Sehingga, mesti ada preventif dan dievaluasi agar tidak terulang kembali nanti kayak apa,&#8221; sambungnya.</p>



<p>Masih kata Sukarudin, berkaca dari kejadian itu, perlu adanya pemeriksaan lebih detail, termasuk saat anak-anak itu masuk ke lokasi. Apakah melalui pintu masuk resmi atau tidak.</p>



<p>&#8220;Kita perlu cari tau yang pertama mereka punya karcis atau tidak. Kedua, mereka datang sendiri atau ada orang dewasa yang mengawasi atau yang bertanggung jawab. Jadi kedepan kalau memang dibuka kembali, maka setiap anak yang masuk ke kolam renang harus ada orang dewasa yang bertanggung jawab agar tidak lalai,&#8221; papar Sukarudin.</p>



<p>Komisi IV menilai, jika kolam renang plat merah itu ditutup permanen, maka akan sangat disayangkan. Mengingat, ada banyak fasilitas yang ada disana.</p>



<p>&#8220;Kalau dari pandangan Komisi IV, andaikan itu ditutup tentu disayangkan. Karena fasilitas sudah sebanyak itu, lalu mau digunakan untuk apa. Menurut kami, sebaiknya ini harus ada tindakan preventif (antispasi/pencegahan) agar tidak terulang kembali,&#8221; terangnya. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193808</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dua Pengusaha Kolam Renang di Tulungagung Ditemukan Tak Bernyawa di Ruang Karaoke Pribadi</title>
		<link>https://memontum.com/dua-pengusaha-kolam-renang-di-tulungagung-ditemukan-tak-bernyawa-di-ruang-karaoke-pribadi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Jun 2023 14:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Tulungagung]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[bernyawa]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Karaoke]]></category>
		<category><![CDATA[kolam]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[pengusaha]]></category>
		<category><![CDATA[pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[renang]]></category>
		<category><![CDATA[ruang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192165</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Tulungagung &#8211; Pasangan pengusaha kolam renang Tirta Mutiara di Desa/Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, ditemukan tidak bernyawa di sebuah ruang karaoke pribadi, Kamis (29/06/2023) petang. Kedua tubuh keduanya, kali pertama ditemukan oleh anak korban. Belum diketahui pasti, apa yang menjadi penyebab keduanya meninggal. Namun, dugaan pembunuhan ditemukan dari hasil olah TKP jenazah keduanya. Kapolres Tulungagung, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Tulungagung</strong> &#8211; Pasangan pengusaha kolam renang Tirta Mutiara di Desa/Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, ditemukan tidak bernyawa di sebuah ruang karaoke pribadi, Kamis (29/06/2023) petang. Kedua tubuh keduanya, kali pertama ditemukan oleh anak korban.</p>



<p>Belum diketahui pasti, apa yang menjadi penyebab keduanya meninggal. Namun, dugaan pembunuhan ditemukan dari hasil olah TKP jenazah keduanya.</p>



<p>Kapolres Tulungagung, AKBP Eko Hartanto, mengatakan bahwa kedua korban ditemukan meninggal oleh anaknya. Dari temuan itu, kemudian diteruskan kepada petugas.</p>



<p>&#8220;Dilihat sekilas, memang ini ada dugaan pembunuhan. Karena saya lihat, ada tanda-tanda kekerasan,&#8221; katanya.</p>



<p>Terkait penemuan jenazah, Kapolres menjelaskan, saat itu anak korban mencari keberadaan kedua orang tuanya yang sejak pagi tidak ada. Karenanya, mengecek ruang karaoke pribadi dan diketahui sudah meninggal.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Awal saksi mencari kedua orang tuanya yang sejak pagi tidak ada. Makanya, kemudian ke lokasi,&#8221; paparnya.</p>



<p>Terkait dengan penyelidikan, Kapolres menjelaskan, bahwa saat ini Satreskrim Polres Tulungagung masih melakukan pendalaman. Termasuk, beberapa barang bukti yang diharapkan bisa mengurai dugaan tersebut.</p>



<p>&#8220;Semoga segera terungkap,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Sementara itu, kabar dugaan pembunuhan pasutri asal Tulungagung, Tri Harno dan Ning ini viral di sosial media. Akibatnya, banyak warganet yang merasa kasihan dengan nasib pasutri asal Tulungagung itu. Terlebih, mereka mengenal sosok Harno dan Ning, sebagai sosok pasutri yang religius dan ahli salat jamaah.</p>



<p>“Ket esuk jane wes diarep2 wong kog gk muncul. Ahli jamaah kabeh,” tulis akun Berkah Bibit yang mengaku tetangga dekat korban pada kolom komentar postingan itu.</p>



<p>Netizen lain memuji sifat Ning yang ramah terhadap orang lain. “Ning Nur Rahayu koncoku, bocahe ayu grapyak,” tulis Utami Jaya yang mengaku sebagai teman korban. <strong>(sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192165</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tiga Bocah di Trenggalek Ditemukan Mengambang Tak Bernyawa di Kolam Renang Tirta Jwalita</title>
		<link>https://memontum.com/tiga-bocah-di-trenggalek-ditemukan-mengambang-tak-bernyawa-di-kolam-renang-tirta-jwalita</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Jun 2023 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[bernyawa]]></category>
		<category><![CDATA[bocah]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[jwalita]]></category>
		<category><![CDATA[kolam]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[mengambang]]></category>
		<category><![CDATA[renang]]></category>
		<category><![CDATA[tiga]]></category>
		<category><![CDATA[tirta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=190120</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Ketenangan warga di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Kelutan, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek atau persisnya kolam renang Tirta Jwalita Trenggalek, berubah menjadi histeris, Minggu (04/06/2023). Reaksi itu muncul, setelah tiga bocah tanpa sebab yang jelas, ditemukan dalam posisi mengambang di dalam kolam renang dewasa dengan kedalaman sekitar 1,5 meter. Tiga bocah itu, masing-masing adalah MF [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum </strong><a href="https://trenggalek.memontum.com"><strong>Trenggalek</strong> </a>&#8211; Ketenangan warga di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Kelutan, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek atau persisnya kolam renang Tirta Jwalita Trenggalek, berubah menjadi histeris, Minggu (04/06/2023).</p>



<p>Reaksi itu muncul, setelah tiga bocah tanpa sebab yang jelas, ditemukan dalam posisi mengambang di dalam kolam renang dewasa dengan kedalaman sekitar 1,5 meter.</p>



<p>Tiga bocah itu, masing-masing adalah MF (9), MZ (10) dan B (9) warga Kelurahan Kelutan. Sementara dugaan sementara, diduga ketiga meninggal karena tidak bisa berenang.</p>



<p>Kapolres Trenggalek, AKBP Alith Alarino, dalam keterangannya mengatakan bahwa dua dari tiga korban tersebut ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian. &#8220;Dari tiga korban itu, dua diantaranya meninggal dunia di tempat. Sedangkan satu korban, meninggal usai dilarikan ke rumah sakit dr Soedomo Trenggalek,&#8221; kata Kapolres, Minggu (04/06/2023) siang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkan Kapolres Alith, kejadian tersebut diduga terjadi sekitar pukul 08.30 WIB. Dimana, sejumlah korban saat datang ke kolam renang, itu tidak atau tanpa didampingi orang tua.</p>



<p>&#8220;Diduga saat melihat temannya tenggelam, dua korban lainnya berusaha membantu. Namun, kemungkinannya ketiga korban ini tidak bisa berenang. Sedangkan, tinggi badan korban juga belum ada 150 centimeter (kedalaman kolam dewasa, red)&#8221; terang Kapolres Trenggalek.</p>



<p>Kejadian itu, imbuhnya, baru disadari pihak pengelola kolam renang juga saat baru mengetahui bahwa ketiga korban sudah dalam keadaan mengapung di permukaan kolam. &#8220;Usai dievakuasi dari kolam, ketiga korban langsung dilarikan ke RSUD dr Soedomo, untuk penanganan medis. Sebelum nantinya, diserahkan ke pihak keluarga masing-masing,&#8221; tambahnya. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">190120</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Balita Tewas  Di Kolam Renang Villa Solong</title>
		<link>https://memontum.com/balita-tewas-di-kolam-renang-villa-solong</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Aug 2020 09:57:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[balita]]></category>
		<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[jawatimur]]></category>
		<category><![CDATA[kalipuro]]></category>
		<category><![CDATA[kolam]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[renang]]></category>
		<category><![CDATA[solong]]></category>
		<category><![CDATA[tewas]]></category>
		<category><![CDATA[vila]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/120676-balita-tewas-di-kolam-renang-villa-solong</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi – Balita AF (4) tewas saat mandi di kolam renang di kawasan villa dekat pantai Solong, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Selasa (4/8/2020) siang. Karuan saja meninggalnya AF membuat geger warga setempat. Pasalnya, kolam renang yang ada di kawasan villa tersebut terkenal akan keamanannya, dan diduga ada keteledoran dari karyawan setempat. Agus (36) orang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> – Balita AF (4) tewas saat mandi di kolam renang di kawasan villa dekat pantai Solong, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Selasa (4/8/2020) siang. Karuan saja meninggalnya AF membuat geger warga setempat. Pasalnya, kolam renang yang ada di kawasan villa tersebut terkenal akan keamanannya, dan diduga ada keteledoran dari karyawan setempat.</p>
<p>Agus (36) orang tua korban, warga Lingkungan Tanjung, RT 03 RW 01, Kelurahan Kalatak mengaku terkejut mendengar anak semata wayangnya meninggal dunia akibat tenggelam di kolam renang tersebut. Menurutnya, meninggalnya anaknya akibat kehabisan nafas karena tidak bisa berenang.</p>
<p>&#8220;Anak saya pamitan mau bermain bersama rekannya, disekitar rumah. Saya tidak menyangka kalau anak saya bersama temannya main di Villa yang ada di timur rumah saya ini,&#8221; ujar Agus kepada wartawan.</p>
<p>Menurut Agus, lokasi kolam renang tersebut tidak jauh dari kediamannya. Bahkan pintu masuk menuju lokasi tersebut berjarak kurang lebih 5 rumah. &#8220;Lokasi kolam renang itu sangat dekat sekali dengan rumah saya, tidak sampai 50 meter,&#8221; katanya.</p>
<p>Lanjutnya, saat korban masuk ke kawasan Villa tersebut bertepatan jam istirahat. Sehingga petugas Villa yang biasa berjaga di pos pintu masuk tidak mengetahui AF bersama rekannya masuk dan bermain di kolam renang tersebut.</p>
<p>Mengetahui ada teriakan minta tolong dari salah satu staf Villa. Para karyawan langsung menuju ke lokasi kolam renang. Namun nyawa AF sudah tidak bisa tertolong, saat di angkat korban sudah tidak bernyawa. Bahkan hujan tangis mewarnai pemakaman AF.</p>
<p>&#8220;Sore harinya sekitar pukul 16.00 sore anak saya makamkan di tempat pemakaman umum lingkungan Sukowidi, Kecamatan Kalipuro,&#8221; terangnya.</p>
<p>Agus mengaku pemilik Villa sudah mendatangi kediamannya. Dan dirinya minta maaf atas kejadian tersebut. Karena anaknya bermain-main dikawasan Villa, dan kebetulan saat itu petugas yang berjaga juga tidak ada di tempat.</p>
<p>Mendengar adanya korban jiwa Balita di kolam renang yang ada di kawasan pantai Solong. Anggota Polsek Kalipuro langsung menuju ketempat kejadian. Dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memasang garis polisi di kolam tersebut.</p>
<p>Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin melalui Kasatreskrim AKP Feri Solikin mengatakan, terkait meninggal anak Balita di kolam renang Villa Solong pihaknya masih dalam proses pemeriksaan saksi-saksi.</p>
<p>&#8220;Kami masih melakukan klarifikasi kepada saksi-saksi,&#8221; ujar AKP Feri Solikin.</p>
<p>Sementara Manajer Villa Solong, Komari mengaku jika permasalah ini sudah di tutup sesuai dengan prosedur. &#8220;Intinya kasus ini sudah kita closed sesuai procedure dan kekeluargaan,&#8221; dalihnya. <strong>(ras/syn)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">120676</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Jember Lepas 15 Atlit Renang</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-jember-lepas-15-atlit-renang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Mar 2019 12:05:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[pemkab jember]]></category>
		<category><![CDATA[renang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/81554-bupati-jember-lepas-15-atlit-renang</guid>

					<description><![CDATA[Jember, Memontum &#8211; Keberangkatan 15 atlet renang Kabupaten Jember yang akan berlaga di Kejuaraan Renang Pelajar se-Jawa Timur tahun 2019, dilepas oleh Bupati Jember dr Hj Faida MMr, di Pendopo Wahyawibawagraha, Selasa (19/3/2019) siang. &#8220;Semangat untuk semuanya, jaga kesehatan, jaga pola makan, agar memberikan yang terbaik dalam perlombaan nanti,&#8221; pesan Bupati berlatar Dokter ini. Bukan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jember, Memontum</strong> &#8211; Keberangkatan 15 atlet renang Kabupaten Jember yang akan berlaga di Kejuaraan Renang Pelajar se-Jawa Timur tahun 2019, dilepas oleh Bupati Jember dr Hj Faida MMr, di Pendopo Wahyawibawagraha, Selasa (19/3/2019) siang.</p>
<p>&#8220;Semangat untuk semuanya, jaga kesehatan, jaga pola makan, agar memberikan yang terbaik dalam perlombaan nanti,&#8221; pesan Bupati berlatar Dokter ini.</p>
<p>Bukan hanya melepas saja, Bupati Perempuan pertama di Kabupaten Jember ini juga memberikan uang saku dan Akomodasi kepada para atlet renang sebagai salah satu bentuk dukungan Pemerintah.</p>
<p>Pelaksana tugas (Plt) Kabid Olahraga Dispora Jember, I Made Seputradana, S.IP, M.M, menyampaikan, bahwa bupati melepas atlit renang di Kejuaraan Renang Pelajar se Jawa Timur 2019.</p>
<p>&#8220;Ini menunjukkan bahwa bupati sangat peduli terhadap perkembangan keolahragaan di Jember, ada 15 atlet yang akan mengikuti perlombaan dan 3 offical,&#8221; ujar I Made.</p>
<p>Kata I made, Perlombaan Renang berlangsung di Surabaya tepatnya di kolam renang KONI Jawa Timur dan akan berlangsung selama 3 hari yakni mulai tanggal 21-24 Maret 2019.</p>
<p>I Made menerangkan, dukungan uang saku dan logistik akomodasi sambung I Made sesuai dengan anggaran yang disediakan, &#8221; Tanpa potongan sepersen pun, utuh dan diterima langsung oleh atlet yang bersangkutan, &#8221; terangnya.</p>
<p>Sementara Pelatih renang Arifin Andiwoki menyampaikan, dengan memberangkatkan sekitar 15 atlet maka target yang akan dicapai pada perlombaan ini adalah 3 emas dan 2 perak dan perunggu.</p>
<p>&#8220;Pelatihan untuk 15 Atlet sudah hampir setiap hari, jadi kami menargetkan untuk olah raga<br />
ikut kejuaraan Porprov, &#8221; jelasnya.</p>
<p>Diketahui Untuk Lomba Renang yang akan diikuti yakni kelas KU 1 (16-18 th) 1 putra, 2 putri, KU 2 (14-15) 1 putra, 2 putri, KU 3 (12-13) 2 putra 4 putri, KU 4 (10-11) 1 putra 1 putri dan KU 5 (9 th kebawah) adalah 1 putra.<strong> (yud/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">81554</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
