<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>rendam &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/rendam/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 04 Dec 2025 13:03:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>rendam &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Hujan Lebat Guyur Kota Malang, Banjir Rendam 39 Titik dan Satu Pohon Tumbang</title>
		<link>https://memontum.com/hujan-lebat-guyur-kota-malang-banjir-rendam-39-titik-dan-satu-pohon-tumbang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Dec 2025 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[rendam]]></category>
		<category><![CDATA[Tumbang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228419</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Cuaca ekstrem kembali terjadi di Kota Malang, Kamis (04/12/2025) tadi. Hujan dengan intensitas tinggi yang turun sejak siang, menyebabkan debit air sungai dan drainase meluap hingga memicu banjir di sejumlah wilayah. Berdasarkan laporan awal BPBD Kota Malang, tercatat 39 titik banjir dan satu kejadian pohon tumbang tersebar di beberapa kecamatan. Hal [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Cuaca ekstrem kembali terjadi di Kota Malang, Kamis (04/12/2025) tadi. Hujan dengan intensitas tinggi yang turun sejak siang, menyebabkan debit air sungai dan drainase meluap hingga memicu banjir di sejumlah wilayah.</p>



<p>Berdasarkan laporan awal BPBD Kota Malang, tercatat 39 titik banjir dan satu kejadian pohon tumbang tersebar di beberapa kecamatan. Hal itu, dibenarkan oleh Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Malang, Prayitno.</p>



<p>Dengan adanya kejadian tersebut, BPBD Kota Malang, langsung menerjunkan tim ke lapangan untuk melakukan assessment cepat, evakuasi warga dan memastikan tidak ada korban. &#8220;Hujan lebat memicu luapan drainase dan sungai, sehingga air masuk ke jalan hingga permukiman. Ada warga yang sempat terjebak di rumahnya dan satu titik terjadi pohon tumbang. Tim sudah kita kerahkan di seluruh lokasi terdampak,&#8221; ujar Prayitno, saat dihubungi Memontum.com.</p>



<p>Berdasarkan laporan BPBD, banjir paling banyak terjadi di Kecamatan Blimbing, Lowokwaru dan Sukun. Beberapa titik bahkan dilaporkan mengalami genangan cukup tinggi hingga masuk ke rumah warga.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Di Kecamatan Blimbing, luapan air terjadi di Jalan Ciliwung, Jalan Kedawung, Jalan Letjend S Parman, Jalan Sunandar Priyo Sudarmo, hingga Jalan Taman Siswa yang dilaporkan ada warga terjebak di dalam rumah. Bahkan, di Jalan Karya Barat, luapan air sempat menjebol tembok rumah.</p>



<p>&#8220;Di Kecamatan Lowokwaru, banjir terpantau di kawasan Jalan Soekarno Hatta, Jalan Sudimoro, Jalan Candi Kalasan, Jalan Bukirsari, Jalan Kebon Jeruk, hingga Jalan Gajayana. Sementara di Kecamatan Sukun, genangan terjadi di EWS Bukit Barisan, EWS Candi, serta Jalan Tersusan Sigura-gura,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Dari Kecamatan Kedungkandang, BPBD menerima laporan satu kejadian pohon tumbang di Jalan Raya Sawojajar, tepatnya di depan Kantor Maxim. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden tersebut.</p>



<p>Dalam hal ini, Prayitno mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi cuaca ekstrem masih tinggi. &#8220;Data ini bersifat dinamis dan terus kami update. Masyarakat kami minta tetap berhati-hati, terutama yang tinggal di daerah rawan genangan dan aliran sungai,&#8221; imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228419</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Banjir Rendam Ratusan Rumah Warga di Tujuh Wilayah dan Jalur Nasional di Trenggalek</title>
		<link>https://memontum.com/banjir-rendam-ratusan-rumah-warga-di-tujuh-wilayah-dan-jalur-nasional-di-trenggalek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Dec 2024 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[ratusan]]></category>
		<category><![CDATA[rendam]]></category>
		<category><![CDATA[wilayah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=217594</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Hujan deras yang mengguyur wilayah Trenggalek sejak Minggu (15/12/2024) sore, mengakibatkan banjir di tujuh desa dan kelurahan. Parahnya, tanggul Sungai Ngasinan turut jebol hingga menyebabkan 2 ribu jiwa warga Kelurahan Kelutan, Kecamatan Trenggalek, terdampak. Bahkan, banjir juga melumpuhkan berbagai fasilitas umum, baik fasilitas pendidikan, kesehatan hingga akses transportasi antar kabupaten. &#8220;Banjir mulai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Hujan deras yang mengguyur wilayah Trenggalek sejak Minggu (15/12/2024) sore, mengakibatkan banjir di tujuh desa dan kelurahan. Parahnya, tanggul Sungai Ngasinan turut jebol hingga menyebabkan 2 ribu jiwa warga Kelurahan Kelutan, Kecamatan Trenggalek, terdampak. Bahkan, banjir juga melumpuhkan berbagai fasilitas umum, baik fasilitas pendidikan, kesehatan hingga akses transportasi antar kabupaten.</p>



<p>&#8220;Banjir mulai terjadi pada Senin (16/12/2024) pukul 01.00. Air juga mulai masuk ke rumah-rumah warga dengan ketinggian mencapai 70 centimeter hingga 1,5 meter. Kondisi ini diperparah karena adanya tanggul Sungai Ngasinan jebol. Akibat banjir ini, sekitar 700 kepala keluarga atau sekitar 2.200 warga terdampak banjir,&#8221; kata Kepala BPBD Kabupaten Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, saat dikonfirmasi Senin (16/12/2024) tadi.</p>



<p>Seperti yang terlihat di lokasi, akibat banjir tersebut, untuk pelayanan publik menjadi terganggu. Diantaranya, seperti di Kelurahan Kelutan, Pustu (Puskesmas Pembantu) Sekolah Dasar (SD) dan pondok pesantren (Ponpes). Lumpuhnya beberapa fasilitas umum ini, dikarenakan genangan masih tersisa dan belum surut. Diketahui, ketinggian air saat ini masih sekitar lutut orang dewasa.</p>



<p>&#8220;Saat ini, BPBD Trenggalek bersama petugas gabungan juga terus melakukan monitoring dan penyaluran logistik warga terdampak banjir. Dinas sosial pun juga telah mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makanan warga terdampak,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Luapan Sungai Ngasinan yang merendam Jalan Trenggalek- Tulungagung, tepatnya di Jalur Soekarno-Hatta, membuat petugas Polres Trenggalek melakukan rekayasa lalu lintas.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kasat Lantas Polres Trenggalek, AKP Agus Prayitno, menjelaskan bahwa jalur protokol tidak dapat dilalui untuk sementara waktu. Sebagai gantinya, pengendara dari arah Ponorogo menuju Tulungagung diarahkan melewati Simpang Tiga Nglongsor menuju Simpang Empat Karangan, lalu Simpang Tiga Jarakan dan belok kiri ke arah Tulungagung. Sebaliknya, jalur ini juga berlaku bagi kendaraan dari arah Tulungagung menuju Ponorogo.</p>



<p>&#8220;Pengendara juga dapat memanfaatkan rute jalur Ngampon-Bendorejo melalui Simpang Empat Bendorejo ke kanan menuju Simpang Empat Nirwana, Simpang Tiga Pos PM dan belok kanan menuju Ponorogo. Untuk kendaraan berat dari luar kota, kami imbau sementara waktu tidak melintas di Trenggalek,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Selain di jalan raya, banjir juga merendam wilayah Kecamatan Pogalan, meliputi Desa Bendorejo, Pogalan dan Ngadirenggo. Luapan Sungai Ngasinan bahkan menggenangi area persawahan di Desa Salamrejo, Kecamatan Karangan. Sementara itu, Desa Dermosari di Kecamatan Tugu dilaporkan mengalami banjir serupa, disertai tanah longsor di KM 17 Jalan Nasional Trenggalek-Ponorogo.</p>



<p>Untuk menangani situasi ini, Polres Trenggalek menempatkan personel di sejumlah titik, termasuk Simpang Empat Bendorejo dan jalur Kelutan, guna mengatur lalu lintas dan memberikan imbauan kepada pengendara agar tetap waspada.</p>



<p>&#8220;Saat ini Satgas Bencana Polres Trenggalek sudah berada di lokasi untuk membantu evakuasi dan penanganan. Selain itu, puluhan personel Polwan juga diturunkan untuk mendukung dapur umum di Dinas Sosial dan menyalurkan bantuan bagi korban terdampak banjir,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Upaya tanggap darurat ini, diharapkan dapat meminimalisasi dampak banjir serta memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak. <strong>(mil/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">217594</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
