<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>retak, &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/retak/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 13 Apr 2026 09:20:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>retak, &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Tembok Pasar Besar Malang Retak, Pemkot Malang Pasang Banner dan Siapkan Langkah Perbaikan</title>
		<link>https://memontum.com/tembok-pasar-besar-malang-retak-pemkot-malang-pasang-banner-dan-siapkan-langkah-perbaikan</link>
					<comments>https://memontum.com/tembok-pasar-besar-malang-retak-pemkot-malang-pasang-banner-dan-siapkan-langkah-perbaikan#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Banner]]></category>
		<category><![CDATA[langkah]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pasang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[perbaikan]]></category>
		<category><![CDATA[retak,]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<category><![CDATA[tembok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231642</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) mengambil langkah antisipasi, menyusul temuan tembok retak di Pasar Besar Malang sisi timur. Langkah itu, yakni dengan memasang banner peringatan serta mensterilkan area taman parkir di bawah tembok dari berbagai aktivitas, baik berjualan maupun parkir kendaraan. Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) mengambil langkah antisipasi, menyusul temuan tembok retak di Pasar Besar Malang sisi timur. Langkah itu, yakni dengan memasang banner peringatan serta mensterilkan area taman parkir di bawah tembok dari berbagai aktivitas, baik berjualan maupun parkir kendaraan.</p>



<p>Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, mengatakan bahwa retakan ditemukan pada tembok pembatas lantai tiga yang dinilai berpotensi membahayakan pengunjung maupun pedagang di area bawah. Menurutnya, kondisi tembok yang terpapar hujan dan angin dikhawatirkan dapat memicu keruntuhan apabila tidak segera ditangani.</p>



<p>“Waktu kami cek di lokasi, tembok pembatas pinggir lantai tiga itu retak dan ada potensi jatuh. Karena itu langsung kami laporkan kepada Pak Wali,” ujar Eko, Senin (13/04/2026) tadi.</p>



<p>Pemasangan banner sendiri dilakukan, sebagai langkah pencegahan dini untuk menghindari kemungkinan jatuhnya korban, apabila terjadi kerusakan lanjutan. “Kalau sudah diberi pengumuman, artinya area itu berbahaya. Harapannya masyarakat sadar dan tidak beraktivitas di sana supaya tidak ada korban,” katanya.</p>



<p>Terkait desakan agar tembok segera dirobohkan, Eko menjelaskan pembongkaran tidak dapat dilakukan secara sembarangan karena tembok tersebut juga berfungsi sebagai pembatas pengaman di bagian atas bangunan. Menurutnya, pembongkaran harus disertai pengganti atau sistem pengamanan baru agar tidak menimbulkan risiko lain.</p>



<p>“Kalau dirobohkan tanpa pengganti, atapnya tidak punya pembatas. Itu juga berbahaya, sehingga harus ada pengamanan terlebih dahulu,” tuturnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, membenarkan bahwa dirinya telah menerima laporan terkait kondisi tembok retak di Pasar Besar. Menurutnya, Pemkot Malang memilih mengambil langkah pencegahan lebih dahulu guna menghindari potensi risiko keselamatan.</p>



<p>“Ada laporan dari Kadis Kopindag terkait beberapa titik yang retak. Kita ini prinsipnya menjaga dan mencegah kerawanan supaya tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” ucap Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Wali kota juga menyebut, bahwa pemasangan peringatan dilakukan sebagai langkah sementara sambil menunggu proses penanganan lebih lanjut. Menurutnya, perbaikan tembok akan menggunakan anggaran perawatan yang tersedia di Diskopindag dengan melibatkan penilaian teknis dari Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP).</p>



<p>“Nanti kita minta Diskopindag menggunakan anggaran perawatan, kemudian dibantu PU untuk penilaian konstruksi dan melihat kelayakannya,” katanya.</p>



<p>Wali Kota Wahyu juga menegaskan, langkah cepat perlu dilakukan agar kejadian serupa yang berpotensi membahayakan masyarakat tidak kembali terjadi. Dirinya berharap, penyelesaian revitalisasi Pasar Besar Malang juga dapat segera dituntaskan demi kepentingan umum dan keamanan bersama.</p>



<p>&#8220;Doakan untuk Pasar Besar ini agar cepat selesai ya, konflik kepentingan ini harusnya kepentingan umumlah yang harus diutamakan, jangan kepentingan pribadi,&#8221; imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/tembok-pasar-besar-malang-retak-pemkot-malang-pasang-banner-dan-siapkan-langkah-perbaikan/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231642</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jembatan Sungai Lembu Retak, Pemkab Banyuwangi Siapkan Jembatan Darurat untuk Kendaraan Roda Dua</title>
		<link>https://memontum.com/jembatan-sungai-lembu-retak-pemkab-banyuwangi-siapkan-jembatan-darurat-untuk-kendaraan-roda-dua</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Jul 2025 05:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[darurat]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan]]></category>
		<category><![CDATA[kendaraan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[retak,]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223984</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Jembatan Sungai Lembu yang menghubungkan Desa Sumberagung dengan Desa Kandangan dan Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, mengalami retak dan ambles, Selasa (15/07/2025) sekitar pukul 22.00. Akibat kondisi itu, jembatan pun menjadi tidak bisa dilalui kendaraan. Melihat realita itu, Pemkab Banyuwangi pun segera membuat jembatan darurat agar aktivitas masyarakat tetap bisa berjalan. &#8220;Pagi tadi tim [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Jembatan Sungai Lembu yang menghubungkan Desa Sumberagung dengan Desa Kandangan dan Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, mengalami retak dan ambles, Selasa (15/07/2025) sekitar pukul 22.00. Akibat kondisi itu, jembatan pun menjadi tidak bisa dilalui kendaraan.</p>



<p>Melihat realita itu, Pemkab Banyuwangi pun segera membuat jembatan darurat agar aktivitas masyarakat tetap bisa berjalan. &#8220;Pagi tadi tim dari Dinas PU dan Kecamatan Pesanggaran, telah tinjau langsung untuk membuat jembatan darurat untuk roda dua. Lokasinya dekat dengan Jembatan Sungai Lembu,&#8221; kata Plt Kepala Dinas PU CKPP Banyuwangi, Suyanto Waspo Tondo Wicaksono, Rabu (16/07/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Yayan-sapaan akrab Plt, mengatakan bahwa jembatan sementara itu nantinya bisa dilintas pejalan kaki dan roda dua, agar aktivitas masyarakat tetap berjalan. Hal itu dikarenakan, Jembatan Sungai Lembu merupakan akses utama yang menghubungkan Desa Sumberagung dengan Desa Kandangan dan Sarongan. Sementara untuk akses roda empat akan dicarikan jalan alternatif.</p>



<p>Terkait Jembatan Sungai Lembu, menurut Yayan, saat ini sedang diteliti apakah memperbaiki atau membangun jembatan baru. &#8220;Masih diteliti dan dianalisis seberat apa kerusakannya. Apakah masih bisa diperbaiki atau membuat jembatan baru,&#8221; ujar Yayan.</p>



<p>Jembatan Sungai Lembu sendiri mengalami keretakan dan tidak bisa dilalui kendaraan. Diduga, kerusakan disebabkan karena tingginya debit air sungai selama musim hujan, sehingga menyebabkan pondasi jembatan terkikis. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223984</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jembatan Kaca Retak, Pj Wali Kota Wahyu Minta Penutupan Sementara dan Evaluasi Keamanan</title>
		<link>https://memontum.com/jembatan-kaca-retak-pj-wali-kota-wahyu-minta-penutupan-sementara-dan-evaluasi-keamanan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Oct 2023 05:34:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[evaluasi]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan]]></category>
		<category><![CDATA[keamanan]]></category>
		<category><![CDATA[penutupan]]></category>
		<category><![CDATA[retak,]]></category>
		<category><![CDATA[sementara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=200558</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang mengambil langkah tegas dalam menindaklanjuti retaknya jembatan kaca yang menjadi penghubung antara Kampung Wisata Warni-Warni dan Kampung Tridi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan jika tindakan yang diambil saat ini adalah dilakukan penutupan sementara hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Terlebih, menurut tim [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang mengambil langkah tegas dalam menindaklanjuti retaknya jembatan kaca yang menjadi penghubung antara Kampung Wisata Warni-Warni dan Kampung Tridi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.</p>



<p>Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan jika tindakan yang diambil saat ini adalah dilakukan penutupan sementara hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Terlebih, menurut tim Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) dan Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, telah melakukan tinjauan lapangan.</p>



<p>“Jadi, kemarin memang sudah dilaporkan oleh DPUPRPKP dan Disporapar, bahwa memang ada retakan. Sudah dilihat ke sana dan itu retakannya tidak terlalu signifikan karena hanya 5 cm. Bahkan, sudah dicek dan memang dikhawatirkan kemana-mana jadi sementara ditutup dahulu,” kata Pj Wali Kota Wahyu, Sabtu (28/10/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Kemudian, pihaknya juga meminta untuk dilakukan pembatasan kunjungan wisatawan. Selain itu, juga meminta pada DPUPRPKP untuk menguji kelayakan dari jembatan kaca tersebut.</p>



<p>“Tentu itu dilakukan untuk memastikan keamanan dari para pengunjung. Selain itu nanti kita juga akan melakukan pengecekan di tempat wisata lainnya, saya harapkan nanti bisa mengevaluasi semua obyek wisata yang terutama ditengarai akan mengakibatkan terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan,” tuturnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto, menyampaikan jika sampai saat ini jembatan kaca tersebut belum diserahkan pada Pemkot Malang setelah dibangun atas bantuan dari para mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Kota Malang. Sehingga, mengenai gambar teknis dan gambar konstruksi belum didapatkan.</p>



<p>“Saya koordinasi dengan Kadispora bahwa Selasa nanti kita bahas dulu, terkait datanya, termasuk dari perguruan tinggi, setelah kita tahu gambar konstruksinya nanti baru kita lakukan perbaikan, biar segera ditangani. Jadi kita sebatas melakukan observasi untuk rekomendasi perbaikannya,” ujar Dandung.</p>



<p>Meskipun aset belum diserahkan, menurutnya jembatan kaca tersebut masih bisa dilakukan perbaikan. Walaupun hanya kecil-kecilan dan itu akan diupayakan.</p>



<p>“Tidak mungkin kita biarkan, apalagi itu menjadi salah satu ikon wisata di Kota Malang. Dari Disporapar akan menutup sementara jembatan itu untuk tidak digunakan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” imbuh Dandung. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">200558</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jembatan Kaca Retak, Pemkot Malang Rencanakan Penutupan Sementara</title>
		<link>https://memontum.com/jembatan-kaca-retak-pemkot-malang-rencanakan-penutupan-sementara</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Oct 2023 07:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[penutupan]]></category>
		<category><![CDATA[rencanakan]]></category>
		<category><![CDATA[retak,]]></category>
		<category><![CDATA[sementara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=200515</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Jembatan Kaca yang berada di antara Kampung Warna Warni Jodipan dan Kampung Tridi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, kini mengalami keretakan. Dari pantauan Memontum.com, keretakan itu terjadi di antara sambungan kontruksi penghubung antara beton dan baja jembatan. Ketua Pokdarwis Kampung Warna-Warni Jodipan, Agus Kodar, menyampaikan jika keretakan tersebut sudah lama terjadi. Itu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Jembatan Kaca yang berada di antara Kampung Warna Warni Jodipan dan Kampung Tridi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, kini mengalami keretakan. Dari pantauan Memontum.com, keretakan itu terjadi di antara sambungan kontruksi penghubung antara beton dan baja jembatan.</p>



<p>Ketua Pokdarwis Kampung Warna-Warni Jodipan, Agus Kodar, menyampaikan jika keretakan tersebut sudah lama terjadi. Itu diakibatkan, karena dampak dari bencana gempa yang sebelumnya telah terjadi di Kota Malang.</p>



<p>“Sebetulnya itu sudah lama dan juga tidak pengaruh. Soalnya, itu jauh dari kaca. Itu retakannya di sambungan antara baja dengan betonan. Cuma itu saja dan di sambungan itu. Jadi contohnya misalkan itu pada bangunan rumah, apapun yang sambungankan ada garisnya. Nah, itu retaknya di situ,” jelas Agus-sapaannya saat ditemui pada Jumat (27/10/2023) siang.</p>



<p>Keretakan tersebut, juga menjadi kekhawatiran dari Pokdarwis dan Ketua RW setempat. Sebab, belakangan ini juga telah dihebohkan kejadian nahas dari jembatan kaca, yang terjadi di daerah lain.</p>



<p>“Kita pihak pengelola kampung juga khawatir, soalnya dalam satu tahun terakhir ini, gempa di Kota Malang juga sudah tiga kali. Saya selalu memantau apakah ada dampak atau tidak ke jembatannya. Apalagi akhir-akhir ini setelah viral Jembatan Kaca di Banyumas pecah itu, ini memang banyak media yang mengekspos,” tambahnya.</p>



<p>Karena itu, pihaknya terus melakukan koordinasi bersama dengan Pemerintah Kota Malang, dalam hal ini Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) dan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kata dari Pemerintah Kota secepatnya, nah tapi kita tidak tahu secepatnya ini kapan akan dilakukan perbaikan. Mungkin kita lihat saja sampai Senin besok. Nanti pengurusnya Kampung Tridi juga akan saya panggil untuk koordinasi,” ucapnya.</p>



<p>Kemudian, pihaknya juga menyampaikan jika kontruksi kaca jembatan tersebut sudah layak dan sesuai dengan inpeksi. Untuk pengukuran jarak antara kaca yang satu dengan yang lainnya juga sudah sesuai dengan prosedur.</p>



<p>“Jadi katakanlah dengan beban 50 orang dikali 50 kilo, itu jembatannya masih ngatasi. Apalagi yang membuat jembatan ini juga yang menjadi juara 1 mendesain jembatan Suramadu,” katanya.</p>



<p>Sementara itu, Ketua RW 12 Kampung Tridi, Adnan, menyampaikan jika jembatan tersebut mampu menopang pengunjung dengan kapasitas sekitar diatas 100 orang. Dalam per harinya ada sekitar 10 sampai 20 orang yang bergantian melewati jembatan tersebut.</p>



<p>“Masih amanlah, untuk kapasitas 10-20 orang yang lewat. Kalau lebih, ya saya juga khawatir, takut seperti kejadian yang di Banyumas,” ujarnya.</p>



<p>Di sisi lain, Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, menyampaikan jika untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, sementara jembatan kaca tersebut ditutup terlebih dahulu. Kemudian, pihaknya juga akan segera melakukan pengecekan kelayakan kontruksi.</p>



<p>“Sementara ditutup dahulu aja, di jembatan kacanya. Nanti segera ditindaklanjuti seperti apa, jembatan kaca itu apakah sudah diserahkan dari CSR kepada warga kampung atau bagaimana sehingga nanti tepat untuk menindaklanjuti dan menanganinya. Saya khawatir terjadi sesuatu, jadi sementara ditutup aja biar tidak terjadi apa-apa untuk mengantisipasi dan menjaga,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">200515</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dinding Jembatan Pelor Kota Malang Retak, Pengendara Motor Diminta Ekstra Waspada</title>
		<link>https://memontum.com/dinding-jembatan-pelor-kota-malang-retak-pengendara-motor-diminta-ekstra-waspada</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Sep 2023 08:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[diminta]]></category>
		<category><![CDATA[dinding]]></category>
		<category><![CDATA[ekstra]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pengendara]]></category>
		<category><![CDATA[retak,]]></category>
		<category><![CDATA[Waspada]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=198953</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Keberadaan Jembatan Pelor Kota Malang, atau akses jalan penghubung antara Kelurahan Oro-Oro Dowo dan Kelurahan Samaan Kecamatan Klojen, Kota Malang, menuai sorotan. Itu karena, akses jalan yang biasa digunakan pemotor itu, salah satu dinding ujung jembatan tersebut terdapat sebuah retakan dengan panjang sekitar 40 centimeter dan lebar kurang lebih 20 centimeter. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Keberadaan Jembatan Pelor Kota Malang, atau akses jalan penghubung antara Kelurahan Oro-Oro Dowo dan Kelurahan Samaan Kecamatan Klojen, Kota Malang, menuai sorotan. Itu karena, akses jalan yang biasa digunakan pemotor itu, salah satu dinding ujung jembatan tersebut terdapat sebuah retakan dengan panjang sekitar 40 centimeter dan lebar kurang lebih 20 centimeter.</p>



<p>Salah satu warga, Sukadi, menyampaikan jika keretakan pada dinding jembatan tersebut telah terjadi kurang lebih sudah sejak sebulan yang lalu. Keretakan tersebut, bermula saat warga mencabut pohon yang berada di sekitar jembatan.</p>



<p>“Lebih kalau sebulan (retaknya, red) dan itu cukup besar memang. Ada akarnya pohon yang digali dan malah membuat retak. Kan itu tembok baru,” ucap Sukadi, Kamis (28/09/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Ketua RT01 RW04 Kelurahan Samaan, Muhammad Arief Kustiawan, menyampaikan jika dengan kondisi tersebut, jembatan hingga kini masih tetap dilewati para pengendara seperti biasanya. Apabila hal itu tidak segera diperbaiki, menurutnya bisa berdampak pada masyarakat sekitar.</p>



<p>“Kalau tidak diperbaiki, lama-lama imbasnya juga ke masyarakat sekitar. Karena yang melalui jembatan itu juga bukan warga sekitar saja. Tapi juga lainnya,” ujar Arief.</p>



<p>Dari pantauan Memontum.com, tidak sedikit pengendara motor yang melintasi jalan itu. Bahkan, sesekali juga menimbulkan antrian yang cukup panjang, karena akses itu adalah jalan penghubung.</p>



<p>Sebagai informasi, sebelumnya jembatan tersebut juga telah dilakukan pemugaran oleh Pemerintah Kota Malang, yaitu dengan melebarkan badan jembatan. Itu dilakukan, guna untuk memberikan ruang bagi pejalan kaki yang hendak melintas. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198953</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
