<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Ricuh &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/ricuh/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 11 Mar 2026 14:24:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Ricuh &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pasar Murah Berbuntut Ricuh, Diskopindag Kota Malang Siapkan Skema Baru</title>
		<link>https://memontum.com/pasar-murah-berbuntut-ricuh-diskopindag-kota-malang-siapkan-skema-baru</link>
					<comments>https://memontum.com/pasar-murah-berbuntut-ricuh-diskopindag-kota-malang-siapkan-skema-baru#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Mar 2026 09:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berbuntut]]></category>
		<category><![CDATA[diskopindag]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Ricuh]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230909</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang menunda pelaksanaan gelaran Pasar Murah. Itu karena, kegiatan yang sebelumnya berlangsung di dua kecamatan di Kota Malang, sempat memicu kericuhan antar warga yang mengantre. Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, mengatakan bahwa ada skema baru yang sedang disiapkan, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang menunda pelaksanaan gelaran Pasar Murah. Itu karena, kegiatan yang sebelumnya berlangsung di dua kecamatan di Kota Malang, sempat memicu kericuhan antar warga yang mengantre.</p>



<p>Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, mengatakan bahwa ada skema baru yang sedang disiapkan, agar lebih tertata dan tepat sasaran. Yakni dengan menggunakan kupon yang didistribusikan melalui wilayah masing-masing.</p>



<p>&#8220;Hari ini kami tunda sebentar pelaksanaannya. Nanti akan kami adakan lagi dengan skema baru yang lebih nyaman, tepat sasaran dan tidak menimbulkan kerumunan. Kalau sebelumnya kan hanya berdasarkan KTP, nanti skema baru akan menggunakan kupon yang didistribusikan oleh wilayah masing-masing sehingga lebih tepat sasaran,&#8221; jelas Eko, Rabu (11/03/2026) tadi.</p>



<p>Meski mekanisme berubah, jumlah paket Sembako yang disediakan dalam pasar murah tetap sama, yakni sebanyak 1.300 paket. Untuk skema baru tersebut, juga telah dikoordinasikan dengan camat dan lurah, agar pelaksanaannya lebih tertib.</p>



<p>“Kami sudah berkomunikasi dengan para camat dan lurah agar pelaksanaan pasar murah nanti lebih tertata dan terkoordinasi dengan wilayah,” ucapnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Eko juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kejadian tersebut. Dirinya mengakui mekanisme pelaksanaan pasar murah sebelumnya masih menimbulkan ketidaknyamanan.</p>



<p>“Kami minta maaf sebelumnya, karena pelaksanaan pasar murah dengan skema kemarin ternyata kurang nyaman. Kami juga memohon maaf, karena sempat menimbulkan kegaduhan dan kericuhan, serta ada masyarakat yang belum mendapatkan paket Sembako,” tuturnya.</p>



<p>Sementara itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa kericuhan yang terjadi diduga dipicu oleh kepanikan masyarakat akibat isu kelangkaan bahan pokok. “Ini karena panic buying saja. Ada isu bahwa bahan pokok akan langka atau harganya naik, sehingga masyarakat datang dalam jumlah banyak di luar prediksi,” kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Dirinya menyebut, lonjakan jumlah warga yang datang ke pasar murah kali ini berada di luar perkiraan pemerintah. “Selama ini kita mengadakan Gerakan Pangan Murah tidak pernah sampai sebanyak itu. Kemarin memang di luar dugaan sehingga kita kewalahan,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/pasar-murah-berbuntut-ricuh-diskopindag-kota-malang-siapkan-skema-baru/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230909</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Aksi Solidaritas Ojol di Depan Mapolresta Malang Kota Ricuh, Polisi Tembakkan Gas Air Mata</title>
		<link>https://memontum.com/aksi-solidaritas-ojol-di-depan-mapolresta-malang-kota-ricuh-polisi-tembakkan-gas-air-mata</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Aug 2025 18:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[mapolresta]]></category>
		<category><![CDATA[polisi]]></category>
		<category><![CDATA[Ricuh]]></category>
		<category><![CDATA[solidaritas]]></category>
		<category><![CDATA[tembakkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225548</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Meninggalnya Affan Kurniawan (21), seorang pengemudi Ojek Online (Ojol) yang dilindas kendaraan Brimob saat aksi di Jakarta, memicu gelombang solidaritas di Kota Malang. Ratusan pengemudi Ojol menggelar aksi solidaritas dan menuntut keadilan di depan Markas Polresta (Mapolresta) Malang Kota, Jumat (29/08/2025) malam. Massa mulai berdatangan sejak pukul 18.30 WIB dan suasana [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Meninggalnya Affan Kurniawan (21), seorang pengemudi Ojek Online (Ojol) yang dilindas kendaraan Brimob saat aksi di Jakarta, memicu gelombang solidaritas di Kota Malang. Ratusan pengemudi Ojol menggelar aksi solidaritas dan menuntut keadilan di depan Markas Polresta (Mapolresta) Malang Kota, Jumat (29/08/2025) malam.</p>



<p>Massa mulai berdatangan sejak pukul 18.30 WIB dan suasana kian memanas, ketika sejumlah fasilitas di sekitar Mapolresta dirusak. Termasuk, pencopotan lampu LED panjang hingga pembakaran water barrier. Beberapa massa juga melempar batu dan benda lain ke arah markas polisi.</p>



<p>Situasi sempat mereda, setelah Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad, Mayjen TNI Susilo, turun langsung ke lokasi. Kemudian, dirinya bersama perwakilan Ojol, Rudi, masuk ke Mapolresta untuk berdialog dengan Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Nanang Haryono.</p>



<p>Hasil dialog tersebut, Kapolresta menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. “Saya selaku Kapolresta Malang Kota, kami meminta maaf dengan serendah-rendahnya hati kami. Kami memohon maaf kepada rekan-rekan atas kejadian yang menimpa saudara kita, almarhum Affan Kurniawan,” kata Kombes Pol Nanang.</p>



<p>Nanang juga menegaskan, bahwa tujuh anggota Brimob yang berada di dalam kendaraan taktis saat insiden di Jakarta sudah diperiksa dan ditahan. “Oknum-oknum itu sekarang sudah melaksanakan pemeriksaan dan sampai malam ini sudah ditahan,” ucapnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Namun, perwakilan Ojol, Rudi, menegaskan bahwa perjuangan masih belum selesai. “Perjuangan kita tidak hari ini saja, tapi akan terus berlanjut sampai pelaku dihukum seberat-beratnya. Itu perjuangan kita,” ujar Rudi.</p>



<p>Tidak hanya itu, Rudi juga menyampaikan pesan khusus kepada jajaran kepolisian, bahwa kasus Tragedi Kanjuruhan masih menyisakan utang keadilan.</p>



<p>Sementara itu, Mayjen TNI Susilo lantas mengajak massa untuk tetap tenang dan menjaga kondusifitas wilayah. “TNI adalah dari rakyat, untuk rakyat dan oleh rakyat. Mari Malang Raya dijaga bersama-sama,” ujarnya.</p>



<p>Usai mediasi, nyatanya ketegangan kembali terjadi. Sekitar pukul 21.00 WIB, massa masih bertahan dan melakukan aksi corat-coret di bangunan Mapolresta serta membakar baliho Kapolresta dan Wakapolresta. Puncak kericuhan terjadi ketika pasukan Brimob dengan perlengkapan lengkap tiba sekitar pukul 23.00 WIB.</p>



<p>Lalu, massa dipukul mundur ke arah kawasan Hotel Tychi. Hanya saja, perlawan beberapa masih berlangsung. Bahkan hingga pukul 23.25 WIB, polisi menembakkan gas air mata lebih dari tiga kali, disertai suara dentuman keras dan kilatan cahaya yang diduga berasal dari flashbang. Asap pedih menyelimuti udara di sekitar RSUD Saiful Anwar, membuat massa sempat berhamburan sebelum kembali menyatu menghadapi aparat. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225548</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hujan Batu dan Gas Air Mata, Pendemo Dipukul Mundur Hingga Jl Trunojoyo</title>
		<link>https://memontum.com/hujan-batu-dan-gas-air-mata-pendemo-dipukul-mundur-hingga-jl-trunojoyo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2020 08:34:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Demo]]></category>
		<category><![CDATA[Gas Air Mata]]></category>
		<category><![CDATA[Omnibus Law]]></category>
		<category><![CDATA[Ricuh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=125187</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Demo Omnibus Law Cipta Kerja di depan Gedung DPRD Kota Malang pada Kamis (8/10/2020) kembali ricuh sekitar pukul 13.15. Massa tidak tidak terkontrol, terlihat batu beterbangan ke arah petugas dan gedung DPRD Kota Malang. Suasana mecekam di seputaran gedung dewan. Bahkan mobil CRV Satpol PP Patwal Wakil Wali Kota Malang yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Demo Omnibus Law Cipta Kerja di depan Gedung DPRD Kota Malang pada Kamis (8/10/2020) kembali ricuh sekitar pukul 13.15. Massa tidak tidak terkontrol, terlihat batu beterbangan ke arah petugas dan gedung DPRD Kota Malang.</p>
<p>Suasana mecekam di seputaran gedung dewan. Bahkan mobil CRV Satpol PP Patwal Wakil Wali Kota Malang yang di parkir di sebelah barat Gedung Balai Kota Malang Jl Majapahit, Kecamatan Klojen, Kota Malang, dibalik dan dibakar massa.</p>
<p>Petugas langsung melakukan penindakan hukum memukul mundur massa dengan tembakan gas air mata. Namun massa terus memberikan perlawanan dengan melemparkan batu. Massa akhirnya berhasil dipukul mundur. Banyak yang terlihat berlarian di Jl Kertanegara.</p>
<p>Petugas terus bergerak menembakan gas air mata hingga massa dipukul mundur di depan Stasiun Malang Jl Trunojoyo. Massa terus dipukul mundur hingga berlarian di Jl Trunojoyo menuju perempatan Jl Pattimura.</p>
<p>Setelah hampir satu jam massa kembali berdatangan. Namun sekitar pukul 15.15, mereka kembali berlarian di Jl Trunojoyo. Mereka dipukul mundur dengan gas air mata. Beberapa toko memilih untuk menutup tempat usahanya. &#8220;Lebih baik ditutup saja menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Tadi mobil juga sudah dipindahkan,&#8221; ujar Is, salah satu staf kantor di Jl Trinojoyo. <strong>(gie)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">125187</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
