<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>riding &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/riding/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 26 Jan 2026 08:29:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>riding &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Riding Vespa Sarungan, Wabup Lumajang Tegaskan Momen Persatuan Umat Percepat Kemajuan Daerah</title>
		<link>https://memontum.com/riding-vespa-sarungan-wabup-lumajang-tegaskan-momen-persatuan-umat-percepat-kemajuan-daerah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Jan 2026 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[daerah]]></category>
		<category><![CDATA[kemajuan]]></category>
		<category><![CDATA[percepat]]></category>
		<category><![CDATA[persatuan]]></category>
		<category><![CDATA[riding]]></category>
		<category><![CDATA[sarungan,]]></category>
		<category><![CDATA[tegaskan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229722</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, menegaskan bahwa peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama harus dimaknai lebih dari sekadar agenda seremonial. Menurutnya, memontum ini menjadi ruang refleksi pengabdian sekaligus strategi nyata, dalam memperkuat persatuan masyarakat dan menggerakkan sektor pariwisata sebagai pengungkit kesejahteraan daerah. Hal tersebut, disampaikannya saat menghadiri kegiatan Riding [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, menegaskan bahwa peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama harus dimaknai lebih dari sekadar agenda seremonial. Menurutnya, memontum ini menjadi ruang refleksi pengabdian sekaligus strategi nyata, dalam memperkuat persatuan masyarakat dan menggerakkan sektor pariwisata sebagai pengungkit kesejahteraan daerah.</p>



<p>Hal tersebut, disampaikannya saat menghadiri kegiatan Riding Vespa Sarungan Kerukunan Beragama di Kecamatan Senduro, Sabtu (24/01/2026) tadi. Wabup Yudha menilai, kegiatan lintas komunitas yang memadukan nilai keagamaan, budaya dan pariwisata, ini merepresentasikan wajah pembangunan Lumajang yang inklusif dan berorientasi pada harmoni sosial.</p>



<p>Melalui peringatan HAB, pemerintah ingin menegaskan bahwa persatuan umat adalah fondasi utama dalam mempercepat kemajuan daerah. “HAB bukan hanya mengenang sejarah pengabdian Kementerian Agama, tetapi momentum memperkuat persatuan. Dari persatuan inilah, lahir stabilitas sosial yang menjadi syarat tumbuhnya pariwisata dan bergeraknya ekonomi masyarakat,” tegasnya.</p>



<p>Menurut Mas Yudha-sapaan Wabup Lumajang, sektor pariwisata sangat bergantung pada rasa aman, kenyamanan dan kerukunan sosial. Tanpa persatuan, promosi destinasi tidak akan bermakna. Karena itu, dirinya memandang peringatan HAB ke-80 sebagai instrumen strategis untuk membangun citra Lumajang sebagai daerah religius, toleran dan ramah wisata.</p>



<p>“Pariwisata tidak cukup dengan keindahan alam. Yang dicari wisatawan adalah suasana damai dan masyarakat yang rukun. Ketika persatuan terjaga, pariwisata tumbuh, lapangan kerja tercipta dan kesejahteraan meningkat,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Wabup Yudha juga menekankan, akan pentingnya inovasi dalam mengemas peringatan keagamaan agar berdampak langsung pada pembangunan. Riding Vespa Sarungan dinilai sebagai contoh konkret sinergi antara dakwah kultural, promosi wisata dan penguatan ekonomi lokal.</p>



<p>“Kegiatan seperti ini menggerakkan banyak sektor sekaligus, komunitas, UMKM, destinasi wisata dan jejaring sosial. Inilah pembangunan berbasis kebersamaan,” tambahnya.</p>



<p>Wabup Yudha juga mengajak seluruh elemen masyarakat, untuk menjadikan HAB sebagai titik tolak memperkuat komitmen kebangsaan. Moderasi beragama, toleransi dan cinta tanah air harus terus dirawat agar Lumajang tetap menjadi rumah bersama yang damai dan produktif.</p>



<p>“Kita ingin Lumajang dikenal bukan hanya indah alamnya, tetapi juga kuat persatuannya. Inilah modal utama membangun daerah yang berdaya saing,” imbuhnya.</p>



<p>Kegiatan Riding Vespa Sarungan yang digelar Kementerian Agama Kabupaten Lumajang tersebut, menempuh rute keliling dan finis di Situs Selo Gending, Desa Kandangan, Senduro. Diikuti komunitas vespa dan masyarakat lintas agama, kegiatan ini menjadi simbol nyata persaudaraan, kerukunan dan semangat membangun Lumajang yang religius, harmonis dan sejahtera. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229722</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Awali Tahun 2026, Wabup Lumajang dan Forkopimda Riding Sapa Wisatawan dan Tinjau Infrastruktur</title>
		<link>https://memontum.com/awali-tahun-2026-wabup-lumajang-dan-forkopimda-riding-sapa-wisatawan-dan-tinjau-infrastruktur</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Forkopimda]]></category>
		<category><![CDATA[Infrastruktur]]></category>
		<category><![CDATA[riding]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<category><![CDATA[Wisatawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229210</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), mengawali tahun 2026 sekaligus memanfaatkan momentum libur awal tahun, dengan turun langsung menyapa masyarakat dan wisatawan di sejumlah destinasi wisata di Lumajang, Kamis (01/01/2026) tadi. Mas Yudha-sapaan Wabup dan Forkopimda, melakukan riding sepeda motor ke sejumlah destinasi wisata, sebagai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), mengawali tahun 2026 sekaligus memanfaatkan momentum libur awal tahun, dengan turun langsung menyapa masyarakat dan wisatawan di sejumlah destinasi wisata di Lumajang, Kamis (01/01/2026) tadi.</p>



<p>Mas Yudha-sapaan Wabup dan Forkopimda, melakukan riding sepeda motor ke sejumlah destinasi wisata, sebagai bentuk pemantauan langsung terhadap potensi pariwisata, kondisi keamanan dan pelayanan publik. Kegiatan ini, menjadi wujud pendekatan kepemimpinan yang membumi, sekaligus strategi efektif Pemerintah Kabupaten Lumajang dalam memastikan kesiapan destinasi wisata selama masa libur Tahun Baru 2026.</p>



<p>Dalam momen itu, rombongan tidak hanya memantau tingkat kunjungan. Namun, rombongan juga meninjau infrastruktur, tata kelola kawasan, serta kenyamanan wisatawan yang datang dari berbagai daerah.</p>



<p>Dalam agenda riding tersebut, Situs Selogending di Desa Kandangan, Kecamatan Senduro, menjadi salah satu titik utama kunjungan. Rombongan Forkopimda, antara lain Dandim 0821 Lumajang, Letkol Arh Anton Subhandi, Kapolres Lumajang, AKBP Alex Sandy Siregar, Kepala Kejaksaan Negeri Lumajang, Ristu Darmawan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lumajang, Achmad Faisol Saifullah, serta Kalapas Kelas IIB Lumajang, Agus Salim.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Situs Selogending sendiri, dikenal sebagai peninggalan prasejarah sekaligus cagar budaya bernilai tinggi. Struktur punden berundak, batu-batu menhir sakral, serta keberadaan Watu Selogending dan Watu Wadung Prabu menjadi bukti jejak peradaban masa lampau yang hingga kini masih dijaga melalui tradisi dan kearifan lokal masyarakat setempat. Tatanan situs yang menyerupai Gunung Semeru semakin memperkuat nilai historis dan spiritual kawasan ini.</p>



<p>Wakil Bupati Lumajang menegaskan, bahwa kegiatan riding bukan sekadar agenda simbolik, melainkan sarana untuk menyerap aspirasi masyarakat dan memastikan kebijakan berjalan sesuai kondisi riil di lapangan. “Dengan turun langsung seperti ini, kami bisa melihat potensi wisata secara nyata, mendengar aspirasi warga, sekaligus memastikan keamanan dan kenyamanan pengunjung. Lumajang memiliki kekayaan wisata alam dan budaya yang luar biasa, dan itu harus kita jaga bersama dengan pengelolaan yang bertanggung jawab,” ujar Mas Yudha.</p>



<p>Selain promosi wisata dan pelestarian budaya, monitoring keamanan menjadi perhatian utama. Pemerintah daerah bersama unsur TNI, Polri dan instansi terkait melakukan antisipasi terhadap potensi kerawanan, kepadatan pengunjung, serta gangguan ketertiban selama libur Tahun Baru 2026, agar aktivitas masyarakat tetap berjalan kondusif.</p>



<p>“Libur awal tahun selalu diiringi peningkatan mobilitas masyarakat. Karena itu, sinergi lintas sektor menjadi kunci agar masyarakat maupun wisatawan merasa aman, nyaman dan terlindungi,” tambahnya.</p>



<p>Melalui keterlibatan aktif Forkopimda, Pemkab Lumajang berharap momentum libur awal tahun tidak hanya berdampak pada peningkatan kunjungan wisata, tetapi juga menghadirkan pengalaman positif, aman dan berkesan. Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam membangun pariwisata Lumajang yang berkelanjutan, berbasis pelestarian budaya, serta berpihak pada kenyamanan dan keselamatan masyarakat. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229210</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
