<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>robusta &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/robusta/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 20 Nov 2024 15:58:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>robusta &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kementrian Hukum Terbitkan Sertifikat Pencatatan IG Kopi Robusta Java Banyuwangi</title>
		<link>https://memontum.com/kementrian-hukum-terbitkan-sertifikat-pencatatan-ig-kopi-robusta-java-banyuwangi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Nov 2024 13:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[kementrian]]></category>
		<category><![CDATA[pencatatan]]></category>
		<category><![CDATA[robusta]]></category>
		<category><![CDATA[Sertifikat]]></category>
		<category><![CDATA[terbitkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=216727</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Kementerian Hukum melalui Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual secara resmi menerbitkan sertifikat pencatatan Indikasi Geografis (IG) terhadap Kopi Robusta Java Banyuwangi. Sertifikat Indikasi Geografis Kopi Robusta Java Banyuwangi tersebut, diserahkan langsung Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Kemenkum, Razilu, kepada Plt Bupati Banyuwangi, Sugirah di Kantor Bupati Banyuwangi, Selasa (19/11/2024) tadi. Razilu menjelaskan, bahwa proses [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Kementerian Hukum melalui Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual secara resmi menerbitkan sertifikat pencatatan Indikasi Geografis (IG) terhadap Kopi Robusta Java Banyuwangi. Sertifikat Indikasi Geografis Kopi Robusta Java Banyuwangi tersebut, diserahkan langsung Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Kemenkum, Razilu, kepada Plt Bupati Banyuwangi, Sugirah di Kantor Bupati Banyuwangi, Selasa (19/11/2024) tadi.</p>



<p>Razilu menjelaskan, bahwa proses mendapatkan sertifikasi IG untuk Kopi Robusta Java Banyuwangi melalui proses panjang. Dimulai sejak 2022 melalui kerja sama antara Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, MPIG Kopi Robusta Bumi Blambangan (MPIG-KRBB) dan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Jember.</p>



<p>“Harapannya, perkembangan usaha Kopi Robusta Java Banyuwangi ini mendapatkan perlindungan hukum, mendapat pengakuan atas mutu dan kekhasan produk dan melestarikan tradisi tata cara produksi kopi (adat istiadat) yang telah ada di Kabupaten Banyuwangi,” kata Razilu.</p>



<p>Indikasi Geografis adalah suatu tanda yang menunjukkan daerah asal suatu barang atau produk karena faktor lingkungan geografis seperti faktor alam, faktor manusia atau kombinasi keduanya yang memberikan reputasi, kualitas dan karakteristik tertentu.</p>



<p>Sementara itu, Tim Kemenkumham yang dipimpin tim ahli Indikasi Geografis (IG) DJKI telah melakukan pemeriksaan substantif pada Juli 2024. Salah satunya, dengan diskusi langsung bersama beberapa kelompok tani untuk memperoleh informasi sebanyak-banyaknya terkait Kopi Robusta Java asal Banyuwangi untuk ditindaklanjuti dalam rapat penetapan kelayakannya sebagai IG.</p>



<p>“Kabupaten Banyuwangi adalah salah satu penyumbang produksi Kopi Robusta di Jawa Timur dengan luas wilayah perkebunan kopi mencapai 9.778 hektar, dengan kontur tanah berbukit-bukit dengan rata-rata ketinggian tanam bervariasi antara (100 -1.000) mdpl, yang dianggap ideal untuk pohon Kopi Robusta,” kata Plt Bupati Sugirah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Adapun penghasil Kopi Robusta di Banyuwangi, yakni area Gunung Raung dan Gunung Ijen. Ditopang bibit unggul dan topografi, Kopi Robusta Banyuwangi terutama yang berada di lereng Gunung Raung mampu menghasilkan cita rasa unik. Ada kombinasi rasa acid dengan karamel coklatnya yang terasa di lidah.</p>



<p>Kopi Robusta Banyuwangi sendiri, telah diekspor dan memasok pasar Eropa, antara lain seperti Swiss hingga Italia. Bahkan di tengah pandemi Covid 2020 lalu, Banyuwangi masih konsisten mengekspor kopi unggulannya untuk memasok pasar Eropa.</p>



<p>“Karena kopi olahan kita, itu ada rasa khas seperti coklat yang disukai lidah orang Italia,” kata Plt Bupati Sugirah.</p>



<p>Dirinya berharap, dengan disahkannya IG Kopi Robusta Banyuwangi ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, tetapi menjadi cerminan kekayaan alam dan budaya yang dimiliki Banyuwangi. “Dengan disahkannya IG Kopi Robusta Banyuwangi ini, maka akan mempromosikan produk unggulan kopi kita sebagai bagian dari kekayaan budaya serta upaya perlindungan terhadap penyalahgunaan, pemalsuan serta membantu mempertahankan identitas khas kopi asal kita,” kata Sugirah.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Plt Bupati Sugirah mengungkapkan bahwa Pemkab akan terus memfasilitasi produk-produk khas daerah yang lain untuk mendapatkan pengakuan kekayaan intelektual. Selain kopi, Pemkab juga mendaftarkan Durian Merah untuk mendapatkan IG.</p>



<p>&#8220;Durian Merah sudah kita daftarkan dan tinggal melengkapi beberapa dokumen yang masih kurang. Pemkab juga menyiapkan pendaftaran IG untuk Manggis, Kakao dan Kopi Excelsa,” tambahnya. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">216727</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kopi Robusta Banyuwangi Diverifikasi Kemenkumham Guna Status Indikasi Geografis</title>
		<link>https://memontum.com/kopi-robusta-banyuwangi-diverifikasi-kemenkumham-guna-status-indikasi-geografis</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Jul 2024 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[diverifikasi]]></category>
		<category><![CDATA[geografis]]></category>
		<category><![CDATA[indikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenkumham]]></category>
		<category><![CDATA[robusta]]></category>
		<category><![CDATA[status]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=212441</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Kopi robusta yang dihasilkan para petani di Banyuwangi, saat ini dalam proses diverifikasi dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) guna mendapatkan status Indikasi Geografis (IG). Ini dilakukan, karena Kopi Banyuwangi banyak dikenal orang dengan cita rasanya. Dalam konteks kopi, IG berfungsi untuk melindungi identitas kopi suatu daerah. Tujuannya, untuk memastikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Kopi robusta yang dihasilkan para petani di Banyuwangi, saat ini dalam proses diverifikasi dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) guna mendapatkan status Indikasi Geografis (IG). Ini dilakukan, karena Kopi Banyuwangi banyak dikenal orang dengan cita rasanya.</p>



<p>Dalam konteks kopi, IG berfungsi untuk melindungi identitas kopi suatu daerah. Tujuannya, untuk memastikan bahwa hanya kopi yang benar-benar berasal dari daerah tersebut yang dapat menggunakan nama yang terkait.</p>



<p>Untuk mendapatkan status itu, sebelumnya Pemkab Banyuwangi telah mendaftarkan kopi robusta Banyuwangi untuk segera mendapatkan sertifikat Indikasi Geografis dari Kemenkumham RI.</p>



<p>Tim Kemenkumham yang dipimpin Tim Ahli Indikasi Geografis (IG) Dirjen Kekayaan Intelektual Kemenkumham, Djoko Soemarno, melakukan verifikasi lapang ke Banyuwangi untuk uji IG kopi robusta. “Semua dokumen yang dikirimkan untuk pendaftaran Indikasi Geografis, telah memenuhi persyaratan. Kali ini tim datang ke Banyuwangi untuk verifikasi lapangan,” kata Djoko Soemarno, saat didampingi Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Selasa (30/07/2024) tadi.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa Indikasi Geografis (IG) adalah bagian dari hak atas kekayaan intelektual,.yang merupakan suatu tanda yang menunjukan daerah asal suatu barang atau produk berdasar faktor lingkungan geografis. Faktor lingkungan geografis tersebut dapat berupa faktor alam, faktor manusia atau kombinasi dari keduanya.</p>



<p>“Dengan mendapatkan sertfifikat IG, maka bisa meningkatkan reputasi, kualitas dan karakteristik tertentu pada barang atau jasa yang dihasilkan. Hal ini, dapat memberikan keyakinan kepada konsumen bahwa produk tersebut memiliki kualitas dan ciri khas yang spesifik hingga bisa meningkatkan nilai jual,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Joko menambahkan, verifikasi akan berlangsung selama tiga hari mulai hari ini 30 Juli sampai 1 Agustus. Pihaknya juga akan bertemu langsung dengan sejumlah pelaku Kopi Banyuwangi di sejumlah sentra perkebunan kopi. Diantaranya, seperti di Kecamatan Kalipuro, Songgon dan Kalibaru.</p>



<p>Verifikasi yang dilakukan antara lain memastikan semua proses penanaman hingga pengolahan kopi sesuai dengan kaidah berkebun kopi yang baik sesuai dengan yang tertera di dokumen saat mendaftar. “Mulai jenis dan varietas kopinya, cara tanamnya, proses perawatannya, panen hingga pengolahan dan pemasaran. Apakah sesuai dengan yang tertera didokumen. Setelahnya, dilakukan sidang penetapan oleh 15 tim ahli IG,” terangnya.</p>



<p>Bupati Ipuk Fiestiandani dalam momen itu mengatakan dengan mendaftarkan sertifikat IG untuk Kopi Robusta Banyuwangi, maka ini adalah upaya Pemkab Banyuwangi dalam memberikan perlindungan hukum bagi produsen kopi. “Menurut kami ini tidak hanya proteksi bagi produsen kopi, tetapi juga meningkatkan nilai tambah kopi di pasaran. Kopi sendiri telah lekat dengan budaya Banyuwangi,” kata Bupati Ipuk.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa saat ini luasan perkebunan kopi Banyuwangi mencapai 15.000 hektar, dengan mayoritasnya adalah perkebunan rakyat. Pemkab Banyuwangi juga terus mendukung upaya promosi kopi lokal dengan menggelar sejumlah even kopi setiap tahun seperti Festival Ngopi Sepuluh Ewu hingga Banyuwangi Coffee Week Festival</p>



<p>“Kami berharap nantinya indikasi geografis bisa berkontribusi pada peningkatan pemasaran produk kopi lokal,” papar Bupati Ipuk. <strong>(kom/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">212441</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Meriahkan Krida Fest 2023, Bupati Jember Petik Kopi Merah Varietas Milo Robusta</title>
		<link>https://memontum.com/meriahkan-krida-fest-2023-bupati-jember-petik-kopi-merah-varietas-milo-robusta</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Jul 2023 05:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[fest]]></category>
		<category><![CDATA[kopi]]></category>
		<category><![CDATA[krida]]></category>
		<category><![CDATA[merah,]]></category>
		<category><![CDATA[meriahkan]]></category>
		<category><![CDATA[milo]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[petik]]></category>
		<category><![CDATA[robusta]]></category>
		<category><![CDATA[Varietas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192717</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Jember, menggelar Krida Fest 2023 dalam rangka merayakan Hari Krida Pertanian Ke 51 tahun 2023. Salah satu rangkaian acara Krida Fest kali ini, yaitu Petik Kopi Merah di Desa Pace, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember. Bupati Jember, H Hendy Siswanto, dalam acara itu terjun langsung [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Jember, menggelar Krida Fest 2023 dalam rangka merayakan Hari Krida Pertanian Ke 51 tahun 2023. Salah satu rangkaian acara Krida Fest kali ini, yaitu Petik Kopi Merah di Desa Pace, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember.</p>



<p>Bupati Jember, H Hendy Siswanto, dalam acara itu terjun langsung ke kebun warga di Desa Pace. Dirinya bahkan memetik langsung Kopi Varietas Milo Robusta di kebun kopi milik H Hasan.</p>



<p>&#8220;Kopi Milo Robusta Desa Pace ini luar biasa. Kali ini, kita bersama-sama panen kopi yang selanjutnya akan digiling di Pabrik Pengggilingan Sumberwadung PDP Kahyangan Jember,” kata Bupati Hendy dalam sambutan pelaksanaan panen kopi, Jumat (07/07/2023) tadi.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Bupati Hendy juga menggelar sarasehan bersama para petani kopi anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sukamaju Desa Pace. Dirinya juga langsung menyerap aspirasi para petani lokal.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dalam pertemuan itu, ujarnya, ada dua poin penting yang dikeluhkan para petani kopi. Pertama, soal stabilitas harga jual kopi. Kedua, yaitu mengenai alat-alat pengolahan terbaru untuk perkebunan kopi.</p>



<p>Bupati Hendy di kesempatan itu juga langsung memerintahkan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Jember, Imam Sudarmaji dan Direktur PDP Kahyangan, Sofyan Tsauri, untuk menjalin sinergi aktif dan menyediakan dukungan yang dibutuhkan oleh petani kopi di Pace tahun ini. “Jika anggaran mencukupi, saya meminta Kepala Dinas untuk membeli peralatan yang diperlukan oleh petani kopi di Pace,” tambah Bupati Hendy.</p>



<p>Sementara itu, Kadis TPHP, Imam Sudarmaji, mengatakan bahwa peringatan Hari Krida Pertanian Ke 51 di Jember, dikemas dalam beberapa acara. Mulai dari Parade Barista dan pameran produk pertanian yang berlokasi di Alun-Alun Jember.</p>



<p>&#8220;Khusus untuk di Pace, Bupati Hendy kami undang untuk petik Kopi Merah sekaligus memberikan secara simbolis bantuan bibit kopi sebanyak 200 ribu bibit,&#8221; katanya.</p>



<p>Bersama jajaran Forkopimda, diantaranya Dandim 0824, Letkol Inf Rahmat Cahyo Dinarso, pimpinan PDP Kahyangan dan sejumlah OPD serta anggota DPRD Jember, Bupati juga menyempatkan diri mencicipi kopi lanang yang disediakan oleh panitia. &#8220;Kopi Jember rasanya tidak kalah sama kopi-kopi internasional,” jelasnya. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192717</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
