<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>rongsokan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/rongsokan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Jun 2026 10:33:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>rongsokan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Munculkan Kesan Kumuh dan Macet, Satpol PP Kota Malang Tertibkan Penjual Rongsokan di Bawah Buk Gluduk</title>
		<link>https://memontum.com/munculkan-kesan-kumuh-dan-macet-satpol-pp-kota-malang-tertibkan-penjual-rongsokan-di-bawah-buk-gluduk</link>
					<comments>https://memontum.com/munculkan-kesan-kumuh-dan-macet-satpol-pp-kota-malang-tertibkan-penjual-rongsokan-di-bawah-buk-gluduk#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Jun 2026 07:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[gluduk]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[munculkan]]></category>
		<category><![CDATA[penjual]]></category>
		<category><![CDATA[rongsokan]]></category>
		<category><![CDATA[satpol]]></category>
		<category><![CDATA[tertibkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=233083</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang akhirnya melakukan penertiban terhadap para penjual barang rongsokan yang ada di bawah Jembatan Buk Gluduk, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Kamis (11/06/2026) tadi. Langkah penertiban itu dilakukan, karena adanya keluhan dari warga yang dinilai mengganggu ketertiban, menimbulkan kesan kumuh, hingga mempersempit akses jalan. Penyidik [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang akhirnya melakukan penertiban terhadap para penjual barang rongsokan yang ada di bawah Jembatan Buk Gluduk, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Kamis (11/06/2026) tadi. Langkah penertiban itu dilakukan, karena adanya keluhan dari warga yang dinilai mengganggu ketertiban, menimbulkan kesan kumuh, hingga mempersempit akses jalan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP Kota Malang, Anton Viera, mengatakan bahwa langkah penertiban dilakukan setelah pihaknya menjalankan seluruh tahapan sesuai prosedur. Mulai dari sosialisasi hingga pemberian tiga kali surat peringatan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kami melakukan penertiban terhadap pemulung yang menaruh barang-barang rongsokan di bawah Jembatan Buk Gluduk. Prosesnya sudah kami lalui dengan memberikan sosialisasi, peringatan pertama, kedua, sampai ketiga sesuai SOP. Namun sampai hari ini tidak ada tindakan dari yang bersangkutan, sehingga kami melakukan penertiban secara paksa,&#8221; jelas Anton.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dirinya menjelaskan, bahwa surat peringatan ketiga telah diberikan pada 12 Mei 2026. Meski secara aturan penertiban bisa dilakukan dua hari setelah peringatan terakhir, Satpol PP masih memberikan waktu tambahan agar pemilik barang segera memindahkan sendiri rongsokannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Karena sampai hari ini tidak ada reaksi, akhirnya barang-barang tersebut kami amankan agar lokasi menjadi bersih,&#8221; katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ditambahkannya, keberadaan tumpukan rongsokan tersebut menempati fasilitas umum yang sebagian merupakan aset Pemerintah Kota Malang dan sebagian lainnya berada di area milik PT Kereta Api Indonesia (KAI). Aktivitas tersebut, kata dia, sudah berlangsung cukup lama, bahkan diperkirakan lebih dari lima tahun.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>



<div class="wp-block-jetpack-related-posts">
<h2 class="wp-block-heading"></h2>
</div>



<p class="wp-block-paragraph">Selain melanggar ketentuan penggunaan fasilitas umum, kondisi tersebut juga dianggap menimbulkan persoalan lingkungan. Tumpukan barang bekas yang berada di bawah jembatan membuat kawasan terlihat kumuh dan mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kondisi ini berkaitan dengan lingkungan kumuh. Sesuai Perda Kota Malang Nomor 12 tentang Ketertiban Umum dan Lingkungan, lokasi ini perlu ditertibkan dan dibersihkan,&#8221; tuturnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Satpol PP juga menerima sejumlah aduan masyarakat terkait keberadaan rongsokan tersebut. Selain mengurangi estetika kawasan, aktivitas di lokasi itu dinilai mempersempit badan jalan yang sudah sempit dan berpotensi menambah kemacetan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kami menerima keluhan dari masyarakat. Jalan di sini sempit, kemudian ada aktivitas di lokasi tersebut sehingga menambah kepadatan lalu lintas. Dari sisi lingkungan juga terlihat kumuh,&#8221; tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di akhir, Anton mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan fasilitas umum sebagai tempat penyimpanan barang maupun aktivitas yang dapat mengganggu ketertiban dan kebersihan lingkungan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kami mengimbau masyarakat agar bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dan tidak menaruh barang di fasilitas umum sehingga fungsi ruang publik tetap terjaga,&#8221; imbuh Anton. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/munculkan-kesan-kumuh-dan-macet-satpol-pp-kota-malang-tertibkan-penjual-rongsokan-di-bawah-buk-gluduk/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">233083</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gudang Barang Rongsokan di Kawasan Pemukiman Krejengan Probolinggo Terbakar, Dua Damkar Diterjunkan</title>
		<link>https://memontum.com/gudang-barang-rongsokan-di-kawasan-pemukiman-krejengan-probolinggo-terbakar-dua-damkar-diterjunkan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Aug 2023 08:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[barang]]></category>
		<category><![CDATA[damkar]]></category>
		<category><![CDATA[diterjunkan]]></category>
		<category><![CDATA[Gudang]]></category>
		<category><![CDATA[kawasan]]></category>
		<category><![CDATA[krejengan]]></category>
		<category><![CDATA[pemukiman]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[rongsokan]]></category>
		<category><![CDATA[Terbakar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=196175</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Gudang penampungan barang rongsokan di Desa Gebangan, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, terbakar, Sabtu (19/08/2023) siang. Meski tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun kepulan asap dari barang rongsokan dan nyala api, sempat menjadi perhatian warga untuk mengecek lokasi. Informasi Memontum.com, kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 13.00. Saat itu, api muncul dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="http://memontum.com">Memontum</a> Probolinggo</strong> &#8211; Gudang penampungan barang rongsokan di Desa Gebangan, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, terbakar, Sabtu (19/08/2023) siang. Meski tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun kepulan asap dari barang rongsokan dan nyala api, sempat menjadi perhatian warga untuk mengecek lokasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Informasi Memontum.com, kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 13.00. Saat itu, api muncul dari bagian Barat gudang. Nyala api, berikutnya dengan cepat membesar dan merembet ke bagian lainnya, karena angin berhembus cukup kencang.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Gudang Barang Rongsokan di Kawasan Pemukiman Krejengan Probolinggo Terbakar, Dua Damkar Diterjunkan" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/fGqVLxQQnCQ?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Api mulai terlihat merambat ke tengah tumpukan barang rongsokan hingga kobaran api terlihat besar. Mengetahui kejadian itu, warga langsung panik dan mencoba memadamkan api dengan air dan peralatan seadanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Pas saya datang, api dari Barat sudah muncul. Setelah itu, saya langsung memadamkan api dengan air timba tapi tidak bisa dipadamkan,&#8221; kata salah seorang perangkat desa, Sunardi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga:</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Karena api belum juga padam, pihaknya kemudian melaporkan kejadian ini ke Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Probolinggo. Tidak berselang lama, mobil Damkar tiba dilokasi dan langsung melakukan pemadaman api.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun sudah melakukan penyemprotan air di titik-titik api, ujarnya, namun kobaran api sulit dipadamkan. Hal itu, dikarenakan api bertiup kencang dan gudang juga berisi barang rosokan yang mudah terbakar seperti ban bekas dan bahan yang terbuat dari plastik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Ini kalau Damkar tidak cepat datang, mungkin sampai merambat ke rumah warga. Karena lokasinya berada di wilayah padat penduduk,&#8221; kata Sunardi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Humas Damkar Kabupaten Probolinggo, Solehuddin, mengatakan bahwa pihaknya menurunkan dua unit mobil Damkar untuk melakukan pemadaman di lokasi. Sampai saat ini, proses pemadaman masih dilakukan petugas Damkar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Untuk penyebabnya, masih belum diketahui. Karena, masih proses pemadaman dan ini masih proses pendinginan,&#8221; terangnya.&nbsp;<strong>(nun/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">196175</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
