<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>RS Rujukan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/rs-rujukan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Nov 2020 05:02:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>RS Rujukan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Empat RS Rujukan di Kabupaten Malang Penuh</title>
		<link>https://memontum.com/empat-rs-rujukan-di-kabupaten-malang-penuh</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Nov 2020 05:02:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Covid 19]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[RS Rujukan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=128603</guid>

					<description><![CDATA[Sementara Belum Terima Pasien Baru Memontum Malang &#8211; Empat Rumah Sakit (RS) rujukan di wilayah Kabupaten Malang, sementara sudah tidak menerima pasien terpapar atau reaktif Covid-19. Empat RS rujukan tersebut yakni, RSUD Kanjuruhan, RSI Gondanglegi, Wava Husada dan RSU Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), diinformasikan sudah penuh dari pasien. Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang, Arbani [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h3><strong>Sementara Belum Terima Pasien Baru</strong></h3>
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Empat Rumah Sakit (RS) rujukan di wilayah Kabupaten Malang, sementara sudah tidak menerima pasien terpapar atau reaktif Covid-19. Empat RS rujukan tersebut yakni, RSUD Kanjuruhan, RSI Gondanglegi, Wava Husada dan RSU Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), diinformasikan sudah penuh dari pasien.</p>
<p>Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo, membenarkan jika empat RS rujukan itu sudah penuh. &#8220;Memang sekarang sudah penuh semua. Sudah tidak menerima pasien lagi di empat RS rujukan di Kabupaten Malang,&#8221; ujar Arbani, Senin (30/11) tadi.</p>
<p>Arbani menjelaskan, empat RS rujukan tersebut total menyediakan 126 bed. Kesemuanya bed tersebut, sudah penuh karena banyak pasien terpapar atau Covid-19 dengan penyakit bawaan (Komorbid).</p>
<p>&#8220;126 ruang isolasi itu sudah penuh, rata-rata Komorbid. Kalau memang masih ada yang perlu di rawat terpaksa kita arahkan ke RS lain, namun juga sudah penuh semua. Jika kita arahkan ke RS lain yang bukan rujukan jadi kita tidak punya data berapa ruang isolasi atau perawatannya,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Arbani menambahkan alasan perawatan yang dilakukan di RS rujukan Covid-19 karena penderita penyakit Komorbid yang selalu mengeluh sakit berat saat diduga terpapar Covid-19.</p>
<p>&#8220;Saya beri contoh, biasanya para pasien ini mengeluh sesak nafas atau deman. Jadi itu tergantung Komorbidnya,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Dari situ, Arbani menyarankan agar warga Kabupaten Malang yang mempunyai Komorbid, untuk lebih lagi menjaga kesehatan dan protokol kesehatannya.</p>
<p>&#8220;Karena masyarakat merasa ini sudah new normal, jadi bebas. Padahal, penting sebenarnya hingga saat ini protokol kesehatan itu harus di taati. Apalagi kalau punya Komorbid, hindari dulu kerumunan dan jaga kesehatan dengan baik,&#8221; ujarnya. <strong>(riz/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">128603</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Satgas New Normal Life Sebut RS Prima Husada Belum Layak Jadi RS Rujukan Covid-19</title>
		<link>https://memontum.com/satgas-new-normal-life-sebut-rs-prima-husada-belum-layak-jadi-rs-rujukan-covid-19</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2020 12:39:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Covid 19]]></category>
		<category><![CDATA[RS Prima Husada]]></category>
		<category><![CDATA[RS Rujukan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/115920-satgas-new-normal-life-sebut-rs-prima-husada-belum-layak-jadi-rs-rujukan-covid-19</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Satgas New Normal Life Kabupaten Malang menyebut, jika Rumah Sakit (RS) Prima Husada belum layak menjadi RS rujukan penanggulangan penyakit Covid-19 di Kabupaten Malang. &#8220;Kita ketahui RS itu (Prima Husada) kecil, sebenarnya belum layak dijadikan RS Rujukan. Sehingga tempat orang yang reaktif maupun orang yang sakit biasa itu terlalu berdekatan. Posisi itulah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Satgas New Normal Life Kabupaten Malang menyebut, jika Rumah Sakit (RS) Prima Husada belum layak menjadi RS rujukan penanggulangan penyakit Covid-19 di Kabupaten Malang.</p>
<p>&#8220;Kita ketahui RS itu (Prima Husada) kecil, sebenarnya belum layak dijadikan RS Rujukan. Sehingga tempat orang yang reaktif maupun orang yang sakit biasa itu terlalu berdekatan. Posisi itulah yang menyebabkan orang terpapar itu banyak,&#8221; ungkap pria yang juga menjabat sebagai Komandan Kodim (Dandim) 0818/Kabupaten Malang-Kota Batu, Letkol Inf Ferry Muzawwad saat dihubungi, Senin (8/6/2020) siang.</p>
<p>Menurutnya, dengan begitu, dia telah mengimbau kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur untuk segera mengembalikan status RS Prima Husada menjadi RS bisa lagi.</p>
<p>&#8220;Berdasarkan hasil evaluasi kemarin, saya bersama Bupati Malang mengimbau dan memberi masukan provinsi agar RS Prima Husada menjadi rumah sakit biasa saja bukan RS rujukan. Tapi hanya secara lisan bukan tertulis,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Lanjutnya, hal itu dilakukan lantaran jumlah pasien terkonfirmasi positif terpapar Covid-19 di Kabupaten Malang saat ini sudah mencapai angka 102 kasus.</p>
<p>&#8220;Saat ini ada 102 kasus terkonfirmasi positif terpapar Covid-19, rinciannya 39 orang telah dinyatakan sembuh dan 17 orang yang telah meninggal dunia,&#8221; terangnya.</p>
<p>Ditambahkannya,berdasarkan penelusuran (Tracing) Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Malang, RS Prima Husada merupakan salah satu RS rujukan yang menjadi tempat penularan Covid-19.</p>
<p>&#8220;Sudah ada beberapa pasien positif covid-19 di Kabupaten Malang, yang disebabkan karena tertular saat beraktifitas di sekitar RS Prima Husada. Saya meminta agar pasien Covid-19 dirujuk ke RS rujukan lainnya, jangan ke Prima Husada,&#8221; tukasnya.</p>
<p>Sekedar informasi, di Kabupaten Malang telah memiliki lima rumah sakit rujukan bagi pasien Covid-19, yaitu RSUD Kanjuruhan, RSI Gondanglegi, Wava Husada, RSU Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dan RS Prima Husada.</p>
<p>Di antara kelima rumah sakit tersebut, salah satu rumah sakit yang cukup buruk dan kecil adalah Prima Husada. <strong>(Sur/tim)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">115920</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ditengarai Tempat Penyebaran Covid-19,  Sanusi Minta Status RS Rujukan Prima Husada Dicabut</title>
		<link>https://memontum.com/ditengarai-tempat-penyebaran-covid-19-sanusi-minta-status-rs-rujukan-prima-husada-dicabut</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2020 12:37:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Covid 19]]></category>
		<category><![CDATA[RS Prima Husada]]></category>
		<category><![CDATA[RS Rujukan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/115918-ditengarai-tempat-penyebaran-covid-19-sanusi-minta-status-rs-rujukan-prima-husada-dicabut</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Bupati Malang HM Sanusi meminta status Rumah Sakit Rujukan Prima Husada dicabut menjadi RS biasa. &#8220;Saya meminta ke Gubernur Jawa Timur (Khofifah, red) untuk mencabut status RS Prima Husada menjadi RS biasa,&#8221; ungkap Sanusi saat ditemui awak media di area Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jalan Agus Salim no.7, Kota Malang, Senin (8/6/2020) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Bupati Malang HM Sanusi meminta status Rumah Sakit Rujukan Prima Husada dicabut menjadi RS biasa.</p>
<p>&#8220;Saya meminta ke Gubernur Jawa Timur (Khofifah, red) untuk mencabut status RS Prima Husada menjadi RS biasa,&#8221; ungkap Sanusi saat ditemui awak media di area Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jalan Agus Salim no.7, Kota Malang, Senin (8/6/2020) siang.</p>
<p>Lanjut Sanusi, permintaan tersebut, lantaran di RS Prima Husada ditenggarai sebagai tempat Penyebaran Covid-19, lantaran semakin masifnya penularan Covid-19 di wilayah Malang Utara.</p>
<p>&#8220;RS Prima Husada merupakan salah satu tempat Penyebaran Covid-19. Makanya saya minta status rujukan RS Prima Husada di cabut,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Menurutnya, di wilayah Malang Utara yakni Kecamatan Lawang, Singosari dan Karangploso merupakan tiga daerah yang merupakan daerah Zona merah, dimana penularan Covid-19 masih tinggi.</p>
<p>&#8220;Di Malang Utara penyeberan Covid-19 tinggi, berdasarkan data di Dinas Kesehatan, Singosari ada 31 orang yang positif, lawang 18 orang dan Karangploso ada 12 orang,&#8221; terangnya.</p>
<p>Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, Arbani Mukti Wibowo menyampaiakan, berdasarkan data tersebut, penularan Covid-19 masih masif terutama di dua kecamatan, yakni Kecamatan Lawang dan Singosari.​</p>
<p>&#8220;Artinya memang penyebaran COVID-19​ di Lawang dan Singosari masih masif,&#8221; tandasnya. <strong>(Sur/tim)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">115918</post-id>	</item>
		<item>
		<title>RSUD Kota Malang Siap Jadi RS Rujukan Covid-19</title>
		<link>https://memontum.com/rsud-kota-malang-siap-jadi-rs-rujukan-covid-19</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 May 2020 13:55:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Covid 19]]></category>
		<category><![CDATA[RS Rujukan]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD Kota Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/113706-rsud-kota-malang-siap-jadi-rs-rujukan-covid-19</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Berbagai persiapan terus dilakukan oleh RSUD Kota Malang untuk menjadi RS Rujukan Covid-19. Senin (4/5/2020), Walikota Malang, Sutiaji dan Wakil Walikota Malang, Sofyan Edi Jarwoko berkesempatan untuk meninjau langsung kesiapan Rumah Sakit milik Pemkot Malamg tersebut. &#8220;Mulai dari kamar isolasi, fasilitas penunjang seperti ventilator dan alur penerimaan pasien sampai dengan pasien [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Berbagai persiapan terus dilakukan oleh RSUD Kota Malang untuk menjadi RS Rujukan Covid-19. Senin (4/5/2020), Walikota Malang, Sutiaji dan Wakil Walikota Malang, Sofyan Edi Jarwoko berkesempatan untuk meninjau langsung kesiapan Rumah Sakit milik Pemkot Malamg tersebut.</p>
<p>&#8220;Mulai dari kamar isolasi, fasilitas penunjang seperti ventilator dan alur penerimaan pasien sampai dengan pasien pulang telah kami cek,&#8221; ujar Walikota Sutiaji.</p>
<p>Berbagai hambatan, lanjutnya juga telah disampaikan pada kami oleh para nakes (tenaga kesehatan) yang ada di RSUD. Kami berharap RSUD dapat segera berbenah agar dapat menunjang pelayanan kesehatan di Kota Malang dalam rangka menangani penyebaran virus ini.</p>
<p>&#8220;Sampai saat ini, RSUD Kota Malang telah menerima beberapa orang PDP. Saat ini seluruhnya telah dinyatakan sembuh dan pulang ke rumah masing-masing,&#8221; tutur Sutiaji.</p>
<p><strong>BACA :</strong> <a href="https://kotamalang.memontum.com/4967-rsud-kota-malang-siap-sarana-terkendala-hanya-1-dokter-spesialis-paru" target="_blank" rel="noopener noreferrer">RSUD Kota Malang Siap Sarana, Terkendala Hanya 1 Dokter Spesialis Paru</a></p>
<p>Berbagai upaya penanganan virus Covid-19 di Kota Malang akan terus dilakukan secara masif dan sesuai dengan arahan gugus tugas pusat. Sehingga Kota Malang dapat secepatnya melewati masa-masa pandemi ini.</p>
<p>&#8220;Berbagai motivasi dan dukungan akan terus kami alirkan pada para dokter serta nakes agar tetap semangat dalam menangani para pasien di Rumah Sakit. Karena pengorbanan mereka saat ini sangat besar artinya bagi warga Kota Malang,&#8221; tandas Sutiaji.<strong> (*/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">113706</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
