<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>RSI Unisma &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/rsi-unisma/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 May 2022 09:44:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>RSI Unisma &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Optimalkan Pelayanan Masyarakat, RSI Unisma Soft Launching Gedung Baru</title>
		<link>https://memontum.com/optimalkan-pelayanan-masyarakat-rsi-unisma-soft-launching-gedung-baru</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 May 2022 09:44:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[RSI Unisma]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=169807</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Rumah Sakit Islam (RSI) Universitas Islam Malang (Unisma) menggelar Halal Bihalal dan tasyakuran soft launching gedung baru sembilan lantai, Sabtu (28/05/2022) tadi. Direktur RSI, dr H Tri Wahyu Sarwiyata, mengatakan bahwa soft launching itu dilakukan sebagai bentuk pengoptimalan pelayanan kepada masyarakat kedepannya. “Ini sebagai bentuk rasa syukur kami terhadap gedung sembilan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Rumah Sakit Islam (RSI) Universitas Islam Malang (Unisma) menggelar Halal Bihalal dan tasyakuran soft launching gedung baru sembilan lantai, Sabtu (28/05/2022) tadi. Direktur RSI, dr H Tri Wahyu Sarwiyata, mengatakan bahwa soft launching itu dilakukan sebagai bentuk pengoptimalan pelayanan kepada masyarakat kedepannya.</p>



<p>“Ini sebagai bentuk rasa syukur kami terhadap gedung sembilan lantai. Dimana walaupun masih belum bisa beroperasi secara penuh, tetapi sudah mulai bisa digunakan sebagian,” ungkap dr Wahyu, Sabtu (28/05/2022).</p>



<p>Dijelaskannya, untuk saat ini gedung tersebut hanya baru dioperasikan di empat lantai. Meliputi, layanan-layanan non-medis, seperti pelayanan administrasi, farmasi, rekam medis dan laboratorium penelitian. Meski demikian, dirinya tetap bersyukur gedung tersebut sudah dapat dioperasikan. Sehingga, kedepannya akan mempercepat dalam pemberian layanan-layanan terhadap masyarakat.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-dan-dprd-kota-malang-jemput-dukungan-pusat-untuk-penanganan-pasar-besar">Pemkot dan DPRD Kota Malang Jemput Dukungan Pusat untuk Penanganan Pasar Besar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-pastikan-pembangunan-kkdmp-berjalan-tertib-dan-memiliki-kepastian-hukum">Bupati Lumajang Pastikan Pembangunan KKDMP Berjalan Tertib dan Memiliki Kepastian Hukum</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-masalah-incenerator-waste-to-energy-bupati-malang-audensi-bersama-rektor-universitas-brawijaya">Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/peringatan-nuzulul-quran-sekda-kabupaten-malang-ingatkan-pentingnya-pembangunan-spiritual-masyarakat">Peringatan Nuzulul Quran, Sekda Kabupaten Malang Ingatkan Pentingnya Pembangunan Spiritual Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/masuki-pertengahan-ramadan-kiriman-uang-pmi-via-kantor-pos-malang-turun-rp-18-miliar">Masuki Pertengahan Ramadan, Kiriman Uang PMI via Kantor Pos Malang Turun Rp 1,8 Miliar</a></li>
</ul>


<p>“Ke depan lantai-lantai yang belum digunakan diharapkan akan segera digunakan untuk pelayanan perawatan. Memang, harapannya ke depan itu layanan perawatan kamar dan tempat tidurnya itu bisa bertambah untuk masyarakat yang membutuhkan,” lanjutnya.</p>



<p>Tidak hanya itu, ke depan RSI Unisma sendiri juga merencakan menjadi Rumah Sakit Pendidikan. Dimana untuk sekarang ini, RSI Unisma sudah menampung hal tersebut dengan memberikan fasilitas-fasilitas terhadap mahasiswa.</p>



<p>“Kalau untuk pendidikan, memang ada ruang khusus, ruang tutorial, diskusi hingga telaah terhadap kasus, itu ada ruang tersendiri. Kami sediakan untuk adik-adik kita untuk menimba ilmu, karena kalau mereka tidak didukung maka siapa lagi,” imbuhnya.</p>



<p>Selain itu, dr Wahyu juga mengaku, dijadikannya RSI Unisma sebagai Rumah Sakit Pendidikan tersebut merupakan salah satu amanah yang diberikan oleh pihak pendiri dan yayasan sendiri. Sehingga dalam menyikapi hal tersebut, pihaknya harus mempersiapkan diri.</p>



<p>“Hanya memang penekanan kami, jangan sampai kualitas pelayanan itu terganggu oleh adanya pendidikan itu. Walaupun itu juga memberikan manfaat,” katanya. <strong>(cw2/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">169807</post-id>	</item>
		<item>
		<title>RSI Unisma Persiapkan Diri Jadi Rumah Sakit Pendidikan</title>
		<link>https://memontum.com/rsi-unisma-persiapkan-diri-jadi-rumah-sakit-pendidikan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Feb 2022 15:01:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[RSI Unisma]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Sakit]]></category>
		<category><![CDATA[Unisma]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=163353</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Rumah Sakit Islam (RSI) Universitas Islam Malang (Unisma) sedang mempersiapkan diri menjadi Rumah Sakit Pendidikan (RSP), beberapa waktu yang akan datang. Direktur RSI Unisma, dr. H. Tri Wahyu Sarwiyata, mengatakan bahwa pihaknya sedang melakukan proses untuk tercapainya tujuan sebagai RSP. &#8220;Saat ini kami sedang proses menuju kesana (RSP). Nantinya Rumah Sakit Pendidikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Rumah Sakit Islam (RSI) Universitas Islam Malang (Unisma) sedang mempersiapkan diri menjadi Rumah Sakit Pendidikan (RSP), beberapa waktu yang akan datang. Direktur RSI Unisma, dr. H. Tri Wahyu Sarwiyata, mengatakan bahwa pihaknya sedang melakukan proses untuk tercapainya tujuan sebagai RSP.</p>



<p>&#8220;Saat ini kami sedang proses menuju kesana (RSP). Nantinya Rumah Sakit Pendidikan akan menjadi salah satu tempat untuk mendidik calon-calon dokter yang ada,&#8221; kata dr. H. Tri Wahyu Sarwiyata saat dihubungi Memontum.com melalui telepon, Rabu (09/02/2022).</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-dan-dprd-kota-malang-jemput-dukungan-pusat-untuk-penanganan-pasar-besar">Pemkot dan DPRD Kota Malang Jemput Dukungan Pusat untuk Penanganan Pasar Besar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-pastikan-pembangunan-kkdmp-berjalan-tertib-dan-memiliki-kepastian-hukum">Bupati Lumajang Pastikan Pembangunan KKDMP Berjalan Tertib dan Memiliki Kepastian Hukum</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-masalah-incenerator-waste-to-energy-bupati-malang-audensi-bersama-rektor-universitas-brawijaya">Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/peringatan-nuzulul-quran-sekda-kabupaten-malang-ingatkan-pentingnya-pembangunan-spiritual-masyarakat">Peringatan Nuzulul Quran, Sekda Kabupaten Malang Ingatkan Pentingnya Pembangunan Spiritual Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/masuki-pertengahan-ramadan-kiriman-uang-pmi-via-kantor-pos-malang-turun-rp-18-miliar">Masuki Pertengahan Ramadan, Kiriman Uang PMI via Kantor Pos Malang Turun Rp 1,8 Miliar</a></li>
</ul>


<p>Ia juga menjelaskan beberapa persiapan sedang dipersiapkan RSI Unisma untuk mencapai tujuan sebagai RSP. Seperti halnya mempersiapkan prasarana dan juga tim yang akan bertugas nantinya. &#8220;Nantinya kurikulum yang ada akan kita sinergikan dengan Fakultas Kedokteran Unisma,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Dokter Wahyu juga mengharapkan cita-cita tersebut bisa dicapai di tahun ini, dengan segala penyesuaian yang ada. Ia juga menjelaskan nantinya tidak akan banyak perubahan dalam sistem yang sedang dijalankan. &#8220;Harapannya rumah sakit menjadi rumah sakit yang bisa melayani masyarakat dengan baik. Jikalau terdapat pendidikan nantinya bisa mensupport berbagai layanan yang ada,&#8221; ujarnya. <strong>(cw1/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">163353</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Persiapkan Kuliah Tatap Muka, Unisma Tunggu Arahan Pemerintah</title>
		<link>https://memontum.com/persiapkan-kuliah-tatap-muka-unisma-tunggu-arahan-pemerintah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Mar 2021 13:08:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Fakultas Kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Listrik]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Perguruan Tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[RSI Unisma]]></category>
		<category><![CDATA[surat edaran]]></category>
		<category><![CDATA[Tatap Muka]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Islam Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=137010</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Direktur Jenderal Direktorat Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mempersilahkan Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta adakan perkuliahan tatap muka apabila dirasa sudah siap. Merespon hal tersebut, Rektor Universitas Islam Malang (Unisma), Prof Dr Maskuri MSi, menyatakan pihaknya masih menunggu SOP pemerintah untuk perkuliahan tatap muka. &#8220;Kita nanti tetap mengikuti [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Direktur Jenderal Direktorat Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mempersilahkan Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta adakan perkuliahan tatap muka apabila dirasa sudah siap. Merespon hal tersebut, Rektor Universitas Islam Malang (Unisma), Prof Dr Maskuri MSi, menyatakan pihaknya masih menunggu SOP pemerintah untuk perkuliahan tatap muka.</p>



<p>&#8220;Kita nanti tetap mengikuti anjuran dari pemerintah. Kita akan buat seaman mungkin kalau misal semester ganjil diperbolehkan langsung luring semua,&#8221; ungkapnya pada awak media, Selasa (16/03).</p>



<p>Bahkan jika SOP dari pemerintah mengharuskan masuk dalam sebulan hanya dua kali pun, pihaknya tetap akan mengikuti.</p>



<p>&#8220;Apapun itu SOPnya, intinya kita tidak ingin berseberangan dengan pemerintah. Karena saya rasa pemerintah memperbolehkan luring juga menunggu vaksinasi selesai,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Lebih lanjut Maskuri menyampaikan bahwa pihaknya sudah menerima surat edaran untuk mempersiapkan diri mengadakan perkuliahan tatap muka.</p>



<p>&#8220;Persiapan kita salah satunya dengan vaksinasi seluruh pimpinan, dosen, dan karyawan Unisma,&#8221; tegasnya.</p>



<p><strong><a rel="noreferrer noopener" href="https://memontum.com/137006-pembangkit-listrik-tenaga-sampah-akan-dibangun-di-tpa-supiturang#ixzz6pHPbE9nP" target="_blank">Baca Juga : Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Akan Dibangun di TPA Supiturang</a></strong></p>



<p>Disampaikan Maskuri, total jumlah pimpinan, dosen, dan karyawan Unisma yang telah menjalani vaksinasi tahap pertama ada 747 orang. Sedangkan 632 orang sudah jalani vaksinasi tahap kedua. Untuk pelaksanaan vaksinasi sendiri, Unisma didukung oleh Fakultas Kedokteran dan RSI Unisma.</p>



<p>Disamping itu, Dekan FK Unisma, dr Rahma Triliana MKes PhD, menambahkan bahwa mahasiswa Fakultas Kedokteran Unisma yang saat ini tengah menjalani coass di RSI Unisma maupun RSUD Syarifah Ambani Rato Ebu Bangkalan sudah melaksanakan vaksinasi.</p>



<p>&#8220;Jumlahnya ada 223 mahasiswa, dan mereka sudah menjalani dua kali vaksinasi,&#8221; tambah dr Rahma. <strong>(mus/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">137010</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Polisi Tetapkan Dua Tersangka Kecelakaan Kerja Proyek RSI Unisma</title>
		<link>https://memontum.com/polisi-tetapkan-dua-tersangka-kecelakaan-kerja-proyek-rsi-unisma</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Oct 2020 13:12:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Gelar Perkara]]></category>
		<category><![CDATA[kecelakaan kerja]]></category>
		<category><![CDATA[lift rakitan]]></category>
		<category><![CDATA[Polresta Malang Kota]]></category>
		<category><![CDATA[RSI Unisma]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=126744</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Petugas Reskrim Polresta Malang Kota menetapkan dua tersangka dalam kasus kecelakaan kerja proyek pembangunan RSI Unisma. Yakni tersangka berinisial BW, kepala mandor dan tersangka berinisial CA, operator lift proyek. Penetapan dua tersangka ini setelah petugas Satreskrim melakukan gelar perkara pada, Sabtu (24/10/2020) siang. Dari gelar perkara ini akhirnya petugas menentukan dua [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Petugas Reskrim Polresta Malang Kota menetapkan dua tersangka dalam kasus kecelakaan kerja proyek pembangunan RSI Unisma. Yakni tersangka berinisial BW, kepala mandor dan tersangka berinisial CA, operator lift proyek.</p>
<p>Penetapan dua tersangka ini setelah petugas Satreskrim melakukan gelar perkara pada, Sabtu (24/10/2020) siang. Dari gelar perkara ini akhirnya petugas menentukan dua tersangka. Dua orang yang bertanggung jawab atas tewasnya 5 pekerja proyek yang terjatuh dari lift di lantai 5 proyek gedung baru RSI Unisma.</p>
<p>Kasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Azi Pratas Guspitu SH SIK, saat konfirmasi Memontum.com.pada Sabtu (31/10/) sore, membenarkan penetapan dua tersangka tersebut.</p>
<p>&#8220;Kepala mandor dan operator lift proyek. Untuk peranan kepala mandor, dia seharusnya bertanggung jawab terhadap anak buahnya baik dalam pekerjaan, perlengkapan maupun keamanan. Sedangkan untuk operator lift, dia seharusnya sudah tahu kalau lift tersebut tidak dibuat untuk orang namun tetap saja masih melakukannya juga. Mereka kami kenakan Pasal 359 KUHP subsider Pasal 360 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal selama lima tahun,&#8221; ujar AKP Azi.</p>
<p>Apakah nantinya ada tersangka lain, kini petugas masih terus melakukan pendalaman. &#8220;Saat ini keduanya belum kami lakukan penahanan. Kami masih melakukan pendalaman terkait kasus laka kerja ini,&#8221; ujar AKP Azi.</p>
<p>Seperti yang diberitakan sebelumnya, kecelekaan kerja terjadi di proyek pembangunan RSI Unisma, Selasa (8/9) pukul 12.30. Sebanyak 11 pekerja bangunan terjatuh dari lift rakitan lantai 5 proyek pembangunan gedung baru. Dari 11 orang yang terjatuh 4 diantaranya tewas seketika dan 6 lainnya mengalami luka berat, sedangkan 1 orang selamat karena berhasil melompat dan berbepagangan pada besi.</p>
<p>Adapun identitas para korban meninggal dunia diantaranya Lukman (35) warga, Pakis, Kasianto, (40) warga Pakis, Subeki (30) warga Jabung dan Agus P. (30) warga Pakis, Kabupaten Malang.</p>
<p>Kasus kecelakaan kerja ini masih dalam penanganan petugas Reskrim Polresta Malang Kota. Diduga kecelakaan ini akibat sling besi lift rakitan terputus karena tidak kuat menyangga beban berat muatan. Jenazah ke 4 korban kemudian dibawa ke kamar mayat RSSA Malang.</p>
<p>Informasi Memontum.com bahwa kejadian ini terjadi saat para pekerja bangunan ini selesai istirahat makan siang. Mereka kemudian berencana kembali bekerja ke lantai 5 dengan menaiki lift rakitan.</p>
<p>Para karyawan bangunan ini pun terjatuh secara bersamaan. Mengetahui kejadian itu para pekerja bangunan yang masih berada di bawah segera melakukan pertolongan. Saat itu Lukman, Kasianto, Subeki dan Agus sudah dalam kondisi meninggal dunia dengan luka parah pada bagian kepala.</p>
<p>Sedangkan 6 lainnya luka parah langsung dibawa ke IGD RSI Unisma. Namun setelah menjalani perawatan, salah seorang pekerja yang alami luka parah akhirnya meninggal dunia hingga total ada 5 pekerja meningal akibat kecelakaan kerja ini. <strong>(gie)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">126744</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kasus RSI Unisma Berlanjut, Polisi Pastikan Gelar Perkara</title>
		<link>https://memontum.com/kasus-rsi-unisma-berlanjut-polisi-pastikan-gelar-perkara</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Oct 2020 13:04:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[kecelakaan kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Lift Jatuh]]></category>
		<category><![CDATA[Polresta Malang Kota]]></category>
		<category><![CDATA[RSI Unisma]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=126275</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Gelar perkara kasus kecelakan kerja proyek pembangunan RSI Unisma yang sempat tertunda, dipastikan akan dilaksanakan pada Minggu depan. Hasil dari gelar perkara, nantinya akan menentukan siapa tersangka dari laka kerja lift proyek RSI Unisma yang menewaskan lima pekerja proyek. Sat Rekrim Polresta Malang dalam gelar perkara ini akan mengumpulkan seluruh Kanit [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Gelar perkara kasus kecelakan kerja proyek pembangunan RSI Unisma yang sempat tertunda, dipastikan akan dilaksanakan pada Minggu depan. Hasil dari gelar perkara, nantinya akan menentukan siapa tersangka dari laka kerja lift proyek RSI Unisma yang menewaskan lima pekerja proyek.</p>
<p>Sat Rekrim Polresta Malang dalam gelar perkara ini akan mengumpulkan seluruh Kanit dan pengawas. Hasil penyelidikan dan penyidikan selama ini akan dikumpulkan dan disimpulkan. Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, AKP Azi Pratas Guspitu melalui Plh KBO sekaligus Kasubnit I Unit IV Sat Reskrim Polresta Malang Kota, Iptu Rudi Hidajanto mengatakan bahwa pihaknya siap melakukan gelar perkara pada Minggu depan.</p>
<p>&#8220;Gelar Perkara memang sempat tertunda beberapa Minggu. Pada Kamis (22/10/2020) siang ini kami melakukan pemeriksaan tambahan. Satu orang kami periksa. Minggu depan kami sudah siap melakukan gelar perkara,&#8221; ujar Rudi, Kamis (22/10) siang.</p>
<p>Dia mengatakan bahwa satu orang yang diperiksa adalah mandor proyek RSI Unisma. &#8220;Mandor proyek itu berjumlah tiga orang. Satu orang bertugas sebagai koordinator mandor dan dua orang lainnya bertindak sebagai mandor. Dan pada hari ini kami lakukan pemeriksaan kepada satu mandor, karena dua orang lainnya telah selesai kami lakukan pemeriksaan. Kami menanyakan seputar SOP kerja,&#8221; ujar Rudi.</p>
<p>Jika nantinya gelar perkara menghasilakan tersangka maka bisa dikenakan Pasal 359 KUHP subsider 360 KUHP dengan ancamam penjara selama lima tahun.</p>
<p>Seperti yang diberitakan sebelumnya, kecelekaan kerja terjadi di proyek pembangunan RSI Unisma, Selasa (8/9) pukul 12.30. Sebanyak 11 pekerja bangunan terjatuh dari lift rakitan lantai 5 proyek pembangunan gedung baru. Dari 11 orang yang terjatuh 4 diantaranya tewas seketika dan 6 lainnya mengalami luka berat, sedangkan 1 orang selamat karena berhasil melompat dan berbepagangan pada besi.</p>
<p>Adapun identitas para korban meninggal dunia diantaranya Lukman (35) warga, Pakis, Kasianto, (40) warga Pakis, Subeki (30) warga Jabung dan Agus P (30) warga Pakis, Kabupaten Malang. Kasus kecelakaan kerja ini masih dalam penanganan petugas Reskrim Polresta Malang Kota.</p>
<p>Diduga kecelakaan ini akibat seling besi lift rakitan terputus karena tidak kuat menyangga beban berat muatan. Jenazah ke 4 korban kemudian dibawa ke kamar mayat RSSA Malang.</p>
<p>Informasi Memontum.com bahwa kejadian ini terjadi saat para pekerja bangunan ini selesai istirahat makan siang. Mereka kemudian berencana kembali bekerja ke lantai 5 dengan menaiki lift rakitan.</p>
<p>Para karyawan bangunan ini pun terjatuh secara bersamaan. Mengetahui kejadian itu para pekerja bangunan yang masih berada di bawah segera melakukan pertolongan. Saat itu Lukman, Kasianto, Subeki dan Agus sudah dalam kondisi meninggal dunia dengan luka parah pada bagian kepala. Sedangkan 6 lainnya luka parah langsung dibawa ke IGD RSI Unisma.</p>
<p>Namun setelah menjalani perawatan, salah seorang pekerja yang alami luka parah akhirnya meninggal dunia hingga total ada 5 pekerja meningal akibat kecelakaan kerja ini.<strong> (gie)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">126275</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kecelakaan Kerja RSI Unisma, Hasil Labfor Sling Putus Akibat Beban Berat</title>
		<link>https://memontum.com/kecelakaan-kerja-rsi-unisma-hasil-labfor-sling-putus-akibat-beban-berat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2020 12:28:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[hasil labfor]]></category>
		<category><![CDATA[Laka Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[RSI Unisma]]></category>
		<category><![CDATA[Sling Putus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=124794</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Hasil Labfor Polda Jatim terkait penyelidikan kecelakaan kerja pembangunan proyek di RSI Unisma, telah keluar. Diketahui bahwa besi sling penyangga lift rakitan terputus akibat tidak kuat menahan beban. Kasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Azi Pratas Guspitu SIK SH membenarkan bahwa hasil Labfor Polda Jatim sudah keluar Minggu ini. &#8220;Hasil Labfor [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Hasil Labfor Polda Jatim terkait penyelidikan kecelakaan kerja pembangunan proyek di RSI Unisma, telah keluar. Diketahui bahwa besi sling penyangga lift rakitan terputus akibat tidak kuat menahan beban.</p>
<p>Kasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Azi Pratas Guspitu SIK SH membenarkan bahwa hasil Labfor Polda Jatim sudah keluar Minggu ini. &#8220;Hasil Labfor sudah. Ya penyebabnya sling berat bobotnya tidak sesuai. Minggu depan kita akan gelar perkara,&#8221; ujar AKP Azi, Kamis (1/10/2020) sore.</p>
<p>Selain itu Police Line yang selama ini juga sudah dilepas. &#8220;Untuk Police line nya sudah selesai,&#8221; ujar AKP Azi. Setelah pelepasan Police Line itu, informasinya pengerjaan proyek RSI Unisma kembali dilanjutkan. Bahkan informasi yang beredar proyek itu kembali dikerjakan sejak Rabu (30/9).</p>
<p>Perlu diketahui bahwa Petugas Polresta Malang Kota terus melakukan penyelidikan kecelakaan kerja proyek pembangunan RSI Unisma Kota Malang. Kecelakaan kerja itu mengakibatkan 5 orang tewas dan 5 lainnya luka parah. Yakni setelah lift rakitan yang memuat 11 pekerja terjatuh dari lantai 5 proyek.</p>
<p>Seperti yang diberitakan sebelumnya, kecelekaan kerja terjadi di proyek pembangunan RSI Unisma, Selasa (8/9/2020) pukul 12.30. Sebanyak 11 pekerja bangunan terjatuh dari lift rakitan lantai 5 proyek pembangunan gedung baru. Dari 11 orang yang terjatuh 4 diantaranya tewas seketika dan 6 lainnya mengalami luka berat, sedangkan 1 orang selamat karena berhasil melompat dan berbepagangan pada besi.</p>
<p>Adapun identitas para korban meninggal dunia diantaranya Lukman (35) warga ,Pakis, Kasianto, (40) warga Pakis, Subeki (30) warga Jabung dan Agus P (30) warga Pakis, Kabupaten Malang. Kasus kecelakaan kerja ini masih dalam penanganan petugas Reskrim Polresta Malang Kota. Diduga kecelakaan ini akibat seling besi lift rakitan terputus karena tidak kuat menyangga beban berat muatan. Jenazah ke 4 korban kemudian dibawa ke kamar mayat RSSA Malang.</p>
<p>Informasi Memontum.com bahwa kejadian ini terjadi saat para pekerja bangunan ini selesai istirahat makan siang. Mereka kemudian berencana kembali bekerja ke lantai 5 dengan menaiki lift rakitan.</p>
<p>Para karyawan bangunan ini pun terjatuh secara bersamaan. Mengetahui kejadian itu para pekerja bangunan yang masih berada di bawah segera melakukan pertolongan. Saat itu Lukman, Kasianto, Subeki dan Agus sudah dalam kondisi meninggal dunia dengan luka parah pada bagian kepala. Sedangkan 6 lainnya luka parah langsung dibawa ke IGD RSI Unisma. Namun setelah menjalani perawatan, salah seorang pekerja yang alami luka parah akhirnya meninggal dunia hingga total ada 5 pekerja meningal akibat kecelakaan kerja ini.</p>
<p>Dari hasil keterangan saksi-saksi yang telah diperiksa, bahwa lift rakitan tersebut bukanlah untuk orang melainkan untuk barang. &#8220;Dari keterangan saksi bahwa lift peruntukannya untuk barang. Kapasitas 10 sak semen 50 kg. Dengan berat keseluruhan 500 kg. Kalau dihitung rata-rata per orang 60 kg berjumlah 11, maka sudah melebihi beban berat. Para pekerja harusnya naik melalui tangga bukan naik lift barang,&#8221; ujar AKP Azi Pratas Gusputu, Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kamis (10/9). Petugas kepolisian sudah melakukan pemeriksaan kepada pihak yayasan dan juga pihak kontraktor PT Dwi Ponggo Seto. <strong>(gie)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">124794</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kasus Kecelakaan Kerja RSI Unisma, Minggu Depan Gelar Perkara Tentukan Tersangka</title>
		<link>https://memontum.com/kasus-kecelakaan-kerja-rsi-unisma-minggu-depan-gelar-perkara-tentukan-tersangka</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2020 12:50:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Gelar Perkara]]></category>
		<category><![CDATA[kecelakaan kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Polresta Malang Kota]]></category>
		<category><![CDATA[RSI Unisma]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=124686</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Setelah melakukan pemeriksaan saksi termasuk dari pihak yayasan Unisma dan juga pihak dari kontraktor PT Dwi Ponggo Seto dan sejumlah saksi lainnya, petugas Polres Malang Kota segera melakukan gelar perkara. Rencananya gelar perkara ini akan dilakukan Minggu depan. Kasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Azi Pratas Guspitu SH SIK saat dikonfirmasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Setelah melakukan pemeriksaan saksi termasuk dari pihak yayasan Unisma dan juga pihak dari kontraktor PT Dwi Ponggo Seto dan sejumlah saksi lainnya, petugas Polres Malang Kota segera melakukan gelar perkara. Rencananya gelar perkara ini akan dilakukan Minggu depan.</p>
<p>Kasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Azi Pratas Guspitu SH SIK saat dikonfirmasi wartawan pada Rabu (30/9/2020) siang mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan gelar perkara. &#8220;Minggu depan gelar perkara. Apakah ada tersangkanya ataukah masih ada saksi tambahan lainnya,&#8221; ujar AKP Azi.</p>
<p>Perlu diketahui bahwa Petugas Polresta Malang Kota terus melakukan penyelidikan kecelakaan kerja proyek pembangunan RSI Unisma Kota Malang. Kecelakaan kerja itu mengakibatkan 5 orang tewas dan 5 lainnya luka parah. Yakni setelah lift rakitan yang memuat 11 pekerja terjatuh dari lantai 5 proyek.</p>
<p>Seperti yang diberitakan sebelumnya, kecelekaan kerja terjadi di proyek pembangunan RSI Unisma, Selasa (8/9) pukul 12.30. Sebanyak 11 pekerja bangunan terjatuh dari lift rakitan lantai 5 proyek pembangunan gedung baru. Dari 11 orang yang terjatuh 4 diantaranya tewas seketika dan 6 lainnya mengalami luka berat, sedangkan 1 orang selamat karena berhasil melompat dan berbepagangan pada besi.</p>
<p><strong><a href="https://memontum.com/123724-jatuh-dari-lantai-5-proyek-rsi-unisma-4-tewas-6-luka-parah">BACA: Jatuh Dari Lantai 5 Proyek RSI Unisma, 4 Tewas 6 Luka Parah</a></strong></p>
<p>Adapun identitas para korban meninggal dunia diantaranya Lukman (35) warga Pakis, Kasianto, (40) warga Pakis, Subeki (30) warga Jabung dan Agus P (30) warga Pakis, Kabupaten Malang. Kasus kecelakaan kerja ini masih dalam penanganan petugas Reskrim Polresta Malang Kota.</p>
<p>Diduga kecelakaan ini akibat seling besi lift rakitan terputus karena tidak kuat menyangga beban berat muatan. Jenazah ke 4 korban kemudian dibawa ke kamar mayat RSSA Malang.</p>
<p>Informasi Memontum.com bahwa kejadian ini terjadi saat para pekerja bangunan ini selesai istirahat makan siang. Mereka kemudian berencana kembali bekerja ke lantai 5 dengan menaiki lift rakitan.</p>
<p><strong><a href="https://memontum.com/124094-kasus-kecelakaan-kerja-rsi-unisma-kontraktor-diperiksa-polisi">BACA JUGA: Kasus Kecelakaan Kerja RSI Unisma, Kontraktor Diperiksa Polisi</a></strong></p>
<p>Para karyawan bangunan ini pun terjatuh secara bersamaan. Mengetahui kejadian itu para pekerja bangunan yang masih berada di bawah segera melakukan pertolongan. Saat itu Lukman, Kasianto, Subeki dan Agus sudah dalam kondisi meninggal dunia dengan luka parah pada bagian kepala.</p>
<p>Sedangkan 6 lainnya luka parah langsung dibawa ke IGD RSI Unisma. Namun setelah menjalani perawatan, salah seorang pekerja yang alami luka parah akhirnya meninggal dunia hingga total ada 5 pekerja meningal akibat kecelakaan kerja ini. <strong>(gie)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">124686</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kasus Kecelakaan Kerja RSI Unisma, Kontraktor Diperiksa Polisi</title>
		<link>https://memontum.com/kasus-kecelakaan-kerja-rsi-unisma-kontraktor-diperiksa-polisi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Sep 2020 17:07:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[kecelakaan kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Kontraktor Diperiksa Polisi]]></category>
		<category><![CDATA[Polresta Malang Kota]]></category>
		<category><![CDATA[RSI Unisma]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=124094</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Petugas Polresta Malang Kota terus melakukan penyelidikan kecelakaan kerja proyek pembangunan RSI Unisma Kota Malang. Kecelakaan kerja itu mengakibatkan 5 orang tewas dan 5 lainnya luka parah. Kali ini petugas Reskrim Polresta Malang Kota melakukan pemeriksaan terhadap MN, Direktur Utama PT Dwi Ponggo Seto, Selasa (22/9/2020) siang. Yakni untuk memberikan keterangan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Petugas Polresta Malang Kota terus melakukan penyelidikan kecelakaan kerja proyek pembangunan RSI Unisma Kota Malang. Kecelakaan kerja itu mengakibatkan 5 orang tewas dan 5 lainnya luka parah.</p>
<p>Kali ini petugas Reskrim Polresta Malang Kota melakukan pemeriksaan terhadap MN, Direktur Utama PT Dwi Ponggo Seto, Selasa (22/9/2020) siang. Yakni untuk memberikan keterangan terkait kecelakaan kerja tersebut termasuk penggunaan lift rakitan yang mengakibatkan kecelakaan itu.</p>
<p>&#8220;Inisialnya MN. Tadi dia mengatakan kalau tidak tahu mengenai lift tersebut karena sudah diserahkan kepada pelaksana lapangan. Kita masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaan. Besok rencananya kami akan memeriksa dari pihak yayasan,&#8221; ujar AKP Azi Pratas Guspitu, Kasat Reskrim Polresta Malang Kota.</p>
<p>Seperti yang diberitakan sebelumnya, kecelekaan kerja terjadi di proyek pembangunan RSI Unisma, Selasa (8/9/2020) pukul 12.30. Sebanyak 11 pekerja bangunan terjatuh dari lift rakitan lantai 5 proyek pembangunan gedung baru. Dari 11 orang yang terjatuh 4 diantaranya tewas seketika dan 6 lainnya mengalami luka berat, sedangkan 1 orang selamat karena berhasil melompat dan berbepagangan pada besi.</p>
<p>Adapun identitas para korban meninggal dunia diantaranya Lukman (35) warga ,Pakis, Kasianto, (40) warga Pakis, Subeki (30) warga Jabung dan Agus P (30) warga Pakis, Kabupaten Malang. Kasus kecelakaan kerja ini masih dalam penanganan petugas Reskrim Polresta Malang Kota. Diduga kecelakaan ini akibat seling besi lift rakitan terputus karena tidak kuat menyangga beban berat muatan. Jenazah ke 4 korban kemudian dibawa ke kamar mayat RSSA Malang.</p>
<p>Informasi Memontum.com bahwa kejadian ini terjadi saat para pekerja bangunan ini selesai istirahat makan siang. Mereka kemudian berencana kembali bekerja ke lantai 5 dengan menaiki lift rakitan.</p>
<p>Para karyawan bangunan ini pun terjatuh secara bersamaan. Mengetahui kejadian itu para pekerja bangunan yang masih berada di bawah segera melakukan pertolongan. Saat itu Lukman, Kasianto, Subeki dan Agus sudah dalam kondisi meninggal dunia dengan luka parah pada bagian kepala. Sedangkan 6 lainnya luka parah langsung dibawa ke IGD RSI Unisma.</p>
<p>Kasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Azi Pratas Guspitu SIK MH saat ditemui Memontum.com di lokasi kejadian membenarkan adanya kecelakaan kerja ini. &#8220;Kejadian pukul 12.30. Korban ada 10 orang. Sebanyak 6 luka parah dan 4 meninggal dunia. Untuk yang luka-luka masih dalam perawatan di RSI Unisma,&#8221; ujar AKP Azi.</p>
<p>Saat ditanya apakah adanya kelalaian kerja karena kurang safety, AKP Azi mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan. &#8220;Apakah Human Error, masih dalam penyelidikan. Para saksi, mandor atau pengawasnya akan kita panggil. Dugaan sementara selingnya putus hingga pijakan roboh,&#8221; ujar AKP Azi.</p>
<p>Dari data yang diperoleh Memontum.com untuk sementara adapaun identitas korban meninggal diantaranya Lukman (35) Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Kasianto (40) warha Cokro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Subeki (30) warga Pandansari Lor, Kecamatan Jabung dan Agus (30) warga kawasan Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Ke 4 korban tewas ini alami luka parah pagian kepala.</p>
<p>Sedangkan data luka berat diantaranya Arifin alias Gepeng (31) warga Kasembon mengalami luka tumit bengkak dan tangan patah tulang. Depi (25) warga Cokro, Kecamatan Pakis alami patah tulang tangan. Ludi (25) warga Poncokusumo alami luka pada bagian petut dan punggung. Tono (25) warga Jabung alami tangan patah, Andika (25) warga Jabung alami luka pada bagian kepala, wajah dan kedua kaki. Fatkur (30) warga Gondanglegi alami patah kaki.</p>
<p>Sedangkan korban selamat karena berhasil melompat yakni Junaidi (39) warga Sukopuro, Kecamatan Jabung. Namun berselang 2 hari kemudian satu korban lainnya meninggal dunia hingga total yang meninggal menjadi 5 orang. <strong>(gie)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">124094</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Polisi Belum Tetapkan Tersangka dalam Kecelakaan Kerja di RSI Unisma</title>
		<link>https://memontum.com/polisi-belum-tetapkan-tersangka-dalam-kecelakaan-kerja-di-rsi-unisma</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Sep 2020 12:05:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[kecelakaan kerja]]></category>
		<category><![CDATA[RSI Unisma]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=123750</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Petugas Polresta Malang Kota hingga Selasa (15/9/2020) siang, belum menetatapkan tersangka dalam peristiwa kecelakaan kerja di proyek pembangunan gedung RSI Unisma. Kecelakaan kerja yang terjadi pada Selasa (8/9/2020) pukul 12.30 mengakibatkan 4 orang tewas dan 6 lainnya luka parah akibat terjatuh dari lift rakitan di lantai 5 gedung. Kasat Reskrim Polresta [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Petugas Polresta Malang Kota hingga Selasa (15/9/2020) siang, belum menetatapkan tersangka dalam peristiwa kecelakaan kerja di proyek pembangunan gedung RSI Unisma. Kecelakaan kerja yang terjadi pada Selasa (8/9/2020) pukul 12.30 mengakibatkan 4 orang tewas dan 6 lainnya luka parah akibat terjatuh dari lift rakitan di lantai 5 gedung.</p>
<p>Kasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Azi Pratas Guspitu SIK SH saat dikonfirmasi Memontum.com mengatakan bahwa pihaknya saat ini masih melalukan prmeriksaan kepada para korban yang selamat. &#8220;Kita masih periksa para korban. Rencananya pihak PT (PT Dwi Ponggo Seto) akan kami periksa Minggu ini,&#8221; ujar AKP Azi.</p>
<p>Saat ditanya apakah ada pihak yang akan dijadikan tersangka karena kelalaian, AKP Azi menyebut bahwa pihaknya sampai saat ini belum menentukan tersangkanya. &#8220;Hasil Labfor Polda Jatim kemungkinan satu sampai dua minggu. Kami belum menentukan siapa tersangkanya,&#8221; ujar AKP Azi.</p>
<p>Seperti yang diberitakan sebelumnya, kecelekaan kerja terjadi di proyek pembangunan RSI Unisma, Selasa (8/9/2020) pukul 12.30. Sebanyak 11 pekerja bangunan terjatuh dari lift rakitan lantai 5 proyek pembangunan gedung baru. Dari 11 orang yang terjatuh 4 diantaranya tewas seketika dan 6 lainnya mengalami luka berat, sedangkan 1 orang selamat karena berhasil melompat dan berbepagangan pada besi.</p>
<p>Adapun identitas para korban meninggal dunia diantaranya Lukman (35) warga ,Pakis, Kasianto, (40) warga Pakis, Subeki (30) warga Jabung dan Agus P (30) warga Pakis, Kabupaten Malang. Kasus kecelakaan kerja ini masih dalam penanganan petugas Reskrim Polresta Malang Kota. Diduga kecelakaan ini akibat seling besi lift rakitan terputus karena tidak kuat menyangga beban berat muatan. Jenazah ke 4 korba kemudian dibawa ke kamar mayat RSSA Malang.</p>
<p>Informasi Memontum.com bahwa kejadian ini terjadi saat para pekerja bangunan ini selesai istirahat makan siang. Mereka kemudian berencana kembali bekerja ke lantai 5 dengan menaiki lift rakitan. Namun saat mereka sudah berada di lantai 5 mendadak seling besi terputus.</p>
<p>Para karyawan bangunan ini pun terjatuh secara bersamaan. Mengetahui kejadian itu para pekerja bangunan yang masih berada di bawah segera melakukan pertolongan. Saat itu Lukman, Kasianto, Subeki dan Agus sudah dalam kondisi meninggal dunia dengan luka parah pada bagian kepala. Sedangkan 6 lainnya luka parah langsung dibawa ke IGD RSI Unisma.</p>
<p>Kasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Azi Pratas Guspitu SIK MH saat ditemui Memontum.com di lokasi kejadian membenarkan adanya kecelakaan kerja ini. &#8220;Kejadian pukul 12.30. Korban ada 10 orang. Sebanyak 6 luka parah dan 4 meninggal dunia. Untuk yang luka-luka masih dalam perawatan di RSI Unisma,&#8221; ujar AKP Azi.</p>
<p>Saat ditanya apakah adanya kelalaian kerja karena kurang safety, AKP Azi mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan. &#8220;Apakah Human Error, masih dalam penyelidikan. Para saksi, mandor atau pengawasnya akan kita panggil. Dugaan sementara selingnya putus hingga pijakan roboh,&#8221; ujar AKP Azi.</p>
<p>Dari data yang diperoleh Memontum.com untuk sementara adapaun identitas korban meninggal diantaranya Lukman (35) Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Kasianto (40) warha Cokro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Subeki (30) warga Pandansari Lor, Kecamatan Jabung dan Agus (30) warga kawasan Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Ke 4 korban tewas ini alami luka parah pagian kepala.</p>
<p>Sedangkan data luka berat diantaranya Arifin alias Gepeng (31) warga Kasembon mengalami luka tumit bengkak dan tangan patah tulang. Depi (25) warga Cokro, Kecamatan Pakis alami patah tulang tangan. Ludi (25) warga Poncokusumo alami luka pada bagian petut dan punggung. Tono (25) warga Jabung alami tangan patah, Andika (25) warga Jabung alami luka pada bagian kepala, wajah dan kedua kaki. Fatkur (30) warga Gondanglegi alami patah kaki. Sedangkan korban selamat karena berhasil melompat yakni Junaidi (39) warga Sukopuro, Kecamatan Jabung. <strong>(gie)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">123750</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
