<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>RSUD Ngudi Waluyo &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/rsud-ngudi-waluyo/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 04 Sep 2022 11:58:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>RSUD Ngudi Waluyo &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Mensos Risma Kunjungi Balita Perempuan Korban Kekerasan Orang Tua Angkat di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi</title>
		<link>https://memontum.com/mensos-risma-kunjungi-balita-perempuan-korban-kekerasan-orang-tua-angkat-di-rsud-ngudi-waluyo-wlingi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Sep 2022 11:58:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[blitar]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[kekerasan terhadap anak]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[korban kekerasan]]></category>
		<category><![CDATA[mensos]]></category>
		<category><![CDATA[Mensos RI]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD Ngudi Waluyo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=174736</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Blitar &#8211; Menteri Sosial (Mensos) RI, Tri Risma Harini, memberikan perhatian serius terhadap korban kekerasan atau penganiayaan yang menimpa Balita perempuan usia sekitar 3 tahun oleh orang tua angkatnya yang berlangsung di Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar. Sebagai bentuk perhatiannya, mantan Wali Kota Surabaya itu, menjenguk sang Balita,  yang masih menjalani perawatan di RSUD Ngudi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Blitar</strong> &#8211; Menteri Sosial (Mensos) RI, Tri Risma Harini, memberikan perhatian serius terhadap korban kekerasan atau penganiayaan yang menimpa Balita perempuan usia sekitar 3 tahun oleh orang tua angkatnya yang berlangsung di Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar. Sebagai bentuk perhatiannya, mantan Wali Kota Surabaya itu, menjenguk sang Balita,  yang masih menjalani perawatan di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, Minggu (04/09/2022) tadi.</p>



<p>Mensos Risma menjelaskan, bahwa dirinya mendapatkan kabar terkait adanya Balita tersebut, dari media scanning yang dilakukan kementerian sosial. &#8220;Saya lihat ada sesuatu. Apa masalahnya, kok aneh anak dititipkan ke tetangganya (orang tua angkat, red),&#8221; kata Tri Risma Harini.</p>



<p>Lebih lanjut Mensos Risma menegaskan, Balita tersebut saat ini kondisi fisiknya sudah membaik. Namun, sepertinya masih mengalami trauma berat.</p>



<p>&#8220;Ini staf saya, yang nanti saya tugaskan tinggal di sini untuk menangani masalah ini,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Risma juga meminta kepada ibu Balita tersebut, agar tidak berangkat bekerja menjadi tenaga migran. Karena, kondisi anaknya yang trauma dan tidak mau dengan siapapun selain dengan sang ibu.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-malang-rencanakan-bangun-skywalk-di-dua-lokasi-dari-dana-bank-dunia">Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/objek-wisata-banyuwangi-2026-perkuat-seni-dan-budaya-masyarakat">Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/cara-unik-umkm-malang-kenalkan-gamis-bordir-gandeng-petugas-kebersihan-jadi-model-ramadan">Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kecamatan-lumbang-dan-potensi-produksi-madu-yang-dihasilkan">Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-pewarna-makanan-berlebih-wali-kota-malang-siapkan-tes-sampel-di-pasar-takjil">Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil</a></li>
</ul>


<p>&#8220;Untuk masalah dengan PJKTI di Malang, kita nanti selesaikan. Nanti, ibunya kita tawari untuk bekerja di Makam Bung Karno, karena itukan di bawah Kementerian Sosial,&#8221; terang Mensos Risma.</p>



<p>Sementara itu, Kapolres Blitar, AKBP Adhitya Panji Anom, mengatakan bahwa saat ini kedua terduga pelaku atau orang tua angkat korban, telah diamankan. &#8220;Terkait proses hukum, orang tua angkat korban yang menjadi terduga pelaku, sudah diperiksa dan sudah ditahan. Proses hukum sudah berjalan,&#8221; kata Adhitya Panji Anom.</p>



<p>Kapolres menambahkan, berdasarkan pengakuan kedua pelaku, mereka melakukan penganiayaan terhadap korban dengan alasan korban sering ngompol sembarang tempat. &#8220;Berdasarkan keterangan pelaku, anak ini sering pipis dimana-mana tanpa memberi tahu orang tuanya. Sehingga, ini memicu kejengkelan. Kami juga&nbsp; mendalami dari tetangga sekitar, jika pelaku laki-laki atau orang tua angkat prianya, ini memang temperamental,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Seperti diberitakan sebelumnya, Balita perempuan menjadi korban kekerasan atau penganiayaan oleh orang tua angkatnya. Akibat peristiwa itu, beberapa bagian tubuhnya lebam dan memar. Peristiwa penganiayaan tersebut, terjadi di rumah orang tua angkat yakni di Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar. <strong>(jar/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">174736</post-id>	</item>
		<item>
		<title>IGD RSUD Ngudi Waluyo Kembali Dibuka</title>
		<link>https://memontum.com/igd-rsud-ngudi-waluyo-kembali-dibuka</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Jul 2020 04:42:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Covid 19]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD Ngudi Waluyo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/120158-igd-rsud-ngudi-waluyo-kembali-dibuka</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Blitar – Setelah ditutup selama 3, kini Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Ngudi Waluyo Wlingi kembali dibuka, Senin (27/7/2020). Sebelumnya IGD RSUD Ngudi Waluyo ditutup sejak Jumat 24 Juni pukul 07.00 WIB hingga Senin 27 Juni 2020 pukul 07.00 WIB, karena sebanyak 31 tenaga kesehatan (nakes) terkonfirmasi positif Corana Covid-19. Direktur RSUD Ngudi Waluyo [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Blitar</strong> – Setelah ditutup selama 3, kini Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Ngudi Waluyo Wlingi kembali dibuka, Senin (27/7/2020). Sebelumnya IGD RSUD Ngudi Waluyo ditutup sejak Jumat 24 Juni pukul 07.00 WIB hingga Senin 27 Juni 2020 pukul 07.00 WIB, karena sebanyak 31 tenaga kesehatan (nakes) terkonfirmasi positif Corana Covid-19.</p>
<p>Direktur RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, Endah Woro Utami mengatakan, selama ditutup pihak rumah sakit akan melakukan protokol General Cleaning/Dry Mist.</p>
<p>&#8220;Kami sudah melakukan general cleaning. Semua sudah didisinfektan. Saat ini, IGD sudah kami buka kembali,” kata Endah Woro Utami, Senin (27/7/2020).</p>
<p>Lebih lanjut Endah Woro menjelaskan, selain dilakukan general cleaning, pihak Ngudi Waluyo juga telah melakukan penataan kembali Sumber Daya Manusia (SDM). Nakes yang ditempatkan di IGD adalah mereka yang kondisinya sehat dan benar-benar bugar.</p>
<p>“Mereka sebagian adalah nakes dari ruang rawat inap yang sementara di tutup untuk memenuhi kebutuhan nakes di IGD yang membutuhkan 10 dokter dan 14 perawat,” jelasnya.</p>
<p>Endah Woro menandaskan, masyarakat tidak perlu cemas, karena pelayanan tetap dimaksimalkan dengan mengedepankan keselamatan pasien dan SDM dari RSUD Ngudi Waluyo.</p>
<p>“Jadi nakes yang ditempatkan di IGD adalah mereka yang kondisinya benar-benar sehat,&#8221; tandasnya.</p>
<p>Sementara Bupati Blitar Rijanto mengimbau agar masyarakat tidak takut untuk berobat ke IGD RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Karena rumah sakit telah melakukan general cleaning dan penataan kembali SDM untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat.</p>
<p>&#8220;Dengan telah dilakukan general cleaning dan penataan kembali SDM, kami berharap masyarakat tidak takut untuk berobat ke IGD RSUD Ngudi Waluyo,&#8221; kata Bupati Blitar.</p>
<p>Sebelumnya diberitakan, para nakes<a href="https://blitar.memontum.com/780-igd-rsud-ngudi-waluyo-ditutup-3-hari-30-nakes-positif-covid-19" target="_blank" rel="noopener noreferrer"> RSUD Ngudi Waluyo</a> yang terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut diduga bukan tertular dari pasien positif yang dirawat di rumah sakit plat merah tersebut. Namun beberapa nakes yang terkonfirmasi positif itu ternyata membawa virus dari komunitas bersepeda yang diikutinya. Tercatat hasil test swab ada 31 nakes terkonfirmasi positif Covid-19 yang terdiri dari tenaga administrasi, perawat dan dokter. <strong>(jar/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">120158</post-id>	</item>
		<item>
		<title>IGD RSUD Ngudi Waluyo Ditutup 3 Hari, 30 Nakes Positif Covid-19</title>
		<link>https://memontum.com/igd-rsud-ngudi-waluyo-ditutup-3-hari-30-nakes-positif-covid-19</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Jul 2020 02:50:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[nakes]]></category>
		<category><![CDATA[Positif Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD Ngudi Waluyo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/119956-igd-rsud-ngudi-waluyo-ditutup-3-hari-30-nakes-positif-covid-19</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Blitar &#8211; Jumlah tenaga kesehatan (Nakes) yang positif Covid-19 di RSUD Ngudi Waluyo terus bertambah. Hingga Kamis 23 Juli tercatat hasil test swab ada 30 nakes terkonfirmasi positif Covid-19. Rinciannya 11 tenaga administrasi, 14 perawat dan 5 dokter. Bahkan jumlah tersebut masih mungkin bertambah. Pihak RSUD Ngudi Waluyo masih terus melakukan tracing internal. Hal [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Blitar</strong> &#8211; Jumlah tenaga kesehatan (Nakes) yang positif Covid-19 di RSUD Ngudi Waluyo terus bertambah. Hingga Kamis 23 Juli tercatat hasil test swab ada 30 nakes terkonfirmasi positif Covid-19. Rinciannya 11 tenaga administrasi, 14 perawat dan 5 dokter. Bahkan jumlah tersebut masih mungkin bertambah. Pihak RSUD Ngudi Waluyo masih terus melakukan tracing internal. Hal tersebut disampaikan Direktur Utama RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Endah Woro Utami.</p>
<p>Untuk mengantisipasi penularan semakin meluas, Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Ngudi Waluyo Wlingi ditutup selama 3 hari. Penutupan terhitung sejak Jumat 24 Juni pukul 07.00 WIB hingga Senin 27 Juni 2020 pukul 07.00 WIB.</p>
<p>Direktur utama RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, Endah Woro Utami mengatakan, penutupan IGD ini sebagai langkah antisipasi agar penularan Covid-19 tidak semakin meluas. Selama ditutup pihaknya tidak menerima pasien baru masuk.</p>
<p>“Kita tutup empat hari. Jadi sementara kami tidak menerima pasien. Pasien yang akan masuk ke RSUD Ngudi Waluyo akan dialihkan ke beberapa rumah sakit terdekat lainnya. Selama ditutup, kita akan melakukan protokol General Cleaning/Dry Mist,” kata Endah Woro Utami, Kamis (23/7/2020).</p>
<p>Lebih lanjut Endah Woro menyampaikan, jumlah tersebut masih mungkin bertambah. Hingga saat ini, pihaknya masih terus melakukan tracing internal.</p>
<p>&#8220;Kemungkinan masih bisa tambah. Kita kembangkan tracingnya. Yang jelas, kita tujuanya mau jujur untuk memutus penularan Covid-19,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Endah Woro menambahkan, begitu ada yang positif, pihaknya terus lakukan tracing, termasuk keluarga nakes.</p>
<p>“Begitu ada nakes kontak dengan nakes positif langsung kita swab, karena begitulah tracing yang sebenarnya. Saya gak masalah. Saya akan mengejar sampai dimana virus Corona itu pemaparannya di RSUD Ngudi Waluyo,” tegasnya.</p>
<p>Diberitakan sebelumnya, para nakes RSUD Ngudi Waluyo yang terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut diduga bukan tertular dari pasien positif yang dirawat di rumah sakit plat merah tersebut. Namun beberapa nakes yang terkonfirmasi positif itu ternyata membawa virus dari komunitas bersepeda yang diikutinya. <strong>(jar/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">119956</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sejumlah Aset Pemkot Blitar Dibiarkan Mangkrak</title>
		<link>https://memontum.com/sejumlah-aset-pemkot-blitar-dibiarkan-mangkrak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Jul 2018 12:56:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[Aset Pemkot Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD Ngudi Waluyo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/48976-sejumlah-aset-pemkot-blitar-dibiarkan-mangkrak</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Blitar &#8211; Sejumlah aset milik Pemerintah Kota Blitar hingga saat ini masih dibiarkan mangkrak. Beberapa diantaranya yaitu, eks terminal angkutan kota di Kelurahan Ngadirejo, tanah bekas RSUD Mardi Waluyo, dan tiga eks kantor kelurahan. Diantaranya kantor Kelurahan Bendo, Rembang, dan Pakunden. Bahkan eks terminal Angkot di Ngadirejo itu telah mati fungsi sejak berakhirnya kepemimpinan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Blitar</strong> &#8211; Sejumlah aset milik Pemerintah Kota Blitar hingga saat ini masih dibiarkan mangkrak. Beberapa diantaranya yaitu, eks terminal angkutan kota di Kelurahan Ngadirejo, tanah bekas RSUD Mardi Waluyo, dan tiga eks kantor kelurahan. Diantaranya kantor Kelurahan Bendo, Rembang, dan Pakunden.</p>
<p>Bahkan eks terminal Angkot di Ngadirejo itu telah mati fungsi sejak berakhirnya kepemimpinan Walikota Blitar Djarot Saiful Hidayat pada tahun 2010 silam. Sementara tiga eks kantor kelurahan tak lagi digunakan karena masing-masing kantor kelurahan sudah pindah ke gedung baru. </p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/pemerintahan.memontum.com/wp-content/uploads/sites/5/2018/07/Aset-Pemkot-Mangkrak-2-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="333" class="aligncenter size-full wp-image-10622" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Kepala Badan Pengelola Keuangan Dan Aset Daerah Kota Blitar, Widodo Saptono Yohanes saat dikonfirmasi terkait hal ini mengatakan, saat ini pihaknya hanya bisa sebatas mengamankan aset tersebut agar tidak dikuasai pihak lain. Utamanya eks terminal barang di Kelurahan Ngadirejo. Karena tidak masuk dalam program prioritas Pemkot Blitar pada tahun anggaran 2018 untuk dibangun lebih baik.</p>
<p>&#8220;Kami hanya bisa mengamankan saja. Agar aset tersebut tidak dikuasai pihak lain. Namun kedepannya akan dimanfaatkan untuk apa kami belum bisa memastikan,&#8221; kata Widodo Saptono Yohanes, Kamis (26/7/2018).</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/pemerintahan.memontum.com/wp-content/uploads/sites/5/2018/07/Aset-Pemkot-Mangkrak-3-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-10623" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Lebih lanjut Widodo menyampaikan, sedangkan untuk aset lain seperti eks RSUD Mardiwaluyo, dan tiga eks kantor kelurahan, rencananya akan digunakan sebagai ruang terbuka hijau (RTH).</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">48976</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Blitar Resmikan Gedung Instalasi Laboratorium RSUD Ngudi Waluyo</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-blitar-resmikan-gedung-instalasi-laboratorium-rsud-ngudi-waluyo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Apr 2018 11:56:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[peresmian]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD Ngudi Waluyo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/36788-bupati-blitar-resmikan-gedung-instalasi-laboratorium-rsud-ngudi-waluyo</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Blitar – Bupati Blitar, Rijanto meresmikan beberapa fasilitas baru RSUD Ngudi Waluyo. Diantaranya, gedung instalasi laboratorium, Central Sterile Supply Department (CSSD), Instalasi Endoskopi, Bank Darah, dan Instalasi Rehabilitasi Medik, Jumat (13/04/2018). Dengan diremikan beberapa fasilitas RSUB Ngudi Waluyo tersebut, Bupati Blitar masyarakat, khususnya warga Kabupaten Blitar agar tidak berobat lagi ke luar daerah. Karena, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Blitar</strong> – Bupati Blitar, Rijanto meresmikan beberapa fasilitas baru RSUD Ngudi Waluyo. Diantaranya, gedung instalasi laboratorium, Central Sterile Supply Department (CSSD), Instalasi Endoskopi, Bank Darah, dan Instalasi Rehabilitasi Medik, Jumat (13/04/2018).</p>
<p>Dengan diremikan beberapa fasilitas RSUB Ngudi Waluyo tersebut, Bupati Blitar masyarakat, khususnya warga Kabupaten Blitar agar tidak berobat lagi ke luar daerah. Karena, saat ini fasilitas kesehatan yang ada di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi sangat memadai. </p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/Peresmian-instalasi-RSUD-Ngudi-Waluyo-2-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-36789" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/Peresmian-instalasi-RSUD-Ngudi-Waluyo-2-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/Peresmian-instalasi-RSUD-Ngudi-Waluyo-2-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/Peresmian-instalasi-RSUD-Ngudi-Waluyo-2-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/Peresmian-instalasi-RSUD-Ngudi-Waluyo-2-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Rijanto menyebut, pada kegiatan ulang tahun RSUD Ngudi Waluyo ke-34 ini, pihak rumah sakit menambah beberapa fasilitas penting. Seperti Central Sterile Supply Department (CSSD) yang merupakan salah satu unit bertanggung jawab atas pencucian dan distribusi alat yang telah disterilkan. Juga Instalasi Endoskopi, Bank Darah, dan Instalasi Rehabilitasi Medik.</p>
<p>&#8220;Sekarang fasilitas kesehatan sudah sangat lengkap. Masyarakat saya minta ketika sedang sakit berobatlah disini (RSUD Ngudi Waluyo.red), dan jangan lagi ke luar daerah&#8221;, kata Rijanto.</p>
<p>Menurut orang nomor satu di Kabupaten Blitar, dengan bertambahnya fasilitas penting di RSUD Ngudi Waluyo, ini menunjukan perkembangan rumah sakit milik Pemkab Blitar ini sangat luar biasa.</p>
<p>&#8220;Saya tau persis bagaimana awal mula berdirinya RSUD Ngudi Waluyo ini, dan sekarang sudah bisa berkembang secepat ini. Tentunya dengan fasilitas yang memadai masyarakat bisa memanfaatkannya secara maksimal&#8221;, tandasnya.</p>
<p>Bupati Blitar meminta, dengan didukung fasilitas yang semakin canggih dan memadai, para pekerja di RSUD Ngudi Waluyo juga harus meningkatkan kinerjanya, serta pelayanan di RSUD Ngudi Waluyo juga harus ditingkatkan dan lebih baik lagi.</p>
<p>&#8220;Dengan didukung fasilitas yang semakin canggih dan memadai, tentu pelayanan kepada masyarakat harus ditingkatkan. Untuk itu tadi saya juga merekomendasikan 5 dokter untuk melanjutkan sekolah guna meraih gelar spesies. Mengingat hal ini sangat penting dan dibutuhkan di masa yang akan datang&#8221;, pungkas orang nomor satu di Kabupaten Blitar. <strong>(fzi/hms/nay)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">36788</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lutfiana, Bocah Penderita Tumor di Blitar, Dirujuk ke RS Syaiful Anwar</title>
		<link>https://memontum.com/lutfiana-bocah-penderita-tumor-di-blitar-dirujuk-ke-rs-syaiful-anwar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Apr 2018 14:02:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD Ngudi Waluyo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/36762-lutfiana-bocah-penderita-tumor-di-blitar-dirujuk-ke-rs-syaiful-anwar</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Blitar – Puluhan massa LSM Gerakan Pembaharuan Indonesia (GPI), mendatangi RSUD Ngudi Waluyo, Wlingi Kabupaten Blitar, Jumat (13/4/2018). Kedatangan mereka untuk menanyakan pasien atas nama Lutfiana Alifatus Z (9), bocah perempuan penderita tumor di bagian perut, yang dirujuk RSUD Ngudi Waluyo Wlingi ke Poli Bedah Anak RS Syaiful Anwar Malang. Ketua Gerakan Pembaharuan Indonesia [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Blitar</strong> – Puluhan massa  LSM Gerakan Pembaharuan Indonesia (GPI), mendatangi RSUD Ngudi Waluyo, Wlingi Kabupaten Blitar, Jumat (13/4/2018). Kedatangan mereka untuk menanyakan pasien atas nama Lutfiana Alifatus Z (9), bocah perempuan penderita tumor di bagian perut, yang dirujuk RSUD Ngudi Waluyo Wlingi ke Poli Bedah Anak RS Syaiful Anwar Malang.</p>
<p>Ketua Gerakan Pembaharuan Indonesia (GPI), Joko Prasetyo mengatakan, kondisi Lutfiana Alifatus setelah dipulangkan dari RSUD Ngudi Waluyo, selalu menangis karena menahan rasa sakit. Joko sangat menyayangkan sikap dokter Bintoro yang menangani pasien dari golongan masyarakat tidak mampu yaitu putri dari pasangan Mariyamah dan almarhum Soiman, warga   RT. 01 RW. 03 Desa Kebonduren Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar.</p>
<p>“Seharusnya rujukan yang dikeluarkan dr. Bintoro ke RSU Syaiful Anwar Malang bukan ke Poli Bedah Anak, tapi ke UGD”, kata Joko Prasetyo, Jumat (13/4/2018).</p>
<p>Joko merasa keberatan dengan alasan dr. Bintoro tidak merujuk Lutfiana Alifatus, anak kelas 3 Sekolah Dasar yang mengalami sakit tumor ini ke UGD karena tidak ada kegawatan dalam diri pasien. </p>
<p>“Menurut keterangan dr. Dwi yang juga ahli bedah RSUD Ngudi Waluyo, bahwa pasien ini mengidap tumor yang menempel bersamaan dengan ginjal pasien, sehingga harus mendapatkan penanganan serius”, jelas Joko.</p>
<p>Lebih lanjut Joko mengaku, jika kedatangannya ke RSUD Ngudi Waluyo, Jumat (13/4/2018) ini, untuk mendesak pihak rumah sakit agar hari ini (Jumat, 13/04/2018) juga, merujuk Lutfiana Alifatus ke UGD RS Syaiful Anwar Malang, bukan ke Poli Bedah Anak. Hali ini menurut Joko, agar pasien segera ditangani agar beban penderitaan pasien anak ini tidak terlalu lama.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">36762</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Proses Penyelidikan Kasus Laboratorium Ngudi Waluyo Terus Berlanjut</title>
		<link>https://memontum.com/proses-penyelidikan-kasus-laboratorium-ngudi-waluyo-terus-berlanjut</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Oct 2017 07:59:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[dugaan penyelewengan]]></category>
		<category><![CDATA[polres blitar]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD Ngudi Waluyo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/534-proses-penyelidikan-kasus-laboratorium-ngudi-waluyo-terus-berlanjut</guid>

					<description><![CDATA[# Hasil Tim Ahli UB Tunggu Audit BPKP Memontum Blitar &#8211; Terkait hasil pemeriksaan Laboratorium RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, Kabupaten Blitar oleh tim ahli bangunan dari Fakultis Tehnik Sipil Universitas Brawijaya (UB) Malang, saat ini penyidik Polres Blitar sedang melakukan koordinasi dengan APIP (Aparat Pengawas Intenal Pemerintah) yaitu Inspektorat Daerah Kabupaten Blitar. Selain itu, tim [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong># Hasil Tim Ahli UB Tunggu Audit BPKP</strong></h2>
<p><strong>Memontum Blitar</strong> &#8211; Terkait hasil pemeriksaan Laboratorium RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, Kabupaten Blitar oleh tim ahli bangunan dari Fakultis Tehnik Sipil Universitas Brawijaya (UB) Malang, saat ini penyidik Polres Blitar sedang melakukan koordinasi dengan APIP  (Aparat Pengawas Intenal Pemerintah) yaitu Inspektorat Daerah Kabupaten Blitar. </p>
<p>Selain itu, tim ahli dari UB juga mengkoordinasikan hasil penyelidikannya dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Hal ini diungkapkan Kapolres Blitar, AKBP Slamet Waloya. </p>
<p>	Menurut Slamet waloya, penyidik Polres Blitar sudah melakukan pengkajian terhadap hasil hasil pemeriksaan tim ahli Fakultis Tehnik Sipil Universitas Brawijaya (UB) Malang. </p>
<p>“Kita sudah mengkaji hasil pemeriksaan dari UB, namun hasilnya belum bisa disampaikan ke media, karena menyangkut materi penyelidikan”, kata Slamet Waloya, Selasa (17/10/2017).</p>
<p>	Lebih lanjut Slamet Waloya menyampaikan, selain mengkaji hasil pemeriksaan dari UB, penyidik juga sedang melakukan koordinasi dengan APIP (Aparat Pengawas Intenal Pemerintah) yaitu Inspektorat Daerah Kabupaten Blitar.<br />
Karena saat ini Inspektorat juga sedang melakukan audit terhadap proses pembangunan Instalasi Laboratorium, CSSD, Endeoscopy dan BDRS yang menghabiskan anggaran sebesar Rp 5.4 miliar tersebut. </p>
<p>	“Saat ini penyidik sedang melakukan koordinasi dengan APIP dalam hal ini Inspektorat Daerah Kabupaten Blitar, karena inspektorat juga melakukan audit”, tandas Slamet Waloya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">534</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
