<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>RSUD Trenggalek &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/rsud-trenggalek/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 12 Feb 2023 10:46:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>RSUD Trenggalek &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Maksimalkan Layanan dan PAD, Komisi IV DPRD Minta RSUD Trenggalek Sediakan Fasilitas Rawat Jalan Eksekutif </title>
		<link>https://memontum.com/maksimalkan-layanan-dan-pad-komisi-iv-dprd-minta-rsud-trenggalek-sediakan-fasilitas-rawat-jalan-eksekutif</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Feb 2023 08:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[PAD]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD Trenggalek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=183031</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Banyaknya masyarakat di Kota Keripik Tempe, yang memilih berobat ke pusat layanan kesehatan luar kota, membuat Komisi IV DPRD Trenggalek meminta agar RSUD dr Soedomo, juga menyediakan fasilitas rawat jalan eksekutif. Pelayanan rawat jalan eksekutif sendiri, adalah pemberian pelayanan kesehatan rawat jalan non reguler di rumah sakit yang diselenggarakan melalui pelayanan dokter [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Banyaknya masyarakat di Kota Keripik Tempe, yang memilih berobat ke pusat layanan kesehatan luar kota, membuat Komisi IV DPRD Trenggalek meminta agar RSUD dr Soedomo, juga menyediakan fasilitas rawat jalan eksekutif. Pelayanan rawat jalan eksekutif sendiri, adalah pemberian pelayanan kesehatan rawat jalan non reguler di rumah sakit yang diselenggarakan melalui pelayanan dokter spesialis-subspesialis dalam satu fasilitas ruangan terpadu secara khusus, tanpa menginap di rumah sakit dengan sarana dan prasarana di atas standar.</p>



<p>Sementara, berdasarkan data yang ada, saat ini masyarakat yang dinilai berkecukupan, rela mengeluarkan biaya yang mahal demi mendapatkan pelayanan eksekutif meski lokasinya lebih jauh.</p>



<p>Dikonfirmasi terkait hal itu, Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek, Sukarudin, mengatakan jika beberapa tahun lalu pihaknya pernah mengusulkan agar RSUD dr Soedomo, menyediakan rawat jalan eksekutif. &#8220;Sebetulnya beberapa tahun lalu, kami sudah mengusulkan soal fasilitas rawat jalan eksekutif di RSUD dr Soedomo Trenggalek. Fasilitas ini juga dikhususkan bagi mereka (pasien) yang memiliki finansial lebih,&#8221; tegasnya, Minggu (12/02/2023) siang.</p>



<p>Jika fasilitas ini tersedia, tambahnya, maka masyarakat di Trenggalek tentu tidak perlu lagi pergi keluar kota untuk mendapat pelayanan tersebut. Dengan demikian, pendapatan dari rumah sakit plat merah ini tentu akan lebih meningkat.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tersangka-pembunuhan-gadis-open-bo-dilimpahkan-ke-kejaksaan">Tersangka Pembunuhan Gadis Open BO Dilimpahkan ke Kejaksaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jelang-lebaran-dishub-kota-malang-petakan-titik-rawan-macet-di-pusat-perbelanjaan">Jelang Lebaran, Dishub Kota Malang Petakan Titik Rawan Macet di Pusat Perbelanjaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wujudkan-kota-atraktif-dprd-trenggalek-sebut-pembangunan-harus-libatkan-semua-elemen">Wujudkan Kota Atraktif, DPRD Trenggalek sebut Pembangunan Harus Libatkan Semua Elemen</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkab-malang-salurkan-bantuan-untuk-warga-terdampak-angin-kencang-di-gunungsari-tajinan">Pemkab Malang Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Angin Kencang di Gunungsari Tajinan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/nilai-investasi-capai-rp-250-miliar-pemkot-malang-kaji-proyek-kabel-bawah-tanah">Nilai Investasi Capai Rp 250 Miliar, Pemkot Malang Kaji Proyek Kabel Bawah Tanah</a></li>
</ul>


<p>Dijelaskan Sukarudin, perbedaan antara pelayanan rawat jalan eksekutif dengan pelayanan rawat jalan regular, adalah terkait dengan sarana dan prasarana yang diberikan saja. Pelayanan rawat jalan eksekutif di rumah sakit, ini hanya diselenggarakan pada rumah sakit Kelas A, Kelas B dan Kelas C milik Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan Masyarakat.</p>



<p>&#8220;Sedangkan rumah sakit kita ini, sudah Kelas B. Maka, seharusnya layanan rawat jalan eksekutif di RSUD dr Soedomo harus ada,&#8221; tegas Politisi PKB ini.</p>



<p>Terkait alur pelayanannya, sambungnya, pelayanan rawat jalan eksekutif harus memiliki alur pelayanan tersendiri dan tidak boleh mengganggu pelayanan rawat jalan regular dan bersifat one stop service. Mulai dari pendaftaran, pemeriksaan medik, pelayanan penunjang medik dan pelayanan lainnya dalam satu zona area pelayanan.</p>



<p>&#8220;Sebenarnya, saat diusulkan pada beberapa tahun lalu, itu sudah dibuatkan gedung yang rencananya akan digunakan untuk layanan rawat jalan eksekutif. Namun seiring berjalannya waktu, gedung tersebut justru digunakan untuk laboratorium yang ada disebelah timur Dinas Kesehatan,&#8221; paparnya.</p>



<p>Demi mewujudkan adanya layanan ini di Kabupaten Trenggalek, Komisi IV meminta supaya gedung yang pernah digunakan untuk rawat inap paviliun, agar segera direnovasi dan digunakan untuk rawat jalan eksekutif. &#8220;Karena gedung yang dahulu untuk rawat inap paviliun sudah tidak digunakan, maka kita minta agar tempat itu direnovasi. Dan nanti bisa dimanfaatkan untuk rawat jalan eksekutif,&#8221; terang Sukarudin. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">183031</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hutang BPJS Kesehatan Ke RSUD Trenggalek Capai Rp 6 Miliar</title>
		<link>https://memontum.com/hutang-bpjs-kesehatan-ke-rsud-trenggalek-capai-rp-6-miliar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Sep 2020 11:17:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BPJS Hutang]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD Trenggalek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=123300</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Pencairan tagihan tak kunjung dibayarkan ke pihak RSUD dr Soedomo Trenggalek, hutang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menumpuk hingga Rp 6 miliar. Meski pihak RSUD berulang kali mengajukan penagihan, namun proses pencairan tagihan belum juga dilakukan. Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Direktur RSUD dr Soedomo Kabupaten Trenggalek, dr Sunarto mengungkapkan, jumlah tersebut tercatat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Pencairan tagihan tak kunjung dibayarkan ke pihak RSUD dr Soedomo Trenggalek, hutang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menumpuk hingga Rp 6 miliar. Meski pihak RSUD berulang kali mengajukan penagihan, namun proses pencairan tagihan belum juga dilakukan.</p>
<p>Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Direktur RSUD dr Soedomo Kabupaten Trenggalek, dr Sunarto mengungkapkan, jumlah tersebut tercatat dari 2 tunggakan.</p>
<p>&#8220;Total nilai itu terdiri dari 2, yakni pelayanan rutin BPJS senilai Rp 4 miliar dan pelayanan penanganan Covid-19 senilai Rp 2 miliar. Meski begitu kami juga mengklaim jika saat ini casflow RSUD masih cukup baik, sehingga tidak menjadi kendala dalam pelaksanaan,&#8221; ucap dr Sunarto, Jum&#8217;at (04/09/2020) sore.</p>
<p>Dikatakan dr Narto sapaan akrabnya, pihak RSUD telah mengajukan klaim pada Maret dan April 2020 namun masih mengambang. Artinya sudah di verifikasi namun belum cair. Sedangkan untuk bulan Mei dan Juni sudah diajukan namun belum diverifikasi.</p>
<p>&#8220;Jadi setiap bulan kita tetap mengajukan, namun ada dua bulan yang sudah terverifikasi namun belum cair dan dua bulan belum diverifikasi,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa pihak RSUD telah mengambil langkah sebagai solusi dengan tetap menyampaikan ke Kementerian Kesehatan dalam kegiatan seminar online (Webinar).</p>
<p>&#8220;Untuk menanggulangi hal itu, efektivitas dan efisien anggaran terus dilakukan oleh RSUD. Selain itu casflow atau laporan keuangan yang berisi tentang informasi penerimaan dan pengeluaran anggaran RSUD hingga sekarang masih cukup baik, artinya belum sampai ke arah langkah berhutang ke bank,&#8221; kata dr Narto.</p>
<p>Bahkan, lanjut Direktur RSUD plat merah ini, kejadian seperti ini bukan hanya di Trenggalek bahkan juga terjadi di beberapa daerah lain.</p>
<p>&#8220;Ini yang menjadi beban RSUD, karena ada hutang menumpuk disitu sedangkan hutang satunya belum dibayar dan ada lagi hutang lainnya,&#8221; pungkasnya.<strong> (mil/syn)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">123300</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pasien Demam Berdarah Membludak, RSUD Trenggalek Siapkan Bed Tambahan</title>
		<link>https://memontum.com/pasien-demam-berdarah-membludak-rsud-trenggalek-siapkan-bed-tambahan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Feb 2020 12:56:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Demam Berdarah]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD Trenggalek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/106273-pasien-demam-berdarah-membludak-rsud-trenggalek-siapkan-bed-tambahan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Musim penghujan yang terjadi di Kota Keripik Tempe mulai berdampak pada munculnya wabah Demam Berdarah (DB). Bahkan, tak sedikit masyarakat yang terserang demam berdarah hingga harus menjalani perawatan di RSUD dr Soedomo Trenggalek. Berdasarkan pantauan di lokasi, banyaknya pasien rawat inap akibat terjangkit wabah demam berdarah membuat ruangan yang ada di rumah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Musim penghujan yang terjadi di Kota Keripik Tempe mulai berdampak pada munculnya wabah Demam Berdarah (DB). Bahkan, tak sedikit masyarakat yang terserang demam berdarah hingga harus menjalani perawatan di RSUD dr Soedomo Trenggalek.</p>
<p>Berdasarkan pantauan di lokasi, banyaknya pasien rawat inap akibat terjangkit wabah demam berdarah membuat ruangan yang ada di rumah sakit plat merah ini overload.</p>
<p>&#8220;Saking banyaknya pasien yang menjalani perawatan atau dapat dikatakan over load, kita mulai menambah ekstra bad untuk pasien yang menjalani rawat inap,&#8221; ungkap Humas RSUD dr Soedomo Trenggalek, Sudjiono saat dikonfirmasi Kamis (13/02/2020) sore.</p>
<p>Dikatakan Sudjiono, sejak sepekan terakhir RSUD dr Soedomo Trenggalek mulai kedatangan pasien yang masuk ke UGD akibat wabah demam berdarah.</p>
<p>Gejala yang dialami pasien demam berdarah ini antara lain lemas, suhu badan panas, mual, sakit perut dan trombosit menurun.</p>
<p>&#8220;Melihat gejala-gejala ini tentu pihak rumah sakit tidak tinggal diam. Dan memberikan pelayanan serta pengobatan yang dibutuhkan sehingga tidak berdampak pada hal-hal yang tidak diinginkan seperti kematian,&#8221; katanya.</p>
<p>Masih terang Sudjiono, salah satu ruang yang mengalami over load yakni ruang Dahlia atau ruang anak. Dimana pasien demam berdarah didominasi oleh anak-anak. Meski demikian, pihak RSUD sudah melakukan penambahan jumlah tempat tidur di ruangan tersebut, mengingat jumlah pasien melebihi jumlah bad yang tersedia.</p>
<p>Untuk kapasitas di ruang anak, dibagi menjadi 2 yakni kelas 1 dan kelas 2.</p>
<p>&#8220;Untuk kelas 1 terdapat 6 ruangan, sedangkan kelas 2 ada 16 ruangan. Dan sejauh ini, pihak RSUD sudah melakukan penambahan jumlah tempat tidur sebanyak 6 bad,&#8221; pungkas Sudjiono.</p>
<p>Hingga berita ini diturunkan, tercatat ada 54 pasien demam berdarah yang menjalani rawat inap di RSUD Trenggalek. Jika benar, tahun 2020 merupakan tahun dimana siklus 5 tahunan wabah demam berdarah terjadi. Puncaknya akan terjadi pada bulan Maret &#8211; April mendatang. <strong>(mil/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">106273</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
