<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>RSUD &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/rsud/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 27 Jul 2023 11:10:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>RSUD &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Buka Stand di Bulaga, RSUD Jombang Berikan Pelayanan Bu Melisa Menari</title>
		<link>https://memontum.com/buka-stand-di-bulaga-rsud-jombang-berikan-pelayanan-bu-melisa-menari</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Jul 2023 10:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[berikan]]></category>
		<category><![CDATA[buka]]></category>
		<category><![CDATA[Bulaga]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[kabar]]></category>
		<category><![CDATA[melisa]]></category>
		<category><![CDATA[menari]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD]]></category>
		<category><![CDATA[stand]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194384</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang membuka stand pelayanan dalam kegiatan Bupati dan Wakil Bupati Melayani Warga (Bulaga) yang diselenggarakan di Lapangan Jogoroto, Kabupaten Jombang, Kamis (27/07/2023) tadi. Wakil Direktur Umum RSUD Jombang, Mulya, menjelaskan bahwa RSUD Jombang pada event Bulaga di Lapangan Jogoroto membuka pelayanan bernama Bu Melisa Menari (Ibu Hamil [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Jombang</strong> &#8211; Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang membuka stand pelayanan dalam kegiatan Bupati dan Wakil Bupati Melayani Warga (Bulaga) yang diselenggarakan di Lapangan Jogoroto, Kabupaten Jombang, Kamis (27/07/2023) tadi.</p>



<p>Wakil Direktur Umum RSUD Jombang, Mulya, menjelaskan bahwa RSUD Jombang pada event Bulaga di Lapangan Jogoroto membuka pelayanan bernama Bu Melisa Menari (Ibu Hamil Menua Tanpa Nyeri) dengan dua layanan pokok. Yaitu, pelayanan terkait ibu hamil serta pelayanan rehabilitasi medic terkait dengan nyeri dan sebagainya</p>



<p>&#8220;Pelayanan ibu hamil RSUD Jombang menyediakan fasilitas Dokter Spesialis Kandungan. Sedangkan pelayanan rehabilitasi medic, ditujukan bagi warga yang mengalami nyeri agar bisa konsultasi dan sekaligus melakukan tahap perawatan serta tindakan di stand RSUD Jombang,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Tujuan dibukanya stand RSUD Jombang, ujarnya, adalah untuk mendekatkan pelayanan pada masyarakat. Menginformasikan kepada masyarakat, bahwa di RSUD Jombang juga ada stroke center, kardiovaskuler atau penyakit jantung, uronefro terkait kelainan di perkemihan serta trauma center, karena kasus kecelakaan di Kabupaten Jombang cukup tinggi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Disamping adanya Program Bu Melisa Menari, RSUD Jombang juga ingin memperkenalkan kepada masyarakat bahwa pelayanan di RSUD Jombang cukup lengkap dengan fasilitas standart yang memadai. Sehingga, pasien tidak perlu jauh-jauh berobat ke Surabaya, sudah cukup dilakukan penanganan di Kabupaten Jombang,&#8221; tambahnya.</p>



<p>RSUD Jombang berharap, dengan adanya layanan di Bulaga, masyarakat bisa tahu bahwa banyak pelayanan yang dimiliki oleh RSUD Jombang dan dapat memanfaatkannya. Baik ketika ada event seperti saat ini, maupun ketika berada di RSUD Jombang.</p>



<p>Selain itu, RSUD Jombang juga ingin melakukan percepatan dan mempermudah pelayanan, dengan melakukan pendaftaran secara online. Selain itu, juga merintis digitalisasi bagi semua pelayanan rawat jalan di RSUD Jombang.</p>



<p>&#8220;Semua pelayanan sedang kita rintis, supaya bisa mengikuti perkembangan jaman. Sehingga, masyarakat bisa dengan mudah mengakses. Terutama di dalam meningkatkan pelayanan kami tidak anti saran dan kritik. Bila ada saran dan kritik yang membangun sebagai masukan kepada RSUD Jombang, kami siap menerima. Karena itu sebagai bentuk kebutuhan serta keinginan masyarakat, sehingga kami bisa menyesuaikan pelayanan,&#8221; tambahnya. <strong>(azl/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194384</post-id>	</item>
		<item>
		<title>RSUD Abdoer Rahem Situbondo Buka Layanan Terapi Oksigen Hiperbarik</title>
		<link>https://memontum.com/rsud-abdoer-rahem-situbondo-buka-layanan-terapi-oksigen-hiperbarik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Jun 2023 12:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[abdoer]]></category>
		<category><![CDATA[buka]]></category>
		<category><![CDATA[hiperbarik]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[layanan]]></category>
		<category><![CDATA[oksigen]]></category>
		<category><![CDATA[rahem]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[terapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191913</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; RSUD Abdoer Rahem akan menjadi satu-satunya Rumah Sakit (RS) milik Pemkab Situbondo, yang akan membuka layanan terapi oksigen hiperbarik (hyperbaric chamber). Terapi ini, nantinya tidak hanya diperuntukkan bagi penderita penyakit tertentu. Melainkan, juga bisa digunakan untuk orang sehat. Direktur RSUD Abdoer Rahem Situbondo, Hj Roekmy Prabarini, mengatakan bahwa terapi yang akan digunakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; RSUD Abdoer Rahem akan menjadi satu-satunya Rumah Sakit (RS) milik Pemkab Situbondo, yang akan membuka layanan terapi oksigen hiperbarik (hyperbaric chamber). Terapi ini, nantinya tidak hanya diperuntukkan bagi penderita penyakit tertentu. Melainkan, juga bisa digunakan untuk orang sehat.</p>



<p>Direktur RSUD Abdoer Rahem Situbondo, Hj Roekmy Prabarini, mengatakan bahwa terapi yang akan digunakan ini sangat cocok untuk geografis Kabupaten Situbondo. Di mana, Situbondo memiliki garis pantai sepanjang 150 kilometer, dengan keindahan laut yang setiap saat akan menjadi jujugan wisatawan bawah laut. Terlebih, banyak masyarakat Situbondo yang juga mencari nafkah sebagai penyelam.</p>



<p>&#8220;Terapi ini pertama kali digunakan oleh Angkatan Laut. Tentara yang sudah menyelam dengan kedalaman lebih 10 meter, biasanya akan memakai terapi ini. Oleh karena itu, terapi oksigen hiperbarik ini sangat cocok untuk pasien dekompresi. Jadi, jika setelah menyelam mengalami dekompresi, maka bisa ikut terapi ini,” kata Direktur RSUD, kepada Memontum.com, Senin (26/06/2023) tadi.</p>



<p>Roekmy menerangkan, manfaat terapi ini salah satunya adalah meningkatkan kebugaran dan vitalitas. Oksigen yang dihirup dalam terapi, ini akan membantu metabolisme tubuh.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Sehingga, nantinya dapat meningkatkan kebugaran dan vitalitas. Terapi ini juga bisa dilakukan para perempuan, untuk bisa mempercantik kulit karena bersifat seperti anti penuaan,&#8221; terangnya.</p>



<p>Terapi oksigen hiperbarik ini, imbuhnya, merupakan terapi pengobatan dengan menggunakan oksigen murni di dalam ruangan bertekanan tinggi. Terapi ini, hanya menggunakan oksigen murni atau tanpa menggunakan obat-obatan.</p>



<p>“Layanan terapi hiperbarik ini menggunakan oksigen 100 persen. Sedangkan kalau kita menghirup udara di luar, itu hanya sekitar 28 hingga 30 persen oksigen,&#8221; paparnya.</p>



<p>Direktur RSUD Abdoer Rahem juga menambahkan, selain pasien dekompresi, pasien kencing manis, vertigo, stroke, pasien pos luka bakar juga bisa mengikuti terapi ini. Terapi ini sangat efektif untuk mempercepat pemulihan pasien tersebut dengan bantuan oksigen.</p>



<p>&#8220;Dalam tiga bulan ke depan, insya allah sudah bisa dilaunching,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Terkait dengan biaya terapi, dr Roekmy mengatakan bahwa untuk biayanya masih terjangkau. Meskipun, layanan hiperbarik belum menerima pasien yang menggunakan BPJS. <strong>(her/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191913</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pembangunan Gedung RSUD Tunggu Finishing, Pansus IV DPRD Trenggalek Tak Lanjutkan Raperda Tahun Jamak</title>
		<link>https://memontum.com/pembangunan-gedung-rsud-tunggu-finishing-pansus-iv-dprd-trenggalek-tak-lanjutkan-raperda-tahun-jamak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Mar 2022 09:05:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Pansus IV DPRD Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Raperda]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=166401</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Panitia Khusus (Pansus) IV DPRD Trenggalek tegaskan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tahun jamak, tidak akan dilanjutkan. Meskipun, proses pembangunan dua gedung baru di RSUD dr Soedomo, hanya menunggu finishing. Hal itu, disampaikan dalam rapat kerja (Raker) yang digelar secara tertutup di ruang Fraksi PKB di Kantor DPRD Trenggalek. &#8220;Mengenai payung hukum [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Panitia Khusus (Pansus) IV DPRD Trenggalek tegaskan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tahun jamak, tidak akan dilanjutkan. Meskipun, proses pembangunan dua gedung baru di RSUD dr Soedomo, hanya menunggu finishing.</p>



<p>Hal itu, disampaikan dalam rapat kerja (Raker) yang digelar secara tertutup di ruang Fraksi PKB di Kantor DPRD Trenggalek. &#8220;Mengenai payung hukum pembangunan gedung RSUD dr Soedomo, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat justru mengikuti keputusan kita (Pansus IV, red),&#8221; ungkap Ketua Pansus IV DPRD Trenggalek, Sukarudin, Sabtu (26/03/2022) siang.</p>



<p>Dalam prosesnya, saat melakukan rapat perdana yang membahas terkait Raperda percepatan bangunan tahun jamak beberapa waktu yang lalu, antara Pansus IV, Dinas PUPR dan Bakeuda Trenggalek, pembangunan RSUD sudah berjalan. Meski saat itu, Pansus IV DPRD Trenggalek sempat mempertanyakan dasar hukum pembangunan RSUD ke Dinas PUPR.</p>



<p>&#8220;Saya tanya ke dinas PUPR tentang dasar melaksanakan pembangunan RSUD, itu apa jawabnya, yakni sudah ada dasarnya,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-dan-dprd-kota-malang-jemput-dukungan-pusat-untuk-penanganan-pasar-besar">Pemkot dan DPRD Kota Malang Jemput Dukungan Pusat untuk Penanganan Pasar Besar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-pastikan-pembangunan-kkdmp-berjalan-tertib-dan-memiliki-kepastian-hukum">Bupati Lumajang Pastikan Pembangunan KKDMP Berjalan Tertib dan Memiliki Kepastian Hukum</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-masalah-incenerator-waste-to-energy-bupati-malang-audensi-bersama-rektor-universitas-brawijaya">Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/peringatan-nuzulul-quran-sekda-kabupaten-malang-ingatkan-pentingnya-pembangunan-spiritual-masyarakat">Peringatan Nuzulul Quran, Sekda Kabupaten Malang Ingatkan Pentingnya Pembangunan Spiritual Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/masuki-pertengahan-ramadan-kiriman-uang-pmi-via-kantor-pos-malang-turun-rp-18-miliar">Masuki Pertengahan Ramadan, Kiriman Uang PMI via Kantor Pos Malang Turun Rp 1,8 Miliar</a></li>
</ul>


<p>Sukarudin menyebutkan, landasan pertama pembangunan gedung itu berdasarkan ketentuan pasal 92 ayat (4) peraturan pemerintah 12/2019 tentang pengelolaan keuangan daerah. Di situ disebutkan, bahwa persetujuan bersama antara bupati dan DPRD ditandatangani bersamaan dengan penandatanganan kebijakan umum anggaran dan plafon prioritas anggaran sementara (KUA PPAS).</p>



<p>&#8220;Disampaikan Dinas PUPR, sudah ada persetujuan antara bupati dengan pimpinan DPRD serta alasan lain. Sehingga, saat itu juga Pansus menyusun laporan pada pimpinan untuk pembahasan Ranperda tersebut tidak mungkin kita selesaikan karena sudah ada dasar untuk menyelesaikan pembangunan RSUD,&#8221; jelas Sukarudin.</p>



<p>Di sisi lain, dirinya menepis ketika ada pihak lain yang menilai DPRD seakan akan menjatuhkan kegiatan tersebut. Karena, ketika pelaksanaan pembangunan sudah dimulai, namun Perdanya baru mulai dibuat.</p>



<p>&#8220;Sekarang posisinya Pansus sudah membuat laporan kepada pimpinan DPRD. Yang mana, isi laporan tentang Ranperda percepatan pembangunan RSUD dikembalikan pada eksekutif. Karena, ada beberapa alasan yang pertama PUPR sudah ada dasar melaksanakan pembangunan RSUD. Yang kedua, dari hasil rapat dengan Bapemperda, PUPR menyampaikan bahwa apa yang menjadi keinginan pansus waktu rapat pertama, PUPR menanggapi apa yang menjadi keinginan pansus waktu rapat pertama PUPR menanggapi sependapat,&#8221; terangnya.</p>



<p>Sehingga, lanjut Sukarudin, pada saat evaluasi pembahasan Propemperda 2022 tidak dimasukkan, akan tetapi karena Pansus belum mendapatkan tanggapan dari Pimpinan DPRD, maka saat pembahasan propemperda masih dimasukkan dalam pembahasan tersebut. &#8220;Pada prinsipnya, Ranperda yang dimaksud tidak mungkin kita selesaikan. Jadi, kita kembalikan pada eksekutif,&#8221; kata Sukarudin.</p>



<p>Terkait surat balasan itu, Politisi PKB ini menyebut jika sudah disinggung saat Rapat Pimpinan (Rapim). Dan saat mempertanyakan surat yang masuk ke pimpinan, prinsipnya tidak ada masalah jika Raperda ini dikembalikan ke eksekutif.</p>



<p>&#8220;Saya kira waktu itu, ketika kita tanya dasar hukumnya ke dinas PUPR sudah ada. Artinya, PUPR mempunyai dasar yang kuat ya sudah. Berarti, kalau sampai dikemudian hari ada hal yang di luar dugaan, ya tentu itu tanggung jawab mereka,&#8221; paparnya.</p>



<p>Perlu diketahui, meski pembahasannya tidak dilanjutkan, Raperda Tahun Jamak, masih masuk pada Propemperda 2022. Ini terjadi, karena saat penetapan Propemperda, surat laporan Pansus IV belum mendapat jawaban dari Ketua DPRD Trenggalek. Sehingga, surat balasan itu baru keluar, ketika Propemperda tahun 2022 ditetapkan. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">166401</post-id>	</item>
		<item>
		<title>RSUD Kota Malang Warning, Obesitas Tingkatkan Degeneratif seperti Penyakit Jantung, Diabetes dan Hipertensi</title>
		<link>https://memontum.com/rsud-kota-malang-warning-obesitas-tingkatkan-degeneratif-seperti-penyakit-jantung-diabetes-dan-hipertensi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Nov 2019 09:26:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Degeneratif]]></category>
		<category><![CDATA[Diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[hipertensi]]></category>
		<category><![CDATA[jantung]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Obesitas]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[seperti]]></category>
		<category><![CDATA[tingkatkan]]></category>
		<category><![CDATA[warning]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/99538-rsud-kota-malang-warning-obesitas-tingkatkan-degeneratif-seperti-penyakit-jantung-diabetes-dan-hipertensi</guid>

					<description><![CDATA[Memontum.Kota Malang &#8211; Obesitas merupakan sebuah kondisi ketika Indeks Masa Tubuh (IMT) seseorang berada pada angka 25 atau ke atas. Gejala utama adalah lemak tubuh yang berlebihan, yang meningkatkan risiko timbulnya masalah kesehatan yang serius. Obesitas sering kali terjadi karena kalori yang masuk lebih banyak daripada yang dibakar melalui olahraga dan kegiatan normal sehari-hari. Kepala [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum.Kota Malang</strong> &#8211; Obesitas merupakan sebuah kondisi ketika Indeks Masa Tubuh (IMT) seseorang berada pada angka 25 atau ke atas. Gejala utama adalah lemak tubuh yang berlebihan, yang meningkatkan risiko timbulnya masalah kesehatan yang serius. Obesitas sering kali terjadi karena kalori yang masuk lebih banyak daripada yang dibakar melalui olahraga dan kegiatan normal sehari-hari.</p>
<p>Kepala RSUD Kota Malang, dr Umar Usman melalui ahli gizi RSUD Kota Malang, Eni Fitrianti Wijasari S Gz, saat ini obesitas terjadi di semua kalangan. Menurutnya, hal itu berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya, dimana obesitas dialami orang yang berusia di atas 50 tahun.</p>
<p>&#8220;Terutama laki-laki. Kalau jaman dulu, orang yang usianya 50 tahun ke atas kebanyakan obesitas. Tapi kalau sekarang, obesitas terjadi di semua kalangan. Mulai dari bayi, balita pun juga ada, anak-anak, dewasa, remaja hingga lansia.</p>
<p>Lebih lanjut ia menjelaskan, obesitas disebabkan oleh beberapa faktor. Yakni faktor keturunan, pola makan, kurang akitifitas, kondisi kehamilan, bertambahnya usia, dan konsumsi obat.</p>
<p>&#8220;Jika faktor keturunan, misalnya orang tua baik ayahnya dan ibunya obesitas, sang anak bisa saja obesitas. Namun prosentasenya kecil, paling hanya sekitar 20 persen,&#8221; ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya.</p>
<p>Sedangkan obesitas yang dikarenakan pola makan, biasanya orang yang obesitas tersebut memiliki waktu pola makan yang tidak teratur.</p>
<p>&#8220;Biasanya orang tersebut, makannya satu kali sehari dengan porsi yang banyak dalam sekali makan. Atau juga sudah makan tiga kali sehari, namun waktu makannya yang kurang pas, itu juga bisa jadi obesitas. Itu pengaruhnya pada organ tubuh yang mulai mencerna makanan pada jam-jam tertentu,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Selain itu asupan gizi yang terkandung dalam makanan yang dimakan juga dapat berpengaruh dalam timbulnya obesitas pada seseorang. Artinya, zat gizi pada makanan yang masuk ke dalam tubuh juga harus berimbang antara karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan sebagainya.</p>
<p>&#8220;Kalau pesan gizi seimbang, memang anjurannya mengkonsumsi beraneka ragam makanan. Tetapi kalau makanan yang kita makan ini tidak sesuai, itu juga bisa jadi penyebab. Misalnya terlalu banyak karbohidrat ataupun beberapa zat gizi lainnya,&#8221; tukas dia.</p>
<p>Hal itu lah yang menurutnya saat ini banyak menyebabkan remaja atau anak-anak banyak mengalami obesitas. Pasalnya, saat ini banyak ditemui remaja maupun anak-anak yang lebih memilih makan makanan junkfood daripada makanan dengan asupan gizi yang berimbang.</p>
<p>&#8220;Contohnya anak-anak kalau ditawari nasi pecel sama junkfood, pasti lebih memilih junkfood. Padahal walaupun nasi pecel, asupan gizinya lebih lengkap. Ada sayur, nasi, dan lauknya. Itu sekarang yang sering dijumpai. Disitulah orang tua juga berperan dalam memberi asupan gizi berimbang pada anak. Contohnya mengenalkan makan sayur,&#8221; terangnya.</p>
<p>Sedangkan untuk lansia, obesitas terjadi karena memang organ sudah tidak bisa bekerja dengan maksimal. Hal itu menyebabkan zat gizi yang masuk ke dalam tubuh tidak bisa terserap dengan maksimal.</p>
<p>Untuk itu, dalam mencegah terjadinya obesitas dalam tubuh, ia menyebut cara yang paling mudah yaitu menambah aktifitas. Atau menurutnya, bisa disiasati dengan tidak menggunakan fasilitas pendukung dalam melakukan aktifitas.</p>
<p>&#8220;Contohnya saat bepergian dengan jarak yang tidak terlalu jauh, kita bisa berjalan kaki. Atau misalnya saat beraktifitas dalam gedung yang berlantai lebih dari satu, kita bisa menggunakan tangga untuk pindah lantai, daripada menggunakan lift, itu yang paling mudah, yaitu dengan menambah aktifitas yang mengeluarkan energi, yaitu dengan berjalan misalnya,&#8221; jelas dia.</p>
<p>Menurutnya, dewasa ini obesitas telah menjadi sebuah kasus yang juga harus mendapat perhatian. Pasalnya saat ini obesitas bisa terjadi pada semua kalangan. Hal itu sangat berbahaya jika terjadi pada seorang bayi ataupun anak-anak. Karena menurutnya, jika tidak ditangani, hal tersebut bisa mengganggu kinerja organ dalam tubuh.</p>
<p>&#8220;Obesitas ini akibatnya pada meningkatnya penyakit degeneratif seperti jantung, diabetes dan hipertensi. Karena obesitas itu kadar gula, kolesterol atau lemak nya pasti tinggi,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Untuk itu, ia menyarankan, bagi seseorang yang ingin mengetahui apakah obesitas atau tidak, agar mau mengkonsultasikan hal tersebut pada seorang ahli gizi di sebuah rumah sakit, atau pun klinik.</p>
<p>&#8220;Kalau bisa harus konsultasi, meskipun ada rumusnya, tapi kondisi setiap orang beda-beda. Dan kebutuhan gizinya pun juga berbeda setiap orangnya,&#8221; pungkasnya. <strong>(iki/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">99538</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
