<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>rubuha &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/rubuha/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 30 Apr 2025 12:34:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>rubuha &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kendalikan Populasi Tikus secara Alami, Pemkab Lumajang Bakal Perbanyak Rubuha</title>
		<link>https://memontum.com/kendalikan-populasi-tikus-secara-alami-pemkab-lumajang-bakal-perbanyak-rubuha</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Apr 2025 07:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[alami]]></category>
		<category><![CDATA[kendalikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[perbanyak]]></category>
		<category><![CDATA[populasi]]></category>
		<category><![CDATA[rubuha]]></category>
		<category><![CDATA[secara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221592</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Kabupaten Lumajang telah berhasil membangun sebanyak sekitar 268 rumah burung hantu (Rubuha) dan akan terus bertambah. Pembangunan Rubuha ini, sebagai upaya efektif dalam mengatasi hama tikus yang sering merusak tanaman pertanian. Langkah ini, tidak hanya bertujuan untuk mengendalikan populasi tikus secara alami, tetapi juga diharapkan dapat meningkatkan hasil pertanian dan mendukung program [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Kabupaten Lumajang telah berhasil membangun sebanyak sekitar 268 rumah burung hantu (Rubuha) dan akan terus bertambah. Pembangunan Rubuha ini, sebagai upaya efektif dalam mengatasi hama tikus yang sering merusak tanaman pertanian.</p>



<p>Langkah ini, tidak hanya bertujuan untuk mengendalikan populasi tikus secara alami, tetapi juga diharapkan dapat meningkatkan hasil pertanian dan mendukung program swasembada pangan di daerah tersebut. Keterangan ini, disampaikan Bupati Lumajang, Indah Amperawati, saat beraudiensi dengan Sekretaris Jenderal DPP Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), Muhammad Mujiburrahman, di Ruang Mahameru Kantor Bupati Lumajang, Rabu (30/04/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dalam pertemuan tersebut, Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, menyampaikan bahwa penggunaan burung hantu sebagai predator alami tikus terbukti efektif mengurangi kerugian yang dialami petani akibat serangan hama tersebut. Karenanya, ke depan pemerintah daerah berencana untuk menambah jumlah Rubuha dengan menggandeng perusahaan kayu di Lumajang melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).</p>



<p>Perusahaan-perusahaan tersebut, tambahnya, akan menyuplai bahan kayu untuk pembuatan Rubuha, yang akan melibatkan petani setempat dalam proses pembuatannya. Langkah ini, diharapkan dapat memberikan manfaat ganda, yakni mengatasi masalah hama tikus serta memberdayakan petani lokal.</p>



<p>Dengan upaya ini, paparnya, diharapkan hasil pertanian di Lumajang akan semakin optimal. Termasuk, mampu membantu meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendukung ketahanan pangan nasional melalui penerapan metode ramah lingkungan dan berkelanjutan. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221592</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lawan Serangan Hama Tikus, Pemkab Lumajang Kembali Lakukan Pengendalian OPT dengan Rubuha</title>
		<link>https://memontum.com/lawan-serangan-hama-tikus-pemkab-lumajang-kembali-lakukan-pengendalian-opt-dengan-rubuha</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Aug 2024 06:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[kembali]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[pengendalian]]></category>
		<category><![CDATA[rubuha]]></category>
		<category><![CDATA[serangan]]></category>
		<category><![CDATA[tikus,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=212747</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang kembali melakukan gerakan massal pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) tikus. Koordinator Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kabupaten Lumajang, Matkasan, mengatakan bahwa selama Agustus 2024, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lumajang melaksanakan gerakan massal pengendalian OPT di 15 kecamatan yang terkena dampak serangan tikus. Gerakan massal yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang kembali melakukan gerakan massal pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) tikus.</p>



<p>Koordinator Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kabupaten Lumajang, Matkasan, mengatakan bahwa selama Agustus 2024, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lumajang melaksanakan gerakan massal pengendalian OPT di 15 kecamatan yang terkena dampak serangan tikus. Gerakan massal yang dilakukan itu, berupa pemasangan Ramah Burung Hantu (Rubuha), gerakan pengumpanan dan pengemposan asap beracun.</p>



<p>&#8220;Mulai tanggal 8 Agustus ini sampai tanggal 30 Agustus nanti, ada sekitar 15 titik kelompok tani akan dilakukan gerakan massal pengendalian OPT Tikus,&#8221; ujarnya, Kamis (08/08/2024) tadi.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa serangan tikus dapat menyebabkan kegagalan panen kalau tidak diantisipasi. Oleh karena itu, perlu gerakan bersama baik oleh pemerintah, POPT, stakeholder dan petani untuk mewaspadai kemunculan tikus dan kompak melakukan segala upaya pengendalian tanpa henti.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Tikus bisa terkendali kalau pola tanam serempak, sanitasi lingkungan baik dan pemanfaatan musuh alami predator rumah burung hantu serta ketika ada serangan kita spot stop, dengan gerakan pengendalian berupa krobyokan atau pakai pengemposan asap beracun,&#8221; jelas Matkasan.</p>



<p>Serangan hama tikus sebagaimana dijelaskan Matkasan, disebabkan oleh beberapa hal seperti pola tanam tidak serentak, sanitasi lingkungan mendukung perkembangan OPT Tikus. &#8220;Biasanya karena pematang kotor, banyak tanaman rumput gajah dan topografi bebatuan,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Dirinya juga menjelaskan, bahwa salah satu upaya yang efektif adalah pemanfaatan predator alami tikus yakni burung hantu dalam mengendalikan tikus secara ramah lingkungan. Burung hantu sendiri mampu membunuh hingga 10 ekor tikus dalam semalam. Karena burung hantu tidak dapat membuat sarang sendiri, maka perlu disiapkan Rubuha sebagai tempat singgah maupun berkembang biak.</p>



<p>&#8220;Salah satu yang efektif adalah memanfaatkan predator alami, yakni Burung Hantu. Tetapi, karena burung ini tidak bisa membuat sarangnya sendiri makanya ada gerakan pemasangan rumah burung hantu. Pemanfaatan burung hantu bisa saya katakan efektif, karena mereka aktif malam hari dan satu ekor Burung Hantu mampu makan 1 hingga 3 ekor tikus, yang dibawa pulang atau dibunuh bisa 5 hingga 10 ekor tikus,&#8221; jelasnya. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">212747</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Amankan Produksi Pertanian dari Tikus, Pemkab Lumajang Galakkan Pemasangan Rubuha</title>
		<link>https://memontum.com/amankan-produksi-pertanian-dari-tikus-pemkab-lumajang-galakkan-pemasangan-rubuha</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Jul 2024 04:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[amankan]]></category>
		<category><![CDATA[galakkan]]></category>
		<category><![CDATA[pemasangan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[produksi]]></category>
		<category><![CDATA[rubuha]]></category>
		<category><![CDATA[tikus,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=212269</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Pemerintah Kabupaten Lumajang, menggalakkan pemasangan Rumah Burung Hantu (Rubuha) sebagai upaya mengamankan produksi pertanian dari ancaman hama tikus. Hal ini, didasari karena adanya perkembangan populasi hama tikus di lahan pertanian yang ada di beberapa daerah di wilayah Kabupaten Lumajang. Pj Bupati Lumajang, Indah Wahyuni, mengatakan bahwa mulai Januari 2024, total lahan pertanian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Lumajang, menggalakkan pemasangan Rumah Burung Hantu (Rubuha) sebagai upaya mengamankan produksi pertanian dari ancaman hama tikus. Hal ini, didasari karena adanya perkembangan populasi hama tikus di lahan pertanian yang ada di beberapa daerah di wilayah Kabupaten Lumajang.</p>



<p>Pj Bupati Lumajang, Indah Wahyuni, mengatakan bahwa mulai Januari 2024, total lahan pertanian yang mendapat serangan hama tikus tercatat 50,4 hektare (ha). Dengan rincian, tanaman padi 45,95 ha dan tanaman jagung 4,95 ha.</p>



<p>&#8220;Serangan paling parah ada di empat desa. Yaitu Desa Jarit, Kloposawit, Bades dan Desa Jatigono,&#8221; kata Pj Bupati Yuyun-sapaan Pj Bupati Lumajang, dalam rangkaian Gerakan Massal Pengendalian Hama Tikus dan Pemasangan Rubuha, di Desa Yosowilangun Lor, Jumat (26/07/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya berharap, pengendalian hama tikus ini dapat dilakukan secara serentak antar kelompok tani desa dan kecamatan untuk mencegah turunnya produksi pertanian. &#8220;Lumajang merupakan daerah sentra pertanian. Kalau seandainya ini tidak segara diberantas, ya pasti akan mempengaruhi ketahanan pangan yang ada di Lumajang. Kalau Lumajang kecukupan terkait ketahanan pangannya berkurang, maka pasti daerah sekitar juga ikut terdampak,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Selain itu, Pj Bupati Yuyun juga meminta ada kebijakan dari kepala desa, untuk mengalokasikan anggaran desanya ke penanganan gerakan pengendalian untuk mensuport daerah-daerah endemis tikus di lingkungan desa. &#8220;Monggo Pak Kades, ini digalakkan untuk bisa dilakukan dengan sedikit meluncurkan anggaran desanya,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lumajang, Hairil Diani, melaporkan bahwa di Kabupaten Lumajang tercatat sudah ada 93 Rubuha yang terpasang. &#8220;Kami juga akan mengupayakan penambahan Rubuha. Kami juga mengupayakan agar Rubuha itu bisa ditempati oleh burung hantu,&#8221; jelasnya. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">212269</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
