<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Rumah Sakit Saiful Anwar &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/rumah-sakit-saiful-anwar/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 09 Jan 2018 14:17:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Rumah Sakit Saiful Anwar &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Polemik Transplantasi Ginjal,  3 Hari Lagi Polisi Periksa 2 Dokter RSSA</title>
		<link>https://memontum.com/polemik-transplantasi-ginjal-3-hari-lagi-polisi-periksa-2-dokter-rssa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Jan 2018 14:17:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Polemik]]></category>
		<category><![CDATA[polres malang kota]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Sakit Saiful Anwar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/18600-polemik-transplantasi-ginjal-3-hari-lagi-polisi-periksa-2-dokter-rssa</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8212; Petugas polres Malang Kota masih terus melakukan penyelidikan terkait kasus transplantasi ginjal atas laporan Ita Diana (41) warga Jalan Wukir Gang V RT 03 RW 02 Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, Kota Batu. Bahkan setelah melakukan pemeriksaan terhadap Erwin Susilo (50) warga Jl Kaliurang, Kota Malang, Selasa (2/1/2018) sekitar pukul 10.00, petugas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8212; Petugas polres Malang Kota masih terus melakukan penyelidikan terkait kasus transplantasi ginjal atas laporan Ita Diana (41) warga Jalan Wukir Gang V RT 03 RW 02 Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, Kota Batu. Bahkan setelah melakukan pemeriksaan terhadap Erwin Susilo (50)  warga Jl  Kaliurang, Kota Malang, Selasa (2/1/2018) sekitar pukul 10.00, petugas juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap 2 orang asisten dokter.</p>
<p>Ke 2 asisten dokter tersebut diperiksa karena sebelum kejadian, merekalah yang memperkenalkan Ita kepada 2 tim dokter yakni dr Atma dan dr Rifai. Rencananya pada  Jumat (12/1/2018) pagi, giliran dr Atma dan dr Rifai bakal menjalani pemeriksaan petugas kepolisian.</p>
<p>Kasat Reskrim Polres Malang Kota AKP Ambuka Yuda SH SIK, saat bertemu Memo X pada Selasa (9/1/2018) siang, mengatakan bahwa hingga saat ini pihaknya sudah melakukan pemeriksaan sebanyak 5 orang.</p>
<p>&#8220;Sudah 5 orang yang kami periksa. Yakni Korban, saksi dari korban, Erwin dan 2 asisten dokter. Selanjutnya pada Jumat mendatangnkami akan.memeriksa 2 dokter . Kedua asisten dokter saat kami periksa mengatakan hanya sebatas mengenalkan korban dengan pihak dokter yang sedang cari pendonor ginjal,&#8221; ujar AKP Ambuka.</p>
<p>Seperti yang diberitakan sebelumnya, Ita Diana (41) warga Jl Wukir Gang V RT 03 RW 02 Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, Kota Batu ibarat sudah jatuh ketiban tangga. Sudah rela mendonorkan ginjal karena berharap akan dilunasi oleh pihak penerima ginjal, tapi bukannya dilunasi hutangnya, malah diintimidasi akan dilaporkan ke pihak berwajib.</p>
<p>Kini dia pun wadul ke salah satu tokoh warga Malang. Ita Diana mengkisahkan, ini bermula saat dia kalut dengan beban hutang sebesar Rp 350 juta, karena usahanya yang bangkrut. Sekitar bulan Februari, dia menjenguk temannya yang sakit di Rumah Sakit Saiful Anwar Kota Malang. Saat dirinya tiduran di mushola RSSA, dia berkenalan kepada salah satu staf dokter RSSA. Dia ditawari sebuah solusi transplantasi ginjal.</p>
<p>Kemudian dia diajak oleh staf tersebut berkenalan dengan salah seorang dokter RSSA bernama dr Rifai. Perkenalan dengan dr Rifai ini, awal terjadinya transaksi transplantasi ginjal. Sehingga dia mau mendonorkan dengan imbalan sebesar Rp 350 juta akan dilunasi.</p>
<p>Dalam laporan ini, petugas Polres Malang Kota terus melakukan penyelidikan. Nantinya jika dalam penyelidikan ditemukan tersangkanya maka bisa dikenakan Pasal 36 Tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman penjara selama 6 tahun</p>
<p>Erwin sendiri sudah diperiksa pada Selasa (2/1/2018) dari pukul 10.00 hingga pukul 14.00. Namun saat menjalani pemeriksaan, Erwin mengatakan bahwa pihaknya sama sekali tidak pernah menjanjikan akan membayaruang Rp 350 juta kepada Ita.<strong> (gie/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">18600</post-id>	</item>
		<item>
		<title>17 Kali Transplantasi Ginjal, RSSA Pasti Sesuai Prosedur</title>
		<link>https://memontum.com/17-kali-transplantasi-ginjal-rssa-pasti-sesuai-prosedur</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Jan 2018 14:24:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[ginjal]]></category>
		<category><![CDATA[Polemik]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Sakit Saiful Anwar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/16748-17-kali-transplantasi-ginjal-rssa-pasti-sesuai-prosedur</guid>

					<description><![CDATA[Polemik Transplantasi Ginjal Ita ke Erwin &#160; Memontum Kota Malang &#8212; Rumah sakit Saiful Anwar sudah melakukan transplantasi ginjal yang ke tujuh belas. Transplantasi ginjal adalah persoalan Internasional dan waiting list besar juga dipicu pendonor yang sulit. Dr Atma Gunawan, Sp.pd (kgh), ketua tim transplantasi ginjal rumah sakit Syaiful Anwar Malang menjelaskan dalam pers release, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Polemik Transplantasi Ginjal Ita ke Erwin</strong></h2>
<p>&nbsp;<br />
<strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8212; Rumah sakit Saiful Anwar sudah melakukan transplantasi ginjal yang ke tujuh belas. Transplantasi ginjal adalah persoalan Internasional dan waiting list besar juga dipicu pendonor yang sulit. Dr Atma Gunawan, Sp.pd (kgh), ketua tim transplantasi ginjal rumah sakit Syaiful Anwar Malang menjelaskan dalam pers release, Jumat (22/12/2017) di Aula Majapahit, pihak pertama dan pihak kedua menyetujui peraturan yang dibuat Rumah Sakit Umum dr  Saiful Anwar yang  terkait dengan  trasnplantasi ginjal.</p>
<p>&#8220;Terkait ini kita sudah menjelaskan kepada mereka sebelum ini akan diberikan ,&#8221; ujarnya. Beberapa kesepakatan yang masuk dalam Permenkes berbunyi, pihak pertama tidak akan pernah  menuntut apapun. Baik  secara material maupun immaterial kepada pihak kedua  setelah ada tindakan transplantasi .</p>
<p>Pihak kedua tidak pernah menjanjikan imbalan  apapun baik secara material maupun immaterial kepada pihak pertama diluar ketentuan point nomer tiga. Pihak , Rumah Sakit Umum Saiful Anwar Malang, tidak bertanggung jawab terhadap berbagai kesepakatan antara pihak pertama dan pihak kedua diluar ketentuan point satu sampai dengan point kelima.</p>
<p>&#8220;Jadi legalnya apa yang disepakati kedua belah pihak, menjadi dasar kami. Sesuatu yang diluar itu, kami tidak tahu dan kami  tidak bertanggung jawab. Apa yang terjadi sekarang ini, kami tahu setelah sepuluh bulan terjadi proses transplantasi ginjal ,&#8221; tegasnya .</p>
<p>Atma Juga menyinggung mengenai soal niat baiknya membantu anak Ibu Ita yang tidak bisa masuk sekolah karena kesulitan dalam membayar SPP. Ini melulu soal kemanusiaan, sama sekali tidak ada kaitan dengan transplantasi ginjal.</p>
<p>&#8220;Hanya saya tersentuh saja untuk  membantu. Dan saya ingin bantuan ini, bisa langsung  diterima untuk keperluan sekolah. Maka dibuatkan rekening. Saya hanya bingung saja ketika persoalan privacy harus dipublikasikan. Seakan akan orang berderma harus dipublikasikan dan tidak layak, tidak etis. Apa yang salah dari saya saat ingin berderma ,&#8221; ungkapnya .</p>
<p>Menurutnya , 17 kali melakukan transplantasi ginjal semuanya melalui SOP. Melalui prosedur yang sama, mungkin hanya kebetulan yang ini ada masalah. Banyaknya waiting list transplantasi ginjal lebih disebabkan karena kesulitan dalam mencari pendonor. Karena kasus  ini bukan persoalan RSSA saja, tetapi  persoalan ini adalah masalah global internasional dan nasional.</p>
<p>Waiting list itu, melulu bukan karena persoalan medis dimana imcompatible HLA crosmetching tetapi recipient kesulitan mencari pendonor. Atma, membantah bahwa kasus Erwin mendapatkan skala prioritas. Tetapi prioritas lebih mengedepankan HLA crosmetching, golongan darah cocok dengan Bu Ita. Kecocokan jaringan, maka yang bersangkutan kita pilihkan dengan donor tesebut.</p>
<p>&#8220;Masalah donor adalah yang lazim di dunia. Semua institusi sama. Ketika A dan B bisa, kemungkinan dengan  C hal yang lazim untuk mengembangkan pool donor. Di luar negeri yang tidak cocok bisa ke ke center yang lain,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Sementara itu, Yashiro Ardhana Rahman,kuasa hukum Ibu Ita Diana korban transplantasi ginjal mengaku, setelah melakukan klarifikasi dengan pihak rumah sakit pihaknya masih menunggu  RSSA yang masih melakukan audit di internal mereka. &#8220;Yah semoga ada soslusi yang baik,&#8221; ujarnya. <strong>(met/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">16748</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Korban Transplantasi Ginjal Kantongi Foto saat Pertemuan</title>
		<link>https://memontum.com/korban-transplantasi-ginjal-kantongi-foto-saat-pertemuan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Dec 2017 12:17:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[ginjal]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Sakit Saiful Anwar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/15369-korban-transplantasi-ginjal-kantongi-foto-saat-pertemuan</guid>

					<description><![CDATA[Bukan Jual Beli, Tapi Janji Melunasi Hutang &#160; Memontum Kota Malang &#8212; Korban trasnpalantasi ginjal Ita Diana warga jalan Wukir RT 05 RW 01 Kelurahan Temas , Kecamatan Batu Kota Batu mempunyai bukti pendukung, berupa foto sebelum bertemu salah anggota tim dokter transpalantasi ginjal di salah satu rumah swasta Malang. Ita Diana mengatakan, foto tersebut [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Bukan Jual Beli, Tapi Janji Melunasi Hutang</strong></h2>
<p>&nbsp;<br />
<strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8212; Korban trasnpalantasi ginjal Ita Diana warga jalan Wukir RT 05 RW 01 Kelurahan Temas , Kecamatan Batu Kota Batu mempunyai bukti pendukung, berupa foto sebelum bertemu salah anggota tim dokter transpalantasi ginjal di salah satu rumah swasta Malang.</p>
<p>Ita Diana mengatakan, foto tersebut diabadikan oleh temanya yang diambil sekitar tanggal (1/2/2017) dengan judul 0197 pukul 20.42.04 menggunakan ponselnya  di rumah sakit Persada.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171225-WA0130-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-15371" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171225-WA0130-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171225-WA0130-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171225-WA0130-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171225-WA0130-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Yang ambil foto adalah temenku. Waktu itu dia kebetulan nemeni aku.  Waktu itu mau tanda tangan. Aku bilang ke ibu sebelum  tanda tangan pingin diperjelas di bawah sini saya tidak jual,&#8221;  ujar Ita</p>
<p>(<strong> baca juga :</strong> <a href="https://memontum.com/14689-erwin-penerima-donor-ginjal-ita-enggan-berikan-keterangan" rel="noopener" target="_blank">Erwin, Penerima Donor Ginjal Ita, Enggan Berikan Keterangan</a> )</p>
<p>Dirinya  melakukan semua ini karena menolong bapaknya.  Karena bapak saya terlilit hutang. Ibu bertanya berapa utang ibu dan saya  jawab 350 juta. Saat itu, ibu jawab, dia tidak akan menutup mata. Kalau Erwin dirawat, nanti biar saya dan mamanya Erwin yang menyelesaikannya, ujar Ita menirukannya.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171225-WA0129-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-15370" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171225-WA0129-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171225-WA0129-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171225-WA0129-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171225-WA0129-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Bahkan, saya sempat bercerita hutang hutangnya  di koperasi 100 juta belum bunganya. Ibu malah jawab di koperasi dibayar 100 aja, bunganya gak usah. Malah dia sempat bilang begitu. Dalam hal ini, Ibu Ninik berjanji akan membantu menyelesaikan semua masalah saya, &#8220;kata Nanik</p>
<p>( <strong>baca juga : </strong><a href="https://memontum.com/15093-polda-jatim-dan-polres-malang-kota-mintai-keterangan-ita-diana-di-rumahnya" rel="noopener" target="_blank">Polda Jatim dan Polres Malang Kota Mintai Keterangan Ita Diana di Rumahnya</a> )</p>
<p>&#8220;Intinya di sini, tidak ada jual beli. Saya menolong bapak mendonorkan ginjal saya. Dan bapak menolong saya melunasi semua utang saya. Setelah itu kami baru masuk ruang dr Rifai dan tanda tangan,&#8221; ujarnya. <strong>(met/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">15369</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Polemik Ginjal Pasien RSSA Malang, Dr Rifai Bantah Dia yang Mencari Pendonor</title>
		<link>https://memontum.com/polemik-ginjal-pasien-rssa-malang-dr-rifai-bantah-dia-yang-mencari-pendonor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Dec 2017 12:00:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[ginjal]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Sakit Saiful Anwar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/15363-polemik-ginjal-pasien-rssa-malang-dr-rifai-bantah-dia-yang-mencari-pendonor</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8212; Dr Ahmad Rifa&#8217;ie, Sp (pd) anggota tim transplantasi ginjal Rumah Sakit Saiful Anwar Malang menegaskan jika dia bukan yang mencari pendonor. Namun sebaliknya, transplantasi ginjal yang dialami Ita sebagai pendonor, justru dia sendiri yang aktif. “Bukan pihak kami yang mencari-cari serta menjanjikan uang seperti yang diberitakan media massa,” ujar Ahmad Rifa&#8217;i. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8212; Dr Ahmad Rifa&#8217;ie, Sp (pd) anggota tim transplantasi ginjal Rumah Sakit Saiful Anwar Malang menegaskan jika dia bukan yang mencari pendonor. Namun sebaliknya, transplantasi ginjal yang dialami Ita sebagai pendonor, justru dia sendiri yang aktif.</p>
<p>“Bukan pihak kami yang mencari-cari serta menjanjikan uang seperti yang diberitakan media massa,” ujar Ahmad Rifa&#8217;i. Dia mengatakan, persyaratan menjadi pendonor aktif adalah mendaftar dulu secara administratif ke RSSA.</p>
<p>Dalam kasus Ita, dia datang sendiri sebagai pendonor ginjal. Pihak rumah sakit hanya mencatat nama dan nomer telpon, alamat dan golongan darahnya sesuai dengan SOP nomer satu.</p>
<p>&#8220;Dalam kasus Bu Ita, saya dan dr Atma beserta tim yang lainnya tidak tahu menahu dan tidak mengenal sama sekali kepada beliau,&#8221; ujarnya. Pendaftar ini atau pendonor ini, secara aktif mencari dan mendaftarkan diri ke tempat mereka. Bahkan pernah WA ke dr Atma bersedia menjadi pendonor aktif.</p>
<p>( <strong>baca juga :</strong> <a href="https://memontum.com/14856-polemik-transplantasi-ginjal-warga-batu-rssa-tak-mau-disalahkan" rel="noopener" target="_blank">Polemik Transplantasi Ginjal Warga Batu, RSSA Tak Mau Disalahkan</a> )</p>
<p>Persyaratan komponen kesehatan ada empat tahapan, yaitu pemeriksaan sifatnya general, pemeriksaan serologi, pemeriksaan radiologi anatomi dan pemeriksaan HLA cross matching atau tingkat kecocokan sel. Ini sebagai rekomendasi tingkat kesehatan atau kecocokan transplantasi dilanjutkan apakah tidak. Ini yang memutuskan adalah tim .</p>
<p>Apabila hasil pemeriksaan tidak sesuai, maka dibatalkan.  Standar layak atau tidak adalah keputusan tim transplantasi ginjal Rumah sakit Saiful Anwar.</p>
<p>&#8220;Saya tidak pernah kenal Bu Ita begitupun dengan Atma. Dia daftar neurologi sesuai SOP. Ujuk-ujuk datangi beliau nawarin 350 juta, saya tahu lewat media massa,&#8221; ujarnya.</p>
<p>( <strong>baca juga :</strong> <a href="https://hukrim.memontum.com/5924-kuasa-hukum-erwin-susilo-klarifikasi-tak-pernah-statement-beli-ginjal" rel="noopener" target="_blank">Kuasa Hukum Erwin Susilo, Klarifikasi Tak Pernah Statement Beli Ginjal </a>)</p>
<p>Rifai，membantah bahwa dirinya menjanjikan uang seperti yang diberitakan  media massa. Mengenai WA Bu Ita bermula ada media yang menanyakan terkait prosedur transplantasi ginjal. Karena ini kerja tim, maka kami mempersilahkan menanyakan ke RSSA ,ujar Rifai lagi.</p>
<p>&#8216;Intinya di wa bukan masalah uang, dan mohon dicermati dengan kalimat segera hubungi dr Atma untuk menjelaskan secara menyeluruh. Kalau tidak ada hubungannya dengan trasnplantasi dan tidak terkait dengan trasnplantasi berarti bukan kewenangan kami. Tetapi media memplintir sedemikian rupa ,&#8221; ujarnya. <strong>(met/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">15363</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kuasa Hukum Erwin Susilo, Klarifikasi Tak Pernah Statement Beli Ginjal</title>
		<link>https://memontum.com/kuasa-hukum-erwin-susilo-klarifikasi-tak-pernah-statement-beli-ginjal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Dec 2017 08:01:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[ginjal]]></category>
		<category><![CDATA[jual beli]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Sakit Saiful Anwar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/14914-kuasa-hukum-erwin-susilo-klarifikasi-tak-pernah-statement-beli-ginjal</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8212; H Maskur SH MH dan Suwito SH, kuasa hukum Erwin Susilo memberikan klasifikasi atas permasalahan yang menimpa kliennya. Menurut Maskur, Erwin tidak pernah mengatakan membeli ginjal Ita Diana seharga Rp 350 juta. &#8220;Klien kami tidak pernah merasa mengeluarkan statement tersebut. Sebab itikadnya saling membantu. Ita memberikan ginjalnya kepada Erwin, begitu pun [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8212; H Maskur SH MH dan Suwito SH, kuasa hukum Erwin Susilo memberikan klasifikasi atas permasalahan yang menimpa kliennya. Menurut Maskur, Erwin tidak pernah mengatakan membeli ginjal Ita Diana seharga Rp 350 juta.</p>
<p>&#8220;Klien kami tidak pernah merasa mengeluarkan statement tersebut. Sebab itikadnya saling membantu. Ita memberikan ginjalnya kepada Erwin, begitu pun sebaliknya Erwin memberikan tali asih untuk asuransi pendidikan Rp 1 juta selama 5 tahun, dan telah dibayar Rp 5 juta. Dan biaya bantuan hidup Rp 15 juta selama 3 bulan, dan telah dibayar Rp 45 juta. Jadi total Rp 50 juta. Sementara keluarga Erwin memberikan tambahan Rp 20 juta sebagai bentuk rasa terima kasih,&#8221; jelas Maskur, didampingi Suwito, kepada awak media, di RM Ringin Asri, Malang, Sabtu (23/12/2017) siang.</p>
<p>Maskur menambahkan, selain uang bantuan tali asih Rp 50 juta dan Rp 20 juta tersebut yang diserahkan 5 Maret 2017, usai pelaksanaan operasi 1 Maret 2017. Bukan 25 Februari 2017 seperti diungkapkan Ita. Erwin juga telah melunasi beban biaya perawatan keduanya sebesar Rp 90 juta kepada Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA).</p>
<p>&#8220;Jadi ada uang tali asih Rp 50 juta dari Erwin, dan Rp 20 juta dari keluarga Erwin yang diberikan kepada Ita Diana. Sementara Rp 90 juta dikeluarkan Erwin untuk biaya perawatan kepada RSSA,&#8221; ungkap Maskur.</p>
<p>Maskur juga menjelaskan, Erwin sempat ditawari oleh Ita untuk membeli rumahnya dengan menunjukkan sertifikat rumah seharga Rp 99 juta. Namun, karena masih belum sehat benar, selain Erwin juga tak berminat rumah tersebut, akhirnya Erwin menolak.</p>
<p>&#8220;Kalau Ita berkunjung ke rumah Erwin, itu karena menawarkan barang dagangannya agar dibeli Erwin. Termasuk menawarkan rumahnya,&#8221; ungkap Maskur.</p>
<p>Menanggapi upaya hukum dari pihak Ita Diana, kuasa hukum Erwin mempersilahkan. &#8220;Silahkan saja, karena hak dia. Lagi pula Indonesia kan negara hukum,&#8221; tukas Maskur. <strong>(rhd/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">14914</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
