<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Rumah Singgah &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/rumah-singgah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 12 Jul 2020 17:51:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Rumah Singgah &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Ngamen saat Pandemi, Donasi Renovasi Shelter ODHA Turen</title>
		<link>https://memontum.com/ngamen-saat-pandemi-donasi-renovasi-shelter-odha-turen</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Jul 2020 17:51:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ODHA]]></category>
		<category><![CDATA[Penggalangan Dana]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Singgah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/119042-ngamen-saat-pandemi-donasi-renovasi-shelter-odha-turen</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Penggalangan dana untuk membantu pembenahan Shelter Rumah Singgah ODHA WPA Turen dilaksanakan oleh Waria Warga Peduli AIDS Turen pada hari Minggu (12 /7/ 2020) bertempat di Desa Talok dengan menggandeng banyak pihak untuk bekerja sama. Mulai dari Relawan Turen Bersatu, Srikandi, Tagana dan Mahasiswa STIKes Kepanjen. Kerjasama kolaborasi penggalangan dana ini sesuai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Penggalangan dana untuk membantu pembenahan Shelter Rumah Singgah ODHA WPA Turen dilaksanakan oleh Waria Warga Peduli AIDS Turen pada hari Minggu (12 /7/ 2020) bertempat di Desa Talok dengan menggandeng banyak pihak untuk bekerja sama. Mulai dari Relawan Turen Bersatu, Srikandi, Tagana dan Mahasiswa STIKes Kepanjen.</p>
<p>Kerjasama kolaborasi penggalangan dana ini sesuai dengan tujuan Waria WPA Turen paguyuban para transgender yang juga anggota WAMARAPA Malang ini yaitu membantu sesama di bidang kesehatan, lingkungan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia serta menghilangkan stigma diskriminasi terhadap kaum marginal atau ODHA yang terpinggirkan dan terkucilkan.</p>
<div id="attachment_119043" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-119043" decoding="async" class="size-full wp-image-119043" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200712-WA0237-copy.jpg?resize=740%2C416&#038;ssl=1" alt="Donasi shelter WPA Turen. (ist)" width="740" height="416" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200712-WA0237-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200712-WA0237-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200712-WA0237-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200712-WA0237-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-119043" class="wp-caption-text">Donasi shelter WPA Turen. (ist)</p></div>
<p>“Masih banyak masyarakat yang menstigma ODHA bahkan Kami para Waria atau yang biasa disebut transgender. Sebenarnya Kami sendiri tidak berniat atau punya cita-cita sejak kecil menjadi Waria, akan tetapi karena proses kehidupan dan takdir Kami seperti ini. Kami hanya ingin dihargai, saling toleransi serta saling bekerjasama untuk bersama meningkatkan produktivitas bermasyarakat,&#8221; kata Mama Gita koordinator Waria WPA Turen.</p>
<p>Waria yang juga pemilik Salon Gita ini telah bergabung bersama WPA Turen ini sejak tahun 2014. Dia menuturkan melalui kegiatan ini pihaknya bisa berkontribusi untuk Warga Peduli AIDS dan Shelter Rumah Singgah ODHA khususnya.</p>
<p>&#8220;Karena memang selama ini dengan keberadaan WPA Kami bisa lebih produktif dan mencegah serta menanggulangi penularan bahkan memutus mata rantai penularan virus HIV. Kami menganggap shelter yang berada di Talok ini seperti rumah kedua bagi Kami untuk saling bekerjasama, saling bersilaturahim, saling tolong menolong serta saling berkeluh kesah seperti saudara karena memang tidak ada batasan dan sekat-sekat semua bersama menjadi satu mulai dari ODHA, Waria, kader masyarakat umum,&#8221; terang Mama Gita.</p>
<p>Sementara itu, Ketua WPA Turen, Tri Nurhudi Sasono ,M.Kep. mengatakan pihaknya bersyukur giat berjalan sukses.</p>
<p>&#8221; Alhamdulillah kegiatan penggalangan dana hari ini berjalan lancar dan sukses meskipun masih dalam suasana pandemi Covid-19 saat ini, Kami tetap menjalankan prinsip sesuai protokol kesehatan dengan perilaku hidup bersih sehat selalu cuci tangan saat beraktivitas dan saling jaga jarak serta tetap selalu gunakan masker,&#8221; terang pria yang juga dosen STIKES Kepanjen ini.</p>
<p>Penggalangan dana di depan shelter banyak diikuti oleh para relawan tidak hanya waria tetapi juga kader WPA, KDS ODHA, Relawan Turen Bersatu, Srikandi Tuber, Tagana, Mahasiswa Pusdiva STIKes Kepanjen, dan Warga Desa Talok.</p>
<p>Kegiatan dibagi lima kelompok ada yang bertugas sebagai tukang untuk membenahi atap shelter yang telah rusak, kelompok kedua membersihkan halaman dan interior rumah, ketiga sebagai kelompok penggalang dana dengan sasaran pengguna jalan, kelompok empat mobilisasi material serta kelompok terakhir kelima sebagai seksi konsumsi.</p>
<p>Hasil penggalangan donasi hari ini dilaporkan mendapatkan hasil Rp.546.700 dari pengguna jalan dan tambahan Rp. 300.000,- dari Puskesmas Turen. Tidak hanya bantuan dalam bentuk uang tetapi banyak juga masyarakat yang membantu misalnya dalam bentuk makanan dari Bunda Maratus Warga Desa Talok, teman-teman WPA Turen serta banyak pihak lain di relawan Turen Bersatu yang berpartisipasi dan membantu lancarnya kegiatan Renovasi Shelter Rumah Singgah ODHA WPA Turen ini.</p>
<p>&#8221; Semoga semua bentuk partisipasi bersama Kita berkah dan bermanfaat bagi sesama,&#8221; pungkas Tri. <strong>(*/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">119042</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Relawan Turen Bersatu dan PUSDIVA Renovasi Rumah Singgah ODHA WPA</title>
		<link>https://memontum.com/relawan-turen-bersatu-dan-pusdiva-renovasi-rumah-singgah-odha-wpa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Jul 2020 06:16:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[PUSDIVA]]></category>
		<category><![CDATA[Relawan]]></category>
		<category><![CDATA[Renovasi]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Singgah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/118999-relawan-turen-bersatu-dan-pusdiva-renovasi-rumah-singgah-odha-wpa</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Relawan Turen Bersatu (Tuber) bersama mahasiswa PUSDIVA (Pusat Studi HIV-AIDS) STIKes Kepanjen secara swadaya dan semangat berkolaborasi merenovasi Rumah Singgah ODHA WPA (Warga Peduli AIDS) Turen, Sabtu (11/7/2020). &#8220;Alhamdulillah giat berjalan sukses. Semangat NKRI harga mati dan bersama Kita bisa. Merdeka,&#8221; tegas Tri Nurhudi Sasono M.Kep. selaku Ketua Yayasan WPA Turen. Tri [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang </strong>&#8211; Relawan Turen Bersatu (Tuber) bersama mahasiswa PUSDIVA (Pusat Studi HIV-AIDS) STIKes Kepanjen secara swadaya dan semangat berkolaborasi merenovasi Rumah Singgah ODHA WPA (Warga Peduli AIDS) Turen, Sabtu (11/7/2020).</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah giat berjalan sukses. Semangat NKRI harga mati dan bersama Kita bisa. Merdeka,&#8221; tegas Tri Nurhudi Sasono M.Kep. selaku Ketua Yayasan WPA Turen.</p>
<p>Tri menjelaskan, kegiatan ini merupakan aksi kepedulian sosial terhadap Rumah Singgah ODHA WPA Turen yang saat ini memang sudah lapuk dan tampak kotor.</p>
<p>&#8220;Meskipun di tengah pandemi dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dan saling jaga jarak semoga dapat bermanfaat bagi ODHA yang saat ini memang ada yang tinggal menghuni 1 ODHA dari KTP Kota Malang bersama keluarga di Shelter WPA Turen,&#8221; tutur Tri.</p>
<p>Pria yang juga Dosen STIKes Kepanjen ini menambahkan kegiatan renovasi ini sementara ini mendapatkan bantuan dari para donatur misalnya dari Camat Turen, LKSA 7 Tangkai Pagedangan, dan sisanya murni dari dana swadaya WPA Turen.</p>
<p>&#8220;Harapannya akan ada banyak masyarakat yang peduli terhadap kegiatan Renovasi Shelter Rumah Singgah WPA Turen ini, karena memang kerusakan gedung yang dulu eks bekas Puskesmas Turen sejak tahun 1980-an ini kondisi sudah lapuk dan rusak,&#8221; ujar Tri.</p>
<p>Sementara itu, Ari Febriantoni ,ST. selaku Koordinator Turen Bersatu yang juga TKSK Kecamatan Turen Dinas Sosial Kabupaten Malang ini mengatakan, meskipun kondisi Pandemi Covid-19 bukan berarti<br />
berhenti dan mati terhadap kegiatan aksi sosial.</p>
<p>&#8220;Dengan tetap mengindahkan protokol kesehatan kegiatan tetap jalan dan tetap produktif karena bentuk dukungan seperti kegiatan ini masyarakat Turen menunjukkan tetap peduli dan tidak melakukan stigma diskriminasi terhadap komunitas peduli AIDS WPA Turen,&#8221; tandas Ari.</p>
<p>Diharapkan, ke depan tempat rumah singgah ODHA WPA Turen yang berada di Talok ini bermanfaat bagi ODHA khususnya serta bagi masyarakat sekitar pada umumnya serta lebih berdaya dan produktif untuk memajukan Turen menuju Kecamatan Tangguh dan Kecamatan Sehat.<strong> (*/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">118999</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Khofifah Siapkan 2 Rumah Singgah Untuk Petugas Medis</title>
		<link>https://memontum.com/khofifah-siapkan-2-rumah-singgah-untuk-petugas-medis</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Mar 2020 04:24:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Covid 19]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur Jatim]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Singgah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=109657</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Lima orang yang sebelumnya dinyatakan positif Covid-19 di Jawa Timur akhirnya sembuh. Dalam kesempatan teleconference bersama Gubernur Jatim, salah satunya meminta agar disediakan rumah singgah bagi tenaga medis yang merawat pasien virus corona. &#8220;Saya berharap, Bu Gubernur dan Satgas COVID-19 menyediakan rumah singgah bagi tenaga medis. Supaya kami yang bekerja tidak khawatir [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Lima orang yang sebelumnya dinyatakan positif Covid-19 di Jawa Timur akhirnya sembuh. Dalam kesempatan teleconference bersama Gubernur Jatim, salah satunya meminta agar disediakan rumah singgah bagi tenaga medis yang merawat pasien virus corona.</p>
<p>&#8220;Saya berharap, Bu Gubernur dan Satgas COVID-19 menyediakan rumah singgah bagi tenaga medis. Supaya kami yang bekerja tidak khawatir pulang ke rumah menularkan virus kepada keluarga kami,&#8221; ujar dr Markus, pasien positif covid-19 yang sudah dinyatakan sembuh di RSUD dr Soetomo.</p>
<p>Dokter anastesi yang terjangkit virus corona itu sudah sembuh setelah tertular virus corona dari pasien yang lebih dulu dinyatakan positif. Karena kondisinya masih sehat, pasien tersebut jalan-jalan ke kamar mandi tanpa masker dan batuk di depan dr Markus. Hal tersebut memicu penularan virus.</p>
<p>Terkait permintaan adanya rumah singgah untuk para tenaga medis yang merawat pasien covid-19, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut ada dua hotel yang sudah disiapkan yang bisa digunakan para tenaga medis.</p>
<p>&#8220;Pemprov punya dua hotel. Kalau dianggap representatif, saya rasa ini sangat siap. Dua hotel ini milik Pemprov. Hotel Bekizar dan Hotel Varna. Kami akan lihat mana yang lebih mudah akses dan yang lebih dekat,&#8221; kata Khofifah.</p>
<p>Akan tetapi jika ada yang lebih dekat dengan rumah sakit tempat mereka bekerja maka akan dikomunikasikan. Hal ini menjadi upaya memberikan kenyamanan dan keamanan bagi tenaga medis yang sedang berjuang melawan corona dan agar tidak membahayakan keluarga.</p>
<p>Sebagaimana diketahui, saat ini ada 51 kasus yang dinyatakan positif COVID-19 di Jawa Timur. Ada 10 tambahan baru yang positif per hari ini. Lima di antaranya dari Magetan, dua dari Surabaya, dua lainnya dari Sidoarjo, dan satu dari Kota Malang. Dari jumlah 51 total kasus positif, ada dua pasien meninggal di Jatim. <strong>(ace/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">109657</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Polres Banyuwangi Resmikan Rumah Singgah</title>
		<link>https://memontum.com/polres-banyuwangi-resmikan-rumah-singgah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Aug 2018 15:55:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[peresmian]]></category>
		<category><![CDATA[polres banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Singgah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=51500</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Untuk memperingankan beban warga Lanjut Usianya (Lansia), ibu hamil dan masyarakat yang sakit, Polres Banyuwangi bangun rumah singgah, di Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu. Rumah singgah dibangun di atas tanah yang diberikan oleh Perhutani Barat ini, diresmikan oleh Kapolres Banyuwangi, AKBP Donny Adityawarman, Selasa (14/8/2018) dan dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, dr.Wiji Lestariono [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Untuk memperingankan beban warga Lanjut Usianya (Lansia), ibu hamil dan masyarakat yang sakit, Polres Banyuwangi bangun rumah singgah, di Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu. Rumah singgah dibangun di atas tanah yang diberikan oleh Perhutani Barat ini, diresmikan oleh Kapolres Banyuwangi, AKBP Donny Adityawarman, Selasa (14/8/2018) dan dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, dr.Wiji Lestariono serta Kepala Puskesmas se-Banyuwangi, berjalan cukup meriah.</p>
<p>Kapolres Banyuwangi AKBP Donny Adityawarman, mengungkapkan, awal berdirinya rumah singgah ini, bermula dari anggota Babhinkamtibmas Desa Jambewangi Brigadir Oky, dengan sukarela menjemput ibu hamil yang rumahnya ada ditengah hutan, dan jaraknya dengan Puskesmas atau Rumah Sakit, sekitar 9 kilometer.</p>
<p><a href="https://memontum.com/51500-polres-banyuwangi-resmikan-rumah-singgah/img_20180814_095640-copy" rel="attachment wp-att-51503"><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/08/IMG_20180814_095640-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="333" class="aligncenter size-full wp-image-51503" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/08/IMG_20180814_095640-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/08/IMG_20180814_095640-copy.jpg?resize=300%2C154&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p>&#8220;Saya harap kepada seluruh Babinkamtibmas  bisa melakukan tugasnya membantu masyarakat seperti brigadir Oky. Saya harap adanya rumah singgah ini bisa bermanfaat setrusnya bagi yang membutuh kan &#8221; ungkap AKBP Donny Adityawarman.</p>
<p>Berkat sumbangsihnya, Polres Banyuwangi menghadiahkan ibadah haji kepada Brigadir Oky. &#8220;Saat ini yang bersangkutan sedang menunaikan ibadah haji,&#8221;katanya.</p>
<p><a href="https://memontum.com/51500-polres-banyuwangi-resmikan-rumah-singgah/img_20180814_095800-copy" rel="attachment wp-att-51504"><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/08/IMG_20180814_095800-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="333" class="aligncenter size-full wp-image-51504" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/08/IMG_20180814_095800-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/08/IMG_20180814_095800-copy.jpg?resize=300%2C154&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p>Dengan ditandatanganinya prasasti tersebut, rumah singgah ini bisa dipergunakan oleh masyarakat yang membutuhkan, terutama bagi warga yang sakit atau ibu hamil.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">51500</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Aneh Komisi C Pun Tak Pernah Dilapori Tentang Rumah Singgah</title>
		<link>https://memontum.com/aneh-komisi-c-pun-tak-pernah-dilapori-tentang-rumah-singgah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Mar 2018 17:07:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[pemkot batu]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Singgah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/30572-aneh-komisi-c-pun-tak-pernah-dilapori-tentang-rumah-singgah</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8212; Komisi C DPRD Kota Batu mengaku tidak mengetahui perkembangan aset rumah singgah milik Pemkot Batu yang terletak di Jalan Ijen Nirwana Kota Malang. Apakah aset sudah diserah terimakan atau belum, Komisi C juga berharap supaya rumah singgah segera bisa difungsikan untuk membantu mahasiswa asal Kota Batu yang mengenyam pendidikan di Malang. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8212; Komisi C DPRD Kota Batu mengaku tidak mengetahui perkembangan aset rumah singgah milik Pemkot Batu yang terletak di Jalan Ijen Nirwana Kota Malang. Apakah aset sudah diserah terimakan atau belum, Komisi C juga berharap supaya rumah singgah segera bisa difungsikan untuk membantu mahasiswa asal Kota Batu yang mengenyam pendidikan di Malang. </p>
<p>Didik Mahmud Ketua Komisi C DPRD Kota Batu mengatakan harusnya rumah singgah segera difungsikan karena bangunan tersebut sudah rampung dibangun. Kalau tidak segera difungsikan, dikhawatirkan bangunan akan rusak. </p>
<p>&#8221; Sebelum proses penyerahan aset, harus didahului pemeriksaan bangunan. Pihak terkait kami harap segera mengurusi serah terima aset,&#8221; harap Didik, Kamis (8/3/2018).</p>
<p>Didik mengaku sejauh ini tidak diberi informasi sedikit pun dari Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Kota Batu serta Bagian Aset Kota Batu sejauh mana proses disana. </p>
<p>&#8220;Belum diberi tahu, harusnya segera dilaporkan ke kami. Tidak menunggu kita yang minta, &#8221; ujar politisi Partai Golkar. </p>
<p>( <strong>baca juga :</strong> <a href="https://pemerintahan.memontum.com/6584-disayangkan-rumah-singgah-ijen-rp-42-miliar-tak-segera-difungsikan" rel="noopener" target="_blank">Disayangkan, Rumah Singgah Ijen Rp 4,2 Miliar Tak Segera Difungsikan</a> )</p>
<p>Sebelumnya Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Kota Batu dulu Dinas Cipta Karya melalui Chairil Syarif Tartila selaku plt kadis mengaku jika pihaknya sudah menyerahkannya ke bagian aset. Anehnya Kabag Aset Kota Batu Harul Sunaryo belum bisa memastikan apakah rumah singgah sudah diserahkan kepada pihaknya. </p>
<p>Rencananya jika sudah diserahkan, bagian aset akan melimpahkan rumah singgah kepada Dinas Pendidikan Kota Batu. Karena bangunan diperuntukkan bagi mahasiswa yang menuntut ilmu di Kota Malang. Chairil berjanji tahun ini bangunan sudah bisa difungsikan. </p>
<p>Perlu diketahui guest house/rumah singgah dibangun pada masa kepemimpinan Wali Kota Eddy Rumpoko tahun 2016 silam. Bangunan seluas 762 meter persegi menelan anggaran Rp 4,2 miliar hingga saat ini tidak difungsikan, yang dikhawatirkan bangunan mangkrak dan rusak jika terus dibiarkan.<strong> (lih/yan) </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">30572</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Disayangkan, Rumah Singgah Ijen Rp 4,2 Miliar Tak Segera Difungsikan</title>
		<link>https://memontum.com/disayangkan-rumah-singgah-ijen-rp-42-miliar-tak-segera-difungsikan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Mar 2018 14:50:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[pemkot batu]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Singgah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/30383-disayangkan-rumah-singgah-ijen-rp-42-miliar-tak-segera-difungsikan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8212; Setelah dibangun tahun 2015 silam dan rampung tahun 2017, rumah singgah/guest house milik Pemkot Batu yang terletak di Jalan Ijen Nirwana Blok F3 Nomor 7, Kecamatan Klojen, Kota Malang belum juga difungsikan. Rumah tersebut dibangun di era kepemimpinan Eddy Rumpoko menelan anggaran Rp 4,2 miliar diperuntukkan menampung mahasiswa asli Kota Batu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8212; Setelah dibangun tahun 2015 silam dan rampung tahun 2017, rumah singgah/guest house milik Pemkot Batu yang terletak di Jalan Ijen Nirwana Blok F3 Nomor 7, Kecamatan Klojen, Kota Malang belum juga difungsikan. Rumah tersebut dibangun di era kepemimpinan Eddy Rumpoko menelan anggaran Rp 4,2 miliar diperuntukkan menampung mahasiswa asli Kota Batu supaya tidak terlalu jauh menuju kampus. </p>
<p>Chairil Syarif Tartila selaku Plt Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman Kota Batu, menjelaskan jika rumah tersebut sudah diserahkan ke Bagian Aset Kota Batu. Hanya saja belum diserahkan ke dinas yang menjadi leading sector, yaitu Dinas Pendidikan. Karena peruntukannya untuk mahasiswa, di bawah naungan Dinas Pendidikan. </p>
<p>&#8221; Leading sectornya dinas pendidikan karena mahasiswa di bawah naungannya. Harapan kami setelah nanti diserahkan ke dinas terkait akan segera berfungsi. Tahun ini bisa segera dipergunakan,&#8221; janji pria yang juga menjabat Asissten III ini. </p>
<p>Chairil mengaku sudah ada peninjauan dari beberapa pihak. Dan juga sudah masuk aset.</p>
<p>&#8221; Makanya kami juga segera mempercepat proses penyerahan, agar segera di manfaatkan, tidak terkesan mangkrak atau tak terawat,&#8221; imbuh dia. </p>
<p>Rumah yang memiliki luas 762 meter persegi tersebut, ujar Kabid Aset Batu, Harul Sunaryo mengaku masih belum mengetahui apakah bangunan itu sudah diserahkan ke aset atau belum. Pihaknya akan segera mengkroscek kebenaran hal itu. Harul berjanji besok akan cek langsung ke lokasi. </p>
<p>&#8221; Memang pemkot memiliki aset disana. Besok saya cek ya, Insya Allah kami cek sekalian ke lokasi juga. Saya masih dinas luar kota, jadi tidak hafal data satu persatu. Pengadaan tanahnya 2015 silam dan dibangun sekitar 2016 kemarin,&#8221; kata Harul. </p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">30383</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
