<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>ruslan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/ruslan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 22 Sep 2023 10:31:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>ruslan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Resmikan Wisata Edukasi Lukis dan 3D Kampung Lukis Ruslan, Mas Dhito Berharap juga Cetak Pelukis Muda</title>
		<link>https://memontum.com/resmikan-wisata-edukasi-lukis-dan-3d-kampung-lukis-ruslan-mas-dhito-berharap-juga-cetak-pelukis-muda</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Sep 2023 07:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berharap]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[pelukis]]></category>
		<category><![CDATA[Resmikan]]></category>
		<category><![CDATA[ruslan]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=198624</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, meresmikan wisata edukasi lukis dan 3D, yaitu Kampung Lukis Ruslan yang menjadi bagian dari Desa Wisata Dawung, Kecamatan Ringinrejo. Dalam kesempatan itu, Mas Dhito-sapaan akrab Bupati Kediri, mengapresiasi keberhasilan Desa Wisata Dawung dalam membuat paket wisata yang tidak seperti kebanyakan desa wisata lainnya, terutama di Kabupaten Kediri. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, meresmikan wisata edukasi lukis dan 3D, yaitu Kampung Lukis Ruslan yang menjadi bagian dari Desa Wisata Dawung, Kecamatan Ringinrejo. Dalam kesempatan itu, Mas Dhito-sapaan akrab Bupati Kediri, mengapresiasi keberhasilan Desa Wisata Dawung dalam membuat paket wisata yang tidak seperti kebanyakan desa wisata lainnya, terutama di Kabupaten Kediri.</p>



<p>&#8220;Kampung Lukis Ruslan yang ada di Desa Dawung, ini merupakan potensi yang tidak dimiliki banyak daerah. Karena, pelukis itu tidak ada di semua tempat,&#8221; kata bupati muda ini, Jumat (22/09/2023) tadi.</p>



<p>Karenanya, Mas Dhito mengaku bangga dengan berdirinya Kampung Lukis Ruslan. Diharapkan, ke depan mampu munculnya bibit-bibit pelukis Kabupaten Kediri.</p>



<p>Di kampung lukis ini, imbuhnya, tidak hanya menjadi galeri lukisan. Namun, juga terdapat kelas melukis. Setidaknya, terdapat sekitar 100 orang belajar melukis di Kampung Lukis Ruslan.</p>



<p>&#8220;Sudah banyak anak-anak (belajar di Kampung Lukis Ruslan) mulai dari TK sampai SMA, dari yang pakai krayon sampai ada yang mulai menggunakan cat, kanvas,&#8221; ungkap Mas Dhito.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>Mas Dhito berharap, Kampung Lukis Ruslan dapat mencetak banyak pelukis, sehingga kebudayaan khususnya seni lukis di Kabupaten Kediri dapat lebih berkembang. Harapan itu, pun sejalan dengan diluncurkannya tagline Kabupaten Kediri yang baru, yakni Kediri Berbudaya. Di sisi lain, dengan adanya bandara Kediri, diharapkan berdampak pada tingginya kunjungan ke desa wisata yang ada di Kabupaten Kediri.</p>



<p>&#8220;Adanya bandara nanti, ini harapannya bisa menjadi destinasi wisata yang memberikan keuntungan bagi warga Desa Dawung, pada khususnya,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Kepala Desa Dawung, Slamet Widodo, yang juga mendampingi bupati, berharap Kampung Lukis Ruslan sebagai wisata edukasi lukis dan 3D pertama di Kabupaten Kediri, ikut berkontribusi bagi perkembangan pariwisata di Bumi Panjalu. &#8220;Bersama Desa Wisata Dawung, dengan dibukanya Kampung Lukis Ruslan ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi lingkungan dan masyarakat luas,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Sementara itu, Pelukis Ruslan, menyampaikan bahwa di Kampung Lukis miliknya itu setiap pekannya khusus Hari Minggu, dibuka kelas lukis. Setelah diresmikan oleh bupati, dirinya berharap semakin banyak menarik wisatawan yang datang termasuk mereka yang akan belajar melukis.</p>



<p>Sebagaimana diketahui, dalam acara peresmian itu, Bupati Kediri, Mas Dhito, kembali menantang pelukis Ruslan untuk menggelar pameran tunggal. Mas Dhito pun menyiapkan lokasi pameran, baik itu Convention Hall SLG ataupun di Pendopo Panjalu Jayati.</p>



<p>Disinggung mengenai tantangan orang nomor satu di Kabupaten Kediri itu, Ruslan mengaku sebelumnya tidak bisa mempersiapkan pameran karena masih terfokus pada penyelesaian pembangunan kampung lukis. &#8220;Ke depan, karenanya akan tetap diusahakan (untuk menggelar pameran, red),&#8221; ujar Ruslan.<strong> (kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198624</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Silaturahmi ke Sanggar Kampung Lukis Ruslan di Desa Dawung, Mas Dhito Dorong Pelukis Kediri Naik Level</title>
		<link>https://memontum.com/silaturahmi-ke-sanggar-kampung-lukis-ruslan-di-desa-dawung-mas-dhito-dorong-pelukis-kediri-naik-level</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Jun 2023 04:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[dawung,]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Dhito]]></category>
		<category><![CDATA[di]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[ke]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[level]]></category>
		<category><![CDATA[lukis]]></category>
		<category><![CDATA[mas]]></category>
		<category><![CDATA[naik]]></category>
		<category><![CDATA[pelukis]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[ruslan]]></category>
		<category><![CDATA[sanggar]]></category>
		<category><![CDATA[silaturahmi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191621</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Kepedulian Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, terhadap pelaku seni di Bumi Panjalu, memang tidak bisa diragukan. Terlebih, dengan dimunculkannya tagline Kediri Berbudaya sebagai destination branding baru Kabupaten Kediri. Salah satu perhatian yang kembali dilakukan Mas Dhito-sapaan akrab Bupati Kediri, kepada pelaku seni ini dengan mengunjungi Sanggar Kampung Lukis Ruslan di Desa Dawung, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="https://memontum.com">Memontum </a>Kediri</strong> &#8211; Kepedulian Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, terhadap pelaku seni di Bumi Panjalu, memang tidak bisa diragukan. Terlebih, dengan dimunculkannya tagline Kediri Berbudaya sebagai destination branding baru Kabupaten Kediri.</p>



<p>Salah satu perhatian yang kembali dilakukan Mas Dhito-sapaan akrab Bupati Kediri, kepada pelaku seni ini dengan mengunjungi Sanggar Kampung Lukis Ruslan di Desa Dawung, Kecamatan Ringinrejo, Jumat (23/06/2023) tadi. &#8220;Kediri berbudaya ini salah satunya adalah berkesenian. Karenanya, saya mendorong Pak Ruslan, selaku pelukis yang ada di Kabupaten Kediri, supaya beliau ini segera mengadakan pameran tunggal,&#8221; kata Mas Dhito.</p>



<p>Dimulai dari Ruslan, Mas Dhito berharap nantinya akan muncul pelukis lain dari Kabupaten Kediri, yang bisa dikenal level nasional bahkan internasional. Karena, dirinya selaku kepala daerah, siap memfasilitasi para pelukis ketika nantinya siap mengadakan pameran. Adapun tempat yang bisa digunakan, dirinya mencontohkan adalah Pendopo Panjalu Jayati maupun Convention Hall.</p>



<p>&#8220;Dimana pun boleh dan nanti kita sediakan,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Baca juga:</p>





<p>Sanggar Kampung Lukis Ruslan di Desa Dawung yang dikunjungi Mas Dhito, sendiri masih proses penyelesaian. Meski begitu, di tempat itu sudah aktif digunakan kegiatan berkumpul pelaku seni lukis, termasuk mengajar seni lukis kepada warga.</p>



<p>Kampung Lukis Ruslan, ini menjadi salah satu daya tarik yang dimililiki Desa Wisata Dawung. Mas Dhito pun mengakui, bahwa keberadaan kampung lukis tersebut menjadi nilai lebih yang tidak dimiliki desa wisata lain di Kabupaten Kediri.</p>



<p>&#8220;Banyak desa yang membuat desa wisata dengan konsep berbagi macam. Desa Dawung ini memiliki Pak Ruslan, yang saat ini beliau memberikan ilmunya kepada warga yang punya bakat dan minat di seni lukis,&#8221; terangnya.</p>



<p>Selain berdiskusi, Mas Dhito dalam kunjungannya juga melihat-lihat lebih dekat karya-karya Ruslan yang mengambil aliran realis. Banyak lukisan berukuran besar terpajang di dinding yang menggambarkan suasana pedesaan.</p>



<p>Selain itu, di bagian dinding lain juga tengah dalam pengerjaan untuk dilukis 3 dimensi. Salah satu yang sudah terlihat hampir selesai merupakan lukisan kawanan gajah.</p>



<p>Sementara Ruslan sendiri mengungkapkan, bahwa Sanggar Kampung Lukis yang didirikan itu dirintis sejak mulai Pandemi Covid-19. Setidaknya, ada sekitar 100 orang belajar melukis di sanggar miliknya.</p>



<p>Kehadiran Bupati Kediri ke sanggar miliknya, diakuinya sangat memberikan motivasi bagi dirinya. Dorongan untuk mengadakan pameran tunggal, menurutnya menjadi tantangan karena saat ini dirinya masih berkonsentrasi menyelesaikan pembangunan sanggar. Terlebih, untuk menghasilkan satu karya lukis realis, setidaknya waktu yang dibutuhkan lebih dari sebulan.</p>



<p>&#8220;Semoga saja nanti bisa. Karena saat ini, PR saya harus menyelesaikan yang 3D karena berkaitan dengan desa wisata. Jadi mau tidak mau, saya harus gas pol supaya segera cepat selesai,&#8221; ujarnya termotivasi.&nbsp;<strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191621</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
