<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>ruwatan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/ruwatan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 21 Dec 2024 09:38:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>ruwatan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Ruwatan Sumber Air dan Penanaman Pohon, Pj Bupati Jombang Ingatkan Kesejahteraan dan Prinsip K4</title>
		<link>https://memontum.com/ruwatan-sumber-air-dan-penanaman-pohon-pj-bupati-jombang-ingatkan-kesejahteraan-dan-prinsip-k4</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Dec 2024 06:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[ingatkan]]></category>
		<category><![CDATA[kesejahteraan]]></category>
		<category><![CDATA[penanaman]]></category>
		<category><![CDATA[pohon]]></category>
		<category><![CDATA[prinsip]]></category>
		<category><![CDATA[ruwatan]]></category>
		<category><![CDATA[sumber]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=217765</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; Pj Bupati Jombang, Teguh Narutomo, membuka pelaksanaan gelaran Ruwatan Sumber Air dan Penanaman Pohon, Sabtu (21/12/2024) tadi. Kegiatan yang berlangsung di Sumber Jarak Dusun Tegalrejo, Desa Jarak, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, itu dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-34 Perusahaan Umum Milik Daerah (Perumda) Tirta Kencana. Pj Bupati Teguh Narutomo dalam sambutannya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jombang</strong> &#8211; Pj Bupati Jombang, Teguh Narutomo, membuka pelaksanaan gelaran Ruwatan Sumber Air dan Penanaman Pohon, Sabtu (21/12/2024) tadi. Kegiatan yang berlangsung di Sumber Jarak Dusun Tegalrejo, Desa Jarak, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, itu dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-34 Perusahaan Umum Milik Daerah (Perumda) Tirta Kencana.</p>



<p>Pj Bupati Teguh Narutomo dalam sambutannya menyampaikan bahwa Air merupakan sumber kehidupan. Karenanya, Pemerintah Kabupaten Jombang terus berkomitmen melaksanakan tanggung jawab melalui Sinergi antara Perumda Tirta Kencana dan Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Jombang, dalam memberikan pelayanan air bersih yang aman merata dan berkelanjutan bagi seluruh warga Kabupaten Jombang.</p>



<p>“Pemenuhan kebutuhan dasar ini menjadi prioritas utama untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Jombang. Hanya saja, pengelolaan air bukan hanya soal penyediaan semata, melainkan pengelolaan yang baik harus memenuhi prinsip K4 yaitu kualitas, kuantitas, kontinuitas, dan keterjangkauan,” kata Pj Bupati Jombang.</p>



<p>Dirinya juga menambahkan, prinsip K4 sangatlah penting, agar keberadaan air tetap lestari dan dapat dinikmati oleh generasi sekarang maupun generasi mendatang. &#8220;Ruwatan sumber air yang dilaksanakan sangat sarat akan nilai-nilai budaya dan spiritualitas. Dalam budaya Jawa, ruwatan memiliki makna sebagai upaya untuk membersihkan, melindungi dan mengharmoniskan kehidupan dengan alam semesta,&#8221; ucapnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ruwatan adalah cara masyarakat Jawa, untuk menunjukkan rasa syukur sekaligus memohon keberkahan dari Tuhan Yang Maha Esa, dalam konteks sumber air ruwatan mencerminkan kepedulian masyarakat untuk merawat sumber-sumber air sebagai penopang kehidupan. &#8220;Tradisi ruwatan mengajarkan kita pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia dan alam, agar terhindar dari kerusakan lingkungan serta bencana yang merugikan banyak pihak,” ungkapnya.</p>



<p>Pj Bupati Teguh juga berpesan, melestarikan sumber daya air membutuhkan komitmen dan sinergi dari semua pihak. Termasuk, masyarakat karena alam telah memberikan kehidupan kepada kita.</p>



<p>“Kita juga harus melakukan upaya konservasi lingkungan berbasis penanaman pohon. Dengan menjaga keberadaan pepohonan, maka kita dapat menjaga siklus air, mencegah erosi, banjir dan bencana alam lainnya,” paparnya.</p>



<p>Dirinya berharap, semoga Perumda Tirta Kencana semakin maju dan profesional dalam memberikan layanan air bersih yang aman, berkualitas dan terjangkau kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Jombang. &#8220;Kami menghimbau kepada masyarakat untuk saling menyatukan semangat dalam menjaga lingkungan, melestarikan sumber daya air dan membangun Kabupaten Jombang yang lebih baik,&#8221; tanbahnya.</p>



<p>Di tempat sama, Direktur Perumda Tirta Kencana, Khoirul Hasyim, menyampaikan bahwa ruwatan merupakan salah satu bentuk rasa syukur kepada Tuhan YME, agar nikmat yang telah diberikan bisa memberikan manfaat dan keberkahan bagi masyarakat Kabupaten Jombang. &#8220;Perumda Tirta Kencana berkomitmen untuk membangun sumber daya alam, mengamankan sumber daya alam dan terus menjaga ketahanan sumber daya air. Baik kualitas, kuantitas, kontinuitas serta kejangkauannya. Sehingga, layanan air yang diberikan pemerintah Kabupaten Jombang dapat terus berlanjut semakin baik dan semakin profesional,” ujarnya. <strong>(azl/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">217765</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gelaran Ruwatan Bumi Jember sebagai Tradisi Sambut 1 Suro Dihadiri Bupati Hendy</title>
		<link>https://memontum.com/gelaran-ruwatan-bumi-jember-sebagai-tradisi-sambut-1-suro-dihadiri-bupati-hendy</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Jul 2024 05:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[dihadiri]]></category>
		<category><![CDATA[gelaran]]></category>
		<category><![CDATA[ruwatan]]></category>
		<category><![CDATA[sambut]]></category>
		<category><![CDATA[sebagai]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=211540</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Sambut 1 Suro, masyarakat dari 16 etnis di Kabupaten Jember menggelar tradisi bertajuk &#8216;Ruwatan Bumi Jember&#8217; di Alun-alun Jember, Minggu (07/07/2024) tadi. Diketahui, bahwa ruwatan atau ruwat (bahasa jawa, red) berarti melepas atau dilepas. Ruwatan merupakan tradisi masyarakat Indonesia, yang lestari hingga sekarang. Tradisi ruwatan sendiri, bertujuan untuk membebaskan atau melepaskan seseorang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Sambut 1 Suro, masyarakat dari 16 etnis di Kabupaten Jember menggelar tradisi bertajuk &#8216;Ruwatan Bumi Jember&#8217; di Alun-alun Jember, Minggu (07/07/2024) tadi.</p>



<p>Diketahui, bahwa ruwatan atau ruwat (bahasa jawa, red) berarti melepas atau dilepas. Ruwatan merupakan tradisi masyarakat Indonesia, yang lestari hingga sekarang. Tradisi ruwatan sendiri, bertujuan untuk membebaskan atau melepaskan seseorang atau banyak orang, dari hukuman, belenggu tak kasat mata dan kutukan yang membawa bahaya.</p>



<p>Rangkaian Ruwatan Bumi Jember sendiri, diawali dengan kirab gunungan hasil bumi, yaitu berupa buah-buahan dan sayuran serta tumpeng makanan, yang diarak mengelilingi perkotaan Jember. Ada atraksi pecut, yang juga mewarnai arakan.</p>



<p>Warga juga selanjutnya melakukan doa bersama dengan para tokoh lintas agama dari Islam, Budha, Kristen, Katolik, Hindu serta Penghayat Kepercayaan. Seusai arakan keliling dan berdoa bersama, kemudian warga berebut gunungan hasil bumi dan diakhiri makan tumpeng bersama.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Budayawan Jember, Miftahul Rahman atau biasa disapa Memet, menjelaskan bahwa ruwatan ini adalah inisiasi Forum Pembauran Kebangsaan, yang menginginkan Kabupaten Jember lebih maju ke depannya. “Melalui ruwatan ini, kita semua buang ‘sengkolo’ atau apa-apa yang selama ini membelenggu Kabupaten Jember. Harapannya, kita ingin kota tercinta (Jember, red) ini terus maju ke depannya, juga warganya rukun guyub dan perekonomian warga meningkat,” kata Memet.</p>



<p>Pelaksanaan Ruwatan Bumi Jember juga dihadiri Bupati Jember, Hendy Siswanto. Saat hadir dalam acara tersebut, Bupati Hendy menyampaikan bahwa ruwatan ini bentuk kepedulian masyarakat yang peduli terhadap kotanya.</p>



<p>“Dengan adanya ruwatan ini, menandakan masyarakat sangat peduli dengan daerah atau kota Jember sebagai tempat tinggalnya. Ini tentunya sangat positif dan kita harapkan bersama. Setelah diruwat, harapannya bisa membebaskan Jember dari segala bahaya, musibah, diberi kemudahan semua,” terangnya. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">211540</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
