<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Safari Jurnalistik &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/safari-jurnalistik/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 05 Jul 2018 14:11:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Safari Jurnalistik &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Safari Jurnalistik PWI, Ingatkan Marwah Wartawan Untuk Kepentingan Masyarakat</title>
		<link>https://memontum.com/safari-jurnalistik-pwi-ingatkan-marwah-wartawan-untuk-kepentingan-masyarakat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Jul 2018 14:11:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[PWI]]></category>
		<category><![CDATA[Safari Jurnalistik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/46258-safari-jurnalistik-pwi-ingatkan-marwah-wartawan-untuk-kepentingan-masyarakat</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Hati-hati dalam menulis di akun media sosial (medsos). Jika masuk kategori ujaran kebencian, kesalahan penulisan yang menimbulkan fitnah, dan hal-hal lain yang dapat merugikan pihak lain, maka bisa dilaporkan ke pihak berwajib dan dijerat UU ITE. Hal ini tak hanya berlaku bagi masyarakat umum, namun juga berlaku bagi insan pers yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8211;  Hati-hati dalam menulis di akun media sosial (medsos). Jika masuk kategori ujaran kebencian, kesalahan penulisan yang menimbulkan fitnah, dan hal-hal lain yang dapat merugikan pihak lain, maka bisa dilaporkan ke pihak berwajib dan dijerat UU ITE.</p>
<p>Hal ini tak hanya berlaku bagi masyarakat umum, namun juga berlaku bagi insan pers yang mengunggah produk karya jurnalistiknya di medsos. Meski memenuhi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ), jika terjadi kesalahan atau merugikan pihak lain, bisa dilaporkan dan masuk ranah UU ITE. &#8220;Status hukumnya beralih, karena medsos tidak ada Kode Etik Jurnalistik (KEJ),&#8221; jelas Hendry Ch Bangun, Sekjen Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, saat didapuk menjadi salah satu pemateri Safari Jurnalistik 2018 ke-4, di 101 OJ Hotel, Kamis (5/7/2018).</p>
<p>Menurut Hendri, kemampuan wartawan akan benar-benar teruji melalui sertifikasi Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Pun Safari Jurnalistik untuk menyegarkan kembali keilmuan yang selama ini didapat, termasuk mengikuti perkembangan yang ada. Salah satunya memerangi berita tanpa konfirmasi, meski jenis berita hoax atau provokasi tersebut saat ini menjadi favorit pembaca. </p>
<p>&#8220;Wartawan wajib menjaga harkat martabatnya sebagai penghasil karya intelektual (berita bermutu) dan berdedikasi untuk kepentingan publik. Mengerti news value, kaya perbendaharaan kata, analisa, investigasi, dan lainnya,&#8221; jelas Hendri, kepada wartawan dan humas institusi se-Malang Raya.</p>
<p>Wartawan harus memahami tiga pilar kompetensi wartawan, diantaranya (1) kesadaran : etika dan hukum, kepekaan jurnalistik, jejaring dan lobi, (2) pengetahuan : pengetahuan umum, khusus, dan pengetahuan teori dan prinsip jurnalistik, (3) ketrampilan : teknis jurnalistik, teknologi, riset, dan investigasi, analisis dan tren pemberitaan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">46258</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Safari Jurnalistik, PWI Kunjungi Nestle</title>
		<link>https://memontum.com/safari-jurnalistik-pwi-kunjungi-nestle</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Jul 2018 14:13:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Nestle]]></category>
		<category><![CDATA[PWI]]></category>
		<category><![CDATA[Safari Jurnalistik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/46075-safari-jurnalistik-pwi-kunjungi-nestle</guid>

					<description><![CDATA[* Gandeng 27.000 Peternak dan 42 Koperasi, Pasok 600.000 Susu Segar Per Hari Memontum Malang &#8211; Guna memenuhi kebutuhan susu sehat, PT Nestle Indonesia menggandeng 27.000 peternak yang dibawahi 42 milk suppliers atau koperasi di Jawa Timur. Jumlah ini hanya mampu memasok susu segar 600 ribu liter per hari, atau 55 persen dari total kebutuhan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>* Gandeng 27.000 Peternak dan 42 Koperasi, Pasok 600.000 Susu Segar Per Har</strong>i</h2>
<p><strong>Memontum Malang </strong>&#8211; Guna memenuhi kebutuhan susu sehat, PT Nestle Indonesia menggandeng 27.000 peternak yang dibawahi 42 milk suppliers atau koperasi di Jawa Timur. Jumlah ini hanya mampu memasok susu segar 600 ribu liter per hari, atau 55 persen dari total kebutuhan di Indonesia untuk produksi sisi bubuk dan susu cair.</p>
<p>Sejak akhir abad ke-19, Nestlé sudah hadir di Indonesia melalui produk &#8220;Tjap Nona&#8221; yang dulu dikenal dengan nama &#8220;Milkmaid&#8221;. Namun demikian, produk tersebut masih dipasarkan oleh Nestlé Singapura. Baru pada 1973, Tjap Nona mulai diproduksi di dalam negeri oleh pabrik pertama Nestlé di Waru, Sidoarjo, Jawa Timur. </p>
<p>&#8220;Seiring dengan permintaan konsumen yang terus meningkat, NestLé membangun pabrik baru, yaitu Pabrik Kejayan di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur yang beroperasi secara resmi pada 1988,&#8221; jelas Deborah Lukmawati, Direktur Legal Corporate Affairs PT Nestle Indonesia, saat menyambut rombongan Safari Jurnalistik PWI di Aula PT Nestle Indonesia pabrik Kejayan, Rabu (4/7/2018) </p>
<p>&#8220;Produk-produk yang dihasilkan di Pabrik Kejayan adalah produk-produk susu, antara lain Bear Brand, Dancow, Carnation, dan tentu saja Cap Nona. Bahan baku yang digunakan untuk menghasilkan produk-produk susu ini yaitu susu segar yang disuplai oleh mitra, para peternak sapi perah yang tersebar di Jawa Timur,&#8221; jelas Budi Utomo, Factory Manager PT Nestle Indonesia pabrik Kejayan.</p>
<p>Untuk menghasilkan produk susu berkualitas, tim Milk Procurement and Dairy Development (MPDD) pabrik Kejayan memberikan pelatihan dan pendampingan bagi para peternak susu untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas susu segar yang dihasilkan, sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan para peternak. </p>
<p>Hal ini sejalan dengan tujuan Nestlé untuk meningkatkan kualitas hidup dan berkontribusi untuk masa depan masyarakat Indonesia yang lebih sehat.  Hingga kini, kemitraan Pabrik Kejayan dengan para peternak susu sudah berjalan lebih dari 40 tahun dan semakin erat. <strong>(rhd/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">46075</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
