<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>salah ambil jenazah &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/salah-ambil-jenazah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 29 Jan 2021 11:03:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>salah ambil jenazah &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Ditetapkan Tersangka Pengeroyok Anggota Salah Ambil Jenazah, Pelaku Minta Maaf dan Khilaf</title>
		<link>https://memontum.com/ditetapkan-tersangka-pengeroyok-anggota-salah-ambil-jenazah-pelaku-minta-maaf-dan-khilaf</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Jan 2021 11:01:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Polresta Malang Kota]]></category>
		<category><![CDATA[PSC 119]]></category>
		<category><![CDATA[RSSA]]></category>
		<category><![CDATA[salah ambil jenazah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=133466</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Polresta Malang berhasil mengamankan keluarga almarhum (Alm) W, yang diduga melakukan pengeroyokan terhadap Alfa (29), anggota PSC 119 Kota Malang. Mereka yang diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka itu, adalah BHO (26) warga Jl Peltu Sujono, Gang Cilung, Kelurahan Ciptomulyo, Kecamatan Sukun, Kota Malang dan MNH alias Nofal (21) warga kawasan Jl [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8211; Polresta Malang berhasil mengamankan keluarga almarhum (Alm) W, yang diduga melakukan pengeroyokan terhadap Alfa (29), anggota PSC 119 Kota Malang.</p>



<p>Mereka yang diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka itu, adalah BHO (26) warga Jl Peltu Sujono, Gang Cilung, Kelurahan Ciptomulyo, Kecamatan Sukun, Kota Malang dan MNH alias Nofal (21) warga kawasan Jl Janti Barat Gang III, Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang.</p>



<p>Perlu diketahui bahwa Nofal adalah anak Alm W, pasien dengan pemakaman protokol kesehatan. Sedangkan BHO adalah kakak sepupunya. Penganiayaan terhadap Alfa ini, terjadi tidak jauh dari pintu masuk TPU Kasin, Kecamatan Klojen, Kota Malang, pada Kamis (28/1/2021) pukul 15.15.</p>



<p>Peristiwa sendiri, terjadi setelah kesalahan saat mengantar jenazah untuk dimakamkan secara protokol kesehatan. Saat itu, jenazah Alm W tertukar dengan jenazah pasien lain, saat hendak dimakamkan di TPU Kasin. Hingga akhirnya, membuat Nofal dan BHO, sepupunya marah.</p>



<p>Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Dr Leonardus Harapantua Simarmata Permata S Sos SIK MH, mengatakan bahwa pada Kamis (28/01) dini hari, pihak keluarga Alm W mendapat informasi dari Kapolsek Klojen bahwa pemakaman Alm W secara protokol kesehatan dan mendapatkan nomor urut (antrian) 2. Dengan estimasi waktu, pukul 10.00 hingga pukul 11.00.</p>



<p>Namun, tambah Kapolresta, setelah dilakukan koordinasi dengan yang berwenang, akhirnya Alm W mendapatkan giliran pemakamam nomor 4.</p>



<p>&#8220;Tersangka BHO sekitar pukul 12.37, mendapat telepon dari petugas PSC 119. Isinya, menyampaikan bahwa pada jam tersebut jenazah nomor urut 3 dalam proses pemakaman. Pihak PSC memberikan saran, untuk ke rumah sakit RSSA dan langsung menunggu di TPU Kasin, karena akan segera dilakukan pemakaman terhadap Alm W,&#8221; ujar Kombes Pol Dr Leonardus.</p>



<p>Pukul 13.00, tersangka BHO dan Nofal datang ke ruang jenazah RSSA Malang. Namun, tidak lama kemudian ambulan datang. Hanya saja, bukan untuk mengantar jenazah Alm W. Ternyata, jenazah Alm W menjadi nomor urut 5, dengan alasan untuk menyelesaikan yang satu lokasi.</p>



<p>Pukul 12.20, datang ambulan yang sama. Namun, memberikan keterangan bukan akan membawa jenazah Alm W. Sehingga, sempat terjadi keributan di ruang depan kamar jenazah RSSA Malang. Tersangka BHO, meminta supaya segera memakamkan jenazah Alm W, namun permintaan itu ditolak.</p>



<p>&#8220;Ternyata pada saat terjadi klarifikasi itu, ada konflik yang terjadi perdebatan dan ada sedikit benturan fisik yang menyebabkan salah satu tersangka merasa kesal. Lalu akhirnya, diputuskan dimakamkan. Kurang lebih pukul 15.00, setelah sampai di TPU Kasin, terjadi lagi satu peristiwa. Dari salah satu tersangka ini, mengetahui bahwa di peti itu bukan tertulis atas nama Alm W. Tetapi, atas nama Alm S,&#8221; ujar Kombes Pol Leonardus.</p>



<p>Dari kesalahan ini, ujarnya, memicu kemarahan pihak keluarga. &#8220;Ini akhirnya memicu kembali kemarahan keluarga. Mengingat, sudah ada benturan sebelumnya hingga salah satu tersangka ini mengejar supir ambulan. Dipegang, lalu tersangka lain memukul mengenai kepala. Sehingga, korbannya pingsan, dan saat ini dirawat di RKZ,&#8221; ujar Kombes Pol Leonardus.</p>



<p>Petugas Polresta Malang Kota yang mendapat laporan ini, akhirnya berhasil mengamankan BHO pada Kamis pukul 23.30 di Jl Kolonel Sugiono, Kelurahan Ciptomulyo, Kecamatan Sukun. Sedangkan MNH, ditangkap pada Jumat (29/1/2021) pukul 10.30 di depan Puskesmas Janti. Kini keduanya dikenakan Pasal 170 KUHP.</p>



<p>&#8220;Kami sampaikan bahwa kami tetap berkomitmen untuk memberikan pengamanan kepada seluruh petugas yang melaksanakan tugas pemakaman. Baik itu tim pemulasaran, tenaga kesehatan, maupun juga pihak dokter. Polresta Malang Kota berkomitmen untuk terus menjaga dan mengamankan seluruh rangkaian kegiatan. Kami juga menyampaikan, ada hal-hal yang perlu diperbaiki sehingga juga tidak memicu pada peristiwa yang akan datang,&#8221; ujar Kombes Pol Dr Leonardus.</p>



<p>Tersangka Nofal dalam keterangannya, mengaku bahwa saat itu merasa emosi. Apalagi, saat di kamar jenazah, bapaknya tidak kunjung diberangkatkan ke TPU Kasin.</p>



<p>&#8220;Harusnya, bapak saya yang dibawa. Tetapi, kenapa tidak kunjung diangkat malah diloncatin lagi nomer selanjutnya. Dari situ, ada petugas yang karena capek, mereka emosi seakan-akan saya melawan petugas. Padahal, saya menjelaskan tentang sebenarnya kloter bapak yang harus berangkat,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong><a href="https://memontum.com/133444-ini-akibatnya-jika-salah-kirim-jenazah-tim-psc-mengaku-kena-pukul">Baca Juga: Ini Akibatnya Jika Salah Kirim Jenazah, Tim PSC Mengaku Kena Pukul</a></strong></p>



<p>Kami ingin, tambah Nofal, membawa sendiri jenazah bapak ke makam. &#8220;Dengan catatan, bapak saya keluar dari peti biar kami angkat sendiri. Sempat terlontar kata tidak pantas. Sehingga, sampai satu petugas PSC menabrakan badannya ke saya,&#8221; ujar Nofal.</p>



<p>Dirinya kian khilaf, tambahnya, setelah mengetahui ada kekeliruan jenazah. &#8220;Dari situ itu, saya pulang menuju makam. Saya menunggu di makam hingga jenazah datang. Saya bersama keluarga lain, mensolati di makam. Dari sini, saya belum mengetahui tentang kekeliruan jenazah yang dibawa. Namun, ternyata terjadi kekeliruan jenazah. Akhirnya, kakak saya mencoba keluar dan mencari yang katanya penanggung jawab dan koordinator. Tapi tidak ada di situ, sementara yang ada justru orang lain dengan marah-marah. Kami terpancing emosinya. Kakak saya menabrak salah satu petugas. Sementara saya, spontan emosi dan khilaf, saya memukul salah satu petugas secara spontan,&#8221; ujar Nofal menyesal. <strong>(gie/sit)</strong></p>



<p></p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">133466</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ini Akibatnya Jika Salah Kirim Jenazah, Tim PSC Mengaku Kena Pukul</title>
		<link>https://memontum.com/ini-akibatnya-jika-salah-kirim-jenazah-tim-psc-mengaku-kena-pukul</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Jan 2021 08:20:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[PSC 119]]></category>
		<category><![CDATA[RSSA]]></category>
		<category><![CDATA[salah ambil jenazah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=133444</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Media sosial digegerkan oleh viralnya aksi salah kirim jenazah yang hendak dimakamkan. Tidak hanya itu, dalam kejadian tersebut, siapa sangka juga terjadi aksi pemukulan yang dialami tim PSC (Public Safety Center) 119 Kota Malang, oleh keluarga korban Covid-19. Hal itu, tentunya dipicu lantaran tim PSC, salah mengambil peti jenazah dan diketahui [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Media sosial digegerkan oleh viralnya aksi salah kirim jenazah yang hendak dimakamkan. Tidak hanya itu, dalam kejadian tersebut, siapa sangka juga terjadi aksi pemukulan yang dialami tim PSC (Public Safety Center) 119 Kota Malang, oleh keluarga korban Covid-19.</p>



<p>Hal itu, tentunya dipicu lantaran tim PSC, salah mengambil peti jenazah dan diketahui oleh keluarga pada saat sudah memasuki liang kubur. Berkaitan dengan itu, Koordinator PSC 119 Kota Malang, Dhana Setiawan, membeberkan kronologi sebenarnya, Jumat (29/1) siang.</p>



<p>&#8220;Kemarin (28/1), kejadian sekitar pukul 14.45, atau setelah Ishoma (istirahat, sholat, dan makan). Tim pemakaman menuju kamar jenazah RSSA (Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Saiful Anwar) untuk mengambil jenazah, yang akan dimakamkan di TPU Sukun. Ada tiga jenazah yang harus dimakamkan secara bergantian,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Setelah menyelesaikan pemakaman dua jenazah, tim kembali ke RSSA, untuk memakamkan jenazah berikutnya. Dari situlah, mulai terjadi perselisihan.</p>



<p>&#8220;Keluarga jenazah atas nama Alm W, yang memiliki nomor antrian 4, meminta untuk segera dilakukan pemakaman, setelah nomor antrian 3. Namun, karena diundur menjadi antrean nomor 5, karena tim pemakaman akan menyelesaikan pemakaman jenazah di wilayah Sukun, untuk antrian nomor 3 dan nomor 5, keluarga almarhum tidak terima,&#8221; lanjut Dhana.</p>



<p>Lantaran tidak sabar menunggu, pihak keluarga Alm W, pun sampai beradu mulut dengan dua anggota pemakaman bernama Tri Erwanto dan Alfa.</p>



<p>&#8220;Setelah itu, keluarga tidak berkenan kalau jenazah Alm W, dimakamkan oleh tim. Mereka memutuskan, untuk memanggil ambulance sendiri karena merasa sakit hati. Bahkan, pihak keluarga sempat mengumpat kepada salah satu anggota kami,&#8221; ceritanya.</p>



<p>Karena tidak terima dengan umpatan yang dilontarkan pada anggota PSC 119 atas nama Tri, rekannya bernama Alfa membenturkan badan ke salah satu anggota keluarga Alm. Wakid.</p>



<p>&#8220;Karena kondisi memanas, Bhabinkamtibmas Bandungrejosari, sekaligus penjaga kamar jenazah, Aiptu Budi Setyo, berusaha menengahi dan akhirnya jenazah dibawa menuju pemakaman. Sesampainya di pemakaman, salah satu anggota keluarga Alm W menyadari bahwa peti yang dibawa, bukan jenazah keluarganya. Melainkan jenazah Alm S, atau bukan keluarganya,&#8221; terang Dhana.</p>



<p>Makin tidak terima, keluarga Alm W akhirnya kembali adu mulut dengan tim pemakaman dan memukul Alfa hingga pingsan dan harus dilarikan ke RKZ. &#8220;Anggota tim pemakaman yang lain kembali menuju RSSA, untuk mengambil jenazah Alm W,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Kepala UPT Pemakaman, Takroni Akbar, mengaku sangat menyayangkan kejadian tersebut. &#8220;Memang benar ada kesalahan dari kami, tapi saya rasa itu manusiawi. Kami sehari sebelumnya, kerja seharian dengan diguyur hujan, demi tugas kemanusiaan,&#8221; katanya.</p>



<p>Pria yang akrab disapa Takroni ini berharap, kesalahan kali ini jangan sampai mencederai dan merusak apa yang sudah dilakukannya bersama tim hampir 1 tahun belakangan, berkaitan dengan pemulasaran dan pemakaman jenazah pasien Covid-19.</p>



<p>&#8220;Kami sudah upayakan kerja sebaik mungkin, lelah, kecapekan, kadang tidak sempat makan karena saking banyak proses pemakaman yang harus kami kerjakan. Meski nyaris fatal kejadian kemarin, tapi sudah teratasi. Alhamdulillah,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong><a href="https://memontum.com/133441-viral-salah-jenazah-ini-klarifikasi-rssa-malang">Baca Juga: Viral Salah Jenazah, Ini Klarifikasi RSSA Malang</a></strong></p>



<p>Meski begitu, dirinya memohon maaf kepada pihak yang merasa dirugikan, atas insiden yang terjadi kemarin. Dia juga meminta kepada keluarga korban Covid-19, jangan menekan petugas ketika sedang menjalankan misi kemanusiaan ini.</p>



<p>&#8220;Saya mohon juga pengertian dari keluarga korban, petugas jangan ditekan, jangan disuruh buru-buru. Sabarlah, tetap akan kami layani berapapun banyaknya. Bahkan dahulu, sehari 17 (pemakaman) saja kami layani, dari pagi hingga subuh,&#8221; terangnya. <strong>(cw1/sit)</strong></p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">133444</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Viral Salah Jenazah, Ini Klarifikasi RSSA Malang</title>
		<link>https://memontum.com/viral-salah-jenazah-ini-klarifikasi-rssa-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Jan 2021 07:45:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Klarifikasi]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[RSSA]]></category>
		<category><![CDATA[salah ambil jenazah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=133441</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sempat beredar video tim PSC (Public Safety Centre) Kota Malang, yang salah mengirim jenazah pasien Covid-19. Video yang tersebar luas di media sosial Kamis (28/1) kemarin, membuat pihak Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Saiful Anwar (RSSA), pun angkat bicara. Kepala Bagian Humas RSSA, Donny Iryan, menceritakan kronologi kejadian miss komunikasi dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8211; Sempat beredar video tim PSC (Public Safety Centre) Kota Malang, yang salah mengirim jenazah pasien Covid-19.</p>



<p>Video yang tersebar luas di media sosial Kamis (28/1) kemarin, membuat pihak Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Saiful Anwar (RSSA), pun angkat bicara.</p>



<p>Kepala Bagian Humas RSSA, Donny Iryan, menceritakan kronologi kejadian miss komunikasi dengan pihak PSC itu. &#8220;Setiap hari ada list pemakaman dan hari itu ada enam jadwal yang harus dimakamkan oleh PSC. Sebut saja jenazah 1, 2, 3, 4, 5, 6. Nomor 1 dan 2 list sudah aman, nomor 3 dan 5 berada pada satu lokasi pemakaman yang sama,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Karena akan dimakamkan pada lokasi yang sama, tambah Donny, agar lebih efisein, PSC ingin membawa jenazah nomor 3 dan 5.</p>



<p>Kemudian, keluarga jenazah nomor 4, tidak terima. Karena pemulasaran jenazah nomor 5, selesai lebih dahulu. Sementara pada list, harusnya nomor 4, baru ke nomor berikutnya. Namun, yang didahulukan malah jenazah nomor 5. Tapi pada akhirnya, keluarga nomor 4 menerima meski mengalami cek-cok terlebih dulu.</p>



<p>&#8220;Setelah selesai dan akan mengambil jenazah nomor 4, malah salah ambil nomor 6. Ya mungkin sudah panas dan capek, jadi teman-teman PSC mengalami miss,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Setelah dibawa ke rumah duka, keluarga nomor 4 yang awalnya sudah dalam kondisi emosi menunggu, malah makin marah. Pasalnya, ketika jenazah hampir masuk liang lahat, ternyata itu adalah jenazah nomor 6.</p>



<p><strong><a href="https://memontum.com/133416-rssa-malang-mulai-vaksin-3-223-nakes">Baca Juga: RSSA Malang Mulai Vaksin 3.223 Nakes</a></strong></p>



<p>&#8220;Jadi, itu kronologinya sampai menimbulkan perseteruan. Sebenarnya, saya belum lihat videonya seperti apa. Tetapi kami dapat klarifikasi dari dokter forensik RSSA seperti itu,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Ke depan, Donny menegaskan, akan memperbaiki pendataan identitas jenazah. &#8220;Karena hingga saat ini memang identitas jenazah hanya diberi spidol nomor sekian atas nama ini, gelang pasien juga akan dipaku pada peti. Nanti dievaluasi lagi biar identitas lebih terbaca. Namun pemulasaran kami sudah benar,&#8221; bebernya. <strong>(cw1/sit)</strong></p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">133441</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
