<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Saluran mampet &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/saluran-mampet/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 19 Jan 2021 09:59:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Saluran mampet &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Sutiaji Minta Pembongkaran Cor Menuju Drainase di Banjir Bandulan</title>
		<link>https://memontum.com/sutiaji-minta-pembongkaran-cor-menuju-drainase-di-banjir-bandulan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Jan 2021 09:52:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Bandulan]]></category>
		<category><![CDATA[DPUPRPKP]]></category>
		<category><![CDATA[Drainase]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Normalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Saluran mampet]]></category>
		<category><![CDATA[sutiaji]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=132472</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Banjir yang terjadi di Jalan Raya Bandulan, Kecamatan Sukun, menjadi jujugan Wali Kota Malang, Sutiaji, pada Selasa (19/01) tadi. Dalam pengamatan di lapangan, Sutiaji beserta Kepala DPUPRPKP (Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman), Hadi Santoso, temukan banyaknya saluran yang di cor oleh warga. &#8220;Di sini perlu ada normalisasi. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum <a href="https://memontum.com/132472-sutiaji-minta-pembongkaran-cor-menuju-drainase-di-banjir-bandulan" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Kota Malang</a> </strong>&#8211; Banjir yang terjadi di Jalan Raya Bandulan, Kecamatan Sukun, menjadi jujugan Wali Kota <a href="https://memontum.com/132472-sutiaji-minta-pembongkaran-cor-menuju-drainase-di-banjir-bandulan">Malang</a>, Sutiaji, pada Selasa (19/01) tadi.</p>



<p>Dalam pengamatan di lapangan, Sutiaji beserta Kepala DPUPRPKP (Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman), Hadi Santoso, temukan banyaknya saluran yang di cor oleh warga.</p>



<p>&#8220;Di sini perlu ada normalisasi. Infonya, banyak penutupan-penutupan saluran oleh warga. Pak Camat dan lurah sudah saya minta untuk mengkomunikasikan ke warga,&#8221; jelas Sutiaji.</p>



<p>Masih menurut Sutiaji, air tidak bisa masuk ke selokan, sehingga meluber ke jalanan. &#8220;Oleh karena itu akan dilakukan pembongkaran cor yang menghalangi saluran drainase,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Kepala DPUPRPKP, Hadi Santoso, menambahkan bahwa banyak saluran drainase yang tertutup beton. Sehingga ke depan, berdasarkan petunjuk Wali Kota, akan dibuatkan afur sebanyak mungkin.</p>



<p>&#8220;Mulai dari Bandulan atas sampai sini akan dibuatkan afur sebanyak mungkin. Kedua, aliran air dari Jalan Jupri atas yang dari barat itu karena ada dinding saluran milik Dinas Pengairan Provinsi di Jalan Kelapa Sawit roboh,&#8221; paparnya.</p>



<p>Karena kejadian itu, Soni menjelaskan bahwa air mengalir terbentur dan tersumbat masuk Jalan Kelapa Sawit, dan turun ke Jalan Jupri.</p>



<p>&#8220;Jadi kemarin kenapa parah, ya karena banyaknya saluran yang di cor, ditambah dinding saluran roboh,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Dirinya juga menyayangkan, banyaknya afur yang ditutup paving untuk akses jalan masuk warga. &#8220;Padahal, bisa dengan cara lain, tidak perlu dipaving, diberi tram besi pun bisa. Sangat butuh kesadaran dirilah ini,&#8221; tegasnya. <strong>(cw1/ed2)</strong></p>



<p></p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">132472</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
