<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Sama&#8217;an &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/samaan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 19 Nov 2025 13:26:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Sama&#8217;an &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Hujan Deras Sebabkan Longsor di Samaan, Rumah Lansia Ambrol ke Sungai</title>
		<link>https://memontum.com/hujan-deras-sebabkan-longsor-di-samaan-rumah-lansia-ambrol-ke-sungai</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2025 12:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ambrol]]></category>
		<category><![CDATA[Lansia]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<category><![CDATA[Sama'an]]></category>
		<category><![CDATA[sebabkan]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227882</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Hujan deras yang mengguyur Kota Malang pada Rabu (19/11/2025) sore, memicu tanah longsor di Jalan Tapaksiring Gang 4, RT 03 RW 08, Kelurahan Samaan, Kecamatan Klojen. Satu rumah milik warga lanjut usia (Lansia), Chatarina Suparmi (80), mengalami kerusakan berat setelah sebagian bangunannya ambrol ke aliran sungai. Kejadian itu, terjadi sekitar pukul [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Hujan deras yang mengguyur Kota Malang pada Rabu (19/11/2025) sore, memicu tanah longsor di Jalan Tapaksiring Gang 4, RT 03 RW 08, Kelurahan Samaan, Kecamatan Klojen. Satu rumah milik warga lanjut usia (Lansia), Chatarina Suparmi (80), mengalami kerusakan berat setelah sebagian bangunannya ambrol ke aliran sungai. Kejadian itu, terjadi sekitar pukul 15.30 WIB.</p>



<p>Pemilik rumah, Chatarina, mengaku mendengar suara gemuruh dari samping rumah yang berbatasan langsung dengan bibir sungai. “Suaranya bergemuruh dari samping rumah. Setelah saya cek, bagian belakang rumah sudah hilang, jatuh ke sungai,” ujar Chatarina.</p>



<p>Chatarina juga mengatakan, bahwa dalam kejadian kali ini, perabotan dapur dan sejumlah barang inventaris RT ikut hanyut terbawa arus. “Kursi inventaris RT ada sekitar 50 yang hanyut. Kalau elektronik tidak ada,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Relawan Kelurahan Tangguh Samaan, Hendra, mengatakan bahwa longsor tidak hanya merusak bagian rumah warga, tetapi juga merobohkan plengsengan teknis penopang struktur di sisi sungai. “Plengsengan teknis sepanjang 10 meter, lebar 4 meter dan tinggi 8 meter ikut runtuh. Beberapa rumah lain di sekitar lokasi berpotensi terdampak longsor susulan,” ucap Hendra.</p>



<p>Menurut dugaan awal, longsor dipicu kombinasi intensitas hujan tinggi dan naiknya debit arus sungai yang menggerus tanah di bawah bangunan. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun kerugian materiil masih dalam proses pendataan oleh relawan Kelurahan Tangguh dan perangkat kelurahan.</p>



<p>Usai kejadian, tim Kelurahan Tangguh Samaan bersama perangkat RT/RW langsung melakukan asesmen awal dan pelaporan berjenjang. Area sekitar titik longsor disterilisasi untuk mencegah warga mendekati zona rawan runtuhan. “Evakuasi jiwa dan material dilakukan ke tempat yang lebih aman. Anggota Kelurahan Tangguh juga disiagakan di lokasi,” imbuh Hendra.</p>



<p>Hendra juga mengimbau warga sekitar untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat kondisi tanah di area tersebut masih labil dan berpotensi menimbulkan longsor lanjutan. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227882</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tanggapi Keluhan Warga, DLH Kota Malang Bakal Tata Ulang Penanganan Sampah TPS Samaan dan Muharto</title>
		<link>https://memontum.com/tanggapi-keluhan-warga-dlh-kota-malang-bakal-tata-ulang-penanganan-sampah-tps-samaan-dan-muharto</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Oct 2025 09:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[keluhan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Muharto]]></category>
		<category><![CDATA[penanganan]]></category>
		<category><![CDATA[Sama'an]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[tanggapi]]></category>
		<category><![CDATA[warga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227148</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Menanggapi adanya keluhan penanganan sampah yang ada di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Kelurahan Samaan dan Kelurahan Muharto, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang menegaskan akan melakukan penataan ulang sistem pengangkutan sampah. Hal itu disampaikan Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang. Pria yang akrab disapa Raymond, itu mengatakan bahwa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Menanggapi adanya keluhan penanganan sampah yang ada di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Kelurahan Samaan dan Kelurahan Muharto, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang menegaskan akan melakukan penataan ulang sistem pengangkutan sampah. Hal itu disampaikan Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang.</p>



<p>Pria yang akrab disapa Raymond, itu mengatakan bahwa kondisi TPS yang berada di Kelurahan Samaan memang cukup kompleks. Terlebih, lokasinya berhimpitan dengan Pasar Tawangmangu.</p>



<p>&#8220;Kami akan sampaikan ke petugas agar lebih rajin dan lebih pagi dalam mengambil sampah. Untuk masyarakat, terutama pedagang, kami minta agar tidak membuang sampah melewati jam yang sudah diatur. Kalau aturannya pukul 06.00 sampai 11.00 WIB, jangan membuang pada pukul 12.00 atau 13.00 WIB, karena itu menyebabkan penumpukan sampai di keesokan harinya,&#8221; ujar Raymond, Senin (27/10/2025) tadi.</p>



<p>Dikatakannya, bahwa TPS Samaan tidak hanya menampung sampah warga sekitar, tetapi juga menampung sampah dari aktivitas pasar. Sehingga, ada banyak tumpukan sampah yang ada di TPS tersebut.</p>



<p>“Jadi memang bukan hanya dari warga, tapi juga dari Pasar Tawangmangu,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, untuk di Kelurahan Muharto, Raymond menyebut persoalan muncul karena lokasi TPS lama di depan Rusunawa Kutobedah kini sudah menjadi kawasan permukiman. Akibatnya, para penggerobak kini membuang sampah di pinggir jalan setelah Jembatan Muharto.</p>



<p>&#8220;Untuk sementara, kami pastikan pengangkutan dilakukan tepat waktu. Para penggerobak juga hanya boleh membuang sampah sampai jam 9 pagi. Itu aturannya,” tegasnya.</p>



<p>Sebagai langkah lanjutan, DLH Kota Malang berencana memfungsikan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Buring agar bisa menampung sampah dari wilayah Kecamatan Kedungkandang, termasuk dari Muharto. &#8220;Selama ini sampah dibuang ke TPA Supit Urang, yang jaraknya cukup jauh. Nanti, dengan TPST Buring difungsikan kembali, semua sampah dari wilayah Kedungkandang akan dialihkan ke sana. Kami akan lakukan pengolahan yang lebih maksimal agar sampah bisa habis di lokasi,” jelasnya.</p>



<p>Saat disinggung mengenai usulan agar pengangkutan sampah tidak lebih dari pukul 07.00, Raymond menjelaskan bahwa aturan tersebut masih disesuaikan dengan tahapan pengumpulan sampah. “Jam 07.00 WIB itu untuk pengumpulan sampah dari rumah tangga ke kotak sampah. Dari kotak ke TPS, waktu penggerobak kami bagi, ada yang jam 09.00 WIB dan ada yang jam 11.00 WIB. Kami lakukan pagi agar jalur transportasi tidak macet,” tuturnya.</p>



<p>Kebijakan terkait waktu pembuangan dan pengangkutan sampah, menurutnya juga masih akan dibahas lebih lanjut bersama dengan lintas perangkat daerah. “Kami terus berkoordinasi dengan Diskopindag dan DPUPRPKP. Diskopindag juga menghasilkan sampah dari pasar-pasar, sementara DPUPRPKP terkait transportasi dan kondisi jalannya,” imbuh Raymond. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227148</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dapat Bantuan CSR, Ketua TP PKK Samaan Bidik Inovasi Pasar Sayur</title>
		<link>https://memontum.com/dapat-bantuan-csr-ketua-tp-pkk-samaan-bidik-inovasi-pasar-sayur</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Oct 2023 06:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bantuan]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[Sama'an]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=199384</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Ketua TP PKK Kelurahan Samaan, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Weni Susilowati, mengaku bersyukur dan senang bisa mendapatkan bantuan CSR program urban farming yang telah didapatkan dari BRI. Sebelumnya, program urban farming di Kelurahan Samaan, sudah berjalan dan akan tetapi tidak secara masif dilakukan. Namun, dengan diberikan bantuan tersebut, menurutnya telah menambah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Ketua TP PKK Kelurahan Samaan, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Weni Susilowati, mengaku bersyukur dan senang bisa mendapatkan bantuan CSR program urban farming yang telah didapatkan dari BRI.</p>



<p>Sebelumnya, program urban farming di Kelurahan Samaan, sudah berjalan dan akan tetapi tidak secara masif dilakukan. Namun, dengan diberikan bantuan tersebut, menurutnya telah menambah fasilitas dan anggaran. Sehingga, membawa semangat baru bagi warga sekitar.</p>



<p>“Sebelumnya, itu tidak semua warga bergerak. Ada yang bersedia dan ada yang tidak. Dengan bantuan ini, maka menambah semangat warga untuk mempercantik wilayah dan ternyata menghijaukan lingkungan itu sangat bagus sekali manfaatnya. Disamping itu, juga menjaga ketahanan pangan di wilayah kami khusunya di RW 01,” jelas Weni, Sabtu (07/10/2023) tadi.</p>



<p>Kemudian, ditambahkannya, jika tanaman urban farming yang ada sangat beragam. Mulai dari bunga, buah-buahan, sayuran, tanaman toga dan jenis ikan. Terlebih, mengenai sayuran juga telah dipanen, kurang lebih sekitar 4 sampai 5 kali panen.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>“Itu semua diperuntukan untuk kemaslahatan para warga RW 01 Kelurahan Samaan. Jadi mulai dari Februari sampai Agustus, itu sudah panen 4 sampai 5 kali. Sebenarnya juga kemarin menginginkan agar peresmian di Agustus, tapi ternyata mundur sampai dengan hari ini,” tambahnya.</p>



<p>Pihaknya berharap, ke depan urban farming tersebut bisa terus berkelanjutan. Sehingga, program untuk menciptakan inovasi pasar sayur di wilayah RW 01 Kelurahan Samaan, Kota Malang, bisa digaungkan.</p>



<p>“Sehingga hasil panen yang kami jual, setiap panen bersama Ikatan Wanita BRI (IwaBRI) atau hanya dengan PKK dan warga sekitar, itu hasil panennya dilelang. Jadi dijual dan kebetulankan warga kita ada yang penjual lalapan, pangsit, ya sudah dibeli oleh warga sendiri dari hasil panen itu,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">199384</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jaga Ketahanan Pangan, Pj Wali Kota Malang Resmikan Ekosistem Urban Farming di Kelurahan Samaan</title>
		<link>https://memontum.com/jaga-ketahanan-pangan-pj-wali-kota-malang-resmikan-ekosistem-urban-farming-di-kelurahan-samaan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Oct 2023 05:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[ekosistem]]></category>
		<category><![CDATA[farming]]></category>
		<category><![CDATA[Kelurahan]]></category>
		<category><![CDATA[ketahanan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Resmikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sama'an]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=199379</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meresmikan ekosistem urban farming di Kampung Palm RW 01, Kelurahan Samaan, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Sabtu (07/10/2023) tadi. Program urban farming tersebut, didapat melalui Corporate Social Responbility (CSR) dari Bank BRI Kota Malang. Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan jika program tersebut menjadi daya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meresmikan ekosistem urban farming di Kampung Palm RW 01, Kelurahan Samaan, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Sabtu (07/10/2023) tadi. Program urban farming tersebut, didapat melalui Corporate Social Responbility (CSR) dari Bank BRI Kota Malang.</p>



<p>Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan jika program tersebut menjadi daya tarik tersendiri. Apalagi, kebermanfaatannya juga diperuntukkan bagi warga sekitar kelurahan tersebut.</p>



<p>“Tadi sudah kita lihat, dengan adanya urban farming ini hasilnya memang ada before dan afternya (sebelum dan sesudah, red). Di mana pada saat kita turun tadi, awalnya itukan tempat pembuangan sampah. Nah sekarang, sudah dimanfaatkan menjadi lahan hijau-hijauan,” jelas Pj Wali Kota Wahyu Hidayat, seusai meninjau lokasi.</p>



<p>Hasil dari program urban farming tersebut, lanjutnya, juga beragam. Mulai dari sayur mayur, yaitu terong, pare, jamur, kemudian juga terdapat keripik bayam, jus buah, hingga ikan nila dan ikan lele. Semua itu, didapat melalui program CSR dari BRInita</p>



<p>(BRI Bertani di Kota).</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>“Tadi sudah kita makan sama-sama dan saya juga mencoba mencicipi pare. Sehingga, selain mendapatkan hasil tersebut, yang terpenting polusi udara dan cuaca di tengah kepadatan kota ini bisa dinetralisir, karena ada hijau-hijauan ini,” katanya.</p>



<p>Selain itu, menurutnya melalui program urban farming tersebut juga untuk menguatkan ketahanan pangan di wilayah tersebut dan juga menekan angka stunting di Kota Malang. Sehingga, pihaknya berharap kedepan dukungan yang telah diberikan dari CSR bisa terus berkelanjutan.</p>



<p>“Jadi setelah dilakukan peresmian seperti ini, memang yang harus diperhatikan bagaimana pascanya nanti. Tadi BRI juga siap untuk pasca, agar program tersebut bisa berkelanjutan,” tuturnya.</p>



<p>Sementara itu, CEO BRI Regional Kota Malang, Suratin, menyampaikan jika program tersebut telah disalurkan sejak bulan Februari 2023 lalu. Pemilihan di lokasi tersebut, juga menjadi tempat yang cocok karena padat penduduk di tengah Kota Malang dan memenuhi persyaratan CSR urban farming.</p>



<p>“Jadi program ini juga dikhususkan untuk ibu-ibu PKK. Kita salurkan kegiatan yang positif, dengan menghasilkan dan memberdayakan masyarakat sekitar. Programnya ini juga kita serahterima pada&nbsp; pemerintah daerah (Pemkot Malang, jadi itu sebagai bukti,” ucap Suratin.</p>



<p>Ke depan, menurutnya selain pembangunan fisik, juga akan dilakukan pemberdayaan kepada masyarakat, hingga membantu memasarkan produk yang telah dihasilkan. <strong>(pro/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">199379</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bung Edi, Gelorakan Perang Buang Sampah Sembarangan</title>
		<link>https://memontum.com/bung-edi-gelorakan-perang-buang-sampah-sembarangan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Dec 2018 16:01:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Deklarasi]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Open Defecation Free]]></category>
		<category><![CDATA[Sama'an]]></category>
		<category><![CDATA[Sofyan Edi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/68308-bung-edi-gelorakan-perang-buang-sampah-sembarangan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Semangat menggebu warga mewujudkan lingkungan yang sehat dan bersih digelorakan warga kelurahan Samaan Kecamatan Klojen Kota Malang. Sebagaimana terpotret pada gelaran deklarasi &#8220;Stop Buang Air Besar Sembarangan (Open Defecation Free)&#8221; oleh warga Samaan yang dihadiri Wakil Walikota Malang, Sofyan Edi Jarwoko. Diutarakan penggagas acara, Samsul Hadi, yang juga Wakil Ketua Forum [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Semangat menggebu warga mewujudkan lingkungan yang sehat dan bersih digelorakan warga kelurahan Samaan Kecamatan Klojen Kota Malang. Sebagaimana terpotret pada gelaran deklarasi &#8220;Stop Buang Air Besar Sembarangan (Open Defecation Free)&#8221; oleh warga Samaan yang dihadiri Wakil Walikota Malang, Sofyan Edi Jarwoko.</p>
<p>Diutarakan penggagas acara, Samsul Hadi, yang juga Wakil Ketua Forum Kota Sehat Kota Malang, bahwa deklarasi yang diadakan bagian dari komitmen warga Samaan untuk ikut mewujudkan Malang Kota Sehat.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20181212-WA0176-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="333" class="aligncenter size-full wp-image-68311" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20181212-WA0176-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20181212-WA0176-copy.jpg?resize=300%2C154&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p><strong>Baca :</strong> <a href="https://memontum.com/67976-kota-malang-darurat-sampah" rel="noopener" target="_blank">Kota Malang Darurat Sampah</a></p>
<p>&#8220;Karenanya hadir dan ikut secara aktif dalam deklarasi adalah para ketua RT, ketua RW, pengurus LPMK (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan), pengurus BKM (Badan Keswadayaan Masyarakat), komunitas Kelurahan Tangguh, pengurus Forum Kota Sehat serta dihadiri dan disaksikan Lurah, Camat, dan Disperkim. Itu menunjukkan tekad kami untuk membantu program Pemkot di bidang lingkungan, &#8220;ujar Samsul.</p>
<p>Sementara Bung Edi, demikian Wawali biasa disapa, menegaskan, issue lingkungan menjadi issue krusial yang harus jadi perhatian bersama. &#8220;Kemarin waktu &#8220;banjir&#8221; menyapa kota, saya dan Pak Wali merasa sedih,  bertepatan kami berdua ada tugas kedinasan di luar kota yang tidak dapat ditinggal karena mengikuti undangan kementerian dan juga dihadiri Bapak Wakil Presiden. Namun kami berdua (red. Walikota dan Wakil Walikota) intens mengikuti serta terus komunikasi dan menginstruksikan kepada OPD untuk bergerak aktif. </p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20181212-WA0163-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="333" class="aligncenter size-full wp-image-68310" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20181212-WA0163-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20181212-WA0163-copy.jpg?resize=300%2C154&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p><strong>Baca Juga : </strong><a href="https://memontum.com/67924-sampah-sumbat-drainase-biang-banjir-kota-malang" rel="noopener" target="_blank">Sampah Sumbat Drainase, Biang Banjir Kota Malang</a></p>
<p>Dan dari beberapa faktor yang terlaporkan, satu di antaranya masalah sampah yang menyebabkan arus air di selokan dan drainase drainase tidak berjalan normal. Artinya lingkungan harus jadi perhatian kita bersama, serta diperlukan kerja bersama saling menguatkan. </p>
<p>&#8220;Untuk itu, saya hadir pada acara deklarasi ini, karena ini juga bagian penting mewujudkan budaya bersih dan menciptakan lingkungan yang sehat, &#8220;tutur Sofyan Edi Jarwoko.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20181212-WA0162-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="333" class="aligncenter size-full wp-image-68309" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20181212-WA0162-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20181212-WA0162-copy.jpg?resize=300%2C154&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong> <a href="https://hukrim.memontum.com/22229-kota-malang-darurat-banjir" rel="noopener" target="_blank">Kota Malang Darurat Banjir</a></p>
<p>Secara khusus, Wawali Edi juga mengajak warga Samaan untuk menggelorakan &#8220;perang&#8221; terhadap sampah. Termasuk memerangi perilaku buang sampah sembarang. Imbuh pria ramah ini.</p>
<p>Setelah menyaksikan deklarasi yang digelar di kelurahan Samaan (12/12/2018), Bung Edi berkesempatan melakukan peninjauan ke saluran IPAL yang dibangun tahun 2018 dan berdialog serta menyapa warga Samaan, dimana satu di antaranya menyapa khusus warga disabilitas di sana.</p>
<h3><strong>Poin deklarasi sebagai berikut :</strong></h3>
<p> 1. Stop buang air besar dan sampah di sungai<br />
 2. Warga Samaan sepakat bebas ODF<br />
 3. Warga Samaan siap memelihara kebersihan dan kelestarian lingkungan.<br />
 4. Siap melaporkan para pihak yg membuang sampah sembarangan atau merusak lingkungan. <strong>(hms/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">68308</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ini Lohh Kampung Edukasi di RW 8 Sama&#8217;an</title>
		<link>https://memontum.com/ini-lohh-kampung-edukasi-di-rw-8-samaan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Aug 2018 12:58:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Sama'an]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/53228-ini-lohh-kampung-edukasi-di-rw-8-samaan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Terinspirasi beberapa kampung tematik di Kota Malang, RW 8 Sama&#8217;an mencoba membuat inovasi Kampung Edukasi, sekaligus memperkuat sisi Kota Malang sebagai kota pendidikan. Berbekal potensi beberapa lembaga pendidikan di wilayahnya seperti Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-Kanak (TK) dan rumah belajar untuk les sekolah dengan biaya sukarela, semakin menambah greget [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8211; Terinspirasi beberapa kampung tematik di Kota Malang, RW 8 Sama&#8217;an mencoba membuat inovasi Kampung Edukasi, sekaligus memperkuat sisi Kota Malang sebagai kota pendidikan. Berbekal potensi beberapa lembaga pendidikan di wilayahnya seperti Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-Kanak (TK) dan rumah belajar untuk les sekolah dengan biaya sukarela, semakin menambah greget warganya. Selain itu, Kampung &#8216;Sama&#8217;an&#8217; Edukasi ini sempat masuk 16 besar lomba Kampung Tematik di wilayah kota Malang. </p>
<p>Didorong oleh keinginan luhur, warga RW 8 Kelurahan Sama&#8217;an, Kecamatan Klojen, yang terdiri dari 312 Kepala Keluarga dalam 6 RT, akhirnya mulai berbenah. Bak gayung bersambut, pengurus RW dan karang taruna pun melakukan pendataan dan pembuatan program Kampung Sama&#8217;an menjadi Kampung Edukasi.</p>
<p><div id="attachment_11554" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-11554" decoding="async" src="https://i0.wp.com/pemerintahan.memontum.com/wp-content/uploads/sites/5/2018/08/IMG-20180827-WA0052-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="Membuka kembali ingatan sejarah dengan tema kerajaan" width="650" height="333" class="size-full wp-image-11554" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-11554" class="wp-caption-text"><em><strong>Membuka kembali ingatan sejarah dengan tema kerajaan</strong></em></p></div></p>
<p>&#8220;Cikal bakalnya berawal dari keberadaan yayasan pendidikan yang dimiliki warga kami, hingga bisa membuka Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-Kanak (TK), dan rumah belajar untuk les sekolah dengan biaya sukarela. Atas dasar itu, warga kami merasa bahwa Kampung Samaan ini memiliki potensi pendidikan (edukasi) yang cukup besar untuk menjadikan Kampung Edukasi,&#8221; jelas Ketua RW 8 Sama&#8217;an, Rahman Nula Idris kepada Memo X (Grup Memontum.com).</p>
<p>Selain misi visi RW 8 menciptakan kampung tematik yang mendidik (edukasi), juga menggali sisi budaya dengan membedah sejarah Sama&#8217;an sebagai bahan literasi edukasi. </p>
<p>&#8220;Di wilayah kami ini cukup banyak situs, peninggalan, dan sejarah yang menyangkut perkembangan kota Malang dari jaman penjajahan hingga saat ini sebagai bahan literasi sejarah. Bahkan sekitar 60 persen sejarah Kota Malang ini ada di Sama&#8217;an,&#8221; ungkap kontraktor dan pengusaha property ini.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">53228</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
