<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>sandiaga &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/sandiaga/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 22 Sep 2024 14:39:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>sandiaga &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Menparekraf Sandiaga Sebut Banyuwangi sebagai Ekosistem Pariwisata Terbaik di Nusantara</title>
		<link>https://memontum.com/menparekraf-sandiaga-sebut-banyuwangi-sebagai-ekosistem-pariwisata-terbaik-di-nusantara</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Sep 2024 11:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[ekosistem]]></category>
		<category><![CDATA[Menparekraf]]></category>
		<category><![CDATA[nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[sandiaga]]></category>
		<category><![CDATA[sebagai]]></category>
		<category><![CDATA[terbaik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=214482</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Sandiaga Salahuddin Uno, melakukan kunjungan kerja di Banyuwangi dalam rangka pembukaan Worshop KaTa (Kabupaten/Kota) Kreatif di Pendopo Sabha Swagata, Sabtu (21/09/2024) tadi.&#160; Dalam momen itu, Menparekraf menyebut bahwa Banyuwangi memiliki ekosistem pariwisata terbaik di nusantara. Hal ini, lantaran aksesibilitas, amenitas dan atraksi yang dimiliki Banyuwangi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Sandiaga Salahuddin Uno, melakukan kunjungan kerja di Banyuwangi dalam rangka pembukaan Worshop KaTa (Kabupaten/Kota) Kreatif di Pendopo Sabha Swagata, Sabtu (21/09/2024) tadi.&nbsp;</p>



<p>Dalam momen itu, Menparekraf menyebut bahwa Banyuwangi memiliki ekosistem pariwisata terbaik di nusantara. Hal ini, lantaran aksesibilitas, amenitas dan atraksi yang dimiliki Banyuwangi lengkap dan selalu meningkat kualitasnya.</p>



<p>“Kalau mau melihat ekosistem pariwisata terbaik di Nusantara, datang ke Banyuwangi,” kata Menparekraf Sandiaga.</p>



<p>Dirinya juga menjelaskan, mengapa Banyuwangi dinilai memiliki ekosistem wisata terbaik, antara lain karena di Banyuwangi tersedia atraksi wisata, amenitas dan aksesibilitas yang sangat lengkap dan berkualitas. “Banyuwangi selalu menghadirkan event yang terus meningkat kualitasnya dan atraksi yang selalu bertambah variasinya. Amenitasnya juga luar biasa, seperti yang saya tinggali semalam, tidak kalah dengan hotel berkelas,” tambahnya.</p>



<p>Untuk akses, ujarnya, Banyuwangi juga mudah didatangi. Saat ini, penerbangan dari Jakarta ke Banyuwangi bisa dilakukan setiap hari. Begitu juga dengan kereta api, sudah tersedia relasi Pasar Senen Jakarta – Stasiun Banyuwangi Baru, yang juga melayani setiap hari.</p>



<p>“Setelah ini, juga bakal ditembus oleh jalan tol Probowangi (Probolinggo-Banyuwangi). Ditambah kapal cepat dari Bali ke Banyuwangi, yang baru saja kami launching. Semakin mantab,” ujar Sandiaga.</p>



<p>Selain itu, dirinya juga memuji sektor ekonomi kreatif Banyuwangi, yang terus berkembang. Sandiaga pun mengatakan, jika salah satu tujuannya ke Banyuwangi untuk menjadikan Banyuwangi sebagai Kabupaten Kreatif di Indonesia dalam beberapa bulan ke depan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Pariwasata sangat dekat dengan ekonomi kreatif. Maka, kami ingin mendorong agar ekonomi kreatif Banyuwangi juga maju. Selain kuliner, fashion dan kriya yang sudah baik, kami juga ingin menguatkan sektor kreatif lainnya seperti musik, film, animasi dan desain visual,” ujar Sandiaga.</p>



<p>Untuk itulah, Kemenparekraf menggelar Workshop KaTa Kreatif di Banyuwangi, yakni sebuah program pengembangan Kabupaten/kota (KaTa) Kreatif yang bertujuan untuk menumbuhkembangkan ekonomi kreatif unggulan daerah serta membangun kesadaran dan komitmen stakeholders hingga tercipta ekosistem pengembangan Kabupaten/Kota yang kondusif.</p>



<p>“Dengan potensi ekonomi kreatif yang luar biasa di sini, kami meminta langsung kepada Ibu Bupati agar mau mengikuti uji petik penilaian KaTa Kreatif agar Banyuwangi bisa segera ditetapkan sebagai Kabupaten Kreatif di Indonesia,” kata Sandiaga.</p>



<p>Workshop KaTa Kreatif diikuti oleh 150 peserta yang berasal dari UMKM maupun perseorangan yang bergerak di 17 subsektor ekonomi kreatif yang ada di Banyuwangi. Seperti fashion, kriya, kuliner, musik, seni pertunjukkan, animasi dan video, fotografi hingga design komunikasi visual. Workshop tersebut juga menampilkan pameran beragam produk kreatif dari UMKM unggulan daerah.</p>



<p>Sementara itu, Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyampaikan terima kasihnya atas kesempatan workshop pengembangan daerah sebagai Kabupaten Kreatif oleh Kemenparekraf. Dirinya berharap, materi yang diberikan pada workshop bisa meningkatkan pengetahuan dan kompetensi semua peserta.</p>



<p>“Semoga semua peserta bisa meningkatkan kualitas produk kreatifnya hingga pemasarannya. Dan ekonomi kreatif Banyuwangi akan semakin berkembang,” kata Bupati Ipuk.</p>



<p>Sebelumnya sebagai rangkaian KaTa Kreatif, Kemenparekraf juga menggelar bedah design kemasan (Bedakan) khusus sub sektor kuliner untuk 50 UMKM Banyuwangi. Mereka mengikuti mentoring offline pada 19-20 September di Aula Minak Jinggo, Kantor Pemkab Banyuwangi.</p>



<p>Selanjutnya, 25 peserta terbaik akan mendapatkan mentoring online terkait design selama tiga bulan. Sebagi reward mereka akan mendapatkan hibah redisain kemasan dan hibah cetak kemasan usai menjalani mentoring. <strong>(kom/bwi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">214482</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Buka Eksotika Bromo Festival 2024, Menparekraf Sandiaga Bacakan Puisi Kidung Tengger</title>
		<link>https://memontum.com/buka-eksotika-bromo-festival-2024-menparekraf-sandiaga-bacakan-puisi-kidung-tengger</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Jul 2024 10:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[bacakan]]></category>
		<category><![CDATA[eksotika]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[kidung]]></category>
		<category><![CDATA[Menparekraf]]></category>
		<category><![CDATA[sandiaga]]></category>
		<category><![CDATA[tengger]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=212332</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, membuka Eksotika Bromo Festival 2024 di Lautan Pasir Bromo, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (27/07/2024) tadi. Eksotika Bromo Festival ini, merupakan salah satu event terbaik dalam Karisma Event Nusantara (KEN) Kemenparekraf. Dalam momen pembukaan itu, Menparekraf Sandiaga sempat membacakan puisi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, membuka Eksotika Bromo Festival 2024 di Lautan Pasir Bromo, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (27/07/2024) tadi. Eksotika Bromo Festival ini, merupakan salah satu event terbaik dalam Karisma Event Nusantara (KEN) Kemenparekraf.</p>



<p>Dalam momen pembukaan itu, Menparekraf Sandiaga sempat membacakan puisi &#8216;Kidung Tengger&#8217; yang merupakan salah satu kearifan lokal setempat. Kidung Tengger yang dibacakan menceritakan tentang latar belakang Peringatan Yadnya Kasada yang bertujuan memanjatkan syukur kepada Sang Hyang Widhi Wasa yang telah menciptakan pasangan Joko Seger dan Roro Anteng sebagai leluhur Bromo dan 25 keturunannya.</p>



<p>Menparekraf Sandiaga mengapresiasi pemerintah daerah dan seluruh pihak, karena telah berkolaborasi dalam event Eksotika Bromo Festival 2024. Event ini luar biasa dan berhasil terpilih menjadi salah satu event terbaik di Indonesia dalam 110 Karisma Event Nusantara. Gelaran ini, menyisihkan lebih dari 300 event lain.</p>



<p>“Saya mengapresiasi event ini, karena berkaitan dengan alam yang ada di sekitar kita. Dibalut dengan kearifan tradisi lokal dan atraksi budaya nusantara. Ini merupakan pengalaman unik, terima kasih telah berpartisipasi dalam meningkatkan pariwisata kita,” kata Menparekraf Sandiaga.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Eksotika Bromo Festival 2024 sendiri merupakan sebuah perayaan budaya yang bertujuan mempromosikan kekayaan seni dan budaya masyarakat sekitar serta menarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Eksotika Bromo mengangkat tiga elemen kehidupan manusia. Yaitu, Tengger dan budayanya, Bromo dan alamnya, Jawa Timur dan keseniannya. Sebagaimana Tengger menjadi budi luhur manusia sederhana yang dapat menghanyutkan segala nyaman yang tak ada di kota lainnya.</p>



<p>Menparekraf menyampaikan event yang berlangsung 27 hingga 28 Juli 2024 ini memberikan pengalaman spiritual melalui ekspresi budaya yang menyatu dengan keindahan alam. Dirinya mendorong agar pemerintah daerah bisa menggelar event sejenis Eksotika Bromo paling tidak sebulan dua kali di Kawasan Bromo.</p>



<p>Penyelenggaraan event ini akan mendorong peningkatan jumlah wisatawan sekitar 20 persen. “Saya lihat banyak wisatawan mancanegara tadi hadir dan ini juga menambah capaian dari pemulihan ekonomi kita terima kasih,” kata Menparekraf Sandiaga.</p>



<p>Turut mendampingi Menparekraf, Direktur Event Daerah Kemenparekraf/Baparekraf, Reza Fahlevi, Staf Khusus Menparekraf Bidang Pengamanan Destinasi dan Isu-isu Strategis, Brigjen TNI Ario Prawiseso. Serta, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Evy Afianasari, Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Hendro Widjanarko. <strong>(kom/raf/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">212332</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sandiaga Uno Sebut Desa Wisata Adat Osing Banyuwangi sebagai Desa Wisata Terbaik di Indonesia</title>
		<link>https://memontum.com/sandiaga-uno-sebut-desa-wisata-adat-osing-banyuwangi-sebagai-desa-wisata-terbaik-di-indonesia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Jul 2024 12:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[sandiaga]]></category>
		<category><![CDATA[sebagai]]></category>
		<category><![CDATA[terbaik]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=211785</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, selain menyaksikan karnaval megah Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2024, juga melaksanakan kunjungan kerjanya di Desa Wisata Adat Using Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Sabtu (13/07/2024) tadi. Desa Adat Using Kemiren sendiri, terpilih sebagai 50 besar desa wisata terbaik di ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, selain menyaksikan karnaval megah Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2024, juga melaksanakan kunjungan kerjanya di Desa Wisata Adat Using Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Sabtu (13/07/2024) tadi.</p>



<p>Desa Adat Using Kemiren sendiri, terpilih sebagai 50 besar desa wisata terbaik di ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024. Di ajang tersebut, Desa Kemiren bersaing dengan 6.016 desa wisata di Indonesia. Suku Using adalah suku asli Banyuwangi, yang salah satunya banyak bertempat tinggal di Desa Kemiren.</p>



<p>Di sana, Menparekraf mengunjungi kawasan rumah adat Using dengan disambut Tari Gandrung. Sandiaga juga melihat beragam kekayaan seni dan budaya masyarakat Using. Seperti melihat aktivitas masyarakat saat menggelar tradisi mepe kasur, barong ider bumi hingga tumpeng sewu. Bahkan, Menparekraf juga mencicipi menu khas masyarakat suku Osing berupa pecel pitik.</p>



<p>&#8220;Hari ini saya sangat berbahagia melakukan visitasi ke salah satu dari 6.016 desa wisata se-Indonesia. Ini pengalaman yang sangat berbeda dan saya bisa katakan, pengalaman saya ini world class tourism,&#8221; kata Sandiaga.</p>



<p>Desa Wisata Adat Osing, ujarnya, merupakan destinasi yang lengkap. Desa tersebut memiliki keindahan alam, kesenian yang menawan hingga kebudayaan yang terus dijaga turun temurun. Apalagi, desa wisata tersebut telah memperoleh sertifikasi sebagai Desa Wisata Berkelanjutan pada 2021 dari Kemenparekraf.</p>



<p>&#8220;Saya ucapkan selamat dan saya nyatakan Desa Wisata Adat Osing sebagai desa wisata terbaik di Indonesia 2024,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Menurut Sandiaga, Desa Wisata Adat Osing layak untuk ditawarkan kepada wisatawan asing. &#8220;Saya lihat ini bagian dari produk pariwisata kita yang bisa ditawarkan kepada dunia. Mudah-mudahan desa wisata di Kemiren ini bisa kita tawarkan ke UN Tourism (Organisasi Pariwisata Dunia),&#8221; katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Desa Kemiren juga menjadi bagian dari kawasan Ijen Geopark sebagai culture site. Kemiren memiliki budaya yang beraneka ragam. Mulai dari adat istiadat, bahasa, manuskrip, kesenian, tradisi lisan, ritual, pengetahuan, teknologi dan permainan tradisional.</p>



<p>Pengembangan desa ini juga melibatkan warganya. Banyak homestay yang didirikan warga lokal dengan arsitektur Osing dan keramahan warganya membuat nyaman terasa di kampung sendiri. Selain juga didukung amenitas yang baik, mulai toilet umum hingga pelayanan publiknya berbasis digital melalui Aplikasi Smart Kampung.</p>



<p>Datang ke desa ini, wisatawan akan disajikan dengan daya tarik wisata yang beragam seperti edukasi, kuliner dan budaya. Adanya Pasar Kampoeng Osing, warung makan Pesantogan Kemangi dan kawasan rumah adat Osing, untuk memanjakan wisatawan. Atraksi seni budaya, kentalnya adat tradisi yang hidup berdampingan, membuat pengalaman wisata yang mengesankan.</p>



<p>Di desa ini keberadaan Gandrung begitu melekat, karena selain maskot pariwisata dan tari selamat datang, tak lepas dari kiprah maestro gandrung, Temu, yang asli Desa Kemiren. Ada juga, burdah, angklung paglak dan mocoan lontar yusup sebagai salah satu warisan budaya tak benda.</p>



<p>Sementara itu, Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengaku Pemkab terus mendukung pengembangan desa-desa di Banyuwangi sesuai dengan potensi yang dimiliki. Karena, tidak semua desa bisa dikembangkan jadi desa wisata. Namun, harus disesuaikan dengan potensi yang dimiliki.</p>



<p>“Seperti Desa Kemiren ini, memang kaya akan budaya dan tradisi. Maka, ini yang kita dorong melalui beragam event yang rutin digelar dalam Banyuwangi Festival. Mulai Ngopi Sepuluh Ewu, Tumpeng Sewu, hingga Barong Ider Bumi. Ini semata-mata agar perekonomian warga semakin bergeliat,” kata Bupati Ipuk.</p>



<p>Masuknya Desa Kemiren dalam 50 besar Desa Wisata ADWI 2024, ujar Bupati Ipuk, tentunya diharapkan akan menjadi penyemangat desa wisata lain di Banyuwangi untuk terus berbenah. <strong>(kom/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">211785</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Menparekraf Sandiaga Jadi Keynote Workshop Kata Kreatif Probolinggo dan Menang Challenge Rujak Erok-erok</title>
		<link>https://memontum.com/menparekraf-sandiaga-jadi-keynote-workshop-kata-kreatif-probolinggo-dan-menang-challenge-rujak-erok-erok</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Aug 2023 11:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[challenge]]></category>
		<category><![CDATA[erok-erok]]></category>
		<category><![CDATA[keynote]]></category>
		<category><![CDATA[Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[menang]]></category>
		<category><![CDATA[Menparekraf]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[sandiaga]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=195674</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Posisinya yang strategis, menjadi alasan dipilihnya Kota Probolinggo sebagai lokasi Workshop Ekonomi Kreatif (Ekraf) dengan nara sumber Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Salahudin Uno. Mas Menteri-sapaan akrabnya, itu mengungkapkan jika Kota Probolinggo merupakan gerbang menuju destinasi wisata prioritas. Hal tersebut, diungkapnya dalam workshop &#8216;Kata&#8217; kreatif. Yaitu, pengembangan kabupaten [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Probolinggo</strong> &#8211; Posisinya yang strategis, menjadi alasan dipilihnya Kota Probolinggo sebagai lokasi Workshop Ekonomi Kreatif (Ekraf) dengan nara sumber Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Salahudin Uno. Mas Menteri-sapaan akrabnya, itu mengungkapkan jika Kota Probolinggo merupakan gerbang menuju destinasi wisata prioritas.</p>



<p>Hal tersebut, diungkapnya dalam workshop &#8216;Kata&#8217; kreatif. Yaitu, pengembangan kabupaten atau kota (Kata) kreatif oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Gedung Muhammadiyah Ahmad Dahlan, Sabtu (12/08/2023) tadi. &#8220;Bromo, Tengger, Semeru. Oleh karena itu, kita bidik workshop ini untuk menyiapkan dari segi ekosistem agar Kota Probolinggo menjadi gerbang untuk menuju destinasi prioritas dunia tersebut,” jelas pria berdarah Gorontalo dan Jawa ini.</p>



<p>Melalui acara ini, Kemenparekraf berharap dapat menggali, memanfaatkan dan menumbuhkembangkan ekonomi kreatif unggulan daerah. Serta, membangun kesadaran dan komitmen seluruh pemangku kepentingan. Sehingga, tercipta ekosistem pengembangan kabupaten atau kota kreatif yang kondusif.</p>



<p>Di depan 146 peserta, Mas Menteri yang memiliki latar belakang sebagi pelaku UMKM dari Kota dan Kabupaten Probolinggo, menjelaskan beberapa tips. Ada 3si yakni inovasi, adaptasi dan kolaborasi yang harus dimiliki peserta.</p>



<p>&#8220;Kita harus mempunyai 3si, kalau ingin produk kita semakin maju dan dikenal oleh masyarakat. Jangan lupa untuk membingkainya dengan 3G,” jelasnya.</p>



<p>Di sini, paparnya, 3G yang dimaksud ialah Gercep (gerak cepat), Gema (gerak bersama) dan Gaspol (garap semua untuk ciptakan lapangan kerja). Selain itu, dirinya juga mengajak seluruh pelaku UMKM untuk membuat satu acara khusus setiap bulannya agar dapat menggerakkan perputaran ekonomi daerah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, mewakili Wali Kota Probolinggo, Asisten Administrasi Umum Setda Kota Probolinggo, Retno Fadjar Winarti, hadir dalam kegiatan ini. Dirinya membacakan laporan Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zaenal Abidin.</p>



<p>“Kami memiliki harapan besar dengan kehadiran Bapak Menteri dan tim, mudah-mudahan dapat memberikan pengetahuan baru bagi warga Kota Probolinggo. Khususnya para pengusaha atau entrepeneur yang hadir pada hari ini. Sehingga, agar dapat mengembangkan usahanya dengan cara-cara yang baru, adaptif terhadap teknologi dan tentunya lebih kreatif. Harapannya, pengetahuan baru tersebut dapat diterapkan dalam mengembangkan usahanya sehingga berdampak pula pada perkembangan ekonomi di Kota Probolinggo menjadi lebih maju,” kata Retno.</p>



<p>Diketahui, Sandiaga Uno telah tiba malam sebelumnya dan menginap di Kota Probolinggo. Sabtu paginya, Mas Menteri berkeliling ke Alun-Alun Kota Probolinggo dan menyapa pelaku UMKM di Pasar Sabtu-Minggu.</p>



<p>“Keren banget ya, saya bertemu para pelaku UMKM. Dan ini ya, ada destinasi Gereja Merah. Itu cagar budaya luar biasa. Saya ke Museum Probolinggo. Jadi ada beberapa destinasi yang kami kunjungi dan saya optimis masyarakat di sini adalah masyarakat yang kreatif, dan UMKM akan menjadi lokomotif untuk menggerakkan ekonomi kita,” ungkap Mas Menteri.</p>



<p>Tidak hanya memberikan workshop, di acara yang sama, mantan Wagub DKI Jakarta itu turut ditantang untuk membuat Rujak Erok-erok, salah satu makanan khas di Kota Probolinggo. Tidak disangka, Rujak Erok-erok dibuat oleh Mas Menteri dan salah satu peserta workshop dan berhasil menang. Rujak buatannya itu, mengalahkan rujak racikan Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Susiati.</p>



<p>“Ini creative challenge,” selorohnya, yang disambut gelak undangan yang hadir.</p>



<p>Meski baru pertama kali, namun Mas Menteri piawai mengulek rujak berbahan dasar petis ikan tersebut. Ditanya tentang makanan khas Kota Mangga tersebut, Mas Menteri langsung menjawab sangat enak. “Rasanya pedes, tapi ada manisnya dan tadi buatan saya menanglah. Tadi menang karena komentarnya ada pedasnya, ada manisnya dan ada crunchynya juga,” tambahnya. <strong>(kom/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">195674</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
