<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>sanggar &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/sanggar/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 26 May 2025 08:17:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>sanggar &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Sanggar Seni Suryo Putro Semeru Wakili Lumajang di Festival Eksotika Bromo 2025</title>
		<link>https://memontum.com/sanggar-seni-suryo-putro-semeru-wakili-lumajang-di-festival-eksotika-bromo-2025</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 May 2025 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[eksotika]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[sanggar]]></category>
		<category><![CDATA[semeru]]></category>
		<category><![CDATA[wakili]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222458</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Komitmen Kabupaten Lumajang dalam mendorong pelestarian dan pengembangan seni budaya kembali membuahkan hasil. Sanggar Seni Suryo Putro Semeru, secara resmi menjadi perwakilan Lumajang, yang lolos seleksi open call talent Festival Eksotika Bromo 2025, di ajang prestisius yang menjadi panggung seni nusantara. Kabar gembira itu, pun disambut Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Komitmen Kabupaten Lumajang dalam mendorong pelestarian dan pengembangan seni budaya kembali membuahkan hasil. Sanggar Seni Suryo Putro Semeru, secara resmi menjadi perwakilan Lumajang, yang lolos seleksi open call talent Festival Eksotika Bromo 2025, di ajang prestisius yang menjadi panggung seni nusantara.</p>



<p>Kabar gembira itu, pun disambut Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, Senin (26/05/2025) tadi. Dalam pertemuan itu, Mas Yudha-sapaan Wabup Lumajang, memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi dan konsistensi para pelaku seni di Lumajang, khususnya Sanggar Suryo Putro Semeru yang berhasil menembus seleksi nasional.</p>



<p>“Pemerintah Kabupaten Lumajang siap mendukung dan memfasilitasi partisipasi sanggar seni ini di Festival Eksotika Bromo. Semoga, ini menjadi pemantik semangat bagi para pegiat seni lain untuk terus berkarya dan membawa nama Lumajang ke pentas nasional,” kata Mas Yudha.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya juga menegaskan, bahwa keberhasilan ini bukan hanya milik sanggar, melainkan cerminan dari potensi seni budaya Lumajang yang patut dibanggakan dan terus dikembangkan. Pemerintahpun akan terus hadir sebagai mitra aktif dalam pelestarian seni tradisional dan ruang ekspresi kreatif generasi muda.</p>



<p>Festival Eksotika Bromo 2025 akan digelar di lautan pasir Gunung Bromo, pada 21 hingga 22 Juni 2025 nanti dan diikuti oleh lebih dari 350 peserta dari seluruh Indonesia. Acara ini, diselenggarakan oleh Komunitas Jati Swara Indonesia dan menjadi magnet wisata budaya tahunan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222458</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Program Berkantor di Kelurahan, Wali Kota Probolinggo Sambangi UMKM Unggulan dan Sanggar Seni</title>
		<link>https://memontum.com/program-berkantor-di-kelurahan-wali-kota-probolinggo-sambangi-umkm-unggulan-dan-sanggar-seni</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Apr 2025 07:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[berkantor]]></category>
		<category><![CDATA[Kelurahan]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[sambangi]]></category>
		<category><![CDATA[sanggar]]></category>
		<category><![CDATA[unggulan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220952</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Probolinggo &#8211; Program Kerja Wali Kota Probolinggo Berkantor di Kelurahan, kembali berlanjut usia libur Lebaran. Kali ini, Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, melakukan kunjungan ke Kantor Kelurahan Tisnonegaran, Rabu (09/04/2025) tadi. Dalam agendanya kali ini, Wali Kota Aminuddin meninjau hasil produksi UMKM unggulan. Termasuk, menyapa anggota Sanggar Seni Singo Bowo Samandiman, serta berdialog langsung [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Probolinggo</strong> &#8211; Program Kerja Wali Kota Probolinggo Berkantor di Kelurahan, kembali berlanjut usia libur Lebaran. Kali ini, Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, melakukan kunjungan ke Kantor Kelurahan Tisnonegaran, Rabu (09/04/2025) tadi.</p>



<p>Dalam agendanya kali ini, Wali Kota Aminuddin meninjau hasil produksi UMKM unggulan. Termasuk, menyapa anggota Sanggar Seni Singo Bowo Samandiman, serta berdialog langsung dengan perangkat dan warga kelurahan setempat.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, wali kota melihat banyak potensi wisata dan budaya yang bisa dikembangkan. Menurutnya, hal tersebut berkat kekompakan dan semangat gotong royong para warga.</p>



<p>&#8220;Saya lihat tadi, selain potensi kesenian juga ada budaya termasuk di sana. Juga termasuk, UMKM yang jumlahnya 90, yang pertemuannya cukup rutin. Ini menandakan, bahwa silaturahmi dan kekompakan masyarakat di Tisno ini sudah berjalan dengan baik dan ini tentu kita tingkatkan terus,” kata Wali Kota Aminuddin.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sebagai bagian dari upaya menambah destinasi wisata kota, Wali Kota juga meminta pengurus kesenian Singo Bowo Samandiman, untuk menggelar kompetisi nasional atraksi Pecut Samandiman di Kota Probolinggo. “Saya bilang sama Pak Bowo, nanti jangan hanya kontesnya di tempat lain. Di Kota Probolinggo saja nanti bikin kontes, kan Juara 1 nya dari sini. Harapan kita, kalau kita adakan di sini dalam rangka Wali Kota Cup, yang menang itu orang Probolinggo,” paparnya.</p>



<p>Berikutnya, kepada anggota Paguyuban UMKM Artis Gayeng Loh Jinawi Kelurahan Tisnonegaran, Wali Kota memberikan perhatian khusus pada pentingnya strategi pemasaran produk. Melalui pemasaran yang efektif, diharapkan dapat memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat serta Kota Probolinggo.</p>



<p>“Kalau packaging (kemasan) sudah bagus, tapi pemasarannya yang kurang. Saya sudah minta kepada DKUP untuk mewajibkan di kantor kelurahan, kecamatan, kantor-kantor pemerintah, rumah makan, penginapan, hotel kemudian tempat-tempat umum, untuk menjadi tempat pemasaran dari produk UMKM kita. Ini akan meningkatkan perekonomian masyarakat kota,” pesannya.</p>



<p>Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Wali Kota Probolinggo tidak sendiri. Namun, didampingi oleh Kepala Bappeda Litbang, Camat Kanigaran serta Lurah Tisnonegaran. <strong>(kom/pro/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220952</post-id>	</item>
		<item>
		<title>14 Tahun Sanggar Tari Citra Budaya Lumajang, Disparbud Apresiasi Pelestarian Seni Tari</title>
		<link>https://memontum.com/14-tahun-sanggar-tari-citra-budaya-lumajang-disparbud-apresiasi-pelestarian-seni-tari</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Feb 2025 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[apresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Disparbud]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[pelestarian]]></category>
		<category><![CDATA[sanggar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219320</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Di tengah arus globalisasi, seni tari tetap menjadi bagian penting dari identitas dan kekayaan budaya bangsa. Sebagai warisan yang mencerminkan nilai luhur, sejarah dan kepercayaan, seni tari perlu terus dilestarikan agar tetap hidup di tengah masyarakat. Hal itu, disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Lumajang, Yuli Harismawati, saat menghadiri perayaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Di tengah arus globalisasi, seni tari tetap menjadi bagian penting dari identitas dan kekayaan budaya bangsa. Sebagai warisan yang mencerminkan nilai luhur, sejarah dan kepercayaan, seni tari perlu terus dilestarikan agar tetap hidup di tengah masyarakat. Hal itu, disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Lumajang, Yuli Harismawati, saat menghadiri perayaan 14 Tahun Sanggar Tari Citra Budaya Lumajang di Gedung Dr Sudjono, Minggu (16/02/2025) tadi.</p>



<p>Disampaikannya, bahwa Pemerintah Kabupaten Lumajang akan selalu mendukung perkembangan seni dan kebudayaan daerah, karena seni tari memiliki nilai yang tak ternilai harganya bagi generasi mendatang. &#8220;Kami dari pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kami butuh peran aktif para seniman dan sanggar tari untuk terus mengembangkan dan memajukan seni tari di Lumajang,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Yuli juga mengapresiasi, acara yang digelar Sanggar Tari Citra Budaya, sebagai wadah bagi para seniman untuk menampilkan dan mengenalkan beragam tarian daerah kepada masyarakat. Apalagi, keberadaan banyak sanggar tari di Lumajang, merupakan aset penting yang dapat turut menyemarakkan berbagai event budaya di daerah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Dalam kalender event Kabupaten Lumajang, ada berbagai agenda yang mengangkat seni dan budaya, seperti Segoro Topeng Kaliwungu. Ini menjadi peluang bagi para pelaku seni untuk berkontribusi dan menjadikan kesenian sebagai daya tarik wisata,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Lebih lanjut Yuli berharap, para pemerhati budaya dan pelaku seni terus meningkatkan kemampuan mereka agar seni tari Lumajang tidak hanya berkembang di tingkat lokal, tetapi juga bisa dikenal secara nasional bahkan internasional. &#8220;Saya optimis, dengan sinergi antara pemerintah dan para seniman, kesenian dan kebudayaan di Lumajang akan semakin berkembang dan menjadi kebanggaan daerah,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Sementara itu, Ketua Sanggar Tari Citra Budaya Lumajang, Chusnul Chowatini, menyampaikan bahwa perayaan ulang tahun sanggar ini bukan sekadar acara selebrasi, tetapi juga menjadi ajang untuk memotivasi para generasi muda agar semakin mencintai seni tari. &#8220;Kami ingin seni tari di Lumajang terus berkembang, dikenal lebih luas, dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Harapannya, semakin banyak generasi muda yang tertarik untuk belajar dan melestarikan budaya daerah,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Dengan adanya dukungan penuh dari pemerintah dan antusiasme para pelaku seni, diharapkan seni tari di Lumajang dapat terus eksis dan menjadi kebanggaan yang mengangkat citra daerah hingga kancah nasional. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219320</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Silaturahmi ke Sanggar Kampung Lukis Ruslan di Desa Dawung, Mas Dhito Dorong Pelukis Kediri Naik Level</title>
		<link>https://memontum.com/silaturahmi-ke-sanggar-kampung-lukis-ruslan-di-desa-dawung-mas-dhito-dorong-pelukis-kediri-naik-level</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Jun 2023 04:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[dawung,]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Dhito]]></category>
		<category><![CDATA[di]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[ke]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[level]]></category>
		<category><![CDATA[lukis]]></category>
		<category><![CDATA[mas]]></category>
		<category><![CDATA[naik]]></category>
		<category><![CDATA[pelukis]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[ruslan]]></category>
		<category><![CDATA[sanggar]]></category>
		<category><![CDATA[silaturahmi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191621</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Kepedulian Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, terhadap pelaku seni di Bumi Panjalu, memang tidak bisa diragukan. Terlebih, dengan dimunculkannya tagline Kediri Berbudaya sebagai destination branding baru Kabupaten Kediri. Salah satu perhatian yang kembali dilakukan Mas Dhito-sapaan akrab Bupati Kediri, kepada pelaku seni ini dengan mengunjungi Sanggar Kampung Lukis Ruslan di Desa Dawung, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="https://memontum.com">Memontum </a>Kediri</strong> &#8211; Kepedulian Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, terhadap pelaku seni di Bumi Panjalu, memang tidak bisa diragukan. Terlebih, dengan dimunculkannya tagline Kediri Berbudaya sebagai destination branding baru Kabupaten Kediri.</p>



<p>Salah satu perhatian yang kembali dilakukan Mas Dhito-sapaan akrab Bupati Kediri, kepada pelaku seni ini dengan mengunjungi Sanggar Kampung Lukis Ruslan di Desa Dawung, Kecamatan Ringinrejo, Jumat (23/06/2023) tadi. &#8220;Kediri berbudaya ini salah satunya adalah berkesenian. Karenanya, saya mendorong Pak Ruslan, selaku pelukis yang ada di Kabupaten Kediri, supaya beliau ini segera mengadakan pameran tunggal,&#8221; kata Mas Dhito.</p>



<p>Dimulai dari Ruslan, Mas Dhito berharap nantinya akan muncul pelukis lain dari Kabupaten Kediri, yang bisa dikenal level nasional bahkan internasional. Karena, dirinya selaku kepala daerah, siap memfasilitasi para pelukis ketika nantinya siap mengadakan pameran. Adapun tempat yang bisa digunakan, dirinya mencontohkan adalah Pendopo Panjalu Jayati maupun Convention Hall.</p>



<p>&#8220;Dimana pun boleh dan nanti kita sediakan,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Baca juga:</p>





<p>Sanggar Kampung Lukis Ruslan di Desa Dawung yang dikunjungi Mas Dhito, sendiri masih proses penyelesaian. Meski begitu, di tempat itu sudah aktif digunakan kegiatan berkumpul pelaku seni lukis, termasuk mengajar seni lukis kepada warga.</p>



<p>Kampung Lukis Ruslan, ini menjadi salah satu daya tarik yang dimililiki Desa Wisata Dawung. Mas Dhito pun mengakui, bahwa keberadaan kampung lukis tersebut menjadi nilai lebih yang tidak dimiliki desa wisata lain di Kabupaten Kediri.</p>



<p>&#8220;Banyak desa yang membuat desa wisata dengan konsep berbagi macam. Desa Dawung ini memiliki Pak Ruslan, yang saat ini beliau memberikan ilmunya kepada warga yang punya bakat dan minat di seni lukis,&#8221; terangnya.</p>



<p>Selain berdiskusi, Mas Dhito dalam kunjungannya juga melihat-lihat lebih dekat karya-karya Ruslan yang mengambil aliran realis. Banyak lukisan berukuran besar terpajang di dinding yang menggambarkan suasana pedesaan.</p>



<p>Selain itu, di bagian dinding lain juga tengah dalam pengerjaan untuk dilukis 3 dimensi. Salah satu yang sudah terlihat hampir selesai merupakan lukisan kawanan gajah.</p>



<p>Sementara Ruslan sendiri mengungkapkan, bahwa Sanggar Kampung Lukis yang didirikan itu dirintis sejak mulai Pandemi Covid-19. Setidaknya, ada sekitar 100 orang belajar melukis di sanggar miliknya.</p>



<p>Kehadiran Bupati Kediri ke sanggar miliknya, diakuinya sangat memberikan motivasi bagi dirinya. Dorongan untuk mengadakan pameran tunggal, menurutnya menjadi tantangan karena saat ini dirinya masih berkonsentrasi menyelesaikan pembangunan sanggar. Terlebih, untuk menghasilkan satu karya lukis realis, setidaknya waktu yang dibutuhkan lebih dari sebulan.</p>



<p>&#8220;Semoga saja nanti bisa. Karena saat ini, PR saya harus menyelesaikan yang 3D karena berkaitan dengan desa wisata. Jadi mau tidak mau, saya harus gas pol supaya segera cepat selesai,&#8221; ujarnya termotivasi.&nbsp;<strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191621</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kunjungi Yayasan Sanggar Kesehatan Jiwa Baitul Latifa, Mas Dhito Tawarkan Keterlibatan Pemkab Kediri</title>
		<link>https://memontum.com/kunjungi-yayasan-sanggar-kesehatan-jiwa-baitul-latifa-mas-dhito-tawarkan-keterlibatan-pemkab-kediri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Jun 2023 03:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[baitul]]></category>
		<category><![CDATA[Dhito]]></category>
		<category><![CDATA[jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[keterlibatan]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungi]]></category>
		<category><![CDATA[latifa,]]></category>
		<category><![CDATA[mas]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[sanggar]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[tawarkan]]></category>
		<category><![CDATA[yayasan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191617</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, mengunjungi Yayasan Sanggar Kesehatan Jiwa Baitul Latifa, Desa Susuh Bango, Kecamatan Ringinrejo, Jumat (23/06/2023) tadi. Kedatangan orang nomor satu di Kabupaten Kediri, itu merupakan bentuk kepeduliannya terhadap warganya. Termasuk, mereka yang tengah mengalami gangguan kejiwaan. Saat didatangi Mas Dhito-sapaan Bupati Lumajang, berdasarkan penyampaian pengurus yayasan, terdapat 48 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="https://memontum.com">Memontum </a>Kediri</strong> &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, mengunjungi Yayasan Sanggar Kesehatan Jiwa Baitul Latifa, Desa Susuh Bango, Kecamatan Ringinrejo, Jumat (23/06/2023) tadi.</p>



<p>Kedatangan orang nomor satu di Kabupaten Kediri, itu merupakan bentuk kepeduliannya terhadap warganya. Termasuk, mereka yang tengah mengalami gangguan kejiwaan.</p>



<p>Saat didatangi Mas Dhito-sapaan Bupati Lumajang, berdasarkan penyampaian pengurus yayasan, terdapat 48 Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang tinggal di sana. Mereka berasal dari berbagai daerah dan tidak terbatas dari Kabupaten Kediri.</p>



<p>Pengurus Yayasan Sanggar Kesehatan&nbsp; Jiwa Baitul Latifa, Roehan, sendiri merupakan sosok yang selama ini tulus merawat warga ODGJ. Setiap hari untuk merawat ODGJ, dirinya dibantu istrinya, Sulatri.</p>



<p>Disampaikan, bahwa aksinya itu dimulai pada 2013. Waktu itu, aksinya masih sebatas melakukan pendampingan pengobatan dengan mendatangi rumah-rumah warga yang mengalami gangguan jiwa. &#8220;Dari yang sakit itu, makin lama dekat dengan kita dan minta pertemuan sebulan dua kali. Akhirnya (2016, red), saya mendirikan sanggar ini,&#8221; ungkap Raihan, menceritakan awal aksi sosialnya.</p>



<p>Baca juga:</p>





<p>Mulai 2013 sampai 2016, tambahnya, dirinya pun berkeliling Kabupaten Kediri, untuk melakukan pelepasan pasung warga yang mengalami gangguan kejiwaan. Sementara untuk persoalan dana operasional, selain dari pribadi, diakui dari bantuan donator maupun dari keluarga pasien ODGJ. Sedang, untuk pelayanan pengobatan pasien dibantu dari pihak Puskesmas.</p>



<p>Setelah mendengar cerita itu, Mas Dhito pun mengucapkan banyak terima kasih atas perhatian dan ketulusan Roehan dan keluarga. Termasuk, menawarkan untuk membantu kekurangan dari yang bersangkutan. &#8220;Apa yang Pemkab bisa bantu, Pak?,&#8221; tanya Mas Dhito kepada Roehan.</p>



<p>Mendapatkan tawaran itu, Roehan pun tidak langsung menjawab. Hanya saja, diungkapkan bahwa dirinya membuka cabang di wilayah Kecamatan Plosoklaten.</p>



<p>&#8220;Sementara karena di sini itu banyak, saya buka cabang di Plosoklaten. Besok di sini hanya perawatan awal, kalau sudah baik, maka akan dibawa ke sana (Plosoklaten),&#8221; terang Roehan.</p>



<p>Mendapat jawaban itu, Mas Dhito pun paham dan kembali mengucapkan terima kasih. &#8220;Matur nuwun nggih pak,&#8221; ucap Mas Dhito mendengar penjelasan Roehan.</p>



<p>Mas Dhito berpesan, bilamana nantinya sewaktu-waktu membutuhkan bantuan, Roehan diminta untuk menyampaikan ke Pemerintah Kabupaten Kediri, untuk segera ditindaklanjuti. Sebelum berpamitan, didampingi Roehan, bupati muda itu pun melihat lebih dekat warga ODGJ yang dirawat di sana.</p>



<p>&#8220;Saya terima kasih banyak nggih, Pak,&#8221; ujar bupati muda itu sebelum akhirnya meninggalkan lokasi.&nbsp;<strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191617</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
