<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>sarang &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/sarang/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 05 Apr 2024 11:48:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>sarang &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Tinjau PSN di Kelurahan Sukun, Pj Wali Kota Malang Temukan Indikasi Munculnya Sarang Nyamuk</title>
		<link>https://memontum.com/tinjau-psn-di-kelurahan-sukun-pj-wali-kota-malang-temukan-indikasi-munculnya-sarang-nyamuk</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Apr 2024 05:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[indikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kelurahan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[munculnya]]></category>
		<category><![CDATA[nyamuk]]></category>
		<category><![CDATA[sarang]]></category>
		<category><![CDATA[sukun]]></category>
		<category><![CDATA[temukan]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=208177</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dalam rangka mencegah dan mengendalikan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meninjau secara langsung Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), di Jalan S Supriyadi Gang 9 RT 12 RW 04, Kelurahan Sukun, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jumat (05/04/2024) tadi.&#160; Dalam PSN yang dilakukan tersebut, pria yang menduduki kursi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dalam rangka mencegah dan mengendalikan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meninjau secara langsung Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), di Jalan S Supriyadi Gang 9 RT 12 RW 04, Kelurahan Sukun, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jumat (05/04/2024) tadi.&nbsp;</p>



<p>Dalam PSN yang dilakukan tersebut, pria yang menduduki kursi N1 di Kota Malang itu, berkeliling ke masing-masing rumah warga. Bahkan, saat itu juga ditemukan adanya indikasi beberapa tempat yang menjadi sarang nyamuk.</p>



<p>“Ada banyak hal, karena memang situasi di RW 04 ini berada di sepadan sungai. Kemudian juga kondisi rumahnya, yang sehingga itu sangat memungkinkan terjadi,” kata Pj Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Kemudian, dikatakannya jika dirinya juga menemukan adanya sumur yang berada di dekat rumah warga. Hal itu, juga bisa menjadi pusat dari sarang induk nyamuk. Apalagi, di sekitar lokasi juga terdapat banyak sampah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Awalnya tadi, itu tidak memakai senter. Setelah kita memakai senter di sumur itu, nyamuk akhirnya pada langsung keluar semua. Jadi, keberadaan sumur yang tidak terawat bisa jadi sarang nyamuk dan berkembangnya nyamuk kemana-mana,” tambahnya.</p>



<p>Karena itu, Pj Wali Kota Wahyu mengimbau agar warga tetap menyadari lingkungan sekitar. Lalu, juga segera melakukan kerja bakti untuk PSN. Terlebih, saat ini curah hujan di Kota Malang terlalu tinggi.</p>



<p>“Kadang kala kita tidak sadar ada tempat yang jadi bermukimnya sarang nyamuk dan saya minta semua camat, lurah seluruh Kota Malang itu secara rutin memantau ke warganya untuk selalu mengadakan kerja bakti dan sama-sama melihat secara langsung, secara sadar yang terindikasi adanya sarang nyamuk DBD,” tuturnya.</p>



<p>Tidak hanya itu, menurutnya Pemkot Malang melalui Dinas Kesehatan Kota Malang dan Puskesmas Kota Malang, selalu akan memberikan edukasi mengenai pencegahan dari penyakit DBD tersebut. &#8220;Sehingga kita tidak perlu menunda untuk melakukan PSN, karena ketika meninjau tadi ada banyak hal yang ditemukan dari situ. Kita juga selalu mengedukasi pada warga agar mereka sadar. Karena kalau bukan dari warga situ siapa lagi. Kita selalu mengedukasi mereka,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">208177</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tekan Angka Kasus DBD, Dinkes Lamongan Gencarkan Pemberantasan Sarang Nyamuk</title>
		<link>https://memontum.com/tekan-angka-kasus-dbd-dinkes-lamongan-gencarkan-pemberantasan-sarang-nyamuk</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Feb 2024 05:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[gencarkan]]></category>
		<category><![CDATA[nyamuk]]></category>
		<category><![CDATA[pemberantasan]]></category>
		<category><![CDATA[sarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=205759</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Dinas Kesehatan gencarkan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Hal tersebut dilakukan, untuk mencegah terjadinya penyebaran kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Lamongan. Terlebih, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), mengungkapkan Februari 2024 menjadi puncak musim hujan. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Dinas Kesehatan gencarkan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Hal tersebut dilakukan, untuk mencegah terjadinya penyebaran kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Lamongan. Terlebih, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), mengungkapkan Februari 2024 menjadi puncak musim hujan.</p>



<p>Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan, Mafidhatul Laely, mengatakan bahwa langkah ini menindaklanjuti surat edaran kewaspadaan DBD kepada seluruh Puskesmas dan kecamatan yang ada di Kabupaten Lamongan. &#8220;Kita membuat surat edaran untuk Puskesmas dan kecamatan di seluruh Kabupaten Lamongan. Di dalamnya, berisi imbauan gencarkan PSN dan menggiatkan 3M+(menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air dan mengubur barang bekas). Karena, langkah itu sangat efektif membunuh nyamuk dan jentiknya,&#8221; kata Fidha-sapaan akrabnya, Rabu (07/02/2024) tadi.</p>



<p>Adapun inovasi yang dikembangkan oleh masing-masing Puskesmas untuk menerapkan 3M+, seperti halnya dilakukan oleh Puskesmas Mantup, yakni penanamanan serai. Begitupun dengan Puskesmas Turi yang mencetuskan inovasi pemeliharaan ikan cupang dimasing-masing rumah warga untuk membunuh jentik-jentik.</p>



<p>Disampaikan Fidha, program inovasi tersebut sangat berdampak signifikan dan dapat dilihat dari rendahnya angka kasus DBD di daerah tersebut. &#8220;Dampak dari menggiatkan PSN itu, sangat signifikan. Seperti contohnya daerah Turi, bahwa giat mengimbau warga memelihara ikan, berdampak pada kasus DBD yang menurun atau sedikit. Yakni, ada tiga kasus dalam setahun. Kami juga meminta agar Puskesmas daerah lain melakukan hal serupa agar dapat mencegah kasus DBD di Kabupaten Lamongan secara menyeluruh,&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Menurut data dari Dinkes Lamongan hingga awal Februari 2024, kasus DBD di Kabupaten Lamongan dilaporkan ada 23 kasus. Dengan rincian Januari ada 21 kasus dan Februari ada dua kasus. Berdasarkan perhitungan insidens rate (IR), bahwa jumlah kasus DBD dibagi jumlah penduduk dikalikan seratus ribu penduduk, jumlah kasus di Kabupaten Lamongan terhitung rendah pada 2023 IR 16/100.000 jumlah penduduk dan pada tahun 2024 IR 1,9/100.000 jumlah penduduk. Namun demikian, tetap harus dilakukan pencegahan dengan maksimal.</p>



<p>&#8220;Kasus DBD di Kabupaten Lamongan memang mengalami penurunan dari tahun 2022 tercatat ada 416 kasus, pada 2023 terdapat 193 kasus dan semoga di tahun 2024 dapat lebih terkendali lagi dan tidak ada kasus kematian,&#8221; terang Fidha.</p>



<p>Pencegahan juga dilakukan dengan fogging oleh Puskemas maupun mandiri oleh desa. Selain itu, penyelidikan epidemiologi (PE) DBD juga dilakukan untuk penderita DBD. Kegiatan PE ini meliputi penelusuran latar belakang penderita DBD, mulai dari hasil diagnosis, tempat tinggal, riwayat perjalanan, kegiatan sehari-hari yang bertujuan untuk memutus rantai kasus.</p>



<p>Fidha juga menjelaskan, banyaknya kasus DBD saat musim hujan bukan hanya disebabkan oleh habitat nyamuk di genangan air bersih. Namun, juga disebabkan oleh daya tahan tubuh yang menurun. Maka dari itu, masyarakat juga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan gizi saat musim penghujan tiba, agar imun tubuh tidak menurun. <strong>(kom/son/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">205759</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Diduga Korsleting Listrik, Tempat Reparasi Radiator dan Sarang Walet di Probolinggo Terbakar</title>
		<link>https://memontum.com/diduga-korsleting-listrik-tempat-reparasi-radiator-dan-sarang-walet-di-probolinggo-terbakar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Dec 2023 16:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[diduga]]></category>
		<category><![CDATA[Korsleting]]></category>
		<category><![CDATA[Listrik]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[radiator]]></category>
		<category><![CDATA[reparasi]]></category>
		<category><![CDATA[sarang]]></category>
		<category><![CDATA[tempat]]></category>
		<category><![CDATA[Terbakar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=203421</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Tempat reparasi radiator dan sarang burung walet milik kakak beradik, Rohman dan Rohim, di Jalan Serma Abdurrahman, Kelurahan Wiroborang, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, terbakar, Jumat (15/12/2023) malam. Diduga, kebakaran terjadi akibat korsleting listrik. Informasinya, kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 20.45. Saat itu, api muncul di bagian depan tempat reparasi radiator. &#8220;Saat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Probolinggo</strong> &#8211; Tempat reparasi radiator dan sarang burung walet milik kakak beradik, Rohman dan Rohim, di Jalan Serma Abdurrahman, Kelurahan Wiroborang, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, terbakar, Jumat (15/12/2023) malam. Diduga, kebakaran terjadi akibat korsleting listrik.</p>



<p>Informasinya, kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 20.45. Saat itu, api muncul di bagian depan tempat reparasi radiator. &#8220;Saat kejadian, tempat reparasi radiator sedang tidak ada orang. Sehingga, api yang awalnya muncul di area depan, kemudian membesar dan cepat menyambar bangunan yang berada di belakang,&#8221; ujar warga sekitar lokasi, Rofik.</p>



<p>Warga setempat kemudian berusaha memadamkan api, dengan menggunakan alat seadanya. Namun, api tetap saja membesar. Karena api tak juga padam, kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke petugas Pemadam Kebakaran Kota Probolinggo. Saat tiba di lokasi, Petugas Damkar Kota Probolinggo, mengalami kesulitan karena gerbang reparasi terkunci. Sehingga, petugas terpaksa merusak kunci gembok untuk mendekat ke sumber api.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kepala Bidang (Kabid) Damkar Pemkot Probolinggo, Abdul Kholiq, mengatakan bahwa pihaknya mendapat laporan sekitar pukul 21.00, yang kemudian menerjunkan empat unit mobil pemadam. Tidak sampai satu jam, api kemudian berhasil dipadamkan oleh petugas.</p>



<p>&#8220;Saat kebakaran terjadi, lokasi yang terbakar sedang tidak ada pemiliknya. Selain itu, ada sedikit kendala yakni banyaknya warga yang melihat. Sehingga, sedikit menghambat petugas datang dan untuk proses pemadaman membutuhkan waktu 20 menit. Dugaan sementara akibat korsleting listrik,&#8221; ujarnya. <strong>(nun/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">203421</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
