<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>sastra &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/sastra/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 25 Oct 2024 08:51:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>sastra &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Jambore Sastra Asia Tenggara, Ratusan Penyair dan Penulis Indonesia serta Negara Lain Kumpul di Banyuwangi</title>
		<link>https://memontum.com/jambore-sastra-asia-tenggara-ratusan-penyair-dan-penulis-indonesia-serta-negara-lain-kumpul-di-banyuwangi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Oct 2024 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berkumpul]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Jambore]]></category>
		<category><![CDATA[kumpul]]></category>
		<category><![CDATA[Negara]]></category>
		<category><![CDATA[penulis]]></category>
		<category><![CDATA[penyair]]></category>
		<category><![CDATA[ratusan]]></category>
		<category><![CDATA[sastra]]></category>
		<category><![CDATA[tenggara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215826</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Ratusan penyair dan penulis dari seluruh Indonesia dan sejumlah negara, berkumpul di Banyuwangi untuk mengikuti Jambore Sastra Asia Tenggara. Salah satu agenda yang disiapkan, yakni meluncurkan antologi puisi berisi karya 200 penyair yang hadir di Jambore Sastra tersebut.&#160; Jambore Sastra Asia tenggara tersebut, dihadiri sejumlah tokoh penyair tanah air. Seperti Zawawi Imron, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Ratusan penyair dan penulis dari seluruh Indonesia dan sejumlah negara, berkumpul di Banyuwangi untuk mengikuti Jambore Sastra Asia Tenggara. Salah satu agenda yang disiapkan, yakni meluncurkan antologi puisi berisi karya 200 penyair yang hadir di Jambore Sastra tersebut.&nbsp;</p>



<p>Jambore Sastra Asia tenggara tersebut, dihadiri sejumlah tokoh penyair tanah air. Seperti Zawawi Imron, yang dikenal juga sebagai &#8216;Si Celurit Emas&#8217;, Wayan Jengki Sunarta yang dikenal dengan sejumlah karyanya yang dihormati. Salah satunya berjudul &#8216;Jumantara&#8217; yang meraih Anugerah Buku Puisi Terbaik pada 2021.</p>



<p>Sedangkan dari Malaysia, salah satunya hadir Sastrawan Mohamad Saleeh Rahamad yang juga seorang profesor di Universiti Malaya. Sastrawan ini juga merupakan Presiden Persatuan Penulis Nasional Malaysia (Pena) sejak 2010. Dari Singapura hadir Rohani Din, seorang penulis produktif yang telah menghasilkan banyak karya prosa dan puisi. Salah satu karyanya yang paling terkenal, adalah Novel &#8216;Diari Bonda&#8217; yang hadir dalam empat sekuel.</p>



<p>Beragam kegiatan kesastraan mewarnai Jambore Sastra yang berlangsung mulai 24 hingga 26 Oktober. Diantaranya adalah Penyair Goes to School untuk mengenalkan berbagai aktivitas dan karya sastra kepada pelajar yang berlangsung pada Jumat (25/10/2024) dan Seminar Sastra pada Sabtu (26/10/2024) besok.</p>



<p>“Kami berterima kasih atas kehadiran para sastrawan dari seluruh Indonesia dan Asia Tenggara yang telah hadir di kegiatan Jambore Sastra Asia Tenggara di Banyuwangi. Kehadiran semua sastrawan di Banyuwangi sangat berarti bagi pengembangan sastra lokal juga pengenalan budaya daerah ke kancah yang lebih luas,” kata Plt Bupati Banyuwangi Sugirah, Jumat (25/10/2024) tadi.</p>



<p>Sementara itu, kegiatan Jambore sastra diawali dengan pembukaan dan gala dinner yang dihadiri 200 penyair dan penulis di Pendopo Sabha Swagata, Kamis (24/10/2024) malam kemarin. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan sejumlah negara Asia Tenggara seperti Malaysia dan Singapura.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Jambore Sastra ini bukan hanya sekedar pertemuan pecinta sastra, tapi wadah untuk merayakan keragaman budaya dan kekayaan bahasa di Asia Tenggara. Juga untuk berbagi rasa, pengalaman dan kebijaksanaan,” kata Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Banyuwangi, Guntur Priambodo, saat membuka acara.</p>



<p>Pj Sekda Guntur menjelaskan bahwa Pemkab Banyuwangi rutin menggelar festival sastra sebagai upaya untuk menghidupkan kecintaan pada sastra di kalangan pelajar dan warga. Seperti&nbsp; festival sastra tahun 2024, yang menampilkan dan mengkompetisikan sastra tidak hanya berbahasa Indonesia, namun juga sastra berhahasa Using, Jawa dan Bahasa Inggris.</p>



<p>&#8220;Festival sastra kita gelar bukan hanya perayaan karya sastra, tapi juga momen penting merenungkan kembali bagaimana sastra berperan dalam merevitalisasi bahasa daerah,&#8221; kata Pj Sekda Guntur.</p>



<p>Sastrawan asal Malaysia, Mohamad Saleeh Rahamad, menjelaskan jika kehadirannya di Banyuwangi menjadi salah satu kebanggan dan momen yang dinantikan. &#8220;Bertemu dengan para penyair antar negara untuk berbagi pengalaman yang berharga,” kata Mohamad Saleh Rahamaad.</p>



<p>Dirinya juga berkesempatan membacakan puisinya dalam buku antologi Puisi &#8216;Ijen Purba&#8217; dengan judul &#8216;Lelaki-Lelaki Perkasa Banyuwangi&#8217;.</p>



<p>Acara pembukaan tersebut, juga sekaligus dirangkai dengan peluncuran buku Antologi Puisi Jambore Sastra Asia Tenggara &#8216;Ijen Purba: Tanah, Air dan Batu&#8217;.</p>



<p>“Buku antologi puisi tersebut tersebut sendiri berisi karya 200 penyair yang hadir di Banyuwangi pada Jambore ini,” kata Ketua Dewan Kesenian Blambangan, Hasan Basri.</p>



<p>Sementara itu, tema &#8216;Ijen Purba: Tanah, Air dan Batu&#8217; dipilih karena Gunung Ijen sudah ditetapkan sebagai Unesco Global Geopark pada tahun lalu. Ini adalah salah satu cara Banyuwangi untuk mengenalkan Geopark Ijen lebih luas ke manca negara lewat jalur sastra. <strong>(kom/bwi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215826</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bumikan Sastra Daerah, Banyuwangi Gelar Festival Sastra Pelajar</title>
		<link>https://memontum.com/bumikan-sastra-daerah-banyuwangi-gelar-festival-sastra-pelajar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Aug 2024 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[bumikan]]></category>
		<category><![CDATA[daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[pelajar]]></category>
		<category><![CDATA[sastra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=212563</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Pemkab Banyuwangi terus berupaya membumikan karya satra di kalangan pelajar hingga guru lewat Festival Sastra di RTH Maron, Genteng, Sabtu (03/08/2024) tadi. Menariknya, festival sastra ini juga menampilkan dan mengkompetisikan sastra tidak hanya berbahasa Indonesia. Namun, juga sastra berbahasa Using, Jawa dan Bahasa Inggris. &#8220;Festival ini bukan hanya perayaan karya sastra, tapi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Pemkab Banyuwangi terus berupaya membumikan karya satra di kalangan pelajar hingga guru lewat Festival Sastra di RTH Maron, Genteng, Sabtu (03/08/2024) tadi. Menariknya, festival sastra ini juga menampilkan dan mengkompetisikan sastra tidak hanya berbahasa Indonesia. Namun, juga sastra berbahasa Using, Jawa dan Bahasa Inggris.</p>



<p>&#8220;Festival ini bukan hanya perayaan karya sastra, tapi juga momen penting merenungkan kembali bagaimana sastra berperan dalam merevitalisasi bahasa daerah,&#8221; kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani.</p>



<p>Di Festival Sastra ini, terdapat lomba karya sastra yang diikuti oleh sekitar 400 pelajar Banyuwangi. Seperti lomba Cipta Puisi Bahasa Indonesia, Cipta Puisi Bahasa Using, Baca Puisi (Bahasa Indonesia dan Using), Cipta Pentigraf (Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa), Cipta Geguritan, Cipta Cerpen (Bahasa Using), Speech Contest hingga Story Telling.</p>



<p>Melalui festival ini, Bupati Ipuk berharap agar anak-anak muda tetap bangga berbahasa daerah. &#8220;Kagum dengan karya-karya kalian. Semoga kalian konsisten dan semakin banyak anak yang cinta sastra, apalagi sastra daerah. Sastra daerah jangan sampai menjadi asing di daerah sendiri, tetapi tetap perlu kita pelajari dan kembangkan,&#8221; tambah Bupati Ipuk.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Festival sastra rutin digelar Banyuwangi sejak tahun 2017. Berdasar data dari Dinas Pendidikan, sejak Festival Sastra rutin digelar rata-rata rapor siswa di bidang literasi pada 2024 naik menjadi 82,01, dibandingkan tahun sebelumnya 73,48.</p>



<p>“Festival Sastra ini akan memperkuat karakter siswa. Selain meningkatnya literasi, sastra juga mengasah kepekaan seseorang, dan ini sangat positif sekali,&#8221; jelas Bupati Ipuk.</p>



<p>Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Suratno, mengatakan bahwa Festival Sastra dirangkai dengan perlombaan untuk merangsang kreatifitas pelajar, juga guru. Sebelumnya, para peserta mengumpulkan karyanya via Google Meet dan Youtube. Kemudian, karya tersebut dikurasi dan dijuri hingga tersisa 40 finalis.</p>



<p>&#8220;Setelah itu 40 finalis terpilih ditampilkan dan dipamerkan di babak final,&#8221; terang Suratno.</p>



<p>Beberapa karya yang ditampilkan adalah Geguritan berjudul Pamulangan, Puisi Bahasa Indonesia berjudul Aku Ingin Membaca Indonesia, Puisi Bahasa Using berjudul Merdekane Indonesia, Story Telling tentang Legenda Danau Toba, Malin Kundang dan banyak lainnya.</p>



<p>Untuk cipta Cerpen Bahasa Using, karya yang ditampilkan adalah Lebaran Ring Kemiren, Rahasia Bisikan Nyi Semi, Kejiman, Merdeka Belajar Sinau Merdeka, Titisan Mbah Muk dan lainnya. <strong>(kom/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">212563</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Melalui Musikalisasi Puisi, UMM Persiapkan Profesionalisme Calon Guru Bahasa dan Sastra Indonesia</title>
		<link>https://memontum.com/melalui-musikalisasi-puisi-umm-persiapkan-profesionalisme-calon-guru-bahasa-dan-sastra-indonesia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2018 15:10:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[sastra]]></category>
		<category><![CDATA[UMM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/21521-melalui-musikalisasi-puisi-umm-persiapkan-profesionalisme-calon-guru-bahasa-dan-sastra-indonesia</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8212; Upaya membentuk karakter pendidik yang berkualitas telah ditunjukkan oleh progam studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Imu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Salah satunya, kreatifitas mahasiswa dan dosennya dalam mengapreasiasi sastra melalui pementasan Musikalisasi Puisi. Dosen pegampu mata kuliah Musikalisasi Puisi, Hari Sunaryo menyampaikan, melalui acara ini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8212; Upaya membentuk karakter pendidik yang berkualitas telah ditunjukkan oleh progam studi Pendidikan Bahasa dan Sastra  Indonesia Fakultas Keguruan dan Imu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Salah satunya, kreatifitas mahasiswa dan dosennya dalam mengapreasiasi sastra melalui pementasan Musikalisasi Puisi. </p>
<p>Dosen pegampu mata kuliah Musikalisasi Puisi, Hari Sunaryo menyampaikan, melalui acara ini mahasiswa diajak agar dapat mengolah rasa dalam mengapresiasi puisi. &#8220;Kegiatan ini ditujukkan untuk melatih mahasiswa menikmati refleksi batin dengan menikmati puisi yang dipadupadankan dengan musik. Puisi yang biasanya dideklamasikan sekedar dibaca, melalui acara ini dikaryakan bersama musik,&#8221; ungkap Hari.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180122-WA0020-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-21301" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Kreatifitas Musikalisasi Puisi merupakan upaya untuk menciptakan guru Bahasa dan Sastra Indonesia  yang memiliki apresiasi tinggi pada karya sastra. &#8220;Ini mutlak, karena mereka calon guru Bahasa dan Sastra Indonesia, sehingga ini taruhan profesionalitas ketika nanti mengawal murid- muridnya,” tegasnya.</p>
<p>Menurut Hari, berbagai tahap pembuatan musikalisasi puisi tidaklah mudah. Namun kerjasama dan keuletan dalam proses, memberikan pelajaran tersendiri bagi seluruh mahasiswa dan dosen yang terlibat, termasuk dirinya. &#8220;Totalitas ketika mengampu mata kuliah musikalisasi puisi tidak bisa dilupakan. Bersama semangat anak-anak, saya menjadi semakin percaya diri,&#8221; tukas Hari. </p>
<p>Tugas akhir dari mata kuliah Musikalisasi Puisi ini menampilkan 40 karya musikalisasi mahasiswa di Laboratorium Drama UMM, Senin hingga Jumat (15-19/1). <strong>(rhd/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">21521</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
