<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Sawah &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/sawah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 23 Apr 2026 14:46:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Sawah &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Cegah Alih Fungsi Sawah, Pemkot Malang Jaga 900 Hektare Lahan Pertanian</title>
		<link>https://memontum.com/cegah-alih-fungsi-sawah-pemkot-malang-jaga-900-hektare-lahan-pertanian</link>
					<comments>https://memontum.com/cegah-alih-fungsi-sawah-pemkot-malang-jaga-900-hektare-lahan-pertanian#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[fungsi,]]></category>
		<category><![CDATA[hektare]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Sawah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231925</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keberadaan lahan pertanian agar tidak terus menyusut, akibat alih fungsi menjadi kawasan permukiman maupun pembangunan lain. Langkah itu dilakukan, sebagai upaya menjaga ketahanan pangan di tengah pesatnya perkembangan kawasan perkotaan. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa pengendalian alih fungsi lahan sawah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keberadaan lahan pertanian agar tidak terus menyusut, akibat alih fungsi menjadi kawasan permukiman maupun pembangunan lain. Langkah itu dilakukan, sebagai upaya menjaga ketahanan pangan di tengah pesatnya perkembangan kawasan perkotaan.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa pengendalian alih fungsi lahan sawah kini telah memiliki payung aturan yang jelas dari pemerintah pusat melalui regulasi Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Menurutnya, aturan tersebut mewajibkan pemerintah daerah mempertahankan keberadaan lahan pertanian produktif. Sehingga, perubahan fungsi lahan tidak dapat dilakukan secara sembarangan.</p>



<p>“Sudah ada aturan dari Kementerian ATR yang mewajibkan pemerintah daerah menjaga lahan sawah. Jadi tidak boleh ada alih fungsi. Kalau tetap dialihkan, maka perizinannya tidak akan ditindaklanjuti,” tegas Wali Kota Wahyu, Kamis (23/04/2026) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkan Wali Kota Wahyu, bahwa kebijakan tersebut tidak hanya berlaku bagi aset pemerintah daerah, tetapi juga menjadi acuan bagi masyarakat umum maupun pengembang agar tetap menjaga keberadaan lahan pertanian yang ada. Berdasarkan data Pemkot Malang, lahan sawah yang menjadi aset daerah tercatat seluas sekitar 18,5 hektare. Seluruhnya, berada di wilayah Kota Malang dan tetap dipertahankan sebagai kawasan pertanian.</p>



<p>&#8220;Jika digabung dengan lahan milik masyarakat, total luas sawah di Kota Malang mencapai sekitar 900 hektare,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Wali Kota Wahyu menilai, keberadaan lahan pertanian tersebut memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai penyangga ketahanan pangan lokal, tetapi juga sebagai ruang terbuka hijau produktif di tengah kepadatan kota. &#8220;Sehingga, lahan sawah yang ada ini tetap harus kita jaga,&#8221; imbuh Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/cegah-alih-fungsi-sawah-pemkot-malang-jaga-900-hektare-lahan-pertanian/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231925</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pamit Airi Sawah, Pria Asal Pakuniran Probilinggo Ditemukan Tak Bernyawa dengan Celurit Menancap</title>
		<link>https://memontum.com/pamit-airi-sawah-pria-asal-pakuniran-probilinggo-ditemukan-tak-bernyawa-dengan-celurit-menancap</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Nov 2023 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[bernyawa]]></category>
		<category><![CDATA[celurit]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[menancap]]></category>
		<category><![CDATA[pakuniran]]></category>
		<category><![CDATA[probilinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Sawah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=201384</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Nasib tragis dialami Abdul Halim warga Dusun Jatikandang RT05/RW03, Desa Ranon, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo. Korban ditemukan tergeletak tidak bernyawa dengan luka bacok di tengah sawah, Sabtu (11/11/2023) tadi. Informasi yang dihimpun, korban yang berumur sekitar 67 tahun itu, sempat berpamitan hendak mengairi tanaman cabe di sawah tepatnya, Jumat (10/11/2023) malam. Saat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Nasib tragis dialami Abdul Halim warga Dusun Jatikandang RT05/RW03, Desa Ranon, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo. Korban ditemukan tergeletak tidak bernyawa dengan luka bacok di tengah sawah, Sabtu (11/11/2023) tadi.</p>



<p>Informasi yang dihimpun, korban yang berumur sekitar 67 tahun itu, sempat berpamitan hendak mengairi tanaman cabe di sawah tepatnya, Jumat (10/11/2023) malam. Saat itu, korban berpamitan dan keluar rumah sekitar pukul 21.00.</p>



<p>Sayangnya, hingga Sabtu (11/11/2023) pagi, korban tidak kunjung pulang ke rumah. Pihak keluarga yang khawatir, kemudian bergegas mencari korban ke sawah. Setelah sampai di sawah, keluarga korban dibuat terkejut saat mendapati korban sudah ditemukan tergeletak tidak bernyawa di tengah sawah.</p>



<p>Tidak hanya itu, korban juga didapati mengalami luka bacok. Diantaranya, seperti di bagian wajah dan betis.</p>



<p>Kepala Desa Ranon, Sirahum, saat dikonfirmasi membenarkan mengenai peristiwa dan luka yang dialami korban. Dirinya pun menjelaskan, bahwa warga dan keluarga juga tidak mengetahui penyebab atau motif dari kejadian itu. Sementara itu, sebilah celurit juga ditemukan masih menancap di betis kiri korban.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>&#8220;Korban pertama kali ditemukan Pak RT. Mengenai apa penyebabnya, semua masih belum tahu,&#8221; katanya saat dikonfirmasi melalui telepon, Sabtu (11/11/2023) tadi.</p>



<p>Sirahum menambahkan, warga yang melihat lokasi, tidak bisa memastikan apakah celurit tersebut milik terduga pelaku atau bukan. Namun yang pasti, menurut keterangan keluarga, saat pamit keluar rumah, korban tidak membawa celurit.</p>



<p>&#8220;Untuk korban sudah dibawa ke kamar jenazah Waluyo Jati Kraksaan,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sampai berita ini ditulis, pihak kepolisian masih belum bisa dikonfirmasi.<strong> (nun/pix/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">201384</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pria Asal Pakuniran Probolinggo Ditemukan Tak Bernyawa di Tepi Sawah</title>
		<link>https://memontum.com/pria-asal-pakuniran-probolinggo-ditemukan-tak-bernyawa-di-tepi-sawah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Jul 2023 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[asal]]></category>
		<category><![CDATA[bernyawa]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[pakuniran]]></category>
		<category><![CDATA[pria]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Sawah]]></category>
		<category><![CDATA[tepi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192312</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Seorang Lansia yang diketahui bernama Jamil (74), warga Desa Triwungan, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, ditemukan tergeletak tak bernyawa di tepi sawah Desa Sumber Kembar, Kecamatan Pakuniran, Minggu (02/07/2023) tadi. Tubuh korban, kali pertama ditemukan oleh warga setempat bernama Sub, saat hendak mencari rumput. Mengetahui ada orang yang diduga meninggal, saksipun segera meminta [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Seorang Lansia yang diketahui bernama Jamil (74), warga Desa Triwungan, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, ditemukan tergeletak tak bernyawa di tepi sawah Desa Sumber Kembar, Kecamatan Pakuniran, Minggu (02/07/2023) tadi. Tubuh korban, kali pertama ditemukan oleh warga setempat bernama Sub, saat hendak mencari rumput.</p>



<p>Mengetahui ada orang yang diduga meninggal, saksipun segera meminta tolong kepada warga. Termasuk, meneruskan laporan ke pihak kepolisian.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Saat dilakukan pengecekan terhadap korban, diketahui bahwa korban sudah meninggal dunia,&#8221; kata Kanitreskrim Polsek Pakuniran, Ipda Adi Pradana.</p>



<p>Ditambahkannya, dari hasil identifikasi terhadap tubuh korban, petugas tidak mendapati tanda-tanda kekerasan. Sementara keluarga korban, juga menolak dilakukan otopsi. Korban sendiri menurut pihak keluarganya, itu memiliki riwayat penyakit asma.</p>



<p>&#8220;Korban kemudian dievakuasi menuju ke Rumah Sakit Waluyojati. Termasuk, membuat surat keterangan mengenai meninggalnya korban,&#8221; paparnya. <strong>(nun/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192312</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lahan Sawah Makin Menipis, Pemkot Malang Bidik Usaha Properti untuk Gairahkan Investasi</title>
		<link>https://memontum.com/lahan-sawah-makin-menipis-pemkot-malang-bidik-usaha-properti-untuk-gairahkan-investasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Feb 2023 15:58:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Lahan Kosong]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pemkot malang]]></category>
		<category><![CDATA[properti]]></category>
		<category><![CDATA[Sawah]]></category>
		<category><![CDATA[sutiaji]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Sutiaji]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=183291</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang akan melirik pengusaha properti untuk melakukan investasi di Kota Malang. Sebab, Kota Malang termasuk kota urban, dimana area yang padat pemukiman manusia dan infrastruktur yang terbangun. Kepala Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker PMPTSP) Kota Malang, Arif Tri Sastyawan, mengatakan jika pihaknya nanti [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang akan melirik pengusaha properti untuk melakukan investasi di Kota Malang. Sebab, Kota Malang termasuk kota urban, dimana area yang padat pemukiman manusia dan infrastruktur yang terbangun.</p>



<p>Kepala Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker PMPTSP) Kota Malang, Arif Tri Sastyawan, mengatakan jika pihaknya nanti akan memberikan peta investasi kepada para pengusaha yang ingin melakukan investasi di Kota Malang. &#8220;Kita nanti akan memberikan peta investasi di tahun ini pada pengusaha yang ada. Sehingga, jika pengusaha itu ingin membangun hotel atau properti lainnya, itu ada informasinya,” kata Arif, Rabu (15/02/2023) tadi.</p>



<p>Sementara itu, mengenai lahan sawah yang produktif di Kota Malang, dijelaskannya, kini hanya tinggal 803 hektar. Hal itu disebabkan, karena ketersediaan lahan yang ada di kota terbatas dan juga termasuk Kota Urban.</p>



<p>Wali Kota Malang, Sutiaji, dalam kesempatan itu mengatakan jika luasan lahan yang dimiliki itu pasti akan berpengaruh. Namun, lahan-lahan yang ada itu, milik masyarakat sendiri. Sehingga, pihaknya tidak bisa memaksa kehendak keperuntukan lahan dari pemilik.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dinkes-kota-malang-catat-prevalensi-stunting-81-persen-intervensi-terus-diperkuat">Dinkes Kota Malang Catat Prevalensi Stunting 8,1 Persen, Intervensi Terus Diperkuat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-malang-siapkan-sapi-kurban-untuk-presiden-berbobot-capai-1-ton">Pemkot Malang Siapkan Sapi Kurban untuk Presiden Berbobot Capai 1 Ton</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/buka-junior-science-olympiade-jatim-2026-ini-pesan-yang-disampaikan-wabup-malang">Buka Junior Science Olympiade Jatim 2026, Ini Pesan yang Disampaikan Wabup Malang</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ngalam-pinter-antar-kota-malang-raih-national-governance-awards-2026">Ngalam Pinter Antar Kota Malang Raih National Governance Awards 2026</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkab-mojokerto-gandeng-badan-bank-tanah-terkait-pemanfaatan-tanah-terlantar">Pemkab Mojokerto Gandeng Badan Bank Tanah Terkait Pemanfaatan Tanah Terlantar</a></li>
</ul>


<p>“Misal sebidang lahan peninggalan orangtuanya, ingin dibagi. Nah, pastikan itu dijual. Kalau dijual, keperuntukannya yang beli untuk perumahan, pasti naik harganya,” kata Wali Kota Sutiaji.</p>



<p>Kemudian, menurutnya untuk Lahan Sawah yang Dilindungi (LSD) Kota Malang, sebelumnya telah mengajukan ada sebanyak 14 hektar. Namun, karena amanat dari Undang-undang muncul 1 ribu hektar, kemudian 700 hektar, dan saat ini hanya tinggal 400 hektar.</p>



<p>“Jadi di Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) nya LSD Kota Malang dulu mengajukan 14 hektar sesuai yang dimiliki oleh kita. Jadi tanah itu nggak bisa dibuat apa-apa, khusus untuk lahan sawah,” katanya.</p>



<p>Lebih lanjut pihaknya berharap, dengan iklim investasi yang ada di Kota Malang ini, nantinya bisa diperuntukkan untuk bisnis properti. Sebab, saat ini di Kota Malang sendiri memiliki hotel bintang empat, hingga bintang lima. Dimana nilai investasi hotel juga tinggi.</p>



<p>“Potensi investasi di Kota Malang bisa sampai Rp 3 triliun hingga Rp 4 triliun. Kalau investasinya hotel berbintang lima kurang lebih bisa sampai Rp 1 triliun hingga Rp 2,5 triliun,” imbuh Sutiaji. <strong>(hms/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">183291</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Garap Sawah saat Hujan, Satu dari Tiga Petani Panarukan Situbondo Tersambar Petir dan Meninggal</title>
		<link>https://memontum.com/garap-sawah-saat-hujan-satu-dari-tiga-petani-panarukan-situbondo-tersambar-petir-dan-meninggal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Nov 2021 13:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[Panarukan]]></category>
		<category><![CDATA[Petani]]></category>
		<category><![CDATA[Sawah]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Tersambar Petir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=159046</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Satu orang meninggal dan dua orang lainnya mengalami luka-luka, akibat diduga tersambar petir di kawasan persawahan dekat Pabrik Gula (PG) Wringin Anom Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, Kamis (25/11/2021). Adalah Budiyadi (46), korban meninggal yang teridentifikasi merupakan petani beralamat di Kampung Barat Kebun Rt 02 Rw02. Sementara korban yang mengalami luka, adalah Asmojo [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Satu orang meninggal dan dua orang lainnya mengalami luka-luka, akibat diduga tersambar petir di kawasan persawahan dekat Pabrik Gula (PG) Wringin Anom Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, Kamis (25/11/2021).</p>



<p>Adalah Budiyadi (46), korban meninggal yang teridentifikasi merupakan petani beralamat di Kampung Barat Kebun Rt 02 Rw02. Sementara korban yang mengalami luka, adalah Asmojo (60) petani warga Kampung Barat Kebun Rt01 Rw01. Seorang lagi yang mengalami luka ringan atau selamat, Muji (40).</p>



<p>Diperoleh keterangan dari Camat Panarukan, Adik Supriyadi, menjelaskan saat itu tiga orang tersebut sedang mengerjakan sawah milik Budiyadi di Dusun Barat Sabe. Sebelum pekerjaanya selesai, tiga orang itu sempat berhenti dan pulang ke rumahnya untuk istirahat. Saat mereka kembali ke sawah untuk melanjutkan pekerjaanya, secara tiba-tiba turun hujan.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dinkes-kota-malang-catat-prevalensi-stunting-81-persen-intervensi-terus-diperkuat">Dinkes Kota Malang Catat Prevalensi Stunting 8,1 Persen, Intervensi Terus Diperkuat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-malang-siapkan-sapi-kurban-untuk-presiden-berbobot-capai-1-ton">Pemkot Malang Siapkan Sapi Kurban untuk Presiden Berbobot Capai 1 Ton</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/buka-junior-science-olympiade-jatim-2026-ini-pesan-yang-disampaikan-wabup-malang">Buka Junior Science Olympiade Jatim 2026, Ini Pesan yang Disampaikan Wabup Malang</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ngalam-pinter-antar-kota-malang-raih-national-governance-awards-2026">Ngalam Pinter Antar Kota Malang Raih National Governance Awards 2026</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkab-mojokerto-gandeng-badan-bank-tanah-terkait-pemanfaatan-tanah-terlantar">Pemkab Mojokerto Gandeng Badan Bank Tanah Terkait Pemanfaatan Tanah Terlantar</a></li>
</ul>


<p>Apesnya, tidak berselang lama, tiba-tiba petir menyambar tidak jauh dari posisi ketiga korban itu. Namun beruntung bagi Muji, yang saat kejadian posisinya cukup jauh dengan Budiyadi dan Asmojo.</p>



<p>&#8220;Mungkin karena jaraknya sekitar satu petak, maka Muji selamat,&#8221; kata Camat Panarukan, kepada memontum.com.</p>



<p>Ditambahkan, agar kejadian itu tidak berlarut-larut, pihak keluarga korban membuat surat pernyataan bahwa kejadian itu adalah musibah. Sekaligus, bisa segera memakamkan Budiyadi.</p>



<p>&#8220;Keluarga korban sudah membuat surat pernyataan di Polsek,&#8221; jelasnya. <strong>(her/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159046</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dinas Pertanian Situbondo Sosialisasi Obat Non Insektisida ke Petani Krajan Timur</title>
		<link>https://memontum.com/dinas-pertanian-situbondo-sosialisasi-obat-non-insektisida-ke-petani-krajan-timur</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Feb 2021 08:29:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Dusun Krajan]]></category>
		<category><![CDATA[Holtikultura]]></category>
		<category><![CDATA[Petani]]></category>
		<category><![CDATA[Sawah]]></category>
		<category><![CDATA[Sosialisasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=134927</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Dinas Pertanian dan Holtikultura Kabupaten Situbondo melaksanakan sosialisasi obat non insektisida SULTRICOB 93 WP kepada Petani di sawah blok tengah Dusun Krajan Timur, Desa Panji Lor, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, Kamis (18/02). Babinsa Desa Panji Lor Serda Bambang F. yang mendampingi Dinas Pertanian, mengatakan sosialisasi penggunaan obat non insektisida yang disampaikan Dinas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Dinas Pertanian dan Holtikultura Kabupaten Situbondo melaksanakan sosialisasi obat non insektisida SULTRICOB 93 WP kepada Petani di sawah blok tengah Dusun Krajan Timur, Desa Panji Lor, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, Kamis (18/02).</p>



<p>Babinsa Desa Panji Lor Serda Bambang F. yang mendampingi Dinas Pertanian, mengatakan sosialisasi penggunaan obat non insektisida yang disampaikan Dinas Pertanian itu, bertujuan agar masyarakat petani menggunakan obat non insektisida untuk hasil panen melimpah dan hama daun musnah. &#8220;Inti dari sosialisasi itu memperkenalkan produk obat pertanian. Masyarakat diarahkan menggunakan produk tersebut,&#8221; jelas Serda Bambang.</p>



<p><strong><a href="https://memontum.com/134813-operasi-bina-waspada-semeru-2021-polres-situbondo-kedepankan-sosialisasi-cegah-radikalisme#ixzz6moFbFmTi" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Baca Juga : Operasi Bina Waspada Semeru 2021, Polres Situbondo Kedepankan Sosialisasi Cegah Radikalisme</a></strong></p>



<p>Kegiatan sosialisasi obat non insektisida ini, sambung Serda Bambang, dihadiri oleh 6 orang petugas dari Dinas Pertanian, 10 petani Dusun Krajan Timur dan Dusun Krajan Timur, Ja&#8217;far. &#8220;Dengan adanya sosialisasi itu, diharapkan petani menggunakan produk tersebut agar lahannya tidak diserang hama daun dan hasil panennya melimpah,&#8221; pungkas Serda Bambang. <strong>(cwa/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">134927</post-id>	</item>
		<item>
		<title>75 Hektar Sawah Sukoraharjo Kepanjen Kekurangan Air</title>
		<link>https://memontum.com/75-hektar-sawah-sukoraharjo-kepanjen-kekurangan-air</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Aug 2019 14:05:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Sukoraharjo]]></category>
		<category><![CDATA[Kekurangan Air]]></category>
		<category><![CDATA[Sawah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/91334-75-hektar-sawah-sukoraharjo-kepanjen-kekurangan-air</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Masuknya musik kemarau saat ini mengakibatkan dampak buruk kekeringan melanda sejumlah desa di Kabupaten Malang. Seperti halnya 75 hektar lahan sawah di Desa Sukoraharjo Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang dinyatakan kekurangan air. Hal ini dikatakan Sulianto Sekretaris Desa Sukoraharjo Kecamatan Kepanjen kepada awak media Rabu (28/8/2019)siang. &#8220;Adanya musim kemarau ini mengakibatkan 75 Hektar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Masuknya musik kemarau saat ini mengakibatkan dampak buruk kekeringan melanda sejumlah desa di Kabupaten Malang.</p>
<p>Seperti halnya 75 hektar lahan sawah di Desa Sukoraharjo Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang dinyatakan kekurangan air.</p>
<p>Hal ini dikatakan Sulianto Sekretaris Desa Sukoraharjo Kecamatan Kepanjen kepada awak media Rabu (28/8/2019)siang.</p>
<p>&#8220;Adanya musim kemarau ini mengakibatkan 75 Hektar lahan persawahan di wilayah kami kekurangan air,&#8221; tutur Sulianto.</p>
<p>Dikatakannya saat ini ada sebanyak 150 petani padi yang menggantungkan nasib dari bercocok tanam padi yang tersebar di seluruh wilayah Desa Sukoraharjo.</p>
<p>Dipaparkannya, meski posisi geografis berada di bagian paling bawah, namun petani di desanya kurang bisa menggunakan air untuk pengairan sawah secara maksimal.</p>
<p>Hal ini karena saat ini debit dan volume air yang mengalir mengalami penyusutan drastis.</p>
<p><div id="attachment_91335" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-91335" decoding="async" class="size-full wp-image-91335" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190828-WA0083-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="Sebagian kekeringan sawah Desa Sukoharjo. (Sur)" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190828-WA0083-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190828-WA0083-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190828-WA0083-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190828-WA0083-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190828-WA0083-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-91335" class="wp-caption-text"><strong>Sebagian kekeringan sawah Desa Sukoharjo. (Sur)</strong></p></div></p>
<p>Salah satu penyebab adalah adanya sumbatan pada gorong-gorong yang berada di dam sungai di wilayah Kecamatan Sukun Kota Malang, yang airnya mengalir hingga wilayah Kepanjen.</p>
<p>Dirinya mengkhawatirkan jika keadaan ini tidak segera diselesaikan akan berakibat buruk adanya gagal panen.</p>
<p>Karena itu, pihaknya memohon bantuan pihak terkait yaitu Dinas Pengairan Kabupaten Malang turut membantu mengatasi persoalan yang dihadapi warga Desa Sukoraharjo.</p>
<p>&#8220;Kami berharap pihak Dinas Pengairan Kabupaten Malang ikut membantu masalah kekurangan air di Desa Sukoraharjo agar panen padi lancar dan tidak terjadi gagal panen,&#8221; pungkas Sulianto. <strong>(Sur/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">91334</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
