<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>sebabkan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/sebabkan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 22 Dec 2025 12:46:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>sebabkan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Laka Tunggal Bus PO Cahaya Trans di Semarang Sebabkan 16 Orang Meninggal</title>
		<link>https://memontum.com/laka-tunggal-bus-po-cahaya-trans-di-semarang-sebabkan-16-orang-meninggal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Dec 2025 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[cahaya]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[sebabkan]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>
		<category><![CDATA[tunggal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228935</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Semarang &#8211; Bus PO Cahaya Trans Nopol B 7201 IV, jurusan Jatiasih Jakarta -Jogja, mengalami kecelakaan (Laka) tunggal di Simpang Susun Exit Tol Krapyak, Kota Semarang, Senin (22/12/2025) sekitar pukul 00.45. Bus berpenumpang 34 orang tersebut, secara tetiba terguling ke arah sisi kiri. Akibat kejadian itu, sebanyak 16 orang dilaporkan meninggal dunia. Terkait penyebab [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Semarang</strong> &#8211; Bus PO Cahaya Trans Nopol B 7201 IV, jurusan Jatiasih Jakarta -Jogja, mengalami kecelakaan (Laka) tunggal di Simpang Susun Exit Tol Krapyak, Kota Semarang, Senin (22/12/2025) sekitar pukul 00.45. Bus berpenumpang 34 orang tersebut, secara tetiba terguling ke arah sisi kiri.</p>



<p>Akibat kejadian itu, sebanyak 16 orang dilaporkan meninggal dunia. Terkait penyebab Laka, kejadian itu kini ditangani oleh petugas.</p>



<p>Kepala Kantor Basarnas Semarang, Budiono, mengatakan bahwa sebelum terjadi kecelakaan, bus tersebut melaju dengan kecepatan tinggi di tol hingga menabrak pembatas jalan. &#8220;Bus melaju dengan kecepatan tinggi menabrak pembatas jalan di tikungan jalur penghubung RAM 3, exit Tol Krapyak Semarang,&#8221; katanya.</p>



<p>Akibat benturan keras itu, menyebabkan kerusakan parah pada badan dan atap bus. Bus tersebut kemudian terguling ke sisi kiri. Sejumlah penumpang terjepit di dalam kendaraan, sehingga proses evakuasi berlangsung cukup lama.</p>



<p>Dari kejadian itu, seluruh korban dalam Laka itu selanjutnya dibawa ke beberapa rumah sakit di kawasan Semarang yaitu RS Tugu, RS Columbia, RS Elizabeth dan RS Kariadi Semarang untuk mendapatkan penanganan medis. &#8220;Kecelakan bus itu mengakibatkan 16 orang meninggal dan 8 orang luka,&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Kapolda Jawa Tengah (Jateng), Irjen Ribut Hari Wibowo, menyebut pihaknya juga mendalami terkait dugaan sopir mengantuk saat kejadian. Selain itu, polisi akan melakukan tes urine terhadap sopir bus tersebut untuk mendalami ada tidaknya pengaruh Narkoba.</p>



<p>&#8220;Kami masih melakukan penyelidikan. Dugaan awal adalah laka tunggal. Nanti terhadap driver, sopirnya juga sedang kita tes urine. Kita tes apakah yang bersangkutan menggunakan Narkoba atau kandungan zat yang dilarang lainnya,&#8221; ujar Irjen Ribut.</p>



<p>Dirinya mengungkapkan, berdasarkan pemeriksaan awal, pengemudi bus bernama Gilang merupakan sopir cadangan bus PO Cahaya Trans. &#8220;Kami masih mendalami penyebab kecelakaan bus tersebut,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Salah seorang penumpang, Sutiadi Sarwono (67), warga Dusun Lodalang, Kelurahan Siswodipuran, Kecamatan Boyolali, Kabupaten Boyolali, mengatakan bahwa dirinya berada di dalam bus tersebut dari Bogor hendak pulang ke Boyolali untuk menghadiri acara keluarga.</p>



<p>&#8220;Sebelum kejadian, saya masih terjaga. bus melaju kencang saat melewati tikungan Simpang Susun Tol Krapyak. Bus melaju di jalan turunan, namun saat itu tidak ada pelambatan seolah olah tidak ada pengereman. Pas di tikungan itu oleng hingga terjadi kecelakaan,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Sutiadi mengalami luka bagian kepala, wajahnya lecet dan dirawat di RSUD Tugurejo, Kota Semarang. Terlihat ada perban menutupi lukanya. Kakinya juga mengalami luka tekena pecahan kaca bus. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228935</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kebakaran Gedung Terra Drone Jakarta Sebabkan 22 Orang Meninggal</title>
		<link>https://memontum.com/kebakaran-gedung-terra-drone-jakarta-sebabkan-22-orang-meninggal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Dec 2025 10:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[gedung,]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[kebakaran]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[sebabkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228592</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jakarta &#8211; Kebakaran hebat terjadi di Gedung Ruko Terra Drone di Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat (Jakpus), Selasa (09/12/2025) tadi. Bahkan akibat musibah kebakaran gedung 7 lantai ini, sebanyak 22 orang dikabarkan meninggal dunia, yang terdiri dari 15 perempuan dan 7 laki-laki. Informasi Memontum.com, siang itu secara teriba terdengar suara ledakan keras sebelum api [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jakarta</strong> &#8211; Kebakaran hebat terjadi di Gedung Ruko Terra Drone di Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat (Jakpus), Selasa (09/12/2025) tadi. Bahkan akibat musibah kebakaran gedung 7 lantai ini, sebanyak 22 orang dikabarkan meninggal dunia, yang terdiri dari 15 perempuan dan 7 laki-laki.</p>



<p>Informasi Memontum.com, siang itu secara teriba terdengar suara ledakan keras sebelum api muncul dan membesar. Ledakan itu, diduga berasal dari baterai di lantai satu.</p>



<p>&#8220;Tak lama setelah ledakan, api cepat menjalar dan asap tebal langsung memenuhi lantai 2 dan 3. Saya sendiri berada di lantai 5. Semua orang panik,&#8221; kata salah satu karyawan, Dimitri.</p>



<p>Akibat peristiwa itu, pegawai yang berada di lantai atas tidak bisa turun. Dengan kondisi panik, mereka mencoba menyelamatkan diri berlari menuju atap (rooftop) gedung sambil meminta pertolongan. Beruntung, sebanyak 29 unit mobil Damkar beserta 101 personel dikerahkan ke tempat kejadian perkara (TKP).</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Proses evakuasi sendiri, berlangsung dramatis. Petugas Damkar menggunakan tangga darurat untuk menurunkan para korban satu persatu dari atap gedung, di tengah kepungan asap tebal. Setelah diselamatkan, para korban yang tampak panik dan kelelahan, langsung mendapat pertolongan pertama dari tim medis di lokasi.</p>



<p>Bahkan, beberapa korban mengalami sesak nafas akibat menghirup asap dan segera mendapat penanganan lanjutan. Para pegawai juga banyak yang masih terjebak di dalam gedung. Petugas pemadam kebakaran masih terus melakukan proses pemadaman api dan penyisiran lanjutan di dalam gedung untuk memastikan tidak ada lagi korban yang terjebak.</p>



<p>Meskipun api sudah terlihat padam pada Selasa sore, namun petugas Damkar masih berupaya menghilangkan asap dari dalam bangunan ruko. Terlihat petugas Damkar membawa mobil penghisap asap agar ruko tersebut dapat dimasuki untuk mengevakuasi korban yang masih ada di lokasi.</p>



<p>Petugas Damkar juga mengerahkan bronto skylift untuk menggapai lantai atas. Petugas juga masih menyisir titik api tersisa untuk memadamkan seluruhnya kebakaran di gedung tersebut. Sejumlah kaca di gedung tersebut pecah di tiap lantainya.</p>



<p>Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, menjelaskan bahwa jumlah korban tewas dalam kebakaran gedung PT Terra Drone, bertambah menjadi 22 orang. &#8220;Jadi terkait dengan peristiwa kebakaran di Terra Drone, saat ini sudah pukul 17.00, terakhir untuk angka korban adalah 22,&#8221; jelas Susatyo dalam keterangannya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228592</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hujan Deras Sebabkan Longsor di Samaan, Rumah Lansia Ambrol ke Sungai</title>
		<link>https://memontum.com/hujan-deras-sebabkan-longsor-di-samaan-rumah-lansia-ambrol-ke-sungai</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2025 12:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ambrol]]></category>
		<category><![CDATA[Lansia]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<category><![CDATA[Sama'an]]></category>
		<category><![CDATA[sebabkan]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227882</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Hujan deras yang mengguyur Kota Malang pada Rabu (19/11/2025) sore, memicu tanah longsor di Jalan Tapaksiring Gang 4, RT 03 RW 08, Kelurahan Samaan, Kecamatan Klojen. Satu rumah milik warga lanjut usia (Lansia), Chatarina Suparmi (80), mengalami kerusakan berat setelah sebagian bangunannya ambrol ke aliran sungai. Kejadian itu, terjadi sekitar pukul [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Hujan deras yang mengguyur Kota Malang pada Rabu (19/11/2025) sore, memicu tanah longsor di Jalan Tapaksiring Gang 4, RT 03 RW 08, Kelurahan Samaan, Kecamatan Klojen. Satu rumah milik warga lanjut usia (Lansia), Chatarina Suparmi (80), mengalami kerusakan berat setelah sebagian bangunannya ambrol ke aliran sungai. Kejadian itu, terjadi sekitar pukul 15.30 WIB.</p>



<p>Pemilik rumah, Chatarina, mengaku mendengar suara gemuruh dari samping rumah yang berbatasan langsung dengan bibir sungai. “Suaranya bergemuruh dari samping rumah. Setelah saya cek, bagian belakang rumah sudah hilang, jatuh ke sungai,” ujar Chatarina.</p>



<p>Chatarina juga mengatakan, bahwa dalam kejadian kali ini, perabotan dapur dan sejumlah barang inventaris RT ikut hanyut terbawa arus. “Kursi inventaris RT ada sekitar 50 yang hanyut. Kalau elektronik tidak ada,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Relawan Kelurahan Tangguh Samaan, Hendra, mengatakan bahwa longsor tidak hanya merusak bagian rumah warga, tetapi juga merobohkan plengsengan teknis penopang struktur di sisi sungai. “Plengsengan teknis sepanjang 10 meter, lebar 4 meter dan tinggi 8 meter ikut runtuh. Beberapa rumah lain di sekitar lokasi berpotensi terdampak longsor susulan,” ucap Hendra.</p>



<p>Menurut dugaan awal, longsor dipicu kombinasi intensitas hujan tinggi dan naiknya debit arus sungai yang menggerus tanah di bawah bangunan. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun kerugian materiil masih dalam proses pendataan oleh relawan Kelurahan Tangguh dan perangkat kelurahan.</p>



<p>Usai kejadian, tim Kelurahan Tangguh Samaan bersama perangkat RT/RW langsung melakukan asesmen awal dan pelaporan berjenjang. Area sekitar titik longsor disterilisasi untuk mencegah warga mendekati zona rawan runtuhan. “Evakuasi jiwa dan material dilakukan ke tempat yang lebih aman. Anggota Kelurahan Tangguh juga disiagakan di lokasi,” imbuh Hendra.</p>



<p>Hendra juga mengimbau warga sekitar untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat kondisi tanah di area tersebut masih labil dan berpotensi menimbulkan longsor lanjutan. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227882</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Abraham Samad Desak Kapolri Mundur Usai Aksi Kericuhan Sebabkan Ojol di Jakarta Meninggal</title>
		<link>https://memontum.com/abraham-samad-desak-kapolri-mundur-usai-aksi-kericuhan-sebabkan-ojol-di-jakarta-meninggal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Aug 2025 08:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[abraham]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Kapolri]]></category>
		<category><![CDATA[Kericuhan]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[mundur]]></category>
		<category><![CDATA[sebabkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225554</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Meninggalnya pengemudi ojek online (Ojol), Affan Kurniawan (21), dalam kericuhan aksi unjuk rasa di Jakarta, menuai banyak sorotan. Salah satunya, dari Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2011–2015, Abraham Samad. Menurutnya, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) dinilai tidak hanya layak dicopot oleh Presiden RI, Prabowo Subianto. Namun, sebaiknya mengundurkan diri [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Meninggalnya pengemudi ojek online (Ojol), Affan Kurniawan (21), dalam kericuhan aksi unjuk rasa di Jakarta, menuai banyak sorotan. Salah satunya, dari Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2011–2015, Abraham Samad.</p>



<p>Menurutnya, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) dinilai tidak hanya layak dicopot oleh Presiden RI, Prabowo Subianto. Namun, sebaiknya mengundurkan diri secara sukarela.</p>



<p>&#8220;Kalau di Jepang, pejabat bersalah itu mengundurkan diri. Jadi Kapolri mestinya punya sikap kesatria untuk mundur setelah ada korban jiwa dalam pengamanan demo,” kata Abraham, saat ditemui di Universitas Widyagama Malang, Sabtu (30/08/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Abraham menegaskan, tewasnya pengemudi ojol tersebut, menunjukkan masih adanya pendekatan represif aparat kepolisian. “Di demo kemarin sampai ada kendaraan semi baja yang diturunkan. Itu menandakan pola represif masih terus digunakan. Saya tegas menyatakan ini bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi pelanggaran HAM, karena nyawa orang jadi korban,” ucapnya.</p>



<p>Lebih lanjut Abraham meminta, agar Presiden Prabowo Subianto menunjukkan ketegasan dengan mencopot Kapolri sebagai pimpinan tertinggi Polri. Menurutnya, langkah itu akan memberi sinyal positif bahwa pemerintah tidak menoleransi pelanggaran yang memakan korban jiwa.</p>



<p>Sementara itu, Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri telah memeriksa aparat yang terlibat dalam insiden. Kadiv Propam Polri, Irjen Pol Abdul Karim, menyebut tujuh anggota Brimob yang berada di dalam kendaraan taktis (rantis) saat kejadian sudah ditangkap dan ditempatkan di tempat khusus (patsus) hingga proses etik selesai. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225554</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tanah Gerak Sebabkan Rumah Warga di Sempu Pasuruan Rusak, Pakar Geologi ITS Sarankan Relokasi</title>
		<link>https://memontum.com/tanah-gerak-sebabkan-rumah-warga-di-sempu-pasuruan-rusak-pakar-geologi-its-sarankan-relokasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Feb 2025 09:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[geologi]]></category>
		<category><![CDATA[relokasi]]></category>
		<category><![CDATA[Rusak]]></category>
		<category><![CDATA[sarankan]]></category>
		<category><![CDATA[sebabkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218979</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Pakar Geologi dari Teknik Sipil ITS (Institut Teknologi 10 November), Prof Indrasurya B Mochtar menyarankan agar warga yang terkena dampak dari fenomena tanah gerak di Dusun Sempu, Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, segera meminta relokasi. Saran tersebut disampaikan, seusai melakukan assesment di lokasi kejadian fenomena tanah gerak, beberapa hari lalu. Diuraikannya, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Pakar Geologi dari Teknik Sipil ITS (Institut Teknologi 10 November), Prof Indrasurya B Mochtar menyarankan agar warga yang terkena dampak dari fenomena tanah gerak di Dusun Sempu, Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, segera meminta relokasi. Saran tersebut disampaikan, seusai melakukan assesment di lokasi kejadian fenomena tanah gerak, beberapa hari lalu.</p>



<p>Diuraikannya, bahwa potensi tanah gerak di Dusun Sempu, dimungkinkan akan kembali terjadi pada 5 hingga 10 tahun mendatang. Karenanya, relokasi atau meninggalkan rumah, menjadi keputusan yang sangat tepat untuk menghindarkan diri dari dampak bencana tanah bergerak.</p>



<p>&#8220;Daripada ada sesuatu yang terjadi, maka kami sarankan warga untuk segera minta relokasi kepada pemerintah. Kalau bisa, sesegera mungkin,&#8221; katanya, Selasa (04/02/2025) tadi.</p>



<p>Dijelaskan Indrasurya, bahwa berdasarkan hasil kajian, pergerakan tanah ini disebabkan oleh air permukaan yang meresap ke dalam tanah. Kemudian, kondisi ini memicu retakan yang berpotensi semakin parah. Sebab, posisi pada 47 rumah di Dusun Sempu tersebut berada di tebing.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Apabila retakan yang muncul di permukiman warga, jalan raya dan fasilitas publik lainnya semakin lebar, maka effort pemerintah akan sangat keras. Bahkan, bisa menyedot anggaran yang cukup besar.</p>



<p>&#8220;Jadi untuk penanggulangan itu mahal sekali dan jaminannya tidak lama. Karena 5 hingga 10 tahun, ada gerak lagi pasti,&#8221; singkatnya.</p>



<p>Sebagai langkah pencegahan, Indrasurya menyarankan aliran air hujan harus dibuat lancar agar tidak terjebak pada resapan tanah. &#8220;Jangan sampai airnya buntu ngecembeng,&#8221; paparnya.</p>



<p>Sebagaimana diberitakan sebelumnya, peristiwa tanah gerak serta pergeseran tanah dirasakan di RT 01 RW 08 Dusun Sempu, Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, sejak Selasa (28/01/2025) lalu. Kejadian itu, berawal saat terdengar suara retakan, kemudian menyusul sejumlah tembok rumah warga tiba-tiba retak dan sebagian rontok. Sedangkan pada lantai, sebagian keramiknya pecah dan mengelupas. Akibatnya, warga harus mengungsi di SD Negeri 2 Cowek, untuk tinggal sementara hingga menunggu keputusan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Pasuruan terkait opsi relokasi yang sudah dijanjikan. <strong>(kom/pas/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218979</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cuaca Ekstrem hingga Sebabkan Korban Meninggal, BPBD Pasuruan Minta Warga Waspada Pohon Tumbang</title>
		<link>https://memontum.com/cuaca-ekstrem-hingga-sebabkan-korban-meninggal-bpbd-pasuruan-minta-warga-waspada-pohon-tumbang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 31 Jan 2025 10:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[sebabkan]]></category>
		<category><![CDATA[Tumbang]]></category>
		<category><![CDATA[Waspada]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218850</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan menghimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan akan potensi pohon tumbang. Himbauan ini disampaikan, seiring musibah pohon tumbang yang hingga meregut nyawa. Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, mengatakan bahwa dalam dua hari terakhir, Pasuruan diselimuti angin kencang sejak pagi hingga malam. Bahkan saking kencangnya, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan menghimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan akan potensi pohon tumbang. Himbauan ini disampaikan, seiring musibah pohon tumbang yang hingga meregut nyawa.</p>



<p>Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, mengatakan bahwa dalam dua hari terakhir, Pasuruan diselimuti angin kencang sejak pagi hingga malam. Bahkan saking kencangnya, dalam satu hari kemarin, pihaknya menerima 10 laporan pohon tumbang. Kejadian tersebut, ada di wilayah selatan seperti Kecamatan Wonorejo, Sukorejo, Kejayan dan Kejayan serta satu kejadian di wilayah Kecamatan Prigen.</p>



<p>&#8220;Hawanya juga dingin sekali, karena angin kencang sejak pagi sampai malam. Kami terima 10 kejadian pohon tumbang dalam satu hari, dan rata-rata terjadi di wilayah selatan,&#8221; kata Sugeng, Jumat (31/01/2025) tadi.</p>



<p>Tumbangnya pohon di beberapa wilayah, harus membuat was-was masyarakat. Terlebih, dilaporkan ada dua orang warga Kecamatan Wonorejo yang juga mengalami patah tulang dan luka-luka, karena tertimpa pohon saat melintas di Jalan Raya Pleret, Desa Pleret, Kecamatan Pohjentrek, Kamis (30/01/2025) sore kemarin.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sekedar diketahui, kedua warga itu yaitu Daniel (42)warga Desa Karang Asem dan Benny Arianto (43) warga Desa Pakijangan, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan. Daniel mengalami luka memar dan patah tulang lengan kanan, sementara Benny mengalami luka memar di wajah.</p>



<p>Selain warga yang mengalami luka-luka, pohon tumbang juga menimpa Rifki Alya Daffa (27), warga Kelurahan Bugulkidul, Kecamatan Bugulkidul, Kota Pasuruan. Bahkan, korban dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian.</p>



<p>Dengan kejadian tersebut, Sugeng menghimbau masyarakat agar tidak sekali-kali berteduh di bawah pohon besar saat hujan deras. Selain itu, apabila tengah berkendara di saat angin kencang, maka sebaiknya hati-hati dengan kondisi pohon yang punya tanda-tanda akan roboh alias tumbang.</p>



<p>&#8220;Kalau lagi berkendara usahakan tetap waspada dan hindari berhenti sejenak di bawah pohon. Semoga kita semua dalam lindungan Allah SWT,&#8221; ujarnya. <strong>(kom/pas/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218850</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cuaca Ekstrem di Kota Malang Sebabkan Pohon Tumbang di Sejumlah Titik</title>
		<link>https://memontum.com/cuaca-ekstrem-di-kota-malang-sebabkan-pohon-tumbang-di-sejumlah-titik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Jan 2025 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[sebabkan]]></category>
		<category><![CDATA[sejumlah]]></category>
		<category><![CDATA[Tumbang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218817</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Angin kencang akibat cuaca ekstrem melanda Kota Malang dan menyebabkan sejumlah pohon tumbang di beberapa lokasi, Kamis (30/01/2025) tadi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, mencatat bahwa kejadian tersebut terjadi di sembilan titik. Kepala Pelaksana BPBD Kota Malang, Prayitno, menyampaikan bahwa lima titik terjadi di Kecamatan Blimbing, tiga titik di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Angin kencang akibat cuaca ekstrem melanda Kota Malang dan menyebabkan sejumlah pohon tumbang di beberapa lokasi, Kamis (30/01/2025) tadi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, mencatat bahwa kejadian tersebut terjadi di sembilan titik.</p>



<p>Kepala Pelaksana BPBD Kota Malang, Prayitno, menyampaikan bahwa lima titik terjadi di Kecamatan Blimbing, tiga titik di Kecamatan Lowokwaru dan satu titik di Kecamatan Kedungkandang. &#8220;Di Kecamatan Blimbing terjadi di Jalan Stasiun Blimbing, Jalan Raden Intan, Jalan Simpang Sulfat Selatan, Makam RW 04 Kelurahan Purwodadi dan depan Halaman Polsek Blimbing. Di Kecamatan Lowokwaru itu ada di Jalan Joyo Utomo, Jalan Ikan Gurami dan Jalan Saxophone, sementara untuk di Kecamatan Kedungkandang itu terjadi di Jalan Danau Bratan Raya,&#8221; jelas Prayitno.</p>



<p>Dikatakannya, bahwa cuaca ekstrem ini telah diprediksi sebelumnya oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Tentunya rentan memicu bencana hidrometeorologi, seperti hujan lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, angin puting beliung dan hujan es.</p>



<p>&#8220;Kemarin ada rilis dadi BMKG bahwa untuk tiga hari ke depan akan ada cuaca ekstrem, sehingga kami diminta untuk melakukan mitigasi dan menyiapkan seluruh tim tanggap bencana,&#8221; katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Hingga saat ini, menurut Prayit BPBD Kota Malang belum menerima laporan adanya korban jiwa maupun kerusakan signifikan akibat kejadian tersebut. Dari hasil asesmen awal, sebagian besar pohon tumbang bukan akibat tercabut dari akar, melainkan patah di bagian atas dengan ketinggian sekitar dua hingga tiga meter.</p>



<p>&#8220;Pohon yang patah ini terkena angin kencang. Saya khawatir kalau ada pengendara motor yang melintas di bawahnya. Namun saat ini semua titik sedang dalam proses penanganan. Tim BPBD dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah turun ke lokasi untuk melakukan pemotongan dahan dan evakuasi pohon tumbang yang berpotensi membahayakan warga,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Dalam hal ini, BPBD Kota Malang terus berkoordinasi dengan pihak kelurahan dan kecamatan untuk menyebarluaskan informasi terkait cuaca ekstrem. &#8220;Kami mengirimkan update dari BMKG kepada para lurah dan camat agar diteruskan kepada warga, terutama yang tinggal di area rawan bencana. Mitigasi dini penting agar risiko bisa diminimalisir,&#8221; katanya.</p>



<p>Prayit juga mengimbau kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaannya, terutama saat berkendara atau beraktivitas di sekitar pohon besar. Apabila menemukan potensi bahaya akibat pohon rawan tumbang, warga dapat melaporkan ke BPBD atau DLH Kota Malang untuk segera ditindaklanjuti. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218817</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Longsor di Pekalongan Sebabkan 17 Orang Meninggal Diantaranya Sekdes Kasimpar</title>
		<link>https://memontum.com/longsor-di-pekalongan-sebabkan-17-orang-meninggal-diantaranya-sekdes-kasimpar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Jan 2025 10:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[diantaranya]]></category>
		<category><![CDATA[kasimpar]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[pekalongan]]></category>
		<category><![CDATA[sebabkan]]></category>
		<category><![CDATA[sekdes]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218568</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pekalongan &#8211; Banjir bandang dan tanah longsor di Desa Kasimpar, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, mengakibatkan belasan orang meninggal dunia dan merusak sejumlah rumah serta sarana prasarana (Sarpras), Senin (20/01/2025) sore. Bahkan hingga Selasa (21/01/2025) tadi, diketahui sudah ada 17 korban meninggal dunia. Tim SAR gabungan sendiri, ungga tadi masih terus melakukan pencarian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pekalongan</strong> &#8211; Banjir bandang dan tanah longsor di Desa Kasimpar, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, mengakibatkan belasan orang meninggal dunia dan merusak sejumlah rumah serta sarana prasarana (Sarpras), Senin (20/01/2025) sore. Bahkan hingga Selasa (21/01/2025) tadi, diketahui sudah ada 17 korban meninggal dunia.</p>



<figure class="wp-block-embed aligncenter is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Longsor di Pekalongan Sebabkan 17 Orang Meninggal Diantaranya Sekdes Kasimpar" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/ylIVoNc0lbM?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Tim SAR gabungan sendiri, ungga tadi masih terus melakukan pencarian korban yang hilang akibat bencana ini. Namun, proses pencarian korban masih terkendala hujan.</p>



<p>&#8220;Sebanyak 17 orang meninggal dunia,&#8221; kata Koordinator Basarnas, Dani Maulana, Selasa (21/01/2025) tadi.</p>



<p>Diketahui, bahwa banjir bandang dan longsor menimpa sejumlah wilayah Desa Kasimpar, Kecamatan Petungkriyono. Bahkan, jembatan akses jalan juga terputus sehingga tidak bisa dilewati. Sedangkan di Desa Kayupuring, Kecamatan Putungkriyo, terjadi banjir bandang dari Sungai Welo dan berdampak ke wilayah kecamatan bawah, yaitu Kecamatan Doro, Karanganyar, Karangdadap, Kedungwuni dan Wonopringgo.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sekda Kabupaten Pekalongan, M Yulian Akbar, mengatakan bahwa dalam bencana ini, Sekretaris Desa (Sekdes) Kasimpar, juga turut menjadi korban meninggal. “Satu keluarga, termasuk Sekdes dan anaknya, ditemukan meninggal dunia akibat tertimbun longsoran tebing,” ujar Yulian.</p>



<p>Desa Kasimpar memang menjadi daerah yang paling parah terdampak longsor.</p>



<p>Sejumlah rumah tertimbun material longsor. Bahkan terlihat juga mobil-mobil yang tertimbun di sawah berasal dari jalan yang menghubungkan Doro-Petungkriyono.</p>



<p>&#8220;Di atas jalan tersebut terjadi longsor, sementara di bawahnya banjir lumpur menggenangi beberapa kecamatan seperti Kedungwuni, Wonopringgo, Karanganyar, Tirto dan Wonokerto,&#8221; jelasnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218568</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bus Wisata Asal Bali Tabrak sejumlah Pengendara di Kota Batu dan Sebabkan 4 Orang Meninggal</title>
		<link>https://memontum.com/bus-wisata-asal-bali-tabrak-sejumlah-pengendara-di-kota-batu-dan-sebabkan-4-orang-meninggal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Jan 2025 13:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[pengendara]]></category>
		<category><![CDATA[sebabkan]]></category>
		<category><![CDATA[sejumlah]]></category>
		<category><![CDATA[tabrak]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218223</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Bus pariwisata Sakhindra Trans Nopol DK 7942 GB yang digunakan membawa rombongan Kunjungan Industri SMK TI Bali Global Badung, tujuan Semarang-Yogyakarta-Malang, mengalami kecelakaan lalu lintas di Kota Batu, Rabu (08/01/2025) tadi. Dari tampilan CCTV, terlihat bus melaju lumayan kencang dan menabrak beberapa mobil dan motor di sepanjang Jalan Imam Bonjol hingga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Bus pariwisata Sakhindra Trans Nopol DK 7942 GB yang digunakan membawa rombongan Kunjungan Industri SMK TI Bali Global Badung, tujuan Semarang-Yogyakarta-Malang, mengalami kecelakaan lalu lintas di Kota Batu, Rabu (08/01/2025) tadi. Dari tampilan CCTV, terlihat bus melaju lumayan kencang dan menabrak beberapa mobil dan motor di sepanjang Jalan Imam Bonjol hingga Jalan Patimura dan Jalan Ir Soekarno, tepat di depan SMPN 3 Beji Kota Batu.</p>



<p>Akibatnya kejadian itu, empat orang dikabarkan meninggal dunia dan beberapa orang harus menjalani perawatan. Sejumlah korban yang mengalami luka serius, adalah didominasi pengendara dari sepeda motor dan mobil yang ditabrak bus.</p>



<p>Diperoleh informasi, bahwa sore itu sejumlah kendaraan di lokasi itu lumayan ramai. Sementara di lokasi kejadian, kondisi jalannya sedikit menurun. Jalan tersebut juga merupakan jalan satu arah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Akibat kejadian itu, beberapa mobil dan motor nampak ringsek dan beberapa korban tergeletak di jalan. Bus sendiri baru berhenti setelah menabrak pohon di pinggir jalan. Belum diketahui pasti penyebab kecelakaan, namun dugaan awal akibat rem blong.</p>



<p>Petugas kepolisian sendiri saat ini masih terus melakukan penyelidikan dan pemeriksaan sejumlah saksi. Sementara itu, para korban sudah dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Hasta Brata Kota Batu.</p>



<p>Kapolres Kota Batu, AKBP Andi Yudha Pranata, mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan. &#8220;Untuk dugaan sementara, iya (rem blong). Ada empat korban meninggal dunia,&#8221; ujar AKBP Andi Yudha. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218223</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
