<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>sebrangi &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/sebrangi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 16 Jan 2025 10:46:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>sebrangi &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pasutri Hanyut saat Sebrangi Sungai di Jember, Jenazah Istri Ditemukan dengan Kondisi Meninggal</title>
		<link>https://memontum.com/pasutri-hanyut-saat-sebrangi-sungai-di-jember-jenazah-istri-ditemukan-dengan-kondisi-meninggal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Jan 2025 04:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[hanyut]]></category>
		<category><![CDATA[jenazah]]></category>
		<category><![CDATA[kondisi]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[Pasutri]]></category>
		<category><![CDATA[sebrangi]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218422</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Jenazah Imro&#8217;atul Jamilah (56) warga Dusun Watukebo, Desa Andongsari, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, akhirnya berhasil ditemukan di Muara Pantai Payangan, Kecamatan Ambulu, Kamis (16/01/2025) sekitar pukul 08.00. jenazah korban tersebut, ditemukan oleh warga beserta petugas Polsek Ambulu, Basarnas, unsur SAR dan relawan, setelah sebelumnya melakukan pencarian. Diketahui, sebelumnya korban bersama suaminya, Slamet [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Jenazah Imro&#8217;atul Jamilah (56) warga Dusun Watukebo, Desa Andongsari, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, akhirnya berhasil ditemukan di Muara Pantai Payangan, Kecamatan Ambulu, Kamis (16/01/2025) sekitar pukul 08.00. jenazah korban tersebut, ditemukan oleh warga beserta petugas Polsek Ambulu, Basarnas, unsur SAR dan relawan, setelah sebelumnya melakukan pencarian.</p>



<p>Diketahui, sebelumnya korban bersama suaminya, Slamet (58), dikabarkan hanyut di Sungai Bengawan, saat menyebrangi sungai menggunakan rakit dari jeriken. Hanyutnya pasangan suami istri (Pasutri) ini, kemudian dilaporkan ke petugas kepolisian dan SAR hingga langsung dilakukan pencarian.</p>



<p>&#8220;Alhamdulillah, pagi tadi Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi korban bernama Imro&#8217;atul Jamilah. Saat ditemukan, kondisi korban sudah meninggal. Jenazah korban sudah dievakuasi dan di bawa ke Puskesmas Ambulu, kemudian diserahkan kepada keluarga korban,&#8221; ujar Koordinator Basarnas Pos Sar Jember, Andi Irawan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkannya, dalam pencarian ini dilakukan pembagian dalam beberapa regu. &#8220;Kita bagi menjadi tiga regu. Jadi regu pertama LCR Basarnas itu dari TKP menuju ke hilir dan perahu karet punya MDMC sama, juga dari TKP menuju ke hilir. Kemudian, regu ketiga yaitu kita standbykan speedboot milik Tim Sar gabungan, yaitu Sar Rimbalaut, yang mana start pencariannya dari muara pantai Payangan menuju ke hulu. Untuk sampai saat ini, proses pencarian masih tetap kita laksanakan. Untuk hari ini kita akhiri sampai 17.00 dan kita akan lakukan evaluasi kembali,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Andi juga mengatakan, bahwa sebelumnya Pasutri tersebut berusaha menyebrangi Sungai Bengawan, dengan menggunakan rakit yang telah dimodifikasi dengan jeriken. Namun nahas, akibat derasnya aliran sungai, Pasutri tersebut hanyut terbawa air.</p>



<p>&#8220;Jadi, awalnya Pak Slamet itu sudah berhasil menyeberang dan selanjutnya tinggal menarik istrinya. Namun pada saat menarik, posisi air pasang dan menghempas rakit yang dinaiki oleh sang istri. Lalu Pak Slamet berusaha untuk menolong istrinya, namun naasnya korban juga hanyut terbawa arus sungai,&#8221; ujarnya. <strong>(rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218422</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jembatan Penghubung Kelurahan Diperbaiki, Warga Manfaatkan Getek untuk Sebrangi Sungai</title>
		<link>https://memontum.com/jembatan-penghubung-kelurahan-diperbaiki-warga-manfaatkan-getek-untuk-sebrangi-sungai</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Oct 2023 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[diperbaiki,]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kelurahan]]></category>
		<category><![CDATA[manfaatkan]]></category>
		<category><![CDATA[penghubung]]></category>
		<category><![CDATA[sebrangi]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=199189</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Jembatan penghubung antara wilayah RT11 RW05 Kelurahan Mergosono dengan wilayah RT11 RW02 Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, kini tengah dilakukan perbaikan. Imbasnya, warga memanfaatkan getek atau perahu rakit, untuk membantu pejalan kaki menyebrang di Daerah Aliran Sungai Brantas tersebut. Ketua Paguyuban Karamba Ikan, Hadi Prasetyo, menyampaikan jika jembatan tersebut sudah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Jembatan penghubung antara wilayah RT11 RW05 Kelurahan Mergosono dengan wilayah RT11 RW02 Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, kini tengah dilakukan perbaikan. Imbasnya, warga memanfaatkan getek atau perahu rakit, untuk membantu pejalan kaki menyebrang di Daerah Aliran Sungai Brantas tersebut.</p>



<p>Ketua Paguyuban Karamba Ikan, Hadi Prasetyo, menyampaikan jika jembatan tersebut sudah tidak bisa dilalui sejak pekan lalu, tepatnya Jumat (29/09/2023). Sudah dilakukan penutupan total dan tidak ada ruang bagi pejalan kaki, karena telah dilakukan perbaikan.</p>



<p>“Sebenarnya bisa melewati jembatan yang lain, di wilayah Gadang Gang 9, wilayah Mergosono Gang 5. Namun, jarak tempuhnya jauh untuk pejalan kaki, misal wilayah kami Mergosono Gang 3 B RT 11 ke Bumiayu, memutarnya Gang 5 atau 9, itu butuh waktu 15 menit untuk pejalan kaki,” kata Hadi, Selasa (03/10/2023) tadi.</p>



<p>Ditambahkannya, jika perahu tersebut dibuat secara swadaya oleh Paguyuban Keramba Ikan. Terlebih, anak dari anggota paguyuban tersebut banyak yang bersekolah di SMPN 7 Kota Malang, yang terletak di Bumiayu dan SDN 4 Mergosono.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Karena kalau siang banyak yang tidak bisa mengantar anaknya karena kerja, kami juga melakukan aktivitas lain pemeliharaan ikan, sehingga ada usul atau ide. Pertama awalnya hanya untuk anak-anak dari paguyuban kami, awal 2 &#8211; 4 anak, kemudian diikuti masyarakat umum lainnya,” tambahnya.</p>



<p>Selain pelajar, pejalan kaki lainnya atau masyarakat umum juga memanfaatkan fasilitas getek tersebut. Mereka hanya cukup membayar dengan seikhlasnya. Untuk waktu pengoperasiannya juga belum ada batasan. Namun, fasilitas penyeberangan tersebut libur pada hari Sabtu dan Minggu.</p>



<p>&#8220;Jadi anak-anak kecil itu, sehari yang naik bisa ratusan orang, anak SMPN 7 Malang hampir 100, kemarin aja sampai jam setengah 10 (malam), belum yang pagi-pagi kerja di Pabrik Rokok Upet, jualan di Pasar Kota Lama,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Lebih lanjut, fasilitas penyeberangan menggunakan getek tersebut juga telah diketahui oleh Pemerintah Kota Malang. Apalagi, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, juga telah meminjami beberapa rompi pelampung untuk keselamatan para penyeberang. Ke depan, pihaknya berharap fasilitas getek tersebut nantinya bisa menjadi tempat wisata, ketika jembatan sudah selesai diperbaiki dan bisa digunakan kembali. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">199189</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
