<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Security &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/security/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Jun 2025 20:54:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Security &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Hampir 1000 Warga Binaan High Risk Dipindahkan ke Lapas Maximum Security Nusakambangan</title>
		<link>https://memontum.com/hampir-1000-warga-binaan-high-risk-dipindahkan-ke-lapas-maximum-security-nusakambangan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Jun 2025 10:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[binaan]]></category>
		<category><![CDATA[Dipindahkan]]></category>
		<category><![CDATA[hampir]]></category>
		<category><![CDATA[maximum]]></category>
		<category><![CDATA[nusakambangan]]></category>
		<category><![CDATA[Security]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223342</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Medan &#8211; Hampir 1000 narapidana high risk dari berbagai wilayah di Indonesia, dipindahkan ke lapas Super Maximum dan Maximum Security di Nusakambangan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. &#8220;Alasan utamanya, jelas seperti yang seringkali saya sampaikan, yaitu memberantas sampai ke akarnya peredaran Narkoba di Lapas dan Rutan. Zero Narkoba adalah harga mati,” kata Menteri Imigrasi dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Medan</strong> &#8211; Hampir 1000 narapidana high risk dari berbagai wilayah di Indonesia, dipindahkan ke lapas Super Maximum dan Maximum Security di Nusakambangan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.</p>



<p>&#8220;Alasan utamanya, jelas seperti yang seringkali saya sampaikan, yaitu memberantas sampai ke akarnya peredaran Narkoba di Lapas dan Rutan. Zero Narkoba adalah harga mati,” kata Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, Rabu (25/06/2025) tadi.</p>



<p>Menurut Menteri Agus, tindakan tersebut bukan tanpa alasan. Penentuan warga binaan high risk yang dipindahkan ke Nusakambangan, sudah melalui penyidikan, penyelidikan dan assesment sesuai ketentuan yang berlaku.</p>



<p>&#8220;Pemindahan ini bukan hanya tentang memindahkan fisik seorang warga binaan yang telah dinilai high risk ke Lapas yang baru. Tetapi ini tentang upaya menyelamatkan warga binaan lain dari paparan Narkoba dan tindakan negatif lainnya,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Di sisi lain, tambahnya, tindakan tersebut juga untuk menyelamatkan warga binaan high risk tersebut dari perilaku melanggar yang berkelanjutan, membahayakan orang lain dan merusak dirinya sendiri. &#8220;Ini adalah tentang bagaimana kita menyelamatkan sistem pemasyarakatan yang bertujuan mulia,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Di Lapas yang lebih tepat, ujarnya, diharapkan perubahan sikap mereka yang lebih baik dan tidak mengulangi kembali kesalahannya. Karena tujuan dari pemasyarakatan adalah tentang pembinaan untuk mempersiapkan mereka kembali ke masyarakat.</p>



<p>Menteri Agus menyebutkan, alasan yang tidak kalah penting dari tujuan redistribusi warga binaan, yaitu sebagai bagian upaya penurunan overcrowding di beberapa Lapas atau Rutan. Over kapasitas rata-rata secara nasional, saat ini adalah sekitar 100 persen. Namun di banyak Lapas, terjadi over kapasitas. Contohnya Lapas Bagansiapi-siapi yang over kapasitas hingga 1000 persen. Usaha yang telah dilakukan dalam menurunkan tingkat overcrowding, selain redistribusi, pemberian hak bersyarat seperti remisi, PB, CB dan CMB serta pembangunan Lapas baru.</p>



<p>Menteri Agus juga mengungkapkan semangatnya untuk mendukung implementasi pidana non pemenjaraan yang diatur di dalam UU No 1 tahun 2023 tentang KUHP, seperti pidana kerja sosial dan pidanan pengawasan. “Kami dari Kementrian Imipas melalui peran Balai Pemasyarakatan (Bapas) siap mendukung diterapkannya pidana alternatif, seperti yang sudah terbilang sukses pada kasus Anak. Dimana rekomendasi ketetapan diversi dan putusan non penjara dari Pembimping Kemasyarakatan Bapas, mampu berkontribusi dalam penurun hunian anak di Pemasyarakatan sekitar 250 persen,” tambahnya.</p>



<p>Menteri Agus juga mendorong optimalisasi putusan rehabilitasi bagi pecandu dan penyalahguna Narkoba, dari pada putusan penjara yang berdampak over loadnya Lapas dan rutan. Termasuk, penerapan Restorative Justice (RJ) pada setiap tahap penegakan hukum, khususnya pada kasus-kasus ringan yang tidak berpotensi merusak rasa keadilan masyarakat. <strong>(hms/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223342</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Libatkan Badan Siber Sandi Negara, ASN di Pemkab Banyuwangi Dibekali Keahlian Dasar Cyber Security</title>
		<link>https://memontum.com/libatkan-badan-siber-sandi-negara-asn-di-pemkab-banyuwangi-dibekali-keahlian-dasar-cyber-security</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Oct 2024 05:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dibekali]]></category>
		<category><![CDATA[keahlian]]></category>
		<category><![CDATA[libatkan]]></category>
		<category><![CDATA[Negara]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[Security]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=216003</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Pemkab Banyuwangi bersama Badan Siber Sandi Negara (BSSN), selenggarakan Hacking Day 5.0. Yakni, sebuah training untuk membekali kapasitas dasar cyber security bagi pengguna teknologi digital daerah, Rabu (30/10/2024) hingga Kamis (31/10/2024) tadi. Hacking Day sendiri, diikuti 200 peserta ASN yang berasal dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemkab Banyuwangi. “Pengetahuan dasar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Pemkab Banyuwangi bersama Badan Siber Sandi Negara (BSSN), selenggarakan Hacking Day 5.0. Yakni, sebuah training untuk membekali kapasitas dasar cyber security bagi pengguna teknologi digital daerah, Rabu (30/10/2024) hingga Kamis (31/10/2024) tadi.</p>



<p>Hacking Day sendiri, diikuti 200 peserta ASN yang berasal dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemkab Banyuwangi. “Pengetahuan dasar tentang keamanan siber sangat penting bagi ASN, karena pelayanan publik sudah hampir semua memanfaatkan teknologi digital. Minimal, mereka memiliki dasar-dasar pengetahuan untuk meminimalisir serangan siber,” kata Plt Bupati Banyuwangi, Sugirah, Kamis (31/10/2024) tadi.</p>



<p>Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Kabupaten Banyuwangi, Budi Santoso, menambahkan bahwa event Hacking Day 5.0 merupakan yang kelima kalinya diselenggarakan oleh Pemkab Banyuwangi. Kali ini, pelaksanaan mengusung konsep Security Awareness Training yang membekali ASN untuk bisa mengidentifikasi dan menghindari ancaman siber sehari-hari. Seperti phishing, malware, maupun serangan akibat faktor human error.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Dengan mengenali berbagai ancaman keamanan siber, maka bisa meminimalisir resiko terjadinya peretasan hingga kebocoran data pemerintah dan data publik. Pada pelatihan ini, peserta juga ditraining bagaimana mengelola data yang aman,” kata Budi.</p>



<p>Dalam pelaksanaan itu, dua nara sumber dihadirkan, yakni dari Politeknik Siber dan Sandi Negara. Yaitu, Lektor Kepala pada Politeknik Siber dan Sandi Negara, Amiruddin dan Pengembang Teknologi Pembelajaran Ahli Pertama pada Politeknik Siber dan Sandi Negara, Aldimas Chatra Firdiansyah.</p>



<p>Sejumlah materi yang diberikan, antara lain tentang 10 langkah penting dalam kemanan siber yakni pendidikan dan kesadaran pengguna, pengelolaan aset, pengelolaan kerentanan, keamanan data dan pengelolaan insiden siber. Sejumlah tips juga diberikan oleh pemateri, untuk terhindar dari serangan siber. Seperti pemakaian antivirus dan firewall, memperbarui perangkat lunak, membackup data secara teratur hingga menggunakan Wifi publik dengan bijak.</p>



<p>“Mereka juga menyarankan sejumlah hal teknis terkait antisipasi serangan siber,” tambahnya. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">216003</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Diskominfo Lumajang Sosialisasi Pembentukan Computer Security Incident Response Team</title>
		<link>https://memontum.com/diskominfo-lumajang-sosialisasi-pembentukan-computer-security-incident-response-team</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Jul 2023 11:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[computer]]></category>
		<category><![CDATA[Diskominfo]]></category>
		<category><![CDATA[incident]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[pembentukan]]></category>
		<category><![CDATA[response]]></category>
		<category><![CDATA[Security]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[Sosialisasi]]></category>
		<category><![CDATA[team]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193000</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Pembentukan Computer Security Incident Response Team (CSIRT) merupakan langkah yang sangat penting dalam menjaga keamanan data dan informasi dari serangan siber. Keterangan itu, disampaikan Kepala Bidang Informasi Publik, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Lumajang, Luluk Azizah, saat membuka kegiatan sosialisasi Pembentukan CSIRT Kabupaten Lumajang di Gedung Panti PKK Lumajang, Selasa (11/07/2023) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Pembentukan Computer Security Incident Response Team (CSIRT) merupakan langkah yang sangat penting dalam menjaga keamanan data dan informasi dari serangan siber. Keterangan itu, disampaikan Kepala Bidang Informasi Publik, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Lumajang, Luluk Azizah, saat membuka kegiatan sosialisasi Pembentukan CSIRT Kabupaten Lumajang di Gedung Panti PKK Lumajang, Selasa (11/07/2023) tadi.</p>



<p>Dirinya juga mengatakan, bahwa keamanan data dan informasi merupakan tanggung jawab bersama. Sehingga, perlu adanya sinergisitas antar Perangkat Daerah di Lingkup Pemerintah Kabupaten Lumajang.</p>



<p>&#8220;Kebocoran data menjadi isu penting akhir-akhir ini. Untuk itu, perlu adanya pembentukan CSIRT di Kabupaten Lumajang. Sehingga, informasi dan data semakin terjaga dengan baik,&#8221; katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dalam sosialisasi itu, menghadirkan nara sumber Kepala Bidang Aptika Diskominfo Provinsi Jatim, Achmad Fadlil Chusni dan diikuti oleh perwakilan dari masing-masing perangkat daerah di lingkup Pemkab Lumajang. Achmad Fadlil sendiri mengatakan bahwa CSIRT merupakan tim yang bertanggung jawab untuk menerima, meninjau dan menanggapi laporan aktivitas insiden keamanan siber.</p>



<p>&#8220;Misi dari pembentukan CSIRT adalah membangun, mengkoordinasikan, mengkolaborasikan dan mengoperasikan sistem mitigasi, manajemen krisis, penanggulangan dan pemulihan terhadap insiden kemanan siber,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Dirinya juga menambahkan, bahwa Diskominfo Provinsi Jatim akan terbuka dan siap mendampingi Kabupaten Lumajang, dalam pembentukan CSIRT kabupaten nantinya. &#8220;Mari bersama-sama kita bentuk bersama. Kami akan senang hati untuk berkolaborasi dengan kabupaten dan kota. Silahkan koordinasikan dengan kami atau langsung ke Badan Siber dan Sandi Negara,” terang Achmad Fadlil. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193000</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Security Kampus Ditemukan Tewas di Pos Jaga</title>
		<link>https://memontum.com/security-kampus-ditemukan-tewas-di-pos-jaga</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Dec 2020 15:00:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Security]]></category>
		<category><![CDATA[tewas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=129725</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Hariyono (51) security, warga Jl PP Nurul Ulum, Kebonsari, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Senin (14/12/2020) pukul 04.30, ditemukan tewas di pos jaga Kampus Asia Jl Soekarno-Hatta, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Jenazahnya pertama kali ditemukan oleh Hendra, teman kerjanya hingga kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke Polsek Lowokwaru. Informasi Memontum.com bahwa sebelum kejadian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Hariyono (51) security, warga Jl PP Nurul Ulum, Kebonsari, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Senin (14/12/2020) pukul 04.30, ditemukan tewas di pos jaga Kampus Asia Jl Soekarno-Hatta, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.</p>
<p>Jenazahnya pertama kali ditemukan oleh Hendra, teman kerjanya hingga kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke Polsek Lowokwaru.</p>
<p>Informasi Memontum.com bahwa sebelum kejadian Hariyono berjaga malam. Namun saat itu kondisinya sedang tidak enak badan.</p>
<p>&#8220;Jaga mulai Minggu (13/12/2020) pukul 18.00. Kondisinya kurang enak badan hingga meminta kerokan,&#8221; ujar Hendra.<br />
Korban sempat disarankan untuk pulang, namun saat itu dia menolak dan ingin tetap berjaga.</p>
<p>Kapolsek Lowokwaru Kompol Fatkhur Rokhman bahwa malam itu korban berjaga sendiri. &#8220;Usai dikerok, korban melanjutkan kerja dan temannya berpamitan pulang. Senin (14/12/2020) pukul 04.30, saat temannya datang, korban sudah dalam kondisi meninggal,&#8221; ujar Kompol Fatkhur.</p>
<p>Saat itu korban terlihat seperti sedang tidur dengan posisi miring ke kiri. Beberapa kali dibangunkan, korban tidak bergerak hingga diketahui sudah dalam kondisi meninggal dunia.</p>
<p>Kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke Polsekta Lowokwaru hingga petugas segera melakukan penyelidikan. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.</p>
<p>Diduga korban meninggal karena serangan jantung. Jenazahnya kemudian dievakuasi dibawa ke kamar mayat RSSA Malang. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">129725</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
