<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>sederajat &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/sederajat/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 11 Nov 2025 11:32:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>sederajat &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Libatkan OSIS SMA Sederajat, Dispora Jember Sosialisasi Dampak Pernikahan Dini dan Stunting</title>
		<link>https://memontum.com/libatkan-osis-sma-sederajat-dispora-jember-sosialisasi-dampak-pernikahan-dini-dan-stunting</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Nov 2025 08:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[dampak]]></category>
		<category><![CDATA[dispora]]></category>
		<category><![CDATA[libatkan]]></category>
		<category><![CDATA[Pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[sederajat]]></category>
		<category><![CDATA[Sosialisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Stunting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227627</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember selenggarakan Sosialiasi Pencegahan Pernikahan Dini dan Stunting untuk Pengurus OSIS SMA/SMK/MA se-Kabupaten Jember, di Aula Dinas Pendidikan, Selasa (11/11/2025) tadi. Langkah ini dilakukan, karena di Kabupaten Jember angka pernikahan dini masih tinggi dan menjadi penyebab pada tingginya angka stunting. Upaya pencegahan ini, digaungkan melalui kegiatan sosialisasi dengan melibatkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember selenggarakan Sosialiasi Pencegahan Pernikahan Dini dan Stunting untuk Pengurus OSIS SMA/SMK/MA se-Kabupaten Jember, di Aula Dinas Pendidikan, Selasa (11/11/2025) tadi. Langkah ini dilakukan, karena di Kabupaten Jember angka pernikahan dini masih tinggi dan menjadi penyebab pada tingginya angka stunting.</p>



<p>Upaya pencegahan ini, digaungkan melalui kegiatan sosialisasi dengan melibatkan pelajar sebagai agen perubahan utama. Tercatat, ada ratusan pengurus OSIS yang hadir dari 175 SMA/SMK/MA se Kabupaten Jember.</p>



<p>Bupati Jember, Muhammad Fawait, melalui Kepala Dinas Kepemudaan dan Olah Raga (Dispora) Kabupaten Jember, Edy Budi Susilo, menekankan bahwa generasi muda Jember memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin dan motor penggerak kemajuan. Namun, potensi ini terancam oleh dampak luas dari pernikahan dini dan stunting.</p>



<p>&#8220;Generasi ini nantinya akan menjadi pemimpin, inovator dan penggerak kemajuan di masa depan. Namun, potensi besar itu hanya bisa terwujud apabila anak-anak tumbuh dan berkembang secara sehat, cerdas dan produktif,&#8221; kata Edy Budi Susilo.</p>



<p>Ditambahkan Edy Budi, pernikahan dini bukan sekadar masalah usia, melainkan terkait kesiapan mental, fisik dan sosial. Remaja yang menikah di usia muda, cenderung belum siap memikul tanggung jawab sebagai orang tua, yang berakibat fatal pada kesehatan ibu dan anak.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Akibatnya, risiko kehamilan meningkat dan anak yang dilahirkan akan berisiko lebih besar mengalami stunting,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Stunting sendiri, ujarnya, didefinisikan sebagai kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis pada 1.000 hari pertama kehidupan. Oleh karena itu, langkah pencegahan pernikahan dini sekaligus berarti memutus rantai kemiskinan antar generasi.</p>



<p>Meski data menunjukkan adanya tren penurunan angka pernikahan dini di Provinsi Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Jember, Edy Budi Susilo tetap menyayangkan bahwa kasus di lapangan masih ada dan menjadi keprihatinan bersama. Dirinya berharap, para pelajar dapat memahami secara mendalam risiko pernikahan dini dan dampaknya pada masa depan mereka. Dia juga mendorong para pengurus OSIS di sekolah untuk menjadi garda terdepan dalam sosialisasi.</p>



<p>&#8220;Jadikanlah isu pencegahan pernikahan dini ini sebagai bagian dari program kerja OSIS kalian. Pengurus OSIS adalah influencer dan panutan di sekolah masing-masing,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Dispora Jember menyerukan, agar para pelajar memaksimalkan peran mereka sebagai motor penggerak perubahan dengan membuat kampanye kreatif di media sosial dan mengadakan diskusi-diskusi positif di lingkungan sekolah dan komunitas. &#8220;Saya ingin kalian bangga menjadi generasi emas Jember. Generasi yang sehat, berpendidikan tinggi, berakhlak mulia, serta mampu mengangkat nama baik daerah ini,&#8221; tambahnya. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227627</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wabup Malang Semangati Peserta Olimpiade Nasional Sains Indonesia Tingkat TK hingga SMA Sederajat</title>
		<link>https://memontum.com/wabup-malang-semangati-peserta-olimpiade-nasional-sains-indonesia-tingkat-tk-hingga-sma-sederajat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Aug 2025 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Olimpiade]]></category>
		<category><![CDATA[Peserta]]></category>
		<category><![CDATA[sederajat]]></category>
		<category><![CDATA[semangati]]></category>
		<category><![CDATA[tingkat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225057</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Wakil Bupati (Wabup) Malang, Hj Lathifah Shohib, hadir sekaligus berikan semangat kepada peserta Olimpiade Nasional Sains Indonesia Tingkat TK hingga SMA sederajat se-Malang Raya, oleh Kementerian Pendidikan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Malang (Unisma), di Gedung Al-Asy&#8217;ari Universitas Islam Malang, Sabtu (16/08/2025) tadi. Turut hadir dalam pelaksanaan itu, Kepala Dinas Pendidikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Wakil Bupati (Wabup) Malang, Hj Lathifah Shohib, hadir sekaligus berikan semangat kepada peserta Olimpiade Nasional Sains Indonesia Tingkat TK hingga SMA sederajat se-Malang Raya, oleh Kementerian Pendidikan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Malang (Unisma), di Gedung Al-Asy&#8217;ari Universitas Islam Malang, Sabtu (16/08/2025) tadi. Turut hadir dalam pelaksanaan itu, Kepala Dinas Pendidikan se-Malang Raya, Civitas Akademika Unisma, Presiden Mahasiswa Universitas Islam Malang, BEM Unisma 2025 Kabinet Nilapitam dan peserta Olimpiade beserta guru hingga orang tua peserta.</p>



<p>Mengawali kunjungannya, Wabup Lathifah menyapa sejumlah dekan dan dosen yang sedang melakukan aktivitas senam bersama dan mengikuti berbagai lomba menyemarakkan peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia. Selanjutnya, dirinya langsung meninjau peserta Olimpiade dari berbagai jenjang pendidikan, dari TK hingga SMA sederajat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kunjungan yang dilakukan ini, tentunya menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kegiatan pendidikan dan perayaan kemerdekaan. Di rangkaian momen itu, Wabup juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dan berkolaborasi dalam pelaksanaan. Sehingga, kegiatan ini dapat terlaksana dan diikuti dengan antusias oleh segenap siswa-siswi dari tingkat TK hingga SMA sederajat.</p>



<p>&#8220;Selamat berlomba dan selamat berjuang dalam kompetisi ini. Kemenangan memang membanggakan, tetapi proses yang kalian lalui jauh lebih berharga. Belajar dari kesalahan, menghargai lawan dan terus berusaha adalah sikap yang akan mengantarkan kalian pada kesuksesan sejati,&#8221; kata Wabup Malang.</p>



<p>Dalam serangkaian pelaksanaan itu, Wabup bersama rombongan juga menyempatkan diri untuk keliling ke ruang peserta guna memberikan motivasi. &#8220;Sains bukan hanya tentang menghafal rumus dan teori, tetapi juga tentang rasa ingin tahu yang tidak pernah padam dan keberanian untuk menemukan hal-hal baru. Maka, raihlah prestasi setinggi-tingginya, namun jangan lupa bahwa yang terpenting adalah proses belajar dan pengalaman berharga yang kalian dapatkan hari ini,&#8221; tambahnya. <strong>(kom/mlg/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225057</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ribuan Pelajar SMP hingga SMA Sederajat di Banyuwangi Meriahkan Parade Karnaval Kebangsaan</title>
		<link>https://memontum.com/ribuan-pelajar-smp-hingga-sma-sederajat-di-banyuwangi-meriahkan-parade-karnaval-kebangsaan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Aug 2025 10:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[karnaval]]></category>
		<category><![CDATA[kebangsaan]]></category>
		<category><![CDATA[meriahkan]]></category>
		<category><![CDATA[parade]]></category>
		<category><![CDATA[pelajar]]></category>
		<category><![CDATA[ribuan]]></category>
		<category><![CDATA[sederajat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224991</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Sebanyak 1000 pelajar tingkat SMP/MTs dan SMA/MA/SMK Negeri dan swasta se-Banyuwangi, berhasil tampil memukau menyajikan keragaman budaya Indonesia melalui kostum, seni tari dan teatrikal dalam Parade Karnaval Kebangsaan, yang digelar Pemkab Banyuwangi dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-80. Dalam parade itu, ada yang mempresentasikan adat Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Kalimantan, Bali, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Sebanyak 1000 pelajar tingkat SMP/MTs dan SMA/MA/SMK Negeri dan swasta se-Banyuwangi, berhasil tampil memukau menyajikan keragaman budaya Indonesia melalui kostum, seni tari dan teatrikal dalam Parade Karnaval Kebangsaan, yang digelar Pemkab Banyuwangi dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-80. Dalam parade itu, ada yang mempresentasikan adat Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Kalimantan, Bali, Madura, Banten, Lombok, Sunda dan beragam budaya lain di Tanah Air.&nbsp;</p>



<p>“Karnaval ini menjadi cara untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air. Lewat karnaval ini, kita ajak anak-anak Banyuwangi untuk mengenal Indonesia lebih jauh dengan menunjukkan keragaman seni budaya nusantara,” kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani.</p>



<p>Disampaikan Bupati Ipuk, karnaval kebangsaan juga menjadi cara untuk memperkuat persatuan dan kesatuan seluruh elemen di Banyuwangi. Terlebih, Banyuwangi adalah daerah majemuk yang menjadi rumah bagi masyarakat dari beragam suku dan agama.</p>



<p>“Jadikan momen ini untuk merawat ke-bhinnekaan. Keragaman dalam masyarakat jangan menjadi halangan, namun jadikan ini kekuatan untuk membangun Banyuwangi,” tambah Bupati Ipuk.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dalam rangkaian karnaval Kebangsaan tersebut, diawali dengan penampilan apik grup drumband, yang diikuti barisan pembawa bendera merah putih. Kemudian, dilanjutkan barisan kontingen dengan aneka kostum yang memvisualisasikan keragaman Indonesia.</p>



<p>Tidak kalah menarik, sajian fragmen yang mengisahkan beragam tradisi dari berbagai daerah juga tampil di acara itu. Seperti Kontingen SMP 3 Banyuwangi, yang mengusung tema adat Sulawesi Selatan. Selain kostum khas, kontingen ini juga menyuguhkan tradisi Mappadendang, sebuah ritual masyarakat Bugis sebagai bentuk syukur atas hasil panen yang melimpah.</p>



<p>Disusul, devile SMPN I Banyuwangi yang menampilkan budaya Bali. Mulai kostum, prosesi melasti (upacara adat penyucian diri umat Hindu), hingga sajian tari Kecak yang menceritakan kisah Calon Arang disajikan secara apik oleh peserta.</p>



<p>Suguhan apik para kontingen tersebut, menjadi tontonan menarik bagi ribuan warga yang sengaja memadati sepanjang rute karnaval, dari Kantor Pemkab Banyuwangi menuju Taman Blambangan. Salah satunya Laila, yang mengaku selalu antusias menunggu acara karnaval setiap tahunnya.</p>



<p>“Ini acara agustusan yang paling saya tunggu. Selain senang lihat paradenya, saya juga bisa menambah wawasan tentang keragaman seni budaya Indonesia,’’ kata Laila. <strong>(kom/bwi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224991</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
