<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>sehati &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/sehati/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 02 May 2025 09:14:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>sehati &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pendidikan Tanggung Jawab Bersama, Bupati Banyuwangi Luncurkan Sekolah Sehati hingga Sekolah Sister Say</title>
		<link>https://memontum.com/pendidikan-tanggung-jawab-bersama-bupati-banyuwangi-luncurkan-sekolah-sehati-hingga-sekolah-sister-say</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 May 2025 06:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[luncurkan]]></category>
		<category><![CDATA[sehati]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[sister]]></category>
		<category><![CDATA[tanggung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221666</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, kembali menekankan bahwa pendidikan anak adalah tanggung jawab bersama dan bukan hanya diserahkan kepada negara ataupun sekolah (lembaga pendidikan, red). Pernyataan ini disampaikan Bupati Ipuk, dalam momen peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025, Jumat (02/05/2025) tadi. “Tugas pendidikan tidak hanya tugas sekolah dan pemerintah, tapi tugas kita bersama, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, kembali menekankan bahwa pendidikan anak adalah tanggung jawab bersama dan bukan hanya diserahkan kepada negara ataupun sekolah (lembaga pendidikan, red). Pernyataan ini disampaikan Bupati Ipuk, dalam momen peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025, Jumat (02/05/2025) tadi.</p>



<p>“Tugas pendidikan tidak hanya tugas sekolah dan pemerintah, tapi tugas kita bersama, tugas keluarga terutama masyarakat juga. Maka, dibutuhkan kerja kolaboratif agar anak-anak kita mendapatkan pendidikan yang baik,” kata Bupati Ipuk, seusai upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Kantor Pemkab Banyuwangi.</p>



<p>Lebih dari sekadar transfer ilmu, Bupati Ipuk juga menekankan pentingnya pendidikan karakter di sekolah. Pendidikan harus mampu membentuk manusia yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga berakhlak dan peduli terhadap sesama.</p>



<p>“Sesuai Arahan Presiden, pendidikan tidak boleh hanya sekedar masalah keilmuan, tapi juga perlu pembentukan karakter. Terutama bagaimana anak-anak punya semangat juang yang tinggi agar tidak mudah rapuh. Nah ini yang kita tekankan dengan berbagai project di berbagai sekolah,” tambah Bupati Ipuk.</p>



<p>Dirinya juga menegaskan, bahwa pendidikan merupakan program prioritas wajib Pemkab Banyuwangi. Untuk itu, meski di tengah efisiensi keuangan negara, sektor pendidikan tetap diprioritaskan dan tidak mengurangi kualitas pendidikan di daerah.</p>



<p>“Bagi kami, pendidikan dan kesehatan tidak ada kata efisiensi, tapi bagaimana kita efektifkan semuanya. Pendidikan tetap harus bisa dirasakan oleh semua pihak,” imbuh Bupati Ipuk.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dalam kesempatan itu, dirinya juga menerangkan bahwa pemkab terus mematangkan persiapan pembukaan Sekolah Rakyat, program pendidikan gratis berbasis asrama untuk anak-anak dari keluarga miskin yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto. Program ini, dijadwalkan akan mulai berjalan pada Juli 2025, dan tahap awal untuk 100 siswa SMP dan SMA dengan empat rombongan belajar (Rombel).</p>



<p>“Petugas PKH sudah turun ke lapangan untuk menjaring calon siswa. Anak-anak miskin yang saat ini sudah Kelas 6 SD dan Kelas 9 SMP ditawarkan untuk melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat pada tahun ajaran baru 2025/2026 nanti,” terang Bupati Ipuk.</p>



<p>Pelaksanaan Hardiknas di Banyuwangi sendiri diperingati dengan meriah. Selain upacara yang diikuti oleh ratusan pelajar dari tingkat SD-SMA, juga ditampilkan beragam kreativitas siswa. Ada pertunjukan seni hingga pameran teknologi karya pelajar yang menampilkan berbagai inovasi pelajar Banyuwangi.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Bupati Ipuk juga meluncurkan program Sekolah Asuh Sehati (Sehat Kini dan Nanti), program pendidikan kesehatan. Dimana siswa diajarkan tentang kesehatan dasar yang bisa dilakukan siswa untuk menggugah kesadaran menjaga kesehatan sejak dini.</p>



<p>Selain itu, juga diluncurkan Sekolah Asuh Siaga Bencana sebagai pencegahan dan budaya tanggap terhadap bencana. Serta, Sekolah Asuh Sister Say (sistem terpadu ternak ikan dan sayur) untuk support program ketahanan pangan di lingkungan sekolah dan keluarga.</p>



<p>“Program ini sebagai langkah awal mengenalkan anak-anak kita tentang kesadaran menjaga kesehatan, tanggap terhadap bencana, hingga ketahanan pangan sejak dini,” kata Kepala Dinas Pendidikan, Suratno.</p>



<p>Ketiga program tersebut, lanjutnya, merupakan pengembangan dari program Siswa Asuh Sebaya (SAS), yang merupakan program charity dimana para siswa yang mampu secara ekonomi menyisihkan uang sakunya secara rutin untuk diberikan kepada siswa yang miskin. Program ini telah berlangsung sejak tahun 2011. <strong>(kom/bwi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221666</post-id>	</item>
		<item>
		<title>DBHCHT Dinkes Situbondo untuk Cover Penurunan Prevalensi Stunting, Jamban hingga Program Sehati</title>
		<link>https://memontum.com/dbhcht-dinkes-situbondo-untuk-cover-penurunan-prevalensi-stunting-jamban-hingga-program-sehati</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Nov 2023 02:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[DBHCHT]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[jamban]]></category>
		<category><![CDATA[penurunan]]></category>
		<category><![CDATA[prevalensi]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[sehati]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Stunting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=201066</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Situbondo kembali mendapatkan alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) di tahun 2023. Adapun peruntukannya, yaitu untuk berbagai kegiatan kemasyarakatan yang berhubungan dengan kesehatan. Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Situbondo, Shandy Hendrayono, menerangkan bahwa beberapa dana tersebut akan di alokasikan ke beberapa kegiatan masyarakat. Diantaranya, seperti penurunan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Situbondo kembali mendapatkan alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) di tahun 2023. Adapun peruntukannya, yaitu untuk berbagai kegiatan kemasyarakatan yang berhubungan dengan kesehatan.</p>



<p>Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Situbondo, Shandy Hendrayono, menerangkan bahwa beberapa dana tersebut akan di alokasikan ke beberapa kegiatan masyarakat. Diantaranya, seperti penurunan angka prevalensi stunting berupa pemberian makanan tambahan (PMT) untuk anak usia dini tingkat Taman Kanak-kanak (TK). Adapun sasaran peruntukannya sebanyak 4.329 anak dengan anggaran sebesar Rp 214,879 juta.</p>



<p>Kemudian, tambah Shandy, PMT untuk Balita gizi buruk berupa suplemen parenteral dengan anggaran sebesar Rp 135,120 juta. Polanya, yaitu diberikan kepada anak penderita gizi buruk yang dirawat terus-menerus (penanganan dan perawatan kasus gizi buruk).</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="600" height="420" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2023/11/DBHCHT-Dinkes-Situbondo-untuk-Cover-Penurunan-Prevalensi-Stunting-Jamban-hingga-Program-Sehati-2.jpg?resize=600%2C420&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-201068" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2023/11/DBHCHT-Dinkes-Situbondo-untuk-Cover-Penurunan-Prevalensi-Stunting-Jamban-hingga-Program-Sehati-2.jpg?w=600&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2023/11/DBHCHT-Dinkes-Situbondo-untuk-Cover-Penurunan-Prevalensi-Stunting-Jamban-hingga-Program-Sehati-2.jpg?resize=300%2C210&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" data-recalc-dims="1" /></figure>



<p>Selain beberapa peruntukan itu, anggaran yang bersumber dari DBHCHT juga akan dialokasikan untuk pengadaan jamban sebanyak 197 unit untuk 16 desa dengan jumlah anggaran Rp 767 juta. Kemudian, untuk Program Sehat Gratis (Sehati) sebesar Rp 5 miliar. Alokasi DBHCHT juga diarahkan untuk Pembinaan Kota Sehat sebesar Rp 200 juta, yang dikemas dalam bentuk Kampanye 9 Tatanan Sehat.</p>



<p>&#8220;Yang di maksud 9 Tatanan Sehat itu terutama pada tatanan yang tergolong harus ada di lingkungan hidup. Termasuk, persoalan limbah dan memasifkan pembangunan septic tank untuk mengakselerasi Open Defecation Free (ODF) 100 persen,&#8221; terang Kadinkes Shandy, Selasa (07/11/2023) tadi.</p>



<p>Pihaknya berharap, melalui DBHCHT yang digulirkan itu, masyarakat menerima manfaat dari dana yang diberikan. &#8220;Dari berbagai kegiatan itu, kita berharap kedepannya benar-benar menjadi motivasi agar kita selalu memperhatikan kesehatan masyarakat. Semoga, berbagai kegiatan yang bersumber dari anggaran DBHCHT ini akan betul-betul dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Situbondo. Sehingga, akan menjadikan Kota Situbondo yang sehat serta masyarakatnya juga sehat,&#8221; tambahnya. <strong>(her/gie/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">201066</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
