<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Sejarawan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/sejarawan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 18 Jan 2022 11:44:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Sejarawan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Dewan Kesenian bersama Bupati Situbondo beri Penghargaan Pelaku Seni dan Sejarawan</title>
		<link>https://memontum.com/dewan-kesenian-bersama-bupati-situbondo-beri-penghargaan-pelaku-seni-dan-sejarawan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Jan 2022 11:44:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Karna]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Karna Suswandi]]></category>
		<category><![CDATA[bupati situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Dewan Kesenian Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Karna Suswandi]]></category>
		<category><![CDATA[Pelaku Seni]]></category>
		<category><![CDATA[penghargaan]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarawan]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=161992</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Dewan Kesenian Situbondo (DKS) menggelar launching buku ensiklopedia cagar budaya Situbondo dan pemberian penghargaan seniman serta pemenang LCLS (Lomba Cipta Lagu Situbondoan), Selasa (18/01/2022). Kegiatan yang digelar di Graha Amukti Praja Pendopo Kabupaten Situbondo, dihadiri langsung Bupati bersama Wakil Bupati Situbondo, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Disparpora (Dinas Pariwisata, Pemuda dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Dewan Kesenian Situbondo (DKS) menggelar launching buku ensiklopedia cagar budaya Situbondo dan pemberian penghargaan seniman serta pemenang LCLS (Lomba Cipta Lagu Situbondoan), Selasa (18/01/2022). Kegiatan yang digelar di Graha Amukti Praja Pendopo Kabupaten Situbondo, dihadiri langsung Bupati bersama Wakil Bupati Situbondo, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Disparpora (Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga-red), Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah serta anggota dan pengurus Dewan Kesenian Situbondo.</p>



<p>Bupati Situbondo, Karna Suswandi, dalam sambutannya sangat mengapresiasi kegiatan yang diprakarsai oleh Dewan Kesenian Situbondo. Terutama, berbagai atensi dari Ketua DKS terkait dengan berbagai kegiatan DKS yang dapat menunjang kunjungan wisata yang ada di Kabupaten Situbondo.</p>



<p>Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Situbondo ini menyampaikan, sebagus apapun pariwisata kita tanpa ada atraksi teman-teman DKS, maka dirasa masih kurang menarik. Sebaliknya, ketika disuguhi teman-teman DKS, maka akan dapat betah dan menginap di sana dengan disuguhi penampilan kesenian dan budaya daerah.</p>



<p>Oleh karena itu, sambung Bung Karna, Pemerintah Kabupaten Situbondo merangkul DKS untuk bersinergi membangun Situbondo. &#8220;Tujuannya, agar semakin berjaya melalui kreatifitas dari teman-teman DKS,&#8221; paparnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/sasar-224-pemudik-dishub-kota-malang-tambah-kuota-mudik-gratis-jadi-enam-bus">Sasar 224 Pemudik, Dishub Kota Malang Tambah Kuota Mudik Gratis Jadi Enam Bus</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/musrenbang-rkpd-2027-bupati-ipuk-sebut-fokus-penguatan-sdm-ekonomi-berbasis-hirilisasi-dan-pariwisata">Musrenbang RKPD 2027, Bupati Ipuk Sebut Fokus Penguatan SDM, Ekonomi Berbasis Hirilisasi dan Pariwisata</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-pastikan-sanksi-tegas-untuk-sppg-yang-langgar-sop">Wali Kota Malang Pastikan Sanksi Tegas untuk SPPG yang Langgar SOP</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/diduga-korupsi-pengadaan-jasa-outsourcing-kpk-tetapkan-bupati-pekalongan-sebagai-tersangka">Diduga Korupsi Pengadaan Jasa Outsourcing, KPK Tetapkan Bupati Pekalongan sebagai Tersangka</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/terdakwa-dugaan-penggelapan-emas-rp-33-miliar-minta-diskon-hukuman">Terdakwa Dugaan Penggelapan Emas Rp 3,3 Miliar Minta &#8216;Diskon&#8217; Hukuman</a></li>
</ul>


<p>Sementara itu, Ketua Dewan Kesenian Situbondo, Edy Supriono, mengatakan bahwa pemberian penghargaan pada pelaku seni dan sejarahwan merupakan bentuk apresiasi pemerintah daerah melalui DKS atas dedikasinya yang telah mengembangkan seni dan budaya di Kabupaten Situbondo. &#8220;Selain itu, kami mengucapkan banyak terima kasih pada Bupati dan Wabup Situbondo, yang telah mendukung dan memberikan tempat hingga even ini terlaksana dengan lancar,&#8221; kata Edy.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa pihaknya hari ini bersama Bupati dan Wabup, menyerahkan penghargaan kepada sepuluh orang pencipta lagu khas Situbondo, dengan versi madura.</p>



<p>&#8220;Sekian lama para bupati yang menjabat di Kabupaten Situbondo, tidak pernah kami saksikan bisa bernyanyi. Baru Bung Karna (Bupati Situbondo, red) yang bisa bernyanyi. Jadi kami mohon, kesediaannya untuk menjadi bapak musik Situbondo,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Selain penyerahan penghargaan kepada sepuluh pencipta lagu, dalam kesempatan itu juga memberikan penghargaan kepada tiga orang sejarawan Situbondo. Salah satunya, pada Agus Rajana. <strong>(her/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">161992</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sejarawan Bahas Gugatan Tanggal Hari Jadi Kota Surabaya, Didampingi Wakil DPRD Surabaya</title>
		<link>https://memontum.com/sejarawan-bahas-gugatan-tanggal-hari-jadi-kota-surabaya-didampingi-wakil-dprd-surabaya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Jun 2021 15:21:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Bahas Gugatan]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarawan]]></category>
		<category><![CDATA[Tanggal Hari Jadi Kota Surabaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=144044</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Sejarawan bermaksud melakukan gugatan akademis atas tanggal Hari Jadi Kota Surabaya didampingi Wakil DPRD Surabaya, A. H. Thony, di Lodji Besar, Peneleh Nomor 46, Rabu (02/06) sore. Ada beberapa hal yang dibahas dari Fraksi Gerindra itu,Thony, mengatakan tentang perihal tanggal Hari Jadi Kota Surabaya yang jatuh pada 31 Mei 1923. Baca Juga: [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Sejarawan bermaksud melakukan gugatan akademis atas tanggal Hari Jadi Kota Surabaya didampingi Wakil DPRD Surabaya, A. H. Thony, di Lodji Besar, Peneleh Nomor 46, Rabu (02/06) sore.</p>



<p>Ada beberapa hal yang dibahas dari Fraksi Gerindra itu,Thony, mengatakan tentang perihal tanggal Hari Jadi Kota Surabaya yang jatuh pada 31 Mei 1923.</p>



<p><strong><em>Baca Juga:</em></strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/serapan-perum-bulog-jatim-tembus-di-angka-200-ribu-ton-beras-per-februari">Serapan Perum Bulog Jatim Tembus di Angka 200 Ribu Ton Beras Per Februari</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/lindungi-anak-di-ruang-digital-dp3ak-jatim-bersama-plato-foundation-gelar-safer-internet-day">Lindungi Anak di Ruang Digital, DP3AK Jatim bersama Plato Foundation Gelar Safer Internet Day</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pengelolaan-pemerintahan-dan-penguatan-ekonomi-pemprov-jatim-terima-kunjungan-gubernur-sherly">Pengelolaan Pemerintahan dan Penguatan Ekonomi, Pemprov Jatim Terima Kunjungan Gubernur Sherly</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pastikan-kesiapan-operasional-dan-keselamatan-perjalanan-penumpang-pt-kai-cek-lintasan">Pastikan Kesiapan Operasional dan Keselamatan Perjalanan Penumpang, PT KAI Cek Lintasan</a></li>
</ul>


<p>Thony menjelaskan, pertama, Ia mengaku cukup terusik dengan masukan para sejarawan. Sebab, Sebelumnya Surabaya disebut berusia 728 tahun.</p>



<p>&#8220;Artinya, kalau ada penetapan tanggal dan usia, penetapan itu didasarkan pada tanggal atau tahun yang sudah pas. Tapi dengan acara gugatan. Ini, saya tertarik melihat hasil tersebut,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Sebelumnya, sejarawan yang berkumpul dalam Forum Begandring Soerabaia, mengadakan diskusi bertajuk &#8216;Menggugat Hari Jadi Kota Surabaya&#8217; pada Mei lalu (31/05). Acara tersebut tidak hanya dihadiri oleh para sejarawan, arkeolog dan wartawan senior, namun juga ada, Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji.</p>



<p>Singkat cerita, 46 tahun yang lalu, tahun 1975, ketika Surabaya dipimpin oleh Wali Kota Soeparno, ditetapkan bahwa HJKS jatuh pada 31 Mei 1293. Namun, pencarian tanggal HJKS sudah dilakukan oleh Wali Kota Soekotjo sejak 1973.</p>



<p>Menurut para sejarawan sendiri, HJKS&nbsp; jatuh pada tanggal 1 April 1906. Pada tanggal tersebut, Surabaya baru ditetapkan sebagai kota. Dibandingkan penetalan pada 31 Mei 1293, bukti autentik bahwa HJKS jatuh pada 1 April 1906 cukup banyak.</p>



<p>Oleh karena itu, pada 1 April 1906, ada desentralisasi dari Batavia ke beberapa tempat untuk punya otonomi daerah. Beberapa wilayah di antaranya ada Sukabumi, Malang, Denpasar, dan Bandung.</p>



<p>Thony yang mengenakan baju hitam menemui Kuncarsono, Nanang Purnomo dan Khatib Ismail dari Komunitas Begandring Soerabaia.</p>



<p>&#8220;Gugatan itu menimbulkan kegamangan. Artinya hari jadi Surabaya yang selama ini diyakini pada 31 Mei 1923, ternyata ada versi 1 April 1906. Jangan sampai ada kesalahan yang diyakini benar,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Thony pun berharap penetapan 31 Mei 1923 bukan merupakan produk politik. Dalam forum pada Mei lalu (31/05). Ia mengapresiasi perbandingan periodik yang disajikan sejarawan.</p>



<p>&#8220;Seolah di 1 tahun ada 3 momen besar, yaitu HJKS, HUT Indonesia, dan Hari Pahlawan. Kalau dilakukan secara periodik, Surabaya nggak kehabisan acara. Nah, itu yang harus diperhatikan. Jangan sampai tanggal salah dan kita merayakan kesalahan,&#8221; ujar dia.</p>



<p>Dalam khazanah akademik, Thony mengaku memahami bahwa pengetahuan yang disampaikan jadi kebenaran bisa digugurkan bila ada temuan baru yang lebih dipertanggungjawabkan.</p>



<p>&#8220;Itu etika akademik. Kalau ini diterapkan pada HJKS, bisa saja. Asal didukung bukti dan artefak. Jangan sampai menetapkan sesuatu yang salah. Nanti kita bisa jadi bahan tertawaan,&#8221; lanjut dia.</p>



<p>Ia juga mengaku akan mendampingi sejarawan untuk menindaklanjuti hal tersebut. Berangkat dari diskusi pada forum Senin lalu, Ia melihat kaidah akademik belum bisa dipertanggungjawabkan.</p>



<p>&#8220;Pemkot Surabaya perlu melibatkan banyak pihak. Seperti budayawan, arkeolog, sejarawan, maupun penulis buku. Intinya dipertanggungjawabkan. Kadar ilmiahnya mendekati kebenaran atau tepat dan benar. Supaya rasional,&#8221; lanjut Thony</p>



<p>Semangat Komunitas Begandring Soerabaia, lanjutnya, diupayakan akan ditindaklanjuti dengan membuat surat ke wali kota, lalu dikirimkan ke DPRD Surabaya.</p>



<p>&#8220;Kemudian bisa buat panitia khusus. Kalau perlu, diberi pembiayaan. Soalnya ada beberapa literatur. Misalnya di Leiden (Belanda). Supaya nggak terjebak dalam kekeliruan panjang,&#8221; kata dia.</p>



<p>Sementara itu, Kuncarsono dari Forum Begandring Soerabaia menjelaskan bahwa pihaknya sudah membuat pleidoi. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak mencari siapa yang salah dan siapa yang benar.</p>



<p>&#8220;Sepertinya komunikasi dengan Pemkot Surabaya akan dimulai Minggu depan. Semalam saya sudah menghubungi Monique Susman, mantan kedutaan besar Belanda di Indonesia. Beliau berkenan menjadi bagian dari tim perumusan,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Pihaknya juga akan menggandeng budayawan. Ia saat ini sedang menelusuri dasar penetapan 31 Mei 1293 sebagai HJKS. Hasil penelusuran itu, akan diajukan pada Pemkot Surabaya.</p>



<p>Ia bahkan sudah ditemui oleh Pangdam V Brawijaya 2 tahun lalu. Saat itu, Kuncar, sapaan akrabnya, ditantang untuk membuktikan tanggal sebenarnya.</p>



<p>&#8220;Saat itu kami mulai berpikir untuk publishing. Kami sudah melakukan penelitian selama 4-5 tahun lalu. Sudah ada kajian sederhana. Momentummya saat ini,&#8221; kata dia.</p>



<p>Sementara itu, Nanang menjelaskan bahwa belakangan ini muncul banyak komunitas dan forum yang mengapresiasi sejarah serta budaya. Seiring dengan pertumbuhan forum itu, pihaknya menemukan banyak pertanyaan dan jawaban.</p>



<p>&#8220;Tahun ini kami bertekad bulat untuk menyampaikan. Terbukti dari sejarawan banyak fakta mengejutkan. Misalnya, dari beberapa sejarawan tidak menemukan dasar arkeologis,&#8221; terangnya. <strong>(ade/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">144044</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
