<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>sekarbanjar &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/sekarbanjar/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 20 Sep 2025 10:56:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>sekarbanjar &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Lesbumi Kota Malang Hadirkan Festival Sekarbanjar Ketiga</title>
		<link>https://memontum.com/lesbumi-kota-malang-hadirkan-festival-sekarbanjar-ketiga</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Sep 2025 13:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[hadirkan]]></category>
		<category><![CDATA[ketiga]]></category>
		<category><![CDATA[LESBUMI]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[sekarbanjar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226103</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Festival Sekarbanjar kembali digelar untuk ketiga kalinya pada Jumat (19/09/2025) hingga Sabtu (20/09/2025) di kawasan Genting, Kelurahan Merjosari, Kota Malang. Gelaran yang bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, ini resmi dibuka oleh Sekretaris PCNU Kota Malang, KH Dr Faisol Fatawi, Jumat (19/09/2025) malam. Dalam sambutannya, KH Faisol Fatawi, memberikan apresiasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Festival Sekarbanjar kembali digelar untuk ketiga kalinya pada Jumat (19/09/2025) hingga Sabtu (20/09/2025) di kawasan Genting, Kelurahan Merjosari, Kota Malang. Gelaran yang bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, ini resmi dibuka oleh Sekretaris PCNU Kota Malang, KH Dr Faisol Fatawi, Jumat (19/09/2025) malam.</p>



<p>Dalam sambutannya, KH Faisol Fatawi, memberikan apresiasi atas konsistensi Lesbumi Kota Malang dan warga Genting dalam menjaga tradisi dan budaya lokal melalui Festival Sekarbanjar. Menurutnya, sejak pertama kali digelar pada 2023, festival tersebut menjadi ruang kebersamaan yang menguatkan kehidupan sosial masyarakat.</p>



<p>“Sekarbanjar ini punya makna indah. Sekar berarti bunga, banjar berarti barisan. Jadi saya artikan bunga-bunga yang berjejer rapi, melambangkan keindahan yang terus tumbuh dan harus dilestarikan,” katanya.</p>



<p>Di tahun ini, Festival Sekarbanjar mengusung tema Tawasul Rasul Membuhul Asal Usul, sebagai bentuk persembahan cinta kepada Nabi Muhammad SAW. Tak hanya itu, festival tersebut juga menjadi ajang penghormatan terhadap leluhur, alam dan budaya setempat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Ketua SC Panitia Festival Sekarbanjar, Eko B Siswandoyo, menjelaskan bahwa rangkaian acara dimulai sehari sebelumnya dengan Saba Sumber dan Tandur Wit di Sumber Serut, Genting Lowokwaru, pada Kamis (18/09/2025). Kegiatan tersebut berupa susur mata air sekaligus menanam pohon Gayam dan Sukun sebagai simbol penghormatan pada alam.</p>



<p>&#8220;Pada Jumat paginya kemarin, agenda dilanjutkan dengan ziarah makam leluhur, kirab budaya pada malam harinya, serta pementasan seni tradisi Topeng Menak. Kemeriahan festival juga semakin terasa dengan berbagai hiburan rakyat, mulai dari Buto Gedruk, bantengan, hingga jemparingan,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Tidak hanya itu, para warga juga turut serta dalam lomba-lomba untuk anak-anak, pemberian Anugerah Sekarbanjar, hingga ritual jabutan, sebuah tradisi khas yang sarat makna kebersamaan. Puncak acara berlangsung pada Sabtu (20/09/2025) malam, dengan pengajian maulid yang menghadirkan KH Dr Rijal Mummaziq.</p>



<p>“Festival ini bukan hanya perayaan, tetapi juga pengikat rasa cinta pada Nabi, leluhur, dan bumi tempat kita berpijak,” imbuh Eko. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226103</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hadiri Pembukaan Festival Sekarbanjar Lesbumi NU, Plt Gubernur Jatim Ingatkan Pelestarian Budaya</title>
		<link>https://memontum.com/hadiri-pembukaan-festival-sekarbanjar-lesbumi-nu-plt-gubernur-jatim-ingatkan-pelestarian-budaya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Oct 2023 09:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[gubernur]]></category>
		<category><![CDATA[hadiri]]></category>
		<category><![CDATA[ingatkan]]></category>
		<category><![CDATA[LESBUMI]]></category>
		<category><![CDATA[pelestarian]]></category>
		<category><![CDATA[pembukaan]]></category>
		<category><![CDATA[sekarbanjar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=199330</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Plt Gubernur Jawa Timur (Jatim), Emil Elestianto Dardak, membuka kegiatan perayaan Maulid Nabi Muhammad pada Festival Sekarbanjar Lesbumi NU di Jalan Sumber Serut Dusun Genting RW 07, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jumat (06/10/2023) sore. Dalam kesempatan tersebut, pria yang kerap disapa Emil, itu menyoroti pentingnya pelestarian budaya di Jawa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Plt Gubernur Jawa Timur (Jatim), Emil Elestianto Dardak, membuka kegiatan perayaan Maulid Nabi Muhammad pada Festival Sekarbanjar Lesbumi NU di Jalan Sumber Serut Dusun Genting RW 07, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jumat (06/10/2023) sore.</p>



<p>Dalam kesempatan tersebut, pria yang kerap disapa Emil, itu menyoroti pentingnya pelestarian budaya di Jawa Timur, khususnya di Kota Malang. Menurutnya, ada beberapa aspek yang menjadikan perayaan tersebut penting dalam konteks pelestarian budaya dan nilai-nilai keagamaan.</p>



<p>“Pertama, semua melihat bahwa Nahdlatul Ulama (NU) ini kiprahnya dan juga kehadirannya sangat luas di seluruh penjuru Jawa Timur. Artinya memiliki jejaring yang luar biasa, maka apabila NU punya kepedulian kepada pelestarian budaya, tentunya akan sangat efektif juga untuk mengungkit minat dari berbagai kalangan,&#8221; kata Emil.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kemudian, ditambahkannya jika melalui kegiatan tersebut juga untuk menyadari bahwa sebagai masyarakat yang beriman dan bertaqwa. Sehingga, dalam jalur berbudaya tersebut, juga di dalam jalur yang dituntun oleh para kiai.</p>



<p>“Tentu melalui kegiatan ini juga untuk menghidupkan dan menyemarakkan budaya guna menjaga warisan budaya leluhur. Selain itu, festival ini juga memiliki potensi untuk mengembangkan pariwisata di wilayah Sumber Serut, yang diharapkan akan lebih dikenal oleh masyarakat luas,” katanya.</p>



<p>Lebih lanjut, saat disinggung mengenai penyeimbangan antara bernegara, beragama dan berbudaya, Emil menyampaikan bahwa negara Indonesia diberdiri di atas cita-cita. Dimana perbedaan budaya bukan penghalang untuk bersatu. Selain itu, negara Indonesia juga didirikan atas landasan ketuhanan, sehingga budaya adalah anugerah yang harus disyukuri.</p>



<p>&#8220;Semua budaya bersumber dari Yang Maha Kuasa. Mari kita kemudian lestarikan. Maka ini kemudian membuat antara konsep kenegaraan, konsep kebudayaan, dan konsep keagamaan ini menjadi satu, tidak sejalan dengan konsep lainnya,&#8221; imbuh Emil. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">199330</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
