<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>sekardadu &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/sekardadu/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 23 Jun 2025 09:14:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>sekardadu &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Jaga Sungai Tetap Bersih, Pemkab Banyuwangi Gulirkan Program Sekardadu</title>
		<link>https://memontum.com/jaga-sungai-tetap-bersih-pemkab-banyuwangi-gulirkan-program-sekardadu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Jun 2025 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bersih]]></category>
		<category><![CDATA[gulirkan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[sekardadu]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223231</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menekankan pentingnya menjaga kebersihan sungai sebagai bagian penting dari pembangunan sebuah daerah. Menjaga kebersihan sungai, sangat penting karena sungai adalah sumber air bersih, mendukung ekosistem dan menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Untuk itu, Pemkab Banyuwangi secara rutin menggelar Sekolah Rawat Daerah Aliran Sungai (Sekardadu), sebagai upaya memelihara [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menekankan pentingnya menjaga kebersihan sungai sebagai bagian penting dari pembangunan sebuah daerah. Menjaga kebersihan sungai, sangat penting karena sungai adalah sumber air bersih, mendukung ekosistem dan menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari.</p>



<p>Untuk itu, Pemkab Banyuwangi secara rutin menggelar Sekolah Rawat Daerah Aliran Sungai (Sekardadu), sebagai upaya memelihara aliran sungai dengan melibatkan lembaga pendidikan. Program Sekardadu ini, menjaga dan merawat kebersihan sungai, mulai daerah tangkapan air (hulu) hingga hilir dengan melibatkan ribuan pelajar.</p>



<p>“Sungai yang bersih akan memberikan manfaat bagi kesehatan manusia, lingkungan dan perekonomian. Sebaliknya, sungai yang tercemar dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, merusak ekosistem dan mengganggu aktivitas manusia,” kata Bupati Ipuk Fiestiandani, Minggu (22/06/2025) tadi.</p>



<p>Hingga tahun 2024, tambahnya, Program Sekardadu melibatkan 27.780 pelajar SD hingga SMA dan berhasil merawat 65 sungai dan saluran air sepanjang 100.300 meter. &#8220;Ini adalah program peduli lingkungan yang terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Sebagai daerah pariwisata, menjaga kebersihan sungai dan saluran air adalah bagian dari komitmen Banyuwangi dalam menjaga ekosistem dan keberlanjutan lingkungan,” tambah Bupati Ipuk.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya menjelaskan, bahwa program ini secara khusus juga punya misi untuk membangun budaya peduli lingkungan sejak dini. Karenanya, melibatkan pelajar sekolah mulai tingkat SD hingga SMA dan perguruan tinggi.</p>



<p>“Pelibatan pelajar dan mahasiswa di program ini juga menjadi bagian dari pendidikan karakter,” ujarnya.</p>



<p>Pada praktiknya, di Program Sekardadu pelajar sekolah (SD-SMA) diberikan tanggung jawab merawat aliran sungai yang ada di sekitar lokasi mereka. Mereka rutin membersihkan serta mengedukasi warga sekitar untuk menjaga sungai seperti tidak membuang sampah ke sungai.</p>



<p>&#8220;Nantinya sekolah yang terlibat akan melaporkan aktivitas mereka lewat Aplikasi Sekardadu. Jadi akan terpantau keaktivan pelaksanaan program juga sungai mana saja yang telah diintevensi,&#8221; imbuh Bupati Ipuk.</p>



<p>Ditambahkan Sekretaris Dinas Pengairan Banyuwangi, Riza Al Fahrobi, pada Program Sekardadu tahun ini melibatkan 170 sekolah SD,SMP dan SMA hingga perguruan tinggi. Mereka diberi tugas untuk merawat sungai dan saluran air. Penilaiannya meliputi kegiatan preventif, kuratif, rehabilitatif dan promotif. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223231</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Program Sekardadu Banyuwangi Kembali Digulirkan, Bidikan Diperluas ke Sektor Pariwisata</title>
		<link>https://memontum.com/program-sekardadu-banyuwangi-kembali-digulirkan-bidikan-diperluas-ke-sektor-pariwisata</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Mar 2024 09:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[bidikan]]></category>
		<category><![CDATA[digulirkan,]]></category>
		<category><![CDATA[diperluas]]></category>
		<category><![CDATA[kembali]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[sekardadu]]></category>
		<category><![CDATA[sektor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=206739</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Program Sekolah Rawat Daerah Aliran Sungai (Sekardadu) yang digeber Kabupaten Banyuwangi sejak 2022, kembali dilanjutkan, Rabu (06/03/2024) tadi. Selain berfungsi menjaga daerah aliran sungai (DAS), program yang masuk Top 30 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) Jawa Timur tahun 2023 tersebut, juga diperluas ke sektor wisata. Disampaikan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, bahwa Sekardadu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Program Sekolah Rawat Daerah Aliran Sungai (Sekardadu) yang digeber Kabupaten Banyuwangi sejak 2022, kembali dilanjutkan, Rabu (06/03/2024) tadi. Selain berfungsi menjaga daerah aliran sungai (DAS), program yang masuk Top 30 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) Jawa Timur tahun 2023 tersebut, juga diperluas ke sektor wisata.</p>



<p>Disampaikan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, bahwa Sekardadu merupakan program kolaboratif yang melibatkan lintas sektoral termasuk pelajar dari semua tingkatan pendidikan. Baik mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi dan pondok pesantren, untuk bersama-sama merawat kebersihan sungai yang ada di sekitar lingkungannya.</p>



<p>“Tujuan dari program ini masih sama, menjaga dan merawat kebersihan sungai. Mulai daerah tangkapan air mulai hulu hingga hilir. Sekardadu mendorong kesadaran masyarakat terhadap kelestarian alam, agar ekosistem terjaga dengan baik,” kata Bupati Ipuk Fiestiandani, dalam kick off di Wisata Jopuro, Desa Kampunganyar, Kecamatan Glagah.</p>



<p>Selain merawat aliran sungai melalui Program Sekardadu, paparnya, diharapkan bisa memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Seperti di kawasan aliran Sungai Jopuro yang menjadi destinasi wisata air.</p>



<p>Wisata Jopuro memanfaatkan sumber mata air Sumber Mengarang, yang berfungsi sebagai perairan sawah dan sumber air bersih untuk Hippam. Jopuro sendiri memiliki saluran irigasi yang airnya jernih dan dimanfaatkan masyarakat menjadi destinasi wisata pemandian alami dengan landskap yang sejuk dan asri.</p>



<p>Jopuro juga dijadikan lokasi eduekowisata alam yang dapat memberikan edukasi kepada anak-anak maupun masyarakat sekitar tentang keanekaragaman hayati. Ipuk mengatakan, Jopuro dapat menjadi pilot plan pembangunan destinasi wisata sumber daya air, yang dapat memberikan manfaat ekonomi tanpa merusak kelestarian alam.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Jadi tidak hanya merawat daerah aliran sungai, tapi juga bisa berdampak pada sosial ekonomi masyarakat. Diharapkan dengan Sekardadu akan muncul Jopuro-Jopuro baru di Banyuwangi,&#8221; tambah Bupati Ipuk.</p>



<p>Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pengairan, Guntur Priambodo, menambahkan jika gelaran ini melibatkan hingga 141 sekolah mulai SD hingga perguruan tinggi, dengan jumlah kader 272.780 siswa. Panjang aliran sungai yang dirawat mencapai 35 ribu meter.</p>



<p>Program ini mengedukasi para pelajar dan mahasiswa secara aktif bagaimana menjaga kebersihan sungai dan lingkungannya. Mereka diangkat sebagai &#8216;Duta Sekardadu&#8217; dan bertugas mengajak teman maupun masyarakat untuk bersama-sama merawat daerah aliran sungai di lingkungannya.</p>



<p>&#8220;Di Program Sekardadu juga melibatkan masyarakat untuk melakukan kerja bakti bersih sungai, menanam tanaman di pinggiran sungai serta penyebaran bibit ikan yang ikut menjaga ekosistem sungai,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Kini, tambahnya, Sekardadu menargetkan memperluas radius menjadi 2 km dari sungai atau saluran. Sehingga, lebih banyak lembaga pendidikan terlibat. Bahkan di tahun 2024, Sekardadu juga akan menerapkan mekanisme monitoring melalui sistem aplikasi untuk mempermudah pengawasan dan meningkatkan keaktifan lembaga pendidikan dalam menjalankan program.</p>



<p>&#8220;Dengan demikian, nantinya memudahkan untuk monitoring dan evaluasi pelaksanaan program,&#8221; papar Guntur. <strong>(kom/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">206739</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
