<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>sekitar &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/sekitar/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 07 Feb 2026 13:08:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>sekitar &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Wujudkan Toleransi, Gereja di Sekitar Stadion Gajayana Tunda Ibadah</title>
		<link>https://memontum.com/wujudkan-toleransi-gereja-di-sekitar-stadion-gajayana-tunda-ibadah</link>
					<comments>https://memontum.com/wujudkan-toleransi-gereja-di-sekitar-stadion-gajayana-tunda-ibadah#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Feb 2026 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Gajayana]]></category>
		<category><![CDATA[Gereja]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[stadion]]></category>
		<category><![CDATA[toleransi]]></category>
		<category><![CDATA[wujudkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230033</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Beberapa gereja yang berada di sekitar Stadion Gajayana Kota Malang, meniadakan sebagian jadwal peribadatan sebagai bentuk toleransi dan dukungan terhadap pelaksanaan Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU), yang digelar pada Sabtu (07/02/2026) hingga Minggu (08/02/2026) besok. Salah satunya, seperti yang dilakukan oleh Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Malang. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Beberapa gereja yang berada di sekitar Stadion Gajayana Kota Malang, meniadakan sebagian jadwal peribadatan sebagai bentuk toleransi dan dukungan terhadap pelaksanaan Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU), yang digelar pada Sabtu (07/02/2026) hingga Minggu (08/02/2026) besok. Salah satunya, seperti yang dilakukan oleh Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Malang.</p>



<p>Pendeta HKBP Malang, Melva Sitompul, menyampaikan bahwa pihak gereja menutup sementara sebagian besar jadwal ibadah, demi memberikan ruang dan kenyamanan bagi para peserta Mujahadah Kubro. “Biasanya kami ada ibadah Sekolah Minggu, lalu ibadah pukul 07.30, 10.00, 15.00 dan 17.00 WIB. Namun selama kegiatan Harlah NU ini, kami hanya membuka dua kali ibadah, yakni pukul 15.00 dan 17.00 WIB. Tiga ibadah lainnya, kami tutup sementara,” ujar Melva, saat ditemui Sabtu (07/02/2026) tadi.</p>



<p>Tidak hanya meniadakan ibadah, HKBP Malang juga membuka gereja sebagai tempat istirahat bagi jamaah NU. Gereja menyediakan ruang duduk, kamar mandi, hingga konsumsi ringan berupa snack dan air mineral.</p>



<p>“Kami membuka gereja sebagai tempat istirahat sementara bagi saudara-saudara kami dari NU. Kursi kami siapkan sekitar 300, jika kurang kami masih bisa membuka tempat lain yang lebih luas,” katanya.</p>



<p>Gerbang gereja akan dibuka mulai Sabtu sore dan ditutup sementara pada pukul 20.00 WIB, kemudian dibuka kembali Minggu pagi pukul 07.30 WIB. Melva menegaskan, bahwa hal itu dilakukan didasari semangat persaudaraan dan kebangsaan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kita ini saudara, satu NKRI. Boleh berbeda agama dan suku, tetapi kita hidup bersama. Kami juga pendatang di Kota Malang dan sudah diberi tempat, maka sudah sepatutnya kami juga membantu,” tuturnya.</p>



<p>Hal serupa juga dilakukan oleh Gereja Katolik Roma di bawah Keuskupan Malang. Uskup Keuskupan Malang, Mgr Henricus Pidyarto Gunawan, mengatakan sejumlah gereja Katolik di sekitar Stadion Gajayana turut meniadakan sebagian ibadah.</p>



<p>“Kami meniadakan dua kali ibadah Sabtu sore dan dua kali ibadah Minggu pagi. Ibadah hanya dilaksanakan Minggu sore pukul 16.30 dan 18.30 WIB atau menyesuaikan kondisi,” ucap Mgr Henricus.</p>



<p>Dirinya menyadari konsekuensi dari pengurangan jadwal ibadah tersebut, namun menilai hal itu sebagai bagian dari komitmen toleransi antar umat beragama di Kota Malang. “Ini event besar. Kami memahami dan dengan senang hati bekerja sama. Kerukunan umat beragama di Kota Malang selama ini terjaga dengan baik, dan ini salah satu wujudnya,” katanya.</p>



<p>Selain meniadakan ibadah, gereja-gereja Katolik juga menyiapkan dukungan logistik seperti air mineral, snack, toilet, tempat istirahat, hingga videotron. Petugas gereja pun disiagakan untuk membantu kebutuhan peserta Mujahadah Kubro.</p>



<p>“Kami memberikan apa yang kami punya. Ini bentuk partisipasi dan toleransi kami kepada warga NU yang merayakan 1 abad berdirinya NU. Kami ikut bergembira dan berharap seluruh rangkaian acara berjalan lancar,” imbuh Mgr Henricus. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/wujudkan-toleransi-gereja-di-sekitar-stadion-gajayana-tunda-ibadah/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230033</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gereja di Sekitar Stadion Gajayana Beri Dukungan Positif Pelaksanaan 1 Abad NU</title>
		<link>https://memontum.com/gereja-di-sekitar-stadion-gajayana-beri-dukungan-positif-pelaksanaan-1-abad-nu</link>
					<comments>https://memontum.com/gereja-di-sekitar-stadion-gajayana-beri-dukungan-positif-pelaksanaan-1-abad-nu#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Feb 2026 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dukungan]]></category>
		<category><![CDATA[Gajayana]]></category>
		<category><![CDATA[Gereja]]></category>
		<category><![CDATA[pelaksanaan]]></category>
		<category><![CDATA[positif]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[stadion]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230042</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sejumlah gereja di sekitar Stadion Gajayana Kota Malang menunjukkan dukungan positif dan nyata terhadap pelaksanaan Mujahadah Kubro Harlah Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU), yang akan digelar pada Sabtu (7/2/2026) hingga Minggu (8/2/2026). Dukungan tersebut, tentunya menjadi simbol kuat toleransi dan harmoni antar umat beragama di Kota Malang. Atas dukungan itu, Wali [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sejumlah gereja di sekitar Stadion Gajayana Kota Malang menunjukkan dukungan positif dan nyata terhadap pelaksanaan Mujahadah Kubro Harlah Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU), yang akan digelar pada Sabtu (7/2/2026) hingga Minggu (8/2/2026). Dukungan tersebut, tentunya menjadi simbol kuat toleransi dan harmoni antar umat beragama di Kota Malang.</p>



<p>Atas dukungan itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak gereja yang telah membuka fasilitasnya untuk membantu para jemaah. “Saya bersama Pak Kapolresta menyampaikan terima kasih. Beberapa gereja, termasuk di Katedral ini, telah menyiapkan tempat istirahat, toilet, tempat wudu, tempat salat, bahkan menyediakan makanan dan minuman seperti snack dan kopi,” ujar Wali Kota Wahyu, seusai melakukan kunjungan ke Gereja Katedral Jalan Ijen, Jumat (06/02/2026) tadi.</p>



<p>Wali Kota Wahyu menyebut, bahwa fasilitas yang disediakan gereja sangat membantu pemerintah daerah. Terlebih, lokasi gereja-gereja tersebut berdekatan langsung dengan Stadion Gajayana, pusat kegiatan Mujahadah Kubro.</p>



<p>“Ini bantuan yang sangat membantu kami. Gereja-gereja ini posisinya dekat stadion, sehingga jemaah bisa memanfaatkannya dengan baik,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tidak hanya itu, sejumlah gereja juga mengizinkan pemanfaatan videotron untuk menyiarkan secara langsung Mujahadah Kubro dari Stadion Gajayana. Hal ini dilakukan, untuk memfasilitasi jamaah yang berada di luar stadion atau di ruas jalan yang ditutup sementara, seperti Jalan Basuki Rahmat.</p>



<p>“Kami menyiapkan videotron, termasuk yang ada di Katedral ini nanti juga bisa dikoneksikan untuk streaming langsung dari Stadion Gajayana,” tambahnya.</p>



<p>Menurutnya, keberadaan gereja-gereja di sekitar stadion juga menjadi solusi alternatif bagi jemaah apabila kapasitas stadion sudah tidak memungkinkan menampung seluruh peserta. Disebutkannya, bahwa ada sekitar tujuh hingga delapan gereja di sekitar Stadion Gajayana yang telah menyatakan kesiapan membantu jemaah Mujahadah Kubro. &#8220;Beberapa gereja tersebut juga menyiapkan fasilitas dengan pengaturan yang rapi, termasuk tempat wudu laki-laki dan perempuan dibedakan, tempat salatnya juga sudah disiapkan, bahkan arah kiblatnya sudah ditentukan. Ini luar biasa,” jelasnya.</p>



<p>Wali Kota Wahyu juga memastikan, jamaah sudah dapat memanfaatkan fasilitas gereja mulai Sabtu malam, seiring kedatangan rombongan-rombongan dari berbagai daerah. Pengaturan jam masuk dan keluar jamaah juga telah dikoordinasikan dengan kepolisian untuk menghindari penumpukan.</p>



<p>“Kami belajar dari evaluasi kegiatan serupa di daerah lain. Jam masuk dan keluar jemaah sudah diatur supaya tidak bersamaan,” imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/gereja-di-sekitar-stadion-gajayana-beri-dukungan-positif-pelaksanaan-1-abad-nu/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230042</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dishub Kota Malang Minta Pengunjung Alun-alun Merdeka Optimalkan Parkir Sekitar Kawasan</title>
		<link>https://memontum.com/dishub-kota-malang-minta-pengunjung-alun-alun-merdeka-optimalkan-parkir-sekitar-kawasan</link>
					<comments>https://memontum.com/dishub-kota-malang-minta-pengunjung-alun-alun-merdeka-optimalkan-parkir-sekitar-kawasan#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Jan 2026 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ALun-alun]]></category>
		<category><![CDATA[Dishub]]></category>
		<category><![CDATA[kawasan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[optimalkan]]></category>
		<category><![CDATA[Parkir]]></category>
		<category><![CDATA[pengunjung,]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229873</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, meminta kepada pengunjung Alun-alun Merdeka Kota Malang, untuk memanfaatkan areal parkir yang ada di sekitar kawasan. Himbauan itu disampaikan, agar kawasan tertib lalu lintas yang ada di sekitar lokasi, tidak terkendala dengan parkir. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, meminta kepada pengunjung Alun-alun Merdeka Kota Malang, untuk memanfaatkan areal parkir yang ada di sekitar kawasan. Himbauan itu disampaikan, agar kawasan tertib lalu lintas yang ada di sekitar lokasi, tidak terkendala dengan parkir.</p>



<p>Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menyampaikan bahwa areal parkir kendaraan untuk pengunjung tidak hanya dikonsentrasikan di area Alun-Alun Merdeka. Namun, juga dialihkan ke sejumlah kantong parkir yang ada di di sekitaran luar kawasan.</p>



<p>“Untuk sementara ini parkir masih memanfaatkan kondisi yang existing. Antara lain, seperti di Kantor Pos, di depan Kantor Pos, di Ramayana, di depan Masjid Jami’, serta area parkir yang sudah dibangun di kawasan Kayutangan,” ujar Jaya-sapaanya, Sabtu (31/01/2026) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Jaya menambahkan, dengan wajah baru Alun-Alun Merdeka, jumlah pengunjung semakin meningkat. Karena itu, masyarakat diimbau tidak memaksakan diri untuk memarkir kendaraan tepat di lokasi tujuan.</p>



<p>“Kami harapkan masyarakat yang berkunjung tidak memaksakan diri harus parkir di Alun-Alun. Silakan berjalan kaki dari area parkir yang sudah disediakan,” tegasnya.</p>



<p>Jaya juga menekankan, akan pentingnya perubahan perilaku masyarakat dalam memanfaatkan ruang kota, khususnya dalam hal parkir kendaraan. “Mudah-mudahan benar-benar ada perubahan perilaku. Parkirkan kendaraan di tempat yang sudah ditentukan, seperti di Kantor Pos atau di Kayutangan, lalu berjalan kaki ke Alun-Alun,” imbuh Jaya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/dishub-kota-malang-minta-pengunjung-alun-alun-merdeka-optimalkan-parkir-sekitar-kawasan/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229873</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Perayaan Natal, Dishub Kota Malang Antisipasi Kepadatan Arus di Sekitar Gereja</title>
		<link>https://memontum.com/perayaan-natal-dishub-kota-malang-antisipasi-kepadatan-arus-di-sekitar-gereja</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Dec 2025 09:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi]]></category>
		<category><![CDATA[Dishub]]></category>
		<category><![CDATA[Gereja]]></category>
		<category><![CDATA[kepadatan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[natal]]></category>
		<category><![CDATA[perayaan]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228953</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang memfokuskan pengamanan dan pengaturan lalu lintas di sekitar gereja-gereja yang diprediksi ramai saat perayaan Natal 2025. Sejumlah kawasan seperti Ijen dan Kayutangan menjadi perhatian khusus, karena setiap tahun mengalami lonjakan jemaat saat misa Natal. Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengatakan bahwa peningkatan aktivitas ibadah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang memfokuskan pengamanan dan pengaturan lalu lintas di sekitar gereja-gereja yang diprediksi ramai saat perayaan Natal 2025. Sejumlah kawasan seperti Ijen dan Kayutangan menjadi perhatian khusus, karena setiap tahun mengalami lonjakan jemaat saat misa Natal.</p>



<p>Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengatakan bahwa peningkatan aktivitas ibadah berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas, terutama pada jam-jam pelaksanaan misa. “Untuk gereja dengan kunjungan jemaat yang padat seperti di kawasan Ijen dan Kayutangan, sudah kami antisipasi seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujar Jaya-sapaannya, Senin (22/12/2025) tadi.</p>



<p>Namun, Jaya memastikan bahwa tidak ada rekayasa lalu lintas ekstrem di sekitar lokasi ibadah. Pengaturan dilakukan secara situasional dengan pengawasan ketat guna menjaga kelancaran arus kendaraan sekaligus kenyamanan umat yang beribadah.</p>



<p>“Kami siapkan pengaturan parkir dan pemantauan di lapangan. Sejauh ini tidak ada rekayasa besar, tetapi tetap dalam pengawasan petugas,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain pengamanan gereja, Dishub Kota Malang juga memetakan sejumlah titik lain yang diprediksi rawan kepadatan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Di antaranya koridor Jalan Ahmad Yani hingga Malang Creative Center (MCC), kawasan Madyopuro, Soekarno-Hatta (Suhat), Borobudur, hingga arah Universitas Brawijaya (UB).</p>



<p>&#8220;Untuk mendukung pengendalian lalu lintas, kami dari Dishub berkoordinasi dengan Polresta Malang Kota akan menerapkan rekayasa lalu lintas bersifat insidental dan sementara sesuai kondisi di lapangan. Sejumlah Pos Pengamanan, Pos Pelayanan dan Pos Pantau juga disiagakan di titik-titik strategis,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Lebih lanjut, terkait dengan koordinasi lintas wilayah, Jaya menegaskan bahwa pengelolaan lalu lintas tidak bisa dilakukan secara parsial. Kota Malang dan Kabupaten Malang harus menjadi satu kesatuan, terutama pada jalur-jalur wisata menuju pantai selatan.</p>



<p>“Hasil rapat Forum Lalu Lintas menunjukkan titik kepadatan di wilayah Kabupaten Malang biasanya terjadi di kawasan Kacuk hingga arah Pabrik Gula Kebon Agung. Karena itu koordinasi lintas daerah sangat penting,” imbuh Jaya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228953</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkot Malang Siapkan Sentra PKL di Sekitar Kawasan Alun-Alun Merdeka</title>
		<link>https://memontum.com/pemkot-malang-siapkan-sentra-pkl-di-sekitar-kawasan-alun-alun-merdeka</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Apr 2025 06:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[ALun-alun]]></category>
		<category><![CDATA[kawasan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[sentra]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220980</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berencana akan membangun sentra Pedagang Kaki Lima (PKL) di sekitar kawasan Alun-Alun Merdeka Kota Malang. Hal itu dilakukan, sebagai solusi atas tingginya aktivitas PKL yang kerap menimbulkan permasalahan ketertiban dan kebersihan. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, dalam keterangannya menyampaikan bahwa untuk lokasi bagi PKL, akan disesuaikan dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berencana akan membangun sentra Pedagang Kaki Lima (PKL) di sekitar kawasan Alun-Alun Merdeka Kota Malang. Hal itu dilakukan, sebagai solusi atas tingginya aktivitas PKL yang kerap menimbulkan permasalahan ketertiban dan kebersihan.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, dalam keterangannya menyampaikan bahwa untuk lokasi bagi PKL, akan disesuaikan dengan radius di sekitar Alun-alun. Tujuannya, agar mereka tetap bisa berjualan tanpa melanggar ketentuan. Sehingga, aktivitas ekonomi tetap berjalan, tanpa mengganggu estetika dan fungsi ruang publik.</p>



<p>&#8220;Insyaallah, ada lokasinya tapi memang tidak di dalam Alun-Alun Merdeka. Nanti, akan kami coba alokasikan untuk PKL,&#8221; kata Wali Kota Wahyu, Kamis (10/04/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Penataan yang dilakukan ini, ungkap Wali Kota Wahyu, juga karena terkait rencana revitalisasi yang akan dilakukan dalam bulan ini. Sehingga, sekaligus dilakukan penataan terhadap PKL. Apalagi, seluruh kebijakan yang diambil juga akan tetap mengedepankan prinsip perlakuan yang manusiawi terhadap para PKL.</p>



<p>“Alun-Alun Merdeka ini milik bersama. Jadi harus kita rawat, kita tata, tapi juga tetap memperhatikan para pedagang yang selama ini menggantungkan penghasilan di sana. Penataan ini, tentunya diharapkan menjadi solusi jangka panjang,” tegasnya.</p>



<p>Untuk revitalisasi kawasan Alun-Alun Merdeka tersebut, tambahnya, ditargetkan selesai dalam waktu sekitar 3,5 bulan. Pelaksanaan revitalisasi sendiri, itu sempat tertunda karena sebelumnya telah memasuki Bulan Puasa dan Hari Raya Idul Fitri. Sehingga, dikhawatirkan itu dapat mengganggu kegiatan masyarakat.</p>



<p>&#8220;Apalagi di sekitar Alun-Alun Merdeka, itukan ada Masjid Jami’, di sana. Kami khawatir mengganggu masyarakat. Akhirnya, kami sepakati insyaallah dalam bulan ini sudah mulai,&#8221; imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(pro/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220980</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Libur Lebaran, Sekitar 190 Kendaraan Dinas Pemkab Probolinggo Dikandangkan</title>
		<link>https://memontum.com/libur-lebaran-sekitar-190-kendaraan-dinas-pemkab-probolinggo-dikandangkan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Mar 2025 05:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dikandangkan]]></category>
		<category><![CDATA[kendaraan]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220737</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo mengambil langkah positif terkait efisien anggaran, dengan mengkandangkan sekitar 190 kendaraan dinas selama libur dan cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriyah. Kebijakan ini, mulai diterapkan terhitung sejak 27 Maret hingga 7 April 2025 mendatang. Langkah ini diambil, juga untuk memastikan penggunaan kendaraan dinas lebih terkontrol dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo mengambil langkah positif terkait efisien anggaran, dengan mengkandangkan sekitar 190 kendaraan dinas selama libur dan cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriyah. Kebijakan ini, mulai diterapkan terhitung sejak 27 Maret hingga 7 April 2025 mendatang.</p>



<p>Langkah ini diambil, juga untuk memastikan penggunaan kendaraan dinas lebih terkontrol dan mencegah penyalahgunaan. Ratusan kendaraan yang umumnya digunakan oleh pejabat eselon II dan III, dikandangkan di tiga lokasi yang berbeda.</p>



<p>Lokasi tersebut, meliputi Kantor Bupati Probolinggo di Kraksaan, Balai Diklat Dringu serta Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Probolinggo di Dringu. Dengan diparkirnya kendaraan dinas di tempat-tempat yang telah ditentukan, diharapkan tidak ada kendaraan yang digunakan di luar kepentingan dinas resmi.</p>



<p>Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Probolinggo, Kristiana Ruliani, melalui Kepala Bidang Pengelolaan Barang Milik Daerah, Hellen Ari Hermawan, menyampaikan kebijakan ini bertujuan untuk menindaklanjuti Surat Edaran Bupati Probolinggo Nomor 700/185/426.70/2005 tentang Pencegahan Korupsi dan Pengendalian Gratifikasi Saat Hari Raya. &#8220;Selain itu, kebijakan ini juga merujuk pada Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 55 tahun 2023 tentang Penegakan Disiplin Kerja bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Tata Cara Penjatuhan Hukuman Disiplin di Lingkungan Pemkab Probolinggo,” katanya, Minggu (30/03/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Hellen menerangkan, bahwa kebijakan ini bertujuan untuk mencegah penyalahgunaan kendaraan dinas, terutama selama libur Hari Raya Idul Fitri. “Kami berharap agar kendaraan dinas hanya digunakan untuk kegiatan yang benar-benar terkait dengan dinas dan pengamanan terhadap kendaraan dinas dapat dilakukan secara maksimal,” jelasnya.</p>



<p>Dengan kebijakan ini, Pemkab Probolinggo berharap agar seluruh kendaraan dinas yang ada dapat dimanfaatkan sepenuhnya untuk kegiatan-kegiatan pemerintahan yang sah. Juga mendukung pengamanan kendaraan dinas selama periode libur panjang. Langkah ini juga bagian dari upaya penguatan disiplin kerja dan pencegahan tindakan yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.</p>



<p>“Kebijakan ini menjadi bagian dari komitmen Pemkab Probolinggo untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan anggaran dan fasilitas pemerintahan,” lanjutnya.</p>



<p>Selain itu, kebijakan pengkandangan kendaraan dinas ini juga diharapkan dapat memperkuat pengawasan terhadap aset-aset milik pemerintah. Sekaligus, untuk mengimplementasikan kebijakan dalam rangka menjaga integritas dan efisiensi penggunaan barang milik negara.</p>



<p>&#8220;Dengan adanya pengandangan kendaraan dinas selama libur panjang, kami mengingatkan untuk selalu mematuhi aturan yang telah ditetapkan serta menjaga aset negara dengan baik dan bertanggung jawab. Langkah ini juga sebagai bentuk upaya Pemkab Probolinggo dalam menanggulangi potensi pelanggaran yang dapat merugikan negara dan masyarakat,” tambahnya. <strong>(kom/pro/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220737</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Respon Tindak Asusila di Bawah Umur, Mbak Cicha Ajak Kader PKK Lebih Peduli Lingkungan Sekitar</title>
		<link>https://memontum.com/respon-tindak-asusila-di-bawah-umur-mbak-cicha-ajak-kader-pkk-lebih-peduli-lingkungan-sekitar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Jan 2025 10:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[asusila]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[peduli]]></category>
		<category><![CDATA[respon]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[tindak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218284</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Kediri, Eriani Annisa Hanindhito, mendapati laporan adanya tindakan asusila oleh anak-anak di bawah umur. Mendengar laporan itu, Mbak Cicha-sapaannya, mengaku merasa prihatin atas insiden tersebut hingga membuatnya meneteskan air mata. Tindakan asusila yang dimaksud, yaitu perbuatan kekerasan seksual yang melibatkan kalangan pelajar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Kediri, Eriani Annisa Hanindhito, mendapati laporan adanya tindakan asusila oleh anak-anak di bawah umur. Mendengar laporan itu, Mbak Cicha-sapaannya, mengaku merasa prihatin atas insiden tersebut hingga membuatnya meneteskan air mata.</p>



<p>Tindakan asusila yang dimaksud, yaitu perbuatan kekerasan seksual yang melibatkan kalangan pelajar di bawah umur hingga adanya laporan anak hamil di luar nikah. “Saya dengar anak-anak hingga bisa melakukan perbuatan seperti itu (tindak asusila). Kaget banget,” kata Mbak Cicha, saat Rapat Pengurus dan Pleno PKK Kabupaten Kediri di Pendopo Panjalu Jayati, Rabu (08/01/2025) tadi.</p>



<p>Menurutnya, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi perbuatan menyimpang tersebut. Termasuk perkembangan teknologi yang masif, kurangnya bimbingan, pengawasan keluarga dan individu terdekat bagi anak, serta kurangnya pemahaman pendidikan karakter pada anak.</p>



<p>Menyikapi hal itu, Mbak Cicha mendorong peran kader PKK untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Termasuk, melakukan kolaborasi bersama pihak Puskesmas, Posyandu dan Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) sebagai salah satu tempat pembentukan karakter pada anak.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tidak hanya itu, para kader PKK juga diminta untuk bersinergi dengan pihak sekolah di kecamatan masing-masing. Yakni dalam hal memberikan sosialisasi pencegahan tindakan asusila terhadap generasi muda.</p>



<p>“Mohon bantuannya untuk melakukan pendekatan. Kita ciptakan lingkungan yang lebih sehat, tidak menormalisasi tindakan yang menyimpang, bisa ditegur secara halus demi masa depan yang terbaik untuk anak-anak Kabupaten Kediri,” paparnya.</p>



<p>Istri Bupati Mas Dhito itu menilai, para generasi muda memerlukan perhatian khusus supaya dapat mengembangkan potensi dirinya secara optimal tanpa memerlukan tindakan asusila, baik dari segi fisik, mental, maupun spiritual.</p>



<p>Mbak Cicha mencontohkan, pengembangan sumber daya manusia seperti sosialisasi perihal pencegahan tindakan asusila di sekolah telah dilakukan di Kecamatan Kandat dan Banyakan. Dengan begitu, pihaknya berharap hal serupa dapat dilakukan kader PKK di kecamatan masing-masing. <strong>(pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218284</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Siang Ini sekitar 3.199 Kendaraan Masuk ke Kota Batu</title>
		<link>https://memontum.com/siang-ini-sekitar-3-199-kendaraan-masuk-ke-kota-batu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 31 Dec 2023 06:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[kendaraan]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=203915</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Terpantau hari Minggu (31/12/2023) pukul 11.30 WIB di Pos Pendem, sebanyak 3.199 kendaraan masuk ke Kota Batu dari arah Malang. Sedangkan, di waktu yang sama pula, terpantau juga arus kendaraan yang keluar dari Kota Batu ke arah  Karangploso serta Malang sebanyak 2.267 kendaraan. Perwira Pengendali (Padal) Regu A Pos PAM Pesanggrahan, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Terpantau hari Minggu (31/12/2023) pukul 11.30 WIB di Pos Pendem, sebanyak 3.199 kendaraan masuk ke Kota Batu dari arah Malang. Sedangkan, di waktu yang sama pula, terpantau juga arus kendaraan yang keluar dari Kota Batu ke arah  Karangploso serta Malang sebanyak 2.267 kendaraan.</p>



<p>Perwira Pengendali (Padal) Regu A Pos PAM Pesanggrahan, Nurcholis, mengatakan jika kendaraan yang masuk ke Kota Batu antara kendaraan roda empat dan roda dua, hampir seimbang. &#8220;Berdasarkan laporan pantauan jumlah kendaraan di Pos Pendem, yang masuk ke Kota Batu antara lain roda empat berjumlah 1.665 kendaraan. Lalu, roda dua berjumlah 1.380 kendaraan. Sedangkan roda enam berjumlah 154 kendaraan. Jika ditotal, kendaraan yang masuk ke Kota Batu siang hari ini sudah mencapai 3.199 kendaraan,&#8221; terangnya, di Pos Pesanggrahan, Minggu (31/12/2023) tadi.</p>



<p>Sedangkan, untuk kendaraan yang keluar dari Kota Batu menuju arah Karangploso dan Kota Malang antara lain roda empat berjumlah 1.345 kendaraan. Kemudian, roda dua berjumlah 847 kendaraan dan roda enam berjumlah 75 kendaraan. Sehingga, jika ditotal kendaraan yang keluar dari Kota Batu via jalur pertigaan Pendem sebanyak 2.267 kendaraan.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>&#8220;Perhitungan keluar masuk kendaraan ke Kota Batu dilakukan secara manual di Jalan Sukarno, Kota Batu. Dan, estimasi jumlah kendaraan bisa saja ada peningkatan,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Lebih dari itu, dirinya juga menambahkan, terpantau sejak pukul 11.00 WIB ini di perempatan Pos Pesanggrahan terjadi kemacetan. Di mana, kepadatan arus kendaraan hingga terjadi macet itu justru kendaraan yang keluar dari Kota Batu ke arah Barat jalur ke Kediri.</p>



<p>&#8220;Penyebab kemacetan ini, kalau dilihat penyebabnya kendaraan yang masuk ke area wisata Songgoriti dan kendaraan yang belok kiri ke jalur Pesanggrahan ke arah hotel dan villa,&#8221; urainya.</p>



<p>Di sisi lain, banyaknya kendaraan ini yaitu tamu yang menginap di Kota Batu berwisata ke Pujon antara lain Coban Rondo, Kafe Sawah, De Santera serta Paralayang. &#8220;Langkah kami, yaitu mengalihkan kendaraan menjadi satu arus untuk mengurai kepadatan arus. Karena, volume kendaraan semakin padat,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Dalam kondisi tersebut, jelas Nurcholis, dari padatnya kendaraan masuk ke Kota Batu yang terpantau dari Pos Pendem hingga padatnya kendaraan yang keluar dari Kota Batu ke arah Kediri via jalur Pujon. Maka, pihaknya terus siaga. Dikarenakan, bisa saja sore hingga malam kondisi berbalik arah.</p>



<p>&#8220;Kami terus siaga. Bisa saja nanti kondisi terbalik. Artinya sore hingga malam dari arah Kediri masuk ke Kota Batu. Dan, kondisi di Pendem juga demikian. Tentunya, kami berharap semua lancar tidak ada kejadian yang diinginkan,&#8221; tegasnya. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">203915</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sekitar 80 Rumah di Desa Bumiaji Kota Batu Diterjang Banjir</title>
		<link>https://memontum.com/sekitar-80-rumah-di-desa-bumiaji-kota-batu-diterjang-banjir</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Dec 2023 10:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Bumiaji]]></category>
		<category><![CDATA[diterjang]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=203063</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Intensitas hujan tinggi di Kota Batu, mengakibatkan Sungai Paron di Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, meluap, Jumat (08/12/2023) sekitar pukul 14.00. Akibat dari kejadian itu, sekitar 80 rumah di Dusun Beru, Desa/Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, diterjang banjir yang membawa material lumpur dan kayu. Dikatakan Kepala Desa Bumiaji, Edy Suyanto, bahwa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Batu</strong> &#8211; Intensitas hujan tinggi di Kota Batu, mengakibatkan Sungai Paron di Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, meluap, Jumat (08/12/2023) sekitar pukul 14.00. Akibat dari kejadian itu, sekitar 80 rumah di Dusun Beru, Desa/Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, diterjang banjir yang membawa material lumpur dan kayu.</p>



<figure class="wp-block-embed aligncenter is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Sekitar 80 Rumah di Desa Bumiaji Kota Batu Diterjang Banjir #shorts #banjir #kotabatu #bumiaji" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/2wZdSN8Dygs?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Dikatakan Kepala Desa Bumiaji, Edy Suyanto, bahwa kejadian banjir di wilayahnya itu sebenarnya sudah menjadi langganan setiap tahun. &#8220;Memang ini yang paling parah. Tapi, sebenarnya kejadian banjir di Dusun Beru, bukan yang pertama. Namun, sudah menjadi langganan setiap musim hujan,&#8221; terangnya, saat berada di lokasi banjir di Dusun Beru.</p>



<p>Penyebab terjadinya banjir, ujarnya, karena sodetan dari Sungai Paron menuju Sungai Brantas, terlalu kecil. Sehingga, saat hujan deras, Sungai Paron tidak bisa menampung air yang menyebabkan luapannya membanjiri rumah warga.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Edy menegaskan, atas peristiwa banjir di wilayahnya tersebut, Pemkot Batu harus memberikan perhatian. &#8220;Sebenarnya, untuk menanggulangi banjir ini, sodetan arah ke Sungai Brantas dari Sungai Paron, itu dibongkar untuk dilebarkan. Sehingga, aliran air bisa leluasa saat hujan deras. Dan, ini sudah saya ajukan ke Pemkot Batu lewat Musrenbang, tapi tidak pernah direalisasikan. Jadi, saya berharap Pemkot Batu bisa memperhatikan kejadian ini,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dusun Beru, Eva, mengungkapkan bahwa kejadian banjir yang menimpa rumah warga sekitar pukul 14.00. &#8220;Jadi, kejadian banjir, Jumat (08/12/2023) sekitar pukul 14.00 dan mulai surut sekitar pukul 15.00. Terus, yang terdampak banjir sebanyak 80 rumah di dua RW,&#8221; urainya.</p>



<p>Dirinya menambahkan, tahun 2021 yang lalu juga terjadi banjir, tetapi yang paling parah adalah area pertanian. Tetapi, kali ini banjir menerjang rumah warga. &#8220;Tahun lalu, ketinggian air saat banjir hanya sampai mata kaki orang dewasa. Artinya, hanya sampai teras saja. Tetapi, sekarang ketinggian air setinggi di atas lutut orang dewasa hingga masuk dalam rumah warga,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Saat kejadian banjir, Eva menjelaskan, kondisi aliran air sangat deras. Tidak hanya itu, derasnya aliran banjir tersebut membawa material lumpur dan kayu. &#8220;Saat ini, kami bersama warga dibantu BPBD dan Damkar, membersihkan material lumpur yang dibawa aliran banjir hingga masuk ke dalam rumah. Serta, material kayu yang berserakan di jalan. Kejadian banjir tidak merobohkan rumah warga. Seluruh warga siaga atas kejadian ini,&#8221; tambahnya.<strong>&nbsp;(put/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">203063</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
