<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>sekolah ambruk &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/sekolah-ambruk/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Jan 2020 13:13:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>sekolah ambruk &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>24 Tahun Tak Pernah Direhab, Atap MI Ambruk</title>
		<link>https://memontum.com/24-tahun-tak-pernah-direhab-atap-mi-ambruk</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Jan 2020 13:13:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah ambruk]]></category>
		<category><![CDATA[wabup pasuruan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/103788-24-tahun-tak-pernah-direhab-atap-mi-ambruk</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Tiga atap ruang kelas Madrasah Ibtidaiyah ambruk, di Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Kamis (9/1/2020) siang. Ambruknya atap untuk sementara disebabkan karena gedung tersebut sudah cukup tua sejak dibangun tahun 1996 silam dan tidak pernah dilakukan rehabilitasi. Untung saja, tak ada korban jiwa pada kejadian tersebut. “Kami sudah memperkirakan atap ini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Tiga atap ruang kelas Madrasah Ibtidaiyah ambruk, di Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Kamis (9/1/2020) siang.</p>
<p>Ambruknya atap untuk sementara disebabkan karena gedung tersebut sudah cukup tua sejak dibangun tahun 1996 silam dan tidak pernah dilakukan rehabilitasi. Untung saja, tak ada korban jiwa pada kejadian tersebut.</p>
<p>“Kami sudah memperkirakan atap ini dan rencana akan segera direhab, ” kata Kepala sekolah Abdul Muid.</p>
<p>Saat gedung ambruk, lanjutnya, kondisi sedang tidak hujan atau angin. Ruang kelas tersebut memang sudah tidak dipakai selama setahun karena sudah rapuh. Kondisinya mengkhawatirkan bila dipakai, bisa roboh saat kegiatan belajar mengajar.</p>
<p>“Itu bekas kelas II D, II E, III D ada gejala gedung sudah rapuh, sehingga tidak digunakan lagi sejak satu bulan yang lalu,” paparnya.</p>
<p>Alternatifnya, kata dia, para pelajar di sana bergantian. Kelas satu masuk pagi, sedangkan kelas III masuk siang menggunakan ruang kelas</p>
<p>Menurut Abdul, sekolah sudah mengajukan renovasi pada kementrian agama. Namun, sampai sekarang, usulan tersebut masih belum ada tindak lanjut.</p>
<p>Ambruknya atap ruang kelas MI tersebut setidaknya mendapat perhatian dari Wakil Bupati Pasuruan Mujib Imron yang langsung meninjau lokasi.</p>
<p>&#8220;Kami berharap pihak Kemenag segera turun dan memberikan bantuan sehingga tidak mengganggu proses belajar, &#8221; tutur Wabub Mujib Imron.</p>
<p>Tidak hanya itu wabup juga menitip kepada kepala sekolah untuk berkordinasi dengan komite dan walimurid sehingga kelas yang ambruk ini agar segera dilakukan pembangunan,sehingga tidak mengganggu proses belajar-mengajar. <strong>(arf/hen/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">103788</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dispendik Jember Lakukan &#8220;Trauma Healing&#8221; Siswa Korban Bangunan Sekolah Ambruk, SD 02 Keting</title>
		<link>https://memontum.com/dispendik-jember-lakukan-trauma-healing-siswa-korban-bangunan-sekolah-ambruk-sd-02-keting</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Dec 2019 12:27:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Dispendik Jember]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah ambruk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/102525-dispendik-jember-lakukan-trauma-healing-siswa-korban-bangunan-sekolah-ambruk-sd-02-keting</guid>

					<description><![CDATA[Jember, Memontum &#8211; Pasca runtuhnya bangunan gedung atap sekolah di SD Negeri 02 Keting Kecamatan Jombang Kabupaten Jember, Sabtu (14/12/19) lalu, Kamis (19/12/19) pagi, Dispendik Kabupaten Jember bekersama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3KAB) serta Himpunan Psikologi (Himsi) Cabang Jember, melakukan Trauma Healing (menghilangkan gangguan psikologi akibat syock / trauma ) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jember, Memontum</strong> &#8211; Pasca runtuhnya bangunan gedung atap sekolah di SD Negeri 02 Keting Kecamatan Jombang Kabupaten Jember, Sabtu (14/12/19) lalu, Kamis (19/12/19) pagi, Dispendik Kabupaten Jember bekersama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3KAB) serta Himpunan Psikologi (Himsi) Cabang Jember, melakukan Trauma Healing (menghilangkan gangguan psikologi akibat syock / trauma ) kepada para siswa-siswi yang menjadi korban psikologis.</p>
<p>Kepala Bidang SD Dispendik Kabupaten Jember Sri Kantono mengatakan, kegiatan Trauma Healing ini merupakan suatu kegiatan sinergi antara DP3KAB dan Hismi dengan maksud agar hak-hak psikologis anak korban bencana ini tidak hilang sehingga bisa terlayani dengan baik.</p>
<p>&#8220;Yang penting Diknas itu ada kepastian bahwa proses pembelajaran di SD 02 Keting ini tidak terganggu, sehingga hak-hak anak untuk menerima pembelajaran tetap berlangsung, sekalipun dengan kondisi habis terkena musibah,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Kepala DP3KAB Nur Cahyoha menyampaikan, tujuan utama di lakukan Trauma Healing ini, bagaimana anak-anak di SD 02 Keting ini lambat laun nantinya bisa melupakan kejadian musibah yang terjadi di SD ini.</p>
<p>&#8220;Dan hari ini teman-teman psikolog dari Hismi akan mengajak anak-anak untuk masuk ke ranah psikologi mereka,supaya kondisi keluhan yang di rasakan selama ini tentang trauma dan segala macam bisa di kurangi,&#8221; sebut Cahyo.</p>
<p>Tentunya lanjut Cahyo, kegiatan ini bisa saja selesai saat ini,atau bisa juga masih akan bisa berlanjut, tergantung nanti hasil perolehan data yang di kumpulkan oleh teman-teman psikolog.</p>
<p>Lebih lanjut Cahyo menjelaskan, Bilamana hasil penemuan atau profiling anak-anak ternyata kondisinya sama semua, yakni tidak terlalu berat, tidak menutup kemungkin kegiatan ini bisa dilanjutkan para guru.</p>
<p>&#8220;Tentunya dengan pola-pola pengajaran dan pendidikan yang bisa lebih membuat anak-anak nyaman selama mengikuti kegiatan Proses belajar mengajar,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Waktu anak itu sambung Cahyo, hampir sepertiga hari waktu di habiskan di sekolah, sehingga waktu yang cukup lama harapanya bisa membuat kondisi yang nyaman ,aman dan membuat anak-anak bisa mengikuti kegiatan yang sebaik-baiknya.</p>
<p>&#8220;Saya berharap usai kegiatan ini anak-anak bisa mengikuti kegiatan Proses belajar mengajar dan mereka tidak lagi teringat kondisi sebelumnya, yang mungkin membuat traumatis atau tidak nyaman hingga mereka nanti merasa nyaman kembali seperti sediakala,&#8221; harapnya.</p>
<p>Sementara Mike Prasetyo salah satu anggota Himsi cabang Jember di lokasi kegiatan menjelaskan, kegiatan Himsi kali ini, fokusnya adalah anak-anak korban psikologi terkait peristiwa runtuhnya atap gedung kelas yang mereka tempati, program ini, Dia sebut, trauma healing, tujuanya untuk mengatasi trauma pada anak-anak terkait musibah tersebut.</p>
<p>&#8220;Pertama kami melakukan Asesmen atau penelusuran dahulu sejauh mana dampak dari bencana yang terjadi pada kemarin dan yang di rasakan dan bagaimana tingkatan beban trauma pada anak -anak korban psikologi ini,&#8221; terangnya.</p>
<p>Kata Mike, pihaknya akan melakukan asesmen ini dengan cara melakukan beberapa permainan dan wawancara serta mengumpulkan informasi dari guru-guru.</p>
<p>&#8220;Ini merupakan asesmen awal jika trauma parah kami akan lakukan terapi dengan cara seperti ini,jika ringan kmi harus bagaimana, sedang juga sama,&#8221; katanya.<strong> (rir/yud/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">102525</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Atap bangunan SDN 3 Selodakon Jember Ambruk, Diduga Rapuh</title>
		<link>https://memontum.com/atap-bangunan-sdn-3-selodakon-jember-ambruk-diduga-rapuh</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Dec 2019 12:09:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[SDN 3 Selodakon]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah ambruk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/102513-atap-bangunan-sdn-3-selodakon-jember-ambruk-diduga-rapuh</guid>

					<description><![CDATA[Jember, Memontum &#8211; Belum hilang dari ingatan kita tentang ambruknya atap bangunan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Keting pada Sabtu, 14 Desember lalu, giliran atap bangunan SDN 03 Selodakon, yang berada di dusun Tegal Paron Desa Selodakon Kecamatan Tanggul Jember, Kamis (19/12/2019), sekitar pukul 21.30 ambruk. Ambruknya atap bangunan sekolah yang di bangun tahun [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jember, Memontum </strong>&#8211; Belum hilang dari ingatan kita tentang ambruknya atap bangunan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Keting pada Sabtu, 14 Desember lalu, giliran atap bangunan SDN 03 Selodakon, yang berada di dusun Tegal Paron Desa Selodakon Kecamatan Tanggul Jember, Kamis (19/12/2019), sekitar pukul 21.30 ambruk.</p>
<p>Ambruknya atap bangunan sekolah yang di bangun tahun 1977 dan mulai dibangun sampai sekarang hanya sekali perbaikan, diduga karena berumur cukup tua, sehingga atap bangunan yang terbuat dari kayu itu menjadi rapuh.</p>
<div id="attachment_102514" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-102514" decoding="async" class="size-full wp-image-102514" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191219-WA0118-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="Pihak kepolisian dan anggota Koramil melakukan koordinasi dengan pihak sekolahan. (tog) " width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191219-WA0118-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191219-WA0118-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191219-WA0118-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191219-WA0118-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-102514" class="wp-caption-text">Pihak kepolisian dan anggota Koramil melakukan koordinasi dengan pihak sekolahan. (tog)</p></div>
<p>&#8220;Robohnya bangunan SDN ini, pertama kali diketahui oleh Mahfud, penjaga sekolah tersebut,&#8221; kata Ponco Riyanti, salah satu guru di SDN 03 Selodakon itu.</p>
<p>Ponco menjelaskan, kondisi bangunan yang rapuh sebenarnya sudah cukup lama dan pihak sekolah sudah pernah mengajukan proposal untuk perbaikan.</p>
<p>“Kami dulu sudah mengajukan permohonan untuk perbaikan sekolah ini, tapi sampai sekolah ini roboh, belum terealisasi,” jelas Ponco.</p>
<p>Akibat atap bangunan ambruk kata Ponco, pihak Sekolah harus membagi ruang kelas menjadi dua, dengan menyekat ruangan, diantaranya kelas 1 dengan kelas 2, kelas 3 dengan kelas 4 agar tetap berjalan proses belajar.</p>
<p>&#8220;Sementara kelas lima dan 6 kami tempatkan di ruang perpustakaan,” pungkasnya.</p>
<p>Pantauan memontum.com di lokasi, terlihat puing &#8211; puing, genting dan Kayu &#8211; kayu penyangga atau Kerangka atap bangunan, berserakan ruang kelas 6 dan meja serta peralatan mengajar belajar rusak, terlihat pula dari pihak Kepolisian dan Koramil mensterilkan lokasi kejadian, tidak ada korban Jiwa dalam kejadian ambruk atap bangunan karena peristiwa terjadi malam hari. <strong>(tog/yud/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">102513</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sekolah Ambruk, Komisi D Desak Pemkab Bangkalan Bangun Huntara</title>
		<link>https://memontum.com/sekolah-ambruk-komisi-d-desak-pemkab-bangkalan-bangun-huntara</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Dec 2019 02:27:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Bangkalan]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah ambruk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/102310-sekolah-ambruk-komisi-d-desak-pemkab-bangkalan-bangun-huntara</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bangkalan &#8211; Pasca meninjau lokasi sekolah ambruk di SDN Banyoneng Laok 1 di Desa Banyoneng Kecamatan Geger beberapa waktu lalu, Komisi D DPRD Bangkalan bergerak cepat. Pihaknga hari ini melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Sekda dan Disdik untuk mendesak menindaklanjuti hal tersebut. Hasilnya, Pemkab melalui Dinas Pendidikan akan membangun hunian sementara agar para [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Bangkalan</strong> &#8211; Pasca meninjau lokasi sekolah ambruk di SDN Banyoneng Laok 1 di Desa Banyoneng Kecamatan Geger beberapa waktu lalu, Komisi D DPRD Bangkalan bergerak cepat. Pihaknga hari ini melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Sekda dan Disdik untuk mendesak menindaklanjuti hal tersebut.</p>
<p>Hasilnya, Pemkab melalui Dinas Pendidikan akan membangun hunian sementara agar para siswa dapat terus melakukan kegiatan belajar. Saat ini, siswa melakukan kegiatan belajar di luar ruangan karena sekolahnya ambruk dan sisa bangunan yanv ada rawan untuk ambruk juga.</p>
<p>&#8220;Jadi siswa saat ini melakukan kegiatan belajar di luar ruang. Beruntung kepala desa dan warga sekitar mempersilahkan melakukan kegiatan belajar dirumah mereka. Nah agar segera mendapat penanganan, maka kami mendesak pemkab melakukan tindakan,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Dikatakan, meski sebelumnya status tanah masih belum rampung, namun pemilik tanah sudah memperbolehkan agar tanah di sekolah tersebut digunakan untuk membangun sekolahan.</p>
<p>Sementara itu, Bambang Budi Mustika Kepala Dinas Pendidikan Bangkalan menjelaskan, ia sudah melaporkan hal tersebut pada bupati. Atas perintah bupati, dalam waktu dekat segera dibangun hunian sementara sembari menunggu bantuan datang.</p>
<p>&#8220;Atas perintah bupati dalam waktu dekat akan dibangun Huntara, untuk jangka panjang sudah dilakukan survey dari kementrian PUPR dan akan mendapat bantuan di 2020 unth bangunan ruang kelas,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Diketahui, sekolah tersebut sudah ambruk sejak agustus lalu. Sebanyak 122 siswa belajar secara bergantian dengan memanfaatkan bangunan yang ada. Namun, dua minggu terahir para guru kawatir bangunan di sekolah tersebut ambruk, maka dilakukan proses belajar mengajar dibawah pohon. <strong>(isn/nhs/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">102310</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Polres Jember dan Tim Labfor Polda Jatim Lakukan Pengecekan, Kasus Ambruknya Atap Bangunan SD</title>
		<link>https://memontum.com/polres-jember-dan-tim-labfor-polda-jatim-lakukan-pengecekan-kasus-ambruknya-atap-bangunan-sd</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Dec 2019 13:14:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[polres jember]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah ambruk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/102305-polres-jember-dan-tim-labfor-polda-jatim-lakukan-pengecekan-kasus-ambruknya-atap-bangunan-sd</guid>

					<description><![CDATA[Jember, Memontum &#8211; Peristiwa Ambruknya atap bangunan disalah satu kelas di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 02 Keting yang terletak di Desa Keting Kecamatan Jombang pada Sabtu 14 Desember Lalu, tampaknya menjadi perhatian serius dari pihak Kopolisian Resor (polres) Jember, Itu terlihat, dengan kedatangan Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal bersama anggotanya yang terdiri dari, kasat lantas, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jember, Memontum</strong> &#8211; Peristiwa Ambruknya atap bangunan disalah satu kelas di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 02 Keting yang terletak di Desa Keting Kecamatan Jombang pada Sabtu 14 Desember Lalu, tampaknya menjadi perhatian serius dari pihak Kopolisian Resor (polres) Jember,</p>
<p>Itu terlihat, dengan kedatangan Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal bersama anggotanya yang terdiri dari, kasat lantas, kasad Reskrim, Kasad Intelkam dan satuan Reskrim Jember serta tim Laboratorium dan forensik dari Polda Jatim, ke Tempat Kejadian Perkara (TKP), untuk melakukan Pengecekan, Aelasa (17/12/2019) Pagi.</p>
<p>Alfian mengatakan, kedatangan dirinya dan Tim Latfor Polda Jatim, bertujuan untuk melakukan pengecekan penyebab Ambruknya atap bangunan yang terbuat dari bahan Galvalum tersebut, yang di bangun oleh CV. ACE MITRA UTAMA, selain itu Kepolisian juga mengumpulkan bukti – bukti tambahan,</p>
<p>”Salam penanganan kasus ini, kita berkoordinasi dengan Tim Labfor Polda Jatim guna mencari apa yang menjadi penyebab ambruknya atap bangunan ,” kata Alfian.</p>
<p>Kata Alfian, atap bangunan yang ambruk tersebut, merupakan bangunan baru dan baru selesai pengerjaannya, sekira kurang – lebih satu minggu, dimana di ketahui bangunan tersebut belum diserahkan terimakan oleh pihak kontraktor CV. ACE MITRA UTAMA kepada Kepala Sekolah SDN 02 Keting.</p>
<p>“Diketahui wilayah Kecamatan Jombang proyek pembangunan atau rehabilitasi yang di garap oleh CV ACE MITRA UTAMA antara lain SDN 1 Keting, SDN 2 Keting dan SDN 4 Jombang, &#8221; ungkapnya.</p>
<p>Terlihat, akibat ambruknya atap bangunan kelas 5 SDN 2 Keting, proses belajar mengajar dipindah di Ruang Perpustakaan sedangkan kelas 6 proses belajar mengajar pindah ke Mushola, karena bangunan kelas 6 merupakan satu paket CV. ACE MITRA UTAMA sehingga takut, atap bangunan ambruk lagi.</p>
<p>Selain melakukan Pengecekan, Alfian juga menggelar Trauma Healing dengan menghibur siswa &#8211; siswi kelas 4, 5 dan 6 melalui permainan Quis, guna memotifasi untuk belajar, dengan memberikan hadiah berupa Buku, alat tulis dan makanan ringan (Snack). <strong>(yud/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">102305</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bangunan Lama Ambruk, Herman Finanda Sumbang Terop, Disdik: Senin Kami Rembuk dengan Internal</title>
		<link>https://memontum.com/bangunan-lama-ambruk-herman-finanda-sumbang-terop-disdik-senin-kami-rembuk-dengan-internal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Dec 2019 10:56:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Disdik Bangkalan]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Bangkalan]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah ambruk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/102091-bangunan-lama-ambruk-herman-finanda-sumbang-terop-disdik-senin-kami-rembuk-dengan-internal</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bangkalan &#8211; Bangunan gedung sekolah SDN Banyuneng Laok 1 yang terletak di Kecamatan Geger, Bangkalan cukup memprihatinkan. Bukan hanya tak layak huni, namun tiga ruang kelas telah lama ambruk. Meski demikian, pihak pemerintah sekitar masih belum memberikan bantuan darurat. Hal ini menggugah hati Herman Finanda salah satu anggota komisi A DPRD Bangkalan yang berasal [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Bangkalan</strong> &#8211; Bangunan gedung sekolah SDN Banyuneng Laok 1 yang terletak di Kecamatan Geger, Bangkalan cukup memprihatinkan. Bukan hanya tak layak huni, namun tiga ruang kelas telah lama ambruk. Meski demikian, pihak pemerintah sekitar masih belum memberikan bantuan darurat.</p>
<p>Hal ini menggugah hati Herman Finanda salah satu anggota komisi A DPRD Bangkalan yang berasal dari partai Gerindra. Ia langsung mengunjungi lokasi dan menyumbangkan terop untuk digunakan para siswa agar tak kepanasan dan kehujanan.</p>
<p>&#8220;Saya bersama perangkat desa sekitar ke lokasi dan melihat bangunan ambruk itu kemudian kami berikan bantuan terop. Kepada pihak sekolah saya juga telah berpesan, silahkan didiskusikan apa lagi yang dibutuhkan secara darurat nanti sampaikan, maka akan kami upayakan semaksimal mungkin. Silahkan jangan sungkan-sungkan,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Herman pun menindaklanjuti hal tersebut ke Komisi D DPRD Bangkalan dan juga Ketua DPRD Bangkalan agar sekolah lekas mendapat penanganan dari pihak terkait.</p>
<p>&#8220;Sudah saya sampaikan pada Ketua dewan dan ketua komisi D. Insyaallah segera dilakukan koordinasi dengan pihak terkait. Saya berharap juga kepada semua pihak, mari bersama-sama untuk peduli, karena melihat kondisinya sungguh memprihatinkan,&#8221; terangnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Bangkalan Bambang Budi Mustika menjelaskan, sekolah tersebut telah di survey oleh pihak kementrian PUPR beberapa waktu yang lalu. Direncanakan, sekolah akan mendapat bantuan di tahun 2020 dari program Kementrian PUPR.</p>
<p>&#8220;Ya sekolah itu memang sudah lama ambruk. InsyaAllah 2020 dapat bantuan dari program kementrian PUPR. Kalau dari dinas di Kabupaten, kita perlu rembuk dengan internal senin esok,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Diketahui, di sekolah ini terdapat 122 siswa yang setiap harinya belajar dengan bergantian ruang kelas. Sebab hanya tersedia 3 ruang kelas. Sedangkan kondisi 3 ruang kelas tersebut juga mulai rusak dan berpotensi ambruk. <strong>(isn/nhs/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">102091</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Direskrimsus Segera Rilis Tersangka Baru Ambruknya SDN Gentong Pasuruan</title>
		<link>https://memontum.com/direskrimsus-segera-rilis-tersangka-baru-ambruknya-sdn-gentong-pasuruan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Dec 2019 12:22:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Polda Jatim]]></category>
		<category><![CDATA[SDN Gentong]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah ambruk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/101989-direskrimsus-segera-rilis-tersangka-baru-ambruknya-sdn-gentong-pasuruan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Setelah beberapa waktu lalu dilakukan proses penggeledahan di Kantor Dispendik Kota Pasuruan oleh penyidik Direskrimsus Polda Jatim, terkait ambruknya bangunan SDN Gentong yang menewaskan seorang guru dan melukai belasan siswa pada November lalu. Konfirmasi didapatkan Memontum.com melalui Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, melalui sambungan telepon selularnya, Kamis (12/12/2019) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Setelah beberapa waktu lalu dilakukan proses penggeledahan di Kantor Dispendik Kota Pasuruan oleh penyidik Direskrimsus Polda Jatim, terkait ambruknya bangunan SDN Gentong yang menewaskan seorang guru dan melukai belasan siswa pada November lalu.</p>
<p>Konfirmasi didapatkan Memontum.com melalui Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, melalui sambungan telepon selularnya, Kamis (12/12/2019) siang.</p>
<p>&#8220;Dari hasil lidik yang dilakukan rekan-rekan penyidik Direskrimsus Polda Jatim, tak lama lagi kami akan segera mengumumkan tersangka baru pada kasus tersebut. Sabar dulu ya, nanti pasti kita lakukan pres rilis,&#8221; ucapnya di seberang telepon selularnya.</p>
<p>Sementara itu desas-desus yang beredar di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Pasuruan, tampaknya penambahan tersangka baru oleh pihak penyidik Direskrimsus, tampaknya dapat diduga mengarah pada salah satu pejabat setingkat Kabid.</p>
<p><strong>BACA : </strong><a href="https://pasuruan.memontum.com/830-buntut-sdn-gentong-ambruk-polda-geledah-kantor-dispendik" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Buntut SDN Gentong Ambruk, Polda Geledah Kantor Dispendik</a></p>
<p>Namum demikian beberapa pihak dari kalangan pegiat sosial juga sangat optimis bahwa penyidik tidak hanya menyasar pejabat setingkat Kepala Bidang (Kabid) saja, pasti ada atasannya yang akan ikut bertanggung jawab.</p>
<p>Seperti diketahui bersama bahwa alokasi pembangunan gedung SDN Gentong yang ambruk tersebut, dilaksanakan pada medio 2017 lalu, dengan memakai anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Pemkot Pasuruan sebesar Rp 250 jutaan.<strong>(arf/hen/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">101989</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Buntut SDN Gentong Ambruk, Polda Geledah Kantor Dispendik</title>
		<link>https://memontum.com/buntut-sdn-gentong-ambruk-polda-geledah-kantor-dispendik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Dec 2019 03:33:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Dispendik Kota Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[Polda Jatim]]></category>
		<category><![CDATA[SDN Gentong]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah ambruk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/101692-buntut-sdn-gentong-ambruk-polda-geledah-kantor-dispendik</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Buntut ambruknya gedung SDN Gentong dan membawa korban jiwa beberapa waktu lalu, serta menyita perhatian pemerintah baik pusat maupun daerah terus ditindak lanjuti oleh jajaran tindak pidana korupsi Polda Jatim. Senin (9/12/2019) pagi, penyidik tindak pidana korupsi Polda Jatim mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Kota Pasuruan yang letak di jalan Sunan Ampel, Kota [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Pasuruan </strong>&#8211; Buntut ambruknya gedung SDN Gentong dan membawa korban jiwa beberapa waktu lalu, serta menyita perhatian pemerintah baik pusat maupun daerah terus ditindak lanjuti oleh jajaran tindak pidana korupsi Polda Jatim.</p>
<p>Senin (9/12/2019) pagi, penyidik tindak pidana korupsi Polda Jatim mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Kota Pasuruan yang letak di jalan Sunan Ampel, Kota Pasuruan.</p>
<p>Dari pantuan Memontum.com, setidaknya ada 5 petugas penyidik yang memasuki dan melakukan penggeledahan di sejumlah ruangan yang ada. Salah satu ruang yang menjadi fokus penggeledahan yakni di ruang Bidang Pendidikan Dasar.</p>
<p>Sementara itu tidak satupun pegawai pada kantor dinas pendidikan yang bersedia memberikan keterangan ikhwal penggeledahan yang dilakukan aparat Kepolisian, Senin (9/12/2019) tersebut. Pun demikian dengan pihak penyidik dari Polda Jatim, mereka tampak serius melakukan penggeledahan.<strong> (arf/hen/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">101692</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tiga Ruang Kelas SDN Sendir Ambruk</title>
		<link>https://memontum.com/tiga-ruang-kelas-sdn-sendir-ambruk</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Jan 2019 16:29:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah ambruk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/75738-tiga-ruang-kelas-sdn-sendir-ambruk</guid>

					<description><![CDATA[Pasca Diterjang Angin dan Hujan Lebat Memontum Sumenep – Hujan yang disertai angin kencang yang melanda di Desa Sendir, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep membuat situasi anak sekolah panik. Benar saja, tak berselang lama dari hujan disertai terjangan angin membuat Gedung SDN Sendir yang sudah puluhan tahun dibangun akhirnya ambruk, Senin (28/1/20190). Dari pantauan Memo X [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Pasca Diterjang Angin dan Hujan Lebat</strong></h2>
<p><strong>Memontum Sumenep</strong> – Hujan yang disertai angin kencang yang melanda di Desa Sendir, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep membuat situasi anak sekolah panik. Benar saja, tak berselang lama dari hujan disertai terjangan angin membuat Gedung SDN Sendir yang sudah puluhan tahun dibangun akhirnya ambruk, Senin (28/1/20190).</p>
<p>Dari pantauan Memo X di lokasi kejadian, masih beruntung dalam kejadian tersebut tidak sampai memakan korban jiwa. Hanya mengalami kerugiaan materiil yang ditaksir mencapai puluhan juta dengan rusak parah sejumlah fasilitas. Bahkan kejadian tersebut juga menimpa salah satu motor Guru SDN Sendir yang ada di Lokasi kejadian.</p>
<p><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/Ft-ambruk-2-copy.jpg?ssl=1"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-75739" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/Ft-ambruk-2-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/Ft-ambruk-2-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/Ft-ambruk-2-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/Ft-ambruk-2-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/Ft-ambruk-2-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/Ft-ambruk-2-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p>Peristiwa ambruknya gedung sekolah itu sekitar Pukul 11.30 siang itu, salah satu guru SDN Sendir mengatakan terdapat tiga ruang kelas yang ambruk meski yang fatal hanya 2 ruang kelas. Robohnya gedung SDN itu diduga akibat diguyur hujan yang disertai angin kencang sejak beberapa hari terakhir. “Ada dua kelas yang rusak parah, ambruk, satu kelas hanya rusak ringan,” kata Iriyanto, Kepsek SDN Sendir No.16 saat diwawancarai media.</p>
<p>Dalam peristiwa itu kata dia, tidak ada korban jiwa. Karena siswa dipulangkan lebih awal, mengingat kondisi gedung sudah rusak dan tidak mendapatkan perbaikan. Sehingga sebelum kejadian nahas itu, sekolah pagi harinya memang sudah dikunci pintunya mengantisipasi robohnya gedung karena angin kecang. Disamping memang mengalami keretakan pada sebagian gedung SDN itu.</p>
<p>“Dari awal, kami memang khawatir ambruk. Karena sejak tiga hari lalu dinding bagian utara mulai retak. Makanya proses belajar mengajar tidak kami taruh di ruangan itu. Makanya saat kejadian anak-anak sudah dipulangkan,” terangnya.</p>
<p>Hanya saja satu unit motor milik salah satu guru tertimpa reruntuhan dan mengalami sedikit kerusakan. Saat ini, lanjut Irianto, masyarakat dibantu Polsek dan Koramil Lenteng tengah melakukan evakuasi puing-puing. Tak berselang lama kemudian, Camat Lenteng dan Koordinator Disdik Kecamatan lenteng juga sejumlah pejabat dari Dinas Pendidikan Kabupaen Sumenep turun ngecek lokasi.</p>
<p>“Kami mengharap perhatian dari pemerintah daerah. Agar proses belajar mengajar kembali normal. Sementara, proses KBM akan dipindahkan ke bangunan yang masih utuh,” pungkasnya.<strong> (do/ono)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">75738</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
