<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Sekolah Ramah Anak &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/sekolah-ramah-anak/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 11 Nov 2020 12:39:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Sekolah Ramah Anak &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Plt Bupati Jember Deklarasikan Sekolah Ramah Anak</title>
		<link>https://memontum.com/plt-bupati-jember-deklarasikan-sekolah-ramah-anak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2020 12:39:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Deklarasi]]></category>
		<category><![CDATA[Drs. KH. A Muqiet Arief]]></category>
		<category><![CDATA[Plt Bupati Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Ramah Anak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=127357</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Pentingnya perlindungan anak terhadap berbagai upaya eksploitasi, diskriminasi, perundungan dan kekerasan yang terjadi dalam ruang lingkup pendidikan anak hingga rumah tangga, merupakan tanggung jawab bersama. Demikian disampaikan Plt Bupati Jember, Drs. KH. A Muqiet Arief, saat deklarasi sekolah ramah anak (SRA) Taman Kanak-kanak (TK) se-Kabupaten Jember, yang berlangsung di Pendapa Wahyawibawagraha-Jember, Rabu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Pentingnya perlindungan anak terhadap berbagai upaya eksploitasi, diskriminasi, perundungan dan kekerasan yang terjadi dalam ruang lingkup pendidikan anak hingga rumah tangga, merupakan tanggung jawab bersama.</p>
<p>Demikian disampaikan Plt Bupati Jember, Drs. KH. A Muqiet Arief, saat deklarasi sekolah ramah anak (SRA) Taman Kanak-kanak (TK) se-Kabupaten Jember, yang berlangsung di Pendapa Wahyawibawagraha-Jember, Rabu (11/11) tadi.</p>
<p>Dalam pelaksanaan deklarasi tadi, ada sekitar delapan lembaga TK yang hadir sebagai perwakilan. Termasuk 8 ratus lembaga TK lain yang tergabung secara daring dengan kegiatan tersebut.</p>
<p>Plt Bupati Jember dalam sambutannya, mengatakan bahwa lingkungan pendidikan yang baik adalah yang ramah, inklusi, bersih tanpa kekerasan. Serta, tanpa perundungan dan diskriminasi menentukan cara berpikir anak saat dewasa.</p>
<p>“Jika anak suku Jawa kumpul dengan suku Madura, bahkan berbeda agama sekali pun, maka anak sudah tidak perlu lagi diajari Bhineka Tunggal Ika lagi,” kata Kiai Muqit-sapaan Plt Bupati Jember.</p>
<p>Ditambahkannya, program SRA dalam ruang lingkup pendidikan tidak bisa berdiri sendiri. Karenanya, perlu keseimbangan dan kerjasama berbagai pihak. Sebagaimana, tertuang dalam Tri Pusat Pendidikan Ki Hajar Dewantara, yakni pendidikan sekolah, keluarga, dan masyarakat.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Kiai Muqit mengimbau, agar guru dan kepala sekolah ikut serta mensosialisasikan program SRA kepada masyarakat. Terutama, kepada para orang tua. “Jika sudah bersinergi, Insya Allah akan sukses,” ujarnya.</p>
<p>Any Junaidah Alfiani, dal kesempatan itu menjelaskan, bahwa deklarasi SRA menuntut pendidik untuk lebih bersikap ramah dan memahami karakter anak. Kendati tidak jauh berbeda dengan cara mendidik anak umumnya anak, deklarasi SRA mengingatkan guru agar lebih mengerti dan memahami anak. “Jadi, kita tidak boleh memperlakukan anak seperti orang dewasa,” paparnya. <strong>(kom/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">127357</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sehari Belajar di Luar Kelas, KB-TK Al Muslim Deklarasikan Sekolah Ramah Anak</title>
		<link>https://memontum.com/sehari-belajar-di-luar-kelas-kb-tk-al-muslim-deklarasikan-sekolah-ramah-anak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Nov 2019 12:07:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Anak Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[KB-TK Al Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Ramah Anak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/99379-sehari-belajar-di-luar-kelas-kb-tk-al-muslim-deklarasikan-sekolah-ramah-anak</guid>

					<description><![CDATA[Memomtum Sidoarjo &#8211; Untuk menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, KB-TK Al Muslim JL Raya Wadungasri, Kecamatan Waru, Sidoarjo menggelar kegiatan Sehari Belajar di Luar Kelas. Kegiatan ini untuk memperingati Hari Anak Internasional (HAI) yang jatuh tanggal 20 November 2019 mendatang. Belajar diluar kelas ini dikemas dengan proses pembelajaran menyenangkan. Diawali [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memomtum Sidoarjo</strong> &#8211; Untuk menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, KB-TK Al Muslim JL Raya Wadungasri, Kecamatan Waru, Sidoarjo menggelar kegiatan Sehari Belajar di Luar Kelas. Kegiatan ini untuk memperingati Hari Anak Internasional (HAI) yang jatuh tanggal 20 November 2019 mendatang.</p>
<p>Belajar diluar kelas ini dikemas dengan proses pembelajaran menyenangkan. Diawali penyambutan anak-anak oleh ustadzah, dilanjutkan baris &#8211; berbaris, doa dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-99381" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191107-WA0132-copy.jpg?resize=740%2C444&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="444" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191107-WA0132-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191107-WA0132-copy.jpg?resize=300%2C180&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191107-WA0132-copy.jpg?resize=600%2C360&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191107-WA0132-copy.jpg?resize=200%2C120&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191107-WA0132-copy.jpg?resize=590%2C354&amp;ssl=1 590w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191107-WA0132-copy.jpg?resize=400%2C240&amp;ssl=1 400w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Acara berlanjut doa dan sarapan bersama. Para orang tua sengaja membawakan kreasi bekal makanan sehat mulai bento, makanan tradisional nasi kuning, sandwich sayur, dan lainnya. Bekal makan itu akan memperebutkan Trophy Juara.</p>
<p>Kemudian para siswa dan siswi ini bekerja bakti membersihkan lingkungan, menyingkirkan tanaman atau benda-benda berbahaya, mematikan lampu dan peralatan listrik yang tidak diperlukan serta mematikan kran air yang terbuka. Selain itu, gerakan literasi masih tetap digalakkan dengan membaca buku di luar kelas.</p>
<p>Acara dilanjutkan simulasi evakuasi bencana dalam gerak dan lagu serta senam germas (Gemari). Tak kalah menarik, para siswa bermain permainan tradisional seperti lompat tali, sapu tangan, petak umpet, cublek-cublek suweng, engkle, betengan, boiboian, balap karung dan slebor dengan memakai aksesories yang menarik di kepala (mahkota daun nangka).</p>
<p>Berlanjut tepuk hak anak dan membunyikan yel-yel Sekolah Ramah Anak. Serta pembacaan deklarasi sekolah ramah anak, pelantikan tim sekolah ramah anak dan menyanyi lagu Maju Tak Gentar.</p>
<div id="attachment_99380" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-99380" decoding="async" class="size-full wp-image-99380" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191107-WA0135-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="LUAR KELAS - Para siswa dan siswi KB dan TK Al Muslim JL Raya Wadungasri, Kecamatan Waru, Sidoarjo belajar diluar kelas untuk memperingati Hari Anak Internasional (HAI), Kamis (7/11/2019)" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191107-WA0135-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191107-WA0135-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191107-WA0135-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191107-WA0135-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-99380" class="wp-caption-text">LUAR KELAS &#8211; Para siswa dan siswi KB dan TK Al Muslim JL Raya Wadungasri, Kecamatan Waru, Sidoarjo belajar diluar kelas untuk memperingati Hari Anak Internasional (HAI), Kamis (7/11/2019)</p></div>
<p>Wakil Kepala KB-TK Al Muslim, Triana Dewi mengatakan tujuan kegiatan ini untuk mendorong anak-anak dapat berperilaku yang memenuhi 7 unsur. Yakni pembentukan karakter (senyum, sapa, salam dan kerjasama), iman dan taqwa (berdoa), perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS-cuci tangan dan makan makanan yang sehat dan higienis), adaptasi perubahan iklim (climate change-kerja bakti, hemat (mematikan kran air dan listrik), permainan tradisional-cinta tanah air (menyanyi indonesia raya, maju tak gentar), gerakan literasi dan pengurangan resiko bencana dalam gerak dan lagu.</p>
<p>&#8220;Harapannya semoga kegiatan ini bermanfaat dan bermakna agar anak-anak bisa mengaplikasikan dimana pun mereka berada,&#8221; katanya.</p>
<p>Sementara Pembina Yayasan Al Muslim, Erlina Nasution menegaskan sepertiga hidup anak berada di sekolah. Orang tua mempercayakan anak-anak untuk diasuh dan didik di sekolah. Karena itu sekolah harus ramah terhadap anak dengan cara memenuhi hak-hak anak. Diantaranya hak untuk hidup sehat agar pertumbuhan dan perkembangan anak bisa optimal.</p>
<p>&#8220;Termasuk soal hak perlindungan dari kekerasan fisik maupun non fisik. Tapi, hal itu diperlukan kerjasama dari orang tua agar program-program sekolah bisa ramah terhadap anak,&#8221; tandasnya. <strong>Wan/yan</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">99379</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wabup Trenggalek Deklarasikan Sekolah Ramah Anak</title>
		<link>https://memontum.com/wabup-trenggalek-deklarasikan-sekolah-ramah-anak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Dec 2018 15:39:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Deklarasi]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Ramah Anak]]></category>
		<category><![CDATA[wabup trenggalek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/68286-wabup-trenggalek-deklarasikan-sekolah-ramah-anak</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Wakil Bupati Trenggalek, Mochammad Nur Arifin melakukan deklarasi Sekolah Ramah Anak bersama jajaran Forkopimda serta instansi terkait, di SMA Negeri 2 Trenggalek. Dalam rangka mewujudkan Sekolah Ramah Anak, tertutup sangat memerlukan dorongan berbagai pihak. Seperti keluarga dan masyarakat sebagai pusat pendidikan terdekat, serta lingkungan yang memberikan rasa aman, sehingga membantu proses perkembangan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Wakil Bupati Trenggalek, Mochammad Nur Arifin melakukan deklarasi Sekolah Ramah Anak bersama jajaran Forkopimda serta instansi terkait, di SMA Negeri 2 Trenggalek. </p>
<p>Dalam rangka mewujudkan Sekolah Ramah Anak, tertutup sangat memerlukan dorongan berbagai pihak. Seperti keluarga dan masyarakat sebagai pusat pendidikan terdekat, serta lingkungan yang memberikan rasa aman, sehingga membantu proses perkembangan jiwa anak.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20181212-WA0137-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-68287" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20181212-WA0137-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20181212-WA0137-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20181212-WA0137-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Seperti yang terlihat di SMA Negeri 2 Trenggalek, beberapa perwakilan sekolah beserta instansi Pemerintahan tampak hadir dalam kegiatan yang dikemas dalam Deklarasi Sekolah Ramah Anak (SRA) Kabupaten Trenggalek 2018. </p>
<p>Dikonfirmasi terkait kegiatan tersebut, Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Trenggalek, Suprianto mengatakan bahwa untuk mewujudkan sekolah ramah anak tentunya melibatkan banyak pihak. </p>
<p>&#8220;Salah satu indikator yang mendukung terbentuknya kabupaten layak anak adalah masyarakat. Dalam  mewujudkan sekolah ramah anak ini juga telah disusun program berbasis sekolah, yakni sekolah adiwiyata, sekolah kawasan tanpa rokok, pangan jajan sehat, kantin kejujuran dan usaha kesehatan sekolah (UKS), &#8221; tutur Pri sapaan akrabnya saat dikonfirmasi, Rabu (12/12/2018). </p>
<p>Terpisah, Wakil Bupati Trenggalek, Mochammad Nur Arifin menuturkan, pengakuan dan komitmen seluruh pihak mewujudkan Sekolah Ramah Anak di Kabupaten Trenggalek sudah terbangun.</p>
<p>&#8220;Komitmen ini bisa dipegang teguh para pemangku kebijakan dan komponen pendidikan, sehingga kegiatan ini tidak hanya berakhir sebagai tujuan dan arah kebijakan yang dicapai bersama dalam upaya pemenuhan hak anak, &#8221; jelas Arifin. </p>
<p>Dikatakan suami Novita Hardiny ini, komitmen pemenuhan dan perlindungan anak harus diperkuat dengan menyusun kebijakan tentang pelaksanaan SRA di masing-masing satuan pendidikan. <strong>(mil/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">68286</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Puluhan SMP di Sidoarjo Deklarasikan Sekolah Ramah Anak</title>
		<link>https://memontum.com/puluhan-smp-di-sidoarjo-deklarasikan-sekolah-ramah-anak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Dec 2018 13:05:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[Deklarasi]]></category>
		<category><![CDATA[pemkab sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Ramah Anak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/67803-puluhan-smp-di-sidoarjo-deklarasikan-sekolah-ramah-anak</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Sedikitnya 25 Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri dan swasta mendeklarasikan Sekolah Ramah Anak (SRA) Kabupaten Sidoarjo Tahun 2018. Deklarasi ini, dipimpin Wakil Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin. Rinciannya 24 SMP merupakan SMP Negeri. Sedangkan salah satu SMP swastanya adalah SMP Pembangunan Jaya. Dalam deklarasi itu, selain ditandatangani Wakil Bupati, juga ditandatangani, Ketua [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8211; Sedikitnya 25 Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri dan swasta mendeklarasikan Sekolah Ramah Anak (SRA) Kabupaten Sidoarjo Tahun 2018. Deklarasi ini, dipimpin Wakil Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin.</p>
<p>Rinciannya 24 SMP merupakan SMP Negeri. Sedangkan salah satu SMP swastanya adalah SMP Pembangunan Jaya.</p>
<p>Dalam deklarasi itu, selain ditandatangani Wakil Bupati, juga ditandatangani, Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Asrofi, Asisten II Tata Pemerintahan, Heri Soesanto, para pendidik, peserta didik serta para tenaga pendidik dan orangtua.</p>
<p>&#8220;Ada 8 standar dalam menentukan dan menetapkan Sekolah Ramah Anak (SRA). Hal itu menjadi syarat utama penetapan Sekolah Ramah Anak,&#8221; terang Wakil Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin kepada Memo X, Senin (10/12/2018).</p>
<p>Pria yang akrab dipanggil Cak Nur ini dalam deklarasi itu diantaranya menjamin, memenuhi, menghargai dan melindungi hak-hak anak. Selain itu,  mendukung partisipasi anak serta anti tindakan kekerasan dalam hal apa pun. Sedangkan yang terakhir adalah anti bullying.</p>
<p>&#8220;Hal ini mendorong anak makin bebas berkreasi dan mengembangkan kemampuannya kepada hal-hal yang bersifaf positif,&#8221; paparnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">67803</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wujudkan Sidoarjo  Sekolah Ramah Anak</title>
		<link>https://memontum.com/wujudkan-sidoarjo-sekolah-ramah-anak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Mar 2018 13:02:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[pemkab sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Ramah Anak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/31439-wujudkan-sidoarjo-sekolah-ramah-anak</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8212; Kenakalan remaja atau kekerasan pada anak kerap dilakukan oleh anak pada masa sekolah dasar atau SMP. Guna mencegah hal tersebut Pemda Sidoarjo melalui Dinas PMD. P3A. KB. memberikan pembinaan di sekolah agar anak mempunyai pamahaman dampak negatif yang akan terjadi bila terjadi kekerasan pada mereka. Sosialisasi dilakukan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8212; Kenakalan remaja atau kekerasan pada anak kerap dilakukan oleh anak pada masa sekolah dasar atau SMP. Guna mencegah hal tersebut Pemda Sidoarjo melalui Dinas PMD. P3A. KB. memberikan pembinaan di sekolah agar anak mempunyai pamahaman dampak negatif yang akan terjadi bila terjadi kekerasan pada mereka.</p>
<p>Sosialisasi dilakukan  bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Polresta Sidoarjo, Kasi PPA. Para  murid diberi pemahaman cara mencegah, menghadapi serta tindakan bila terjadi kekerasan bisa lapor ke P2TP2A atau ke PPA Polresta Sidoarjo.  Tujuanya adalah ,mewujudkan sekolah ramah anak di Sidoarjo.</p>
<p>Kasi Perlindungan Hak Perempuan dan Perlindungan Husus Anak Dinas PMD. P3A, KB Pemkab Sidoarjo , Riznoor.W.A, S.Sos. menyampaikan, jika pihaknya tengah  melaksanakan sosialisasi mencegak kekerasan anak ke sekolah SD dan SMP. Pasalnya  mereka masih mencari jati diri sehingga perlu pemahaman bahaya kekerasan bila terjadi pada diri mereka.</p>
<p>Saat ini secara estavet dilaksanakan di 18 kecamatan yang masing masing 1 sekolah dasar dan 2 SMP, Negeri dan swasta.Isti Nur Malia siswi kelas 7 SMPN 1  Prambon merasa beruntung mengikuti sosialisasi tersebut, &#8221; Saya senang, karena bisa tahu bahaya kekerasan dan mengantisipasinya serta tindakan bila terjadi hal tersebut,&#8221; akunya,</p>
<p>Dengan sosilaisasi ini, kini beban guru BK  semakin ringan, karena  pembekalan itu akan menjadi benteng anak &#8211; anak. Seperti disampaikan oleh Wakasek Kesiswaan SMPN 1 Prambon, Dwi Woro Wilis.</p>
<p> Menurutnya ,  pengetahuan setelah mengikuti sosialisasi pencegahan kekerasan pada anak  terebut akan menjadi rambu- rambu , bahwa berdampak tidak baik bagi teman dan pendidikan bila terjadi kekerasan&#8221;. Ada harapan program ini juga terlaksana saat orientasi siswa baru sehingga menjadi benteng  bagi  mereka,” harapnya.</p>
<p>Hal senada juga terlontar dari kepala SMP 1 Tarik, Suharsono. Dia mengharap program tersebut  tidak hanya berhenti pada anak tapi juga pada orang tua. &#8220;.Pilar pelaksana pendidikan adalah orang tua , sekolah, dan pemerintah. Perlu pemahaman orang tua agar tidak terjadi kekerasan pada anak  sehingga tidak menggangu secara mental saat belajar, “ tutupnya. <strong>(par/yud) </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">31439</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sekolah Ramah Anak  Atasi Kekerasan Terhadap Anak Akibat Penggunaan Teknologi Tidak Tepat</title>
		<link>https://memontum.com/sekolah-ramah-anak-atasi-kekerasan-terhadap-anak-akibat-penggunaan-teknologi-tidak-tepat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Oct 2017 10:30:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[kekerasan anak]]></category>
		<category><![CDATA[pemkab malang]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Ramah Anak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/2497-sekolah-ramah-anak-atasi-kekerasan-terhadap-anak-akibat-penggunaan-teknologi-tidak-tepat</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8212; Pemerintah Kabupaten Malang berkomitmen mengurangi angka Kekerasan terhadap anak di sekolah dengan membentuk sekolah ramah anak. Salah satu pemicu kekerasan terhadap anak di lingkungan sekolah karena pemanfaatan gadget atau tekhnologi yang tidak tepat. Pantjaningsih Sri Redjeki sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Malang, menjelaskan sebagai wujud kepedulian pemerintah kabupaten [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang </strong>&#8212; Pemerintah Kabupaten Malang berkomitmen mengurangi angka Kekerasan terhadap anak di sekolah dengan membentuk  sekolah ramah anak. Salah satu pemicu kekerasan terhadap anak di lingkungan sekolah  karena pemanfaatan gadget atau tekhnologi yang tidak tepat.</p>
<p>Pantjaningsih Sri Redjeki sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Malang, menjelaskan sebagai wujud kepedulian pemerintah kabupaten Malang dalam berkomitmen untuk mewujudkan kabupaten Malang yang layak anak dengan menggarap di dunia  pendidikan.</p>
<p>Melalui Pendidikan bisa menggambarkan bagaimana  angka partisipasi kasar (APK ) dan angka partisipasi murni (APM)  di tingkat pendidikan anak usia dini  (PAUD) , sekolah  dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP)  dan sekolah menengah atas (SMA). Mesikipun SMA di bawah naungan propinsi tapi kabupaten Malang  kewajiban untuk melihat APK  dan APM di kabupaten Malang karena di cluster pendidikan yang menyangkut  pendidikan dasar 12 tahun.</p>
<p>Harapannya di kabupaten Malang ada lembaga yang bisa menyelengarakan pendidikan yang ramah anak melalui  sosialisasi, pemahamam dan penetapan   lembaga di tiap kecamatan menjadi lembaga yang ramah anak bisa terwujud.</p>
<p>Melalui save assessment dan menentukan  komponen komponen sekolah yang  ramah anak. Ada enam indikator kebijakan ramah anak seperti  anti kekerasan, anti nafsah, bebas rokok, anti bully, kurikulum ,tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, sarpras, adalah partisipasi anak dan partisipasi walimurid.</p>
<p>Sosialisasi tentang sekolah ramah anak sudah dilakukan kepada 1160 kepala sekolah SD negeri dan swasta se-kabupaten Malang di Lujon view. Ini sebagai tindaklanjut memberikan pengarahan kepada UPT untuk mensosialisasikan soal sekolah ramah anak.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2497</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
