<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Sekolah Rusak &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/sekolah-rusak/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 05 Oct 2019 04:06:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Sekolah Rusak &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Sekolah Rusak Tak Dapat Bantuan, Warga Ngadu ke DPRD Bangkalan</title>
		<link>https://memontum.com/sekolah-rusak-tak-dapat-bantuan-warga-ngadu-ke-dprd-bangkalan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Aug 2019 14:37:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bangkalan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Bangkalan]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Rusak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/90787-sekolah-rusak-tak-dapat-bantuan-warga-ngadu-ke-dprd-bangkalan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bangkalan &#8211; Kondisi sekolah SDN 1 Gulinep Kecamatan Sepulu saat ini rusak parah. Hampir seluruh kelas mengalami kerusakan. Hal tersebut membuat warga dan perwakilan wali murid mengadu pada kantor DPRD Bangkalan. Audiensi ini disambut langsung oleh ketua komisi D DPRD Bangkalan, Nurhasan dan anggota. Warga juga dihadapkan langsung dengan Kasi Kelembagaan Saranal dan Prasarana, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Bangkalan</strong> &#8211; Kondisi sekolah SDN 1 Gulinep Kecamatan Sepulu saat ini rusak parah. Hampir seluruh kelas mengalami kerusakan. Hal tersebut membuat warga dan perwakilan wali murid mengadu pada kantor DPRD Bangkalan.</p>
<p>Audiensi ini disambut langsung oleh ketua komisi D DPRD Bangkalan, Nurhasan dan anggota. Warga juga dihadapkan langsung dengan Kasi Kelembagaan Saranal dan Prasarana, Disdik Bangkalan, Muhammad Toha.</p>
<p>Warga yang tergabung dalam Koalisi Pemuda dan Mahasiswa Sepulu (KOMPAS) ini mengatakan, seluruh ruang kelas di SDN 1 Gulinep ini rusak parah. Bahkan, plafon atap kelas jatuh dan mengenai kepala salah satu siswa.</p>
<p>&#8220;Kondisinya memprihatikan. Selain ruang kelas yang rusak, kondisi meja kursi juga sudah tidak layak pakai,&#8221; ucap Mukaffi Ketua Kompas.</p>
<p>Dikatakan, pihaknya telah melakukan audiensi kepada kepala sekolah dan pihak sekolah mengaku telah mengajukan bantuan berulang kali namun tak hingga kini tak mendapatkan bantuan dana tersebut. Tak hanya itu, pihaknya juga telah mendatangi kantor korwil namun kepala korwil enggan untuk menemui.</p>
<p>&#8220;Kami sudah audiensi dengan pihak sekolah dan korwil. Namun tak ada hasil, maka kami kesini meminta dewan untuk membantu kami menjembatani pada Disdik dan Alhamdulillah responnya bagus,&#8221; terangnya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Komisi D Nurhasan mengatakan, pihaknya telah melihat kondisi sekolah melalui gambar yang diberikan oleh Kompas. Ia menilai, sekolah tersebut harus menjadi prioritas penerima bantuan pada tahun 2020 mendatang.</p>
<p>&#8220;Kami sudah lihat kondisi sekolahnya sangat memprihatinkan bahkan bisa dikatakan tak layak. Maka kami koordinasi dengan Disdik untuk memprioritaskan sekolah tersebut dan harus mendapat bantuan tahun depan,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Kasi Kelembagaan Sarana dan Prasarana, Disdik Bangkalan, Muhammad Toha juga merespon baik permintaan tersebut. Namun ia juga menjelaskan, sistem penilai penerima bantuan saat ini sudah otomatis. Setiap sekolah bisa mengajukan permohonan bantuan melalui aplikasi yang telah disediakan.</p>
<p>&#8220;Jadi yang saya tangkap dari permasalahan ini, pihak sekolah itu salah input. Harusnya dengan kondisi sekolah yang sudah lengkap 6 kelas, permohonan itu harus rehab bukan pengajuan Ruang Kelas Baru (RKB). Sebab jika dipaksakan pengajuan RKB, aplikasi akan menolak sebab jumlah kelas sudah memenuhi, jadi tahun depan sekolah ini akan kami prioritaskan,&#8221; ungkapnya. <strong>(isn/nhs/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">90787</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Prihatin, SDN Tegal Waru IV Jember Miliki 2 Guru untuk Ratusan Siswa dan 3 Ruang Kelas, PBM Bergantian!</title>
		<link>https://memontum.com/prihatin-sdn-tegal-waru-iv-jember-miliki-2-guru-untuk-ratusan-siswa-dan-3-ruang-kelas-pbm-bergantian</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Jan 2019 12:34:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Rusak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=72583</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tegal Waru IV, yang berada di dusun Ombul Desa tegal waru, Kecamatan Mayang Kabupaten Jember, kondisinya sungguh memprihatinkan. Sekolah ini hanya memiliki 3 Ruang belajar (Rubel), mirisnya lagi Guru pengajar yang ada di Sekolah hanya memiliki dua Guru pengajar yakni Kepala Sekolah dan Guru Olah raga, sehingga proses [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tegal Waru IV, yang berada di dusun Ombul Desa tegal waru, Kecamatan Mayang Kabupaten Jember,  kondisinya sungguh memprihatinkan.</p>
<p>Sekolah ini hanya memiliki 3 Ruang belajar (Rubel), mirisnya lagi Guru pengajar yang ada di Sekolah hanya memiliki dua Guru pengajar yakni Kepala Sekolah dan Guru Olah raga, sehingga proses belajar mengajar tidak maksimal. </p>
<p>Pantauan memontum.com di lokasi, Untuk kelas 2 bergantian dengan kelas 1, untuk kelas 2 masuknya masih menunggu pulangnya kelas I, sedangkan untuk kelas 3 kumpul 4 , sedangkan kelas 5 kumpul dengan kelas 6.</p>
<p>Menurutnya Hasanudin, kekosongan Guru pengajar ini sejak akhir semester I hingga sekarang, pasalnya para guru yang tadinya mengajar disini dikembalikan ke daerahnya masing-masing.</p>
<p> &#8220;Ada yang kembali ke ambulu, wuluhan dan daerah lainnya, &#8221; Katanya saat dikonfirmasi kamis (10/1/2019) di ruang kerjanya. </p>
<p>Untuk mengajar siswa kelas I &#8211; VI sambung Guru olah raga ini, ibu Kepala sekolahpun harus ikut mengajar anak-anak bersama dirinya. </p>
<p>”Melihat kondisi seperti ini hati saya menangis, apalagi ketika menjawab pertanyaan anak-anak, kemana bapak dan ibu guru yang lain, pak? , &#8221; ujar guru olahraga ini.</p>
<p>Diakuinya lembaga pendidikan tempatnya mengajar masih jauh dari kata layak, namun tidak sedikitpun semangat untuk mengajar dan membimbing anak-anak surut. </p>
<p>Dia berharap kepada pihak dinas pendidikan Kabupaten Jember dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) agar memberikan perhatian serius, &#8221; ini demi keberlangsungan ngajar-belajar,&#8221; pungkasnya. <strong>(yud/oso ) </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">72583</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Akibat Atap Ambrol, Anak Didik Harus Belajar di Ruang Perpustakaan</title>
		<link>https://memontum.com/akibat-atap-ambrol-anak-didik-harus-belajar-di-ruang-perpustakaan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Mar 2018 11:25:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Rusak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/32143-akibat-atap-ambrol-anak-didik-harus-belajar-di-ruang-perpustakaan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8212; Atap sekolah SD N 1 Cluring roboh sudah hampir 1 tahun tetapi belum juga ada perbaikan, selama itu juga aktifitas belajar mengajar menjadi sedikit terganggu. Gedung yang atapnya ambrol ada tiga ruang, sudah hampir 1 tahun gedung tersebut dikosongkan karena berbahaya bagi siswa didik. Pihak sekolah sebelumnya pernah memberi garis pada gedung [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8212; Atap sekolah SD N 1 Cluring roboh sudah hampir 1 tahun tetapi belum juga ada perbaikan, selama itu juga aktifitas belajar mengajar menjadi sedikit terganggu. Gedung yang atapnya ambrol ada tiga ruang, sudah hampir 1 tahun gedung tersebut dikosongkan karena berbahaya bagi siswa didik.</p>
<p>Pihak sekolah sebelumnya pernah memberi garis pada gedung yang atapnya roboh, agar siswa didik tidak mendekat atau bermain-main, namun tetap saja ada yang masih saja bermain ditempat itu.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG-20180318-WA0095-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-32145" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG-20180318-WA0095-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG-20180318-WA0095-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG-20180318-WA0095-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG-20180318-WA0095-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Seperti yang dijelaskan oleh Kepala Sekolah Dra.H.Isnainiwati,&#8221; tempo lalu kita sudah beri tanda dengan tali plastik, agar anak-anak menjauh dan tidak main diarea situ, tapi masih saja ada yang bandel, saya takut jika ada yang tertimpa,&#8221; jelasnya.</p>
<p>H Isnainiwati menambahkan setelah tiga gedung sudah tidak difungsikan, anak kelas 3,4 dan 5 harus belajar di 4 gedung dengan cara digabungkan, harusnya 3 gedung, menjadi 2 gedung.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG-20180318-WA0094-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-32144" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG-20180318-WA0094-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG-20180318-WA0094-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG-20180318-WA0094-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG-20180318-WA0094-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Setelah gedung tidak difungsikan belajar mengajar tetap berjalan namun kelas 3 dijadikan 2 ruang yang harusnya 3 ruang, kelas 4 dijadikan 2 ruang harusnya 3 ruang dan kelas 5 di taruh di gedung Perpustakaan, ini sudah berjalan kurang lebih 6 bulan, &#8221; terang Kepala sekolah.</p>
<p>&#8220;Harapan Kami agar pengajuan kita terealisasi, sebelumnya kita sudah ajukan ke Dinas dan pihaknya sudah cek lokasi saat itu, tetapi sampai saat ini belum ada kabar pasti,&#8221; tambahnya. Gedung tersebut terakhir diperbaiki tahun 2012 dan pada tahun 2017 sudah banyak yang rapuh, sampai terjadi ambrol.<strong> (ron/nay)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">32143</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Atap Kelas Ambruk, 5 Murid SDN II Wage Tertimpa hingga Terluka</title>
		<link>https://memontum.com/atap-kelas-ambruk-5-murid-sdn-ii-wage-tertimpa-hingga-terluka</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Feb 2018 15:56:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Rusak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/28000-atap-kelas-ambruk-5-murid-sdn-ii-wage-tertimpa-hingga-terluka</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8212; Sedikitnya 5 siswa kelas III D SDN II Wage, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo terpaksa tidak masuk sekolah. Hal ini disebabkan kelima siswa ini mengalami luka cukup serius di bagian kepalanya lantaran tertimpa atap bangunan sekolah yang ambruk saat proses belajar mengajar, Rabu (21/02/2018) sore kemarin. Beruntung saat tertimpa plafon bangunan atap sekolah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8212; Sedikitnya 5 siswa kelas III D SDN II Wage, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo terpaksa tidak masuk sekolah. Hal ini disebabkan kelima siswa ini mengalami luka cukup serius di bagian kepalanya lantaran tertimpa atap bangunan sekolah yang ambruk saat proses belajar mengajar, Rabu (21/02/2018) sore kemarin. Beruntung saat tertimpa plafon bangunan atap sekolah itu, para siswa ini langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan dari tim medis.</p>
<div id="attachment_11056" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-11056" decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/IMG-20180222-WA0099-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="AMBRUK: Bangunan atap SDN II Wage, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo ambruk dan menimpa 5 siswa kelas III yang sedang sibuk belajar di ruang kelas, Kamis (22/2/2018)" width="650" height="366" class="size-full wp-image-28001" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/IMG-20180222-WA0099-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/IMG-20180222-WA0099-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/IMG-20180222-WA0099-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/IMG-20180222-WA0099-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-11056" class="wp-caption-text"><em><strong>AMBRUK:</strong> Bangunan atap SDN II Wage, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo ambruk dan menimpa 5 siswa kelas III yang sedang sibuk belajar di ruang kelas, Kamis (22/2/2018)</em></p></div>
<p>&#8220;Kejadiannya bersamaan hujan deras yang mengguyur wilayah Sidoarjo dan  Taman sekitar pukul 15.00 kemarin. Karena disertai angin kencang membuat atap salah satu atap bangunan sekolah ambruk dam menimpa siswa yang sedang belajar di kelas,&#8221; terang Kepala SDN Wage II, Kecamatan Taman, Yulita, Kamis (22/02/2018). Beruntung, lanjut Yulita kelima siswa yang tertimpa atap dan plafon saat mengikuti proses belajar segera dilarikan ke rumah sakit. Sehingga lukanya bisa langsung diobati.</p>
<p>&#8220;Atap ambrol karena hujan deras disertai angin kencang seperti puting beliung, berputar-putar di atas atap kelas. Karena angin cukup kencang, atap bangunan sekolah langsung ambruk menimpa siswa kelas III D yang sedang belajar,&#8221; imbuhnya. Kendati bangunan atap ambruk, perbaikannya masih menunggu waktu. Hal ini disebabkan menunggu anggaran perbaikannya. &#8220;Saat ini siswa yang tertimpa atap diliburkan. Siswa lainnya yang masuk sekolah diajak gotong royong kerja bakti membersihkan bangunan atap yang ambrol bersama siswa dan para guru,&#8221; pungkasnya. <strong>(wan/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">28000</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gara-gara Longsor, Siswa MIN Gedog Terpaksa Belajar di Halaman Sekolah</title>
		<link>https://memontum.com/gara-gara-longsor-siswa-min-gedog-terpaksa-belajar-di-halaman-sekolah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Feb 2018 14:43:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Rusak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/24897-gara-gara-longsor-siswa-min-gedog-terpaksa-belajar-di-halaman-sekolah</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Blitar &#8212; Ruangan kelas IV MIN Gedog Kecamatan Sananwetan Kota Blitar terdampak longsor plengsengan kali Ngegong (tepatnya di belakang ruang kelas.red). Akibat kejadian tersebut siswa kelas IV MI terpaksa melakukan kegiatan belajar di halaman sekolah. Plengsengan di belakang ruang kelas IV setinggi kurang lebih 15 meter tersebut longsor pada Minggu (04/02/2018) setelah hujan deras [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Blitar</strong> &#8212; Ruangan kelas IV MIN Gedog Kecamatan Sananwetan Kota Blitar terdampak longsor plengsengan kali Ngegong (tepatnya di belakang ruang kelas.red). Akibat kejadian tersebut siswa kelas IV MI terpaksa melakukan kegiatan belajar di halaman sekolah.</p>
<p>Plengsengan di belakang ruang kelas IV setinggi kurang lebih 15 meter tersebut longsor pada Minggu (04/02/2018) setelah  hujan deras mengguyur wilayah Kota Blitar. Namun saat itu  dampak longsor belum sampai ke ruang kelas IV.  Kemudian pada Senin (5/2/2018), siswa kelas IV berteriak longsor-longsor dan mereka langsung lari keluar. </p>
<p>“Saat kami cek ternyata longsor semakin dekat ruang kelas dan tembok kelas sudah retak-retak. Bahkan sebagian pondasi kelas ikut ambrol terbawa longsor&#8221;, kata jelas Kepala Sekolah Min Gedog, Nanik Dwiyani, Selasa (6/2/2018). Seluruh siswa terpaksa dipindahkan kegiatan belajar mengajarnya di luar ruangan. Karena dikhawatirkan dampak longsor akan semakin parah dan membahayakan siswa. Pihak sekolah juga berencana akan memindah kegiatan belajar siswa kelas III. Sementara siswa kelas IV akan menggunakan ruangan siswa kelas III. </p>
<p>&#8220;Siswa kelas III rencananya akan kami relokasi sementara ke TPQ di Jalan Dieng. Sedangkan ruang kelas III digunakan untuk kelas IV&#8221;, tandasnya. Namun menurut Nanik, pemindahan kegiatan belajar tersebut baru akan dilakukan Senin mendatang. Karena kondisi tempat relokasi masih harus dibersihkan dahulu. </p>
<p>&#8220;Saat ini tempat relokasi masih kita bersihkan, nanti Senin depan baru bisa digunakan,&#8221; pungkas Nanik. <strong>(an/jar/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">24897</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
