<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>selatan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/selatan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 13 May 2026 15:05:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>selatan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kota Malang Siap Setor 500 Ton Sampah ke PSEL, Pengangkutan Diprioritaskan dari Wilayah Selatan</title>
		<link>https://memontum.com/kota-malang-siap-setor-500-ton-sampah-ke-psel-pengangkutan-diprioritaskan-dari-wilayah-selatan</link>
					<comments>https://memontum.com/kota-malang-siap-setor-500-ton-sampah-ke-psel-pengangkutan-diprioritaskan-dari-wilayah-selatan#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 May 2026 10:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[diprioritaskan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pengangkutan]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[selatan]]></category>
		<category><![CDATA[wilayah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232393</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang tengah menyiapkan skema teknis distribusi sampah sebagai bagian dari rencana pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kabupaten Malang. Dalam konsep aglomerasi Malang Raya itu, Kota Malang direncanakan menyuplai sekitar 500 ton sampah per hari ke fasilitas tersebut. Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang tengah menyiapkan skema teknis distribusi sampah sebagai bagian dari rencana pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kabupaten Malang. Dalam konsep aglomerasi Malang Raya itu, Kota Malang direncanakan menyuplai sekitar 500 ton sampah per hari ke fasilitas tersebut.</p>



<p>Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran, mengatakan bahwa fasilitas PSEL yang direncanakan dibangun di Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, itu nantinya dalam pengiriman sampah akan diprioritaskan dari wilayah selatan Kota Malang agar distribusi lebih efisien. “Kami utamakan sampah dari Kecamatan Kedungkandang dan Sukun. Lokasinya relatif dekat, sekitar tiga kilometer dari perbatasan Kota Malang, sehingga masih cukup terjangkau secara operasional,” ujar Raymond, Rabu (13/05/2026) tadi.</p>



<p>Apabila PSEL telah beroperasi, ujarnya, maka mekanisme pengelolaan sampah di Kota Malang akan mengalami perubahan. Sampah dari sejumlah wilayah tidak lagi seluruhnya diarahkan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA), melainkan langsung diangkut ke fasilitas PSEL di Bululawang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Proyeksi volume sampah dari dua kecamatan 500 ton sampah per hari sesuai kebutuhan fasilitas regional. Namun, pembangunan PSEL diperkirakan baru dapat terealisasi pada periode 2028 hingga 2029,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sambil menunggu realisasi proyek nasional tersebut, Pemkot Malang justru tengah mengupayakan program Local Service Delivery Improvement Program (LSDP) sebagai solusi jangka menengah pengolahan sampah. Program yang diinisiasi Kementerian Dalam Negeri itu dirancang mampu mengolah sekitar 100 hingga 150 ton sampah per hari dan akan memanfaatkan lahan yang telah tersedia di kawasan TPA Supit Urang.</p>



<p>“Secara prinsip wali kota dan ketua DPRD sudah menyetujui bahwa ketika LSDP dibangun, operasionalnya harus disiapkan pemerintah daerah. Kebutuhan anggaran operasional diperkirakan mencapai sekitar Rp 15 miliar per tahun,&#8221; imbuh Raymond. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/kota-malang-siap-setor-500-ton-sampah-ke-psel-pengangkutan-diprioritaskan-dari-wilayah-selatan/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232393</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Evaluasi Penataan Lalin Jalan Merdeka Selatan, Dishub Kota Malang Tak Tutup Permanen saat Ramadan</title>
		<link>https://memontum.com/evaluasi-penataan-lalin-jalan-merdeka-selatan-dishub-kota-malang-tak-tutup-permanen-saat-ramadan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Mar 2026 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dishub]]></category>
		<category><![CDATA[evaluasi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[penataan]]></category>
		<category><![CDATA[permanen]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[selatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230679</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang terus melakukan evaluasi penataan lalu lintas (Lalin) yang ada di Jalan Merdeka Selatan bersama dengan Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ), Selasa (03/03/2026) tadi. Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menyampaikan bahwa hasil uji coba selama dua hari dalam dua [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang terus melakukan evaluasi penataan lalu lintas (Lalin) yang ada di Jalan Merdeka Selatan bersama dengan Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ), Selasa (03/03/2026) tadi.</p>



<p>Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menyampaikan bahwa hasil uji coba selama dua hari dalam dua pekan terakhir, khususnya pada hari Sabtu, menyimpulkan tidak ada penutupan permanen di ruas tersebut. “Penataan arus Lalin tetap menggunakan badan jalan yang ada. Artinya, tidak dilakukan penutupan Jalan Merdeka Selatan,” ujar Jaya-sapaannya.</p>



<p>Dalam skema yang diterapkan saat ini, arus lalu lintas tetap dibuka. Pengalihan hanya bersifat situasional, terutama ketika dilakukan pemindahan titik parkir dari sisi selatan ke utara sesuai rencana penataan. Untuk penempatan PKL tetap berada di sisi utara atau merapat ke kawasan Alun-Alun. Sementara parkir kendaraan ditempatkan di depan Kantor Pos.</p>



<p>&#8220;Salah satu usulannya, supaya bisa lebih rapi dan lebih nyaman diupayakan PKL-nya itu menghadap ke selatan atau menghadap ke Kantor Pos dan trotoar. Dengan begitu pembeli dapat memanfaatkan trotoar. Namun, penataan ini sifatnya dinamis. Bisa saja suatu saat dilakukan penutupan sementara apabila kondisi sangat padat,” jelasnya.</p>



<p>Berdasarkan hasil evaluasi, dampak dari uji coba pertama dan kedua yaitu volume lalu lintas di Jalan Merdeka Selatan menurun 10 persen. Sebaliknya, di ruas Jalan S.W. Pranoto dan Sutan Syahrir mengalami kenaikan volume hingga 15 persen dengan tingkat pelayanan (level of service) C. Kemudian, indeks parkir di Jalan Merdeka Selatan mencapai 120 persen atau melebihi kapasitas satuan ruang parkir (SRP), meski kapasitas telah ditambah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Sejumlah faktor turut memicu tundaan dan hambatan lalu lintas, di antaranya tingginya aktivitas penyeberang jalan menuju kawasan Alun-Alun, keluar-masuk kendaraan parkir serta drop penumpang di kawasan Kantor Pos dan Hotel Pelangi, lalu aktivitas truk Kantor Pos pada pukul 16.30–19.30 WIB dan akses kendaraan darurat seperti ambulans dan mobil pemadam kebakaran,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Sehingga, Dishub menilai skema tersebut masih memungkinkan diterapkan saat Ramadan dan pasca-Lebaran, mengingat lonjakan kunjungan ke kawasan Alun-Alun dan Kayutangan diprediksi meningkat signifikan.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Diskopindag Kota Malang, Luh Putu Eka, mengakui penataan PKL di kawasan tersebut belum berjalan maksimal. “Penataan yang kami lakukan bukan menambah pedagang baru, tetapi menata yang sudah ada di Merdeka Selatan,” ucap Eka-sapaannya.</p>



<p>Tercatat, ada 38 pedagang yang ditata, dengan komoditas beragam, mulai dari makanan ringan hingga mainan. Seluruh PKL dipastikan berdomisili di Kota Malang dan wajib menunjukkan KTP asli. Ke depan, jika kebijakan itu dilanjutkan, penataan akan diperketat, termasuk larangan penggunaan trotoar sebagai area berdagang. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230679</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Relokasi PKL Alun-Alun ke Jalan Merdeka Selatan, Pemkot Malang Siapkan Sistem Shift dan Pembatasan</title>
		<link>https://memontum.com/relokasi-pkl-alun-alun-ke-jalan-merdeka-selatan-pemkot-malang-siapkan-sistem-shift-dan-pembatasan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Feb 2026 10:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ALun-alun]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[pembatasan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[relokasi]]></category>
		<category><![CDATA[selatan]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<category><![CDATA[sistem]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230369</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang menggelar rapat Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) terkait Manajamen Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Merdeka Selatan, Jumat (20/02/2026) tadi. Salah satu agenda utama rapat itu, adalah penataan pedagang kaki lima (PKL) dan parkir dari kawasan Alun-Alun saat Ramadan dan Idul Fitri. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang menggelar rapat Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) terkait Manajamen Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Merdeka Selatan, Jumat (20/02/2026) tadi. Salah satu agenda utama rapat itu, adalah penataan pedagang kaki lima (PKL) dan parkir dari kawasan Alun-Alun saat Ramadan dan Idul Fitri.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa di lokasi tersebut akan dimanfaatkan sebagai solusi sementara, agar PKL tidak lagi berjualan di trotoar. “Selama ini mereka banyak di trotoar. Kita harapkan, nanti tidak lagi di sana, tetapi diatur di jalan ini dengan waktu tertentu,” ujar Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Menurutnya, penataan dilakukan dengan sistem shift atau bergiliran antar pedagang, mengingat jumlah PKL cukup banyak. Skema ini, diharapkan tetap memberi kesempatan seluruh pedagang mencari rezeki, khususnya pada momentum Ramadan hingga Lebaran.</p>



<p>“PKLnya kita bagi berdasarkan shift. Hari ini siapa dan hari ini siapa. Daripada mereka tidak punya tempat dan terus ditertibkan, lebih baik kita atur,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain dinilai strategis karena sangat dekat dengan Alun-Alun, Pemkot Malang juga membuka kemungkinan perluasan area jika kapasitas tidak mencukupi. Salah satu opsi, adalah memanfaatkan ruas menuju Jalan Mgr Sugiyopranoto, terutama untuk kantong parkir.</p>



<p>&#8220;Kebijakan ini tidak diambil sepihak, melainkan melalui pembahasan bersama dengan melibatkan semua stakeholder, termasuk Forkopimda dan akademisi, agar solusi yang dihasilkan komprehensif dan tidak menimbulkan persoalan baru,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Penataan itu, lanjutnya, bersifat sementara dengan jam operasional terbatas. Setelah waktu berjualan selesai, kawasan harus kembali bersih dan dapat difungsikan normal sebagai jalan umum pada pagi hari. Terkait jadwal operasional, Pemkot Malang masih menunggu hasil kajian lalu lintas, termasuk volume kendaraan harian (LHR).</p>



<p>&#8220;Jika seluruh pihak menyetujui, penataan PKL di Jalan Merdeka Selatan bisa segera diberlakukan dalam waktu dekat. Bisa besok atau lusa, tergantung hasilnya,” imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230369</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkot Malang Uji Coba Penataan PKL Alun-Alun Merdeka ke Jalan Merdeka Selatan</title>
		<link>https://memontum.com/pemkot-malang-uji-coba-penataan-pkl-alun-alun-merdeka-ke-jalan-merdeka-selatan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Feb 2026 07:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ALun-alun]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[penataan]]></category>
		<category><![CDATA[selatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230258</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berencana menempatkan Pedagang Kaki Lima (PKL) di sekitar Alun-Alun Merdeka ke kawasan Jalan Merdeka Selatan. Perencanaan itu, masih akan melalui pembahasan dan uji coba bersama Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ). Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa relokasi itu dilakukan agar aktivitas ekonomi tetap berjalan, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berencana menempatkan Pedagang Kaki Lima (PKL) di sekitar Alun-Alun Merdeka ke kawasan Jalan Merdeka Selatan. Perencanaan itu, masih akan melalui pembahasan dan uji coba bersama Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ).</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa relokasi itu dilakukan agar aktivitas ekonomi tetap berjalan, tanpa mengganggu fungsi ruang publik dan arus lalu lintas di pusat kota. “Ini nanti kami akan uji coba di hari libur, kemungkinan setiap malam Minggu atau akhir pekan. Jam operasional sekitar pukul 18.00 WIB sampai 21.00 WIB atau 22.00 WIB,” ujar Wali Kota Wahyu, Senin (16/02/2026) tadi.</p>



<p>Dirinya juga menegaskan, setelah waktu berjualan berakhir, area tersebut harus kembali bersih seperti semula. “PKL juga harus mendapatkan dampak positif dari keberadaan alun-alun, tetapi setelah itu harus beres semua,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Menurutnya, lokasi di depan Kantor Pos Malang hingga sekitar KPPN berpotensi disterilkan khusus untuk PKL, sementara kendaraan akan diarahkan melalui jalur alternatif. Arus kendaraan dari arah timur, tepatnya dari depan Pendopo Kabupaten Malang menuju Talun, rencananya tetap dapat melaju lurus.</p>



<p>&#8220;Sedangkan kendaraan dari arah utara yang hendak menuju kawasan yang sama bisa melalui depan Masjid Jami&#8217; Malang sebelum berbelok ke kanan. Namun, rencana penataan ini masih menunggu rekomendasi Forum LLAJ yang terdiri dari unsur pemerintah, akademisi, organisasi angkutan darat, hingga perwakilan masyarakat,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Apabila disetujui, nantinya akan dilakukan uji coba terlebih dahulu sebelum diterapkan secara permanen. &#8220;Kalau memang nanti baik, nanti kami akan tambah harinya juga. Mungkin setiap Jumat, Sabtu, Minggu. Termasuk juga harus kami hitung multiplier effectnya seperti apa,&#8221; imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230258</post-id>	</item>
		<item>
		<title>PT Gudang Garam Tbk Persembahkan &#8216;Samudra Kasetya: Janji Abadi di Laut Selatan&#8217; di Dhoho Night Carnival 2025</title>
		<link>https://memontum.com/pt-gudang-garam-tbk-persembahkan-samudra-kasetya-janji-abadi-di-laut-selatan-di-dhoho-night-carnival-2025</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Nov 2025 14:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[‘samudra]]></category>
		<category><![CDATA[carnival]]></category>
		<category><![CDATA[Gudang]]></category>
		<category><![CDATA[kasetya:]]></category>
		<category><![CDATA[persembahkan]]></category>
		<category><![CDATA[selatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227755</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri kembali menggelar Dhoho Night Carnival (DNC) dengan mengusung tema &#8216;Glow Green 2025&#8217;, Sabtu (15/11/2025) tadi. Event tahunan ini, menghadirkan parade kostum spektakuler yang penuh warna dalam nuansa hijau ramah lingkungan. Sementara salah satu pertunjukan yang poling ditunggu masyarakat, adalah kontingen dari PT Gudang Garam Tbk, yang dalam semangat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri kembali menggelar Dhoho Night Carnival (DNC) dengan mengusung tema &#8216;Glow Green 2025&#8217;, Sabtu (15/11/2025) tadi. Event tahunan ini, menghadirkan parade kostum spektakuler yang penuh warna dalam nuansa hijau ramah lingkungan.</p>



<p>Sementara salah satu pertunjukan yang poling ditunggu masyarakat, adalah kontingen dari PT Gudang Garam Tbk, yang dalam semangat &#8216;Glow Green&#8217;, menekankan keharmonisan antara manusia dan alam. PT Gudang Garam Tbk menghadirkan karya spektakuler berjudul &#8216;Samudra Kasetya: Janji Abadi di Laut Selatan&#8217;.</p>



<p>Makna Kasetya dalam Bahasa Jawa, berarti kesetiaan, menggambarkan ikatan spiritual abadi antara Panembahan Senopati dan Nyi Roro Kidul, Sang Ratu Laut Selatan. Kisah ini, menjadi suguhan utama Dhoho Night Carnival 2025, yang memadukan keindahan visual, kekuatan musik tradisional dan filosofi Budaya Jawa dalam kemasan modern dan ramah lingkungan.</p>



<p>Gemerlap lampu hijau, pantulan cahaya laut dan aroma dupa menghiasi langit Kediri. Penonton pun diajak menyelami perjalanan spiritual Panembahan Senopati, seorang raja muda yang mencari restu alam semesta untuk mendirikan Kerajaan Mataram. Pencarian itu membawanya pada pertemuan takdir dengan Nyi Roro Kidul, dalam kisah cinta, kesetiaan dan kekuasaan yang melampaui batas dunia.</p>



<p>Kepala Bidang Humas PT Gudang Garam Tbk, Iwhan Tri Cahyono, mengatakan bahwa keikutsertaan dalam karnaval ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam melestarikan budaya dan mempromosikan pesan keberlanjutan lingkungan yang sejalan dengan tema &#8216;Glow Green 2025&#8217;. &#8220;Melalui tema Samudra Kasetya, kami ingin menghadirkan keindahan legenda Nusantara yang bukan hanya menampilkan visual memukau, tetapi juga menyampaikan pesan harmoni antara manusia, alam dan spiritualitas,&#8221; ujar Iwhan.</p>



<p>Pertunjukan dibuka dengan adegan semedi Panembahan Senopati, di bawah cahaya purnama. Kabut lembut menyelimuti panggung, diiringi suara ombak dan gamelan yang mendayu.</p>



<p>Dalam kesunyian malam, muncul sosok Nyi Roro Kidul berbalut busana hijau zamrud yang berkilau lembut, simbol dari kekuatan alam laut yang suci. Selanjutnya, mengajak Senopati menembus gerbang samudra menuju istana bawah laut, dalam adegan yang penuh efek cahaya hijau dan biru toska yang memukau.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Di sanalah terjadi pernikahan spiritual, sebuah penyatuan dua dunia yang melahirkan keseimbangan antara darat dan laut. Dalam momen sakral itu, Nyi Roro Kidul berpesan, “Kekuatan sejati bukan dari pedang, melainkan dari keseimbangan antara darat dan laut”.</p>



<p>Nuansa mistik diperkuat dengan pancaran cahaya keemasan dan permainan bayangan di atas panggung, menjadi suguhan nan menarik. Para penari Bedhaya Ketawang tampil anggun, sembilan sosok menari dalam harmoni, sementara bayangan samar kehadiran &#8216;penari kesepuluh&#8217; muncul di tengah mereka. Inilah simbol kehadiran gaib sang Ratu Laut.</p>



<p>Adegan berikutnya, menggambarkan kejayaan Mataram. Ki Juru Martani, sang penasihat bijak, menyebarkan kabar bahwa Panembahan Senopati telah memperoleh restu dari langit dan laut. Sorak rakyat menggema, mengiringi kehadiran pasukan kerajaan yang berbaris gagah dengan panji-panji kebesaran.</p>



<p>Pementasan diakhiri dengan adegan yang lembut dan puitis. Panembahan Senopati berdiri di tepi pantai, menatap ombak berkilau di bawah sinar bulan. Suara lembut Nyi Roro Kidul terdengar di antara debur ombak dan berbisik, “Selama engkau menepati janji, laut akan selalu bersahabat denganmu&#8221;.</p>



<p>Gelombang hijau berpendar di kejauhan, menandai kehadiran sang Ratu Laut yang tak kasat mata. Adegan ini, menutup pertunjukan dengan pesan ekologis yang kuat: menjaga keseimbangan antara manusia dan alam adalah bentuk kesetiaan tertinggi.</p>



<p>Seluruh elemen visual dalam pementasan digarap dengan detail. Laut Selatan dihadirkan lewat permainan kabut dan efek cahaya biru kehijauan yang berkilau lembut. Istana bawah laut bersinar dengan warna toska dan emas, sementara busana para pemain dirancang dari bahan ramah lingkungan dengan detail yang merepresentasikan kekuatan spiritual dan keseimbangan alam.</p>



<p>Panembahan Senopati tampil gagah dengan busana hitam keemasan, sedangkan Nyi Roro Kidul memukau dengan gaun hijau panjang bertabur mutiara. Nuansa hijau &#8216;Glow Green&#8217; terasa kuat di seluruh tata panggung, dari pencahayaan, efek visual, hingga ornamen kostum, menciptakan harmoni antara legenda dan tema pelestarian alam.</p>



<p>Dhoho Night Carnival 2025 bukan sekadar parade budaya, melainkan panggung kolaborasi antara tradisi, seni, dan kepedulian terhadap lingkungan. Melalui kisah &#8216;Samudra Kasetya&#8217;, PT Gudang Garam Tbk dan Pemerintah Kota Kediri berharap generasi muda terus terinspirasi untuk menjaga warisan budaya dan menumbuhkan kesadaran pentingnya hidup selaras dengan alam. <strong>(pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227755</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tim SAR Gabungan Intensifkan Pencarian di Sektor Selatan, Dua Jenazah Ditemukan di Selat Bali</title>
		<link>https://memontum.com/tim-sar-gabungan-intensifkan-pencarian-di-sektor-selatan-dua-jenazah-ditemukan-di-selat-bali</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Jul 2025 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[gabungan]]></category>
		<category><![CDATA[intensifkan]]></category>
		<category><![CDATA[jenazah]]></category>
		<category><![CDATA[pencarian]]></category>
		<category><![CDATA[sektor]]></category>
		<category><![CDATA[selatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223768</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Tim SAR gabungan kembali menemukan dua jenazah yang diduga korban dari musibah tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di perairan Selat Bali. Kedua jenazah ini, ditemukan di perairan Selat Tanjung Anjir Sembulungan, Kabupaten Banyuwangi, Selasa (08/07/2025) tadi. SMC Operasi SAR KMP Tunu Pratama Jaya, E Eko Suyatno, dalam jumpa pers dengan media mengatakan, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Tim SAR gabungan kembali menemukan dua jenazah yang diduga korban dari musibah tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di perairan Selat Bali. Kedua jenazah ini, ditemukan di perairan Selat Tanjung Anjir Sembulungan, Kabupaten Banyuwangi, Selasa (08/07/2025) tadi.</p>



<p>SMC Operasi SAR KMP Tunu Pratama Jaya, E Eko Suyatno, dalam jumpa pers dengan media mengatakan, jenazah pertama ditemukan oleh nelayan sekitar pukul 01.24. Penemuan ini kemudian ditindaklanjuti oleh Tim SAR gabungan dengan mengerahkan SRU untuk evakuasi.</p>



<p>Jenazah pertama yang ditemukan ini diduga berjenis kelamin laki-laki, memiliki ciri-ciri fisik, yaitu memakai kaos lengan pendek warna hitam dan celana pendek warna hitam. &#8220;Tim SAR gabungan baru bisa mengevakuasi jenazah ini sekitar pukul 03.30. Hal ini dikarenakan proses evakuasi dilakukan dalam kondisi gelap pada dini hari, gelombang yang cukup tinggi dan kuatnya arus di perairan selatan,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Tim SAR gabungan kembali mendapatkan informasi sekitar pukul 05.30, bahwa ditemukan satu jenazah lagi di sekitar perairan Selat Tanjung Anjir Sembulungan. Proses evakuasi kemudian dilakukan dengan menggunakan perahu karet dari Basarnas dan Satpolairud.</p>



<p>&#8220;Jenazah kedua berhasil dievakuasi ke darat sekitar pukul 06.20. Jenazah kedua yang ditemukan ini juga diduga berjenis kelamin laki-laki, memiliki ciri-ciri memakai baju lengan pendek dan celana pendek,&#8221; jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kedua jenazah ini, dievakuasi ke darat melalui Pelabuhan Perikanan Muncar. Selanjutnya, dibawa ke RSUD Blambangan guna diidentifikasi oleh tim DVI Siddokkes Polresta Banyuwangi &#8211; Biddokkes Polda Jatim.</p>



<p>Eko Suyatno menjelaskan, Tim SAR gabungan kembali akan memfokuskan upaya pencarian di permukaan air di wilayah perairan selatan Selat Bali, dengan mengerahkan sejumlah Alut laut dengan luas area penyisiran hingga 25 mil laut. &#8220;Jika kondisi cuaca baik, SRU udara akan melaksanakan pergerakan pencarian di area yang telah ditentukan. Sementara itu SRU darat yang ada di sisi Banyuwangi, akan tetap melaksanakan pemantauan dan penyisiran di sepanjang garis pantai, dari Bangsring hingga Pancer,&#8221; urainya.</p>



<p>Dalam kesempatan konferensi pers tersebut, Panglima Koarmada II menyampaikan perkembangan yang didapatkan dari upaya deteksi bawah air yang telah dilakukan. Ditemukan tujuh referensi tanda-tanda fisik yang identik dengan KMP Tunu Pratama Jaya. Langkah selanjutnya yang dilakukan, yaitu menurunkan Remotely Operated Vehicle (ROV) dari KRI Spica 934 setelah Tim Pushidrosal melakukan pendeteksian dengan side scan sonar.</p>



<p>Kendala yang dihadapi Tim SAR gabungan saat melakukan pencarian, yaitu kondisi cuaca perairan Selat Bali. Dimana menurut data BMKG, cuaca berawan tebal, kecepatan angin berkisar diantara 4 &#8211; 25 knots, ketinggian gelombang maksimal di kisaran 2,5 – 3,5 meter, visibility 7 km, serta kecepatan arus permukaan 2,4 m/s.</p>



<p>Adapun unsur SAR yang terlibat dalam operasi SAR hari keenam pencarian ini, diantaranya dari Kantor Pusat Basarnas, Kantor SAR Surabaya, Kantor SAR Denpasar, Koarmada II, Wing Udara 2 Puspenerbal, Pushudrosal, Lanal Banyuwangi, Lanal Gilimanuk, Baharkam Polri, Ditpolairud Polda Jatim, Polres Banyuwangi, Satpolairud Polres Banyuwangi, Satpolairud Polda Bali, Satbrimob.</p>



<p>Selain itu juga KPLP, BSG, KSOP Banyuwangi, ASDP Ketapang, BMKG, Syahbandar Gilimanuk, KPLP Gilimanuk, Kodim 0825 Banyuwangi, Koramil Banyuwangi Kota, KP3 Banyuwangi, BPTD Gilimanuk, BPBD Provinsi Jatim, BPBD Kabupaten Banyuwangi, Damkar, Tagana, BKK Banyuwangi, SAR MTA, SAR OPA Unej, Besromben Indonesia, nelayan sekitar dan sejumlah organisasi potensi SAR lainnya. <strong>(hms/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223768</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Paralayang dan Pantai Modangan, Paket Keindahan Alam Eksotis di Malang Selatan</title>
		<link>https://memontum.com/paralayang-dan-pantai-modangan-paket-keindahan-alam-eksotis-di-malang-selatan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 May 2025 12:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[eksotis]]></category>
		<category><![CDATA[keindahan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[modangan,]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai]]></category>
		<category><![CDATA[Paralayang]]></category>
		<category><![CDATA[selatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222523</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Hallo, sobat wisata. Tahu nggak, bahwa destinasi wisata di Kabupaten Malang, seolah tidak ada habisnya. Selain nuansa pegunungan dan hamparan luas pesona nan hijau berikut udara segarnya, destinasi wisata lain yang perlu dicoba adalah Paralayang Modangan dan Pantai Modangan. Paket destinasi wisata yang menghadirkan dua sensasi sekaligus ini, sudah barang tentu akan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Hallo, sobat wisata. Tahu nggak, bahwa destinasi wisata di Kabupaten Malang, seolah tidak ada habisnya. Selain nuansa pegunungan dan hamparan luas pesona nan hijau berikut udara segarnya, destinasi wisata lain yang perlu dicoba adalah Paralayang Modangan dan Pantai Modangan.</p>



<p>Paket destinasi wisata yang menghadirkan dua sensasi sekaligus ini, sudah barang tentu akan menghadirkan suasana yang jauh lebih lengkap. Destinasi yang sangat menarik ini, bisa sobat wisata kunjungi di Dusun Kalitekuk, Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang.</p>



<p>Untuk memudahkan sobat wisata, rute yang salah satunya bisa menjadi patokan selain menggunakan google maps, yaitu jika perjalanan ditempuh dari Bandara Abdurrahman Saleh, maka dibutuhkan waktu sekitar 175 menit, karena jaraknya yang sekitar 83 kilometer. Sementara jika dari Terminal Arjosari, maka durasi waktu yang dibutuhkan dikisaran 166 menit atau berjarak sekitar 80 kilometer. Sebaliknya, bila sobat wisata hendak menempuh dari Stasiun Kota Baru, maka dibutuhkan waktu sekitar 146 menit atau berjarak sekitar 72 kilometer. Yang pasti, meskipun durasi yang dibutuhkan cukup panjang, namun perjalanan sobat wisata akan terobati tatkala sampai di lokasi wisata yang dikelola pemerintah Desa Sumberoto itu.</p>



<p>Karena selain memiliki daya tarik dengan keindahan alamnya, lokasi yang memadukan keindahan pantai dengan perbukitan yang eksotis, ini layak untuk dikunjungi. Pantai Modangan sendiri, menghadirkan sensasi yang berbeda tatkala dikunjungi secara langsung. Selain hamparan pasir dengan debur ombak, pemandangan di sore hari saat matahari terbenam, akan tampak indah jika dilihat dari Pantai Modangan. Jika beruntung, warna langit akan nampak berbeda ketika matahari hendak menyembunyikan sang fajar.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p></p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="600" height="404" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2025/05/Paralayang-dan-Pantai-Modangan-Paket-Keindahan-Alam-Eksotis-di-Malang-Selatan-2.jpg?resize=600%2C404&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-222525" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2025/05/Paralayang-dan-Pantai-Modangan-Paket-Keindahan-Alam-Eksotis-di-Malang-Selatan-2.jpg?w=600&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2025/05/Paralayang-dan-Pantai-Modangan-Paket-Keindahan-Alam-Eksotis-di-Malang-Selatan-2.jpg?resize=300%2C202&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" data-recalc-dims="1" /><figcaption class="wp-element-caption">SPOT: Salah satu spot yang bisa dijumpai sobat wisata. (ist)</figcaption></figure></div>


<p></p>



<p>Di destinasi pantai ini, yang tentunya tidak boleh disia-siakan, yakni ke Bukit Waung. Karena di lokasi inilah, sobat wisata bisa menikmati spot wisata untuk paralayang. Melalui wisata ini, sudah barang tentu keindahan alam dari udara, akan menjadi sensasi yang berbeda.</p>



<p>Selain memiliki spot paralayang yang tidak dimiliki pantai lain, berwisata di kawasan ini juga sangat murah. Dengan pemandangan pantai yang eksotis, biaya masuk ke lokasi ini sangat terjangkau. Bahkan, disiapkan paket wisata include paralayang senilai Rp 450 ribu, dengan rincian memakai camera action cam dan memori card 8GB. Atau, sobat wisata bisa ke taplink.cc/modanganofficial dan 1 more, untuk melakukan reservasi secara langsung.</p>



<p>Sementara untuk ulasan lebih lengkap tentang wisata lain di Kabupaten Malang, sobat wisata lihat di situs resmi Dinas Pariwisata Kabupaten Malang di https://matic.malangkab.go.id.</p>



<p>Yang pasti, saat sobat wisata saat ke destinasi wisata Paralayang dan Pantai Modangan, juga bisa menikmati fasilitas penunjang yang sudah disiapkan. Mulai dari bangunan gazebo, yang bisa dimanfaatkan bersantai sambil melihat pemandangan laut dan atraksi paralayang hingga spot foto yang instagramable sebagai latar belakang yang menarik. <strong>(gie/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222523</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Malang Tinjau Longsor di Jalan Lintas Selatan Kelok Sembilan Donomulyo</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-malang-tinjau-longsor-di-jalan-lintas-selatan-kelok-sembilan-donomulyo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Dec 2024 12:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Donomulyo]]></category>
		<category><![CDATA[lintas]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[selatan]]></category>
		<category><![CDATA[sembilan]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=217536</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, meninjau Jalan Longsor di Jalur Lintas Selatan (JLS) tepatnya di Jalur Kelok Sembilan, Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, Kamis (12/12/2024) tadi. Diketahui, bahwa badan jalan JLS yang masuk di wilayah Dusun Panggungwaru, Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, mengalami longsor pada Rabu (11/12/2024) kemarin. Peristiwa ini, terjadi tepatnya di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, meninjau Jalan Longsor di Jalur Lintas Selatan (JLS) tepatnya di Jalur Kelok Sembilan, Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, Kamis (12/12/2024) tadi. Diketahui, bahwa badan jalan JLS yang masuk di wilayah Dusun Panggungwaru, Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, mengalami longsor pada Rabu (11/12/2024) kemarin.</p>



<p>Peristiwa ini, terjadi tepatnya di Jalur Kelok Sembilan, atau tidak jauh dari perbatasan Malang-Blitar. Badan jalan yang mengalami longsor ini, terjadi akibat hujan dengan intensitas sedang sejak Selasa (10/12/2024) sore hingga Rabu (11/12/2024) dini hari. Akibatnya, ruas jalan JLS Kelok Sembilan mengalami kerusakan parah, yakni retak, longsor dan putus sepanjang kurang lebih 50 meter.</p>



<p>“Jalan inikan sebenarnya merupakan jalan penghubung JLS antara Malang dan Blitar, tetapi karena jalan di Blitar masih belum di proses, akhirnya jalan ini digunakan untuk kegiatan para petani,” kata Bupati Malang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya berharap, akan ada penanganan khusus dan tepat. Sehingga, jalan ini dapat berfungsi kembali di Kabupaten Malang.</p>



<p>Pengawas Pemeliharaan Kontraktor Penanganan JLS, Umar Syahroni, menjelaskan bahwa bencana tanah longsor ini terjadi karena derasnya air hujan yang mengakibatkan tanah di lapisan bawah jenuh dan mengakibatkan bergesernya tanah lapisan bawah. &#8220;Sementara untuk penanganannya, kami akan melaksanakan uji terlebih dahulu dengan media pengeboran untuk menentukan kedalaman tanah yang keras. Pengujian ini harus dilakukan karena tidak bisa langsung memperbaiki, namun harus melakukan pengujian tanah step by step untuk pengerjaannya,&#8221; kata Umar Syahroni.</p>



<p>Sedangan untuk proses menyambungan jalan ini, ujarnya, diperkirakan akan selesai sekitar 3 sampai 4 hari pengerjaan sudah bisa dilalui lagi. Sedangkan untuk penanganannya, akan menunggu sampai hasil uji tanahnya selesai.</p>



<p>“Hasil uji tanah ini yang nanti akan kita bawa untuk menangani masalah tanah bergeser, yang mengakibatkan longsor ini,” ucap Umar Syahroni. <strong>(pro/mlg/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">217536</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Serap Aspirasi Pedagang, Paslon Wali Kunjungi Pasar Blimbing, Beli dan Bagikan Barang Belanjaan</title>
		<link>https://memontum.com/serap-aspirasi-pedagang-paslon-wali-kunjungi-pasar-blimbing-beli-dan-bagikan-barang-belanjaan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Oct 2024 13:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[amankan]]></category>
		<category><![CDATA[Aspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[bagikan]]></category>
		<category><![CDATA[barang]]></category>
		<category><![CDATA[belanjaan]]></category>
		<category><![CDATA[Blimbing]]></category>
		<category><![CDATA[diduga]]></category>
		<category><![CDATA[gubernur]]></category>
		<category><![CDATA[kalimantan]]></category>
		<category><![CDATA[kepercayaan]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungi]]></category>
		<category><![CDATA[miliar]]></category>
		<category><![CDATA[paslon]]></category>
		<category><![CDATA[Pedagang]]></category>
		<category><![CDATA[selatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215134</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pasangan calon (Paslon) nomor urut 1, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat-Ali Muthohirin (Wali) menyerap aspirasi masyarakat dengan mendatangi Pasar Blimbing, Kota Malang, Senin (07/10/2024) tadi. Wahyu Hidayat bersama tim dan didampingi oleh sejumlah tokoh penting seperti H Rendra Masdrajad Safaat, Djoni Sudjatmoko, Trio Agus dan tokoh lain, melakukan kunjungan sekaligus untuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pasangan calon (Paslon) nomor urut 1, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat-Ali Muthohirin (Wali) menyerap aspirasi masyarakat dengan mendatangi Pasar Blimbing, Kota Malang, Senin (07/10/2024) tadi.</p>



<p>Wahyu Hidayat bersama tim dan didampingi oleh sejumlah tokoh penting seperti H Rendra Masdrajad Safaat, Djoni Sudjatmoko, Trio Agus dan tokoh lain, melakukan kunjungan sekaligus untuk melihat langsung kondisi pasar dan mendengarkan keluhan para pedagang. Selain duduk dan mengobrol bersama para pedagang, Wahyu Hidayat dan tim turut menunjukkan kepedulian nyata dengan memborong dagangan yang ada di pasar. Dagangan yang telah dibeli tersebut, kemudian dibagikan kembali kepada masyarakat dan pengunjung pasar sebagai bentuk dukungan kepada para pedagang kecil.</p>



<p>Di Pasar Blimbing, Wahyu Hidayat menyoroti beberapa masalah yang terjadi terutama terkait kondisi bangunan yang memerlukan perhatian serius, terlebih di musim hujan. “Berkunjung ke sini, itu biar tahu permasalahannya. Apalagi saat musim hujan. Saya lihat, ada beberapa titik yang bocor,&#8221; kata Wahyu Hidayat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Disampaikan Wahyu, Pasar Blimbing yang merupakan salah satu sentra ekonomi tradisional di Kota Malang, sudah lama menjadi sorotan terkait fasilitas yang masih belum memadai. Oleh karena itu, dirinya berkomitmen untuk membawa perubahan positif dengan memberikan solusi atas permasalahan yang ada.</p>



<p>Mulai dari infrastruktur hingga kenyamanan bagi para pedagang dan pengunjung. “Nanti juga kita upayakan agar bisa menjadi pasar modern seperti pasar-pasar lainnya,” tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, H Rendra Masdrajad Safaat, yang turut hadir dalam kunjungan tersebut juga memberikan pernyataan terkait harapannya untuk Pasar Blimbing ke depannya. &#8220;Alhamdulillah, bisa mendengar langsung aspirasi dari masyarakat, keluh kesahnya. Itu nanti akan menjadi acuan untuk langkah pergerakan ke depan, karena fokus kita untuk menyejahterakan rakyat Kota Malang,” ucap Hj Rendra.</p>



<p>Dengan kunjungan tersebut, kata H Rendra dan tim Wali berharap kunjungan ini bisa memberikan dampak nyata bagi pembangunan pasar yang lebih baik dan modern, sehingga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. &#8220;Mereka akan menjadikan setiap aspirasi yang diterima sebagai landasan dalam langkah ke depannya. Tentunya apa yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga Kota Malang,&#8221; tegasnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215134</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
