<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>selebgram &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/selebgram/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 07 Oct 2024 06:51:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>selebgram &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kemenkominfo Webinar Bersosmed Tanpa Cyberbullying di Banyuwangi bersama Selebgram Dewi Hajar</title>
		<link>https://memontum.com/kemenkominfo-webinar-bersosmed-tanpa-cyberbullying-di-banyuwangi-bersama-selebgram-dewi-hajar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Oct 2024 04:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[bersosmed]]></category>
		<category><![CDATA[cyberbullying]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[selebgram]]></category>
		<category><![CDATA[Webinar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215096</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; YouTuber sekaligus selebgram asal kota santri Jombang, Dewi Hajar, bakal hadir menghibur peserta diskusi literasi digital di MTs Al-Amiriyyah PP Darussalam Blokagung, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (07/10/2024) pagi, pukul 07.00 WIB. Pelantun lagu-lagu religi bersuara merdu itu sengaja dihadirkan pada acara &#8216;Festival Makin Cakap Digital 2024&#8217; yang digelar Kementerian Komunikasi dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; YouTuber sekaligus selebgram asal kota santri Jombang, Dewi Hajar, bakal hadir menghibur peserta diskusi literasi digital di MTs Al-Amiriyyah PP Darussalam Blokagung, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (07/10/2024) pagi, pukul 07.00 WIB. Pelantun lagu-lagu religi bersuara merdu itu sengaja dihadirkan pada acara &#8216;Festival Makin Cakap Digital 2024&#8217; yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI, agar siswa atau santri mampu bersikap bijak di media sosial tanpa penindasan maya.</p>



<p>Mengusung tema &#8216;Bijak Bersosmed Tanpa Cyberbullying&#8217;, diskusi luring (offline) yang akan diikuti siswa dan santri dan pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Blokagung itu, rencananya menghadirkan enam nara sumber, yang dibagi dalam dua sesi diskusi.</p>



<p>Mereka yang bicara pada sesi pertama, adalah Ketua Program Studi Ekonomi Syariah Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah Tulungagung, Mei Santi, Direktur Utama PT Mahakarya Samudra Agung, Muhjir Sulthonul Aziz, dosen Universitas Dr Soetomo (Unitomo) Surabaya, Meithiana Indrasari dan Livia Ramdhani Putri selaku moderator. Sesi kedua, akan diisi oleh Ketua Program Studi S1 Kewirausahaan Uiversitas Maarif Hasyim Latif Sidoarjo (Umaha), M Adhi Prasnowo, dosen Univesitas Negeri Surabaya (Unesa), Eko Pamuji dan Ketua Umum PB PMII, Shofiyulloh Cokro.</p>



<p>”Diskusi ini dapat diikuti secara gratis dengan cara mengisi link registrasi peserta di https://s.id/pendaftaranbanyuwangi0710. Selain mendapat e-sertifikat, panitia juga menyediakan voucher e-wallet senilai Rp 2.000.000.- untuk 20 peserta yang mengajukan pertanyaan terbaik selama diskusi,” tulis Kemenkominfo dalam rilis, Minggu (06/10/2024) tadi.</p>



<p>Terkait tema webinar, Kemenkominfo menjelaskan, bijak di media sosial juga menuntut sikap bertanggung jawab dan penerapan etika. Hal ini mencakup berbagai perilaku dan sikap yang berkontribusi terhadap kehadiran online yang positif, penuh hormat dan konstruktif.</p>



<p>Bijak bersosmed, lanjut Kemenkominfo, melibatkan pemikiran kritis, rasa hormat, empati, kesadaran privasi, perilaku etis, disiplin diri, kesadaran jejak digital dan pengaruh positif. &#8220;Dengan menerapkan prinsip-prinsip ini, individu dapat menciptakan lingkungan online yang lebih positif, saling menghormati, dan produktif bagi diri mereka sendiri dan orang lain,&#8221; jelas Kemenkominfo dalam rilis.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Adapun penindasan maya atau cyberbullying, menurut Kemenkominfo, berarti mampu menggunakan teknologi digital seperti internet, media sosial, pesan teks, dan platform online lainnya, tanpa pengancaman atau melecehkan orang lain. Berbeda dengan penindasan pada umumnya, penindasan maya biasanya dilakukan berulang kali, dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, sehingga hal ini menyebar luas dan sering kali tidak dapat dihindari oleh korbannya,&#8221; imbuh Kemenkominfo.</p>



<p>Untuk diketahui, diskusi seperti digelar di Kabupaten Banyuwangi, ini merupakan bagian dari program Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) yang dihelat Kemkominfo sejak 2017. GNLD digelar sebagai salah satu upaya untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital.</p>



<p>Sampai dengan akhir 2023, program peningkatan #literasidigitalkominfo tercatat telah diikuti sebanyak 24,6 juta orang. ”Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia hingga akhir 2024,” tambah Kemenkominfo.</p>



<p>Kecakapan digital menjadi penting, karena menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pengguna internet di Indonesia pada 2024 telah mencapai 221,5 juta jiwa dari total populasi 278,7 juta jiwa penduduk Indonesia.</p>



<p>Survei APJII juga menyebut, tingkat penetrasi internet Indonesia pada 2024 menyentuh angka 79,5 persen. Ada peningkatan 1,4 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya. Tercatat, pada 2018, penetrasi internet Indonesia berada di angka 64,8 persen. ”Kemudian naik secara berurutan menjadi 73,7 persen pada 2020, 77,01 persen pada 2022, dan 78,19 persen pada 2023,” urai Kemenkominfo.</p>



<p>Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan yang terkait dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215096</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Selebgram Kota Malang Ungkap Sang Anak Alami Trauma Berat Atas Aksi Penganiayaan</title>
		<link>https://memontum.com/selebgram-kota-malang-ungkap-sang-anak-alami-trauma-berat-atas-aksi-penganiayaan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Mar 2024 13:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[penganiayaan]]></category>
		<category><![CDATA[selebgram]]></category>
		<category><![CDATA[trauma]]></category>
		<category><![CDATA[ungkap]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=207941</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Orang tua korban penganiayaan atau Selebgram asal Kota Malang, Emy Aghnia, merasa terpukul dengan kejadian yang telah menimpa sang anak, JAP (3). Siapa sangka, jika pengasuh IPS (27), yang telah dipercayai mengurus anak selama kurang lebih satu tahun dan telah dianggap sebagai keluarga, melakukan perbuatan yang sekeji itu. Perempuan yang akrab [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Orang tua korban penganiayaan atau Selebgram asal Kota Malang, Emy Aghnia, merasa terpukul dengan kejadian yang telah menimpa sang anak, JAP (3). Siapa sangka, jika pengasuh IPS (27), yang telah dipercayai mengurus anak selama kurang lebih satu tahun dan telah dianggap sebagai keluarga, melakukan perbuatan yang sekeji itu.</p>



<p>Perempuan yang akrab disapa Aghnia, menyampaikan jika dalam bekerja sang pelaku tersebut menunjukkan sikap yang sangat sopan. Sehingga, awalnya dirinya tidak curiga dengan perilaku IPS.</p>



<p>“Sekitar dua Minggu lalu, itu pernah ada bekas cubitan. Namun, bilangnya saat itu karena habis digigit sang adik. Karena memang adiknya (korban, red) lagi sering gigit-gigit, jadi saya percaya. Tetapi ternyata, kelakuannya itu baru terbukti. Karenanya, saya tidak bisa tinggal diam,” kata Aghnia di Mapolresta Malang Kota, Sabtu (30/03/2024) tadi.</p>



<p>Kejadian ini dilakukan oleh pelaku, ujarnya, saat dirinya sedang bekerja di luar kota dan ditinggal selama dua hari. Baru hari pertama ditinggal, pelaku sudah melakukan perbuatan keji saat Sahur pukul 04.18 WIB selama kurang lebih satu jam.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Saya saat itu di Jakarta posisinya dan pelaku melakukan itu ketika Sahur. Kurang lebih satu jam menghajar anak saya habis-habisan sampai memar. Orang yang lihat CCTV bilang, kalau anak ini tidak dikasih keajaiban sama Allah, mungkin sudah tidak ada. Karena dihajarnya benar-benar parah,” katanya.</p>



<p>Untuk kondisi sang anak, ujarnya, saat ini mengalami trauma berat akibat kejadian tersebut. Saat sedang tidur, korban sering mengigau dan ketakutan. Untuk saat ini, korban sedang menjalani perawatan intensif di RSSA.</p>



<p>“Pas waktu tidur, ia sampai lima kali mengigau ketakutan. Setelah saya sadarkan kalau sekarang bersama saya, ia baru bisa tidur lagi. Mengigau lagi dan saya sadarkan lagi. Ia trauma berat,” ucapnya.</p>



<p>Lebih lanjut disampaikan, mengenai tuntutan pada agen yayasan pengasuh, Aghnia mengaku telah menyerahkan sepenuhnya kepada pihak berwajib. Dirinya hanya berharap, agar pelaku dijerat dengan hukuman yang seberat mungkin.</p>



<p>“Saya serahkan pada pihak berwajib, untuk tuntutan pada agennya. Karena ini agennya bukan main-main. Agensinya besar di Indonesia dan punya cabang di luar negeri,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">207941</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jengkel Jadi Motif Utama Pelaku Dugaan Penganiayaan Anak Selebgram di Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/jengkel-jadi-motif-utama-pelaku-dugaan-penganiayaan-anak-selebgram-di-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Mar 2024 12:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[dugaan]]></category>
		<category><![CDATA[jengkel]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[penganiayaan]]></category>
		<category><![CDATA[selebgram]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=207929</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Polresta Malang Kota, merilis penangkapan pelaku dugaan aksi penganiayaan yang menimpa korban JAP berusia 3 tahun, atau anak sulung dari Selebgram Kota Malang, Emy Aghnia, Sabtu (30/03/2024) tadi. Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto, menyampaikan bahwa dugaan aksi itu berlangsung pada Kamis (28/03/2024) sekitar pukul 04.18 WIB atau saat menjelang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Polresta Malang Kota, merilis penangkapan pelaku dugaan aksi penganiayaan yang menimpa korban JAP berusia 3 tahun, atau anak sulung dari Selebgram Kota Malang, Emy Aghnia, Sabtu (30/03/2024) tadi.</p>



<p>Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto, menyampaikan bahwa dugaan aksi itu berlangsung pada Kamis (28/03/2024) sekitar pukul 04.18 WIB atau saat menjelang imsak oleh pelaku berinisial IPS (27). Sementara untuk TKP kejadian, berlangsung di salah satu perumahan Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Namun, perkara itu baru dilaporkan ke pihak kepolisian pada Jumat (29/03/2024) kemarin oleh ayah korban.</p>



<p>“Jadi, peristiwa itu berawal dari informasi suster (pengasuh, red) kepada orang tua korban, di mana dijelaskan bahwa anaknya mengalami cidera akibat jatuh dan ada memar di bagian mata sebelah kiri dan kening bagian tengah atas. Pada saat dikirim foto kepada orang tua korban, muncul kecurigaan. Sehingga, orang tua korban membuka CCTV di dalam kamar. Sat itulah, diketahui kejadian yang sebenarnya dilakukan oleh suster kepada korban,” jelas Buher-sapaannya.</p>



<p>Kejadian tersebut, terangnya, juga masih didalami karena ada beberapa perlakukan tindakan kekerasan yang dilakukan dengan cara memukul, menjewer, menyubit bahkan menindih korban. Hasil visum sementara, ada luka memar pada mata sebelah kiri dan goresan di kuping sebelah kanan dan kiri. Begitu juga, dengan bagian kening korban.</p>



<p>“Dari hasil interograsi dan penyidikan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Reskrim Polresta Malang Kota, ada beberapa tindakan yang dilakukan oleh suster kepada korban. Dengan cara memukul menggunakan buku, termasuk juga menyiram dengan salah satu merk minyak gosok dan juga memukul dengan bantal yang terekam dalam CCTV,” terangnya.</p>



<p>Kemudian, dikatakannya jika bukti dari CCTV tersebut akan diperiksa dan dikirim ke Labfor Polda Jatim, untuk penyelidikan mendalam. Lalu, juga berkoordinasi dengan jaksa penuntut umum. Termasuk menunggu hasil visum yang sudah dilakukan kepada korban oleh RSSA.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Korban saat ini telah dilakukan visum. Kami juga menyiapkan tim trauma healing untuk korban. Kami juga sudah melaporkan kepada Pak Pj Wali Kota Malang dan Ketua DPRD Kota Malang. Kami akan bertindak cepat terkait kekerasan pada anak dan perempuan,” tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Malang Kota, Kompol Danang Yudanto, menyampaikan bahwa dari hasil penyelidikan yang dilakukan, diketahui jika motif penganiayaan ini karena pelaku merasa jengkel terhadap korban. Karena ketika itu, korban akan diobati di bekas cakaran yang ada di tubuh korban. Namun, saat itu korban menolak dan tidak mau.</p>



<p>“Selain itu, pengakuan tersangka juga katanya ada beberapa faktor personal yang menjadi pendorong. Yakni, karena ada salah satu anggota keluarga dari tersangka yang sakit. Namun, ini tidak bisa dijadikan alasan yang benar untuk melakukan kekerasan pada anak,” ucapnya.</p>



<p>Selain itu, ujarnya, agen penyaluran yayasan pengasuh menurutnya juga akan dipanggil. Karena, itu masih berkaitan dengan mekanisme-mekanisme tenaga kerja yang dipekerjakan seperti apa.</p>



<p>“Bagaimana mekanisme penyaluran dari tenaga kerja yang dipekerjakan, apakah sudah melalui pelatihan standar-standar tertentu yang harus dimiliki untuk seorang suster ataupun perawat anak. Sehingga, ke depannya bisa menjadi bahan evaluasi,” ujarnya.</p>



<p>Untuk barang bukti yang digunakan pelaku menganiaya pada korban yaitu, paparnya, diantaranya boneka dan buku. Dimana boneka digunakan untuk membekap dan buku untuk memukul korban.</p>



<p>&#8220;Atas perkara kejadian tersebut, pelaku tindak pidana kekerasan terhadap anak dijerat dengan pasal 80 ayat 2 UU RI 35 tahun 2014, perubahan UU Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, Tindak Pidana Kekerasan Terhadap Anak. Dengan ancaman hukuman penjara 5 tahun dan dan ancaman denda paling banyak Rp 100 juta,&#8221; terangnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">207929</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Anak Selebgram di Kota Malang Jadi Korban Dugaan Penganiayaan Pengasuh</title>
		<link>https://memontum.com/anak-selebgram-di-kota-malang-jadi-korban-dugaan-penganiayaan-pengasuh</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Mar 2024 14:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[dugaan]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[penganiayaan]]></category>
		<category><![CDATA[pengasuh]]></category>
		<category><![CDATA[selebgram]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=207898</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Anak dari selebgram Kota Malang, Emy Aghnia, dikabarkan menjadi korban penganiayaan oleh pengasuhnya. Hal itu dibagikan di sosial media Instagram pribadi miliknya, Jumat (29/03/2024) malam. Dalam unggahan pribadinya, Aghnia membagikan delapan foto dan satu video bukti penganiayaan tersebut. Di mana, foto putrinya menunjukkan lebam dibagikan mata, luka di bagian telinga, tangkapan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Anak dari selebgram Kota Malang, Emy Aghnia, dikabarkan menjadi korban penganiayaan oleh pengasuhnya. Hal itu dibagikan di sosial media Instagram pribadi miliknya, Jumat (29/03/2024) malam.</p>



<p>Dalam unggahan pribadinya, Aghnia membagikan delapan foto dan satu video bukti penganiayaan tersebut. Di mana, foto putrinya menunjukkan lebam dibagikan mata, luka di bagian telinga, tangkapan layar chat pengasuh serta video rekaman CCTV yang berada di kamar korban.</p>



<p>“KEPADA TEMAN-TEMAN BANTU REPOST<img src="https://s.w.org/images/core/emoji/14.0.0/72x72/1f62d.png" alt="😭" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/14.0.0/72x72/1f64f-1f3fb.png" alt="🙏🏻" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /> ASTAGHFIRULLAHAL ADZIM BIADAB KAMU SUSTER “I” sudah dianggap keluarga, dititipin anak 2 hari kenapa kau siksa belahan jiwaku ini,” tulis caption dalam unggahannya.</p>



<p>Aghnia juga mengaku, jika selama ini dirinya tidak pernah memiliki masalah apapun dengan pengasuh tersebut. Bahkan, suster itu sendiri direkrut dari yayasan terkenal di Surabaya.</p>



<p>“Perlu diketahui sebelumnya saya tidak memiliki masalah apapun dengan sus “i” posisi sus adek sepertinya tidak mengetahui cana disiksa! Saya ambil dari YAYASAN TERKENAL di Surabaya, bahkan sampai seluruh Indonesia tau yayasan ini yang tidak saya sebutkan,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga</strong></p>





<p>Dalam kasus ini, dirinya juga meminta bantuan aparat penegak hukum yakni Polresta Malang Kota, agar segera menindaklanjuti kasus tersebut. Bahkan, juga meminta kepada Kapolri agar mendapatkan keadilan seadil-adilnya.</p>



<p>“Mohon doa teman teman dan mohon di proses @Polrestamalangkotaofficial tolong pak Kapolri, tolong saya minta keadilan se adil-adilnya,” tambahnya.</p>



<p>Menanggapi itu, Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto, menyampaikan bahwa kasus penganiayaan tersebut sudah ditangani oleh Unit PPA Satreskrim Polresta Malang Kota dan pelaku sudah diamankan. “Untuk perkara suster menganiaya anak majikan sedang ditangani Unit PPA Sat Reskrim Polresta Malang Kota dan pelaku sudah diamankan,” ujar Buher-sapaannya.</p>



<p>Peristiwa ini, turut mengundang perhatian publik. Bahkan, para selebgram dan masyarakat ramai berkomentar dalam postingan Aghnia. Hingga berita ini ditulis sudah ada sebanyak 198.118 komentar dan 912.482 like.</p>



<p>“Usut sampe tuntas, itu kelakuan binatang,” tulis akun @ruben_onsu dalam komentarnya.</p>



<p>“ASTAGHFIRULLAHALADZIM INNALILAHI SAKIT JIWA JAHANAM BANGET YAALLAH TERIRIS BANGET<img src="https://s.w.org/images/core/emoji/14.0.0/72x72/1f62d.png" alt="😭" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/14.0.0/72x72/1f62d.png" alt="😭" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/14.0.0/72x72/1f62d.png" alt="😭" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" />,” tulis akun nandaarsynt. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">207898</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
