<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Selorejo &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/selorejo/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Oct 2025 06:43:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Selorejo &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>PJT I Dorong Sport Tourism Lewat Selorejo Bikefest 2025</title>
		<link>https://memontum.com/pjt-i-dorong-sport-tourism-lewat-selorejo-bikefest-2025</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Oct 2025 15:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bikefest]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[Selorejo]]></category>
		<category><![CDATA[tourism]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226554</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Perum Jasa Tirta (PJT) I, menggandeng Barokah Event Management dan Sido Production, menggelar Selorejo Bikefest 2025, yang dijadwalkan akan berlangsung Sabtu (11/10/2025) hingga Minggu (12/10/2025) mendatang. Event tersebut, menjadi ajang kolaborasi antara dunia olah raga, pariwisata dan pemberdayaan ekonomi lokal. Mengusung tema &#8216;Unite on Two Wheels&#8217;, kegiatan itu mempertemukan ratusan pesepeda [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Perum Jasa Tirta (PJT) I, menggandeng Barokah Event Management dan Sido Production, menggelar Selorejo Bikefest 2025, yang dijadwalkan akan berlangsung Sabtu (11/10/2025) hingga Minggu (12/10/2025) mendatang. Event tersebut, menjadi ajang kolaborasi antara dunia olah raga, pariwisata dan pemberdayaan ekonomi lokal.</p>



<p>Mengusung tema &#8216;Unite on Two Wheels&#8217;, kegiatan itu mempertemukan ratusan pesepeda dari berbagai komunitas, mulai Gravel Bike, Fixie, MTB, hingga EMTB. Selain beradu ketangkasan di lintasan Selorejo Crossfest, para peserta juga diajak menikmati keindahan alam Waduk Selorejo yang dikelola PJT I.</p>



<p>&#8220;Event ini bukan sekadar perlombaan, melainkan langkah nyata untuk menghidupkan potensi sport tourism. Harapan kami, Waduk Selorejo bisa dikenang dan dimanfaatkan secara optimal untuk perputaran ekonomi lokal, terutama lewat UMKM. Sport tourism ini butuh banyak apparel dan perlengkapan. Sehingga, kami prioritaskan dari pelaku usaha sekitar,&#8221; jelas Kasubdiv Pengendalian Operasional Bisnis PJT I, Marturiawan Kristyono Putro, dalam press conference, Senin (06/10/2025) malam.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dikatakannya, bahwa Selorejo juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata berbasis olah raga alam. Bahkan, beberapa asosiasi telah mencanangkan Selorejo sebagai salah satu nominasi lokasi event nasional triathlon.</p>



<p>&#8220;Kami ingin Selorejo tidak hanya dikenal di Malang, tapi juga di kancah internasional. Pasarnya besar, karena banyak orang mencari pelarian sehat lewat aktivitas luar ruang seperti sport tourism,&#8221; katanya.</p>



<p>Selain memperkuat citra Selorejo sebagai destinasi wisata alam, ajang ini juga menjadi ruang bagi UMKM apparel sepeda memperkenalkan produknya secara langsung kepada para penggemar sepeda. &#8220;Target kami bukan keuntungan, tapi pelayanan terbaik bagi komunitas sport tourism. Kami ingin Selorejo menjadi rumah bagi event-event olah raga luar ruang ke depan,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Sebagai informasi, Selorejo Bike Fest 2025, menyasar usia 12 hingga 60 tahun dengan ada enam kategori kelas, diantaranya MTB &#8211; Under 15, MTB &#8211; Under 19, MTB &#8211; Men Elite, MTB &#8211; Men Master, MTB Women Open dan EMTB Open. Total hadiah yang disiapkan pun hingga Rp 14 juta. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226554</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Perusakan Lahan Desa Selorejo Dau, Dewan Minta BPD Segera Lakukan Pulbaket</title>
		<link>https://memontum.com/perusakan-lahan-desa-selorejo-dau-dewan-minta-bpd-segera-lakukan-pulbaket</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 May 2020 10:02:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Perusakan Lahan]]></category>
		<category><![CDATA[Pulbaket]]></category>
		<category><![CDATA[Selorejo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/113950-perusakan-lahan-desa-selorejo-dau-dewan-minta-bpd-segera-lakukan-pulbaket</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malang meminta Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Selorejo, Kecamatan Dau Kabupaten Malang, agar segera melakukan pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket) tentang polemik sewa lahan yang berujung perusakan. Untuk diketahui, beberapa waktu lalu, seorang petani bernama Purwati asal Desa Selorejo, Kecamatan Dau mengadukan perusakan lahan yang terjadi di kebun [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malang meminta Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Selorejo, Kecamatan Dau Kabupaten Malang, agar segera melakukan pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket) tentang polemik sewa lahan yang berujung perusakan.</p>
<p>Untuk diketahui, beberapa waktu lalu, seorang petani bernama Purwati asal Desa Selorejo, Kecamatan Dau mengadukan perusakan lahan yang terjadi di kebun jeruk miliknya. Dimana, ia menduga oknum yang merusak lahannya tersebut, diduga adalah suruhan dari pihak Pemdes.</p>
<p><div id="attachment_113951" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-113951" decoding="async" class="size-full wp-image-113951" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/05/IMG-20200507-WA0139-copy.jpg?resize=740%2C351&#038;ssl=1" alt="Pertemuan yang digelar di Balai Desa Selorejo Dau.(iki)" width="740" height="351" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/05/IMG-20200507-WA0139-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/05/IMG-20200507-WA0139-copy.jpg?resize=300%2C142&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/05/IMG-20200507-WA0139-copy.jpg?resize=600%2C285&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/05/IMG-20200507-WA0139-copy.jpg?resize=200%2C95&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-113951" class="wp-caption-text">Pertemuan yang digelar di Balai Desa Selorejo Dau.(iki)</p></div></p>
<p>Ketua DPRD Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto mengatakan, dirinya meminta pihak BPD dan Desa untuk mendata ulang penyewa lahan yang ada di tanah kas Desa (TKD) atau bengkok yang ada di Desa Selorejo, Dau.</p>
<p>&#8220;BPD dan desa harus mendata ulang, siapa saja yang menyewa lahan seluas 25 hektar tersebut,&#8221; ungkapnya, saat memimpin mediasi untuk mencari solusi terbaik terkait insiden tersebut, beberapa waktu lalu.</p>
<p>Menurut Didik, jika pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Selorejo, telah melakukan Pulbaket, maka permasalahan atau polemik sewa menyewa lahan TKD itu dapat dipecahkan, namun perlu ada pembedaan perlakuan. Dalam artian, harus ada klasterisasi penyewa TKD tersebut. Namun begitu, Didik mengatakan, saat ini pihaknya masih belum bisa berbuat banyak, sebab data yang dimiliki juga masih minim.</p>
<p>&#8220;Secara keseluruhan saya berkeyakinan setiap masalah itu pasti ada penyelesaiannya dengan catatan sama sama terbuka, Pemdes terbuka, warga masyarakat juga terbuka, maka bisa dipenuhin secara bersama sama. Tapi, saat ini saya belum berani menjawab karena saya belum punya data setelah nanti dilakukan pendataan baru bisa dijelaskan,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Selorejo, Bambang Soponyono mengaku jika penyewa tidak membayar uang sewa lahan. Menurut Bambang, salah satu penyewa yang mempermasalahkan tersebut, tercatat sebagai penyewa lahan atas nama Suaminya.</p>
<p>&#8220;Semua bukti ada, pengadu yang berinisial P tersebut tidak membayar uang sewa mulai tahun 2018 lalu. Pelapor itu mengerjakan lahan sewa kebun jeruk atas nama Suaminya sebagai penyewa, dan dia tidak membayar uang sewa tersebut,&#8221; ujar Bambang.</p>
<p><strong>BACA :</strong> <a href="https://kabupatenmalang.memontum.com/3094-petani-dau-adukan-perusakan-kebun-jeruknya-ke-polres-malang" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Petani Dau Adukan Perusakan Kebun Jeruknya ke Polres Malang</a></p>
<p>Sementara itu, Perwakilan Kelompok Tani Sumber Rejeki Selokerto, Purwati mengatakan, sebelum mengadukan ke Polres Malang, dirinya sering kali meminta Pemdes untuk melakukan pertemuan dengan para penyewa lahan agar ada kejelasan permasalahan sewa lahan. Akan tetapi, pernyataan Kades Selorejo tersebut dibantah oleh Purwati dengan menunjukan bukti-bukti pembayaran.</p>
<p>&#8220;Kami sering meminta pertemuan seperti ini, tapi tidak pernah di gubris. Memang, awal tahun 2020 lalu ada pertemuan, dan sewa lahan saya habis di bulan September, tapi kenapa saat ini tanaman jeruk di lahan sewa saya sudah dirusak, itulah yang membuat saya mengadukan ke Polres Malang,&#8221; pungkasnya. <strong>(iki/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">113950</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ombak Perahu Mesin Gulingkan Perahu Getek Penjala Ikan, Satu Meninggal, Satu selamat</title>
		<link>https://memontum.com/ombak-perahu-mesin-gulingkan-perahu-getek-penjala-ikan-satu-meninggal-satu-selamat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Oct 2017 12:09:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Ngantang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemancing]]></category>
		<category><![CDATA[Selorejo]]></category>
		<category><![CDATA[tenggelam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/1637-ombak-perahu-mesin-gulingkan-perahu-getek-penjala-ikan-satu-meninggal-satu-selamat</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8212; Musibah menimpa seorang penjala ikan, Senin (23/10/2017) pukul 11.45 di area bendungan Selorejo Ngantang. Satu korban meninggal, satu selamat. Berdasar rilis Humas Polres Batu, musibah menimpa Yulianto (17) warga Dusun Laju RT08/RW02 Desa Banjarejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Korban naik perahu saat hendak menepi dan pulang usai mencari ikan. Korban mencari ikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang </strong>&#8212; Musibah menimpa seorang penjala ikan, Senin (23/10/2017) pukul 11.45 di area bendungan Selorejo Ngantang. Satu korban meninggal, satu selamat. </p>
<p>Berdasar rilis Humas Polres Batu, musibah menimpa Yulianto (17) warga Dusun Laju RT08/RW02 Desa Banjarejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Korban naik perahu saat hendak menepi dan pulang usai mencari ikan. </p>
<p>Korban mencari ikan di bendungan Selorejo sejak pagi bersama Mas Ud (31) warga Dusun Laju, Desa Banjarejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Korban tidak bisa berenang sedangkan Mas Ud sanggup berenang. </p>
<p>Informasi yang diperoleh Memontum, korban bersama Mas Ud naik perahu getek atau perahu kecil. Siang itu, perahu berusaha menuju tepian. Lalu lewat perahu mesin sehingga mengakibatkan gelombang atau ombak yang menghempas perahu korban. </p>
<p>Perahu terguling dan perlahan air masuk ke perahy. Akibatnya, perahu pelan-pelan tenggelam. Mas Ud berusa menyelamatkan diri. Ia berteriak minta tolong. Hanis (35) warga Mulyorejo Ngantang yang melihatnya segera menolong korban. </p>
<p>Namun tidak sempat untuk menolong korban Yulianto. Saat berusaha mendekati titik terakhir korban, hanya topi korban yang ditemukan warga. Selang beberapa menit kemudian, pertolongan datang. Korban dievakuasi dari dalam air. Kondisinya sudah tidak memungkinkan untuk terselamatkan. </p>
<p>Wita CMS terkait kejadian, dalam akun profilnya menyebutkan jika titik lokasinya berada di dekat sebelah kapal keruk. Wita juga menyebut informasi dari sekuriti pihak lokasi bahwa korban bukanlah pemancing melainkan penjala ikan.  </p>
<p>Dikonfirmasi melalui ponsel, Kapolsek Ngantang, AKP Sahraku, membenarkan bahwa kejadian menimpa seorang pencari ikan. &#8220;Keduanya masih bersaudara. Korban yang mulanya mengajak mencari ikan. Mencarinya pakai jala (jaring&#8211;red),&#8221; urai Sahraku. </p>
<p>Mantan Kapolsek Gondanglegi ini juga menjelaskan bahwa pihak keluarga menerima kejadian sebagai musibah dan tidak menuntut proses penyelidikan. Tidak ada tanda kekerasan dalam peristiwa itu. Apa sebab perahu itu terbalik? </p>
<p>&#8220;Di situ kan bukan hanya perahu kecil seperti dinaiki perahu. Lokasi wisata, ada perahu yang lewat, ya seperti itulah. Korban juga tidak bisa berenang, &#8221; urai Sahraku kepada memontum.com, Senin (23/10/2017) sore. <strong>(sos) </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1637</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
