<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>semburkan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/semburkan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Jan 2024 11:55:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>semburkan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Usai Semburkan Air, Sumur Bor di Pamekasan Ganti Semburkan Api</title>
		<link>https://memontum.com/usai-semburkan-air-sumur-bor-di-pamekasan-ganti-semburkan-api</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Jan 2024 10:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Pamekasan]]></category>
		<category><![CDATA[semburkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=204386</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pamekasan &#8211; Warga Dusun Kadur Barat, Desa/Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan, dihebohkan dengan sumur bor yang mengeluarkan semburan api, Kamis (11/01/2024) tadi. Sebelumnya, pada Rabu (27/12/2023) pukul 21.30, galian sumur bor tanah milik Junaidi ini, diketahui mengeluarkan semburan air yang disertai uap gas. Namun, kini berganti menjadi menyemburkan api. Atas kejadian tersebut, Muspida hingga BPBD [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Pamekasan</strong> &#8211; Warga Dusun Kadur Barat, Desa/Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan, dihebohkan dengan sumur bor yang mengeluarkan semburan api, Kamis (11/01/2024) tadi.</p>



<p>Sebelumnya, pada Rabu (27/12/2023) pukul 21.30, galian sumur bor tanah milik Junaidi ini, diketahui mengeluarkan semburan air yang disertai uap gas. Namun, kini berganti menjadi menyemburkan api. Atas kejadian tersebut, Muspida hingga BPBD Pamekasan, melakukan pengecekan langsung ke lokasi.</p>



<p>Kapolres Pamekasan melalui Kasi Humas Polres Pamekasan, AKP Sri Sugiarto, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, radius api yang keluar dari sumur bor tersebut hingga 6 sampai 7 meter. &#8220;Dengan demikian, masyarakat diminta tidak mendekat demi kemanan dan keselamatan. Korps Bhayangkara juga sudah memasang garis polisi agar masyarakat tidak mendekat,&#8221; katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Semburan api dari dalam galian sumur bor itu, lanjutnya, diketahui sekitar pukul 06.30, atau saat pemilik lahan mengecek kondisi pengeborannya yang tercium aroma gas. &#8220;Saat dicek oleh pemiliknya, semburan uap air di lahan perkebunannya didapati masih mengeluarkan air bertekanan gas,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Menurutnya, Petugas mencoba memadamkan api yang berkobar sejak pagi tersebut. Tujuannya, agar tidak membahayakan. “Mungkin ada yang menyalakan rokok sehingga memantik munculnya api,” terangnya.</p>



<p>Sementara itu, warga setempat, Tohir, mengaku melihat Junaidi mengecek kondisi pengeborannya saat berbau gas. &#8220;Pagi itu, pemilik lahan menghidupkan korek api yang diarahkan ke lubang galian sumur bor tersebut. Tak disangka, saat korek api dinyalakan, langsung keluar percikan api yang membesar dan menyambar ke tangannya,&#8221; jelasnya. <strong>(azm/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">204386</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bocor dan Semburkan Api, Jargas Ranuyoso dan Klakah Jadi Perhatian Warga Lumajang</title>
		<link>https://memontum.com/bocor-dan-semburkan-api-jargas-ranuyoso-dan-klakah-jadi-perhatian-warga-lumajang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Jul 2023 05:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[API]]></category>
		<category><![CDATA[bocor]]></category>
		<category><![CDATA[jadi]]></category>
		<category><![CDATA[jargas]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[Klakah]]></category>
		<category><![CDATA[perhatian]]></category>
		<category><![CDATA[Ranuyoso]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[semburkan]]></category>
		<category><![CDATA[warga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194636</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Peristiwa kebocoran dan keluarnya semburan api dari jaringan gas (Jargas) bumi di Kecamatan Ranuyoso dan Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, menuai perhatian warga. Tidak hanya takut dan khawatir dengan kejadian serupa, namun warga juga berpikir mengenai penanganan dan pertanggungjawaban kejadian. Warga Ranuyoso, Yono atau biasa disapa Pak Yon, mengaku tidak habis pikir dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Peristiwa kebocoran dan keluarnya semburan api dari jaringan gas (Jargas) bumi di Kecamatan Ranuyoso dan Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, menuai perhatian warga. Tidak hanya takut dan khawatir dengan kejadian serupa, namun warga juga berpikir mengenai penanganan dan pertanggungjawaban kejadian.</p>



<p>Warga Ranuyoso, Yono atau biasa disapa Pak Yon, mengaku tidak habis pikir dengan kejadian yang berlangsung di Juli itu. Meskipun dalam kejadian tersebut tidak sampai merembet kemana-mana, namun kebocoran dan keluarnya api membuatnya khawatir.</p>



<p>&#8220;Pastinya, kalau kebocoran itu sampai mengenai rumah atau sampai memunculkan api, semua khawatir. Lalu, kalau kejadian itu terulang dan berdampak, siapa yang bertanggungjawab,&#8221; ujarnya kepada Memontum.com, Senin (31/07/2023) tadi.</p>



<p>Ditambahkan, kalaupun sebab kebocoran adalah kedalaman pipa, tentunya itu harus sudah diantisipasi sejak awal. Sehingga, tidak sampai ada kejadian. &#8220;Kalau unsurnya kedangkalan penanaman pipa gas bumi sehingga jadi pipa bocor dan terbakar, harusnya diawal sudah diantisipasi,&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Sementara itu, kekhawatiran serupa juga diungkapkan warga Klakah, Ricky. Menurutnya, jika pemasangan pipa yang menjadikan dua kejadian itu, maka harusnya sudah diantisipasi. Karena jika dilakukan tidak sesuai standar, maka sudah pasti akan memunculkan persoalan. &#8220;Akhirnya satu-persatu kekhawatiran masyarakat mulai muncul. Di awal, pekerjaan pipa jaringan gas bumi banyak dipersoalkan warga karena masalah kedalamannya. Sekarang, malah bocor dan keluar api,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Dijelaskannya, bagaimana nanti bila akibat bocornya pipa gas bumi sampai membakar rumah warga. &#8220;Jika nanti sampai ada rumah yang terbakar akibat kebocoran pipa misalnya, lalu siapa yang bertanggung jawab. Meskipun, kita semua tidak berharap kejadian seperti itu,&#8221; tegas Ricky.</p>



<p>Sementara itu, pihak Kantor Pertamina Gas Negara atau PGN yang berada di Desa Mlawang, Kecamatan Klakah, belum bisa dikonfirmasi terkait kejadian itu. Pekerja yang ada di kantor tersebut, mengaatakan tidak mempunyai kewenangan untuk memberikan keterangan kepada media.</p>



<p>Sementara dari informasi yang diterima, peristiwa kebocoran itu berlangsung di tanggal 17 Juli untuk di Ranuyoso. Sementara di Kecamatan Klakah berlangsung pada 23 Juli. <strong>(adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194636</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
