<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Seminar Internasional &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/seminar-internasional/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 13 Oct 2019 08:06:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Seminar Internasional &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Unidha Gelar Seminar Internasional, Tingkatkan Pengetahun Sejarah, Ajak Dosen Jaga NKRI</title>
		<link>https://memontum.com/unidha-gelar-seminar-internasional-tingkatkan-pengetahun-sejarah-ajak-dosen-jaga-nkri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Oct 2019 08:06:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Seminar Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Unidha]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/97730-unidha-gelar-seminar-internasional-tingkatkan-pengetahun-sejarah-ajak-dosen-jaga-nkri</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sebanyak 100 dosen dari seluruh Indonesia dan mancanegara, Sabtu (12/10/2019) pagi berkumpul di Universitas Wisnuwardhana (Unidha) Malang. Mereka datang untuk mengikuti diskusi dan seminar Internasional di Unidha. Hadir dalam seminar ini sebagai pembicara yakni Mr Peter Brian Ramsay Carey, Fellow Emeritus Trinity College Oxford, Adjunct Profesol FIB Universitas Indonesia, Mr Max [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sebanyak 100 dosen dari seluruh Indonesia dan mancanegara, Sabtu (12/10/2019) pagi berkumpul di Universitas Wisnuwardhana (Unidha) Malang. Mereka datang untuk mengikuti diskusi dan seminar Internasional di Unidha.</p>
<p>Hadir dalam seminar ini sebagai pembicara yakni Mr Peter Brian Ramsay Carey, Fellow Emeritus Trinity College Oxford, Adjunct Profesol FIB Universitas Indonesia, Mr Max Lane, visiting Snior Fellow Institute of Southeast Asia Studies-Yosuf ishak Institute, Nasional University Singapure dan Prof Dr Widodo, dosen Fakultas Hukum Unidha.</p>
<p>Salah satunya mengupas sejarah perjuangan Bangsa Indonesia. Menginggat dan memahami kembali kembali sejarah untuk selalu menjaga kutuhan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).</p>
<p>Indonesia memiliki keragaman etnis, suku, budaya, bahasa dan agama. Ada 16.056 pulau, memiliki 2,01 juta km daratan, 3,25 juta km lautan, zona ekonomi eklusif 2,55 juta km, 34 propinsi dibagi menjadi 519 kabupaten / kota. Dengan kenyataan beragamnya Indonesia maka dapat dibayangkan bergamnya pendapat, keyakinan, pandangan dan kepentingan masing-masing warga Indonesia termasuk dalam beragama. Dengan keberagaman yang sangat besar ini, harua dikelola dengan baik supaya tidak terjadi adanya gesekan yang menimbullan perpecahan.</p>
<p>Wakil Rektor I Unida, Dr Suharto, MPd, mengatakan bahwa seminar internasional ini diselenggarakan supaya bangsa Indonesia semakin melek terhadap sejarah bangsa.</p>
<p>&#8221; Kita hadirkan juga orang asing yang melihat sejarah Indonesia lebih objektif. Mr Pieter menceritakan secara detail sejarah perjuangan Pangeran Dipenogoro. Kita berharap supaya bangsa ini menginggat kembali dan semakin melek terhadap sejarah. Presiden pertama kita, Bung Karno pernah mengatakan bahwa kita tidak boleh meninggalkan sejarah supaya kedepannya Indonesia tetap utuh,&#8221; ujar Suharto.</p>
<p>Keberagaman Indonesia harus selalu diperihara supaya keutuhan NKRI terjaga.</p>
<p>&#8221; Keragaman Indonesia adalah anugrah. Namun keragaman harus selalu dikelola dengan baik. Sebab jika terjadi kesalahan pengelolaan maka akan jadi permasalahan bangsa. Seperti yang kita ketahui bahwa kesatuan dan persatuan itu sangat penting. Mengetahui dan menguatkan pengetahuan sejarah adalah salah satu cara menjaga keutuhan bangsa,&#8221; ujar Suharto.</p>
<p>Seminar ini sengaja menghadirkan para dosen seluruh Indonesia dengan harapan bisa mengimbas di lembaga pendidikannya masing-masing untuk selalu bersama-sama menjaga keutuhan NKRI.</p>
<p>&#8221; Dengan mengetahui lebih dalam sejarah maka akan menumbuhkan cinta dan dan semangat nasionalisme. Mengetahui betapa gigihnya pejuang-pejuang bangsa untuk menjaga Negera Indonesia,&#8221; ujar Suharto. <strong> (gie/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">97730</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pakar Komunikasi Lintas Negara Kupas Peluang-Tantangan Era Digital</title>
		<link>https://memontum.com/pakar-komunikasi-lintas-negara-kupas-peluang-tantangan-era-digital</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Oct 2018 12:06:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Era Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Seminar Internasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/61362-pakar-komunikasi-lintas-negara-kupas-peluang-tantangan-era-digital</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Empat pakar komunikasi asal Indonesia, Australia dan Filipina membahas peluang dan tantangan masyarakat di era digital disela seminar internasional bertajuk “Digital Society : Challenging and Opportunities in (Indonesia) Future”, di Hotel Novotel Samator Surabaya, Rabu (24/10). Masing-masing akademisi yang menjadi pembicara yaitu Panizza Allmark (Associate Professor, Edith Cowan University, Australia), Prof. Rachmah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Empat pakar komunikasi asal Indonesia, Australia dan Filipina membahas peluang dan tantangan masyarakat di era digital disela seminar internasional bertajuk “Digital Society : Challenging and Opportunities in (Indonesia) Future”, di Hotel Novotel Samator Surabaya, Rabu (24/10).</p>
<p>Masing-masing akademisi yang menjadi pembicara yaitu Panizza Allmark (Associate Professor, Edith Cowan University, Australia), Prof. Rachmah Ida, M.Com., Ph.D.( Universitas Airlangga, Surabaya), Prof. Dedy Mulyana, MA.,Ph.D., (Universitas Padjajaran, Bandung), serta Dr. Elizabeth Enriquez (University of The Philippines, The Philippines).</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/10/Fisip-2-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="333" class="aligncenter size-full wp-image-61363" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/10/Fisip-2-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/10/Fisip-2-copy.jpg?resize=300%2C154&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Paparan pertama disampaikan Panizza Almark selaku pembicara kunci yang memaparkan dampak selfie (swafoto) di lokasi-lokasi wisata terhadap masyarakat Indonesia di era digital.</p>
<p>Menurut dia, Indonesia yang memiliki jumlah pengguna facebook dan instagram terbesar keempat di dunia. Bahkan di Asia Pasifik yang menduduki peringkat pertama menjadikan dampak yang besar pula terhadap masyarakat di era digital saat ini.</p>
<p>“Sekarang pengguna media sosial memposting dan memberikan komentar maka akan berdampak besar pada dunia wisata, sebab mereka terpengaruh terhadap efek visual yang ditampilkan,” katanya.</p>
<p>Bahkan, guru besar komunikasi itu melihat ada beberapa lokasi wisata di Indonesia yang menyediakan spot khusus dan didesain semenarik mungkin untuk berswafoto (selfie), seperti di “Rabbit Town” , di Bandung, Jawa Barat.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">61362</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
