<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>sengaja &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/sengaja/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 Aug 2024 11:47:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>sengaja &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Hadiri Undangan Presiden, Mas Dhito Tanpa Sengaja Bertemu Warga Kediri di IKN</title>
		<link>https://memontum.com/hadiri-undangan-presiden-mas-dhito-tanpa-sengaja-bertemu-warga-kediri-di-ikn</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Aug 2024 07:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bertemu]]></category>
		<category><![CDATA[hadiri]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden]]></category>
		<category><![CDATA[sengaja]]></category>
		<category><![CDATA[undangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=213484</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Kejadian tidak terduga dialami Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, saat berada di Ibu Kota Nusantara (IKN) menghadiri undangan dan mendengar arahan Presiden RI, Joko Widodo, Selasa (13/08/2024) tadi. Bupati muda yang akrab disapa Mas Dhito, ini tanpa sengaja bertemu dengan warganya yang bekerja di IKN. Hal itu, disampaikannya dalam postingan di instagram [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Kejadian tidak terduga dialami Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, saat berada di Ibu Kota Nusantara (IKN) menghadiri undangan dan mendengar arahan Presiden RI, Joko Widodo, Selasa (13/08/2024) tadi.</p>



<p>Bupati muda yang akrab disapa Mas Dhito, ini tanpa sengaja bertemu dengan warganya yang bekerja di IKN. Hal itu, disampaikannya dalam postingan di instagram pribadinya.</p>



<p>&#8220;Pengalaman yang tak terduga waktu di IKN tiba-tiba ada yang memanggil nama saya. Awalnya saya kira itu teman-teman kepala daerah. Ternyata, ada salah satu pekerja yang bilang kalau asli dari Kediri,&#8221; tulis Mas Dhito.</p>



<p>Postingan itu pun langsung mendapat respon pemilik akun @misbahuddin7 warga Kabupaten Kediri yang bekerja di IKN. Dirinya pun menyampaikan harapannya untuk bisa kembali bertemu di lain waktu.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Semoga lain waktu ada kesempatan bertemu lagi nggih,&#8221; harapnya dalam penggalan komentar di postingan Mas Dhito.</p>



<p>Sebagaimana diketahui, dalam kehadirannya di IKN, Mas Dhito bersama kepala daerah lain di Indonesia mendapatkan arahan dari presiden, termasuk dalam konsep pembangunan di daerah masing-masing. &#8220;Ada arahan dari Bapak Presiden. Bahwa, IKN ini dibangun dengan gotong royong oleh semua kementrian dan diminta setiap daerah untuk bisa mencontoh tapi tidak dalam bentuk IKN, intinya harus ada program khusus,&#8221; ungkap Mas Dhito.</p>



<p>IKN sebagai ibu kota dengan konsep forest city atau kota hutan diakui Mas Dhito memiliki udara yang segar. Sebagai warga negara Indonesia, dirinya pun merasa bangga dengan IKN. &#8220;Dan ini adalah istana (negara) pertama yang dibangun oleh bangsa kita sendiri,&#8221; ucapnya bangga. <strong>(kom/pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">213484</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Perempuan Tewas di Lantai 4 Gedung Filkom UB Teridentifikasi, Sengaja Jatuh dan Tercatat Mahasiswi Angkatan 2018</title>
		<link>https://memontum.com/perempuan-tewas-di-lantai-4-gedung-filkom-ub-teridentifikasi-sengaja-jatuh-dan-tercatat-mahasiswi-angkatan-2018</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Dec 2023 15:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[angkatan]]></category>
		<category><![CDATA[filkom]]></category>
		<category><![CDATA[gedung,]]></category>
		<category><![CDATA[lantai]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswi]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan,]]></category>
		<category><![CDATA[sengaja]]></category>
		<category><![CDATA[tercatat]]></category>
		<category><![CDATA[teridentifikasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=203356</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sosok perempuan yang jatuh dan meninggal di Lantai 4 Gedung Fakultas Ilmu Komputer (Filkom), pada Kamis (14/12/2023) sekitar pukul 10.45, akhirnya mulai terkuak. Salah satunya, diduga korban sengaja menjatuhkan diri dari Lantai 12 Gedung Filkom, yang dikuatkan petugas kepolisian dengan ditemukannya barang-barang milik korban yang tertinggal di Lantai 12. Diantaranya, seperti [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Sosok perempuan yang jatuh dan meninggal di Lantai 4 Gedung Fakultas Ilmu Komputer (Filkom), pada Kamis (14/12/2023) sekitar pukul 10.45, akhirnya mulai terkuak. Salah satunya, diduga korban sengaja menjatuhkan diri dari Lantai 12 Gedung Filkom, yang dikuatkan petugas kepolisian dengan ditemukannya barang-barang milik korban yang tertinggal di Lantai 12. Diantaranya, seperti berupa kaca mata dan sandal.</p>



<p>&#8220;Dari hasil olah TKP yang dilakukan oleh Tim Inafis dan Unit Reskrim Polsek Lowokwaru, korban diduga dengan sengaja mengakhiri hidupnya. Ini diperkuat dengan adanya bukti pendukung barang-barang korban yang tertinggal di Lantai 12,&#8221; kata Kapolsek Lowokwaru, AKP Anton Widodo, Kamis (14/12/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain itu, tambahnya, pergelangan tangan kiri perempuan yang diketahui berinisial LS (24), warga Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, ini terdapat bekas sayatan yang dilakukannya beberapa hari lalu. &#8220;Dari hasil pengumpulan data, diperoleh informasi bahwa yang bersangkutan tercatat sebagai mahasiswi Fakultas Matematika &amp; IPA UB tahun angkatan 2018. Namun, korban telah mengundurkan diri tahun 2019. Itu karena, mempunyai penyakit yang mengganggu kehidupannya sehingga tidak lagi kuliah di UB,&#8221; tambah Kapolsek Lowokwaru.</p>



<p>Seperti diberitakan sebelumnya, seorang perempuan yang belum diketahui identitasnya, dikabarkan jatuh dan meninggal di Lantai 4 Gedung Filkom UB. Akibat kejadian itu, kontan menjadi perhatian mahasiswa. Mengingat, korban dikabarkan jatuh dari lantai 12. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">203356</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sikapi Restoran Terindikasi Kecurangan hingga Kekurangan Pembayaran Pajak, Lira Sebut Ada Dugaan Unsur Sengaja</title>
		<link>https://memontum.com/sikapi-restoran-terindikasi-kecurangan-hingga-kekurangan-pembayaran-pajak-lira-sebut-ada-dugaan-unsur-sengaja</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Oct 2023 15:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dugaan]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[kecurangan]]></category>
		<category><![CDATA[kekurangan]]></category>
		<category><![CDATA[Pajak]]></category>
		<category><![CDATA[pembayaran]]></category>
		<category><![CDATA[restoran]]></category>
		<category><![CDATA[sengaja]]></category>
		<category><![CDATA[sikapi]]></category>
		<category><![CDATA[terindikasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=199373</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Temuan BPK terkait lima restoran di Kota Malang, yang terindikasi tidak melaporkan omzet secara benar hingga berdampak kepada kekurangan pembayaran pajak restoran ke Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang, menuai perhatian. Adalah Gubernur Lira Jatim, M Zuhdy Achmadi, yang menduga bahwa indikasi kecurangan hingga berdampak pada kekurangan bayar pajak, adalah unsur [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Temuan BPK terkait lima restoran di Kota Malang, yang terindikasi tidak melaporkan omzet secara benar hingga berdampak kepada kekurangan pembayaran pajak restoran ke Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang, menuai perhatian. Adalah Gubernur Lira Jatim, M Zuhdy Achmadi, yang menduga bahwa indikasi kecurangan hingga berdampak pada kekurangan bayar pajak, adalah unsur kesengajaan.</p>



<p>Sebagaimana disampaikan BPK, bahwa indikasi kecurangan itu terjadi karena tidak melaporkan omzet secara benar, karena menggunakan dua mesin kasir atau dua akun. Sehingga, E-Tax tidak dapat merekam seluruh transaksi penjualan wajib pajak (WP), yang sudah dibayar oleh konsumen dan harusnya disetorkan ke Bapenda.</p>



<p>&#8220;Kalau menurut saya, temuan ini diduga kuat adalah unsur kesengajaan dari restoran atau wajib pajak. Karena, ini tidak hanya terjadi di satu kesempatan. Namun, berlangsung selama setahun. Apalagi, dijelaskan bahwa di situ menggunakan dobel akun. Sehingga, ini termasuk dugaan tindak pidana khusus perpajakan,&#8221; kata Didik-sapaan akrab Gubernur Lira Jatim, Jumat (06/10/2023) tadi.</p>



<p>Ditambahkannya, akibat kecurangan hingga berdampak pada kekurangan bayar pajak restoran, tentunya ini sangat merugikan PAD Kota Malang. Apalagi, nominal atau selisih angkanya, itu jelas-jelas sudah dibayar oleh konsumen dan harusnya diberikan oleh WP ke pemerintah atau Bapenda.</p>



<p>&#8220;Dalam dugaan ini, itu yang dirugikan ada dua. Pertama konsumen, karena yang bersangkutan sudah membayar pajak restoran sebesar 10 persen. Lalu dua, Pemkot Malang yang seharusnya menerima pajak restoran dari konsumen, justru tidak diberikan oleh WP,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dari temuan yang disampaikan BPK, lanjutnya, harusnya persoalan bisa segera dituntaskan. Karena, negara dirugikan dari pendapatan pajak. Sehingga, diharapkan kejadian serupa tidak terulang.</p>



<p>&#8220;Harapan saya, ini tentu harusnya bisa segera selesai. Karena, bukti dan temuan juga sudah ada. Jangan sampai, kami warga negara yang baik dengan taat membayar pajak, tetapi terkesan seakan-akan dihalang-halangi karena restoran melakukan dugaan penggelapan itu. Jangan bilang juga, bahwa jumlahnya hanya satu miliar atau dua miliar. Namun, kalau itu dilakukan beberapa restoran atau apalagi dengan temuan yang ada, sudah pasti angkanya akan bertambah. Karenanya, temuan ini harus segera ada tindak lanjut,&#8221; paparnya.</p>



<p>Ditanya mengenai pengajuan keringanan wajib pajak terhadap sanksi denda, di mana berlaku empat kali lipat, Didik menyampaikan bahwa hal ini wajar-wajar saja. Sepanjang, itu tidak mengurangi nilai pokok yang harus disetorkan.</p>



<p>&#8220;Mengenai kebijakan, itu dikembalikan lagi kepada yang berhak. Intinya, diterima atau tidak. Kemudian, jangan sampai mengurangi nilai pokoknya. Saya berharap, persoalan ini bisa menjadi perhatian bersama sehingga tidak sampai terulang,&#8221; ungkap Didik.</p>



<p>Sebagaimana diberitakan, BPK menemukan indikasi kecurangan dalam melaporkan omzet hingga berdampak pada kekurangan pembayaran pajak restoran. Temuan itu, terjadi pada lima restoran berdasarkan observasi lapangan. Lima restoran atau wajib pajak itu, berinisial OG, K, C, SSCU dan R. Dari ke lima WP restoran itu, BPK juga menyebut restoran berinisial C selama tahun 2022 kurang bayar pajak sejumlah Rp 640.285.586 terhitung mulai Januari hingga Desember. <strong>(sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">199373</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pohon Randu Mati dengan Kondisi Batang Berlubang, DPUPR Kota Batu Curigai Sengaja Dibunuh</title>
		<link>https://memontum.com/pohon-randu-mati-dengan-kondisi-batang-berlubang-dpupr-kota-batu-curigai-sengaja-dibunuh</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Aug 2023 06:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[batang]]></category>
		<category><![CDATA[berlubang,]]></category>
		<category><![CDATA[curigai]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[Dibunuh]]></category>
		<category><![CDATA[kondisi]]></category>
		<category><![CDATA[sengaja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=195710</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Pohon Randu berukuran diameter hampir 1 meter, yang berada pinggir Jalan Oro-Oro Ombo, Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu, diketahui mengering dan mati. Petugas dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu, yang melakukan pengecekan pun menduga bahwa pohon tersebut mati akibat diduga diracun orang yang tidak bertanggungjawab. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Batu</strong> &#8211; Pohon Randu berukuran diameter hampir 1 meter, yang berada pinggir Jalan Oro-Oro Ombo, Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu, diketahui mengering dan mati. Petugas dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu, yang melakukan pengecekan pun menduga bahwa pohon tersebut mati akibat diduga diracun orang yang tidak bertanggungjawab.</p>



<p>Kepala Dinas PUPR Kota Batu, Alfi Nurhidayat, mengatakan bahwa Pohon Randu yang sebagian batangnya mengering dan mati itu, berada tepat di depan Kantor Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) Jalan Oro-oro Ombo. &#8220;Kami mencurigai, matinya sebagian batang Pohon Randu berdiameter hampir 1 meter itu sepertinya diracuni orang. Karena, petugas mendapati ada lubang pada bagian batangnya,&#8221; terangnya, di Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Minggu (13/08/2023) tadi.</p>



<p>Setelah dilakukan pengecekan, paparnya, pada batang pohon terdapat bekas lubang pengeboran sedalam kurang lebih 15 centimeter. Diduga, lubang bekas pengeboran tersebut digunakan untuk memasukkan cairan racun ke batang pohon.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sebab, imbuh Alfi, jika dilubangi dengan pengeboran saja tidak sampai membuat batang pohon mati. Oleh sebab itu, kejadian ini perlu ada tindak lanjut untuk dilakukan penelitian.</p>



<p>&#8220;Ini ada kemungkinan besar, memang pohon itu sebagian batangnya mati sengaja diracun. Dan, lubang 15 centimeter itu bekas pengeboran itu menjadi jalur masuknya racun,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Untuk itu, atas kejadian tersebut Alfi meminta kepada masyarakat untuk selalu menjaga kelestarian pohon yang ada di pinggir-pinggir jalan seluruh wilayah Kota Batu. &#8220;Kalau masyarakat yang mengetahui ada orang yang tidak bertanggungjawab meracuni pohon-pohon, diharapkan untuk melaporkan ke Pemkot Batu atau langsung kepada kami,&#8221; imbaunya. <strong>(put/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">195710</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
