<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Seni Budaya &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/seni-budaya/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 14 Feb 2023 13:38:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Seni Budaya &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Peter Wang Tampilkan 36 Karya Seni Fotografi Silang Budaya di Lasem</title>
		<link>https://memontum.com/peter-wang-tampilkan-36-karya-seni-fotografi-silang-budaya-di-lasem</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Feb 2023 13:38:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Karya Seni]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pameran]]></category>
		<category><![CDATA[pameran seni]]></category>
		<category><![CDATA[Seni]]></category>
		<category><![CDATA[Seni Budaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=183209</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sebanyak 36 karya seni fotografi hasil jepretan Peter Wang, ditampilkan dalam pameran yang bertajuk Silang Budaya di Lasem. Pameran foto ini, dilaksanakan Sabtu (11/02/2023) hingga Sabtu (25/02/2023) mendatang, di Dialectic Gallery Jalan Sumbing No 11, Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Dari hasil karya tersebut, Peter Wang, mengaku jika ingin menampilkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sebanyak 36 karya seni fotografi hasil jepretan Peter Wang, ditampilkan dalam pameran yang bertajuk Silang Budaya di Lasem. Pameran foto ini, dilaksanakan Sabtu (11/02/2023) hingga Sabtu (25/02/2023) mendatang, di Dialectic Gallery Jalan Sumbing No 11, Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang.</p>



<p>Dari hasil karya tersebut, Peter Wang, mengaku jika ingin menampilkan keharmonisan masyarakat lintas budaya di Lasem, yang dikenal sebagai wilayah pembauran dua etnis, yakni Jawa dan Tionghoa. &#8220;Saya dapat cerita dari teman-teman bahwa Kota Lasem ini masih sangat unik. Dulu juga dipercayai bahwa orang China pertama kali mendarat di Pulau Jawa, itu di Lasem pada abad ke 11. Jadi, saat saya meninjau kesana ternyata memang Lasem ini sangat indah dan sangat eksotik,” ungkap Peter Wang, Selasa (14/02/2023) tadi.</p>



<p>Peter mengaku, jika pihaknya datang ke Kota Lasem di tahun 2005 hingga 2014. Dalam mengabadikan momen tersebut, dirinya tak sendiri, melainkan bersama dengan tim yang terdiri dari delapan orang. Sehingga, banyak sekali jepretan foto yang dihasilkan.</p>



<p>“Banyak sekali foto-foto di Lasem. Mungkin punya lebih dari 10 ribu frame. Yang kami tampilkan hanya ada 36 foto, karena ni kami kerucutkan hanya di persilangan budayanya saja,” lanjutnya.</p>



<p>Kemudian, Peter juga menceritakan terkait dengan foto-foto yang dianggapnya paling berkesan untuk ditampilkan dalam pameran tersebut. Pertama, yakni foto yang menggambarkan sosok Sidik, seorang pengrajin batik, asli Lasem yang hidup serba mandiri dan sebatang kara.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-malang-rencanakan-bangun-skywalk-di-dua-lokasi-dari-dana-bank-dunia">Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/objek-wisata-banyuwangi-2026-perkuat-seni-dan-budaya-masyarakat">Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/cara-unik-umkm-malang-kenalkan-gamis-bordir-gandeng-petugas-kebersihan-jadi-model-ramadan">Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kecamatan-lumbang-dan-potensi-produksi-madu-yang-dihasilkan">Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-pewarna-makanan-berlebih-wali-kota-malang-siapkan-tes-sampel-di-pasar-takjil">Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil</a></li>
</ul>


<p>“Itu Pak Sidik, beliau pembatik yang semuanya dilakukan sendiri. Dia hidup sendiri, sebatang kara. Mulai dari membeli kain, nyelup, membatik, itu dilakukan sendiri. Sampai ke Jakarta juga berangkat sendiri. Tulisan di papan tulis itu tulisan tangan dia. Jadi itu mungkin ungkapan emosinya dia pada saat itu,” jelasnya.</p>



<p>Selain itu, terdapat satu foto yang semakin memperkuat tema Silang Budaya di Lasem. Yakni, foto yang menggambarkan patung Raden Panji, yang disembahyangkan dalam Klenteng. Menurutnya, Raden Panji merupakan sosok pejuang asli Jawa yang diagungkan oleh masyarakat Tionghoa di sana.</p>



<p>“Di galeri ini juga ada 1 foto, Raden Panji yang disembayangkan di Klenteng. Nah, itu betul-betul adalah seorang pejuang Lasem, orang Jawa yang memang diagungkan. Akhirnya disembayangkan disana,” katanya.</p>



<p>Sementara, potret keharmonisan dua suku juga dipamerkan dalam satu foto, yang mana digambarkan dengan suasana pasar dengan penjual dan pembeli yang saling berinteraksi rukun. Padahal mereka berasal dari budaya yang berbeda.</p>



<p>“Di sisi kiri itu ada suasana pasar, ada satu ibu-ibu yang sedang belanja di pasar kelihatan tertawa dan guyon sambil interaksi. Dan itu memang foto kehidupan nyata di sana. Mereka sudah saling kenal, sudah tau masing-masing,” imbuhnya.</p>



<p>Melalui dokumentasi foto tersebut, Peter berharap, agar masyarakat dapat mengetahui keberadaan Kota Lasem. Selain itu, juga menjadikan sebagai salah satu destinasi wisata di Jawa Tengah yang menampilkan sisi keunikan antar dua ragam budaya. <strong>(rsy/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">183209</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Optimalkan Infrastruktur Internet dan Digital, Mas Dhito Dorong Digitalisasi Budaya dan Seni</title>
		<link>https://memontum.com/optimalkan-infrastruktur-internet-dan-digital-mas-dhito-dorong-digitalisasi-budaya-dan-seni</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Nov 2022 05:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[bupati kediri]]></category>
		<category><![CDATA[digital]]></category>
		<category><![CDATA[Digitalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten kediri]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Mas Dhito]]></category>
		<category><![CDATA[Seni Budaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=179052</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Kemajuan teknologi menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku seni dan budaya di Kabupaten Kediri. Mendorong promosi di dua aspek tersebut, Pemerintah Kabupaten Kediri akan mengoptimalkan infrastruktur internet dan digital. Bahkan tidak hanya infrastruktur, kemampuan pelaku seni dalam memanfaatkan kemajuan dinilai menjadi problematika di Bumi Panjalu saat ini. Hal ini, disampaikan oleh Ketua Dewan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Kemajuan teknologi menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku seni dan budaya di Kabupaten Kediri. Mendorong promosi di dua aspek tersebut, Pemerintah Kabupaten Kediri akan mengoptimalkan infrastruktur internet dan digital.</p>



<p>Bahkan tidak hanya infrastruktur, kemampuan pelaku seni dalam memanfaatkan kemajuan dinilai menjadi problematika di Bumi Panjalu saat ini. Hal ini, disampaikan oleh Ketua Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kabupaten Kediri (DK4), Imam Mubarok.</p>



<p>Menurutnya, skill hingga pengetahuan budayawan dalam menguasai teknologi dan digitalisasi dewasa ini harus ditingkatkan. &#8220;Ancaman pelaku seni dan budayawan saat ini adalah digital. SDM yang dimiliki perlu diupgrade. Yang kedua adalah legalitas. Kita akan beri rekomendasi pada Bupati Kediri (Hanindhito Himawan Pramana) untuk membantu legalitas seniman dan kebudayaan terkait perizinan,” terangnya.</p>



<p>Dari hal tersebut, Mas Dhito-sapaan akrab Bupati Hanindhito, melalui DK4 dan Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) menggelar diskusi bersama seniman dan budayawan dari berbagai desa dan komunitas di Kabupaten Kediri.</p>



<p>Dikatakan Imam Mubarok, di era digital para pelaku seni juga didorong untuk tidak mengedepankan ego sektoral. Melainkan perlu adanya komitmen untuk bersatu padu membangun majunya kebudayaan di Bumi Panjalu.</p>



<p>Pihaknya juga menambahkan, hal tersebut akan terwujud juga bila disokong dengan fasilitas serta infrastruktur digital dan internet yang disediakan oleh pemerintah kabupaten. &#8220;Kepala Diskominfo nantinya akan membuatkan web. Web ini adalah peta kebudayaan. Jadi semua potensi disana tinggal klik. Semua data akan muncul disana,” katanya, seusai diskusi bertajuk tantangan dan solusi wajah kebudayaan Kabupaten Kediri di era digital, Selasa (29/11/2022) tadi.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-malang-rencanakan-bangun-skywalk-di-dua-lokasi-dari-dana-bank-dunia">Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/objek-wisata-banyuwangi-2026-perkuat-seni-dan-budaya-masyarakat">Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/cara-unik-umkm-malang-kenalkan-gamis-bordir-gandeng-petugas-kebersihan-jadi-model-ramadan">Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kecamatan-lumbang-dan-potensi-produksi-madu-yang-dihasilkan">Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-pewarna-makanan-berlebih-wali-kota-malang-siapkan-tes-sampel-di-pasar-takjil">Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil</a></li>
</ul>


<p>Dari data DK4, kurang lebih sebanyak 1760 budaya dan seni sudah terdaftar di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri. Mereka daftar dan memiliki induk kebudayaan. Nomor induk ini dianggap penting sebagai legalitas terlebih untuk menyambut beroperasinya bandara.</p>



<p>Menindaklanjuti instruksi Mas Dhito dalam memfasilitasi pelaku seni dan budaya, Kepala Diskominfo Kabupaten Kediri, Sri Ilham Wahyu Subekti, telah menyiapkan infrastruktur internet untuk mendukung dibuatnya web dan media promosi digital lain seperti live streaming. Menurutnya, bandwich yang dimiliki Diskominfo dirasa cukup untuk memenuhi kebutahan itu. Pihaknya telah menyiapkan 1450 Mbps. Sedangkan dalam penggunaan rutin, hanya digunakan 350 Mbps.</p>



<p>“Kediri ini memiliki bandwich 1450 terpakai rutin 350. Apabila desa dan kecamatan serentak memakai (bandwich). Maka yang terpakai hanya 750,” terang Ilham.</p>



<p>Dengan rancangan web dan kecepatan internet tersebut, lanjut Ilham, Mas Dhito mendorong agar pelaku seni dapat menggunakan infrastruktur yang ada. Diharapkan kedepannya pelaku seni dan budaya bisa lebih proaktif dalam mempromosikan budaya dan seni asli Kabupaten Kediri. Seperti diketahui, Bumi Panjalu memiliki Petilasan Sri Aji Jayabaya, cerita panji, memiliki candi dan sejarah.</p>



<p>Ditambah pesona alam dari dua gunung yang dimilikinya, pariwisata Kabupaten Kediri dinilai dapat terus berkembang. &#8220;Sesuai instruksi Mas Dhito, teman-teman budayawan kita fasilitasi. Jadi publikasinya tidak hanya lokal, tapi mendunia. Jadi yang telah disiapkan oleh Mas Dhito ini bisa dimanfaatkan secara maksimal,” terangnya.</p>



<p>Selain bidang seni dan budaya, Ilham juga mengajak seluruh desa untuk terus mengembangkan potensi desa dengan memanfaatkan infrastruktur yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Kediri ini.<strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">179052</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Karnaval Festival Seni Budaya dan Pariwisata Petik Laut dan Selamatan Ketapang Kota Probolinggo Meriah</title>
		<link>https://memontum.com/karnaval-festival-seni-budaya-dan-pariwisata-petik-laut-dan-selamatan-ketapang-kota-probolinggo-meriah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Oct 2022 08:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[karnaval]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Petik Laut]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Seni Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Probolinggo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=177685</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin, didampingi Wakil Ketua DPRD, H Nasution, menghadiri &#8216;Petik Laut dan Selamatan&#8217; di Kelurahan Ketapang, Minggu (30/10/2022) siang. Kegiatan yang digelar selama dua hari itu, atau sejak Sabtu (29/10/2022) kemarin, juga menghadirkan Ogoh-ogoh bernuansa Bali. Sementara itu, khusus Karnaval Festival Seni Budaya dan Pariwisata &#8216;Petik Laut [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin, didampingi Wakil Ketua DPRD, H Nasution, menghadiri &#8216;Petik Laut dan Selamatan&#8217; di Kelurahan Ketapang, Minggu (30/10/2022) siang. Kegiatan yang digelar selama dua hari itu, atau sejak Sabtu (29/10/2022) kemarin, juga menghadirkan Ogoh-ogoh bernuansa Bali.</p>



<p>Sementara itu, khusus Karnaval Festival Seni Budaya dan Pariwisata &#8216;Petik Laut dan Selamatan&#8217;, berlangsung tadi siang. Yakni, dengan menjelajahi rute dari Jalan Kelud, Jalan Abdurahman Wahid (Gusdur), Jalan Argopuro, Jalan Krakatau dan kemudian finish di Pantai Takad Jalan Nelayan Ketapang.</p>



<p>Dalam serangkaian kegiatan itu, dimulai dengan ziarah ke makam leluhur dan khataman Al-Quran, yang iikuti sekitar 500 orang warga perwakilan kelompok nelayan. Mulai dari kelompok tani, kelompok disabilitas, LPM, RT/RW, PKK, kader Posyandu, karang taruna hingga siswa-siswi sekolah dasar dan Madrasah Ibtidaiyah di Kelurahan Ketapang.</p>



<p>&#8220;Kegiatan ini untuk memberikan hiburan, edukasi serta promosi pariwisata bagi masyarakat. Ini juga merupakan revitalisasi budaya, sebagai media pelestarian budaya. Memberikan wahana sebagai rasa syukur nikmat Allah, yang telah diberikan kepada warga masyarakat Kelurahan Ketapang dalam bentuk festival,” ucap Lurah Ketapang, Zainul Faruk, dalam laporannya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-malang-rencanakan-bangun-skywalk-di-dua-lokasi-dari-dana-bank-dunia">Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/objek-wisata-banyuwangi-2026-perkuat-seni-dan-budaya-masyarakat">Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/cara-unik-umkm-malang-kenalkan-gamis-bordir-gandeng-petugas-kebersihan-jadi-model-ramadan">Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kecamatan-lumbang-dan-potensi-produksi-madu-yang-dihasilkan">Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-pewarna-makanan-berlebih-wali-kota-malang-siapkan-tes-sampel-di-pasar-takjil">Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil</a></li>
</ul>


<p>Wali Kota Habib Hadi dalam sambutannya, mengungkapkan rasa syukur melihat perkembangan Pantai Takad yang begitu pesat. “Saya tadi dari sana (parkiran utama ujung Jalan Nelayan), sengaja turun dan jalan kaki. Karena, saya ingin mengenang masa lalu. Sekarang jalannya sudah bagus, sudah diaspal. Mudah-mudahan dalam waktu dekat semakin bagus lagi,” ujar Wali Kota Habib Hadi.</p>



<p>Ditambahkannya, festival budaya ini harus dilestarikan dan ini kegiatan luar biasa. &#8220;Saya sampaikan apresiasi pada panitianya. Saya berharap, semua wilayah di Kota Probolinggo, harus bisa memunculkan potensi-potensi wisata. Salah satunya, seperti di Kelurahan Ketapang ini. Mudah-mudahan bisa berkembang dan bermanfaat untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,” terangnya.</p>



<p>Wali Kota Habib Hadi juga meminta, kepada camat dan lurah setempat untuk bisa memanfaatkan lahan milik aset Pemerintah Kota Probolinggo. &#8220;Tetapi harus dimanfaatkan dengan benar,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Salah satu warga Kelurahan Ketapang, Nasudah, 50 tahun, mengungkapkan bahwa dirinya mengikuti karnaval ini dengan suka cita dan sangat menarik. “Alhamdulillah, saya senang. Kalau selama dua tahun sebelumnya tidak ada karena pandemi, namun sekarang sudah ada lagi. Ini meriah dan ramai,&#8221; paparnya. <strong>(kom/pix/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">177685</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bot Abote Katresnan Kota Probolinggo Jadi Daya Tarik Wisata dan Investasi</title>
		<link>https://memontum.com/bot-abote-katresnan-kota-probolinggo-jadi-daya-tarik-wisata-dan-investasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Sep 2022 16:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Seni Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=175419</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Pertunjukan tari daerah dan seni pertunjukan ludruk Kota Probolinggo, sukses tampil di Pagelaran Seni Budaya dan Pameran Produk Unggulan bertajuk &#8216;Bot-Abote Katresnan&#8217; (Besarnya Rasa Cinta) yang diselenggarakan di Anjungan Jawa Timur Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Selasa (13/09/2022) malam. Menariknya, seni pertunjukan ludruk persembahan Sanggar Panji Laras, itu mengangkat cerita dua [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Pertunjukan tari daerah dan seni pertunjukan ludruk Kota Probolinggo, sukses tampil di Pagelaran Seni Budaya dan Pameran Produk Unggulan bertajuk &#8216;Bot-Abote Katresnan&#8217; (Besarnya Rasa Cinta) yang diselenggarakan di Anjungan Jawa Timur Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Selasa (13/09/2022) malam.</p>



<p>Menariknya, seni pertunjukan ludruk persembahan Sanggar Panji Laras, itu mengangkat cerita dua juragan seni Jaran Bodag, Kasiadi dan Mulyadi yang mempunyai ambisi sangat tinggi untuk mengembangkan kesenian Jaran Bodag di Kota Probolingo. Bahkan, saking sengitnya persaingan dua juragan tersebut, mereka sampai mengorbankan anak-anaknya untuk tidak saling jatuh cinta.</p>



<p>Namun, kenyataan bahwa anak-anak mereka saling mencintai, akhirnya meluluhkan hati mereka untuk merestui hubungan tersebut dengan syarat harus melestarikan budaya Jaran Bodag.</p>



<p>Ketua Sanggar Panji Laras, Muji Rahayu, menerangkan bahwa filosofi yang dapat diambil dari cerita Bot-Abote Katresnan adalah supaya generasi muda bisa cinta kepada seni tradisi yang ada di daerahnya dan bersama-sama melestarikan kesenian dan kebudayaan daerah tersebut. &#8220;Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota yang sudah memfasilitasi kami untuk berkreatifitas. Sehingga, bisa tampil di Taman Mini Indah Indonesia. Bahkan, dengan cara ini, biar anak bisa lebih berkreatifitas, lebih cinta budaya dan menunjukkan bahwa ini lo budaya kita,” terangnya.</p>



<p>Pagelaran seni budaya dan pameran produk unggulan di Anjungan Jawa Timur TMII Jakarta tahun 2022, turut dihadiri Sekda Kota Probolinggo, drg Ninik Ira Wibawati beserta sejumlah PD di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo. Yakni, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dispopar, DKUPP, DPKPP, Dikominfo, Bappeda Litbang dan Camat se-Kota Probolinggo.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-malang-rencanakan-bangun-skywalk-di-dua-lokasi-dari-dana-bank-dunia">Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/objek-wisata-banyuwangi-2026-perkuat-seni-dan-budaya-masyarakat">Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/cara-unik-umkm-malang-kenalkan-gamis-bordir-gandeng-petugas-kebersihan-jadi-model-ramadan">Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kecamatan-lumbang-dan-potensi-produksi-madu-yang-dihasilkan">Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-pewarna-makanan-berlebih-wali-kota-malang-siapkan-tes-sampel-di-pasar-takjil">Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil</a></li>
</ul>


<p>Dihelat pada tanggal 13 hingga 14 September 2022, pagelaran seni budaya tersebut juga dipersembahkan untuk memperingati Hari Jadi ke 663 Kota Probolinggo (Hadipro). Pada kali ini, pagelaran seni budaya dan pameran produk unggulan diselenggarakan berkat sinergi antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo dengan Badan Penghubung Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur.</p>



<p>Gelaran tersebut juga didukung oleh Yayasan Boemi Saleh dan Paguyuban Yuangga yang merupakan komunitas warga Kota Probolinggo yang tinggal atau menetap di Jakarta. &#8220;Ini harapan kita bersama, bahwa memang tugas kita khususnya di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, bagaimana kita melestarikan kebudayaan yang ada di Kota Probolinggo. Potensi-potensi ini yang kita gali, kita kembangkan. Ini adalah salah satu sosialisasi dan edukasi,&#8221; jelas Plt. Disdikbud Kota Probolinggo, Wawan Soegyanto.</p>



<p>Dalam hal ini, Disdikbud Kota Probolinggo konsisten dalam upaya melestarikan seni dan budaya daerah, sekaligus sebagai langkah promotif yang menjadi daya tarik wisata Kota Probolinggo. &#8220;TMII salah satunya juga bisa mempromosikan tentang masalah pariwisata juga. Sehingga, nanti bukan Panji Laras saja yang diberi kesempatan. Tetapi tahun depan, nanti bisa kita coba ke sanggar tari lainnya. Supaya nanti, potensi-potensi yang ada di Kota Probolinggo bisa dikembangan dan dipromosikan,&#8221; imbuh Wawan.</p>



<p>Momentum ini juga dimanfaatkan oleh warga Kota Probolinggo yang tinggal di Jakarta, untuk mengobati rasa rindu kepada tanah kelahirannya, sekaligus menjadikannya sebagai wadah untuk bersilaturrahmi dengan sesama warga lainnya. Seperti yang diungkapkan Paguyuban Yuangga, Bambang Sambadi, bahwa dengan adanya kegiatan pentas seni budaya dari Probolinggo bisa melepas rindu. &#8220;Jadi teman-teman ini punya grup WhatsApp. Kadang-kadang, hiburan-hiburan dari Probolinggo atau hiburan dari Jawa Timur, dimasukkan di grup WA itu untuk melepas rindu. Dengan adanya live yang sekarang ini, wah terobati rasanya,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Hal serupa juga dikatakan oleh Kepala Badan Pengubung Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur, Sutarno, bahwa pagelaran kesenian daerah duta seni Kota Probolinggo, yang merupakan hasil kreatifitas para seniman, diharapkan dapat menjadi wadah silaturahmi warga Probolinggo dan warga Jawa Timur yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya.</p>



<p>Pada kesempatan yang sama, Sekda Kota Probolinggo, drg Ninik Ira Wibawati, tidak lupa mengkampanyekan We Love Cities. Yaitu, sebuah kompetisi persahabatan kampanye publik melalui media sosial yang mengajak seluruh masyarakat untuk menunjukkan dukungannya dengan memilih finalis kota favorit melalui vote website : www.welovecties.org, yang dilaksanakan mulai tanggal 19 September 2022 sampai 31 Oktober 2022. <strong>(kom/pix/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">175419</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Buka Festival Seni Budaya dan Pariwisata, Wali Kota Probolinggo Minta Tabuh Lesung Roro Jonggrang Tetap Dilestarikan</title>
		<link>https://memontum.com/buka-festival-seni-budaya-dan-pariwisata-wali-kota-probolinggo-minta-tabuh-lesung-roro-jonggrang-tetap-dilestarikan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Aug 2022 10:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Seni Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Probolinggo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=173411</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin, membuka Festival Seni Budaya dan Pariwisata Tingkat Kelurahan Curahgrinting, Kecamatan Kanigaran, Minggu (07/08/2022) tadi. Dalam pembukaan itu, wali kota berharap bahwa kesenian Tabuh Lesung Roro Jonggrang, bisa tetap lestarikan dan dijaga. &#8220;Saya ingin, salah satunya kesenian seperti Tabuh Lesung Roro Jonggrang, bisa diperlombakan antar kelurahan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin, membuka Festival Seni Budaya dan Pariwisata Tingkat Kelurahan Curahgrinting, Kecamatan Kanigaran, Minggu (07/08/2022) tadi. Dalam pembukaan itu, wali kota berharap bahwa kesenian Tabuh Lesung Roro Jonggrang, bisa tetap lestarikan dan dijaga.</p>



<p>&#8220;Saya ingin, salah satunya kesenian seperti Tabuh Lesung Roro Jonggrang, bisa diperlombakan antar kelurahan atau ditampilkan ketika ada tamu kunjungan dari luar daerah dan luar negeri. Tujuannya, agar kesenian ini tidak hilang tergerus zaman, sehingga ke depan tidak tinggal cerita,” papar Wali Kota Habib Hadi.</p>



<p>Menurut wali kota, seni budaya dan pariwisata merupakan satu potensi yang perlu dilestarikan dan dikembangkan. Karena, ini mengandung nilai-nilai budaya yang hidup. Setelah sempat mengalami vakum karena pandemi, ajang festival seni budaya dan pariwisata yang dirangkai dengan aksi perebutan gunungan hasil bumi oleh warga, ini diharapkan menjadi spirit atau kekuatan dalam melestarikan budaya lokal. Sehingga, generasi penerus kelurahan setempat dapat meneruskan warisan budaya.</p>



<p>“Kalau bukan kita yang melestarikan, maka akan terputus pada generasi seterusnya. Untuk itulah, peran dan dukungan kita diperlukan,” tegasnya.</p>



<p>Dirinya juga menambahkan, melestarikan kebudayaan senantiasa mendapat hambatan yang tidak ringan. Setidaknya, ada tiga hambatan dalam upaya melestarikan seni budaya tradisional. Diantaranya, derasnya arus budaya asing dalam berbagai bentuk yang masuk dengan berbagai cara.</p>



<p>&#8220;Padahal jika kita mau selektif dan objektif, maka tidak sedikit seni budaya asing yang tidak sesuai dengan jati diri dan budaya bangsa,” terangnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-malang-rencanakan-bangun-skywalk-di-dua-lokasi-dari-dana-bank-dunia">Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/objek-wisata-banyuwangi-2026-perkuat-seni-dan-budaya-masyarakat">Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/cara-unik-umkm-malang-kenalkan-gamis-bordir-gandeng-petugas-kebersihan-jadi-model-ramadan">Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kecamatan-lumbang-dan-potensi-produksi-madu-yang-dihasilkan">Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-pewarna-makanan-berlebih-wali-kota-malang-siapkan-tes-sampel-di-pasar-takjil">Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil</a></li>
</ul>


<p>Hambatan berikutnya, ujar Habib Hadi, keterbatasan manajemen pengelolaan. Dimana, substansi nilai budaya lokal tetap perlu dikemas secara profesional.</p>



<p>&#8220;Artinya, resensinya tetap budaya lokal. Akan tetapi, manajemen kelompoknya perlu dikelola secara modern,” ujarnya.</p>



<p>Lalu, hambatan sarana dan prasarana (Sarpras). Kreativitas seni dan budaya memang membutuhkan dukungan Sarpras serta dukungan dari semua pihak untuk berperan serta secara aktif dalam menjaga eksistensi dan pengembangan seni tradisional.</p>



<p>Wali kota juga mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Kelurahan Curahgrinting dalam menjaga dan melestarikan seni budaya tradisional ini. “Tentunya, kegiatan ini patut diapresiasi sebagai bentuk upaya melestarikan budaya yang ada di Kota Probolinggo, khususnya di Kelurahan Curahgrinting,” kata Habib Hadi.</p>



<p>Ketua Pokjamas Karya Mandiri Kelurahan Curahgrinting, Syamsudin, mengatakan bahwa pagelaran seni budaya ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kesadaran dan menghargai seni budaya yang diwariskan oleh leluhur secara turun temurun yang hampir punah. Sehingga, melalui kelompok sanggar seni baik di tingkat kelurahan maupun pelajar, dapat melestarikannya.</p>



<p>Festival yang menyuguhkan beragam kesenian dan budaya lokal seperti musik Kalimosodo, Kereta Kencana, Gambus Ibnu Sarkawi, juga menampilkan kesenian Kuda Kencak Kyai Jatayu dan Jaran Bodag ini. Turut hadir dalam kegiatan itu, Ketua TP PKK, Aminah Hadi Zainal Abidin, Camat Kanigaran, Agus Riyanto beserta istri, Lurah Curahgrinting, Gilang Ramadhan Liyadi beserta istri, para pelaku kesenian lokal dan UMKM warga kelurahan setempat.</p>



<p>Pada kesempatan itu, juga ditampilkan seni Pencak Silat Ibnu Alwani, Hadrah Putri Sahara serta giat Posbindu memberikan pelayanan pemeriksaan gula darah, tekanan darah, lingkar perut, tinggi badan dan konsultasi dokter gratis. <strong>(pro/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">173411</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hadiri Gelaran Seni Budaya di Pasar Pon Trenggalek, AHY Sampaikan Salam Rindu untuk Masyarakat</title>
		<link>https://memontum.com/hadiri-gelaran-seni-budaya-di-pasar-pon-trenggalek-ahy-sampaikan-salam-rindu-untuk-masyarakat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 May 2022 16:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[AHY]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[pasar]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar Pon]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar Pon Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Seni Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=169336</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyapa secara langsung masyarakat yang memadati kawasan Pasar Pon, sejak Kamis (19/05/2022) sore. Kedatangan AHY ke Trenggalek, tidak seorang diri atau melainkan dengan didampingi anggota DPR RI, Edhi Baskoro Yudhoyono (Ibas), hingga Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elistianto Dardak. &#8220;Alhamdulillah, malam ini bisa berkumpul [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyapa secara langsung masyarakat yang memadati kawasan Pasar Pon, sejak Kamis (19/05/2022) sore. Kedatangan AHY ke Trenggalek, tidak seorang diri atau melainkan dengan didampingi anggota DPR RI, Edhi Baskoro Yudhoyono (Ibas), hingga Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elistianto Dardak.</p>



<p>&#8220;Alhamdulillah, malam ini bisa berkumpul dengan masyarakat Trenggalek, sekaligus bersilaturahmi. Hari ini, saya melakukan perjalanan dari Pacitan bersama Mas Ibas juga keluarga besar Partai Demokrat dan menyaksikan secara langsung pagelaran seni budaya khas Trenggalek yaitu jaranan Turonggo Yakso,&#8221; ucap AHY saat dikonfirmasi, Kamis (19/05/2022) malam.</p>



<p>Tidak hanya menikmati suguhan seni budaya, anak sulung dari mantan Presiden RI ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono, ini juga menyempatkan diri untuk meninjau beberapa stand UMKM yang ada di seputaran Pasar Pon. &#8220;Tadi kita juga sempat melihat pelaku UMKM yang menjual produk maupun makanan olahan khas Trenggalek. Kita tahu, Pasar Pon ini merupakan pasar kebanggaan masyarakat Trenggalek, yang diinisiasi mantan Bupati Trenggalek, Emil Dardak,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Pada intinya, AHY ingin terus menyapa warga masyarakat, khususnya di Jawa Timur yang penduduknya dirasa cukup besar dan dinamis. Tidak hanya ingin menyapa warga masyarakat, namun kesempatan itu juga dimanfaatkan untuk berdialog dan menyerap aspirasi-aspirasi agar bisa disuarakan baik di tingkat daerah maupun pusat.</p>



<p>Disinggung terkait aspirasi yang didapat selama berkunjung di Kota Keripik Tempe ini, suami Anisa Pohan ini menegaskan, saat ini masyarakat hanya bisa berharap sektor ekonomi bisa kembali pulih seperti sedia kala. &#8220;Banyak masyarakat yang berharap sektor ekonomi bisa kembali pulih. Terlihat, dengan adanya acara atau kegiatan malam ini bisa berkontribusi bagi pemulihan ekonomi. Terlebih, selama pandemi Covid-19 atau dua tahun terakhir, sektor ekonomi kita sangat menurun drastis,&#8221; kata Agus.</p>



<p>Ditegaskannya, jika selama pandemi Covid-19 melanda, yang paling terdampak adalah pelaku UMKM dan masyarakat golongan menengah kebawah. Oleh karena itu, pihaknya berharap Pemerintah Pusat bersinergi dengan semua kalangan untuk terus menghadirkan solusi-solusi terbaik.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-malang-rencanakan-bangun-skywalk-di-dua-lokasi-dari-dana-bank-dunia">Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/objek-wisata-banyuwangi-2026-perkuat-seni-dan-budaya-masyarakat">Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/cara-unik-umkm-malang-kenalkan-gamis-bordir-gandeng-petugas-kebersihan-jadi-model-ramadan">Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kecamatan-lumbang-dan-potensi-produksi-madu-yang-dihasilkan">Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-pewarna-makanan-berlebih-wali-kota-malang-siapkan-tes-sampel-di-pasar-takjil">Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil</a></li>
</ul>


<p>&#8220;Kita berharap, daya beli masyarakat bisa semakin baik. Harga-harga kebutuhan pokok di masyarakat bisa terjangkau dan tercukupi,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Disamping itu, AHY berharap semua potensi yang dimiliki masing-masing daerah bisa terus dieksplorasi dengan baik. Hal ini juga semata-mata demi kemajuan suatu daerah dan kesejahteraan masyarakat didalamnya.</p>



<p>Saat menyapa warga masyarakat Trenggalek, AHY juga menyempatkan diri untuk berinteraksi dan bernyanyi bersama. Memilih lagu berjudul &#8216;Pamer Bojo&#8217;, lagu pilihan AHY ini seolah menghipnotis semua orang yang ada di sana. &#8220;Sekali lagi saya berharap, bisa menjadi bagian dari kemajuan dan pemulihan ekonomi masyarakat, khususnya di Kabupaten Trenggalek,&#8221; papar AHY.</p>



<p>Tidak lupa, dirinya juga menyampaikan salam rindu dari mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono. Dikatakannya, jika SBY selalu merindukan kebersamaan dengan masyarakat, sama seperti saat menjabat sebagai pemimpin di negeri ini.</p>



<p>&#8220;Salam teriring doa itu disampaikan Bapak SBY, khususnya kepada kawula muda, muda dalam jiwa dan semangat agar bisa melakukan perubahan, kebaikan, kemajuan di negara yang kita cintai ini,&#8221; terangnya. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">169336</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Belasan Seniman Jawa Timur Pamerkan Budaya Ketimuran di Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/belasan-seniman-jawa-timur-pamerkan-budaya-ketimuran-di-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Oct 2021 06:41:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[jawa timur]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Seni Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Seniman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=154951</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Belasan seniman Jawa Timur menggelar pameran lukisan di Gedung Dewan Kesenian Malang (DKM) di Jalan Majapahit, Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen. Gelaran yang berlangsung hingga Sabtu (02/10/2021), ini memamerkan 60 karya lukis bertajuk Spirit From The East #2 atau Semangat dari Timur. Tema itu, diangkatnya karena lantaran para seniman ingin menunjukkan budaya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Belasan seniman Jawa Timur menggelar pameran lukisan di Gedung Dewan Kesenian Malang (DKM) di Jalan Majapahit, Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen. Gelaran yang berlangsung hingga Sabtu (02/10/2021), ini memamerkan 60 karya lukis bertajuk Spirit From The East #2 atau Semangat dari Timur. Tema itu, diangkatnya karena lantaran para seniman ingin menunjukkan budaya Timur terutama Indonesia masih tetap eksis di era Revolusi Industri 4.0.</p>



<p><br>&#8220;Keunikan dari lukisan yang kita pajang di sini, terletak pada pesan yang ingin disampaikan. Yaitu tentang perkembangan dunia. Terutama saat pandemi Covid-19 yang telah mematikan pelukis untuk bisa menampilkan karyanya,&#8221; ungkap curator pameran, Agung Purnomo.<br>Menurutnya, dewasa ini perspektif timur dalam kesenian kerap kali diabaikan. &#8220;Bahkan sering condong ke barat dan harusnya diubah bagaimana budaya timur bisa berdampak,” sambunng pria yang juga berprofesi sebagai dosen Ilmu Komunikasi Universitas Gajayana (Uniga) Malang itu.</p>



<p><br>Dalam art exhibition tersebut, diungkap Agung terdapat dua contoh lukisan yang menjadi pusat perhatian. Yakni lukisan karya Slamet Henkus tentang budaya Jawa dan Setyoko tentang kebersamaan.</p>



<p><br>&#8220;Dalam lukisan tersebut terdapat sebuah pesan bahwa ada nilai yang kurang dari masyarakat Jawa. Sikap kebersamaan hingga gotong royong perlu dikuatkan lagi,&#8221; terangnya.<br>Sementara itu Ketua DKM, Bobby Nugroho, mengapresiasi berlangsungnya pameran yang diharapkan memiliki sebuah pesan tersendiri. Terutama budaya Timur yang saat ini cenderung ditinggalkan.</p>



<p><br>“Kita sebagai orang Timur seharusnya bisa belajar pada leluhur bahwa nilai kebersamaan tak boleh padam meski mengikuti perkembangan zaman,” jelasnya.</p>



<p><br>Karya yang ditampilkan oleh total 11 seniman tersebut memiliki nilai kepedulian tinggi terhadap masyarakat sebagai sumber inspirasi.</p>



<p><br>&#8220;Sehingga rasa peduli dan bersama adalah contoh yang harus dikuatkan lagi di masa pandemi ini,&#8221; tutur Bobby. <strong>(mus/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">154951</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Maksimalkan Co-Working Space, Disporapar Perkuat Sinergi dengan Berbagai OPD</title>
		<link>https://memontum.com/maksimalkan-co-working-space-disporapar-perkuat-sinergi-dengan-berbagai-opd</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Mar 2021 05:05:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Seni Budaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=136675</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Terdapat tujuh sub sektor ekonomi kreatif yang menjadi binaan Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang. Diantaranya, seni pertunjukan, seni musik, seni rupa, kuliner, fashion, kriya, dan fotografi. Berkaitan dengan hal itu, Kepala (Disporapar), Ida Ayu Made Wahyuni, mengatakan pihaknya terus berkolaborasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), salah satunya untuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Terdapat tujuh sub sektor ekonomi kreatif yang menjadi binaan Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata <strong><a href="https://memontum.com/tag/disporapar-kota-malang">(Disporapar)</a></strong> Kota Malang. Diantaranya, seni pertunjukan, seni musik, seni rupa, kuliner, fashion, kriya, dan fotografi.</p>



<p>Berkaitan dengan hal itu, Kepala (Disporapar), Ida Ayu Made Wahyuni, mengatakan pihaknya terus berkolaborasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), salah satunya untuk meningkatkan keberadaan co-working space.</p>



<p>&#8220;Kami mendata jumlah pelaku ekonomi kreatif dari tujuh sub sektor yang kami bina. Salah satunya, ada bidang fotografi, film, dan animasi. Meski pelaku ekonomi bidang tersebut juga diampu oleh Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan <strong><a href="https://memontum.com/tag/diskopindag-kota-malang">(Diskopindag)</a></strong>, tapi kami menyediakan co-working space,&#8221; ungkapnya, Jumat (12/03) tadi.</p>



<p>Sehingga, Kadisporapar, melekatnya co-working space di Disporapar, bisa menciptakan kerjasama dengan Diskopindag. &#8220;Ini yang kita harapkan, masing-masing start-up binaan Diskopindag dan Disporapar bisa memaksimalkan keberadaan co-working space,&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga: <a href="https://memontum.com/135115-disporapar-malang-miliki-co-working-space-khusus-pengembangan-it-guna-ikuti-tren-booming">Disporapar Malang Miliki Co-Working Space Khusus Pengembangan IT Guna Ikuti Tren Booming</a></strong></p>



<p>Diakui wanita yang akrab disapa Ida itu, ketika dirinya bertugas menjadi Kepala Disporapar, membuatnya lebih leluasa menyiapkan dan memperluas co-working space.</p>



<p>&#8220;Saya lebih leluasa menempatkan co-working space karena aset yang dimiliki Disporapar banyak. Termasuk stadion, GOR juga bisa digunakan,&#8221; imbuh Ida.</p>



<p>Dengan tempat yang dirasa banyak untuk mengadakan co-working space dan sikap kooperatif para OPD, Ida optimis pihaknya mampu mempercepat serta menguatkan layanan tersebut di Kota Malang.</p>



<p>&#8220;Tempat sekarang saya rasa sudah, dan sikap kooperatif dari para kepala OPD juga tinggi. Contoh saja, Museum Mpu Purwa kita pakai di Kecamatan Lowokwaru, ada kolaborasi dengan pak Suwarjana (Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan) dan pak camat. Nah, hal-hal kooperatif seperti ini, sinergi, dan kolaborasi masing-masing OPD akan mempercepat co-wokring space bagi start-up dan pebisnis,&#8221; tuturnya. <strong>(mus/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">136675</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kota Malang Kini Miliki Pasar Kesenian Payung</title>
		<link>https://memontum.com/kota-malang-kini-miliki-pasar-kesenian-payung</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Feb 2021 08:10:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Kabunga]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Seni Budaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=135074</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni, bersama Karya Bumi Ngalam (Kabunga) meresmikan Pasar Payung Kutho Malang. Peresmian yang dihelat Sabtu (20/2) tadi, berlokasi di Kampung Wisata Payung, Jalan LA Sucipto, Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing. &#8220;Hari ini kita diundang oleh Kabunga, untuk mewarnai kegiatan penempatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="https://memontum.com/tag/kota-malang">Memontum </a>Kota Malang </strong> &#8211; Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni, bersama Karya Bumi Ngalam (Kabunga) meresmikan Pasar Payung Kutho Malang.</p>



<p>Peresmian yang dihelat Sabtu (20/2) tadi, berlokasi di Kampung Wisata Payung, Jalan LA Sucipto, Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing.</p>



<p>&#8220;Hari ini kita diundang oleh Kabunga, untuk mewarnai kegiatan penempatan Pasar Payung, di rumah sang maestro payung, Mbah Mun. Sebetulnya, 7 tahun yang lalu kita sudah menggagas hal ini, dan sekarang oleh Kabunga dibangkitkan kembali,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Di mata Ida, sosok Mbah Mun sendiri merupakan satu-satunya maestro payung di Indonesia dan memiliki hubungan erat dengan para pengrajin payung di Solo.</p>



<p>&#8220;Para seniman di Solo itu sangat membantu memperkuat keberadaan payungnya Mbah Mun. Ketika ada pameran dan Mbah Mun nggak mampu, mesti Solo yang support kita,&#8221; cerita Ida.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://memontum.com/134386-sanggar-seni-kampung-adakan-pelatihan-seni-terapan-bertema-payung">Sanggar Seni Kampung Adakan Pelatihan Seni Terapan Bertema Payung</a></strong></p>



<p>Berkaitan dengan kegiatan yang difasilitasi oleh Kabunga ini, diharapkan Ida, mampu menjadi embrio pengembangan produksi kesenian payung di Kota Malang. Dirinya mencetuskan adanya kerjasama dengan pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Malang untuk sosialisasi dan pemasarannya.</p>



<p>&#8220;Anak-anak sekolah diberikan workshop tentang kesenian payung. Kemudian, kita lombakan dan mungkin penilaian dari sisi kerapian payungnya. Setelah itu kita adakan suatu tari payung sehingga ini bisa berkembang. Karena kalau tidak seperti itu linknya, saya rasa akan stagnan hanya menunggu pesanan yang belum tentu intens penjualannya,&#8221; tegas Ida.</p>



<p>Ketua Kabunga, Yuyun Sulastri, mengatakan selanjutnya akan ada perkembangan bertahap tiap minggunya. Mulai dari pemasangan rak untuk display sampai dengan penyelenggaraan pemeran.</p>



<p>&#8220;Setiap minggu akan terus-menerus bertahap dan tempatnya akan terus di sini tidak akan berpindah. Mungkin pameran bisa diselenggarakan dimana-mana, tapi untuk lokasi Pasar Payung tetap disini,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Wanita yang akrab disapa Yuyun itu menjelaskan, bahwa lokasi Pasar Payung, harus dekat dengan sang maestronya. Supaya ketika wisatawan yang datang ke Kota Malang, mereka tahu bahwa ada Pasar Payung yang selokasi dengan maestro.</p>



<p>&#8220;Kalau terbangun di tempat lain, misal di Dewan Kesenian Malang (DKM) atau di Dinas Kebudayaan nanti akan hilang maestronya. Kalau di sini mereka akan tahu proses pembuatannya,&#8221; tambah Yuyun.</p>



<p>Penjualan berbagai karya payung dan pernak-perniknya pun dilakukan secara offline dan online. Berbagai platform sosial media, seperti Instagram dan Bigo Live akan menjadi sarana penjualan online dengan harga yang beragam.</p>



<p>&#8220;Harganya macam-macam, untuk souvenir mulai Rp 10 ribu. Payung mbah Mun yang kertas seharga Rp 35 ribu sampai Rp 50 ribu, kalau lukis kombinasi dibandrol Rp 50 ribu sampai Rp 300 ribu,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Karya yang nampak terpajang di Pasar Payung, nantinya pun tak hanya buah tangan Mbah Mun saja. Pasalnya, seluruh warga kampung sudah mulai bisa membuat karya seni maupun pernak-pernik bertemakan payung. Seperti masker, gantungan kunci, bahkan sampai coklat berbentuk payung. <strong>(cw1/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">135074</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
