<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>senja, &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/senja/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 06 Aug 2025 14:17:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>senja, &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Lewat Kopi Senja, Pemkot Malang Bahas Strategi Jaga Stabilitas Keamanan dan Ketertiban</title>
		<link>https://memontum.com/lewat-kopi-senja-pemkot-malang-bahas-strategi-jaga-stabilitas-keamanan-dan-ketertiban</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Aug 2025 10:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[keamanan]]></category>
		<category><![CDATA[ketertiban]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[senja,]]></category>
		<category><![CDATA[stabilitas]]></category>
		<category><![CDATA[strategi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224694</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Malang menggelar Koordinasi dan Sinergitas Bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Malang dan jajaran (Kopi Senja), di salah satu hotel Kota Malang, Rabu (06/08/2025) tadi. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut rutin digelar setiap triwulan sekali. Itu dilakukan, sebagai wadah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Malang menggelar Koordinasi dan Sinergitas Bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Malang dan jajaran (Kopi Senja), di salah satu hotel Kota Malang, Rabu (06/08/2025) tadi.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut rutin digelar setiap triwulan sekali. Itu dilakukan, sebagai wadah diskusi strategis lintas sektor dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di Kota Malang.</p>



<p>&#8220;Ini kegiatan rutin tiap tiga bulan. Tujuannya untuk menyampaikan informasi dan arahan soal kondisi Kota Malang. Narasumbernya dari Forkopimda sesuai tugas dan fungsinya,&#8221; kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Dikatakannya, bahwa selama triwulan kedua tahun 2025, situasi Kota Malang terjaga dalam kondisi kondusif. Beberapa isu strategis, juga telah dibahas bersama Forkopimda dan disepakati tindak lanjutnya. Terutama, yang berkaitan dengan Ketenteraman dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), baik yang bersifat lokal maupun dampak dari isu nasional.</p>



<p>&#8220;Jadi tinggal bagaimana kita mengantisipasi ke depan, agar tidak terjadi hal-hal yang negatif. Mudah-mudahan juga poin-poin gangguan Kamtibmas bisa turun dan Kota Malang semakin kondisif terlebih di bulan Agustus ini,&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Namun, Wali Kota Wahyu juga menyoroti kenaikan angka kriminalitas, khususnya pada kasus Narkoba. Berdasarkan data yang dipaparkan dalam forum tersebut, kasus narkotika meningkat dari 90 kasus pada semester pertama 2024 menjadi 107 kasus di periode yang sama tahun 2025. Angka tersebut mengalami kenaikan 18,89 persen.</p>



<p>“Iya, ada peningkatan kasus narkoba, termasuk juga judi dan penculikan. Ini yang jadi perhatian kita bersama. Tapi kenaikannya tidak terlalu signifikan dan tadi juga sudah disampaikan Pak Kapolres bahwa sudah ada langkah antisipasi,” ujarnya.</p>



<p>Sehingga dalam hal ini, menurutnya perlu ada pendekatan konkret, terlebih Kota Malang dikenal sebagai Kota Pendidikan yang dipenuhi mahasiswa dari berbagai daerah. Nantinya, akan dilakukan dengan menggandeng perguruan tinggi untuk turut serta dalam pencegahan melalui edukasi dan kampanye bersama.</p>



<p>“Kami berharap ada kerja sama yang baik dengan kampus-kampus. Pendekatannya ke mahasiswa bisa lewat edukasi atau program pencegahan lainnya. Tentunya kami juga akan melibatkan semua stakeholder,” imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(pro/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224694</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gowes dan Usia Senja, Eyang Mujiono Aktif Gowes Lintas Provinsi</title>
		<link>https://memontum.com/gowes-dan-usia-senja-eyang-mujiono-aktif-gowes-lintas-provinsi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Jun 2025 07:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[lintas]]></category>
		<category><![CDATA[mujiono]]></category>
		<category><![CDATA[provinsi]]></category>
		<category><![CDATA[senja,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223201</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Usia senja bukan halangan untuk tidak beraktivitas olah raga. Kata-kata itulah yang pas disematkan kepada Mujiono, seorang pesepeda asal Banjarnegara, Jawa Tengah. Di usianya yang sudah 77 tahun, Eyang Mujiono-begitu sapaannya, tidak hanya bugar, tapi juga aktif menjelajah berbagai daerah di Indonesia dengan sepedanya. Ditemui seusai mengikuti salah satu kegiatan gowes [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Usia senja bukan halangan untuk tidak beraktivitas olah raga. Kata-kata itulah yang pas disematkan kepada Mujiono, seorang pesepeda asal Banjarnegara, Jawa Tengah. Di usianya yang sudah 77 tahun, Eyang Mujiono-begitu sapaannya, tidak hanya bugar, tapi juga aktif menjelajah berbagai daerah di Indonesia dengan sepedanya.</p>



<p>Ditemui seusai mengikuti salah satu kegiatan gowes di Kota Malang, Eyang Mujiono tampak lincah dan penuh semangat. Dirinya mengaku, telah menjadikan bersepeda sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan sarana bersilaturahmi.</p>



<p>“Mulai tahun 1994, saya punya sepeda. Tapi baru mulai rutin, itu sekitar tahun 2012. Saya suka olah raga apa saja. Mulai jalan kaki, lari, tapi paling sering sepeda. Sejak tinggal di Dieng tahun 2016, saya mulai keracunan sepeda lipat sampai sekarang,” ungkap Eyang Mujiono, Sabtu (21/06/2025) tadi.</p>



<p>Berbekal sepeda federal hingga sepeda lipat kesayangannya, Eyang Mujiono telah mengayuh pedal menyusuri rute-rute panjang. Dari mulai Sumatera, Bali, Lombok, hingga pelosok Jawa Timur. Salah satu pengalaman yang paling membekas, baginya adalah saat bersepeda ke Lombok.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Di Lombok itu curugnya bagus, jalurnya juga menyenangkan. Tapi yang paling penting dari gowes itu bukan cuma soal tujuan, tapi prosesnya dan kebersamaannya,” ucapnya.</p>



<p>Meski pernah mengalami insiden hingga jatuh pingsan, hal itu tak menyurutkan semangatnya. Bahkan, dirinya memiliki filosofi sendiri soal pentingnya aktivitas fisik di usia lanjut.</p>



<p>“Saya selalu tekankan, jangan berhenti bergerak. Mau sepeda, mau jalan kaki, lari, nyangkul pun tak apa, yang penting badan bergerak. Karena dengan bergerak, kita seperti punya dua jantung satu di dada, satu lagi di kaki. Gerakan kaki itu bantu memompa darah ke seluruh tubuh,” tuturnya.</p>



<p>Sebelum aktif sebagai pesepeda, Eyang Mujiono pernah bekerja di dunia penerbangan selama 32 tahun sejak 1972. Dia turut merawat pesawat dan menjalani profesinya dengan dedikasi tinggi hingga akhirnya berhenti karena alasan pribadi. Kini di usia 77 tahun, tak hanya menikmati masa pensiun, tetapi justru menjadi inspirasi bagi generasi muda agar tetap aktif menjaga kebugaran badan.</p>



<p>&#8220;Pokoknya, gowes itu bukan sekadar gowes. Ini tentang menjaga hidup tetap bergerak dan berarti,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223201</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hadiri Pagelaran Kentrung Modern Kala Senja, Mas Dhito Dorong Guru di Kediri Miliki Usaha</title>
		<link>https://memontum.com/hadiri-pagelaran-kentrung-modern-kala-senja-mas-dhito-dorong-guru-di-kediri-miliki-usaha</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Nov 2023 14:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[hadiri]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[kentrung]]></category>
		<category><![CDATA[miliki]]></category>
		<category><![CDATA[modern]]></category>
		<category><![CDATA[Pagelaran]]></category>
		<category><![CDATA[senja,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=202599</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, mendorong guru non ASN di wilyahnya untuk memiliki usaha. Hal ini dimaksudkan, untuk meningkatkan kesejahteraan guru. Disampaikan Mas Dhito-sapaan akarabnya, Pemerintah Kabupaten Kediri berencana akan menaikkan insentif bagi guru non ASN. Pun demikian, pihaknya menginginkan guru non formal ini punya kemandirian berwirausaha, agar tidak bergantung terus menerus [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, mendorong guru non ASN di wilyahnya untuk memiliki usaha. Hal ini dimaksudkan, untuk meningkatkan kesejahteraan guru.</p>



<p>Disampaikan Mas Dhito-sapaan akarabnya, Pemerintah Kabupaten Kediri berencana akan menaikkan insentif bagi guru non ASN. Pun demikian, pihaknya menginginkan guru non formal ini punya kemandirian berwirausaha, agar tidak bergantung terus menerus dengan kenaikan insentif yang telah diberikan.</p>



<p>“Ada nggak guru-guru yang punya usaha? Ada nggak guru-guru yang ingin pelatihan usaha?,” tanya Mas Dhito di Pagelaran Kentrung Modern Kala Senja di Bumi Panjalu, Kamis (30/11/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Mas Dhito juga meminta kepada Dinas Pendidikan untuk menginventarisir berapa jumlah guru di Kabupaten Kediri, yang telah berusaha. Kemudian, bagi guru yang belum mempunyai usaha, bupati muda itu mendorong agar guru mampu menciptakan usaha baru.</p>



<p>Dengan inventarisir itu, katanya, bisa diketahui program apa yang cocok diberikan kepada para guru tersebut. Baik program, bantuan alat atau pun modal usaha.</p>



<p>Meski demikian, saat dialog di acara yang dihadiri ratusan guru tersebut, Mas Dhito berharap agar para guru bisa menentukan kebutuhan prioritas untuk usaha yang sedang dijalankan. &#8220;Butuhnya apa bukan inginnya apa. Jangan sampai minta modal tapi ternyata butuhnya (prioritasnya) bukan itu,” tegasnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Mokhamat Muksin, menjelaskan bahwa pagelaran seni tersebut merupakan perpaduan antara seni tari, drama dan musik yang mengambil lakon Jimat Lontar Nyi Girah.</p>



<p>Pagelaran ini, ujarnya, merupakan tindak lanjut dari program magang Guru Agama Hindu dan Guru Seni Budaya di Bali pada April 2023 lalu. Sedangkan harga tiket yang dikenakan untuk melihat agenda di Taman Totok Kerot itu, nantinya akan dirupakan pementasan berkelanjutan. Sehingga harapannya, dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).</p>



<p>“Para guru juga ingin menyumbangkan PAD walaupun kecil, doa mereka dengan PAD ini kesejahteraan guru juga terangkat,” terang Muksin.<strong> (kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">202599</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
