<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>sensasi &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/sensasi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 09 Jun 2025 13:50:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>sensasi &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Cukup Rp 79 Ribu, Nikmati Sensasi Keindahan Perairan Pantai Marina Boom Banyuwangi dengan Kapal Listrik</title>
		<link>https://memontum.com/cukup-rp-79-ribu-nikmati-sensasi-keindahan-perairan-pantai-marina-boom-banyuwangi-dengan-kapal-listrik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Jun 2025 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[keindahan]]></category>
		<category><![CDATA[Listrik]]></category>
		<category><![CDATA[marina]]></category>
		<category><![CDATA[nikmati]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai]]></category>
		<category><![CDATA[perairan]]></category>
		<category><![CDATA[sensasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222814</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Kini wisatawan di Pantai Marina Boom bisa berkeliling perairan Banyuwangi dengan kapal listrik berkonsep mewah, hanya dengan cukup membayar puluhan ribu rupiah. Kapal aset Pemprov Jatim itu, dikelola oleh kelompok wisata di kampung setempat untuk semakin meningkatkan pariwisata di Banyuwangi. “Ini adalah contoh kolaborasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat. Terima kasih [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Kini wisatawan di Pantai Marina Boom bisa berkeliling perairan Banyuwangi dengan kapal listrik berkonsep mewah, hanya dengan cukup membayar puluhan ribu rupiah. Kapal aset Pemprov Jatim itu, dikelola oleh kelompok wisata di kampung setempat untuk semakin meningkatkan pariwisata di Banyuwangi.</p>



<p>“Ini adalah contoh kolaborasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat. Terima kasih Pemprov Jatim yang terus mendukung, serta masyarakat Banyuwangi yang juga terus mencari terobosan untuk tak henti menggeliatkan pariwisata Banyuwangi,” kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Minggu (08/06/2025) tadi.</p>



<p>Kapal listrik yang dioperasionalkan sendiri, berkapasitas sekitar 15 penumpang. Sementara untuk fasilitas di dalam kapal, memiliki beberapa area bersantai dengan dudukan sofa, kamar tidur kecil, kamar mandi, televisi, kulkas, hingga mini bar. Menaiki kapal tersebut, wisatawan akan diajak untuk berkeliling di sekitar perairan Pantai Boom Banyuwangi selama sekitar sejam.</p>



<p>Bahkan, wisatawan juga bisa menikmati pemandangan laut biru lepas, deretan pantai-pantai hingga pemandangan hijau di daratan Banyuwangi maupun Bali. &#8220;Tarifnya Rp 79 ribu perorang. Bisa juga disewa secara privat dengan tarif Rp 1,299 juta,&#8221; ungkap pengelola wisata kapal listrik, Himan Syah Anwar.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pada awal pembukaan wisata jelajah itu, yakni mulai 21 Mei hingga 8 Juni, pengelola memberi tarif khusus seharga Rp 50 ribu perorang dan Rp 750 ribu untuk sewa privat. Meski tergolong baru, banyak wisatawan yang tertarik menjajal wisata kapal listrik.</p>



<p>Terbukti, kapal tersebut bisa melayani rata-rata 2 trip pada hari biasa. Sementara pada hari libur dan akhir pekan, trip bisa bertambah hingga hingga 4 kali. &#8220;Trip digelar pagi dan sore. Kalau pagi mulai pukul 09.00. Sementara kalau sore, dimulai pukul 16.00,&#8221; lanjutnya.</p>



<p>Seperti namanya, kapal tersebut menggunakan daya listrik sebagai tenaga penggerak mesin. Selain diisi ulang dengan listrik yang bersumber dari perusahaan listrik, kapal juga memiliki panel-panel surya yang juga berkontribusi terhadap pengisian energi. &#8220;Panel surya bisa menyumbang sekitar 10 persen energi kapal ini. Sisanya dari baterai yang diisi ulang,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Hilman menjelaskan, selain sebagai wahana wisata, kapal tersebut juga menjadi sarana edukasi bagi wisatawan terkait penggunaan energi listrik untuk kendaraan. Dari kapal tersebut, wisatawan bisa melihat aktivitas moda transportasi tanpa bahan bakar minyak. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222814</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Menparekraf Rasakan Sensasi Wisata Petik Jeruk Siam Madu Desa Wisata Wringinanom Malang</title>
		<link>https://memontum.com/menparekraf-rasakan-sensasi-wisata-petik-jeruk-siam-madu-desa-wisata-wringinanom-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Jul 2024 11:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Menparekraf]]></category>
		<category><![CDATA[rasakan]]></category>
		<category><![CDATA[sensasi]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<category><![CDATA[wringinanom]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=212338</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, menjajal pengalaman Wisata Petik Jeruk Siam Madu di Desa Wisata Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Sabtu (27/07/2024) tadi. Desa Wisata Wringinanom sendiri, merupakan salah satu dari 50 desa yang terpilih dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024. Desa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, menjajal pengalaman Wisata Petik Jeruk Siam Madu di Desa Wisata Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Sabtu (27/07/2024) tadi.</p>



<p>Desa Wisata Wringinanom sendiri, merupakan salah satu dari 50 desa yang terpilih dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024. Desa ini juga merupakan salah satu Desa Penyangga wilayah TNBTS yang berada di Kabupaten Malang.</p>



<p>Desa Wringinanom berada di dataran tinggi memiliki tanah yang subur untuk segala jenis pertanian atau perkebunan, serta peternakan. Salah satunya adalah adalah jeruk. “Saya berkesempatan untuk mencoba Wisata Petik Jeruk di Desa Wisata Wringinanom. Ternyata sangat menyenangkan,” kata Menparekraf Sandiaga.</p>



<p>Ketua Pokdarwis Desa Wisata Wringinanom, Galuh Prasetyo, menjelaskan Wisata Petik Jeruk Siam Madu di desa ini bermula dari kegelisahan para pelaku pariwisata desa yang dahulunya menyediakan Wisata Petik Apel. Dari kegelisahan karena biaya perawatannya yang mahal, namun harga jual yang rendah, akhirnya memunculkan inovasi ini.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Jadi petani banyak yang merugi dan pada akhirnya banyak yang dibongkar untuk diganti dengan budidaya jeruk. Hal itu, karena jeruk biaya operasionalnya lebih murah daripada apel dan harga jualnya tidak kalah bagus. Harga jual jeruk ini selalu tinggi, petani pasti dapat untung. Maka dari yang awalnya apel terus sekarang 100 persen sudah tergantikan dengan Wisata Petik Jeruk,” kata Galuh.</p>



<p>Dirinya juga menjelaskan bahwa wisatawan yang ingin melakukan Wisata Petik Jeruk di Desa Wisata Wringinanom, ini hanya perlu membayar Rp 25 ribu. Wisatawan kemudian bisa memetik buah Jeruk Madu Siam dengan sepuasnya. Namun, jika ingin membawa pulang sebagai oleh-oleh,.wisatawan dikenakan Rp 25 ribu untuk per kilogramnya.</p>



<p>“Jadi nanti jeruk yang dipetik juga bisa dibuat olahan es jeruk, jeruk hangat dan perasan jeruk,” kata Galuh.</p>



<p>Galuh berharap dengan kehadiran Menparekraf ke Desa Wisata Wringinanom bisa meningkatkan wisatawan untuk berkunjung ke desa ini. “Terima kasih untuk Menparekraf, semoga dengan kehadiran Pak Menteri bisa memicu wisatawan untuk mencoba Wisata Petik Jeruk di sini,” kata Galuh.&nbsp;</p>



<p>Hadir mendampingi Menparekraf, Staf Khusus Menparekraf Bidang Pengamanan Destinasi Wisata dan Isu-isu Strategis, Ario Prawiseso, Direktur Tata Kelola Destinasi Kemenparekraf/ Baparekraf, Florida Pardosi dan Kadisbudpar Provinsi Jawa Timur, Evy Afianasari. Serta turut hadir Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto bersama OPD Kabupaten Malang. <strong>(kom/raf/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">212338</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
